Bahlil Lahadalia Menteri ESDM Sidak SPBU Malang, Janji Tindak Tegas Pelanggaran

MALANG, BeritaTKP.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Malang Raya, Rabu (29/10/2025) sore. Setelah menghadiri Tanwir ke-33 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Bahlil melanjutkan agenda dengan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Pertamina Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.. Bahlil menjelaskan, sidak tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait dugaan masalah pada BBM jenis Pertalite. “Hari ini saya turun langsung untuk memastikan kebenaran informasi di lapangan. Dari hasil pengecekan bersama Lemigas, Dirjen Migas, Dirut Pertamina Patra Niaga, dan BPH Migas, kondisi di sini sejauh ini aman,” ujarnya. Meski demikian, Bahlil menegaskan akan tetap menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran. Ia menyebut sejumlah sampel BBM dari SPBU akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. “Saya tidak main-main. Walaupun Pertamina itu BUMN, kalau terbukti ada pelanggaran terkait kualitas atau penyaluran subsidi, akan ada sanksi tegas dari pemerintah. Besok saya akan memimpin rapat langsung di Jakarta untuk membahas hasil temuan ini,” tegasnya.(Imam)
Gubernur Jawa Timur hingga Menteri Hadiri Pembukaan Tanwir IMM di Kota Malang

Malang-harianjatim.com. Pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (29/10/2025) berlangsung sangat meriah. Sejumlah tokoh penting turut hadir meramaikan agenda besar IMM yang diadakan satu tahun sekali ini. Dengan mengangkat tema “Energi Kolekif untuk Negeri”, pembukaan Tanwir Malang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Najamudin Bacthiar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Penasehat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendi, dan banyak tokoh lainnya. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Riyan Betra Delza, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kehadiran seluruh tamu undangan serta 35 DPD IMM dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Kehadiran para peserta menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dan kebersamaan di tubuh IMM masih terjaga kuat hingga hari ini. Baca Juga : Raditya Adi Rilis Mini Album “Orang Miskin”: Suara untuk yang Tak Terdengar “Kehadiran kita semua di Tanwir ini menunjukkan bahwa IMM tetap solid, berdaya, dan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi negeri,” ujarnya di hadapan ribuan peserta yang memenuhi Dome UMM. Pembukaan Tanwir Malang juga menjadi ajang silaturahmi besar antar organisasi mahasiswa. Selain kader IMM, hadir pula perwakilan dari organisasi mahasiswa lain seperti PMII, GMNI, HMI, GMKI, dan dan PMKRI. Hal ini menjadi simbol bahwa perjuangan membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendirian. “Mengurus bangsa sebesar Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri. Sebesar apa pun IMM, kita tidak akan mampu menuntaskan persoalan negeri ini tanpa energi kolektif,” tegasnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa semangat yang dibangun pada Tanwir IMM di Kota Malang ini adalah semangat menyiapkan masa depan bangsa dengan sinergi dan kolaborasi bersama-sama. “Mas Riyan Betra Ketua Umum IMM, tentu bersama semua jajaran Cipayung Plus tetaplah membangun sinergi, tetaplah membangun kolaborasi, bangun negeri ini dengan seluruh energi yang adek-adek miliki hari ini,“ jelasnya. Ia menjelaskan bahwa persaudaraan antara Hadratussyaikh Hasyim Asyari dengan KH. Ahmad Dahlan begitu dekat dan erat. Menurutnya, jalinan persaudaraan tersebut harus diwarisi oleh kader-kader Muhammadiyah dan kader-kader IMM kedepannya. “Selamat bertanwir bagi kader IMM, dan tentu seluruh yang hadir ini akan memberikan sinergi, terutama bagi implementasi keputusan-keputusan strategis nanti,“ tegasnya. Pembukaan Tanwir Malang ini dihadiri oleh ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia. Para kader tersebut akan melangsung musyawarah untuk memutuskan kebijakan internal organisasi, serta menentukan arah dan gerakan IMM pada ranah kebangsaan di sisa periode yang ada. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. IMM merupakan organisasi dan gerakan mahasiswa Islam yang bergerak di bidang keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, IMM berdiri hampir di semua provinsi di Indonesia, serta memiliki ratusan cabang dan ribuan komisariat. Tentang Tanwir IMM. Tanwir merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar yang memainkan peran strategis dalam mengonsolidasikan gerakan, memperkuat ideologi serta merumuskan arah perjuangan organisasi. Forum ini diikuti oleh Dewan Pimpinan Pusat IMM dan utusan-utusan Dewan Pimpinan Daerah IMM se-Indonesia.
