Gonjang Ganjing: Bahlil Lahadalia Bantah Isu Etanol Merusak Mesin, Sebut Ada Kepentingan di Balik Isu Negatif

Radar Jember – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) tidak menimbulkan kerusakan pada mesin kendaraan. Ia menilai, isu yang menyebut sebaliknya berasal dari kelompok yang merasa dirugikan oleh kebijakan transisi energi pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan kuliah umum dalam acara Pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong penggunaan bahan bakar E10, yaitu bensin dengan campuran 10 persen etanol. Campuran ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya menekan emisi karbon sekaligus mengembangkan energi ramah lingkungan. “Etanol ini berasal dari tebu, jagung, dan singkong. Tujuannya untuk mencampur bensin agar emisi turun. Ini energi yang bersih,” jelasnya. Bahlil juga membantah keras berbagai tudingan negatif yang menyebut dirinya menyebarkan informasi palsu terkait kebijakan tersebut. Ia menilai, pihak yang menyebarkan tudingan itu adalah mereka yang tidak ingin kehilangan keuntungan dari impor bahan bakar. “Yang menyebut pernyataan saya hoaks itu adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dikurangi. Mereka tidak ingin Indonesia berdaulat energi,” tegas Bahlil. Lebih lanjut, Bahlil menuturkan bahwa penggunaan etanol bukan hal baru dan sudah menjadi kebijakan wajib di banyak negara. “Amerika sudah menerapkan mandatori E20, Brasil dan India juga sudah lama menjalankannya. Bahkan Thailand sudah memiliki kebijakan B20,” paparnya. Ia menjelaskan, penerapan etanol akan berdampak langsung pada berkurangnya impor bensin yang selama ini menjadi sumber keuntungan para importir. Setiap tahun, nilai impor energi Indonesia mencapai sekitar Rp520 triliun. Karena itu, menurutnya, sebagian pihak merasa terancam oleh langkah pemerintah yang ingin mengurangi ketergantungan impor tersebut. “Kalau impor kita kurangi, tentu ruang kerja importir juga menyempit. Itu sebabnya mereka tidak ingin kebijakan ini berjalan,” katanya. Sebagai mantan aktivis, Bahlil mengaku siap menghadapi kritik publik atas kebijakan energi bersih ini. Ia bahkan menantang mahasiswa untuk menggelar forum terbuka guna membahas manfaat etanol secara ilmiah. “Silakan Mahasiswa Cipayung Plus bikin diskusi. Saya siap datang dan berdebat dari jam tujuh pagi sampai tujuh pagi lagi, asalkan semua punya data,” ucapnya. Bahlil menegaskan, kebijakan pengembangan etanol merupakan bagian dari program hilirisasi dan transisi energi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai kedaulatan energi Indonesia. “Demi kedaulatan ibu pertiwi, saya tidak akan mundur sejengkal pun menghadapi tantangan ini,” tutupnya.

Bahlil Lahadalia Diteriaki Hoaxs Oleh Mahasiswa UMM Saat Singgung Soal Bensin Campur Etanol

KlikFakta.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi pusat perhatian mahasiswa saat menghadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema ‘Energi Kolektif untuk Negeri’, Rabu (29/10/2025). Meskipun ada sejumlah pejabat yang turut hadir, di antaranya ialah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa, ketua DPD RI Sultan Bachtiar hingga Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof Dr Muhadjir Effendy dan Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi. Bahlil tampaknya menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Suasana pecah saat Bahlil menyinggung soal bensin yang dicampur dengan etanol. Banyak dari mahasiswa UMM yang kemudian meneriaki Bahlil dengan perkataan “Hoaxs”. Merespon hal tersebut, Bahlil menyebut bahwa pihak-pihak yang mengatakan bioetanol hoaxs adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dipangkas untuk kedaulatan negara. “Yang mengatakan hoaxs ini adalah orang-orang yang tidak pingin untuk kuota impornya dipangkas untuk menuju kedaulatan negara”, kata Bahlil dikutip dari kanal YouTube UMMTV (29/10). Selain itu, Bahlil tidak akan gentar untuk melakukan perdebatan-perdebatan ilmiah kepada pihak-pihak yang menentang etanol sebagai bentuk bahan bakar bioenergi yang tengah dikembangkan dibawah kementerian ESDM yang dipimpinnya. “Saya sengaja membawa ini dalam ruang publik sebagai ruang diskursus. Saya mantan aktivis, dan tidak akan pernah mundur untuk melakukan perdebatan-perdebatan intelektual yang konstruktif”, tegasnya. Ahmat Saiful

