Sarasehan Abdidaya Ormawa 2025 di UMM: Wawali Kota Malang Ajak Mahasiswa Jadi Agen Solusi Bangsa

Generasi muda kini memikul tanggung jawab yang semakin kompleks, hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin di Gedung Basement Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada acara Sarasehan Abdidaya Ormawa 2025, 05 Desember lalu. Dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguran tinggi se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang berupaya meningkatkan kualitas Ormawa dan membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, Pancasilais, dan inovatif yang Pria yang juga merupakan alumnus UMM itu menyoroti potensi Bonus Demografi yang akan dihadapi Indonesia di tahun 2030, disebutnya bisa menjadi nikmat atau ancaman, tergantung pada kesiapan generasi. “Indonesia akan mengalami bonus demografi yang luar biasa di tahun 2030, mengingat bahwa ditahun tersebut, banyak generasi Z sudah memasuki usia produktif” ujar Ali sapaan akrabnya. Lebih lanjut, ali menegaskan, peran aktivis saat ini tidak hanya berkutat pada isu politik lokal, tetapi juga harus memahami isu geopolitik global, dampak kemajuan teknologi seperti AI, dan tantangan lingkungan. Ali mengingatkan bahwa kebijakan di Indonesia tidak bisa lepas dari dinamika luar negeri. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri, tidak hanya fokus pada pengorbanan organisasi. “Kita semua harus menyiapkan dan menyadarkan diri kita semua, bahwa ke depannya negara ini baik tidaknya, meningkat tidaknya, tergantung pada generasi hari ini,” tegas Ali. Ia berpesan bahwa Ormawa harus menjadi agen solusi, termasuk dalam mengatasi masalah lokal seperti banjir, dengan menawarkan rekomendasi yang dapat dieksekusi oleh pemerintah. Disisi lain, Tim Pelaksana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Dr. Ir. Surfa Yondri, M.Kom. Akrab disapa Surfa, memaparkan pentingnya strategi implementasi program PPK Ormawa yang menekankan kolaborasi, dampak, dan keberlanjutan. Surfa, berbagi pengalaman tentang upaya evakuasi mahasiswa di daerahnya yang terdampak bencana. Menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Mengingat bahwa PPK Ormawa adalah wadah yang diberikan kementerian untuk mahasiswa agar belajar berorganisasi dengan dampak nyata di masyarakat. “Mahasiswa akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, mahasiswa belajar bagaimana melihat kontensi yang ada di masyarakat, mengingat bahwa kunci keberhasilan Ormawa terletak pada kolaborasi dan empati.” jelasnya Terakhir Surfa menegaskan bahwa mahasiswa adalah bagian dari solusi yang akan membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045. “Kami sangat yakin, mahasiswa akan selalu berserah terangi, mengeterangkan desa, dan berserah dengan pemerintahan desa maupun pemerintahan daerah,” harapnya.(*ali/faq) Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
UMM Tegaskan Dominasi dalam Ekosistem Inovasi Nasional: KKI dan Abdidaya 2025
MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan posisinya sebagai pusat inovasi mahasiswa tingkat nasional melalui peresmian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025, Kamis (4/12/2025) malam. Gelaran akbar ini berlangsung meriah dan menandai kepercayaan nasional terhadap UMM, yang kembali dipercaya sebagai tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada UMM atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan,” tegasnya. Tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya, menunjukkan peningkatan signifikan dalam antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. “Kualitas karya tahun ini meningkat pesat. Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan,” ujarnya. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menekankan bahwa ajang ini tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tutupnya. (lil).
