Embik Farm, Bisnis Susu Kambing Mahasiswa UMM yang Tembus KMI Expo

KLIKMU.CO – Bayangkan jika susu kambing yang kerap dihindari karena baunya justru disulap menjadi produk bernilai tinggi, bahkan sukses menarik perhatian pasar internasional. Inilah kisah inspiratif dari Luqman Hakim Arifin, mahasiswa Agribisnis angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bersama timnya, Luqman berhasil mengubah peternakan tradisional menjadi bisnis terintegrasi berkelas nasional. Mereka tidak hanya beternak, tetapi juga merangkai ekosistem wirausaha yang menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus berdampak sosial. Keberhasilan tersebut teruji sejak mendapat pendanaan P2MW pada tahun 2024 dan berlanjut di P2MW 2025. Luqman dan timnya yang beranggotakan lima orang kini terpilih sebagai delegasi UMM dan siap berkompetisi di ajang bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 yang akan diselenggarakan di Universitas Tidar, Magelang, pada 19–21 November 2025. Unit usaha yang mereka kembangkan bernama Embik Eco Green Farm, an Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation. Bisnis ini berawal dari latar belakang keluarga Luqman sebagai peternak kambing pedaging. Namun, Luqman jeli melihat celah pasar. “Latar belakangnya itu dari peternak kambing biasa, yang fokusnya di pedaging saja, jualnya per ekor. Hal ini pula yang mengarahkan fokus kami pada kambing perah jenis Savera dan Etawa,” ujar Luqman. Luqman dan tim mengembangkan tiga lini produk unggulan yang berorientasi pada kesehatan dan lingkungan. Produk utamanya adalah Susu Kambing Tinggi Omega 3. Inovasi ini merupakan hasil riset pakan khusus untuk kambing perah Savera, yang memberikan nilai fungsional sebagai produk kesehatan premium. “Kandungan dari susu kambing itu empat kali lipat dari susu sapi,” tegas Luqman. Kandungan premium ini membuat susu mereka direkomendasikan dokter untuk terapi penyakit organ dalam, seperti paru-paru dan jantung. Mereka juga berhasil menghilangkan bau prengus melalui proses khusus, bahkan mengembangkannya menjadi es krim susu. Produk kedua Embik Eco Green Farm adalah kambing unggul jenis Senduro, Kaligesing, Jawa, dan Boer, hasil pembibitan berkualitas dengan genetik terbaik. Keempat ras ini dikenal memiliki postur besar, produktivitas tinggi, dan daya tahan kuat, menjadikannya pilihan ideal untuk pengembangan peternakan dalam bidang penggemukan dan peranakan. Sementara produk ketiga adalah pupuk organik padat dan cair yang memanfaatkan kotoran kambing, diolah dan diperkaya kalium dari serabut kelapa, efektif untuk urban farming. Secara bisnis, Embik Farm menunjukkan pertumbuhan signifikan. Omzet kotor dari tiga lini produk mereka kini mencapai hampir dua digit per bulan, didukung enam titik reseller di Kabupaten Malang. Sejalan dengan namanya, aspek sosial menjadi prioritas utama. Mereka menjalankan program Disability Friendly secara konsisten, mengalokasikan kelebihan produksi susu untuk lansia dan keluarga disabilitas di desa, serta memberdayakan warga setempat—termasuk yang memiliki keterbatasan mental—untuk membantu operasional kandang. Lebih jauh, tim ini telah memulai langkah awal memperluas jangkauan hingga pasar internasional melalui pengembangan website bisnis mereka. Menurut Luqman, dosen pembimbing Dr Akhis Soleh Ismail SPt memiliki peran penting dalam memberikan mentoring bulanan. UMM juga terus menyediakan fasilitas terbaik agar mahasiswanya bisa mengembangkan potensi. Luqman menilai Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) menjadi katalis bagi mahasiswa untuk berani berbisnis. “P2MW ini sangat-sangat berpeluang. Kita didanai, diberi hadiah uang jutaan, belasan juta, bahkan puluhan juta untuk meningkatkan bisnis individu mahasiswa tanpa risiko. Jadi jangan pernah takut mencoba,” ujarnya. (Wildan/AS)

