UMM Raih CRM Award Berkat Pengabdian hingga Akar Rumput

MAKLUMAT – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang lekat dengan kerja-kerja kemasyarakatan. Terbaru, Kampus Putih meraih CRM Award dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 16 November lalu. Penghargaan ini menjadi legacy atas konsistensi UMM dalam mendampingi cabang, ranting, hingga masjid Muhammadiyah di berbagai daerah. Selama ini, UMM cukup aktif menjalin kerja sama dengan jaringan Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Tidak hanya di Malang, dukungan kampus juga menjangkau berbagai kota di dalam maupun luar Jawa. Bentuk pendampingannya pun beragam, mulai dari kegiatan pengabdian masyarakat, pengajian, hingga program pengembangan sosial dan pemberdayaan warga. “UMM adalah amal usaha Muhammadiyah. Tidak heran jika kami terus mendorong cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah untuk berkembang, baik secara keagamaan, sosial, maupun pengabdian,” ujar Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi pelecut untuk memperluas manfaat kampus bagi masyarakat. Kontribusi dan Dedikasi Kampus Putih Kontribusi UMM terlihat dari peran aktif para dosen dan sivitas akademika yang tersebar di berbagai cabang dan ranting. Mereka hadir sebagai penggerak kegiatan, narasumber dalam acara keagamaan, hingga menjadi imam dan khotib di sejumlah masjid Muhammadiyah. Selain itu, berbagai program kolaboratif seperti bazar, festival, kegiatan zakat, infak, dan kurban juga rutin digelar untuk memperkuat basis komunitas Muhammadiyah. Baca Juga  Pro-Kontra Etanol sebagai Bahan Bakar Alternatif, Dosen UMM Beri Penjelasan Ilmiah Di sisi lain, LPCR PP Muhammadiyah yang memberikan penghargaan tersebut memang memiliki mandat untuk menghidupkan kembali cabang dan ranting yang pasif. Begitu juga dengan pendataan, serta mapping berbagai tantangan organisasi di tingkat akar rumput. Upaya pembinaan masjid juga menjadi bagian penting dari kerja lembaga tersebut. Dengan raihan CRM Award ini, UMM kian menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya menonjol dalam pendidikan, tetapi juga kuat dalam kontribusi sosial. Penghargaan ini sekaligus menjadi penanda bahwa pengabdian Kampus Putih telah memberi dampak bagi jaringan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

UMM Raih CRM Award Berkat Penguatan Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah

MONITOR, Jakarta – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah di tingkat cabang, ranting, hingga masjid. Atas kontribusi tersebut, UMM meraih CRM Award dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 16 November 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif Kampus Putih dalam berbagai kegiatan kolaboratif. Selama ini, UMM rutin menjalin kerja sama dengan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah untuk menyelenggarakan program pengabdian, pengajian, serta pemberdayaan masyarakat. Jangkauan kerja sama tersebut mencakup wilayah Malang dan berbagai daerah lain, baik di dalam maupun luar Jawa. Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menyatakan bahwa UMM sebagai amal usaha Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk terus mendukung perkembangan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah. “Kami terus berupaya mendorong agar cabang, ranting, dan masjid dapat berkembang, tidak hanya dalam aspek keagamaan tetapi juga sosial dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025). Ia menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat baru bagi UMM untuk terus menebar manfaat. Menurutnya, banyak dosen dan sivitas akademika yang selama ini aktif menjadi penggerak di berbagai cabang dan ranting. Mereka kerap diundang menjadi narasumber dalam kegiatan kajian, bertugas sebagai imam atau khatib di masjid Muhammadiyah, hingga terlibat dalam program-program sosial. Beragam kegiatan seperti bazar, festival, serta penyaluran zakat, infak, dan kurban juga terus diupayakan melalui kolaborasi tersebut. Sementara itu, LPCR PP Muhammadiyah terus berkomitmen memberdayakan struktur organisasi di tingkat akar rumput. Upaya ini mencakup pengaktifan kembali kepengurusan yang tidak berjalan, pendataan cabang dan ranting, pemetaan kondisi serta permasalahan, peningkatan kapasitas organisasi, hingga pembinaan masjid.

