December 8, 2025, oleh Humas Universitas

BANGGA: Para peserta Kontes Kapal Indonesia dari berbagai perguruan tinggi Indonesia dalam penutupan acara di UMM, Sabtu (6/12) lalu

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengapresiasi Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu, (6/12) malam. Gelaran meriah yang dilaksanakan di Hall Dome UMM ini menjadi sebuah acara akbar, sekaligus penanda berakhirnya kompetisi inovasi maritim dan pengabdian masyarakat.

Prof. Fauzan menilai kompetensi yang dimiliki para peserta KKI dan Abdidaya Ormawa sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia. Menurutnya, negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli.

“Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual,” ungkap Prof. Fauzan dengan semangat.

Ia juga menegaskan bahwa penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik perjalanan kehidupan selanjutnya. “Kami berharap para pemenang tidak cepat puas, dan bagi yang belum meraih kemenangan untuk tetap menjaga determinasi. Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” imbuhnya.

Menariknya dari acara penutupan ini juga terdapat momen kemanusiaan. Seluruh hadirin diajak menggalang dana dan berdoa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Prof. Fauzan mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta sejenak dan mendoakan para korban bencana banjir di Pulau Sumatera.

“Mari sejenak berdoa bersama, karena kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari pengabdian,” ujarnya.

Di sisi lain, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji menyampaikan motivasi yang membangkitkan semangat para mahasiswa agar terus berjuang dan tidak cepat merasa puas.

Prof. Muhajir turut mengobarkan semangat pantang menyerah, meyakinkan para peserta bahwa keyakinan dan keteguhan merupakan bekal penting untuk meraih keberhasilan, mencontohkan kegigihan Presiden RI dalam berbagai perjuangan nasional. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” ujar Prof. Muhajir yang merupakan Ketua Badan Pembina Harian UMM.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan bahwa kolaborasi merupakan kunci lahirnya karya akademik dan pengabdian masyarakat yang mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Maju 2045. Ia juga berharap penyelenggaraan terpadu ini dapat menumbuhkan inspirasi bagi sivitas akademika UMM mengenai pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” pungkasnya. (imm/lim).