Tim Dosen PGSD UMM Latih Guru Sekolah Indonesia Jeddah Arab Saudi Menulis Cerpen Ilmiah Berbasis Al-Quran- Budaya Indonesia

TABLOIDMATAHATI.COM, JEDDAH– Tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian kepada Masyarakat dalam kegiatan Pelatihan Penulisan Cerpen Ilmiah (Science Fiction) Berbasis Al-Qur’an dan Budaya Indonesia bagi para guru Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, Selasa (8/11) 2025, secara daring. Ketua tim pengabdian dosen PGSD UMM, Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd, M.Pd, mengungkapkan selain dirinya tim dosen yang lain atas nama Murtyas Galuh Danawati, S.Pd, M.Pd, dan Innany Mukhlishina, M.Pd. Tim dosen PGSD UMM sukses menggelar pelatihan Penulisan Cerpen Ilmiah Berbasis Al-Qur’an dan Budaya Indonesia dengan peserta Kepala Sekolah Indonesia Jeddah, sepuluh guru SIJ, tiga dosen PGSD UMM, serta Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi. Dijelaskan Arinta, tujuan pengabdian ini untuk mengembangkan kemampuan literasi para guru melalui kegiatan penulisan cerita ilmiah yang tidak hanya imajinatif, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Indonesia. Bahwa karya sastra dapat menjadi sarana pendidikan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada siswa. “Cerpen ilmiah tidak hanya mengasah imajinasi, tetapi juga menjadi media dakwah dan pembelajaran karakter bagi anak-anak,” ujar Arinta. Saat menyampaikan materi, Arinta menjelaskan topik Teknik Penulisan Cerpen Ilmiah. Apa saja langkah-langkah penulisan, mulai dari menentukan tema, membangun karakter, hingga menyusun alur dan format penulisan yang sesuai dengan pembaca anak usia sekolah dasar. Pemateri lain, Murtyas Galuh Danawati, S.Pd, M.Pd, yang juga tim pengabdian dosen PGSD UMM menyampaikan materi Budaya Indonesia: Kekayaan Tak Ternilai Bangsa. Menekankan pentingnya peran budaya sebagai identitas bangsa sekaligus media pendidikan karakter di tengah arus globalisasi. Tim dosen PGSD UMM yang lain atas nama Innany Mukhlishina, M.Pd, menjelaskan tema Cerpen Ilmiah (Science Fiction). Bahwa cerpen ilmiah merupakan perpaduan antara unsur fiksi dengan konsep sains dan teknologi. Jenis cerita ini mendorong pembaca berpikir kritis dan logis, sekaligus menumbuhkan imajinasi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Selain dari tim dosen PGSD UMM, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PCIM Arab Saudi, Ali Akbar Al Hasan, S.Ag, mengatakan materi “Science dalam Al-Qur’an” bahwa Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan yang menuntun manusia untuk berpikir ilmiah dan meneliti ciptaan Allah, seperti proses kejadian manusia dan penciptaan alam semesta. Di tempat berbeda, Kepala Sekolah Indonesia Jeddah, Maharani, M.Pd, berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi para guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan agama ke dalam proses pembelajaran. Sekedar diketahui, saat sesi penutupan testimoni disampaikan Ali Akbar Al Hasan, S.Ag dan Endah Harum, S.PdI, mengapresiasi pelatihan memberikan wawasan baru bagi para guru dalam memadukan nilai-nilai Al-Qur’an dan budaya Indonesia ke dalam karya sastra yang edukatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Sekolah Indonesia Jeddah mampu menulis dan menghasilkan karya cerpen ilmiah yang inspiratif, edukatif, serta berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Indonesia. (tim pengabdian dosen pgsd umm/don)

Dosen Ekonomi Pembangunan UMM Menilai Redenominasi Langkah Modernisasi Ekonomi, Diimbangi Penguatan Ekonomi Domestik

