November 12, 2025, oleh

MALANG – Keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya dilihat dari jumlah mahasiswa berprestasi, tetapi juga dari sistem yang menopang konsistensi prestasi tersebut. Prinsip ini yang membawa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih kesuksesan gemilang pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2025.
Pada November 2025, UMM dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi dengan Pembinaan Terbaik sekaligus Perguruan Tinggi Terproduktif oleh Belmawa Dikti. Penghargaan ganda ini menjadi penegasan bahwa UMM berhasil membangun budaya riset yang kuat dan berkelanjutan, bukan sekadar capaian sesaat.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UMM, Dr. Tatag Muttaqin, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif jangka panjang dan ekosistem riset yang matang. UMM menempatkan PKM sebagai ruang pembentukan karakter ilmiah dan berpikir kritis, bukan sekadar kompetisi. Hal ini terbukti dari keberhasilan UMM meloloskan 114 judul PKM untuk pendanaan 2025, menempatkannya di posisi dua besar Jawa Timur dan sepuluh besar nasional.
Keberhasilan ini didukung oleh:
- Seleksi Berjenjang Setiap proposal melewati proses seleksi dan penyuntingan berlapis untuk menjamin kualitas dan relevansi gagasan dengan isu sosial, ekonomi, dan teknologi terkini.
- Peran Dosen Aktif UMM menerapkan Training of Trainer (TOT) agar dosen mampu menjadi fasilitator yang efektif. Pembimbing didorong untuk memahami karakter mahasiswa dan menciptakan suasana riset yang produktif, bukan menekan.
Riset mahasiswa UMM tahun ini banyak berfokus pada isu-isu strategis, seperti ketahanan pangan, energi terbarukan, dan teknologi terapan berbasis sosial. Banyak inovasi bahkan telah diinkubasi menjadi pengembangan industri kreatif, menunjukkan bahwa riset diarahkan pada solusi nyata dan implementasi sosial.
Dr. Tatag Muttaqin menutup dengan menekankan bahwa penghargaan ini adalah tantangan baru untuk terus meningkatkan kualitas, khususnya dalam publikasi ilmiah dan kolaborasi. UMM berharap sistem pembinaan risetnya dapat menjadi model nasional yang mampu menyeimbangkan kreativitas, kompetisi, dan keberlanjutan akademik. UMM membuktikan bahwa inovasi sejati lahir dari konsistensi dan tanggung jawab keilmuan.