April 15, 2026, oleh
SULTRA MEDIA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi ditetapkan sebagai UNESCO Chair and Host Institution untuk program Sustainable Water Ecosystem pada Senin, 13 April 2026. Status prestisius ini menjadikan UMM sebagai satu dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya menjadi mitra global UNESCO dalam mengawal isu kelestarian air.
Penetapan ini didasari oleh rekam jejak panjang riset dan pengabdian masyarakat yang dilakukan Kampus Putih tersebut di berbagai wilayah. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menjelaskan bahwa visi internasionalisasi kampus menjadi pendorong utama lahirnya kemitraan strategis dengan badan dunia tersebut.
Sebagai mitra resmi, UMM menjalankan tiga mandat besar, dimulai dengan intervensi konservasi di kawasan Subak, Tabanan, Bali. Program ini fokus pada pemulihan kesuburan tanah melalui inovasi green farming dan smart farming guna mencegah alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan vila.
Upaya di Bali tersebut sebelumnya telah membuahkan penghargaan dari UNESCO pada tahun 2024 karena keberhasilan menjaga daerah resapan air. Selain di Bali, UMM juga memperluas dampak operasionalnya ke wilayah Indonesia Timur dengan mengerahkan 52 akademisi ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim tersebut bertugas memetakan sumber air baru, memperkuat ketahanan pangan, serta menekan angka stunting di wilayah NTT. UMM saat ini sedang menyiapkan teknologi desalinasi berbasis tenaga surya untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga setempat tanpa bergantung pada musim.
Pada sektor energi terbarukan, UMM memanfaatkan aliran Sungai Brantas melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 1 dan 2. Fasilitas ini telah beroperasi di lingkungan kampus dan kawasan Sengkaling sebagai model pengembangan energi bersih sekaligus penggerak ekowisata di Sumber Maron dan Boonpring Turen.
“Visi ini sejalan dengan Islam Berkemajuan Muhammadiyah. Kita berpikir 50, 100, hingga 500 tahun ke depan. Anak cucu kita butuh lingkungan yang sustain, termasuk airnya,” kata Muhamad Salis Yuniardi, Wakil Rektor IV UMM sebagaimana dilansir dari surabayapost.id.
Pihak kampus menegaskan bahwa status UNESCO Chair ini merupakan amanah untuk terus memperluas kolaborasi riset dan aksi lapangan bagi kelestarian lingkungan. UMM berkomitmen menjadi motor penggerak konservasi air global dari pusat operasionalnya di Malang.
