Alumnus UMM Sukses Dirikan Platform Psikologi Skala Nasional

Malang (beritajatim.com) – Berawal dari sebuah gagasan sederhana usai menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, seorang alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendirikan platform psikologi berskala nasional. Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengubah idenya menjadi Catatan Psikologi, yang kini telah berevolusi melayani klien individu hingga korporat. Kisah sukses ini dimulai dari pengalaman yang mengubah pandangan Jainal saat berada di ibu kota Malaysia. Pria yang akrab disapa Kang Jay ini mengungkapkan bahwa ide mendirikan Catatan Psikologi muncul secara tak terduga. Saat mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur, ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Salah satu pertemuan yang paling berkesan adalah dengan seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang memiliki akun dakwah di Instagram. “Waktu itu saya melihat akun tersebut bermanfaat sekali. Dari situ saya berpikir bahwa psikologi juga bisa dibuat seperti itu—menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenang lulusan S1 Psikologi UMM (2017) dan Magister Profesi Psikologi (2021) ini kepada beritajatim.com, Sabtu (8/11/2025). Sepulang ke Indonesia pada 2017, Jainal tidak membiarkan gagasan itu menguap. Ia langsung merintis Catatan Psikologi dari nol dengan niat sederhana untuk memberi manfaat. Platform ini lahir pada Agustus 2017, awalnya hanya sebagai akun Instagram biasa. Pada masa-masa awal, Jainal mengerjakan semuanya seorang diri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga berinteraksi dengan pengikut. Namun, kerja keras itu membuahkan hasil. Banyaknya tanggapan positif membuat Jainal semakin serius. Memasuki tahun kedua, ia mulai mengajak mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkatnya, untuk bergabung. Dari sinilah Catatan Psikologi tumbuh menjadi komunitas yang aktif mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat. “Sebelum pandemi, kami sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang,” ujarnya. Pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang krusial. Saat semua kegiatan terpaksa beralih ke ranah daring, Catatan Psikologi justru memanfaatkan momentum tersebut untuk bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Kini, platform tersebut telah resmi berbadan hukum menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia. Mengusung nilai inti Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness, layanannya kini mencakup konseling daring dan luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi penyusunan program, hingga penerbitan buku. Kliennya pun tak lagi hanya individu, tetapi juga korporat berskala nasional dari berbagai bidang, termasuk kesehatan dan industri teknik. Meski kini menjabat sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya agar ia bisa fokus pada pekerjaan tetapnya. Namun, ia tetap menjadi sosok sentral di balik arah dan nilai-nilai perusahaan. Ia menekankan kunci keberlangsungan platformnya adalah konsistensi dan inovasi. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ungkapnya tenang. Menutup perbincangan, Jainal memberikan pesan reflektif bagi generasi muda agar tidak terburu-buru terjebak tren “pengusaha muda” atau “founder muda” yang marak di media sosial. “Ambil banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya menutup. (dan/kun)