Wabup Malang Dorong Mahasiswa Berkontribusi pada Inovasi Peternakan, Dukung Program Sapi Merah Putih
JATIMTIMES – Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib menghadiri serangkaian agenda Sarasehan Dosen Pembimbing Abdidaya Ormawa 2025. Agenda tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (5/12/2025). Pada kesempatan tersebut, Lathifah menekankan akan pentingnya menyediakan ruang aktualisasi bagi mahasiswa. Sehingga potensi mereka tersalurkan ke kegiatan yang bermanfaat, termasuk memimpin pembangunan maupun inovasi di sektor peternakan dalam mewujudkan ketahanan pangan. “Menurut Peter Senge dalam bukunya The Fifth Discipline, pemimpin adalah orang yang terus-menerus belajar, membangun organisasi pembelajar dan selalu berpikir tentang sistem,” ujar Lathifah. Merujuk pada penjelasan itulah, Lathifah menyebut perlunya para mahasiswa untuk diberikan ruang guna menunjukkan kemampuannya. Para mahasiswa juga perlu diarahkan melalui aktivitas positif dengan harapan dapat berdampak langsung pada pembangunan. “Mahasiswa harus diberi ruang, diberi tempat untuk mengaktualisasikan kemampuannya supaya potensinya dapat tersalurkan pada kegiatan yang positif,” ujarnya. Guna merealisasikan hal itu, diperlukan adanya peran dari perguruan tinggi. Termasuk peran strategis perguruan tinggi dalam proses hilirisasi hasil penelitian. “Kegiatan Abdidaya ini juga harus menjadi sarana nyata bagi kampus untuk memastikan inovasi tidak berhenti di tataran konsep,” imbuhnya. Pada kesempatan yang sama, Lathifah juga turut menyampaikan kepada para dosen agar hasil penelitian turut direalisasikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Sehingga penelitian tidak berupa konsep-konsep saja, tetapi diaplikasikan langsung ke masyarakat,” imbuhnya. Sebagai contoh, sektor peternakan juga bisa dikembangkan menjadi sebuah inovasi. Sedangkan hasilnya juga dapat diimplementasikan guna mendukung kebutuhan bahan pangan khususnya di Kabupaten Malang. “Misalnya inovasi untuk percepatan ternak seperti ayam petelur, ayam potong maupun sapi. Hal itu juga bisa diimplementasikan dengan pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya. Lathifah menyebut, inovasi di sektor peternakan tersebut juga dapat disinergikan dengan program nasional. Termasuk mendukung rencana pemerintah menyiapkan tiga juta sapi merah putih. “Kalau nanti bisa disalurkan dengan memberdayakan masyarakat sebagai peternak, maka peran perguruan tinggi dan mahasiswa nantinya akan sangat diperlukan,” ungkap dia. Program Sapi Merah Putih merupakan program peningkatan genetik yang dirancang untuk memperkuat industri sapi perah Indonesia. Yakni dengan fokus pada sistem peternakan rakyat. Program ini ditujukan untuk mengembangkan sapi perah yang lebih produktif dan tangguh terhadap kondisi tropis. Yakni dengan turut memanfaatkan plasma nutfah lokal yang telah beradaptasi. “Diharapkan mahasiswa bisa semakin mengambil peran penting dalam pembangunan daerah. Kolaborasi antara kampus, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat akan menghasilkan program yang lebih konkret. Sehingga peran perguruan tinggi dan mahasiswa sangat diperlukan,” pungkas Lathifah.