Dari Kampus Putih ke Meja Hijau, Kisah Asep Jadi Hakim di Kepulauan Riau

KLIKMU.CO – Dunia peradilan kerap menjadi muara akhir bagi lulusan hukum. Namun, siapa sangka profesi mulia sebagai hakim justru bukan cita-cita utama Mohamad Asep, alumnus Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016. Kini, setelah sekitar lima bulan bertugas di Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, ia justru menemukan keseruan tersendiri dalam menangani beragam perkara, mulai harta bersama, waris, hingga kasus perceraian yang unik terkait pencabutan hak asuh anak. Lulusan Kampus Putih tahun 2020 ini bercerita bahwa niat menjadi hakim baru muncul menjelang wisuda. Sebelumnya, ia lebih tertarik pada dunia akademik dan kepenulisan. Tak heran, ia sempat magang di Jurnal Ulumuddin program studinya. Namun, kesempatan mencoba jalur peradilan datang di saat akhir. “Muncul pikiran untuk menjadi hakim itu ya mungkin di akhir-akhir masa wisuda. Karena ada informasi penerimaan hakim, kayaknya perlu dicoba. Seperti apa sih dunia peradilan itu, khususnya jadi seorang hakim?” kenang Asep. Perjalanannya menuju kursi hakim terbilang panjang. Setelah lulus pada 2020 — di tengah pandemi Covid-19 sehingga ujian skripsinya dilakukan secara daring — Asep sempat magang selama tiga bulan di Jurnal Ulumuddin. Setelah itu, ia fokus mempersiapkan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sambil mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Ia mengikuti seleksi CPNS dua kali di Jakarta, meliputi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang mencakup wawancara kompetensi dan wawancara bahasa Inggris. Lolos sebagai CPNS dengan formasi Analis Perkara Peradilan (APP), Asep ditempatkan di Pengadilan Agama Natuna selama satu tahun sepuluh bulan. Formasi APP angkatan 2021 memang diproyeksikan menjadi calon hakim. Setelah berstatus PNS, ia kembali mengikuti seleksi calon hakim, termasuk tes kompetensi bidang Pengadilan Agama dan psikotes. Lulus dari tahap tersebut, Asep menjalani magang di Pengadilan Agama Kota Malang selama satu tahun tiga bulan, sebelum akhirnya ditugaskan sebagai hakim di Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun. Wilayah Kepulauan Riau yang padat penduduk ini menghadirkan variasi perkara yang menantang. “Setiap hari kami belajar hal baru dari dinamika masyarakat yang beragam,” ujarnya. Menutup kisahnya, Asep berpesan kepada mahasiswa UMM untuk terus meningkatkan kualitas diri. “Fokuslah pada peningkatan kualitas diri agar kita benar-benar layak menjalani profesi saat ini maupun di masa depan. Asah terus critical thinking dan gunakan dalam berbagai aspek kehidupan,” pesannya. (Wildan/AS)

Susu Kambing Bebas Prengus dari Mahasiswa UMM Tembus KMI Expo 2025

Kota Malang, Bhirawa Susu kambing yang dulu identik dengan bau prengus kini justru menjadi produk premium bernilai tinggi dan diminati pasar internasional. Inovasi ini datang dari tangan kreatif Luqman Hakim Arifin, mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023. Melalui unit usaha bernama Embik Eco Green Farm,Luqman bersama timnya berhasil mengubah peternakan tradisional menjadi bisnis terintegrasi yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga berdampak sosial dan ramah lingkungan. Berawal dari latar belakang keluarga peternak kambing pedaging, Luqman melihat peluang besar di sektor susu kambing. Ia mulai mengembangkan kambing perah jenis Savera dan Etawa, serta menciptakan pakan khusus yang meningkatkan kandungan Omega 3 pada susu. Hasilnya, lahirlah produk unggulan Susu Kambing Tinggi Omega 3, yang diklaim memiliki kandungan empat kali lipat lebih tinggi dibanding susu sapi. Tidak hanya bergizi, susu ini juga melalui proses pengolahan khusus sehingga bebas bau prengus dan bahkan diolah menjadi es krim susu kambing yang mulai digemari pasar. “Susu ini sudah direkomendasikan dokter untuk terapi paru-paru dan jantung. Kami ingin masyarakat melihat susu kambing bukan sebagai alternatif, tapi sebagai produk kesehatan premium,” jelas Luqman. Selain susu kambing premium, Embik Farm juga memiliki dua lini bisnis lainnya,yakni Pembibitan Kambing Unggul – mencakup ras Senduro, Kaligesing, Jawa, dan Boer, yang memiliki postur besar dan daya tahan tinggi. Ada juga produk pupuk organik padat dan cair diolah dari kotoran kambing dan serabut kelapa, cocok untuk kebutuhan urban farming dan pertanian berkelanjutan. Dengan tiga lini produk ini, Embik Farm berhasil mencatat omzet mendekati dua digit per bulan dan memiliki enam titik reseller aktif di Kabupaten Malang. Sesuai namanya, Embik Farm juga menekankan konsep Disability Friendly Business. Tim Luqman rutin mengalokasikan hasil produksi susu untuk lansia dan keluarga disabilitas, serta memberdayakan warga sekitar-termasuk penyandang disabilitas mental-untuk terlibat dalam operasional kandang. Kini, mereka juga tengah mengembangkan website bisnis untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional. Kiprah Embik Farm semakin diakui setelah sukses meraih pendanaan P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) pada 2024 dan 2025. Prestasi tersebut mengantarkan tim ini sebagai delegasi UMM di ajang KMI Expo XVI 2025 yang akan digelar di Universitas Tidar, Magelang, pada 19-21 November mendatang. Luqman mengaku pencapaian ini tak lepas dari dukungan dosen pembimbing, Dr. Akhis Soleh Ismail, S.Pt., serta fasilitas kewirausahaan yang disediakan kampus. Ia pun mendorong mahasiswa lain agar berani memulai bisnis. “P2MW itu peluang besar. Kita didanai tanpa risiko, bahkan bisa dapat belasan hingga puluhan juta untuk mengembangkan usaha. Jadi jangan pernah takut mencoba,” pesan Luqman. [mut.wwn]