Mahasiswa UMM Bikin Structura, Platform Khusus Jual-Beli Bahan Bangunan

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berlomba menciptakan inovasi yang berdampak untuk masyarakat serta mendorong digitalisasi pada dunia e-commerce. Structura “Bangun Bersama Kami” adalah platform yang menjadi market place khusus bahan material konstruksi. Ide pembuatan marketplace khusus untuk bahan material konstruksi ini terbilang sangat unik karena muncul secara tidak sengaja. Diramu agar dapat meningkatkan penjualan bahan material dan Structura ini dapat diakses di www.structuraofficial.id dan Instagram @structura_id. Bisnis ini bahkan berhasil lolos dalma Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI tahun 2025. Afta Gita Muhammad, sebagai ketua tim Structura, mengatakan melalui platform ini pihaknya ingin menonjolkan UI/UX dengan tampilan yang lebih sederhana. Desain logo dan website juga disesuaikan dengan representasi toko bangunan. Adapun platform yang mulai dikembangkan sejak bulan Juli ini bukan sekadar marketplace biasa, melainkan sebagai representasi rumah untuk kenyamanan bersama. “Ide awal structura ini karena kebetulan salah satu anggota kami mempunyai usaha toko bangunan dan sudah memiliki banyak cabang di Malang dan Pasuruan. Dari situlah kami mempunyai ide untuk digitalisasi toko bahan bangunan,” katanya. Lebih lanjut, Afta dan tim Structura dibimbing langsung oleh Immanuel Mu’ammal S.E., M.M. yang memberikan banyak masukan. Adapun Tim Structura mengalokasikan dana sekitar 8 juta lebih untuk pengembangan website dan sukses meraih omset 10-12 juta lebih perbulan. Apalagi melihat toko yang dituju juga sudah mempunyai langganan. Selain itu merek ajuga menjadi supplier untuk toko bangunan kecil. Afta mengatakan, branding dari Structura dan yang membuat berbeda dari kompetitor lain adalah pendekatan desain yang benar-benar disesuaikan dengan zaman. Kehadiran Structura di pasar digital menunjukkan peluang baru dalam segmen e-commerce niche. Desain-deisan ala Gen Z ini juga memiliki peran penting, apalagi saat ini Gen Z juga sudah mulai mandiri secara finansial. Mereka juga memiliki ketertarikan pada pembenahan rumah atau proyek-proyek kreatif. Platform ini menjawab kebutuhan akan sebuah marketplace yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sesuai dengan nilai estetika dan kemudahan akses yang diharapkan oleh generasi digital native. Mengakhiri kalimatnya, Afta berpesan Lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Selain itu ia berharap semua lini dimasyarakat dapat berkembang bersama, termasuk secara ekonomi. Upaya mereka ini juga bisa jadi salah satu contoh bagaimana pemuda bisa membangun daerah. Ia juga berharap proses digitalisasi juga bisa berkembang dengan lebih bagus lagi, baik itu di sektor swasta maupun sektor pemerintahan. (nam/wil)

Senyum Bahlil Diteriaki “Hoaks”saat Bahas E10 di UMM, Jawab dengan Data Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Senyum Bahlil Diteriaki “Hoaks”saat Bahas E10 di UMM, Jawab dengan Data, https://wartakota.tribunnews.com/nasional/872912/senyum-bahlil-diteriaki-hoakssaat-bahas-e10-di-umm-jawab-dengan-data.