Dorong Legalitas UMKM, Mahasiswa FH UMM Gelar Sosialisasi SPP-IRT di Karangploso

Malang || RADAR JATIM.CO – Lima mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan sosialisasi mengenai Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) kepada pelaku usaha pangan rumahan di wilayah Karangploso. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 18 November 2025, di lingkungan Pondok Modern Babussalam Al-Firdaus, Bocek Krajan, Kecamatan Karangploso, ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa. Meski berawal dari tugas akademik, para mahasiswa menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar memenuhi kewajiban kampus, tetapi diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM dalam memahami pentingnya legalitas usaha dan keamanan pangan. Sosialisasi difokuskan kepada usaha rumahan “Roti Bafir” milik Dra. Hj. Nufi Faridah. Usaha yang telah memproduksi roti untuk kebutuhan internal pesantren maupun masyarakat sekitar itu diketahui belum memiliki SPP-IRT. Melihat potensi usaha tersebut, mahasiswa UMM berinisiatif memberikan pendampingan agar pemilik usaha memahami secara utuh prosedur, manfaat, dan kewajiban hukum dalam pengurusan perizinan pangan. Lima mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Muhammad Rizky Maulana Firdaus, Muhammad Irfan Afandi, Devrizana Beto Leda, Riki Eka Saputra, dan Angga Putra Pratama. Selama kegiatan, mereka memberikan penjelasan mengenai fungsi SPP-IRT, persyaratan administrasi dan teknis yang harus dipenuhi, serta pentingnya menjaga standar higiene dalam proses produksi pangan. Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai penggunaan aplikasi OSS-RBA, yang saat ini menjadi pintu utama dalam proses perizinan usaha. Mereka mempraktikkan langsung bagaimana pelaku usaha dapat membuat akun, mengisi data usaha, hingga tahap awal pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan SPP-IRT secara daring. Kegiatan berlangsung secara interaktif, dengan pemilik usaha mengajukan sejumlah pertanyaan terkait kendala yang dihadapi selama ini, termasuk pengaturan tempat produksi, kelayakan peralatan, dan pembuatan label pangan yang sesuai ketentuan. Penjelasan yang diberikan mahasiswa disesuaikan dengan kondisi nyata usaha Roti Bafir, sehingga pelaku usaha mudah memahami langkah-langkah yang harus ditempuh sebelum mengajukan sertifikasi. Pemilik Roti Bafir menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini proses pengajuan SPP-IRT dianggap rumit karena kurangnya pemahaman mengenai sistem OSS-RBA dan persyaratan administrasi lainnya. Setelah mengikuti sosialisasi, ia merasa lebih terbantu dan mendapatkan panduan menyeluruh mengenai prosedur perizinan yang benar. Menurutnya, legalitas usaha sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pemasaran, dan memastikan produk yang dihasilkan aman dikonsumsi. Bagi lingkungan pesantren, kegiatan sosialisasi ini dinilai membawa dampak positif karena membuka wawasan baru mengenai tata kelola usaha kecil yang sesuai aturan. Mahasiswa UMM menilai bahwa UMKM berbasis pesantren memiliki potensi besar untuk berkembang jika didukung pemahaman regulatif yang memadai. Dengan adanya legalitas melalui SPP-IRT, peluang pemasaran produk akan semakin terbuka, baik di toko modern, koperasi sekolah, maupun platform penjualan digital. Para mahasiswa berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pendampingan berkelanjutan terhadap UMKM di wilayah Karangploso. Mereka menegaskan bahwa edukasi hukum seharusnya tidak hanya diberikan dalam ruang perkuliahan, melainkan perlu diturunkan langsung kepada masyarakat sebagai kontribusi nyata dalam menciptakan ekosistem usaha yang legal, aman, dan berdaya saing. Melalui sosialisasi yang mencakup pemahaman SPP-IRT, penggunaan OSS-RBA, serta tata cara pengajuan perizinan digital, mahasiswa berharap UMKM lokal semakin siap berkembang sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red)