PGSD UMM Beri Kunci Sukses Wujudkan Guru SD Motivatif-Inspiratif

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Momentum hari pahlawan (10/11) 2025 bertempat di aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) FKIP UMM menggelar kuliah perdana tematik Motivasi sebagai Kunci Sukses : Menyambut Perjalanan menjadi Guru SD yang Menggerakkan Siswa. Kegiatan ini diikuti seluruh mahasiswa PGSD angkatan 2025. Dalam materinya berjudul Growth Mindset: Burnout vs Atomic Habits, Dr. Kuncahyono, M.Pd, sebagai motivator sekaligus nara sumber membuka paparan melalui kutipan A Good Beginning is a Half Done bahwa ketika kita memulai sesuatu dengan baik itu artinya kita sudah menyelesaikan setengah perjalanan. Menurut Kuncahyono growth mindset merupakan keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui usaha, latihan, dan proses belajar. Konsep yang diperkenalkan oleh Carol Dweck ini ditekankan sebagai fondasi penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perjalanan akademik. Kuncahyono mengajak mahasiswa membedakan antara growth mindset dan fixed mindset. Dalam hal ini mahasiswa diajak memahami bahwa individu dengan fixed mindset cenderung lebih mudah mengalami burnout karena melihat kegagalan sebagai bukti kekurangan diri, bukan sebagai peluang belajar. Data menunjukkan sekitar 80 persen individu dengan fixed mindset mengalami tingkat kelelahan akademik lebih tinggi, terutama karena tekanan untuk selalu tampil sempurna dan enggan meminta bantuan. Sedangkan burnout dalam dunia akademik dijelaskan Kuncahyono terkait gejala, penyebab, serta dampaknya terhadap proses belajar mahasiswa. Oleh sebab itu perlunya mahasiswa mengenali batas diri, mengelola stres, dan membangun pola pikir positif agar dapat mempertahankan kesehatan mental dan motivasi belajar. Closing materi Kuncahyono menjelaskan konsep Atomic Habits James Clear. Mahasiswa diperkenalkan prinsip perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sebagai langkah efektif menciptakan transformasi besar dalam kehidupan. Mahasiswa sejak awal harus menghentikan kebiasaan buruk, membangun kebiasaan baru yang produktif, serta menjaga keberlanjutan melalui disiplin dan komitmen. Nah,  motivator terbaik Atomic Habits adalah diri sendiri. Pemateri berikutnya Dr. Duhwi Indartiningsih, M.Pd, menyampaikan materi berjudul Guru Inspiratif. Sebelum pembahasan materi peserta terlebih dulu ice breaking agar semangat mengikuti kuliah perdana. Ada empat model kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran, serta melakukan evaluasi secara tepat. Kompetensi kepribadian ditekankan sebagai fondasi moral dan karakter yang mencerminkan keteladanan dan integritas seorang pendidik. Berikutnya, kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan kurikulum dan materi pelajaran secara luas dan mendalam, termasuk pemahaman terhadap karakteristik peserta didik di berbagai jenjang. Kompetensi ini mengarah pada ciri-ciri Guru Inspiratif yang meliputi pembelajar aktif, kreatif, disiplin, dan memiliki totalitas dalam menjalankan tugas. Sedangkan kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan guru berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan berbagai pihak. Kompetensi ini menjadi modal guru inspiratif berperan sebagai pendorong perubahan, penggerak lingkungan belajar, serta pribadi yang ikhlas dan mampu menjadi teladan. Karakter lain yang ditekankan meliputi kemampuan memotivasi, memberikan pengaruh positif, serta membangun hubungan yang penuh kepedulian, berbagi, dan saling percaya. Selain itu dari sudut pandang siswa, guru inspiratif digambarkan sebagai sosok yang dirindukan, penyayang, peka-empatik, mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, dan menghadirkan banyak kejutan positif. Guru inspiratif tidak hanya mengajar, sekaligus menumbuhkan semangat serta rasa percaya diri peserta didik. Saat closing materi, Duhwi Indartiningsih berpesan agar para peserta terus berproses, memperkaya pengalaman, dan meraih kesuksesan sebagai guru yang baik dan dicintai. Be good Teacher, Be a beloved Teacher guru yang baik adalah guru yang dicintai. Bahwa menjadi guru inspiratif merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan dan komitmen. Sekedar diketahui saat opening kegiatan mahasiswa PGSD UMM menampilkan tari kreasi tanda calon guru SD harus multitasking. Dilanjutkan sambutan Kaprodi PGSD UMM, Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd. Selama kegiatan berlangsung peserta antusias dan interaktif. (red/eaf/don)

