April 18, 2026, oleh

Penulis:
Resta Athaya Rayssa
Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional
Universitas Muhammadiyah Malang
BATU, JurnalPost.com – Upaya meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Zero-Waste Challenge: Peran Generasi Muda dalam Mengurangi Sampah dan Mendukung Keberlanjutan Global” yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Batu pada Senin (13/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Politik Lingkungan yang diinisiasi oleh Kelompok 04, Kelas Politik Lingkungan A, Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang. Mengusung tema “Edukasi Zero Waste Challenge dari Perspektif Bioenvironmentalisme”, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran ekologis serta mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan di kalangan pelajar.
Workshop interaktif ini diawali dengan pemutaran video edukatif yang menyoroti krisis global sampah plastik. Tayangan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh konsumsi plastik berlebihan, sekaligus memperkenalkan konsep gaya hidup zero waste sebagai solusi alternatif yang berkelanjutan.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi penyampaian materi yang mengangkat perspektif bioenvironmentalisme. Dalam konteks ini, bioenvironmentalisme dipahami sebagai pendekatan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas manusia dan daya dukung lingkungan. Melalui diskusi interaktif, siswa diajak untuk memahami bahwa permasalahan sampah bukan hanya isu lokal, melainkan bagian dari tantangan global yang memerlukan perubahan perilaku kolektif.
Interaksi dua arah antara pemateri dan peserta menjadi salah satu kekuatan utama dalam kegiatan ini. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta memberikan pandangan kritis terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekitar mereka. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran serta ketertarikan terhadap isu keberlanjutan.
Sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif. Kuis ini tidak hanya berfungsi untuk mengukur pemahaman peserta, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif. Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.

Pemenang kuis Zero-Waste Challenge di SMA Negeri 3 Batu (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, kegiatan ini juga diakhiri dengan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2026. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa mengenai peluang pendidikan tinggi serta mendorong mereka untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Seluruh siswa-siswi SMA Negeri 3 Batu menunjukkan partisipasi aktif dan sikap kooperatif selama kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi indikator keberhasilan program dalam menyampaikan pesan edukatif secara efektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya memahami konsep zero waste secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka dapat berperan sebagai agen perubahan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, baik di tingkat lokal maupun global.