July 16, 2026, oleh Humas Universitas

Sebanyak 10 mahasiswa UMM menjalankan KKN GENTASKIN di NTT selama dua bulan untuk mendukung percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. (Humas UMM/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah konkret dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem nasional dengan menerjunkan 10 mahasiswa dari rumpun ilmu keperawatan dan kesehatan ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keberangkatan mahasiswa pada 8 Juli 2026 itu merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) GENTASKIN (Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif). Selama dua bulan hingga September mendatang, para mahasiswa akan mengabdi langsung di tengah masyarakat.

Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM Dr Arina Restian MPd menegaskan bahwa pengiriman delegasi tersebut merupakan bentuk dukungan strategis kampus terhadap program prioritas pemerintah.

“KKN GENTASKIN merupakan kontribusi UMM dalam gerakan percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. Kami hadir untuk memperkuat sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan kelembagaan desa,” ujarnya.

Menurut Arina, mahasiswa tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga menjalankan berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada akar persoalan di masyarakat.

“Universitas Muhammadiyah Malang menghadirkan solusi melalui pengabdian langsung, hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta edukasi gizi dan kesehatan ibu dan anak,” katanya.

Program KKN GENTASKIN dijalankan melalui lima klaster utama yang saling terintegrasi.

Pada sektor kesehatan, mahasiswa melakukan edukasi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta kampanye kesehatan bersama posyandu. Di bidang ekonomi, mereka mendampingi UMKM dan keluarga melalui pelatihan pengolahan pangan lokal, literasi keuangan, hingga pemasaran digital.

Sementara itu, pada aspek kesehatan lingkungan, mahasiswa memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sekaligus mendorong peningkatan sanitasi dan akses air bersih melalui penerapan teknologi tepat guna.

Program ini juga memperkuat literasi masyarakat dengan membangun pojok baca desa dan menggelar kelas literasi dasar bagi anak-anak. Selain itu, mahasiswa mendampingi penguatan kelembagaan masyarakat, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan karang taruna, agar program yang dijalankan dapat berkelanjutan.

Pelaksanaan KKN GENTASKIN merupakan hasil kolaborasi UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini juga mendapat fasilitasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII dan XV.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, KKN GENTASKIN diharapkan mampu menjadi katalisator dalam mewujudkan masyarakat NTT yang lebih mandiri, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan.

(Faqih/AS)