June 17, 2026, oleh Humas Universitas

Universitas Muhammadiyah Malang termasuk salah satu kampus dengan jurusan S1 Hubungan Internasional terbaik di Indonesia. (Dok. UMM)

mediakompeten – Biaya pendidikan pada perguruan tinggi swasta menjadi instrumen krusial yang wajib dipersiapkan oleh para calon mahasiswa baru. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah merilis rincian dana pendidikan untuk seluruh program studi pada tahun akademik 2026/2027, seperti dilansir dari Edukasi. Komponen pendanaan di kampus ini menerapkan sistem Biaya Studi Semester (BSS) yang mencakup beberapa elemen pendaftaran.

Elemen di dalam BSS meliputi biaya untuk daftar ulang, SPP, DPP, serta fasilitas pendukung seperti Layanan IT dan Layanan Perpustakaan.

Khusus calon mahasiswa baru jalur reguler atau gelombang II, terdapat penyesuaian berupa kenaikan DPP sekitar 10 persen yang wajib dilunasi sekali saat her-registrasi. Mekanisme pelunasan BSS dapat diangsur sebanyak tiga kali dalam satu semester, yaitu saat pengisian KRS, menjelang UTS, dan menjelang UAS.

Pembayaran angsuran pertama BSS semester satu dilakukan bersamaan dengan proses her-registrasi mahasiswa baru. Pengeluaran untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), penyusunan skripsi, yudisium, hingga prosesi wisuda tidak termasuk dalam BSS dan ditagihkan secara terpisah.

Besaran dana pendidikan di UMM bervariasi tergantung pada program studi dan gelombang pendaftaran yang dipilih oleh calon mahasiswa. Jurusan Farmasi menetapkan BSS semester 1 sebesar Rp 31,1 juta untuk reguler I dan Rp 34,6 juta bagi reguler II. Memasuki semester 2-3 biaya menjadi Rp 29,1 juta, kemudian turun menjadi Rp 16,5 juta pada semester 4-8.

Program studi Kedokteran memiliki nominal tertinggi dengan BSS semester 1 mencapai Rp 103.350.000 untuk reguler I dan Rp 123.350.000 untuk reguler II.

Selanjutnya, beban biaya Kedokteran pada semester 2-3 adalah Rp 101,7 juta dan semester 4-8 sebesar Rp 27,3 juta. Untuk klaster keagamaan seperti Pendidikan Agama Islam dan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah), BSS semester 1 dipatok Rp 6,6 juta (reguler I) dan Rp 7,6 juta (reguler II). Mulai semester 2-7 biayanya sebesar Rp 7,2 juta, dan pada semester akhir atau semester 8 disesuaikan menjadi Rp 5,1 juta.

Jurusan Ekonomi Syariah serta Pendidikan Bahasa Arab menetapkan BSS semester 1 reguler I senilai Rp 6,950 juta dan reguler II senilai Rp 7,950 juta.

Tarif semester 2-7 untuk kedua jurusan tersebut adalah Rp 7,2 juta, yang kemudian berkurang menjadi Rp 5,1 juta pada semester 8. Pada rumpun sosial, Kesejahteraan Sosial dan Sosiologi memberlakukan tarif semester 1 reguler I Rp 7,2 juta serta reguler II Rp 8,7 juta.

Beban finansial semester 2-7 berada pada angka Rp 7,8 juta, lalu menyusut menjadi Rp 5,550 juta di semester 8. Program studi Ilmu Komunikasi bersama Hubungan Internasional mematok biaya semester 1 reguler I sebesar Rp 10.050.000 dan reguler II Rp 13,550 juta.

Mahasiswa kedua jurusan ini akan membayar Rp 10,650 juta pada semester 2-7, dan Rp 6,3 juta untuk semester 8. Bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan, BSS awal yang harus dibayarkan senilai Rp 8,250 juta untuk reguler I dan Rp 11,2 juta untuk reguler II. Kelanjutan biaya kuliah Ilmu Pemerintahan pada semester 2-7 adalah Rp 8,850 juta, disusul tarif semester 8 sebesar Rp 5,850 juta.