Latih Warga, Mahasiswa UMM Sulap Limbah Sereh Jadi Karbol

pwmu.co –Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), satu tim mahasiswa melakukan pemberdayaan warga di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Pujon Hill, Kabupaten Malang, Oktober–November 2025. Mereka mengajak warga Dusun Bendosari memanfaatkan limbah sereh—khususnya sereh tua yang selama ini terbuang—untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu karbol sereh. Kegiatan dirancang mulai dari sosialisasi, pelatihan penyaringan dan penyulingan minyak atsiri, hingga pembuatan karbol, pengemasan, dan pemasaran sederhana. Ketua tim, Dara Ayu Suryani, menjelaskan bahwa warga dilatih teknik dasar ekstraksi minyak atsiri sekaligus diberikan pendampingan pemasaran. “Produk yang dihasilkan tidak hanya dijual di toko-toko, pameran, atau pasar, tetapi kami dorong juga agar dipasarkan lewat media sosial dan platform online,” ujarnya. Menurut Dara, pelatihan ini membuka wawasan masyarakat bahwa tanaman sereh punya potensi besar jika diolah dengan benar. “Kolaborasi mahasiswa, petani, dan warga membuat kegiatan berjalan efektif. Warga kini lebih memahami manfaat sereh, cara ekstraksi minyak, serta peluang ekonomi dari produk turunan seperti karbol sereh,” tambahnya. Program ini tidak hanya mengurangi limbah sereh, tetapi juga memberi nilai tambah bagi perekonomian warga sekitar. Dalam menjalankan kegiatan, Dara didampingi oleh Amelia Syafarani dan Dhara Atika Maharani. (*)

Mahasiswa IP UMM Borong Juara di Ahmad Dahlan International Youth Camp

Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan capaian akademik yang membanggakan. Terbaru, Mahendra Dwi Febrian, salah satu mahasiswa IP UMM meraih sederet penghargaan di Ahmad Dahlan International Youth Camp, 14 November ini. Adapun agenda internasional ini diselenggarakan di Khayangan Adventure Park Kulon Progo, Yogyakarta. Pada kompetisi tersebut, Mahendra memperoleh tiga penghargaan sekaligus. Di antaranya juara 1 best critical thinker, harapan 2 kategori best essay dan juara 2 kategori best presentation. Sederet penghargaan ini mencerminkan kapasitas analitis, kemampuan komunikasi ilmiah, dan kualitas akademik mahasiswa Kampus Putih. “Kegiatan PTMA di Yogyakarta ini memberikan pengalaman akademik dan personal yang signifikan. Suasana kegiatan yang inklusif dan penuh semangat membuat proses pembelajaran berlangsung efektif, memungkinkan peserta untuk bertukar gagasan serta memperluas jaringan akademik dengan mahasiswa dari berbagai universitas Muhammadiyah di Indonesia,” katanya. Menurutnya, prestasi ini tidak lahir semata-mata dari kemampuan individu, tetapi merupakan hasil dari dukungan, motivasi, dan kepercayaan yang diberikan oleh lingkungan sekitar. Dukungan tersebut sangat berperan dalam membangun kepercayaan diri selama kompetisi. Ia juga menambahkan bahwa karakteristik Yogyakarta sebagai kota budaya turut memberikan suasana kondusif bagi proses kegiatan, sehingga memperkaya pengalaman akademik maupun non-akademik. Prodi IP UMM memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Mahendra Dwi Febrian. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan berpartisipasi aktif dalam forum ilmiah pada tingkat regional, nasional, maupun internasional. (*/wil)