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Suasana aula Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendadak memanas ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diteriaki “hoaks” oleh sejumlah mahasiswa. Momen itu terjadi saat Bahlil membahas program bahan bakar minyak (BBM) campur etanol atau E10 dalam sambutannya pada pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu (29/10/2025). Pidato yang semula berjalan lancar itu berubah riuh ketika Bahlil menyinggung rencana pemerintah mendorong penggunaan etanol sebagai energi bersih. Beberapa mahasiswa terdengar memprotes pernyataan tersebut dan meneriakkan kata “hoaks” dari barisan belakang. Menanggapi teriakan itu, Bahlil tidak menunjukkan amarah. Ia justru tersenyum dan menanggapi dengan tenang. Dengan nada tegas, mantan Menteri Investasi itu menjelaskan bahwa etanol merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan dari bahan alami seperti tebu, jagung, dan singkong. “Etanol ini energi bersih yang bisa membantu menurunkan emisi karbon. Jangan percaya dengan isu-isu yang bilang etanol bisa merusak mesin kendaraan,” ujar Bahlil, yang disambut sorakan campur antara tawa dan tepuk tangan mahasiswa. Bahlil menegaskan bahwa narasi yang menyebut campuran etanol dapat merusak mesin merupakan informasi keliru yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak ingin program kemandirian energi nasional berjalan. “Yang mengatakan hoaks ini adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dipangkas untuk menuju kedaulatan negara,” katanya, disambut riuh audiens. Menteri asal Maluku itu kemudian menambahkan, program E10 merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah sekaligus mendorong ekonomi berbasis sumber daya lokal. Menurutnya, dengan mengembangkan bioetanol dari hasil pertanian, Indonesia bisa membuka lapangan kerja baru bagi petani serta menekan defisit neraca perdagangan energi. “Pemerintah tidak asal bicara. Uji coba etanol sebagai campuran BBM sudah dilakukan di sejumlah negara dan terbukti aman untuk mesin kendaraan. Kita hanya perlu menyiapkan pasokan bahan baku yang cukup,” tutur Bahlil. Meski sempat diwarnai interupsi, Bahlil tetap melanjutkan pidatonya dengan gaya khas yang santai dan komunikatif. Ia bahkan sempat menantang mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan agar melihat data dan bukti ilmiah terkait keberhasilan program serupa di negara lain. “Mahasiswa harus berpikir dengan data, bukan emosi. Kalau kalian punya data yang berbeda, mari kita diskusikan. Tapi jangan asal teriak ‘hoaks’,” ucapnya, yang langsung mengundang tawa di tengah suasana tegang. Program E10 yang disebut Bahlil merupakan kebijakan pemerintah untuk mencampur 10 persen etanol ke dalam bensin.

Belajar Bahasa Inggris Lebih Mudah, Platform Conatus Academy Karya Mahasiswa UMM Tembus KMI Expo

