Daya Tahan Institusi, Ada pada Manajemen Sistem Informasi

(Sambutan Rektor Milad & Roadshow Media Official PWM Jatim Aula BAU UMM Mei 2025) Ketika kita membahas sistem informasi, maka berarti sebenarnya kita sedang merefleksikan, bagaimana tata kelola komunikasi di dalam sebuah organisasi. Untuk di Muhammadiyah ini bisa dari pimpinan pusat, pimpinan wilayah, pimpinan daerah, pimpinan cabang, sampai ranting, AUM, ortom-ortom, dan seterusnya. Disinilah kekuatan sebenarnya muncul dalam konstalasi tata organisasi modern saat ini, dimana kita harus bisa menyikapi aneka tantangan maupun pengaruh dari luar diri organisasi. Bersikap lentur dan dinamis, sehingga organisasi itu tetap bisa berjalan menuju cita-cita besarnya. Jadi kekuatan sebuah perusahaan, bagiamana perusahaan itu bisa kokoh bertahan, daya tahannya ada pada kemampuannya membangun sistem informasi yang baik di dalam organisasi. Hal ini kemudian direfleksikan keluar dalam aneka branding. Apa yang disampikan oleh media dari perusahaan ini, saat pesannya keluar, dapat ditangkap dalam cita rasa oleh para stakeholder. Hal ini menghasilkan respon yang berbeda-beda. Yang perlu digarisbawahi, semakin bagus kualitas sistem informasi yang dimiliki, maka kinerja perusahaannya juga semakin bagus. Ini bisa ditunjukkan dengan riset yang memberikan kita petunjuk, riset di bidang manajemen, di bidang tata kelola yang biasanya disebut sistem informasi manajemen. Maka sebenarnya dalam tata kelola organisasi Muhammadiyah juga kita terus membangun sistem informasi, agar hubungan antar lini mulai dari pimpinan pusat sampai ranting, ortom, AUM bisa menghasilkan kesepemahaman, yang menciptakan rasa “saling pengertian”. Meski terlihat sederhana, namun ini penting. Karena saling pengertian inilah yang menjadi kekuatan dari gerakan Muhammadiyah itu sendiri, terutama ketika kita mengusung risalah pencerahan atau yang kita sebut sebagai din at-tanwir itu. Artinya, semangat kita menjalankan misi suci dari Muhammadiyah melahirkan kekuatan yang menjadikan agama sebagai alat pencerah, agar masyarakat dan bangsa ini menatap kehidupan ke depan dengan lebih optimis. Juga di dalamnya, mencakup proses bagaimana memunculkan kekuatan ukhuwah yang luar biasa. Artinya membawa kita dari suasana yang belum tercerahkan atau gelap, menjadi suasana yang tercerahkan minadh-dhulumâti ilan-nûr. Ini misi penting dari Muhammadiyah. Saya mengikuti banyak perjalanan Muhammadiyah terkait dengan upaya membangun media massa yang kokoh, Sejak kecil, saya sudah sering melihat majalah suara Aisyiyah dan Suara Muhammadiyah. Bahkan edisi pertama Suara Muhammadiyah menjadi koleksi kami di perpustakaan Rumah Baca Cerdas A. Malik Fajar. Artinya di Muhammadiyah, tradisi media, tradisi jurnalistik sebagai instrumen dakwah yang terdepan sudah berjalan sejak lama. Tidak boleh mengalami posisi degradasi kembali. Sebaliknya, ini harus berusaha ditumbuhkan. Di akhir tahun 1989 misalnya, sekelompok orang di Muhammadiyah ingin punya koran yang hebat dan besar. Namanya Koran Masa Kini. Sebuah koran di Jogja yang diambil alih oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui sekelompok pengusaha dan pengelola AUM, diintrodusir menjadi media baru yang namanya Masa Kini. Prosesnya ini tidak mudah, berdarah-darah, dan akhirnya “wafat” berakhir karena tidak kuat menyangga biaya operasionalnya. Jadi, sistem informasi itu adalah tata kelola manajemen informasi organisasi internal. Media ini selain sebagai sistem internal, juga akan menjadi alat utama untuk syiar keluar, sehingga orang bisa membaca perkembangan Muhammadiyah dalam berbagai versi, sesuai dengan yang terjadi di dalam organisasi. Saat ini, zamannya transparan dan cair, walaupun kelihatannya berbicara tentang organisasi, namun bisa jadi hal yang istimewa saat dibaca pihak eksternal. Ini menarik perhatian orang pada Muhammadiyah