Ketua IDI di UMM Sampaikan Mahasiswa Berpotensi Jadi Penggerak Utama Inovasi Kesehatan Nasional
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. dr. Slamet Budiarto, MH.Kes., menegaskan bahwa kreativitas mahasiswa memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan kesehatan masyarakat. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sarasehan yang digelar di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai bagian dari rangkaian Abdidaya Ormawa 2025, Jumat (5/12/2025). Dalam pemaparannya, Slamet menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan (ormawa) memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekosistem kesehatan publik. Ia menyebutkan bahwa ormawa dapat berkontribusi melalui pembangunan desa binaan sebagai desa sehat, memperluas sinergi dengan lembaga terkait, hingga mengampanyekan berbagai isu kesehatan seperti PHBS, gizi seimbang, sanitasi, kesehatan reproduksi, dan kesehatan mental. Selain kampanye, ormawa juga dinilai mampu mendorong literasi kesehatan yang lebih inklusif melalui seminar, diskusi publik, siaran IG Live, dan health talk berbasis data. Tidak hanya itu, mahasiswa juga bisa mengadvokasi kebijakan kampus seperti perluasan kawasan tanpa rokok dan inisiatif lingkungan sehat, serta menyelenggarakan aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. “Mahasiswa itu kreatif, dekat dengan masyarakat, dan punya cara komunikasi yang lebih segar serta mudah diterima,” ujar Slamet. Lebih jauh ia menilai konsep desa sehat berbasis ormawa sebagai pendekatan inovatif yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Slamet menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar datang untuk kegiatan seremonial. “Mereka harus menjadi pendamping berkelanjutan berbasis data, edukasi, dan pemberdayaan yang nyata,” tegasnya. Menurutnya, kontribusi yang konsisten dari mahasiswa akan berdampak besar pada peningkatan kualitas kesehatan dan berpengaruh terhadap naiknya angka harapan hidup nasional. Dalam forum tersebut, Slamet juga memaparkan sejumlah tantangan serius dalam sektor kesehatan Indonesia. Ia menyoroti angka harapan hidup yang masih berada di 68,25 tahun, tingginya kasus tuberkulosis yang menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia, serta peringkat stunting yang berada di urutan kelima se-ASEAN. Kondisi ini, katanya, tidak bisa hanya ditangani oleh tenaga medis, tetapi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa. Pendidikan tinggi, menurut Slamet, selama ini telah berperan aktif dalam program pengabdian masyarakat, baik di bidang kesehatan, lingkungan, maupun pemberdayaan desa. Hal tersebut menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat inovasi sosial yang menjadikan mahasiswa sebagai aktor utama perubahan. Kehadiran Ketua IDI dalam forum akademik di UMM ini sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai ruang kolaboratif yang menghubungkan dunia pendidikan, profesi kesehatan, dan masyarakat. Menutup sesinya, Slamet menyampaikan optimisme besar terhadap generasi muda. “Saya yakin mahasiswa memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak inovasi kesehatan dan membawa perubahan nyata bagi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat,” tutupnya. (Ans)
EduLab: Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Inovasi Pendidikan Dasar
EduLab: Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Inovasi Pendidikan Dasar LIMADETIK.COM, MALANG – Laboratorium Ke SD-an bersama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan “EduLab: Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Inovasi Pendidikan Dasar”. Edulab, sebuah forum kolaboratif yang dirancang untuk memperkuat kompetensi pendidik, memperluas ruang praktik pembelajaran serta mendorong lahirnya inovasi untuk pendidikan dasar yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Acara ini menghadirkan dosen PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, kepala sekolah dan guru sekolah dasar. Sebanyak 12 perwakilan SD baik dari SD Muhammadiyah dan beberapa SD Negeri di Kota Malang. Dalam frum FGD ini dilakukan diskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan serta peluang pengembangan pembelajaran di sekolah dasar. Kepala Laboratorium KeSD-an Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd, menyatakan bahwa EduLab hadir sebagai sebuah inisiatif untuk mempertemukan kampus dengan sekolah dalam sebuah ekosistem pembelajaran yang dinamis dan berbasis penelitian. Program ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mencari solusi terhadap berbagai permasalahan pendidikan di sekolah dasar. “Melalui kolaborasi ini, sekolah menjadi sumber data autentik bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengembangan inovasi pendidikan” kata Kepala Laboratorium KeSD-an Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd, Kamis (4/12/2025). Ia menjelaskan, salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pengisian Google Form (G-Form) oleh peserta. Instrumen ini dirancang untuk mengumpulkan data dan pemetaan aktual terkait implementasi kurikulum di sekolah dasar, pelaksanaan kegiatan kokurikuler dan ragam serta kualitas kegiatan ekstrakurikuler. Data tersebut digunakan sebagai bahan analisis untuk memahami kebutuhan sekolah dalam pengembangan mutu pembelajaran. “Hasil pengisian G-Form nantinya akan menjadi dasar perumusan rekomendasi bersama antara kampus dan sekolah, sehingga inovasi pembelajaran dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan siswa” ungkapnya. Dikatakan Ima Wahyu Putri Utami, melalui kegiatan “EduLab: Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Inovasi Pendidikan Dasar”, diharapkan terbangun kemitraan berkelanjutan antara kampus dan sekolah, serta tercipta lingkungan belajar yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, kebutuhan peserta didik, dan tantangan pendidikan nasional. “Untuk memperkuat sinergi ini juga dilakukan penandatangan MOA di akhir kegiatan” pungkasnya.