KLIKMU.CO – Penguasaan bahasa Inggris kini menjadi “paspor” vital bagi mahasiswa untuk menembus beasiswa dan jenjang karier internasional. Namun, akses pendidikan berkualitas seringkali terhalang biaya. Di tengah tantangan tersebut, muncul inovasi berani dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim yang diketuai Aloysius Gonzaga Alnabe, mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UMM, menghadirkan Conatus Academy: Belajar Bahasa Inggris Wujudkan Mimpi Internasionalmu, sebuah platform pembelajaran bahasa Inggris yang dapat diakses secara online maupun offline di Malang. Ide ini lahir dari refleksi pribadi Gonza dan kini menjadi representasi UMM yang lolos dan siap tampil di Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 di Magelang. Gonza menekankan bahwa transformasi keraguan menjadi solusi membutuhkan ketajaman analisis dan keberanian mengambil keputusan. “Gagasan Conatus muncul sejak semester pertama, namun baru diwujudkan pada semester lima, setelah pengalaman berharga saya melalui program beasiswa IISMA ke Spanyol,” ujarnya. Dalam pengembangan Conatus Academy, Gonza dibimbing oleh dosen pendamping Havidz Ageng Prakoso, M.A., dan didukung tim beranggotakan lima orang. Mereka berkomitmen menghadirkan kursus berkualitas namun tetap terjangkau. “Kami mendirikan Conatus untuk mengakomodasi mereka yang ingin belajar tapi tidak memiliki privilege. Bahkan Conatus menyediakan beasiswa bagi yang benar-benar tidak mampu membayar,” tambah Gonza. Keunggulan Conatus Academy terletak pada metode pembelajaran yang menekankan pengembangan kepercayaan diri siswa, bukan sekadar penguasaan materi. Program ini membangun fondasi kuat, termasuk kemampuan berpikir kritis. “Fokus utama kami adalah membuat siswa percaya diri terlebih dahulu. Kemudian mereka bisa mengadaptasi critical thinking melalui metode tanya-jawab. Evaluasi dilakukan secara holistik, bukan hanya dari tes grammar atau speaking, tetapi juga melalui observasi tutor terhadap peningkatan rasa percaya diri siswa,” jelas Gonza. Untuk KMI Expo XVI 2025, Gonza dan tim menyiapkan strategi matang. Fokus mereka adalah menonjolkan pertumbuhan omzet dan kebaruan model bisnis. Conatus memiliki 12 tutor berpengalaman internasional—mantan mahasiswa di Jepang, Australia, Spanyol, dan Korea—yang mendukung kurikulum berkualitas dengan harga terjangkau. “Kami akan berusaha memperkenalkan usaha ini ke tim-tim lain, agar mereka juga bisa menjadi perpanjangan tangan kami di masa depan,” pungkas Gonza. Conatus Academy menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berinovasi, dan pendidikan berkualitas bisa diakses oleh siapa pun dengan visi, strategi, dan keberanian. (Wildan/AS)

BREAKING NEWS: 150 Mahasiswa Vokasi UMM Dikirim ke Jepang, Kemdiktisaintek Dorong SDM Global dan Energi Hijau Kampus

