Kuliah Tamu FISIP UMM Gandeng Kedubes Kosta Rika, Wujudkan Perdamaian Global

Malangpariwara.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan perspektif internasional bagi mahasiswanya melalui kuliah tamu bersama Kedutaan Besar Republik Kosta Rika, Kamis (4/11/2025). Dengan tema “Realizing a Global Culture of Peace Through the Costa Rica Experience,” acara ini menghadirkan diplomat Kosta Rika, H.E. Fransisco José Masís Holdridge. Tujuannya untuk membagikan pengalaman negaranya dalam menumbuhkan budaya damai tanpa keberadaan militer. Mengawali sesi, Holdridge menyampaikan apresiasi kepada UMM yang telah membuka ruang diskusi mengenai isu perdamaian global. “Kami merasa terhormat dapat hadir di UMM. Kampus merupakan ruang penting untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pendidikan perdamaian. Terutama bagi mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujarnya. Keberagaman Budaya Dua Negara Ia kemudian mengaitkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dengan karakter masyarakat Kosta Rika. Menurut Holdridge, Indonesia dan Kosta Rika sama-sama hidup dalam keberagaman budaya dan etnis yang justru menjadi kekuatan dalam merawat persatuan. “Indonesia dan Kosta Rika sama-sama kaya dengan perbedaan budaya dan etnis. Perbedaan bukan pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun perdamaian,” tuturnya. Kosta Rika dikenal dunia setelah mengambil keputusan bersejarah, yakni menghapus militer pada tahun 1949. Langkah itu menjadi titik balik pembangunan nasional, membuat anggaran negara dialihkan ke pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup. “Perdamaian bagi kami bukan tentang kekuatan militer, melainkan bagaimana negara membuka peluang bagi warganya untuk hidup aman, sehat, dan terdidik,” jelasnya. Kebijakan tersebut terbukti membawa perubahan besar. Tingkat kesehatan melonjak, angka kematian dan anak menurun drastis. Juga akses pendidikan semakin luas hingga mampu melahirkan institusi akademik baru, termasuk Fakultas Kedokteran. Pada 1 Juli 2025, Bank Dunia mengakui Kosta Rika naik kelas menjadi high-income country. Peluang Pembelajaran Internasional Holdridge juga membuka peluang bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, untuk belajar langsung tentang praktik pembangunan damai di negaranya. Ia menegaskan dua gagasan utama, diantarana penghapusan militer sebagai pilihan politik jangka panjang, dan fokus pembangunan Kosta Rika yang bertumpu pada kesejahteraan manusia. “Kebijakan ini mampu membawa banyak kemajuan bagi masyarakat kami. Contohnya dalam sektor kesehatan dan pendidikan, dampaknya terlihat nyata pada peningkatan kualitas hidup warga,” ungkapnya. Melalui kuliah tamu ini, FISIP UMM berharap mahasiswa dapat melihat bahwa perdamaian global tidak selalu dibangun melalui kekuatan militer. Tetapi lewat pendidikan, kerja sama internasional, dan pembangunan yang berpihak pada manusia. (Djoko W/Yaya)

