July 2, 2026, oleh

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Penghargaan bergengsi tersebut diraih pada kategori Penerima Program Hibah Penelitian dengan Pendanaan dan Judul Terbanyak 2026 (Bentuk Universitas/Institut) yang diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) pada 22 Juni 2026.
Capaian ini semakin mengukuhkan posisi Kampus Putih sebagai perguruan tinggi dengan ekosistem riset yang kuat dan adaptif terhadap berbagai tantangan global.
Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM Dr Salahudin SIP MSi MPA menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sistem pendukung riset yang dibangun secara komprehensif oleh universitas. Dukungan tersebut meliputi pendanaan internal, pendampingan penyusunan proposal sejak tingkat fakultas hingga universitas, serta klinik proposal yang dikelola secara terpusat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
“Yang pertama berkait dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM,” ujarnya.
Selain dukungan pendanaan, UMM juga membangun ekosistem riset yang kuat melalui berbagai unit pendukung, seperti LPPM, Bursa Intelektual, KPI, serta pusat-pusat studi. Keberadaan unit-unit tersebut memungkinkan dosen memperoleh pendampingan yang berkelanjutan dalam melaksanakan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Salahudin menegaskan, penelitian dan pengabdian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM terus menghadirkan berbagai skema pendukung agar dosen dapat menjalankan kewajiban akademiknya secara optimal.
“Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kuantitas riset harus berjalan seiring dengan kualitas dan manfaatnya bagi masyarakat. Untuk memastikan riset benar-benar berdampak, UMM membentuk klaster penelitian dan pengabdian unggulan serta memetakan wilayah sasaran berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan di lapangan.
“Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak,” jelasnya.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam setiap program hibah di UMM. Salahudin mengatakan, universitas mewajibkan setiap kegiatan penelitian dan pengabdian melibatkan mahasiswa, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan luaran penelitian berupa publikasi, poster ilmiah, maupun luaran akademik lainnya.
Ke depan, UMM berkomitmen terus meningkatkan capaian riset dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Dosen muda maupun dosen senior akan terus didorong aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebab, keberhasilan riset tidak hanya diukur dari jumlah penelitian, tetapi juga kualitas serta dampaknya dalam memberikan perubahan bagi masyarakat.
(Faqih/AS)