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Rencana pemerintah menggulirkan redenominasi rupiah, yakni penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah daya beli maupun nilai tukarnya yang direncanakan bertahap pada periode 2025–2029 mendapat tanggapan dari Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, Setyo Wahyu Sulistyono, SE, ME. Menurut  Setyo redenominasi adalah kebijakan strategis, namun harus mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini serta arah kebijakan jangka panjang pemerintah. Redenominasi umumnya dilakukan pada situasi ekonomi yang genting, seperti saat Indonesia pernah mengalami hiperinflasi. Dalam kondisi tersebut, kebijakan ini efektif untuk menstabilkan perekonomian dan memulihkan daya beli masyarakat. “Redenominasi sangat tepat diterapkan ketika terjadi tekanan inflasi tinggi yang menurunkan daya beli masyarakat. Namun untuk kondisi Indonesia saat ini, dimana ekonomi Indonesia masih stabil, kebijakan ini perlu ada catatan dari segi urgensi dan dampaknya,” ujar Setyo. Setyo lantas menjelaskan meski pemerintah menerapkan redenominasi untuk memperkuat daya beli masyarakat, perlu dipastikan apakah kebijakan ini bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Penentuan arah tersebut akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas kebijakan di masa depan. Setyo menilai dampak redenominasi terhadap stabilitas ekonomi nasional kemungkinan tidak terlalu besar dalam jangka pendek. Namun, langkah ini memiliki nilai positif salah satunya memperbaiki persepsi masyarakat terhadap rupiah dan modernisasi ekonomi sehingga dapat menyederhanakan sistem pencatatan keuangan, dan memudahkan transaksi bisnis. Setyo menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi agar redenominasi benar-benar berdampak positif. Diantaranya pemerintah perlu memperkuat ekonomi domestik, menjaga neraca perdagangan tetap positif, dan meningkatkan daya saing agar nilai tukar rupiah semakin stabil. (humas ep umm)

Wujudkan Legalitas dan Keamanan Pangan, Mahasiswi FH UMM Gelar Sosialisasi SPP-IRT untuk Pelaku UMKM Basreng

Malang || RADAR JATIM.CO— Dalam rangka mendukung peningkatan kesadaran hukum dan keamanan pangan di kalangan pelaku usaha kecil, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan sosialisasi terkait Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Kegiatan ini diadakan melalui kunjungan langsung ke UMKM Basreng “Ngemil Dulu” yang baru beroperasi selama dua bulan. Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program Laboratorium Hukum Fakultas Hukum UMM yang berfokus pada _sosialisasi terkait Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)_ . Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan edukasi tentang pentingnya izin edar pangan olahan sebagai langkah awal legalitas usaha sebelum produk dipasarkan secara lebih luas. Lima mahasiswi yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Tamara, Sumayyah, Nabila, Dinan, dan Salsabila, berperan aktif dalam menyampaikan materi terkait manfaat dan prosedur pengurusan SPP-IRT. Mereka menekankan bahwa SPP-IRT tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi jaminan atas mutu dan keamanan produk pangan olahan. Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa SPP-IRT merupakan bentuk perlindungan hukum bagi produsen maupun konsumen. Dengan memiliki sertifikat tersebut, produk pangan akan lebih mudah dipercaya masyarakat dan berpeluang besar untuk masuk ke pasar modern yang menerapkan standar ketat terkait keamanan pangan. Pemilik UMKM Basreng “Ngemil Dulu”, Rizal Ade Candra, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengaku selama ini lebih fokus pada inovasi rasa dan kemasan produk, namun belum mengetahui detail proses perizinan. Sosialisasi ini membantunya memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurus SPP-IRT secara mandiri. Mahasiswi UMM juga memberikan panduan teknis mengenai tata cara pendaftaran SPP-IRT melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Sistem ini memudahkan pelaku usaha untuk memperoleh izin secara cepat dan transparan tanpa perlu mendatangi instansi secara langsung. Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan cara membuat akun OSS, mengisi data usaha, serta mengunggah dokumen yang dibutuhkan, seperti hasil uji laboratorium, denah lokasi produksi, dan label kemasan. Pendekatan praktis ini diharapkan memudahkan pelaku UMKM dalam mengurus legalitas usaha mereka. Selain itu, sosialisasi juga menyoroti pentingnya Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) sebagai salah satu syarat utama sebelum mendapatkan SPP-IRT. Dalam penyuluhan ini, pelaku usaha akan dibekali pengetahuan mengenai higiene sanitasi, pengendalian bahaya pangan, serta praktik produksi yang sesuai dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP). Kegiatan ini menjadi langkah nyata Fakultas Hukum UMM dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi hukum di bidang usaha mikro. Melalui kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha, diharapkan semakin banyak UMKM yang memahami pentingnya legalitas dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Ke depan, _diharapkan program yang di berikan oleh laboratorium fakultas hukum universitas muhammadiyah malang dapat lebih membantu untuk memberikan dan menciptakan ekosistem usaha kecil yang tidak hanya inovatif dan berkualitas_, tetapi juga taat hukum dan berorientasi pada keamanan pangan nasional.