Abdidaya Ormawa 2025: UMM Jadi Panggung Lahirnya Solusi Inovatif untuk Pertanian Lokal
MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi saksi bisu pertemuan gagasan terbaik bangsa pada Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2025,.Jumat (5/12/2025). Digelar bersamaan dengan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025, ajang ini tak sekadar menjadi panggung apresiasi, tetapi juga perayaan kolaborasi, inovasi, dan semangat pemberdayaan. Tim mahasiswa UMM memperkenalkan alat Smart Farming berbasis IoT bertenaga surya yang mampu mengusir hama burung dan tikus menggunakan gelombang ultrasonik, solusi yang lahir dari observasi mereka terhadap keluhan kelompok tani. “Kami turun langsung ke lahan dan melihat sendiri bagaimana burung dan tikus merusak hasil panen. Dari situ kami sadar, harus ada teknologi yang bisa membantu tanpa membebani petani,” kata Muhammad Firdaus, anggota tim. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika UMM. “Tahun ini kami pecah rekor! Ini pertama kalinya Himpunan Mahasiswa Agribisnis mencapai titik ini,” tambah Firdaus dengan bangga. Abdidaya Ormawa 2025 juga menampilkan Lokakarya dan Expo Poster, galeri terbuka yang menampilkan luaran wajib dan produk tambahan dari ratusan tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Dewan juri menyeleksi poster dan video berdasarkan unsur informatif, kreatif, visual menarik, kelengkapan, serta inovasi. Rizal, salah satu peserta dari UNDIP, mengenang hangatnya suasana yang tercipta. “Kesan dari teman-teman sih seru banget ya kemarin. Bahkan hampir gak mau pulang,” ujarnya. Keseruan itu hadir karena semangat kebersamaan yang terbangun, di mana seluruh tim saling bahu-membahu tanpa hanya membebankan pada satu penanggung jawab. Pemenang Anugerah Abdidaya akan diumumkan pada sesi penganugerahan malam nanti, dengan kategori penghargaan mencakup Tim Pelaksana, Ormawa, Mitra Keberlanjutan, hingga Perguruan Tinggi. (**).
UMM Jadi Tuan Rumah KKI dan Abdidaya yang Digelar Terpadu, Tegaskan Posisi dalam Ekosistem Inovasi Nasional
MAKLUMAT — Gelaran akbar Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 untuk pertama kalinya diresmikan dan digelar dalam suatu panggung bersama, yang diresmikan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (4/12/2025). Ajang tersebut sekaligus menegaskan keunggulan dan posisi UMM sebagai kampus pusat inovasi tingkat nasional. Sebagai informasi, KKI tahun ini adalah untuk yang keempat kalinya digelar di UMM sebagai tuan rumah. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia hadir membawa karya unggulan, menciptakan atmosfer kompetisi yang penuh energi, kolaborasi, dan kreativitas. Memperkuat Budaya Riset Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yulianto MEng PhD, memberikan apresiasi kepada UMM atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa. Ia menegaskan, penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya merupakan momentum penting memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, kedua ajang tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari investasi negara untuk melahirkan generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian dan peduli terhadap solusi berbasis sains. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar Brian. “Ada tiga pesan penting: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” sambungnya. Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Ketua Pelaksana, Amrul Faruq MEng PhD, menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat sebanyak 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan total 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Hal tersebut menunjukkan peningkatan signifikan yang menandakan antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Tak cuma secara kuantitas yang mengalami peningkatan, ia menegaskan bahwa kualitas karya peserta juga meningkat pesat. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan,” ujarnya. Wakil Rektor III UMM, Dr Nur Subeki MT, menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya wadah kompetisi teknis, tetapi juga ruang pembentukan karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Menurutnya, ruang kolaborasi lintas kampus sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tandas Subeki.