Mahasiswa FH UMM Sosialisasi SPP-IRT Pada Pelaku Usaha Pangan Rumahan

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) yang tergabung dalam kelompok kegiatan Pelatihan dan Pendidikan Keterampilan Hukum (PLKH) menggelar sosialisasi pengenalan dan pendampingan pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) bagi pelaku usaha. Hal ini dijelaskan salah satu anggota kelompok Adinda Safa, Kamis, 6 November 2025. Menurut Adinda Safa, selain dirinya sosialisasi dilakukan semua anggota PLKH atas nama Fina Dewi, Shanata Adinia, Maya Dwi, dan Intan Septi. Sosialisasi diselenggarakan di tempat produksi pelaku usaha di Jalan Gadang 15 (potong rambut sandy) Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kegiatan tersebut bentuk kepedulian mahasiswa FH UMM terhadap pelaku UMKM khususnya pelaku usaha pangan rumahan, agar semakin memahami pentingnya legalitas usaha dan keamanan produk pangan yang dipasarkan ke masyarakat. Menurut Adinda Safa, kegiatan ini merupakan salah satu Program dari Laboratorium Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang sebagai implementasi mata kuliah Pendidikan dan Latihan Kemahiran Hukum (PLKH) 1 di bawah bimbingan dosen Cindy Monique, SH, MH. Dalam pelaksanaannya, kegiatan PLKH 1 ini dikemas dalam bentuk sosialisasi dan dialog interaktif yang mudah dipahami oleh pelaku usaha. Mahasiswa FH UMM menjelaskan tentang SPP-IRT, dasar hukumnya, manfaat kepemilikan sertifikat tersebut bagi pelaku usaha, serta pengaruhnya terhadap kepercayaan konsumen. Peserta diperkenalkan tahapan pengurusan SPP-IRT, mulai dari persyaratan administrasi, kelayakan sarana produksi, hingga proses pengajuan ke instansi terkait. Anggota kelompok PLKH FH UMM yang lain, Fina Dewi, menjelaskan sosialisasi ini pada salah satu pelaku usaha pangan rumahan, yaitu produk Makaroni Mayangsari milik Bapak Rizky Dian Arisandy di Jalan Gadang gang 15 (potong rambut sandy) Kecamatan Sukun, Kota Malang. Materi sosialisasi terkait tahapan pengurusan SPP-IRT, sekaligus berdiskusi dengan pelaku usaha tentang kondisi usaha, proses produksi, kebersihan peralatan, pengemasan produk, serta kesiapan usaha untuk berproses menuju pengurusan izin SPP-IRT. Sehingga pemilik usaha dapat melihat secara nyata aspek-aspek yang perlu ditingkatkan agar memenuhi standar keamanan pangan. Selama kegiatan berlangsung, kata Maya Dwi, pemilik usaha sangat antusias membuka diri terhadap berbagai masukan yang diberikan oleh mahasiswa FH UMM. Termasuk menerima bantuan mahasiswi FH UMM terkait gambaran label produk yang sesuai, pentingnya mencantumkan informasi yang benar pada kemasan, serta manfaat jangka panjang ketika usaha telah memiliki SPP-IRT, baik dari sisi kepercayaan konsumen maupun peluang pemasaran yang lebih luas. “Kami berharap kegiatan PLKH ini menjadi langkah awal bagi Makaroni Mayangsari untuk memiliki SPP-IRT dan menjadi contoh bagi pelaku usaha pangan rumah tangga lainnya di wilayah Sukun dan Kota Malang,” ujar Maya Dwi. Sekedar diketahui, berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi resmi pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pendampingan pengurusan SPP-IRT oleh mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang. (tim mahasiswa plkh fh umm/don)