TPS dan UMM Rumuskan Masa Depan Akuntansi Berbasis Keberlanjutan

MAKLUMAT – Kuliah tamu di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (8/11/2025) menjadi ruang yang menunjukkan bagaimana akuntansi bukan urusan debit–kredit. Pergeseran itu untuk mengikuti sekaligus menentukan arah keberlanjutan korporasi. Tema perkuliahan adalah “Peran Akuntansi dan Manajemen Keberlanjutan dalam Rangka ESG.” Kali ini PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengirim Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risikonya, Sapto Wasono Soebagio, sebagai dosen tamu. Tujuan kuliah tamu ini tegas, mempertemukan praktik ESG dari industri dengan pembelajaran berbasis teori di ruang akademik UMM. Bukan sekadar ceramah, tetapi memperlihatkan bagaimana ESG yang telah masuk ke inti profesi akuntan. Di mana selama ini lebih sering dibayangkan bekerja di balik layar laporan keuangan semata. TPS punya alasan strategis mengirim tim manajemennya mengajar di kampus—dan bahkan memberikan beasiswa S2 untuk tujuh pegawainya di Magister Akuntansi UMM. ESG membutuhkan SDM yang mengerti akuntansi sekaligus memahami risiko keberlanjutan. Dan SDM itu harus terus mendapat pelatihan. “Akuntansi dan manajemen keberlanjutan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari tata kelola perusahaan,” kata Sapto. Sustainability risk management menjadi istilah kunci yang ia tekankan. Cakupan Konteks Bisnis Ia menekankan bahwa profesi akuntan tak lagi berhenti pada pelaporan. Laporan itu mampu memengaruhi keputusan strategis perusahaan, termasuk perhitungan risiko iklim, perubahan regulasi, sampai ekspektasi publik pada bisnis yang lebih bertanggung jawab. Baca Juga  TPS Raih Penghargaan ESG dalam Ajang IDEAS 2025 Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menegaskan bahwa kampus memang memerlukan contoh praktik langsung. “Kolaborasi ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa bagaimana teori akuntansi dan manajemen diterapkan dalam konteks keberlanjutan,” ujarnya. Ini juga cara UMM menguji relevansi kurikulum Magister Akuntansi, bahwa kampus tak bisa hanya mengajarkan standar pelaporan IFRS. Peran kampus harus memasukkan konteks bisnis yang terus bergerak menuju agenda net-zero. Termasuk tekanan non-financial reporting yang makin kuat di Asia Tenggara. Saat ini TPS sedang mendorong praktik ESG di seluruh lini bisnisnya. Mulai dari efisiensi energi, pengurangan emisi operasional, sampai keselamatan kerja dan program sosial di sekitar pelabuhan. ESG dan Tanggung Jawab Keberlanjutan Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menyebut kegiatan kuliah tamu ini sebagai bagian dari agenda knowledge sharing dan employee engagement. “TPS tidak hanya fokus pada profitabilitas. Kami ingin membangun kesadaran bersama tentang pentingnya praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ucap Erika. Jika di satu sisi, pelabuhan adalah urat nadi logistik nasional, maka keberlanjutan adalah parameter baru daya saing dan tata kelola pelabuhan. Melalui kuliah tamu di UMM, TPS sedang mengirim pesan, masa depan akuntansi di Indonesia tidak lagi netral terhadap isu lingkungan dan sosial.

Berangkat ke Dubai, Begini Kontribusi Dosen UMM di Konferensi Bahasa Arab

Bahasa Arab menjadi bahasa global dunia, hal ini lantaran banyak dari penutur yang menggunakan bahasa Arab baik untuk komunikasi, pembelajaran, bisnis, dan lainnya. Hal itu pula yang mendorong Dr. Achmad Tito Rusady, S.S., M.Pd salah satu dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk berkontribusi dalam konferensi bahasa Arab internasional yang ke-11 di Dubai, Uni Emirat Arab, 22-24 Oktober lalu. Konferensi ini diikuti lebih dari 85 negara dengan menghadirkan hampir 800 makalah penelitian, yang dipresentasikan dalam 122 sesi ilmiah secara luring atau offline. Tito sapaan akrabnya, menuturkan bahwa konferensi ini ia ikuti atas sebuah tulisan karyanya yang menarik. Yakni hasil dari konferensi internasional bahasa Arab ke 10 tahun lalu. Sehingga ia turut mencoba unjuk materi dalam kegiatan konferensi ke-11 ini. Pada kesempatan tersebut, karya buku ‘Belajar Bahasa Arab dari Bacaan Sholat’ yang ditulisnya mendapat banyak apresiasi. Termasuk dari dua pemakalah asal Bangladesh. Bahkan mereka meminta buku dan makalah untuk diterapkan di negara mereka. Berbagai metode dan isi dalam dalma bukunya menjadi sudut pandang baru bagi mereka. “Alhamdulillah dapat kesempatan untuk upgrade diri dalam penelitian di kancah internasional secara offline di luar negeri. Biasanya selama ini ikut secara online atau offline tapi dalam negeri. Tentu agenda ini punya kesan tersendiri yang unik dan mendalam,” katanya. Tentu dengan pengalaman yang langka ini menambah pengalaman yang luar biasa bagi dosen terkait, institusi, dan bisa berbagi pengalaman dan motivasi untuk para mahasiswa nantinya. Selain itu, ia juga berpesan kepada para pembelajar bahasa Arab agar menguasai bahasa Arab fushah baik lisan maupun tulisan karena memudahkan seseorang untuk komunikasi antar negara Arab maupun non Arab, di samping bahasa fushah juga digunakan dalam aktivitas ibadah sehari-hari umat Islam. Raihan ini menjadi torehan sepak terjang dari para dosen PBA, termasuk Tito. Ia berharap dengan keikutsertaannya dapat menambah kebermanfaatan dan keberkahan untuk banyak pihak. Termasuk perkembangan Bahasa Arab di Indonesia. (*/wil)

