Menelusuri Praktik Hukum Perusahaan di Bali: Pengalaman Magang Mahasiswa HKI UMM di Mantra Legal Counsel

pwmu.co – Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia. Namun, di balik pesonanya, pulau ini juga menjadi salah satu pusat investasi asing terbesar di Indonesia. Dalam dinamika bisnis yang berkembang pesat tersebut, Qori Mutiah Lubis, mahasiswa Hukum Kekayaan Intelektual (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berkesempatan mengikuti magang profesional COE–Corporate Law School di Mantra Legal Counsel. Mantra Legal Counsel merupakan perusahaan konsultan hukum yang bergerak pada layanan pendirian usaha, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), legal compliance, serta pengurusan visa dan KITAS untuk klien asing. Program magang berlangsung selama tiga bulan. Selama magang, Qori melihat langsung bagaimana hukum bekerja dalam aktivitas bisnis modern, mulai dari pendirian perusahaan hingga proses perizinan yang menentukan legalitas sebuah usaha. Ia terlibat dalam berbagai layanan, antara lain pendaftaran badan usaha, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan NPWP perusahaan, serta legal drafting perjanjian seperti NDA, PKWTT, perjanjian pemegang saham, dan perjanjian kerja sama. Ia juga mendampingi pengurusan visa dan KITAS bagi investor asing. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa hukum merupakan fondasi penting yang membuat bisnis berjalan tertib dan terlindungi. Bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai instrumen penguatan keberlanjutan usaha. Salah satu pengalaman paling berkesan dialami ketika seorang investor asing menanyakan kemungkinan membeli tanah di salah satu pulau di Indonesia. Pertanyaannya tampak sederhana, tetapi memiliki konsekuensi hukum besar. Qori melakukan analisis berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan menemukan bahwa Warga Negara Asing (WNA) tidak dapat memiliki tanah secara pribadi. Kepemilikan hanya dimungkinkan melalui badan hukum yang didirikan di Indonesia, yakni PMA, dengan status hak tertentu seperti Hak Pakai atau Hak Guna Bangunan (HGB). Hasil analisis tersebut kemudian digunakan mentor sebagai bahan advisory report untuk klien. “Ketika hasil analisis saya dijadikan pertimbangan untuk pengambilan keputusan bisnis, itu menjadi momen yang sangat berarti. Saya belajar bahwa setiap riset kecil dalam dunia hukum memiliki dampak nyata bagi klien,” ungkap Qori. Ritme Kerja Profesional dan Pembelajaran Lapangan Selama proses magang, Qori bekerja bersama para konsultan Mantra Legal Counsel dalam merumuskan solusi hukum yang aplikatif sekaligus patuh regulasi. Ritme kerja yang cepat dan dinamis melatih keterampilan berpikir kritis, manajemen waktu, serta komunikasi profesional. Pihak perusahaan menilai Qori cepat memahami alur kerja, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan mampu membantu sejumlah tugas teknis. Mentor bahkan menyampaikan kesediaan untuk menerima Qori kembali apabila ingin berkarier setelah lulus. Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa HKI UMM membuktikan bahwa praktik hukum perusahaan tidak hanya berkaitan dengan regulasi bisnis, tetapi juga mencakup aspek keimigrasian, investasi, serta hubungan kontraktual dalam dunia usaha. “Magang ini membuka mata saya bahwa menjadi konsultan hukum tidak hanya berkutat pada membaca undang-undang, tetapi juga memahami kebutuhan klien dan konteks bisnisnya. Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujarnya.

PGSD UMM Bahas Kurikulum Internasional Pendidikan Dasar-MoU Bersama SD Islam Al Azhar

