Mahasiswa FH UMM Tingkatkan Literasi Legalitas Usaha Lewat Sosialisasi SPP-IRT di Nganjuk

JurnalPost.com – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) melaksanakan kegiatan sosialisasi Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) bagi pelaku UMKM di Desa Singkalanyar, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program Pendidikan dan Latihan Kemahiran Hukum 1 yang bertujuan mengasah kemampuan mahasiswa dalam penerapan ilmu hukum di masyarakat. Sosialisasi ini berfokus pada peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai aspek legalitas dalam produksi pangan. dalam Para mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan peserta untuk memberikan penjelasan yang aplikatif dan mudah dipahami. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Empat mahasiswa FH UMM yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Hafizh Raihan Amru, Juan Ananda P., Amaralia Cindy, dan Ega Sofian J. Mereka menekankan pentingnya legalitas usaha sebagai langkah awal membangun usaha yang profesional dan dipercaya konsumen. Salah satu peserta adalah Yuniar Nur Anisa Efayannti, guru honorer SMAN 8 Kediri yang mulai membuka usaha sampingan sejak tahun 2024. Ia hadir untuk memperdalam pengetahuan terkait pengurusan izin pangan rumah tangga. Keikutsertaannya menunjukkan bahwa pelaku usaha kecil semakin memahami pentingnya aspek hukum dalam membangun bisnis. Yuniar merupakan pemilik produk Keripik Pisang Annisa yang berlokasi di Dusun Banjar RT 18 RW 8, Desa Singkalanyar, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Usahanya berkembang secara bertahap dan mendapat dukungan masyarakat sekitar. Meskipun demikian, ia merasa masih membutuhkan bimbingan terkait legalitas usaha. Sosialisasi yang dilakukan mahasiswa FH UMM membantu memperjelas langkah-langkah yang harus ditempuh. Kehadiran mahasiswa membawa dampak positif karena memberikan wawasan yang selama ini sulit diakses pelaku UMKM kecil. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menjelaskan secara terperinci mengenai apa itu SPP-IRT, yaitu sertifikat yang diberikan pemerintah kepada industri rumah tangga pangan untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan aman dikonsumsi. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan setelah pelaku usaha memenuhi standar kebersihan dan keamanan produksi. Mahasiswa juga memaparkan keuntungan memiliki SPP-IRT, seperti meningkatnya kepercayaan konsumen dan peluang pemasaran yang lebih luas. Peserta mendapatkan penjelasan yang sistematis mengenai alur pengajuan izin. Materi tersebut membantu pelaku usaha memahami pentingnya legalitas sebagai pondasi bisnis.
FKIP Universitas Muhammadiyah Malang Tambah Tiga Deretan Guru Besar

Sudutkota.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang menambah tiga deretan Guru Besar. Lewat sidang senat terbuka mereka dikukuhkan diantaranya ; Prof Dr Atok Miftachul Huda MPd, Prof Dr Lud Waluyo MKes, Prof Dr Moh Mahfud Effendi MM. Dalam acara pengukuhan tersebut, Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik MSi menegaskan bahwa bertambahnya guru besar bukan hanya pencapaian institusional, melainkan energi baru bagi kemajuan bangsa. Menurutnya penguatan sains, teknologi, sosial, dan humaniora harus terus dilakukan agar kampus ini mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. “Dengan peningkatan jumlah guru besar yang tentu akan ikut menarik minat masyarakat untuk melanjutkan studi di UMM,” ungkap Prof Nasar, Sabtu (22/11). Dengan bertambahnya deretan Guru Besar UMM, diyakini oleh Rektor satu ini dapat meningkatkan kualitas dosen, serta mempercepat laju kemajuan kampus. Menurutnya, mengejar peringkat itu boleh, namun jangan lupa terus memperbaiki mutu proses dan tingkat dampak positif yang bisa diberikan pada masyarakat luas. Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P., memberikan apresiasi tinggi atas capaian kampus putih. Ia mengungkapkan guru besar adalah salah satu tolak ukur masyarakat bagus tidaknya sebuah kampus. “Banyak orang tua mengukur perguruan tinggi itu maju atau tidak dari berapa jumlah profesor serta reputasinya di masyarakat,” ucap Muhadjir. Ditambahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mempersiapkan Indonesia menuju visi 2045. Ia menekankan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada kelimpahan sumber daya alam, tetapi pada kualitas sumber daya manusianya. “Saya menyoroti pentingnya Credential Micro, yakni model pembelajaran lintas disiplin yang memungkinkan berbagai latar belakang untuk meningkatkan kompetensi dan berkontribusi untuk Indonesia Emas,” tandasnya.