Kisah Kang Jay, Alumnus UMM yang Bangun Jaringan Psikologi Profesional Se-Indonesia

HALLO MALANG – Berawal dari pengalaman menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil mengubah ide sederhana menjadi bisnis besar di bidang psikologi. Platform edukasi yang ia rintis, Catatan Psikologi, kini tumbuh menjadi perusahaan berskala nasional yang melayani klien individu hingga korporasi. Jainal Ilmi, atau akrab disapa Kang Jay, menamatkan studi S1 Psikologi di UMM pada 2017 dan melanjutkan Magister Profesi Psikologi hingga lulus pada 2021. Ia mengungkapkan, ide mendirikan Catatan Psikologi muncul setelah mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur. Di sana, ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, salah satunya dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mengelola akun dakwah populer di Instagram. “Waktu itu saya melihat akun tersebut bermanfaat sekali. Dari situ saya berpikir bahwa psikologi juga bisa dibuat seperti itu, menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenangnya. Sepulang ke Indonesia, Jainal tidak membiarkan ide itu berhenti di kepala. Pada Agustus 2017, ia mulai merintis Catatan Psikologi lewat akun Instagram sederhana. Niat awalnya hanya satu: berbagi manfaat. Namun sambutan positif dari warganet membuatnya semakin serius mengembangkan platform ini. Pada masa awal, semua pekerjaan ia tangani sendiri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga menanggapi komentar pengikut. Seiring waktu, upayanya mulai berbuah. Memasuki tahun kedua, Jainal mulai mengajak beberapa mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkatnya, untuk bergabung. Bersama tim kecil itu, Catatan Psikologi berkembang menjadi komunitas aktif yang mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat. Menjelang pandemi Covid-19, komunitas ini sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang. Saat pandemi melanda, seluruh kegiatan beralih ke format online. Namun bukannya surut, Catatan Psikologi justru bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Kini, platform tersebut berkembang menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia, mengusung nilai utama Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness. Layanannya mencakup konseling daring maupun luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi program, hingga penerbitan buku. Sejumlah perusahaan berskala nasional dari berbagai sektor—mulai dari kesehatan hingga industri teknik—telah menjadi kliennya. Meski kini lebih dikenal sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya. “Sekarang sudah ada orang kepercayaan yang menjalankan operasionalnya, karena saya juga punya pekerjaan tetap,” tuturnya. Meski tak lagi terlibat langsung, Jainal tetap menjadi sosok penting di balik arah dan nilai-nilai perusahaan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi dalam menjaga keberlangsungan bisnis berbasis komunitas. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ujarnya tenang. Menutup perbincangan, Jainal berpesan kepada generasi muda agar tidak terjebak dalam tren semu menjadi “pengusaha muda” atau “founder muda”. “Ambil banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya.