Embik Farm, Inovasi Keren Mahasiswa UMM yang Lolos KMI Expo

MALANG POST – Bayangkan jika susu kambing yang kerap dihindari karena baunya, justru disulap menjadi produk bernilai tinggi, bahkan sukses menarik perhatian pasar internasional. Inilah kisah inspiratif dari Luqman Hakim Arifin, mahasiswa Agribisnis angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bersama timnya, Luqman berhasil mengubah peternakan tradisional menjadi bisnis terintegrasi berkelas nasional. Mereka tidak hanya berternak, tetapi juga merangkai ekosistem wirausaha yang menghasilkan produk bernilai tambah, sekaligus membawa dampak sosial. Keberhasilan tersebut, teruji sejak mendapat pendanaan P2MW pada tahun 2024 dan kembali berlanjut di P2MW 2025, membawa Luqman dan timnya yang beranggotakan lima orang terpilih sebagai delegasi UMM. Mereka kini siap berkompetisi di panggung bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 yang akan diselenggarakan di Universitas Tidar, Magelang, pada 19-21 November 2025. Unit usaha yang mereka kembangkan bernama Embik Eco Green Farm an Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation. Bisnis ini berawal dari latar belakang keluarga Luqman sebagai peternak kambing pedaging. Namun, Luqman jeli melihat celah pasar. “Latar belakangnya itu dari peternak kambing biasa, yang di mana fokusnya itu di pedaging saja, jualnya per ekor per ekor. Hal ini pula yang mengarahkan fokus kamu pada kambing perah jenis Savera dan Etawa,” ujar Luqman. Lukman dan tim mengembangkan tiga lini produk unggulan yang berorientasi pada kesehatan dan lingkungan. Bintang utamanya adalah Susu Kambing Tinggi Omega 3. Inovasi ini adalah hasil riset pakan khusus untuk kambing perah Savera, memberikan nilai fungsional sebagai produk kesehatan premium. “Kandungan dari susu kambing itu empat kali lipat dari susu sapi,” tegas Luqman. Kandungan premium ini membuat susu mereka direkomendasikan dokter untuk terapi penyakit organ dalam, seperti paru-paru dan jantung. Mereka juga berhasil menghilangkan bau prengus melalui proses khusus, bahkan mengembangkannya menjadi es krim susu. Produk kedua Embik Eco Green Farm adalah kambing unggul jenis Senduro, Kaligesing, Jawa dan Boer, hasil pembibitan berkualitas dengan genetik terbaik. Keempat ras ini dikenal memiliki postur besar, produktivitas tinggi, dan daya tahan kuat, menjadikannya pilihan ideal untuk pengembangan peternakan dalam bagian penggemukan dan peranakan. Sementara produk ketiga, pupuk organik padat dan cair, memanfaatkan kotoran kambing yang diolah dan diperkaya kalium dari serabut kelapa, efektif untuk urban farming. Secara bisnis, Embik Farm menunjukkan pertumbuhan. Omzet kotor tiga lini produk mereka kini mencapai angka hampir dua digit per bulan, didukung enam titik reseller di Kabupaten Malang. Sejalan dengan nama usahanya, aspek sosial menjadi prioritas. Mereka menjalankan program Disability Friendly secara konsisten. Mereka mengalokasikan kelebihan produksi susu untuk lansia dan keluarga disabilitas di desa, serta memberdayakan warga setempat, termasuk yang memiliki keterbatasan mental, untuk membantu operasional kandang. Lebih jauh, tim ini telah memulai langkah awal untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke pasar internasional melalui pengembangan website bisnis mereka. Menurut Luqman, dosen pembimbing yakni Dr. Akhis Soleh Ismail, S.Pt., memiliki peran penting dalam memberikan mentoring bulanan. Termasuk UMM yang terus menyediakan fasilitas terbaik agar mahasiswanya bisa mengembangkan potensi. Luqman juga menyoroti bagaimana Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) menjadi katalis dan berpesan. “P2MW ini sangat-sangat berpeluang, kita didanai, diberi hadiah uang jutaan, belasan juta, puluhan juta hanya diberi untuk meningkatkan bisnis individu mahasiswa, tanpa risiko, jadi jangan pernah takut mencoba” ujarnya. (*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Wujudkan Legalitas dan Keamanan Pangan, Mahasiswi FH UMM Gelar Sosialisasi SPP-IRT untuk Pelaku UMKM Basreng