MELINTAS.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan langkah nyata dalam memperkuat pendidikan vokasi dan inovasi energi hijau di perguruan tinggi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melepas 150 mahasiswa vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menjalani Program Kerja Lapangan (PKL) internasional di Jepang selama lima tahun, sekaligus meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang menjadi model kemandirian energi kampus. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pendidikan tinggi vokasi Indonesia untuk memperluas jejaring global sekaligus mendorong penerapan teknologi energi terbarukan yang berkelanjutan di lingkungan akademik. Vokasi Menembus Dunia Industri Jepang Program PKL internasional ke Jepang merupakan inisiatif UMM untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja di industri maju. Melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan Jepang di bidang manufaktur, otomasi, dan sistem energi cerdas, peserta akan mendapatkan pelatihan langsung dengan standar profesional global. Program ini bertujuan menanamkan disiplin, etos kerja, serta kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Selain itu, pengalaman lintas budaya dan interaksi profesional di Jepang diharapkan membentuk karakter mahasiswa yang adaptif dan inovatif. Sebelum keberangkatan, para peserta telah melalui tahapan pelatihan intensif, termasuk penguasaan bahasa Jepang, etika industri, dan keterampilan teknis. UMM menilai program ini sebagai bagian dari upaya sistematis membangun SDM vokasi berdaya saing global dan siap berkontribusi pada pembangunan nasional setelah kembali ke tanah air. PLTMH UMM: Inovasi Energi Bersih dari Sungai Brantas Dalam kunjungan yang sama, Menteri Brian Yuliarto meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) UMM yang dibangun memanfaatkan aliran Sungai Brantas. Pembangkit dengan kapasitas 140 kilowatt ini menyuplai sebagian kebutuhan listrik kampus dan mendukung penyediaan air bersih bagi warga sekitar. PLTMH UMM menjadi contoh penerapan energi baru terbarukan (EBT) di lingkungan pendidikan tinggi. Proyek ini memperlihatkan bahwa kampus dapat menjadi pelopor kemandirian energi sekaligus berperan aktif dalam mitigasi perubahan iklim. Selain berfungsi sebagai pembangkit listrik, PLTMH juga dijadikan pusat edukasi dan riset energi terbarukan. Mahasiswa dari berbagai program studi dapat mempelajari langsung proses desain, operasional, hingga aspek sosial dan lingkungan dari teknologi mikrohidro. Keberadaan PLTMH menjadikan UMM sebagai living laboratory bagi pendidikan energi bersih, sekaligus memperkuat peran kampus dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada bidang energi terjangkau dan bersih. Kemdiktisaintek Tegaskan Relevansi dan Kemandirian Pendidikan Tinggi Kunjungan Menteri Brian Yuliarto menandai arah baru kebijakan Kemdiktisaintek dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri global dan berwawasan lingkungan. Pendidikan vokasi kini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada nilai keberlanjutan dan inovasi teknologi hijau. Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi agar menjadi pusat riset terapan, pengembangan energi terbarukan, serta pelatihan SDM yang mampu bersaing di pasar internasional. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, industri, dan kampus diyakini menjadi kunci transformasi pendidikan tinggi menuju era ekonomi hijau. Program PKL internasional dan keberhasilan PLTMH UMM menjadi contoh sinergi antara global exposure dan kemandirian teknologi nasional. UMM Jadi Role Model Kampus Mandiri Energi dan Berdaya Saing Global Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan transformasi konkret pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional dan inovasi energi bersih. Dua inisiatif besar tersebut, PKL Jepang dan PLTMH, memperlihatkan bagaimana kampus mampu menggabungkan pengembangan SDM global dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. PLTMH menjadi simbol kemandirian teknologi dan kontribusi langsung kepada masyarakat, sementara program PKL Jepang memperkuat reputasi UMM sebagai perguruan tinggi vokasi dengan visi internasional. Keduanya menegaskan posisi UMM sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan global sekaligus berakar pada nilai keberlanjutan lokal. Kemdiktisaintek berharap inisiatif serupa dapat diterapkan di kampus-kampus lain di Indonesia. Pendidikan vokasi diharapkan menjadi penggerak utama dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten, mandiri, dan mampu memimpin inovasi di berbagai sektor industri. Arah Baru Pendidikan Tinggi Indonesia Pelepasan 150 mahasiswa vokasi UMM ke Jepang dan kunjungan ke PLTMH menjadi tonggak penting bagi pendidikan tinggi nasional. Keduanya mencerminkan arah baru sistem pendidikan yang tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan menyatu dengan praktik industri dan teknologi keberlanjutan. Melalui dukungan Kemdiktisaintek, pendidikan vokasi di Indonesia diarahkan menuju paradigma baru yaitu membangun SDM unggul berkelas dunia sekaligus mandiri energi dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan visi besar Indonesia untuk memperkuat daya saing global dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.***