Alumnus UMM Sukses Kembangkan Catatan Psikologi Jadi Perusahaan Nasional

pwmu.co –Berawal dari gagasan sederhana sepulang menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil mengembangkan platform edukasi psikologi hingga menjadi perusahaan berskala nasional. Platform yang ia dirikan, Catatan Psikologi, kini melayani berbagai klien, mulai dari individu hingga korporat. Jainal Ilmi, yang akrab disapa Kang Jay, menyelesaikan studi S1 Psikologi di UMM pada 2017 dan Magister Profesi Psikologi pada 2021. Ia menuturkan, ide mendirikan Catatan Psikologi muncul setelah mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur. Dalam forum tersebut, Jainal bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, salah satunya dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang memiliki akun dakwah di Instagram. “Waktu itu saya melihat akun tersebut sangat bermanfaat. Dari situ saya berpikir, psikologi juga bisa dibuat seperti itu—menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenangnya. Sepulang ke Indonesia, ide itu tidak dibiarkan sekadar menjadi angan. Pada Agustus 2017, Jainal mulai merintis Catatan Psikologi sebagai akun Instagram dengan niat sederhana: memberi manfaat. Tanggapan positif dari para pengikut membuatnya semakin serius mengembangkan platform tersebut hingga akhirnya ia mulai merekrut rekan-rekan kampus untuk bergabung. Pada masa awal, seluruh proses ia kerjakan sendiri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga membalas komentar pengikut. Perlahan, kerja keras itu membuahkan hasil. Memasuki tahun kedua, Jainal mulai mengajak mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkat, untuk bergabung. Dari sinilah Catatan Psikologi tumbuh menjadi komunitas aktif yang rutin mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat. Sebelum pandemi Covid-19, komunitas ini sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang. Saat pandemi melanda, seluruh kegiatan beralih ke ranah daring. Namun, alih-alih berhenti, Catatan Psikologi justru bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Mengusung nilai inti Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness, kini Catatan Psikologi resmi menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia. Perusahaan ini memiliki klien korporat berskala nasional dari berbagai sektor, termasuk kesehatan dan industri teknik. Layanannya mencakup konseling daring dan luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi penyusunan program, hingga penerbitan buku. Meski kini menjabat sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya. “Sekarang sudah ada orang kepercayaan yang menjalankan operasional, karena saya juga memiliki pekerjaan tetap,” ujarnya. Walau tidak lagi terlibat penuh, Jainal tetap menjadi sosok sentral dalam menentukan arah dan nilai-nilai perusahaan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi dalam menjaga keberlangsungan Catatan Psikologi. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ungkapnya tenang. Menutup perbincangan, Jainal berpesan kepada generasi muda agar tidak terjebak dengan tren ‘pengusaha muda’ atau ‘founder muda’. “Kumpulkan banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya. (*)

Mendikdasmen RI Pidato Bahasa Indonesia di UNESCO, Begini Kata Dosen UMM

Jum”at, 7 November 2025 Malangpariwara.com – Hal menarik terjadi di Sidang Umum UNESCO di Samarkand, Uzbekistan, beberapa waktu lalu. Dalam forum internasional itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti menyampaikan pidato perdananya menggunakan Bahasa Indonesia. Peristiwa bersejarah ini menjadi bukti bahwa bahasa nasional Indonesia kini diakui secara resmi di panggung dunia, sekaligus menandai babak baru diplomasi kebahasaan Indonesia di tingkat global. Terkait hal itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan, pengakuan UNESCO terhadap Bahasa Indonesia merupakan tindak lanjut dari Resolusi 42 C/28 yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 UNESCO sejak tahun 2023. Langkah tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang aktif memperjuangkan keberagaman bahasa dan budaya dunia. Maka dari itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM juga terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten dalam bidang pendidikan bahasa serta memiliki kesiapan menjadi tenaga profesional pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Upaya ini sejalan dengan visi UMM untuk mengantarkan bahasa nasional tampil di kancah global sebagai bahasa diplomasi, budaya, dan ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, Krisna, sapaannya, menilai bahwa keputusan UNESCO menjadi bukti keberhasilan diplomasi budaya Indonesia. Ia menegaskan bahwa UMM memandang peristiwa ini bukan hanya sebagai bentuk pengakuan, tetapi juga peluang besar bagi lembaga pendidikan bahasa untuk berperan dalam internasionalisasi bahasa nasional. Ini adalah langkah dan upaya yang sangat baik karena menjadi bagian dari penguatan diplomasi bangsa melalui bahasa dan budaya Indonesia. “Diplomasi bahasa merupakan instrumen penting dalam memperkuat citra bangsa di dunia internasional. Penyebaran Bahasa Indonesia di berbagai negara dapat menumbuhkan pemahaman lintas budaya sekaligus membangun hubungan antarbangsa yang lebih harmonis,” katanya. Ia juga menyebut bahwa langkah UNESCO tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Dalam Pasal 44, undang-undang itu menegaskan pentingnya peningkatan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa implementasi konkret dari kebijakan ini salah satunya diwujudkan melalui pengembangan program BIPA oleh lembaga pendidikan tinggi, termasuk UMM. Melalui program BIPA, pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga media diplomasi budaya. UMM sendiri terus mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan pedagogis, linguistik, dan interkultural yang mumpuni untuk menjadi pengajar bahasa di luar negeri. “Kami ingin lulusan UMM menjadi bagian dari tenaga profesional yang dapat mengajar Bahasa Indonesia di luar negeri, baik melalui program pemerintah maupun kerja sama internasional,” ujarnya. Lebih lanjut, pengakuan UNESCO terhadap Bahasa Indonesia juga mencerminkan meningkatnya minat dunia terhadap pembelajaran bahasa ini. Banyak universitas asing dan komunitas diaspora Indonesia kini membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai bagian dari studi budaya Asia Tenggara. Selain menjadi kebanggaan nasional, penggunaan Bahasa Indonesia di forum UNESCO juga menjadi simbol keberhasilan bangsa dalam menjaga identitas kebahasaan di tengah arus globalisasi. Menurutnya, internasionalisasi bahasa tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada peran aktif perguruan tinggi dalam mencetak tenaga pengajar yang berkualitas. “Kami melihat peluang besar bagi para lulusan fresh graduate untuk menjadi tutor dan pengajar Bahasa Indonesia bagi penutur asing di berbagai belahan dunia. Melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pelatihan pengajaran BIPA, UMM bertekad menjadi pusat pengembangan pendidikan Bahasa Indonesia yang berdaya saing global,” ujarnya. Dengan optimisme bahwa Bahasa Indonesia akan terus memperluas pengaruhnya di dunia internasional. Ia menilai bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi, lembaga bahasa, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan diplomasi kebahasaan di masa depan. Harapannya, Bahasa Indonesia terus mendapatkan ruang yang lebih luas di dunia internasional. (Djoko W)