Di Tanwir XXXIII UMM Malang. Khofifah Ajak IMM Bangun Sinergi NU-Muhammadiyah

MALANG, BANGSAONLINE.com – Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan pesan penuh makna dalam pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-XXXIII yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam sambutannya, ia mengenang sosok almarhum Prof. Dr. A. Malik Fadjar, tokoh Muhammadiyah dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang memiliki hubungan hangat dengannya. Ia membagikan kisah persahabatan mereka yang penuh humor dan mencerminkan kedekatan lintas organisasi. “Beberapa kali kami bertemu, beliau merokok. Padahal di Muhammadiyah, merokok itu kan haram. Saya sering bercanda, ‘Pak Malik, kok merokok? Di Muhammadiyah kan haram.’ Lalu beliau menjawab, ‘Mbak Khofifah, kalau saya sedang merokok berarti saya sedang jadi NU. Setelah itu saya Muhammadiyah lagi’,” kenangnya disambut tawa peserta Tanwir. Melalui kisah tersebut, Khofifah menekankan pentingnya memperkuat persaudaraan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai dua pilar besar bangsa. “Persaudaraan ini begitu kuat, persahabatan ini begitu erat. Maka antar-pilar bangsa ini harus terus membangun kebersamaan dalam berbagai program,” ujarnya. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga mengajak seluruh kader IMM untuk menjaga semangat kolaborasi lintas organisasi dalam mewujudkan keputusan strategis hasil Tanwir. “Tetaplah membangun sinergi, tetaplah membangun kolaborasi. Bangun negeri ini dengan seluruh energi yang sahabat-sahabat miliki,” tuturnya. Mengakhiri sambutannya, Khofifah kembali menegaskan pentingnya semangat persaudaraan yang diwariskan oleh para pendiri organisasi Islam besar di Indonesia. “Persaudaraan antara Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan adalah teladan besar bagi kita semua. Keduanya sama-sama memberikan ijazah kepada umat, dan ijazah itu seperti yang disampaikan pada salam penutup kita—‘Nasrum minallah wa fathun qarib’,” pungkasnya penuh harap. Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; Ketua PP Muhammadiyah. Agung Danarto; Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy; serta Rektor UMM, Nazaruddin Malik. (dev/mar)
Bahlil Tegas Bantah Isu Oplos Bensin: “Kami Kembangkan Etanol, Bukan Campuran BBM!”

BatasMedia99.com,- MALANG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mewacanakan program oplos bensin, melainkan tengah fokus mengembangkan etanol sebagai sumber energi bersih nasional. Penegasan itu ia sampaikan dalam orasi ilmiah saat membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Di hadapan ribuan kader muda Muhammadiyah, Bahlil menjawab isu yang sempat beredar di publik. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol—energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong,” ujarnya dengan nada tegas disambut tepuk tangan peserta Tanwir. Bahlil menyebut, pengembangan bioenergi berbasis etanol merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional. “Ini bukan wacana. Ini langkah konkret agar bangsa kita berdikari dalam energi,” tegasnya. Ia menjelaskan, etanol terbukti efektif sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, dan dapat dicampur dalam kadar tertentu untuk menggantikan bensin tanpa menurunkan performa mesin. “Banyak negara seperti Brazil dan India telah membuktikannya. Mereka berhasil menekan impor sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi petani,” kata Bahlil. Indonesia, lanjutnya, memiliki potensi besar dengan ketersediaan bahan baku melimpah dari jagung, tebu, dan singkong. “Tinggal kemauan dan keberanian untuk mengeksekusi. Kita bisa mandiri energi, asal tidak hanya bicara tapi bekerja,” tambahnya. Momentum Kolaborasi Nasional Pembukaan Tanwir IMM XXXIII yang mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri” berlangsung meriah di Kampus Putih UMM.Acara dibuka dengan simbolis petikan alat musik dawai oleh Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, Penasihat Khusus Presiden Prof. Dr. Muhadjir Effendy, dan Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik. Gestur tersebut dimaknai sebagai lambang harmoni dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan energi Indonesia. Dalam orasinya, Bahlil menantang para kader IMM untuk tidak berhenti pada wacana, tetapi mengeksekusi gagasan dengan keberanian. “Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian. IMM harus menjadi pelaku perubahan, bukan penonton kebijakan,” serunya. Sebagai bentuk dukungan konkret, Bahlil mengumumkan pemberian 10 beasiswa bagi kader IMM berprestasi untuk mendukung regenerasi SDM unggul di bidang energi dan riset. Demokrasi Hijau dan Kolaboratif Dukungan serupa datang dari Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, yang turut hadir dalam forum tersebut. Ia memperkenalkan konsep Green Democracy, yakni demokrasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan partisipasi aktif generasi muda. “Tidak ada lagi one man show. Membangun bangsa sebesar ini hanya bisa dilakukan dengan kolaborasi—antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat,” ujar Sultan. Ia menegaskan bahwa arah pembangunan masa depan harus pro-pemuda, pro-rakyat kecil, dan pro-ekologi. Kampus Putih Menyambut Semangat Baru Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyebut forum Tanwir IMM sebagai momentum penting untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. “Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya. Dengan semangat kolaboratif yang mengemuka dari forum Tanwir IMM XXXIII, energi baru untuk negeri seakan menemukan pijarannya. Dari kampus Muhammadiyah di Kota Malang, gagasan kemandirian energi dan demokrasi hijau mulai tumbuh menjadi gerakan nyata untuk Indonesia yang lebih berdaulat dan berkeadilan.
Transformasi Industri Kreatif Lokal: Dosen UMM Digitalisasi Produksi UMKM Ind. SOULART

MALANG POST – Seorang dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memimpin program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Desain dan Produksi Miniatur untuk Meningkatkan Nilai Estetika dan Fungsional Produk pada UMKM Ind. SOULART.” Program ini merupakan bagian dari Skema Program Kemitraan berbasis Masyarakat (PkM) Kemdiktisaintek, didanai Kemdiktisaintek RI tahun 2025, untuk mendorong transformasi industri kreatif lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dan rekayasa produksi. Program ini berada di bawah pimpinan Drs. Ir. Moh. Jufri, ST. MT. dosen Teknik Mesin FT UMM yang juga pakar rekayasa material dan alat peraga edukatif. Tim pendampingan terdiri dari Ir. Dini Kurniawati, ST. MT. (ahli teknologi resin dan fiberglass) dan Padhina Pangestika, S.P. M.P. (pakar branding dan pemasaran digital). Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Mesin, Abi Mufid Octavio dan Muhammad Lutfi Kamal, sebagai bagian dari inisiatif rekognisi mahasiswa berkegiatan di luar kampus, terutama degan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 dan 5 Perguruan Tinggi. Analisis Situasi dan Latar Belakang Industri kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk perekonomian nasional. Sub-sektor miniatur dan replika edukatif berbasis resin dan fiberglass berkembang pesat sebagai media pembelajaran, dekorasi, dan promosi. UMKM Ind. SOULART, berdiri sejak 1999 dan berlokasi di Malang, memproduksi berbagai miniatur, patung dan alat peraga edukatif berbahan fiberglass. Namun, pelaku industri ini menghadapi beberapa kendala. Seperti produksi yang belum efisien, belum adanya standar kualitas baku, rendahnya pemanfaatan teknologi digital dan desain 3D, serta strategi pemasaran yang belum optimal. PKM ini bertujuan meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi UMKM Ind. SOULART melalui penerapan teknologi digital, peningkatan kualitas estetika produk, serta perluasan jaringan kemitraan. Secara tidak langsung, program ini mendukung, Implementasi Asta Cita Nasional terutama pada poin 3 : Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur dan poin 5 : Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Pencapaian Tujuan SDGs poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), Penguatan kolaborasi kampus–masyarakat–industri dalam ekosistem inovasi lokal. Program berlangsung delapan bulan dengan delapan kegiatan utama: 1. Sosialisasi