July 9, 2026, oleh Humas Universitas

pwmu.coUniversitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup rangkaian program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 dengan capaian membanggakan. Melalui pendampingan intensif, Kampus Putih berhasil mengantarkan delapan karya inovatif pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Hak Cipta.Program yang berakhir pada 6 Juli 2026 tersebut mendapat apresiasi dari Perwakilan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Ulfan Taufiq.

Menurutnya, hasil pemantauan dan evaluasi menunjukkan UMM mampu menyelenggarakan program pembinaan talenta muda secara optimal.

Ulfan menilai antusiasme peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan BTI 2026.

Ia melihat para pelajar tetap menyempurnakan proyek inovasi mereka meski waktu pelatihan telah berakhir.

“Semangat membara dari para peserta untuk terus belajar dan berkolaborasi di luar jam pelajaran ini menjadi bukti bahwa program di UMM berjalan sangat apik, sehingga pengalaman berharga ini harus disebarluaskan saat mereka kembali ke sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ekosistem pembelajaran serta fasilitas yang dimiliki UMM mampu mendukung pengembangan kreativitas peserta secara maksimal.

Ketua Pelaksana BTI UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut diikuti 37 pelajar dari 11 sekolah yang berasal dari lima kota di Jawa Timur.

Selama masa karantina, peserta mendapatkan pembinaan melalui sepuluh modul pembelajaran, observasi lapangan ke kawasan Sumber Maron, hingga praktik penyusunan proyek pemecahan masalah.

Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 95 persen peserta mengalami peningkatan capaian akademik.

Pendampingan tersebut menghasilkan delapan karya inovatif serta satu karya visual kelompok yang berhasil memperoleh Hak Cipta.

“Alhamdulillah, berkat dedikasi luar biasa dalam mengerjakan proyek tanpa mengenal lelah dari siang hingga malam hari, adik-adik peserta berhasil menghasilkan delapan karya inovatif yang langsung kami daftarkan dan sukses memperoleh Hak Cipta,” paparnya.

Sebagai tindak lanjut program, UMM juga menyiapkan kegiatan pascapelatihan berupa penyusunan karya tulis oleh seluruh peserta.

Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., mengatakan seluruh pengalaman dan hasil inovasi peserta akan dihimpun menjadi sebuah book chapter berskala nasional yang juga akan didaftarkan perlindungan Hak Ciptanya.

“Sepandai dan setinggi apa pun kecerdasan seseorang, ia tidak akan pernah mencetak sejarah jika tidak menulis. Maka, jadikanlah perolehan Hak Cipta dan tulisan kalian di UMM ini sebagai ukiran prestasi abadi yang terus dikenang serta menebar manfaat nyata,” pesannya.

Keberhasilan penyelenggaraan BTI 2026 kembali menegaskan komitmen UMM dalam membina talenta muda Indonesia.

Melalui pendampingan, fasilitas, dan ekosistem pembelajaran yang mendukung, UMM berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap karya intelektual.