FISIP UMM dan Kedubes Kosta Rika Kaji Strategi Perdamaian Internasional

Agroredaksi.com-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan global mahasiswa melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Internasional bersama Kedutaan Besar Republik Kosta Rika pada 04 Desember lalu. Mengusung tema “Realizing a Global Culture of Peace Through the Costa Rica Experience”, kegiatan ini menghadirkan perwakilan diplomatik Kosta Rika, H.E. Fransisco José Masís Holdridge, untuk memaparkan pengalaman negaranya dalam membangun perdamaian tanpa kekuatan militer. Diawal, Holdridge menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada UMM atas kesempatan berdiskusi mengenai isu perdamaian global. “Kami merasa terhormat dapat hadir di Universitas Muhammadiyah Malang. Kampus merupakan ruang penting untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pendidikan perdamaian, terutama bagi mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujarnya. Selain itu, ia mengaitkan konsep Bhinneka Tunggal Ika dengan karakter masyarakat Kosta Rika. Menurutnya, kedua negara memiliki kesamaan dalam menjunjung persatuan di tengah keberagaman. “Indonesia dan Kosta Rika sama-sama kaya dengan perbedaan budaya dan etnis. Perbedaan bukan pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun perdamaian,” tuturnya. Kosta Rika dikenal sebagai negara kecil yang mengambil langkah besar dengan menghapus sistem militer pada tahun 1949 melalui konstitusinya. Kebijakan ini menjadi titik balik pembangunan negara, mengalihkan fokus anggaran dari pertahanan menuju pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan peningkatan kualitas manusia. “Perdamaian bagi kami bukan tentang kekuatan militer, melainkan bagaimana negara membuka peluang bagi warganya untuk hidup aman, sehat, dan terdidik,” jelasnya. Menurutnya Kebijakan tersebut terbukti membawa banyak capaian positif. Kualitas kesehatan meningkat signifikan, angka kematian anak menurun, dan akses pendidikan berkembang, melahirkan berbagai fasilitas akademik termasuk medical faculty. Kosta Rika kini diakui sebagai negara peace-oriented dan berhasil naik dari kategori upper-middle income menjadi high-income country, berdasarkan pengakuan World Bank pada 1 Juli 2025. Holdridge juga membuka kesempatan bagi pelajar internasional, termasuk dari Indonesia, untuk mempelajari langsung praktik pembangunan damai di negaranya. Dalam pemaparannya, ia menegaskan dua poin utama yakni tentang kebijakan penghapusan militer, dan praktik keberhasilan pembangunan Kosta Rika yang berfokus pada kesejahteraan manusia. “Kebijakan ini mampu membawa banyak kemajuan bagi masyarakat kami. Contohnya dalam sektor kesehatan dan pendidikan, dampaknya terlihat nyata pada peningkatan kualitas hidup warga,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, UMM berharap mahasiswa semakin memahami bahwa perdamaian global dapat diwujudkan tidak hanya melalui kekuatan militer, tetapi melalui pendidikan, kolaborasi, dan pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan manusia.(Sfl/hms)

Kuliah Tamu FISIP UMM Bersama Kedubes Kosta Rika, Kaji Perdamaian Global

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan global mahasiswa melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Internasional bersama Kedutaan Besar Republik Kosta Rika pada 04 Desember lalu. Mengusung tema “Realizing a Global Culture of Peace Through the Costa Rica Experience”, kegiatan ini menghadirkan perwakilan diplomatik Kosta Rika, H.E. Fransisco José Masís Holdridge, untuk memaparkan pengalaman negaranya dalam membangun perdamaian tanpa kekuatan militer. Diawal, Holdridge menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada UMM atas kesempatan berdiskusi mengenai isu perdamaian global. “Kami merasa terhormat dapat hadir di Universitas Muhammadiyah Malang. Kampus merupakan ruang penting untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pendidikan perdamaian, terutama bagi mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujarnya. Selain itu, ia mengaitkan konsep Bhinneka Tunggal Ika dengan karakter masyarakat Kosta Rika. Menurutnya, kedua negara memiliki kesamaan dalam menjunjung persatuan di tengah keberagaman. “Indonesia dan Kosta Rika sama-sama kaya dengan perbedaan budaya dan etnis. Perbedaan bukan pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun perdamaian,” tuturnya. Kosta Rika dikenal sebagai negara kecil yang mengambil langkah besar dengan menghapus sistem militer pada tahun 1949 melalui konstitusinya. Kebijakan ini menjadi titik balik pembangunan negara, mengalihkan fokus anggaran dari pertahanan menuju pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan peningkatan kualitas manusia. “Perdamaian bagi kami bukan tentang kekuatan militer, melainkan bagaimana negara membuka peluang bagi warganya untuk hidup aman, sehat, dan terdidik,” jelasnya. Menurutnya Kebijakan tersebut terbukti membawa banyak capaian positif. Kualitas kesehatan meningkat signifikan, angka kematian anak menurun, dan akses pendidikan berkembang, melahirkan berbagai fasilitas akademik termasuk medical faculty. Kosta Rika kini diakui sebagai negara peace-oriented dan berhasil naik dari kategori upper-middle income menjadi high-income country, berdasarkan pengakuan World Bank pada 1 Juli 2025. Holdridge juga membuka kesempatan bagi pelajar internasional, termasuk dari Indonesia, untuk mempelajari langsung praktik pembangunan damai di negaranya. Dalam pemaparannya, ia menegaskan dua poin utama yakni tentang kebijakan penghapusan militer, dan praktik keberhasilan pembangunan Kosta Rika yang berfokus pada kesejahteraan manusia. “Kebijakan ini mampu membawa banyak kemajuan bagi masyarakat kami. Contohnya dalam sektor kesehatan dan pendidikan, dampaknya terlihat nyata pada peningkatan kualitas hidup warga,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, UMM berharap mahasiswa semakin memahami bahwa perdamaian global dapat diwujudkan tidak hanya melalui kekuatan militer, tetapi melalui pendidikan, kolaborasi, dan pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan manusia.(*bim/faq)   Penulis: Bima Chusnul Triwibowo | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