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan tematik Kurikulum Internasional untuk Pendidikan Dasar: Langkah Menuju Pembelajaran Berkualitas Global, (4/12) 2025 di GKB. Kegiatan tersebut dijelaskan salah satu panitia kegiatan Taufik Taufani Suhadak, S.Sos, M.Si, dengan menghadirkan nara sumber atau pemateri, Kepala SD Islam Al Azhar 56 Malang, Utama Ramlih, S.Ag, M.Pd.  Harapannya melalui agenda ini menjadi wadah strategis untuk memperluas wawasan para pendidik tentang pengembangan kurikulum bertaraf internasional sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Dijelaskan Taufik, selain pemaparan materi juga dilaksanakan MoU antara PGSD UMM dengan SDI Al Azhar Malang untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan dasar. Kerjasama ini meliputi pengembangan kurikulum, pelaksanaan praktik lapangan, pelatihan guru, serta riset kolaboratif untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis standar global. Menurut Taufik, selain penyampaian materi dan penandatanganan MoU, forum ini juga di-isi diskusi interaktif membahas tantangan dan peluang implementasi kurikulum internasional. Peserta terlihat antusias dalam sesi tanya jawab, terutama terkait strategi pembelajaran, penguatan capaian kompetensi, serta sistem evaluasi yang komprehensif. Melalui kegiatan ini, diharapkan lembaga pendidikan dasar semakin terdorong untuk melakukan transformasi kurikulum dan pembelajaran menuju standar global. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan serta mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap dinamika perkembangan dunia. Di tempat yang sama, pemateri kegiatan Kepala SD Islam Al Azhar 56 Malang, Utama Ramlih, S.Ag, M.Pd, memaparkan konsep dan praktik penerapan kurikulum internasional dalam sistem pendidikan dasar. Dalam penyampaiannya, Ramlih menegaskan bahwa integrasi kurikulum global tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian konten pembelajaran, tetapi juga mencakup penguatan metode pengajaran, manajemen kelas, serta asesmen yang sesuai dengan tuntutan kompetensi abad ke-21. Ramlih menjelaskan bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membangun karakter, nalar kritis, dan literasi global peserta didik. Kurikulum berstandar internasional, mampu mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kolaborasi. “Dengan kurikulum yang visioner dan terukur, sekolah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing dalam skala global,” ujarnya. (humas pgsd/taufik/don)

Pertama Kali KKI dan Abdidaya Ormawa Satu Panggung, UMM Tegaskan Dominasi dalam Ekosistem Inovasi Nasional

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meneguhkan posisinya sebagai pusat inovasi mahasiswa tingkat nasional melalui peresmian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Untuk pertama kalinya dua kegiatan ini disatukan dalam satu panggung dan diikuti 93 perguruan tinggi nasional. Gelaran akbar pada Kamis, 4 Desember 2025, di Hall Dome UMM ini berlangsung meriah dan sekaligus menandai kepercayaan nasional terhadap UMM. Di mana kembali dipercaya sebagai tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir membawa karya terbaik mereka, menciptakan atmosfer kompetisi yang penuh energi, kolaborasi, dan kreativitas. Apresiasi dan Pesan Mendiktisaintek Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada UMM atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Bagi negara, kedua ajang ini bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian. Serta piawai menciptakan solusi berbasis sains dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya. “Ada tiga pesan penting: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” tegasnya. Momen Bersejarah Disisi lain, Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Membuktikan adanya peningkatan signifikan yang menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan bahwa kualitas karya tahun ini meningkat pesat. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menekankan bahwa ajang ini tidak hanya melatih kemampuan teknis. Tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ruang kolaborasi lintas kampus seperti ini, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tutupnya. (Djoko W)