Malang || RADAR JATIM.CO— Dalam rangka mendukung peningkatan kesadaran hukum dan keamanan pangan di kalangan pelaku usaha kecil, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan sosialisasi terkait Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Kegiatan ini diadakan melalui kunjungan langsung ke UMKM Basreng “Ngemil Dulu” yang baru beroperasi selama dua bulan. Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program Laboratorium Hukum Fakultas Hukum UMM yang berfokus pada _sosialisasi terkait Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)_ . Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan edukasi tentang pentingnya izin edar pangan olahan sebagai langkah awal legalitas usaha sebelum produk dipasarkan secara lebih luas. Lima mahasiswi yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Tamara, Sumayyah, Nabila, Dinan, dan Salsabila, berperan aktif dalam menyampaikan materi terkait manfaat dan prosedur pengurusan SPP-IRT. Mereka menekankan bahwa SPP-IRT tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi jaminan atas mutu dan keamanan produk pangan olahan. Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa SPP-IRT merupakan bentuk perlindungan hukum bagi produsen maupun konsumen. Dengan memiliki sertifikat tersebut, produk pangan akan lebih mudah dipercaya masyarakat dan berpeluang besar untuk masuk ke pasar modern yang menerapkan standar ketat terkait keamanan pangan. Pemilik UMKM Basreng “Ngemil Dulu”, Rizal Ade Candra, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengaku selama ini lebih fokus pada inovasi rasa dan kemasan produk, namun belum mengetahui detail proses perizinan. Sosialisasi ini membantunya memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurus SPP-IRT secara mandiri. Baca Juga :  Tingkatkan Layanan Pendidikan, Bu Min Bersama Kadispendik S. Haryanto Lakukan Pembinaan Pada Kasek SMPN se Kabupaten Gresik Mahasiswi UMM juga memberikan panduan teknis mengenai tata cara pendaftaran SPP-IRT melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Sistem ini memudahkan pelaku usaha untuk memperoleh izin secara cepat dan transparan tanpa perlu mendatangi instansi secara langsung. Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan cara membuat akun OSS, mengisi data usaha, serta mengunggah dokumen yang dibutuhkan, seperti hasil uji laboratorium, denah lokasi produksi, dan label kemasan. Pendekatan praktis ini diharapkan memudahkan pelaku UMKM dalam mengurus legalitas usaha mereka. Selain itu, sosialisasi juga menyoroti pentingnya Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) sebagai salah satu syarat utama sebelum mendapatkan SPP-IRT. Dalam penyuluhan ini, pelaku usaha akan dibekali pengetahuan mengenai higiene sanitasi, pengendalian bahaya pangan, serta praktik produksi yang sesuai dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP). Kegiatan ini menjadi langkah nyata Fakultas Hukum UMM dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi hukum di bidang usaha mikro. Melalui kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha, diharapkan semakin banyak UMKM yang memahami pentingnya legalitas dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Ke depan, _diharapkan program yang di berikan oleh laboratorium fakultas hukum universitas muhammadiyah malang dapat lebih membantu untuk memberikan dan menciptakan ekosistem usaha kecil yang tidak hanya inovatif dan berkualitas_, tetapi juga taat hukum dan berorientasi pada keamanan pangan nasional.

Prodi Ekonomi Syariah UMM Perkuat Kerjasama Mitra, Tingkatkan Keterserapan Kerja-Wujudkan Entrepreneur Muda

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Usai dilantik sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos UMM), Mochammad Novi Rifa’i, S.HI, MA, ME, mengungkapkan rencana program yang akan dilaksanakan selama periode kepemimpinannya nanti 2025-2029. Apa saja program tersebut?  Mochammad Novi Rifa’i disapa ustadz Novi Rifa’i karena Prodi Ekos UMM beberapa waktu lalu sudah meraih akreditasi Unggul, maka akan terus ditingkatkan dengan kerja sama sejumlah lembaga di dalam negeri maupun di luar negeri. Kerja sama ini untuk menjembatani mahasiswa terserap kerja, harapannya lulus langsung kerja. Untuk mewujudkan program tersebut, ustadz Novi Rifa’i, juga rencana pengembangan kurikulum dan memperbanyak praktikum-praktikum khususnya yang related di perusahaan mahasiswa tempat magang kerja. Menariknya, ustadz Novi Rifa’i mengungkapkan meskipun Prodi Ekos UMM belum memiliki brand Center of Excellence (CoE) namun beberapa kegiatan dan aktifitas praktikum sudah kerja sama dengan perbankan dan perusahaan fintech untuk mahasiswa magang. Sehingga memiliki peluang untuk direkrut kerja di lembaga-lembaga tersebut. Keterserapan mahasiswa kerja ini, lanjut ustadz Novi Rifa’i tentu saja akan berimbas pada peningkatan jumlah penerimaan mahasiswa baru. Selain itu langkah memperkuat internal prodi seperti fasilitas, layanan kepada mahasiswa, serta mengoptimalkan komunikasi eksternal dalam bentuk sosialisasi profil Prodi Ekos UMM ke sejumlah sekolah, pondok pesantren dan semisalnya. Bahkan Prodi Ekos UMM sudah memiliki data lembaga pendidikan yang sudah menjadi mitra penerimaan mahasiswa baru setiap tahun. “Nah ke depan kami akan lebih memperkuat silaturahim dengan sekolah dan pesantren  yang sudah bermitra dengan kami dalam penerimaan mahasiswa baru, sekaligus memperluas kepada sekolah dan pesantren di sekitarnya,” ujar anggota Corps Muballigh Muhammadiyah (CMM) ini. Dari rencana program tersebut, ustadz Novi Rifa’i berharap setelah atau sebelum lulus mahasiswa Prodi Ekos UMM sukses berkarir maupun wirausaha di berbagai bidang. Hal ini terbukti dari data tracking alumni Prodi Ekos UMM mahasiswanya banyak diterima kerja di beberapa lembaga perbankan dan industry ketika melaksanakan magang kerja. Bahkan sekarang sudah ada mahasiswa semester tujuh yang sukses menciptakan lapangan kerja dengan memiliki sekitar 50 karyawan dari usaha yang dikelolanya. (humas/don)