dan Identifikasi Permasalahan Mitra, 2. Pelatihan Produksi Resin dan Fiberglass, 3. Pendampingan Teknologi Digital dan 3D Printing, 4. Pelatihan Digital Marketing dan Pengelolaan Konten, 5. Optimalisasi Tata Letak Produksi (Lean Manufacturing), 6. Pendampingan Manajemen Usaha dan Keuangan, 7. Branding dan Packaging Produk, 8. Kemitraan dan Ekspansi Pasar Program ini mengimplementasikan teknologi terdepan untuk mendongkrak kualitas dan efisiensi produksi, antara lain: Printer 3D FDM untuk pembuatan miniatur presisi tinggi. Laser Cutting untuk pemotongan akurat material MDF dan akrilik. Software desain grafis (CorelDRAW, Illustrator). Platform digital marketing (Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, Shopee, Tokopedia, dll.) Penerapan teknologi ini diperkirakan meningkatkan efisiensi produksi hingga 50 %, mengurangi limbah bahan, serta mempercepat desain dan distribusi produk. PKM ini menghasilkan beragam luaran yang dapat memperkuat ekosistem industri kreatif lokal, yaitu: Artikel ilmiah di jurnal pengabdian terindeks SINTA. Publikasi berita di media cetak dan daring. Video dokumentasi kegiatan untuk kanal kampus dan media sosial Dengan langkah-langkah konkret ini, UMKM Ind. SOULART diharapkan mampu bersaing lebih baik melalui desain yang lebih menarik, kualitas produk yang konsisten, dan strategi pemasaran digital yang efektif. Program ini juga membuka peluang kemitraan baru antara institusi pendidikan, sektor pariwisata, dan toko cenderamata di wilayah Malang Raya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Sinergi Kolektif Membangun Negeri

MALANG (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya sinergi kolektif antar pemuda, lintas organisasi, dan elemen bangsa dalam membangun masa depan Indonesia yang berdaya dan berkeadaban. Hal itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-33 yang mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri” di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam forum nasional yang mempertemukan ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan hal tersebut menjadi pesan mendalam bahwa Tanwir IMM bukan sekadar forum organisasi, tetapi wadah menyiapkan pemimpin strategis bangsa yang siap menggerakkan perubahan. “Saya rasa ini sangat penuh makna bagaimana IMM menyiapkan masa depan. Terutama dengan membangun sinergi untuk bersama-sama secara kolektif membangun negeri. Menurut saya ide yang luar biasa,” lanjutnya. Menurutnya, semangat sinergi dan kolaborasi dalam Tanwir IMM ini sangat dirasakannya. Terlebih dengan latar belakangnya sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebelum akhirnya mengepalai Muslimat NU. Lebih jauh, dirinya mengatakan bahwa persaudaraan antara Muhammadiyah dan NU juga sudah terjalin sejak lama. Di mana, ijazah atau sanad keilmuan KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari sama-sama diberikan kepada ummat Islam di Indonesia. “Yang ingin saya sampaikan adalah persaudaraan ini begitu kuat, persahabatan ini begitu kuat. Maka antara pilar-pilar bangsa ini harus membangun persaudaraan, persatuan, kebersamaan dalam berbagai program,” katanya. “Selamat bertanwir bagi IMM. Mudah-mudahan seluruh yang hadir ini akan memberikan sinergi terutama bagi implementasi keputusan-keputusan strategis nanti. Tetaplah membangun sinergi, tetaplah membangun kolaborasi. Bangun negeri ini dengan seluruh energi,” pesan Khofifah menambahkan. Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa perjalanan panjangnya menjadi seorang aktivis, wiraswasta, dan akhirnya menjadi pimpinan lembaga membuatnya dapat mengeluarkan istilah Green Democracy. Secara filosofis, istilah paten yang relatif baru tersebut diasosiasikan dengan sesuatu yang segar, tumbuh, dan berkesinambungan. “Sehingga kita bukan hanya berpikir tentang bagaimana ekonomi tumbuh, tapi berpikir juga bagaimana ekologi bisa kita amankan, selamatkan, dan kita jaga dengan baik. Green Democracy juga berarti negara harus memastikan bahwa demokrasi terus hidup dan pro-youth. Maka, anak muda jangan takut masuk ke dunia politik,” ungkapnya. “Kepemimpinan muda itu bukan hal baru. Dari zaman Rasulullah dulu, sudah ditujukan bahwa memang energi terkuat itu energi kepemimpinan muda. Jadi, tidak usah ragu bahwa generasi muda adalah generasi yang akan meneruskan estafet dan penentu arah bangsa,” tambah Sultan. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kedatangannya karena dua alasan fundamental. Yakni, karena masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda. “Tapi yang dimaksud adalah pemuda yang berproses, pemuda yang betul-betul menyiapkan diri. Dan IMM adalah salah satu organisasi sebagai sumber penyiapan anak bangsa untuk kelak menjadi pemimpin bangsa. Dan alasan kedua saya adalah karena temanya menyangkut energi,” terangnya. Di akhir, Menteri Bahlil mengingatkan agar di tengah fase keterbukaan informasi, mahasiswa perlu membangun diskursus yang baik. Sehingga, mereka dapat menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. (*)
Tanwir Ke-33 IMM, Ketua DPD Dorong Gerakan Green Democracy

RM.id Rakyat Merdeka – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan B Najamudin, menjadi keynote speaker pada pembukaan Tanwir XXXIII Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (29/10/2025). Mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri”, kegiatan ini dihadiri ribuan kader IMM dari berbagai wilayah Indonesia. Ketua DPD RI hadir bersama sejumlah Anggota DPD RI, antara lain Ahmad Nawardi (Jawa Timur), Bustami Zainudin (Lampung), Zuhri Muhammad Syazali (Kepulauan Bangka Belitung), Ahmad Syauqi Suratno (DIY), Hasby Yusuf (Maluku Utara), Carel Simon Petrus Suebu (Papua), dan Sopater Sam (Papua Pegunungan). Dalam pidato kunci bertajuk “Gerakan Mahasiswa, Etika Politik Muhammadiyah, dan Demokrasi Hijau: Menyalakan Energi Kolektif untuk Negeri”, Sultan Baktiar Najamudin mengajak para kader Muhammadiyah untuk menghidupkan kembali semangat etika politik dan tanggung jawab moral dalam membangun bangsa. “Tema Tanwir kali ini adalah ajakan yang sangat kuat, bahwa kekuatan umat, kekuatan ilmu, dan kekuatan iman harus menyatu menjadi energi besar bagi kemajuan bangsa. Energi kolektif adalah gotong royong dalam makna paling mulia: kesadaran bahwa perubahan sejati lahir dari kerja bersama,” ujar Sultan di hadapan peserta Tanwir. Dalam orasinya, Sultan memperkenalkan gagasan “Green Democracy” (Demokrasi Hijau), sebuah konsep politik yang menempatkan keseimbangan dan keberlanjutan sebagai inti demokrasi. “Green Democracy bukan sekadar tentang lingkungan, tapi tentang jiwa bangsa yang hidup selaras dengan alam dan nilai. Ketika politik kehilangan nilai, yang lahir adalah kerakusan. Ketika pembangunan kehilangan keseimbangan, yang tumbuh bukan kemajuan, tapi kerusakan,” tegasnya. Dia juga menekankan bahwa DPD RI berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologis. Sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI memastikan kebijakan nasional berpihak pada rakyat serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. “Itulah bentuk politik etik, politik yang sejalan dengan perjuangan Muhammadiyah: menegakkan amar ma’ruf nahi munkar melalui sistem, bukan sekadar slogan,” imbuh Sultan. Sultan juga berpesan kepada para kader IMM untuk menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berjiwa penanam, menanam nilai, gagasan, dan tindakan yang membawa kehidupan. Ia mengutip pesan Rasulullah SAW: “Jika kiamat terjadi besok, dan di tanganmu ada bibit pohon, maka tanamlah.” Menurutnya, menanam adalah simbol iman terhadap masa depan dan wujud kepemimpinan yang bertanggung jawab. “Kader IMM harus menjadi generasi yang tidak hanya pandai berpolitik, tetapi juga berjiwa negarawan, pemimpin yang menyeimbangkan antara kekuasaan dan keberlanjutan,” ungkapnya. Mengakhiri pidatonya, Sultan mengajak seluruh kader IMM menjadikan Tanwir ke-33 sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan yang berlandaskan iman, ilmu, dan nilai-nilai Islam yang mencerahkan. “Saya yakin, dari Tanwir inilah akan lahir generasi pemimpin muda Indonesia yang menjaga keseimbangan antara idealisme dan tanggung jawab, antara keberanian dan kebijaksanaan. Itulah energi kolektif untuk negeri. Itulah makna sejati dari Green Democracy,” tutupnya.