Melihat Gebrakan Teknologi Maritim Mahasiswa di Kontes Kapal Indonesia

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersiap menjadi panggung utama inovasi maritim nasional saat Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 digelar pada 4–6 Desember mendatang. timesindonesia.co, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersiap menjadi panggung utama inovasi maritim nasional saat Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 digelar pada 4–6 Desember mendatang. Ajang besutan Ditjen Diktiristek ini akan mempertemukan 110 tim dari 51 perguruan tinggi untuk adu kreativitas merancang prototipe kapal masa depan. KKI selama ini dikenal sebagai platform utama bagi mahasiswa Indonesia untuk menampilkan inovasi terbaik mereka dalam bidang teknologi perkapalan dan kemaritiman. Melalui kompetisi ini, para peserta ditantang untuk merancang dan mengembangkan prototipe kapal inovatif. Kompetisi ini juga menjadi wadah pembinaan talenta muda untuk memperkuat visi Indonesia sebagai negara maritim yang maju. Sebagai tuan rumah, UMM menyiapkan fasilitas unggulan seperti tiga danau uji berstandar nasional yang akan digunakan untuk menguji navigasi, stabilitas, dan manuver kapal. KKI 2025 menghadirkan tantangan baru berkat perubahan total desain lintasan dan standar teknis yang lebih ketat. Antusiasme peserta meningkat signifikan dengan hadirnya 110 tim dari 51 perguruan tinggi. Total pergerakan peserta, juri, dan pendamping diperkirakan mencapai 1.500 orang sepanjang kegiatan berlangsung. Tahun ini, KKI mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Autonomous Surface Vessel (ASV), Electric Remote Control (ERC), dan Fuel Engine Remote Control (FERC). Walau tidak ada penambahan kategori, aturan teknis yang diperketat diprediksi menjadikan kompetisi lebih kompetitif dan menarik. Melalui ajang ini, karya inovatif mahasiswa dapat berkontribusi pada kemajuan industri maritim nasional dan mendorong lahirnya solusi kelautan masa depan.

Kontes kapal cepat mini di Malang

Peserta mengendalikan unit kapal cepat mini tanpa awak pada kelas ERC (kendali jarak jauh elektronik) di Kontes Kapal Indonesia (KKI) di kolam Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Kamis (4/12/2025). Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (5/12) tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai universitas di Indonesia dan menilai kreativitas inovasi mahasiswa dalam merakit kapal cepat mini berbasis teknologi ramah energi serta desain efisien yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan riset dan industri maritim nasional. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz

Ketua IDI di UMM: Kreativitas Mahasiswa Bisa Jadi Motor Inovasi Kesehatan

Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) punya peran strategis dalam upaya perbaikan kesehatan masyaratak. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. dr. Slamet Budiarto, MH.Kes., di hall dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam acara sarasehan yang merupakan rangkaian dari giat Abdidaya Ormawa 2025 pada Jumat, 05 Desember 2025. Lebih lanjut, Ketua IDI itu kemudian memerinci peran strategis ormawa yang diyakininya mampu memberi dampak signifikan pada kesehatan publik. Ia menyebut bahwa ormawa dapat berperan dengan membangun desa binaan sebagai desa sehat, memperkuat kolaborasi dengan instansi dalam pendampingan desa, serta melakukan kampanye kesehatan yang mencakup PHBS, gizi seimbang, sanitasi, kesehatan reproduksi, dan kesehatan mental. Selain itu, menurutnya ormawa juga dapat mendorong penyebaran literasi kesehatan melalui seminar, diskusi publik, IG Live, serta health talk berbasis data; mengadvokasi kebijakan kampus seperti kawasan tanpa rokok dan lingkungan sehat; serta menyelenggarakan aksi sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. “Mahasiswa itu kreatif, dekat dengan masyarakat, dan mampu menghadirkan edukasi dengan pendekatan yang lebih segar dan efektif,” jelasnya. Konsep desa sehat berbasis ormawa, menurutnya, merupakan pendekatan inovatif yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini. “Mahasiswa jangan hanya datang untuk kegiatan seremonial. Mereka harus menjadi pendamping berkelanjutan berbasis data, edukasi, dan pemberdayaan nyata,” tegas Slamet. Ia menambahkan bahwa kontribusi mahasiswa melalui program yang konsisten dapat membantu meningkat­kan kualitas kesehatan masyarakat dan pada akhirnya mendorong kenaikan angka harapan hidup nasional. Dalam pemaparannya, Slamet juga mengungkapkan tantangan serius status kesehatan di Indonesia, mulai dari angka umur harapan hidup rendah 68,25 tahun, angka tb tertinggi nomor 2 di dunia, angka stunting tinggi nomor 5 di asean. Ia menilai, persoalan kesehatan hari ini bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk mahasiswa dan ormawa. Institusi pendidikan tinggi di Indonesia selama ini dikenal aktif menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat, termasuk di bidang kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan desa. Peran ini memperlihatkan bahwa kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga pusat produksi gagasan dan inovasi sosial yang melibatkan mahasiswa sebagai aktor utama. Kehadiran Ketua IDI dalam forum akademik semacam ini semakin menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai ruang strategis yang mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, profesi kesehatan, dan masyarakat. Slamet menutup sesi pemaparannya dengan pesan optimistis mengenai potensi besar generasi muda di lingkungan kampus. “Saya percaya mahasiswa di perguruan tinggi memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor inovasi kesehatan dan menghadirkan dampak nyata bagi Indonesia yang lebih sehat,” ujarnya.(*alg/faq) Penulis: Musthafa Ahmad Al Ghifary | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