Inovasi Mahasiswa UMM: Bau Prengus Hilang, Susu Kambing Jadi Terapi Kesehatan

Malang (beritajatim.com) – Susu kambing yang identik dengan bau prengus berhasil disulap oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi produk kesehatan premium bernilai tinggi. Melalui inovasi ‘Embik Eco Green Farm,’ Luqman Hakim Arifin dan tim tidak hanya menciptakan susu kambing tinggi Omega 3, tetapi juga membangun bisnis terintegrasi yang memberdayakan kelompok difabel. Inovasi ini terbukti sukses mengantarkan tim yang terdiri dari lima mahasiswa UMM tersebut lolos sebagai delegasi untuk berkompetisi di Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025. Ajang bergengsi ini digelar di Universitas Tidar, Magelang, pada 19-21 November 2025. Bintang utama dari bisnis yang telah meraih pendanaan P2MW selama dua tahun berturut-turut (2024-2025) ini adalah Susu Kambing Tinggi Omega 3. Luqman Hakim Arifin, mahasiswa Agribisnis UMM angkatan 2023, menjelaskan bahwa inovasi utamanya terletak pada pakan khusus untuk kambing perah jenis Savera. Riset pakan ini menghasilkan susu dengan nilai fungsional yang jauh melampaui susu biasa. “Kandungan dari susu kambing itu empat kali lipat dari susu sapi,” tegas Luqman pada beritajatim.com, Kamis (13/11/2025). Hebatnya, melalui proses khusus, mereka berhasil menghilangkan total bau prengus yang selama ini menjadi keluhan utama konsumen. Inovasi ini bahkan dikembangkan lebih lanjut menjadi produk turunan berupa es krim susu kambing. Kandungan premium dan hilangnya bau tak sedap membuat produk mereka kini direkomendasikan oleh dokter sebagai susu terapi untuk membantu pemulihan penyakit organ dalam, seperti paru-paru dan jantung. Bisnis yang bernama lengkap “Embik Eco Green Farm an Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation” ini berawal dari latar belakang keluarga Luqman sebagai peternak kambing pedaging. “Latar belakangnya itu dari peternak kambing biasa, yang di mana fokusnya itu di pedaging saja, jualnya per ekor per ekor. Hal ini pula yang mengarahkan fokus kami pada kambing perah jenis Savera dan Etawa,” ujar Luqman. Kini, bisnis mereka tidak hanya berfokus pada susu. Embik Farm mengembangkan tiga lini produk unggulan, yaitu Susu Kambing Tinggi Omega 3, produk utama yang berfokus pada kesehatan. Kemudian ada kambing unggul, pembibitan kambing berkualitas dari ras Senduro, Kaligesing, Jawa, dan Boer yang dikenal produktif dan berpostur besar. Selain itu ada pupuk organik, pemanfaatan kotoran kambing yang diolah menjadi pupuk padat dan cair, diperkaya kalium dari serabut kelapa yang efektif untuk urban farming. Secara bisnis, Embik Farm menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Omzet kotor dari ketiga lini produk mereka kini telah mencapai angka hampir dua digit per bulan, didukung oleh enam titik reseller yang tersebar di Kabupaten Malang. Sejalan dengan nama usahanya, aspek sosial menjadi prioritas utama. Mereka menjalankan program Disability Friendly secara konsisten. “Kelebihan produksi susu kami alokasikan untuk lansia dan keluarga disabilitas di desa,” jelas Luqman. Selain itu, mereka juga aktif memberdayakan warga setempat, termasuk yang memiliki keterbatasan mental, untuk membantu dalam operasional kandang. Keberhasilan ini, menurut Luqman, tidak lepas dari bimbingan intensif dosen pembimbing, Dr. Akhis Soleh Ismail, S.Pt., serta fasilitas yang disediakan oleh UMM. Ia juga menyoroti program P2MW sebagai katalis utama bisnisnya. “P2MW ini sangat-sangat berpeluang, kita didanai diberi hadiah uang jutaan hanya untuk meningkatkan bisnis individu mahasiswa, tanpa risiko, jadi jangan pernah takut mencoba,” pungkasnya. (dan/ted)