Gubernur Khofifah: IMM Pelopor Energi Kolektif untuk Negeri

KLIKMU.CO – Forum Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dibuka Rabu (29/10/2025) menjadi ruang strategis bagi pertemuan gagasan antara tokoh nasional dan kader muda Muhammadiyah. Dalam forum tersebut, semangat kolaborasi dan sinergi lintas generasi menjadi titik tekan utama dalam membangun arah baru perjuangan kebangsaan. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyampaikan pesan kuat tentang arti sinergi dan persaudaraan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Ia memuji inisiatif IMM yang mampu menghidupkan semangat kolaboratif dan menyiapkan generasi muda dengan orientasi kepemimpinan yang visioner. Khofifah mengajak seluruh kader IMM untuk terus berinovasi dan berpartisipasi aktif dalam agenda kebangsaan yang inklusif. Menurutnya, IMM tidak boleh terjebak dalam aktivitas seremonial semata. Tanwir harus dijadikan momentum memperkuat kesadaran kolektif dan tanggung jawab sosial kader muda terhadap nasib bangsa. Ia menilai generasi muda Muhammadiyah memiliki energi moral dan intelektual yang besar untuk mendorong kemajuan Indonesia. “Tanwir IMM ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ide luar biasa yang menghadirkan semangat menyiapkan masa depan bangsa dengan kolaborasi. IMM harus menjadi pelopor dalam membangun energi kolektif untuk negeri,” ujar Khofifah. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menegaskan bahwa generasi muda harus meneladani semangat para pendiri bangsa yang menjadikan kolaborasi sebagai napas perjuangan. Ia menyebut, IMM memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan sinergi di antara berbagai elemen masyarakat, baik di ranah sosial, politik, maupun pendidikan. “Persaudaraan antara Muhammadiyah dan NU luar biasa. Bagaimana hubungan antara KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan, keduanya sama-sama mewariskan nilai-nilai kebersamaan dan perjuangan untuk umat. Kita harus menjaga warisan itu sebagai pijakan dalam membangun negeri. Bangunlah negeri ini dengan seluruh energi yang kalian miliki. Kolaborasi antar-ormas, antar-generasi, dan antar-daerah adalah kekuatan terbesar Indonesia,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Agung Danarto MAg dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen ideologis terhadap Pancasila dan NKRI sebagai fondasi perjuangan kader Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa Tanwir IMM harus menjadi wadah penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang seimbang, agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral. Dia mengatakan bahwa pengetahuan harus ditempatkan sebagai sarana pengabdian, bukan semata alat pencapaian pribadi. “Sejak Muktamar 2015, Muhammadiyah telah meneguhkan komitmennya bahwa negara Pancasila adalah Darul Ahdi wa Syahadah — negara hasil kesepakatan yang harus dijaga dan tempat pembuktian amal nyata. Langkah progresif IMM yang membuka ruang dialog dengan menghadirkan berbagai tokoh nasional lintas latar belakang ini mencerminkan kedewasaan intelektual dan komitmen IMM untuk terus memperluas cakrawala berpikir dalam membangun narasi kebangsaan yang konstruktif,” ujarnya. Sebagai tuan rumah, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tanwir IMM di kampus yang dikenal dengan semboyan “Kampus Putih” itu. Ia menilai forum ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan besar tentang masa depan Indonesia. Dengan semangat “Energi Kolektif untuk Negeri”, Tanwir XXXIII IMM di UMM menegaskan bahwa kolaborasi, persaudaraan, dan kesadaran ideologis merupakan kunci utama membangun bangsa. Forum ini menjadi bukti bahwa semangat mahasiswa Muhammadiyah tetap relevan dan dibutuhkan dalam perjalanan panjang Indonesia menuju keadilan dan kemakmuran. (Wildan/AS)
Forum Nasional Energi Kolektif untuk Negeri Digelar Tanwir IMM di Kota Malang