Sektor pendidikan seperti Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga menetapkan tarif semester 1 sebesar Rp 6,750 juta (reguler I) dan Rp 8,250 juta (reguler II).

Fase semester 2-7 dikenakan Rp 7,350 juta, sedangkan semester 8 dipatok rata pada angka Rp 5,1 juta. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki rincian semester 1 reguler I Rp 6 juta, reguler II Rp 8 juta, semester 2-7 Rp 6,6 juta, dan semester 8 Rp 5,1 juta. Sementara itu, Pendidikan Biologi menerapkan tarif awal Rp 6,750 juta untuk reguler I serta Rp 8,750 juta bagi reguler II.

Lanjutan semester 2-7 untuk Pendidikan Biologi adalah Rp 7,350 juta, dan diakhiri dengan Rp 5,1 juta pada semester 8.

Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar mengandalkan skema semester 1 reguler I Rp 7,050 juta dan reguler II Rp 9,550 juta. Masuk ke semester 2-7 biayanya menjadi Rp 7,650 juta, lalu ditetapkan sebesar Rp 5,1 juta untuk semester 8.

Fakultas Teknik yang mencakup Teknik Mesin, Teknik Elektro, serta Teknik Industri menetapkan dana semester 1 reguler I Rp 9,450 juta dan reguler II Rp 11,3 juta. Grafik biaya semester 2-7 berada pada nominal Rp 10.050.000, sebelum akhirnya turun menjadi Rp 5,850 juta di semester 8.

Teknik Sipil mengusung besaran semester 1 reguler I Rp 9,450 juta, namun untuk reguler II berada di angka Rp 12,3 juta. Ketentuan semester 2-7 bagi Teknik Sipil serupa dengan jurusan teknik lainnya yaitu Rp 10.050.000, serta semester 8 senilai Rp 5,850 juta. Program studi Informatika mewajibkan pembayaran semester 1 reguler I Rp 10,5 juta dan reguler II Rp 14 juta.

Tagihan semester 2-7 untuk Informatika menyentuh Rp 11,1 juta, kemudian melandai pada angka Rp 6,3 juta untuk semester 8.

Di bidang bisnis, Manajemen memasang biaya semester 1 reguler I sebesar Rp 11,55 juta dan reguler II senilai Rp 14,7 juta. Selanjutnya, operasional semester 2-7 dipatok Rp 12,150 juta, yang disusul biaya semester 8 sebesar Rp 7,5 juta. Akuntansi membebankan dana semester 1 reguler I sebesar Rp 9,6 juta dan reguler II senilai Rp 11,9 juta kepada mahasiswa baru.

Untuk periode semester 2-7 biaya Akuntansi adalah Rp 10,2 juta, dan kewajiban semester 8 sebesar Rp 5,850 juta.

Ekonomi Pembangunan mengaplikasikan biaya semester 1 reguler I Rp 8,7 juta, reguler II Rp 11,3 juta, semester 2-7 Rp 9,3 juta, serta semester 8 Rp 5,850 juta. Untuk jurusan Psikologi dan Hukum, universitas menetapkan nilai semester 1 reguler I Rp 10.050.000 dan reguler II Rp 13,2 juta.

Siklus semester 2-7 bagi kedua jurusan populer ini membutuhkan dana Rp 10,650 juta, dan tersisa Rp 6,3 juta pada semester 8. Terakhir, pada rumpun ilmu kesehatan, Ilmu Keperawatan merilis tarif semester 1 reguler I Rp 17,350 juta dan reguler II Rp 19,6 juta.

Pemberlakuan biaya semester 2-7 Ilmu Keperawatan adalah Rp 16,050 juta, serta penyelesaian semester 8 sebesar Rp 12,3 juta. Bagi peminat Fisioterapi, beban semester 1 reguler I sebesar Rp 15,7 juta, disusul reguler II senilai Rp 17,7 juta. Kewajiban finansial untuk semester 2-7 Fisioterapi dipatok pada angka Rp 14,4 juta, dan untuk masa semester 8 adalah Rp 11,1 juta.