Bahlil Datang Dengan Wibawa Sebelum Maghrib

daulat.co – Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapatkan pujian dari Riyan Betra Delza. Pujian itu disampaikan Ketum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam pidato pembukaan Tanwir XXXIII IMM di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu 29 Oktober 2025 lalu. Dibalut dalam pantun, Ketum DPP IMM Riyan Betra dalam video yang beredar di sosial media, menyebut kedatangan Bahlil ke Tanwir XXXIII IMM penuh wibawa seperti pohon beringin yang solid. “Pak Bahlil datang dengan wibawa; Datangnya sebelum maghrib; Mahasiswa IMM penuh daya; Seperti beringin solid dan positif,” katanya. Tidak hanya sekali, Riyan melanjutkan pantunnya ke Bahlil. Ia menyatakan jika warna kuning yang identik dengan warna Partai Golkar membuat bahagia. “Jalan ke kampus bawa bendera; Warna kuning bikin bahagia; IMM sangat luar biasa; Apalagi Bang Bahlil sudah tertawa,” jelasnya. Masih soal Bahlil, Riyan menyebut sosoknya berbeda dengan politisi lain. Bahlil adalah sosok politisi yang berisi tapi tak meninggi. Meski berisi namun Bahlil menunduk. “Ada yang kosong tapi meninggi. Ada yang berisi tapi menunduk, ya ini Bang Bahlil ini,” ucapnya. Bagaimana tanggapan Bahlil? Ketika tiba kesempatan menyampaikan pidato, Bahlil ‘menyambut’ baik apa yang disampaikan Riyan Betra. “Saya belum naik panggung saja sudah merasa hangus, karena digorong oleh ketua umum” “Luar biasa dinda. Pidatomu tadi memberikan inspirasi bagi saya. Waktu saya masih jadi aktivis, kelakuan saya tiap hari kayak kau begitu” “Kerjanya ngolah aja, ngolah terus begitu. Saya tahu itu sedang adinda olah, tapi seru juga abang dengarnya. Om suka itu,” kata Bahlil. Secara khusus, Bahlil menekankan bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda. Pemuda yang benar-benar menyiapkan diri melanjutkan estafet kepemimpinan. IMM dalam hal ini menjadi salah satunya sebagai sumber pengkaderan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional dimaksud.

Generasi Muda Diajak Aktif Wujudkan Kemandirian Energi Nasional, Diantaranya Melalui Sawit

sawitsetara.co – MALANG – Generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Di tengah tantangan transisi energi dan kebutuhan untuk menekan ketergantungan terhadap impor, pemuda dituntut tidak hanya memahami isu energi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong inovasi dan efisiensi sumber daya. Pandangan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan pada Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XXXIII di Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa masa depan bangsa, termasuk sektor energi, berada di tangan generasi muda yang berproses dan siap menghadapi perubahan. Ia menilai IMM sebagai salah satu wadah penting dalam melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. “Masa depan negara ini, masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda. Tapi pemuda yang berproses, pemuda yang betul-betul menyiapkan diri. Dan IMM adalah salah satu organisasi sebagai sumber pengadilan bangsa untuk kelar menjadi pemimpin bangsa di tanah ini,” ujar Bahlil. Bahlil menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sektor energi, terutama tingginya angka impor bahan bakar. Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong program pengurangan impor melalui pengembangan energi terbarukan dan bahan bakar campuran berbasis sumber daya dalam negeri seperti Crude Palm Oil (CPO) dan etanol. “Konsumsi solar kita itu 34 juta ton per tahun, sekarang kita blending (campuran) antara B10 sampai B40. Import kita sekarang tinggal 4,9 juta barrel per tahun. Di 2025, kita dorong menjadi B50, B50 adalah campuran dari CPO ke etanol. Nah kemudian kita dorong lagi untuk bensin, kita bikin E10, supaya campurannya adalah etanol,” jelasnya. Bahlil menegaskan bahwa langkah menekan impor energi merupakan bagian dari perjuangan menjaga kedaulatan negara dan memperkuat ekonomi nasional. Ia menilai masih ada pihak-pihak yang tidak mendukung kebijakan ini karena terbiasa diuntungkan oleh kuota impor energi. “Pasti banyak pihak yang tidak suka dengan kebijakan ini. Tapi bagi saya demi kedaulatan Ibu Pertiwi jangankan selangkah, sejengkal pun saya tidak mundur untuk menghadapi hal-hal seperti ini,” tegasnya. Lebih lanjut, Bahlil mengajak kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam membangun wacana publik yang konstruktif terkait isu energi. Menurutnya, kritik dan pemikiran dari pemuda merupakan bagian penting dalam memperkuat kebijakan energi nasional. “Jadi adik-adik saya, kalian kritik itu gizi bagi saya. Bukan saya membenci kalian, kalian adalah bagian daripada kebesaran saya semua,” pungkasnya. Melalui forum tersebut, Bahlil menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog dengan kalangan muda dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi energi dari generasi baru. Ia berharap agar pemuda terus mengasah kemampuan dan menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