untuk mengetahui dan bahkan belajar lebih dalam tentang Muhammadiyah. Meski demikian, harus tetap dipastikan ada salah satu hal yang diusung. Misalnya, yang secara khusus mengikuti perkembangan SAINTEK. Media kita harus bisa menyampaikan kepada masyarakat, bahwa di lingkup Muhammadiyah, SAINTEK merupakan sesuatu yang digemari dan digumuli oleh para kalangan terdidik. Bisa juga membahas masalah ekonomi, politik, agama, kebudayaan, dalam konstalasi ke-Indonesia-an. Karenanya, maka dasar dari apapun hubungan kita dengan pihak luar, antara Muhammadiyah dan pihak luar melalui media, tentu harus mengkaji bagaimana terhindar dari hal-hal yang menyebarkan akhlak tercela. Ini karena misi kita ini adalah menahan orang membuat kerusakan di muka bumi. Artinya yang banyak kekuatannya adalah mendorong, mengemas pemberitaan-pemberitaan yang makruf itu agar kita memiliki kekuatan yang besar. Bukan berarti kita ini anti-kritik, tapi justru di Muhammadiyah ketahanan terhadap kritik menjadi sangat penting. Tidak semua perlu di dengarkan. Yang harus kita lakukan adalah mencari jalan bagaimana mengerjakannya dengan cara yang lebih baik. Membuat pertahanan untuk tidak menyebarkan akhlak tercela, kemudian memberi kekuatan intelektual bagi masyarakat agar mencegah kerusakan di muka bumi itu, menjadi hal yang sangat penting. Berikut tentang arti strategis dari keberadaan sistem informasi dan media yang baik bagi kepentingan sebuah organisasi, juga sekilas sejarah Muhammadiyah. Positioning tata kelola media tadi, harusnya menjadi semangat kita memperbaiki manajemen dari pada media-media yang kita miliki secara serius. Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Khadafi, Mahasiswa UMM yang Sudah Bekerja sebelum Lulus

Program Center of Excellence (CoE) Corporate Law School dari prodi Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan prestasi. Adalah Muhammad Khadafi, salah satu peserta, berhasil diterima bekerja secara resmi di PT Cahaya Mas Solusindo, Jakarta Barat. Bahkan ia berhasil bekerja sebelum diwisuda. Saat ini, Khadafi aktif bekerja di PT Cahaya Mas Solusindo sembari menunggu proses yudisium dan wisuda. Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa kurikulum kerja-berbasis industri yang dikembangkan UMM mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dengan tepat. Adapun PT Cahaya Mas Solusindo merupakan perusahaan konsultan pajak terkemuka yang menyediakan layanan komprehensif dalam bidang perpajakan. Baik itu bagi klien-klien nasional maupun internasional. Melalui program magang COE Corporate Law School, Khadafi tidak hanya memperoleh pengalaman langsung di dunia industri, tetapi juga menunjukkan performayang luar biasa hingga dipercaya untuk bergabung secarapenuh. “Program Corporate Law School dari HKI benar-benarmembuka jalan saya menuju dunia kerja profesional. Saya dibekali keterampilan praktis yang langsung dapatditerapkan. Alhamdulillah, sejak magang saya sudah dipercaya menangani berbagai proyek. Akhirnya, sekarang resmi bergabung dengan perusahaan ini bahkan sebelum saya lulus kuliah,” katanya. Sementara itu, Soni Zakaria selaku PIC CoE Corporate Law School menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah cerminan dari visi besar program tersebut. Sejak awal, pihaknya merancang kurikulum yang bisa mengurangi gap antara dunia akademik dan dunia industri. Capaian Khadafi ini membuktikan bahwa dengan kurikulum berbasis praktik dan jejaring industri yang kuat, mahasiswa bisa langsung ‘landing’ di dunia kerja bahkan sebelum mereka lulus. Capaian Muhammad Khadafi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan praktis sejak dini. Ini juga sekaligus memperkuat posisi HKI yang menyelenggarkan Corporate Law School sebagai program unggulan yang siap mencetak tenaga profesional di bidang hukum korporasi dan sektor industri lainnya. (*/wil)