UMM dan Polresta Malang Luncurkan Program “Sekolah Bebas Bullying dan Narkoba” untuk Wujudkan Lingkungan Belajar Aman Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Kamis, 4 Desember 2025 – 18:42 WIB Judul Artikel : UMM dan Polresta Malang Luncurkan Program “Sekolah Bebas Bullying dan Narkoba” untuk Wujudkan Lingkungan Belajar Aman

Malang, WISATA – Lonjakan kasus bullying yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan. Bentuk perundungan semakin kompleks—dari ejekan verbal, tekanan psikologis, serangan di media sosial, hingga kekerasan fisik yang dapat berakibat fatal. Kondisi ini menegaskan pentingnya sekolah hadir sebagai ruang aman bagi seluruh siswa. Merespons situasi tersebut, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) berkolaborasi dengan Polresta Malang Kota, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Kedokteran untuk menghadirkan program edukasi terpadu ke sekolah-sekolah. Inisiatif ini diawali di SMP Negeri 3 Kota Malang pada Selasa, 25 November 2025, melalui kegiatan bertajuk “Sekolah Bebas Bullying & Narkoba”. Ke depan, program ini akan menjangkau puluhan sekolah menengah di wilayah Malang Raya. Dalam penyampaian materinya, Trisno, M.H., dosen FH UMM sekaligus narasumber utama, menegaskan bahwa memberantas bullying membutuhkan keberanian kolektif. “Kita tidak boleh membiarkan perundungan menjadi budaya di sekolah. Semua harus berani bersuara. Speak up ketika melihat tanda-tanda bullying dan laporkan kepada pihak berwenang,” katanya. Ia turut menjelaskan payung hukum terkait perundungan, mulai dari UU Perlindungan Anak, UU ITE yang mengatur cyberbullying, hingga pasal-pasal dalam KUHP baru yang memberikan sanksi tegas bagi pelaku kekerasan fisik maupun psikis. Penjelasan ini diharapkan membuka wawasan siswa bahwa bullying bukan sekadar “kenakalan”, melainkan pelanggaran hukum yang dapat berujung pada jerat pidana. Selain isu bullying, siswa juga diberi pengetahuan tentang bahaya narkoba. Materi mencakup dampak medis dan psikologis penggunaan narkotika, jenis-jenis zat berbahaya, hingga ancaman hukuman berat berdasarkan UU Narkotika dan UU Psikotropika. Edukasi ini penting mengingat penyalahgunaan narkoba kini semakin menyasar pelajar melalui berbagai modus. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah, menyoroti peran guru sebagai garda terdepan pencegahan bullying. Menurutnya, guru harus peka terhadap perubahan perilaku siswa dan menjadi tempat aman bagi korban untuk mencari perlindungan. Sementara itu, Dekan FH UMM, Prof. Dr. Tongat, M.Hum., menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk mengatasi masalah bullying secara komprehensif. Ia berharap dukungan keilmuan dan sumber daya yang dimiliki UMM dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas kekerasan dan terbebas dari ancaman narkoba, menuju generasi muda Indonesia yang sehat, berdaya, dan aman.

