April 16, 2026, oleh

Kegiatan ini diinisiasi oleh Pusat Studi Pemberdayaan Perempuan dan Anak UMM (PSP2A) bersama Pusat Studi Gender dan Anak UMJ (PSGA), dan diikuti ratusan akademisi, mahasiswa, peneliti, serta pegiat gender dari seluruh Indonesia.
Webinar dibuka oleh Rektor UMJ, Ma’mun Murod, M.Si., yang menegaskan pentingnya peran kampus dalam menghadirkan ruang inklusif.
“Kampus harus memberikan kesempatan setara bagi perempuan. Esensi kesetaraan gender adalah memperluas peran perempuan agar memiliki akses terhadap pendidikan, sumber daya, dan pengambilan keputusan,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Rektor UMM, Nazaruddin Malik, M.Si.
Dalam sesi utama, Tutik Sulistyowati, M.Si., menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pemberdayaan perempuan.
“Pendidikan dan partisipasi bermakna adalah kunci. Perempuan tidak hanya harus hadir, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan akses pendidikan akan memperkuat kapasitas perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.
Isu pemerataan pendidikan diperkuat oleh Rita Pranawati, S.S., M.A., yang menyoroti kondisi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Keterbatasan infrastruktur, geografis, dan budaya masih menjadi hambatan. Akses pendidikan bagi perempuan di wilayah 3T adalah keharusan, bukan pilihan,” tegasnya.
Diskusi semakin dinamis saat peserta, Trisakti Handayani, mengangkat isu pengukuran kesetaraan gender dalam pendidikan.
Ia menyoroti pentingnya:
- Indikator berbasis SDGs
- Dukungan anggaran pemerintah
- Peran masyarakat sipil dalam pengawasan
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, UMM, UMJ, dan ASWGI berharap gagasan yang dihasilkan tidak berhenti di forum akademik.
Lebih dari itu, hasil diskusi diharapkan menjadi langkah konkret dalam:
- Memperluas akses pendidikan
- Meningkatkan partisipasi perempuan
- Mewujudkan pembangunan inklusif
Women empowerment bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan nyata dalam pembangunan bangsa.
Dengan pendidikan sebagai fondasi, perempuan tidak hanya menjadi bagian dari sistem, tetapi juga menjadi aktor utama perubahan menuju masyarakat yang setara dan berkeadilan.