Kolaborasi Lintas Negara, Mahasiswa Komunikasi UMM-UiTM Melaka Malaysia Eksplor Warisan Dolanan Jawa
Malangpariwara.com – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat jejaring internasional dengan kolaborasi bersama Universiti Teknologi Mara (UiTM) Melaka, Malaysia. Setelah sukses berpartner dalam ajang International Communication Competition (ICC), konferensi internasional, dan kuliah tamu pada Juni lalu, kini UiTM mengirim 16 mahasiswanya untuk menjalani praktikum bersama mahasiswa UMM. Selama sepekan hingga Sabtu (29/11/2025), mahasiswa kedua kampus menggarap collaborative project bertajuk Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games. Proyek ini melibatkan produksi interactive e-book dan video dokumenter yang menyoroti permainan tradisional Jawa yang masih dimainkan anak-anak di Malang. “Ini merupakan projek bersama dalam bentuk pembuatan interactive e-book dan video documenter yang mendemontrasikan kemampuan multimedia mahasiswa,” ujar Kepala Laboratorium Komunikasi UMM, Widiya Yutanti. Usai melakukan riset, untuk menghasilkan dokumentasi yang otentik, mahasiswa UMM dan UiTM ikut terlibat langsung dalam permainan tradisional di sejumlah lokasi. Di antaranya Ngawonggo Patirtan, Museum Panji, dan Taman Dolan. Sebelum turun lapangan, mahasiswa UiTM terlebih dahulu mengikuti kuliah online selama dua minggu. Dua dosen UiTM, yakni Mohd Hilmi bin Bakar dan Shafezah binti Abdul Wahab, turut mendampingi mereka selama program ini berlangsung di Malang. Hilmi mengaku antusias dengan keberlanjutan kolaborasi antara UMM dan UiTM. Ia berharap kerja sama tak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi juga berkembang hingga dunia industri. “Insha Allah kolaborasi ini tidak hanya saat ini saja tetapi juga kelak kalua memasuki dunia industri, mahasiswa kedua negara bisa bertemu kembali dalam kerjasama suatu projek pekerjaan,” harapnya. Senada, Dekan FISIP UMM, Fauzik Lendriyono menyebut kerja sama ini tidak boleh berhenti hanya pada tataran konsep, dokumen, tetapi menghasilkan output yang jelas. “Harus ada dampak yang terlihat, termasuk kolaborasi di dunia kerja nantinya,” katanya. Jelajah Malang Di sela produksi dokumenter, para mahasiswa diajak menjelajahi beberapa destinasi populer di Malang. Seperti Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Heritage Kayutangan, Coban Rondo, serta city tour dengan bus Macito. Mereka juga melakukan kunjungan media ke redaksi Harian Surya Malang untuk berdiskusi seputar jurnalistik dan produksi berita. Beragam pengalaman menarik disampaikan para peserta. Salah satu mahasiswa UiTM, Tengku Syamimi Afiqah Noor, mengaku sangat puas dengan program ini. “Ini benar-benar memuaskan karena saya memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan UMM di tempat yang benar-benar baru bagi saya. Saya sangat senang dengan kolaborasi ini karena UMM banyak membantu kami,” ujarnya. “Kami bertukar ide, dan meskipun kami masing-masing memiliki konsep masing-masing, kami tetap dibimbing dan didukung selama proses. Saya bersyukur bahwa kami memiliki kesempatan untuk bekerja sama,” akunya. Mahasiswa lain, Airiel Danial, merasa pendampingan mahasiswa UMM sangat membantu. “Mahasiswa UMM sangat membantu dan kreatif, terutama dengan videografi dan berbagi ide, sehingga membuat pekerjaan kami jauh lebih mudah,” ungkapnya. Sementara Nurin Aisha Najla Binti Mohd Nasir berbagi pengalaman unik saat harus mengatur jalannya permainan bersama anak-anak kecil di lokasi syuting. Menurutnya, komunikasi dan empati menjadi kunci agar anak-anak tetap nyaman selama kegiatan. Kesempatan serupa dirasakan Hannah Zurain binti Hasnoal. Ia memuji fasilitas UMM serta keramahan para dosen dan mahasiswa. “UMM memiliki fasilitas yang luar biasa dan saya dapat melihat bahwa kualitas mahasiswa mereka baik. Para dosen dan mahasiswa dalam kolaborasi ini pasti ramah dan baik. Mereka telah sangat membantu melalui program ini. Pasti membantu melestarikan permainan tradisional untuk generasi mendatang,” kesannya. Wakil Rektor VI UMM, Salis Yanuardi, mengapresiasi kuatnya hubungan antara UMM dan UiTM. Ia berkomitmen untuk melakukan kunjungan balik ke Malaysia. “Banyak kampus Malaysia yang sudah ke UMM, giliran kami yang harus ke sana,” tutur Wakil Rektor.(Djoko W/Janu)
UMM Mantapkan Dominasi Nasional, KKI dan Abdidaya 2025 Catat Sejarah Baru Inovasi Mahasiswa
