December 5, 2025, oleh

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan dominasinya dalam ekosistem inovasi pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus Putih ini mencatatkan sejarah baru dengan menyatukan dua kompetisi bergengsi nasional, yakni Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025, dalam satu panggung megah di Hall Dome UMM, Kamis (4/12/2025).
Momentum ini sekaligus mengukuhkan kepercayaan pemerintah terhadap UMM yang terpilih menjadi tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru nusantara hadir memamerkan riset dan inovasi terbaik mereka, menciptakan atmosfer kompetisi yang sarat akan energi kolaborasi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., yang hadir meresmikan acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi UMM. Menurutnya, penyatuan KKI dan Abdidaya bukan sekadar efisiensi acara, melainkan langkah strategis untuk mempertemukan teknologi maritim dengan pengabdian masyarakat.

“KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sementara Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang berkelanjutan,” ujar Prof. Brian dalam sambutannya.
Menteri Brian menegaskan bahwa ajang ini adalah investasi jangka panjang negara. Ia menekankan tiga poin krusial bagi para peserta: keberanian menghadapi masalah, kemampuan menciptakan solusi berbasis sains, dan komitmen pada keberlanjutan.
“Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan yang piawai menghadapi ketidakpastian,” tegasnya.
Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., melaporkan bahwa penggabungan dua kompetisi besar ini memicu antusiasme yang luar biasa. Tercatat sebanyak 93 perguruan tinggi turut ambil bagian, dengan rincian 131 tim bertarung di ajang KKI dan 119 tim berkompetisi di Abdidaya Ormawa.
“Ini adalah momen bersejarah. Kualitas karya tahun ini meningkat pesat, mulai dari desain kapal, sistem kontrol yang semakin efisien, hingga pendekatan pengabdian masyarakat yang lebih cerdas dan berorientasi jangka panjang,” ungkap Amrul.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menyoroti aspek pembangunan karakter dalam kompetisi ini. Menurutnya, UMM tidak hanya menyediakan tempat bertanding, tetapi juga ruang kolaborasi lintas kampus yang vital untuk menghadapi persaingan global.
“Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka yang hadir di sini bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa mentalitasnya,” pungkas Nur Subeki. [dan/aje]