Dari Kelas ke Komunitas: Praktikum Hukum UMM Hadirkan Sosialisasi SPP-IRT Langsung ke Pelaku UMKM

MALANG, JurnalPost.com – Dalam sebuah langkah nyata menjembatani teori hukum dengan aplikasinya di masyarakat, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UMM) kembali menunjukkan dedikasinya melalui kegiatan sosialisasi. Pada Rabu, 5 November 2025, sebuah tim yang terdiri dari lima mahasiswa berkesempatan melaksanakan sosialisasi Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) secara langsung di kediaman Ibu Enik Ermawati, seorang pelaku usaha di Jl. Gadang Gg. 21C No.60, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian integral dari mata kuliah Praktikum Pendidikan Latihan Kemahiran Hukum 1 (PLKH 1), yang dirancang untuk mengasah kompetensi praktis calon advokat dan konsultan hukum masa depan. Di bawah bimbingan langsung Moh. Risqi Fadjar Romadhani, S.H., selaku Instruktur Laboratorium Hukum FH UM Malang, kelima mahasiswa Fikri Anam (Koordinator), Almanshurin, M. Muchtar Pradika, M. Ihamsyah Maulana, dan Dipta Choir Robbani menjalankan peran sebagai konsultan hukum muda. Sosialisasi dirancang untuk menjawab langsung kendala yang sering dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam hal legalitas produk. Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mencakup: Dasar Hukum yang Mendasari SPP-IRT, memberikan pemahaman tentang urgensi dan kepatuhan terhadap regulasi. Kriteria Lengkap IRT-P yang dapat mendaftar, termasuk penjelasan detail mengenai standar sarana dan prasarana produksi yang harus Klasifikasi Jelas Kategori Pangan, memaparkan produk pangan olahan apa saja yang eligible didaftarkan dan yang tidak, menghindari kesalahan aplikasi. Tahapan atau Alur Pendaftaran SPP-IRT yang dijelaskan secara runtut, mulai dari pengajuan hingga penerbitan sertifikat. Dokumen yang Harus Disiapkan, meliputi syarat label produk, prosedur memperoleh sertifikat penyuluhan, dan dokumen pendukung Demo Langsung dan Tutorial Aplikasi, memandu peserta langkah demi langkah dalam menggunakan sistem OSS (Online Single Submission) ORBA dan aplikasi khusus SPP-IRT, yang sering menjadi titik kesulitan. Lebih dari Sekedar Penyuluhan, Ini adalah Transfer Pengetahuan yang Berdampak. Menurut tim pelaksana, keberhasilan acara ini diukur dari peningkatan pemahaman dan kapasitas Ibu Enik sebagai peserta. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: Pemahaman yang Klir: Materi yang disampaikan secara tatap muka dan dialogis membuat penjelasan kompleks mengenai SPP-IRT menjadi mudah dicerna. Kesadaran Hukum yang Meningkat: Sosialisasi berhasil menegaskan pentingnya dasar hukum dan legalitas produk sebagai bagian dari jaminan keamanan pangan bagi konsumen dan nilai jual produk. Manfaat Praktis Langsung: Ibu Enik tidak hanya paham teori, tetapi juga mendapat panduan konkret untuk segera mengajukan sertifikat Dampak Sosial yang Berkelanjutan: Dengan mematuhi peraturan, pelaku usaha turut serta dalam membangun ekosistem pangan olahan yang aman, halal, dan bertanggung jawab, sehingga memberikan dampak baik yang lebih luas bagi masyarakat. Enik Ermawati, selaku pemilik usaha, menyampaikan apresiasi dan kepuasannya. “Alhamdulillah, sosialisasi tentang SPP-IRT ini dijelaskan dengan sangat baik dan mudah dipahami. Saya yang awalnya bingung dengan proses dan syarat-syaratnya, sekarang menjadi lebih jelas dan percaya diri untuk mengurusnya. Terima kasih banyak kepada tim mahasiswa dan Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah turun langsung membantu kami, pelaku UMKM,” ujarnya dengan semangat. Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen Fakultas Hukum UMM dalam mencetak lulusan yang problem solver dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan clinical legal education seperti dalam mata kuliah PLKH 1, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi ahli hukum, tetapi juga agen perubahan yang peduli dan mampu memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

