June 30, 2026, oleh Humas Universitas

UMM Raih Anugerah Kampus Unggulan 2026, Catat Hibah Penelitian Terbanyak dari LLDIKTI VII

pwmu.co Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Penerima Program Hibah Penelitian dengan Pendanaan dan Judul Terbanyak 2026 untuk kelompok universitas dan institut. Penghargaan diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) LLDIKTI Wilayah VII pada 22 Juni 2026.

Capaian ini semakin mengukuhkan posisi UMM sebagai salah satu perguruan tinggi dengan ekosistem riset yang kuat dan adaptif terhadap berbagai tantangan global.

Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sistem pendukung penelitian yang dibangun secara menyeluruh oleh universitas.

Menurutnya, dukungan diberikan mulai dari pendanaan internal hingga pendampingan penyusunan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Yang pertama berkait dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM,” ujarnya.

Selain dukungan pendanaan, UMM juga memiliki berbagai unit yang memperkuat budaya riset, seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Bursa Intelektual, KPI, hingga berbagai pusat studi yang mendukung produktivitas dosen.

Salahudin menegaskan bahwa strategi utama UMM dalam meningkatkan produktivitas penelitian adalah membangun kesadaran bahwa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tridarma perguruan tinggi.

Karena itu, universitas terus menghadirkan berbagai skema pendukung agar dosen dapat menjalankan tugas akademiknya secara optimal.

“Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian,” katanya.

 

Menurut Salahudin, peningkatan jumlah penelitian harus diiringi dengan kualitas serta manfaat nyata bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, UMM membentuk klaster penelitian dan pengabdian unggulan serta melakukan pemetaan wilayah sasaran berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan tersebut memungkinkan hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial.

“Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak,” jelas Salahudin.

UMM juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam setiap program penelitian dan pengabdian.

Mahasiswa dilibatkan sejak proses penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan berbagai luaran akademik, seperti publikasi ilmiah, poster penelitian, dan bentuk luaran lainnya.

Ke depan, UMM berkomitmen terus meningkatkan kualitas riset dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, baik dosen muda maupun dosen senior.

Universitas menegaskan bahwa keberhasilan riset tidak hanya diukur dari jumlah penelitian yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas serta dampaknya dalam memberikan perubahan positif bagi masyarakat.