IM.com – Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XXXIII dengan tema Energi Kolektif untuk Negeri resmi dibuka pada Rabu (29/10/2025) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dengan mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri,” forum nasional ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Ketua Panitia Tanwir, Muh. Idil mengungkapkan bahwa Tanwir merupakan permusyawaratan tertinggi organsisasi setelah Muktamar. Forum yang akan dilaksanakan di Kota Malang, Jawa Timur ini dihadiri delegasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM dari seluruh Indonesia. “Kami ucapkan terima kasih kepada Rektor UMM, yaitu Prof. Dr. Nazaruddin Malik atas segala fasilitas yang diberikan untuk melaksanakan Tanwir Malang. 3 bulan kami mempersiapkan Tanwir dan alhamdullilah hari ini berlangsung mewah dan meriah,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Tanwir Malang bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda. Artinya pelaksanaan Tanwir tidak hanya agenda seremoni, tetapi juga mengingatkan kepada seluruh mahasiswa dan pemuda untuk bangkit dan merebut masa depan. “Energi kolektif untuk negeri kami tetapkan sebagai tema Tanwir Malang kali ini. Kenapa ini penting karena kami ingin menyampaikan bahwa kekuatan IMM sumber daya yang dimiliki oleh IMM sudah sangat tepat,” tambah idil. Ia menyebut bahwa banyak sekali tokoh yang hadir pada pembukaan Tanwir Malang. Ada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, dan Wakil Walikota Malang, Ali Muthohirin. Selain itu, panitia juga telah mendiskusikan siapa tokoh nasional yang hendak diundang. “Akhirnya setelah berkonsolidasi dan memikirkan ini semua, kami memutuskan ada dua tokoh untuk di pembukaan, yaitu Kakanda Ketua DPD RI dan Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM Republik Indonesia,” jelasnya. Menurutnya, pemilihan Ketua DPD RI disengaja untuk memantik pendiskusian kembali tentang otonomi daerah. Sementara Menteri ESDM diundang karena Bahlil Lahadalia merupakan contoh terbaik yang dimiliki aktivis hari ini. Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kehadiran seluruh tamu undangan serta 35 DPD IMM dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dan kebersamaan di tubuh IMM masih terjaga kuat hingga hari ini. “Kehadiran kita semua di Tanwir ini menunjukkan bahwa IMM tetap solid, berdaya, dan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi negeri. Sebesar apa pun IMM, tidak akan mampu menuntaskan persoalan negeri ini tanpa energi kolektif,” ujarnya Menurutnya, mengurus bangsa sebesar Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri. Terlebih di era abad 21 kecerdasan intelektual sudah mulai menjamah kehidupan manusia. Maka mahasiswa dituntut memiliki kemampuan berjejaring, membangun relasi, dan berkolaborasi lintas sektor. “Pintar saja tidak cukup. Kita harus punya relasi yang luas dan koneksi yang terintegrasi,” tambahnya. (uyo)
Tanwir IMM Ke-33: Khofifah Dorong Sinergi Pemuda, Sultan Bahas Green Democracy Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Tanwir IMM Ke-33: Khofifah Dorong Sinergi Pemuda, Sultan Bahas Green Democracy

SURYA.CO.ID, MALANG – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mendorong Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk membangun sinergi kolektif antar pemuda, lintas organisasi dan elemen bangsa dalam menyiapkan masa depan Indonesia yang berdaya dan berkeadaban. Hal itu, disampaikan Khofifah saat membuka Tanwir IMM Ke-33, di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jatim pada Rabu (29/10/2025). Menurutnya, forum Tanwir bukan sekadar agenda organisasi, melainkan wadah strategis untuk menyiapkan pemimpin masa depan bangsa. “IMM menyiapkan masa depan dengan membangun sinergi kolektif membangun negeri. Menurut saya ide yang luar biasa,” ujar Khofifah. Khofifah juga menyinggung persaudaraan antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) yang telah terjalin sejak lama. Ia berharap, pilar-pilar bangsa terus memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam berbagai program. “Selamat bertanwir bagi IMM. Tetaplah membangun sinergi dan kolaborasi. Bangun negeri ini dengan seluruh energi,” pesannya. Sultan Bachtiar: Green Democracy Adalah Politik Etik Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin yang hadir sebagai narasumber memperkenalkan konsep Green Democracy atau Demokrasi Hijau. Menurutnya, demokrasi harus menempatkan keseimbangan dan keberlanjutan sebagai inti nilai politik. “Green Democracy bukan sekadar tentang lingkungan, tapi tentang jiwa bangsa yang hidup selaras dengan alam dan nilai,” tegas Sultan. Ia menekankan, bahwa DPD RI berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial dan ekologis. Politik etik, menurutnya, sejalan dengan perjuangan Muhammadiyah dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar melalui sistem. Sultan juga berpesan kepada kader IMM untuk menjadi pemimpin penanam nilai dan gagasan. Ia mengutip pesan Rasulullah SAW: “Jika kiamat terjadi besok, dan di tanganmu ada bibit pohon, maka tanamlah.”