Terminal Petikemas Surabaya berbagi pengalaman di UMM

JATIM ANTARA NEWS– Terminal Petikemas Surabaya berbagi pengalaman melalui kuliah umum yang disampaikan Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Manajemen Risiko Sapto Wasono Sobagio kepada mahasiswa Program Magister Akuntansi  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Akuntansi berperan penting dalam memastikan implementasi prinsip environmental, social & governance di lingkungan perusahaan,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Minggu. Sapto mengungkapkan peran akuntan kini tidak lagi terbatas pada pencatatan transaksi keuangan tetapi juga dalam pengelolaan risiko, pengambilan keputusan dan penerapan tata kelola yang berkelanjutan. “Melalui pendekatan berbasis data dan transparansi, akuntan berperan dalam membantu manajemen mengambil keputusan yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” tuturnya. Pewarta: Hanif Nashrullah

Universitas Muhammadiyah Malang Raih Penghargaan di Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI VII 2025

SEVIMA.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat regional dengan meraih berbagai penghargaan dalam acara Anugerah Kampus Unggulan (AKU) LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2025. Penghargaan ini diserahkan pada agenda Rapat Kerja Kepala LLDIKTI Se-Indonesia dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VII, yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Mirama Malang pada hari Jum’at, 31 Oktober 2025. Berbagai penghargaan prestisius yang diraih oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) antara lain; Kualitas Pelaporan Terbaik Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan (Akreditasi Institusi A/UNGGUL) Implementasi SPMI Terbaik Pengembangan Kreativitas Mahasiswa Kinerja Penelitian dan Abdimas Perguruan Tinggi Akademik. Pencapaian ini menjadi bukti nyata konsistensi UMM dalam menjaga mutu, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Acara bergengsi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan regional, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Fauzan, M.Pd., Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Prof. Ir. Togar Simatupang, M.Tech., Ph.D., IPU, Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, serta Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. Seluruh rangkaian acara dapat disaksikan secara daring melalui kanal YouTube LLDIKTI7. Kegiatan Rapat Kerja dan Anugerah Kampus Unggulan 2025 ini juga menjadi momentum pemberian apresiasi kepada perguruan tinggi berprestasi di bawah LLDIKTI Wilayah VII. Acara ini terlaksana berkat kolaborasi antara LLDIKTI Wilayah VII dengan berbagai perguruan tinggi mitra di Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah VII menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi, mendorong inovasi dan kolaborasi berkelanjutan, serta memberikan penghargaan kepada kampus yang berkontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Dengan sinergi dan semangat berinovasi, LLDIKTI Wilayah VII optimis mampu menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Sumber: Instagram (ummcampus)