Ada Panggung Seni hingga Wahana Edukatif, UMM Day Tarik Perhatian Ribuan Siswa

KLIKMU.CO – Ribuan siswa SMA dari berbagai daerah memenuhi kawasan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (13/11/2025). Mereka datang bukan sekadar mengikuti kegiatan edukatif, tetapi juga menikmati satu hari penuh keseruan dalam gelaran UMM Day, yang berlangsung bersamaan dengan pameran Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Jawa Timur. Meski kegiatan MGBK menjadi agenda utama, perhatian para siswa juga tersita oleh berbagai stand dan hiburan yang tersebar di seluruh area kampus. Panggung utama menjadi pusat keramaian. Sansekerta membuka acara dengan tarian tradisional yang energik dan mampu menghidupkan suasana. Ada pula aktivitas bebek-bebekan dan rafting mini yang menambah keseruan. Penampilan berikutnya diisi Ikabama (Ikatan Aktivitas Band Mahasiswa) yang membawakan lagu-lagu populer sehingga para siswa ikut bernyanyi bersama. UKM Gita Surya turut menghadirkan harmoni paduan suara yang megah, sementara Putra Putri Kampus UMM tampil dalam parade penuh percaya diri yang menunjukkan semangat mahasiswa UMM. Setiap penampilan menggambarkan bahwa kampus ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan penuh energi. Keseruan tidak berhenti di panggung. Para siswa antusias mengunjungi berbagai stand interaktif yang disiapkan fakultas dan unit kegiatan mahasiswa. Mereka bisa mencoba DARI VR (Virtual Reality) karya mahasiswa UMM, mengikuti permainan Golf Mini, hingga berbelanja di MentariMart dengan voucher Rp25 ribu yang diperoleh dari mengikuti rangkaian kegiatan UMM Day. Aroma roti hangat dari UMM Bakery dan sajian nusantara dari Sengkaling Kuliner juga menambah semarak suasana. Siswa terlihat berkeliling sambil mencoba wahana dan mencatat pengalaman baru di setiap stand. Antusiasme peserta semakin terasa ketika mereka diajak senam bersama di depan panggung. Siswa dari berbagai daerah tampak akrab satu sama lain, bernyanyi dan tertawa bersama diiringi musik kampus. Salah satu siswa, M. Ryan Galih Nugroho dari SMAN 1 Pagak, mengaku senang bisa ikut serta. “Kesan saya di UMM ini seru sekali. Banyak kegiatan seru dan siswa dari sekolah lain, jadi saya bisa dapat teman baru. Tadi juga ikut senam bareng dan dapat voucher belanja di MentariMart. Suasananya ramai banget, semua orang kelihatan senang dan panitianya juga ramah, jadi makin betah di sini,” ujarnya. Keseruan juga dirasakan oleh Cindai Legit Batari dari SMAN 1 Kepanjen. Ia menuturkan bahwa UMM Day memberikan pengalaman berbeda dibandingkan edufair lainnya. Selain berkeliling dan mencoba berbagai stand menarik, Cindai juga ikut menyumbangkan lagu di panggung UMM Day. “Seru banget karena banyak stand menarik dari mahasiswa UMM, terus ada tes darah juga. Aku juga nyobain UMM Golf dan dapet jajan karena berhasil masukin bolanya. Pokoknya rame dan seru! Acaranya bikin penasaran karena setiap stand punya hal menarik sendiri, jadi pengin keliling terus,” ujarnya. Selain hiburan, pengunjung juga mendapat kesempatan belajar hal baru. Di stand Fakultas Kedokteran, siswa dapat melakukan tes darah gratis serta melihat contoh organ tubuh seperti tumor dan kanker. Sementara di stand Fakultas Pertanian dan Peternakan, siswa diajak mengenal mikroskop penelitian dan belajar mengenali struktur jaringan tanaman. Dengan cara yang ringan, mereka diperkenalkan pada dunia ilmiah dan teknologi kampus. Menutup hari, suasana UMM Day tetap ramai oleh siswa yang berkeliling, berfoto, dan mencoba wahana bebek-bebekan serta rafting mini di Danau UMM. Acara ini membuktikan bahwa UMM bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang besar bagi kreativitas dan semangat muda. Lewat UMM Day, para siswa dapat merasakan langsung pengalaman menjadi bagian dari kehidupan kampus yang aktif, menyenangkan, dan penuh inspirasi. (Wildan/AS)