December 7, 2025, oleh Humas Universitas

Kab Malang, iKoneksi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi pusat perhatian nasional lewat penyelenggaraan terpadu Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Untuk pertama kalinya, dua kompetisi besar itu disatukan dalam satu panggung yang sama dan resmi dibuka pada Kamis (4/12/2025), di Hall Dome UMM. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir membawa karya terbaik mereka, menampilkan energi kompetisi yang kuat dan kreativitas yang kian berkembang.

UMM sendiri semakin mengukuhkan reputasinya sebagai kampus inovasi setelah kembali dipercaya menjadi tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Konsistensi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan nasional terhadap kapasitas UMM dalam mengelola ajang teknologi maritim sekaligus program pemberdayaan masyarakat berskala besar.

Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., yang membuka acara, memberikan apresiasi mendalam terhadap UMM. Ia menilai penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya merupakan momentum strategis untuk memperkuat budaya riset, inovasi teknologi, dan kepedulian sosial mahasiswa.

“KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat dan menawarkan solusi yang berkelanjutan. Ada tiga pesan utama: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen terhadap keberlanjutan. Ini bukan sekadar lomba, tetapi investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan,” tegasnya.

Sinergi penyelenggaraan KKI dan Abdidaya tahun ini juga disebut sebagai tonggak baru oleh Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D. Ia menyebut bahwa tahun ini tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi, menghadirkan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya—jumlah yang menunjukkan lonjakan antusiasme mahasiswa dalam inovasi maritim dan pengabdian masyarakat.

Menurut Amrul, kualitas kompetisi juga meningkat signifikan.

“Desain kapal, sistem kontrol, hingga strategi teknis semakin matang. Sementara Abdidaya terus menjadi tolok ukur penilaian nasional untuk program pengabdian masyarakat yang fokus pada keberlanjutan,” ujarnya.

Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menekankan bahwa kedua kompetisi ini tidak hanya melatih kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan. Ia menyebut ruang kompetisi lintas kampus seperti ini penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi persaingan global.

“Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah proses penting dalam menempa calon pemimpin bangsa. Mereka bukan sekadar peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang dibentuk,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya 2025, UMM kembali menunjukkan posisinya sebagai pusat inovasi mahasiswa nasional.

“Kehadiran ribuan karya dari berbagai daerah sekaligus memperkuat ekosistem kolaboratif yang menjadi fondasi percepatan inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia,” pungkasnya.