Pembukaan Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa, UMM Jadi Pusat Inovator Muda

Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah atas pembukaan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 pada Kamis (4/12/2025) di Dome UMM. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan di bidang teknologi maritim. Selain itu, acara ini juga menunjukkan bahwa UMM sebagai tuan rumah sudah menyediakan fasilitas yang memenuhi standar nasional. UMM Bersinergi Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T., menegaskan bahwa penyelenggaraan dua agenda besar. Menjadi bukti bahwa UMM mampu bersinergi dengan berbagai bidang kompetisi. Ia menjelaskan bahwa setiap pergantian kepemimpinan nasional biasanya diikuti dengan optimalisasi pembukaan anggaran. Sehingga kementerian menginginkan pola kompetisi yang saling mendukung. “Ketika pergantian kepemimpinan diikuti adanya optimalisasi pembukaan anggaran. Oleh sebab itu Pak Menteri menghendaki ada pola kompetisi yang sinergi. Maka di UMM inilah satu satunya sinergi antara bidang kegiatan yang berbeda,” ujarnya. Ia menekankan bahwa mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan. “Tagline kami adalah UMM dari Muhammadiyah untuk bangsa. Dengan menghadirkan tagline Student Today, Leaders Tomorrow,” tambahnya. Kompetisi UMM UMM sendiri juga ikut berkompetisi dalam KKI ini melalui Lembaga Semi Otonom Mekatronic. Tim ini membawa dua kapal andalan yakni Sangkaling Evo 6 untuk kategori Fuel Engine Remote Control (FERC) dan Boeing Mary Evo 5 untuk kategori Electric Remote Control (ERC). Persiapan jelang kompetisi ini membutuhkan waktu 6 bulan secara penuh. Devany Aurellia Putri Setiawan, mahasiswa Teknik Industri UMM, menyampaikan bahwa tim sudah menyusun desain dan perencanaan bahkan sebelum regulasi perlombaan turun. “Tim UMM ini sudah menyiapkan dari enam bulan sebelum lomba, mulai dari desainnya. Sebelum turun regulasi pun kami sudah bikin planning planning ke depan,” ungkapnya. Ia juga menceritakan tantangan saat uji coba kapal. “Kalau nabrak kan ada kemungkinan tenggelam, jadi mesin mesinnya harus di-repair dan di upgrade lagi,” jelasnya. Devany berharap usaha panjang timnya bisa membuahkan hasil terbaik. Kategori IDK Selain lomba kapal cepat, terdapat juga cabang kompetisi Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK). Pada kategori ini, peserta harus merancang kapal berdasarkan pendekatan Desain Konstruksi Kapal (DKK). Prosesnya meliputi konsep awal, desain awal, desain kontrak, sampai desain detail. Penilaian mencakup sistem konstruksi memanjang, melintang, hingga campuran, serta pemahaman struktur kapal seperti lunas, pelat alas, dan penumpu. Lomba ini menuntut ketelitian tinggi agar kapal yang dirancang tidak hanya kuat, tetapi juga aman dan sesuai standar. Dalam Abdidaya Ormawa, mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) turut memaparkan program pengabdian masyarakat yang dibawa ke ajang ini. Mereka menghadirkan tiga tim, yaitu tim Desa Wisata di Sopeng, tim Sanggar Tani Muda di Maros, serta tim Smart Farming di Maros. Wadah Tridharma Perguruan Tinggi Salah satu perwakilan mahasiswa UNHAS, Raihan, menjelaskan bahwa PPK Ormawa menjadi wadah untuk mewujudkan tridharma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. “Masih banyak desa yang menghadapi berbagai masalah. Dari situ kami hadir untuk survei, merumuskan, dan menghadirkan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. Dosen Pembimbing UNHAS, Husnul Mubarak, menambahkan bahwa kampus mereka terus memperkuat dukungan terhadap prestasi mahasiswa melalui direktorat khusus yang menangani bakat dan kompetisi. Dalam PPK Ormawa, para dosen aktif mendampingi mahasiswa mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan program, hingga persiapan untuk kompetisi Abdidaya. “Kami melakukan coaching pembuatan poster, video, sampai latihan presentasi,” jelasnya. Melalui acara ini, UMM tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga ruang bagi para mahasiswa Indonesia untuk berinovasi, bertanding, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Harga Pangan Melonjak Jelang Nataru, Akademisi UMM Punya Solusi