jatimsatunews.com, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat inovasi mahasiswa terbesar di Indonesia melalui peresmian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025, yang untuk pertama kalinya digelar dalam satu panggung besar. Acara yang berlangsung pada Kamis, (5/12), di Hall Dome UMM ini menghadirkan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, menghadirkan atmosfer kompetisi yang penuh energi, kreativitas, dan kolaborasi. Keberhasilan UMM menjadi tuan rumah KKI untuk keempat kalinya semakin menegaskan reputasinya sebagai kampus dengan ekosistem inovasi yang matang dan dipercaya secara nasional. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., memberikan apresiasi besar atas konsistensi UMM dalam membangun budaya teknologi dan pengabdian mahasiswa. Ia menyebut penyatuan KKI dan Abdidaya sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan. Ada tiga pesan penting: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa lomba bukan semata mengejar juara, melainkan menghadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi. Ketua Pelaksana KKI–Abdidaya 2025, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyebut tahun ini sebagai momen bersejarah dengan penyelenggaraan terpadu kedua ajang. Sebanyak 93 perguruan tinggi berpartisipasi, menghadirkan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sekaligus tingginya antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kualitas karya peserta juga meningkat pesat, baik dalam kecerdasan desain, efisiensi sistem kontrol kapal, maupun pendekatan teknis lainnya. Sementara di Abdidaya, tren inovasi dan orientasi keberlanjutan semakin kuat dan terus menjadi rujukan nasional. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga wahana pembentukan karakter mahasiswa. Ia menilai ruang kompetisi terbuka lintas kampus seperti ini sangat penting dalam mencetak calon pemimpin bangsa yang percaya diri, adaptif, dan memiliki visi global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” ujarnya menutup rangkaian acara. Dengan sejarah baru penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya, UMM kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pusat inovasi nasional, sekaligus rumah bagi lahirnya talenta muda yang siap bersaing di level global. (*)
Mendiktisaintek sebut kontes Kapal Indonesia investasi strategis negara
Malang (ANTARA) – Menteri Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulianto menyatakan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 merupakan investasi strategis bagi negara. “Bagi negara, kedua ajang ini (KKI dan Abdidaya Ormawa) bukan sekadar ajang lomba tahunan, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian, piawai menciptakan solusi berbasis sains, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat,” kata Mendiktisaintek Brian dalam keterangan Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diterima di Malang, Jawa Timur, Jumat. Mendiktisaintek mengatakan hal itu saat membuka KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 di Malang, Kamis malam. Menurutnya, KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sedangkan Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan. Penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya, menurutnya, merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Pada kesempatan itu Mendiktisaintek menyampaikan tiga pesan penting, yakni keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. “Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Ia mengapresiasi UMM atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa dan penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya dalam memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Sementara itu Ketua Pelaksana KKI Amrul Faruq menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat ada 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan yang menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan kualitas karya tahun ini meningkat pesat. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan,” ujarnya. Sementara itu Wakil Rektor III UMM Nur Subeki menekankan ajang tersebut tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ruang kolaborasi lintas kampus seperti itu, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” ujarnya.