Perlu Keterlibatan Pemuda, Mendes Ajak IMM Kolaborasi Bangun Desa

MALANG, NETRALNEWS.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam membangun desa. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, bahwa kita ini bukan Superman, tapi super tim. Oleh karena itu, ia menilai IMM sebagai tim yang layak untuk diajak berkolaborasi membangun desa. “Saya datang ke sini bukan untuk ceramah, tapi untuk mengajak kerja sama IMM untuk sama-sama berkolaborasi membangun desa. Saya menganggap IMM adalah tim yang layak saya ajak untuk bersama-sama membangun desa,” ujar Yandri saat memberikan kuliah kebangsaan dalam penutupan Tanwir ke-33 IMM di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Dalam forum yang dihadiri oleh ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia tersebut, Mendes Yandri juga mengatakan bahwa keterlibatan pemuda di desa menjadi hal yang penting dalam keberhasilan pembangunan. Apalagi, dengan diletakkannya desa di dalam Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, menjadikan desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, tapi subjek pembangunan. Untuk menyukseskan Asta Cita ke-6 tersebut, Kemendes PDT kemudian membuat 12 aksi prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia. Diharapkan, dengan kolaborasi dari berbagai pihak maka 12 aksi tersebut dapat menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Kementerian Desa dan PDT punya program badan usaha milik desa (BUM Desa), kemudian juga ada desa ekspor, desa wisata dan lain sebagainya. Selain itu, program utama pemerintah, yaitu koperasi desa merah putih dan makan bergizi gratis juga berbasis di desa. Dengan banyaknya program dan terbukanya peluang yang ada di desa, Mendes Yandri kemudian mengajak para pemuda atau mahasiswa yang sudah selesai belajar untuk kembali membangun desanya masing-masing. “Saya mengajak, mari kita ciptakan lapangan kerja di Republik ini yang berangkat dari desa. Boleh kita tinggal di desa, tapi pendapatan mengalahkan orang-orang kota,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI ini. Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendes PDT dengan Universitas Muhammadiyah Malang tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat desa dan daerah tertinggal. Hadir dalam kegiatan ini juga yakni, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Rektor UMM Nazaruddin Malik, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthihirin serta Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib. Turut mendampingi Mendes Yandri dalam kegiatan ini yaitu Staf Khusus Menteri Muhammad Afif Zamroni dan Muhammad Khoirul Huda.

Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Malang Hasilkan 8 Rangkaian Gagasan Strategis Kebangsaan