MALANG POST – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Indonesia kembali dihadapkan pada lonjakan harga bahan pangan yang kian memberatkan masyarakat. Sejak awal November, harga sejumlah komoditas pokok di berbagai pasar tradisional terus merangkak naik. Terutama beras, cabai, bawang merah dan daging sapi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus petani asal Banyuwangi, Ary Bakhtiar., M.Si., IPM., Asean Eng, menegaskan bahwa produksi pangan turun signifikan pada akhir tahun ini. “Harga cabai saja yang awalnya Rp 20.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp 73.000. Ibu-ibu akhirnya hanya membeli seperempat kilogram,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa berbagai agenda besar yang berdekatan yakni Natal, Tahun Baru, hingga Ramadan pada Februari 2026 juga turut mendorong meningkatnya permintaan. Selain itu, ia menerangkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh kombinasi antara cuaca ekstrem, terganggunya distribusi pasokan, serta penurunan produksi akibat curah hujan tinggi. Perubahan iklim turut memperburuk kondisi, sementara kebutuhan masyarakat meningkat menjelang perayaan akhir tahun. Sebagai langkah mitigasi, Ary menyarankan sejumlah solusi. “Pemerintah perlu hadir lebih kuat dalam menjaga stabilitas pangan, terutama di tingkat produksi dan distribusi,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa pendampingan dan perlindungan bagi petani harus diperkuat, mulai dari teknologi pengendalian hama berbasis cuaca hingga akses pupuk dan bibit yang lebih stabil. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur distribusi agar pasokan tidak terhambat saat cuaca ekstrem. Selain itu, menurutnya, pemerintah daerah dan pusat perlu menyiapkan operasi pasar dan cadangan pangan untuk menekan lonjakan harga pada komoditas yang paling sensitif. Lonjakan harga bahan pangan ini menjadi persoalan serius karena memengaruhi banyak lapisan masyarakat dan mengancam stabilitas ekonomi rumah tangga maupun usaha kecil. Jika tidak dikendalikan segera, kondisi ini dikhawatirkan akan memperburuk daya beli masyarakat dan keberlanjutan usaha di awal tahun mendatang. Terakhir, Ary berharap agar upaya stabilisasi pangan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan oleh berbagai pihak. “Saya berharap pemerintah dapat memperkuat sistem pangan kita, bukan hanya saat krisis atau menjelang hari besar, tetapi sepanjang tahun,” ujarnya. Ia menekankan bahwa petani, UMKM, dan konsumen harus sama-sama mendapat perlindungan agar rantai pasok tetap kuat. Menurutnya, perencanaan yang matang, dukungan teknologi, dan pendampingan yang konsisten merupakan kunci untuk menciptakan ketahanan pangan yang benar-benar tangguh. (*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

UMM Jadi Tuan Rumah Event Akbar Kontes Kapal dan Abdidaya Ormawa

Sudutkota.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah dua event akbar sekaligus. Yakni Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025, yang untuk pertama kalinya disatukan dalam satu panggung. Gelaran akbar pada Kamis, 4 Desember 2025, di Hall Dome UMM ini berlangsung meriah. Sekaligus menandai kepercayaan nasional terhadap UMM, yang kembali diamanahi sebagai tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir membawa karya terbaik mereka. Mereka menciptakan atmosfer kompetisi yang penuh energi, kolaborasi, dan kreativitas. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Prof Dr Brian Yulianto MEng PhD memberikan apresiasi tinggi kepada UMM. Terutama atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya ini untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Bagi negara, kedua ajang ini bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian. Juga piawai menciptakan solusi berbasis sains, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. Baca Juga :  UMM Tutup Perhelatan Olimpiade Sains Nasional 2025 dengan Meriah “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan,” ucapnya. Menurut Menteri Diktisaintek, ada tiga pesan penting: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. “Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” kata Brian. Disisi lain, Ketua Pelaksana, Amrul Faruq MEng PhD menyebut tahun ini momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Itu membuktikan adanya peningkatan signifikan dan tingginya antusiasme mahasiswa. Baca Juga :  Disdikbud Kota Malang: Pendidikan Gratis Masih Tunggu Anggaran, JPPI Desak Segera Diimplementasikan Ia menambahkan bahwa kualitas karya tahun ini meningkat pesat. Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr Nur Subeki MT menekankan bahwa ajang ini tidak hanya melatih kemampuan teknis. Tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ruang kolaborasi lintas kampus seperti ini, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tutupnya.