Perpustakaan UMM Raih Penghargaan dari Perpusnas RI

Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini prestasi ditorehkan oleh perpustakaan UMM yang berhasil mendapatkan penghargaan sebagah salah satu dari sepuluh kontributor data tertinggi portal Indonesia One Search (IOS). Adapun penghargaan ini diberikan oleh pihak Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) pada Selasa (14/9) lalu dalam acara yang dilangsungkan melalui kanal Zoom. Dr. Asep Nurjaman, M.Si. selaku Kepala Perpustakaan UMM menjelaskan bahwa perpustakaan UMM sudah turut serta menjadi bagian dari IOS. Hal itu tidak lepas dari usaha UMM yang senantiasa mengembangkan digitalisasi perpustakaan. “Beberapa digitalisasi yang sudah dilakukan perpustakaan UMM seperti e-print serta digital library (Digilib). Keduanya berisi karya-karya para dosen dan mahasiswa yang sudah diubah menjadi bentuk digital,” tegasnya. Ia melanjutkan berkat perubahan ini, banyak karya yang bisa diakses dengan mudah. Tidak harus berada di lokasi perpustakaan, masyarakat juga bisa mengakses karya-karya tersebut dari manapun melalui beragam platform. Menurutnya, IOS menjadi salah satu platform penyedia karya tulis yang bisa diakses dengan mudah dan memberikan kontribusi yang cukup banyak di Indonesia. Asep, panggilan akrabnya juga mengapresiasi kebijakan UMM mengenai internasionalisasi. Hal ini tentu berdampak baik pada perkembangan setiap bagian yang ada di universitas, salah satunya perpustakaan. Pihaknya terus berusaha melakukan transformasi bentuk printed menjadi digital. Di samping itu juga membangun sistem elektronik yang bersifat open source demi mewujudukan universitas bertaraf internasional. Pelbagai aktivitas juga senantiasa dilakukan demi mengembangkan kemanfaatan dan penunjang produktivitas akademik. Sebut saja pendampingan yang dilakukan pustakawan dalam program sukses skripsi bagi para mahasiswa. Selain itu, adapula pendampingan penyusunan jurnal serta teknologi literasi seperti penggunaan Mendeley. “Ke depan, kami juga akan berusaha untuk membangun perpustakaan UMM yang lebih modern dengan meningkatkan kualitas pelayanan di semua aspek. Pun juga sebagai pendukung agar Tri Dharma perguruan tinggi bisa dilaksanakan dengan lancar serta baik,” ungkap dosen asal Bandung itu. Terakhir, Dosen Ilmu Pemerintahan UMM tersebut berharap sivitas akademika Kampus Putih bisa meningkatkan kolaborasi dan bersama-sama melangkah maju untuk mewujudkan perpustakaan yang berkontribusi. “Perpustakaan UMM sudah siap melangkah ke arah internasionalisasi sesuai dengan visi universitas yakni menjadi perguruan tinggi yang sejajar dengan universitas internasional lainnya,” pungkasnya menjelaskan. Selain UMM, ada sembilan universitas lain yang mendapatkan penghargaan serupa. Semua dianggap menjadi kontributor terbanyak di platform IOS. Selain itu, sederet perguruan tinggi tersebut dinilai telah berhasil meningkatkan kegemaran membaca masyarakat melalui pendayagunaan perpustakaan. (wil)
Mahasiswa FAI UMM Raih Juara LKTI Tingkat Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong mahasiswanya untuk terus berprestasi. Salah satunya melalui pengembangan dalam aspek kepenulisan. Hal tersebut ternyata membawa dua mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UMM meraih juara satu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) pada bulan September ini. Dua mahasiswa tersebut ialah Nurul Khotimah, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Nabila Aprilia Rismara, mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI). Adapun kedua mahasiswa FAI ini mengangkat tema konsep keadilan sosial dengan judul “Konsep Keadilan Sosial Serta Implementasinya Pada Masyarakat Islam (Perspektif Pancasila Sila Kelima dan Alquran). Fenomena korupsi dana bansos dan kedzaliman selama masa pandemi melatar belakangi Nurul dan Nabila mengambil tema ini. “Melihat banyaknya kasus korupsi dan ketidakadilan selama pandemi mengusik kami untuk menulis dan membahas tema terkait,”jelas Nabila Aprilia. Nabila, sapaan akrabnya memaparkan bahwa apa yang tertulis dalam KTI adalah implementasi keadilan sosial pada masyarakat Indonesia tidak setara dan belum seimbang. Baik dilihat dari prespektif