Malang – Perhelatan Tanwir ke-XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kota Malang resmi ditutup pada Jum’at (31/10/2025) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebagai manifestasi tema “Energi Kolektif untuk Negeri”, forum tertinggi kedua setelah Muktamar ini secara resmi melahirkan dan menetapkan dokumen 8 Pokok Pemikiran Tanwir XXXIII yang merupakan bentuk refleksi dan respons atas dinamika kebangsaan dan keumatan saat ini. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, M. Zaki Mubarak menyatakan bahwa 8 pokok pemikiran ini menjadi arah strategis gerakan IMM ke depan. Menurutnya, gagasan tersebut bukan hanya menjadi panduan gerakan internal IMM, tetapi juga kontribusi moral organisasi terhadap arah pembangunan nasional. “Pokok pemikiran ini merupakan hasil refleksi kami terhadap situasi kebangsaan nasional. Sebagai organisasi mahasiswa yang berciri intelektual, IMM harus mengambil peran signifikan dalam menjawab persoalan-persoalan krusial bangsa,” ujarnya. Dokumen 8 Pokok Pemikiran ini merupakan hasil sintesis dari diskusi-diskusi intensif di sidang pleno dan komisi-komisi, yang melibatkan perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) IMM dari seluruh Indonesia. Berikut ringkasan 8 pokok pemikiran tersebut: Pertama, Meneguhkan Gerakan Intelektual yang Membela Rakyat. IMM memandang tugas kader bukan hanya bicara gagasan di ruang seminar, tetapi turun ke basis sosial—membela petani, buruh, nelayan, dan masyarakat yang kehilangan hak hidup layak karena ketimpangan ekonomi. IMM menghidupkan kembali semangat ilmu untuk pembebasan, bukan sekadar prestise akademik. Kedua, Mendorong Reformasi Politik dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional. IMM mendorong pembatasan usia maksimal bagi calon anggota DPR dan pejabat publik, agar ruang politik tidak dimonopoli generasi lama. Negara perlu memberi tempat bagi generasi muda yang visioner, bebas dari beban kepentingan, dan berani membawa gagasan perubahan. Ketiga, Mengawal DPR dan Kebijakan Publik yang Pro-Rakyat. IMM menegaskan perlunya reformasi kelembagaan DPR, termasuk keterbukaan informasi, transparansi legislasi, dan akuntabilitas politik. DPR tidak boleh menjadi ruang transaksi kepentingan, tetapi wadah memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Keempat, Krisis Iklim, Ekonomi Ekstraktif, dan Keadilan Ekologis. IMM memandang krisis iklim sebagai ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. IMM menolak politik tambang yang merusak ruang hidup rakyat dan mendesak pemerintah menjadikan krisis iklim sebagai agenda prioritas nasional. IMM juga mendorong gerakan hijau di internal organisasi dan kampus. Kelima, Keadilan Ekonomi dan Pembelaan terhadap Rakyat Tertinggal. IMM menyerukan redistribusi sumber daya nasional dan penguatan ekonomi rakyat berbasis koperasi, UMKM, serta komunitas mahasiswa produktif. IMM juga mendorong kolaborasi dengan amal usaha Muhammadiyah agar menjadi pusat pemberdayaan, bukan hanya lembaga pendidikan dan kesehatan. Keenam, Independensi Lembaga Negara dan Politik Etika. IMM secara konsisten menyoroti lemahnya independensi lembaga penegak hukum dan institusi publik. IMM menuntut Polri, KPK, dan lembaga yudikatif untuk menjaga profesionalitas, transparansi, dan bebas dari intervensi politik. IMM berdiri di garis depan membela kebebasan berpendapat, akuntabilitas publik, dan etika politik yang berkeadaban. Ketujuh, Literasi Digital, Etika Publik, dan Kedaulatan Informasi. IMM memandang ruang digital sebagai medan baru perjuangan nilai. IMM menyerukan literasi digital di kalangan muda dan mengingatkan pemerintah agar tidak menggunakan kebijakan siber untuk membungkam kritik. IMM menolak praktik pembungkaman di dunia maya dan mendesak perlindungan data pribadi serta kedaulatan informasi publik sebagai bagian dari hak asasi warga negara. Kedelapan, Memperluas Peran Pemuda dan Menyatukan Gerakan Moral Bangsa. IMM meyakini masa depan Indonesia ditentukan oleh keberanian generasi muda hari ini. IMM mengajak seluruh organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk membangun koalisi moral kebangsaan—menolak politik transaksional, menuntut keadilan ekonomi, dan memperjuangkan masa depan yang berkelanjutan. IMM menegaskan, Indonesia tidak akan maju tanpa keberanian anak muda merebut ruang-ruang strategis dalam pengambilan kebijakan.