Alquran maupun Pancasila. Menurutnya, saat ini keadilan hanya sekadar diucapkan dan masih minim dilakukan. Khususnya bagi para pejabat dan pemimpin di pemerintahan Indonesia, baik di tingkat regional maupun pusat. “Padahal seyogyanya mereka memberi contoh keteladanan dalam implementasi keadilan sosial, bukan malah sebaliknya,” tegasnya. Selain itu ia juga sempat menjelaskan akan makna keadilan dari dua prespektif tersebut. Pada prespektif Alquran, konsep keadilan bisa dilihat di QS Al-Maidah: 8. Ayat tersebut menjelaskan bahwa keadilan sama dengan menegakkan kebenaran dan kebaikan yang harus setara tanpa memandang status, jabatan. Semua manusia dianggap memiliki kedudukan yang sama. Sedangkan menurut perspektif Pancasila sila kelima, keadilan akan menciptakan kesejahteraan bersama, dituangkan pada etika serta moral masyarakat Indonesia. Selama perlombaan timnya sempat mengalami kendala. Salah satunya adalah mencari data valid untuk bahan analisis. Tetapi menurutnya, hal itu bukanlah suatu masalah yang besar. Adapun perlombaan tersebut di adakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Ia awalnya tidak menyangka akan meraih juara, namun berkat tekad yang kuat untuk memberikan yang terbaik. Timnya berhasil menyaber juara pertama. Mereka berdua mampu menyelesaikan LKTI ini dalam waktu 4-5 hari saja. Terakhir, mahasiswa HKI UMM ini berharap ia dan mahasiswa UMM lainnya tidak bosan untuk menulis, sehingga melahirkan karya-karya yang baru dan bermanfaat. Selain itu, ia juga ingin bisa terus berkembang dalam penulisan dan mengasah diri. “Semoga semangat saya terus membara untuk senantiasa menulis. Saya juga masih ingin menelurkan karya-karya yang punya dampak positif bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (haq/wil)
Ariq, Alumni UMM yang Kini Berkarya di Tiktok Irlandia

Berawal dari keinginan-keinginan masa kecil, Ariq Suryo Wicaksono berhasil mengunjungi sederet negara empat musim dan berkarya di Tiktok Irlandia. Tumbuh besar dengan menonton kartun dan membaca komik luar negeri membuat alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut memiliki daftar kegiatan yang akan ia lakukan jika berhasil pergi ke luar negeri. Beberapa kegiatan yang ingin dicoba Ariq adalah merasakan salju hanya dengan memakai celana, melihat jam Bigbang secara langsung, dan mencoba ramen Jepang yang asli. “Belajar dari pengalaman, Impian-Impian kecil itu malah yang lebih mudah didapatkan. Menurut saya, impian-impian kecil itu lebih mendorong saya untuk menjelajahi negara empat musim dibandingkan jika saya memimpikan hal besar,” ungkap Ariq. Alumni prodi Ilmu dan Teknologi Pangan ini menceritakan bahwa keinginannya untuk pergi keluar negeri mulai terwujud ketika menempuh pendidikan di UMM. Pada semester awal, Ariq mencoba mendaftar program magang di salah satu perusahaan asing dan berhasil pergi ke Filipina. Kesempatan kedua Ariq untuk pergi ke luar negeri cukup unik. Di saat semua temannya melaksanakan Pelatihan Kerja Lapangan (PKL) di perusahaan dalam negeri, Ariq menantang dirinya untuk melaksanakan PKL di luar negeri. “Kesempatan ini saya dapat karena aktif di berbagai organisasi baik di dalam UMM maupun di luar. Salah satunya organisasi makanan halal bernama Ikatan Mahasiwa Peduli Halal (Imapela). Organisasi ini sering mengadakan kegiatan-kegiatan internasional seperti expo maupun simposium Internasional. Dari kegiatan-kegiatan Imapela saya dapat memperoleh berbagai channel perusahaan luar negeri dan berhasil melaksanakan PKL di China,” ujar Ariq. Tak selesai sampai disitu, setelah lulus dari UMM, alumni asal Jakarta ini berusaha mencari beasiswa strata dua (S2) di Irlandia. Pun di sela-sela mencari beasiswa, Ariq mendapat kesempatan magang di salah satu perusahaan makanan Jepang di bagian internasional marketing. “Sambil bekerja saya mencari beasiswa S2. Awalnya saya mendaftar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk S2, namun karena gagal di tahap wawancara jadi saya memutuskan untuk mencoba beasiswa lagi tahun depan. Saya sempat kewalahan mencari beasiswa karena terhalang Indeks Prestasi Akademik (IPK), namun pada tahun 2019 akhirnya saya mendapat Partial Scholarship dari University College Cork (UCC),” ungkap Ariq. Setelah menyelesaikan satu tahun masa kuliahnya, Ariq mulai bekerja di Facebook Irlandia dan beralih ke Tiktok Irlandia satu tahun setelahnya. Pekerjaan tersebut jelas berbeda dari keilmuan semasa kuliah, namun Ariq mengaku kalau ia menikmati pekerjaannya sekarang. Menurutnya, bekerja di Tiktok cukup menarik. Mulai dari jam pekerjaan yang fleksibel hingga kultur kerja yang santai. “Kalau dibandingkan dengan saat saya bekerja di Jepang, tentu berbeda. Apalagi saya orangnya sedikit panik, jadi lingkungan kerja yang santai menjadi tempat nyaman bagi saya,” imbuhnya. “Perjalanan saya untuk sampai ke sini membuahkan berbagai macam pelajaran. Salah satunya adalah pentingnya mengetahui value diri. Tak perduli seberapa besar IPK kalau misal seseorang tidak bisa menunjukan value dirinya di perusahaan, maka ia akan gagal. Untuk mengetahui value diri perlu mendalami keilmuan yang disukai. Ketika seseorang sudah bisa melampaui batasan diri dalam bidang tersebut, maka value dirinya juga akan meningkat,” pungkasnya. (syi/wil)
Dosen PGSD UMM Launching Aplikasi Android Cerita Anak

Perkuat pendidikan karakter melalui cerita anak, tim dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ciptakan aplikasi bernama Cerita Anak. Aplikasi ini telah dilaunching pada Kamis (09/09) melalui virtual zoom yang dihadiri oleh perwakilan guru dari delapan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Kabupaten Malang. Adapun aplikasi ini dapat diakses masyarakat umum melalui Play Store. Ketua tim, Murtyas Galuh Danawati, S.Pd, M.Pd menuturkan lahirnya aplikasi android ini berawal dari penelitian dan pengabdian di SD dan MI Kabupaten Malang. Murtyas menceritakan bahwa penggunaan media pembelajaran secara daring masih sangat terbatas di sekolah-sekolah tersebut. Sementara pandemi mengharuskan para siswa untuk belajar secara daring dari rumah. “Penelitian kami menunjukkan bahwa kelas enam SD/MI belum menggunakan media pembelajaran berbasis android sesuai kurikulum yang berlaku. Selain itu, media pembelajaran cerita anak berbasis penguatan pendidikan karakter juga belum ada. Padahal saat ini pemerintah tengah menggalakkan penanaman pendidikan karakter kepada siswa khususnya di sekolah dasar. Oleh karenanya, aplikasi ini berusaha hadir untuk mengisi kekosongan tersebut,” ungkap dosen asal Malang tersebut. Lebih lanjut, Murtyas mengatakan bahwa untuk mengakses aplikasi tersebut para siswa diwajibkan mendaftarkan diri dengan mengisi beberapa data. Di antaranya nama lengkap, Nomor Induk Siswa (NIS), asal sekolah dan username. Mereka juga diminta untuk membuat password yang akan dipakai serta tanggal lahir. “Aplikasi ini memuat beberapa menu seperti pre tes, materi, kurikulum, permainan TTS, evaluasi, hasil, dan umpan balik. Selain itu adapula kumpulan cerita anak berbasis penguatan pendidikan karakter meliputi nilai karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas,” jelas Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu. Pada Acara launching, salah satu anggota tim Innany Mukhlishina, M.Pd. berkesempatan untuk menjelaskan optimalisasi pembelajaran tematik menggunakan aplikasi android cerita anak. Innany memaparkan bahwa pentingnya penggunaan aplikasi sebagai bagian dari media pembelajaran berbasis teknologi. Utamanya untuk mengoptimalkan pembelajaran tematik di masa pandemi. Sementara itu, anggota tim yang lain Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd, M.Pd berkesempatan untuk mengenalkan menu dan fitur-fitur aplikasi android cerita anak kepada para perwakilan sekolah. Arinta membahas lebih dalam terkait isi dari setiap menu dan fitur pada aplikasi yang disesuaikan dengan RPP kelas IV. Di akhir, tim dosen UMM memberikan arahan dan pendampingan praktik dalam penggunaannya. Perwakilan sekolah dibimbing untuk menggunakan aplikasi mulai dari download aplikasi di playstore hingga mencoba setiap menu dan fitur di dalamnya. “Saya berharap, melalui aplikasi android cerita anak berbasis PPK ini siswa dan guru dapat mengoptimalkan pembelajaran tematik di masa pandemi. Dengan begitu mereka bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal. Sehingga siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (syi/wil)