UMM Tampil Gemilang di Abdidaya Ormawa 2025 Lewat Inovasi SolarSonic IoT Guard

Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih predikat terbaik Nasional pada Abdidaya Ormawa 2025 berkat inovasi “Integrasi Smart Farming 5.0 Berbasis SolarSonic IoT Guard untuk Efisiensi Pengendalian Hama Tikus dan Burung pada Padi di Desa Ampeldento.” Mereka berhasil menoreh prestasi pada kategori Realisasi Kemitraan Terkuat serta Poster Paling Lengkap. Inovasi tersebut membuka arah baru bagi pengembangan teknologi pertanian di Indonesia. Inovasi tersebut dibangun oleh mahasiswa lintas jurusan yakni Agribisnis,Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. Ketua tim, Muhammad Hafizh Abdurrahman menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan mampu mengusir hama melalui gelombang suara dan sensor pendeteksi termal. Menariknya alat tersebut menggabungkan panel surya, baterai, dan sistem IoT sehingga alat dapat bekerja 24 jam tanpa henti. Abdur menegaskan keunggulan lainnya. “Cara kerja alat ini dengan mengeluarkan frekuensi yang mengganggu pendengaran tikus, sehingga mereka pergi dari lahan. Kami juga menambahkan mikrofon khusus untuk mengusir burung. Alat kami juga bisa mendeteksi tikus menggunakan sensor termal dan image processing berbasis Raspberry pi 5. Kami memasukkan puluhan ribu data agar sensor mampu mengidentifikasi hama secara akurat. Ini pertama kali ada di Indonesia,” tuturnya. Pada proses penilaian, Abdur bersama dengan timnya menampilkan beragam elemen, mulai dari miniatur alat, booth kreatif, hingga permainan untuk audiens. Selain itu, dekorasi yang digunakan juga banyak menggunakan bahan bekas. Hal tersebut menjadi salah satu komitmen untuk mendukung semangat SDGs. Terakhir, ia berharap kedepan melalui inovasi yang timnya buat ini mampu untuk membantu petani secara keseluruhan dalam menghadapi hama. “Fokus kami saat ini adalah pengoptimalan alat untuk meningkatkan produktivitas petani, dan ke depan harpaan kami bahwa alat ini bisa diproduksi secara masal” harapnya. Sementara itu. Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAK) UMM, Dr. Tatag Muttaqin, M.Sc., menyampaikan apresiasi besar atas capaian tersebut. . Ia juga menekankan bahwa UMM berkomitmen kuat mendukung potensi mahasiswa “Kami sangat bangga. Proses yang dilalui adik-adik ini sangat panjang dan penuh hambatan, tetapi mereka tidak menyerah hingga mencapai titik ini.” Ungkapnya Ia melanjutkan bahwa UMM juga punya Program percepatan prestasi, salah satunya dengan melibatkan mahasiswanya untuk mengikuti ajang Abdidaya Ormawa 2025. Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa UMM memberi ruang luas bagi mahasiswa untuk berkembang. Tatag sapaan akrabnya juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar tidak ragu mengikuti ajang prestasi. “Jangan malu-malu untuk menunjukkan minat dan bakat. Banyak sekali peluang apresiasi di UMM, dan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama. Kemahasiswaan mendukung penuh setiap minat dan bakat yang dimiliki,” pesannya. (*faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

KKI 2025 di UMM: Panggung Kreativitas dan Teknologi Maritim Mahasiswa

malang.indozone.id, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menjadi tuan rumah Kontes Kapal Indonesia 2025 (KKI 2025) pada 4 – 6 Desember 2025. Ajang ini mempertemukan mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang teknologi dan desain kapal. Dalam ajang ini, UMM tak hanya menjadi penyelenggara. Tim internal dari UMM berpartisipasi dengan dua kapal unggulan: Sangkaling Evo 6 (kategori Fuel Engine Remote Control) dan Boeing Mary Evo 5 (kategori Electric Remote Control). Mereka mempersiapkan kapal selama enam bulan, melewati tahap desain dan uji coba. Selama uji coba tim menghadapi tantangan, seperti risiko tenggelam bila kapal menabrak, sehingga mereka harus memperbaiki dan meningkatkan mesin kapal. KKI 2025 juga menggelar kompetisi lain, yakni Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK). Di sini peserta diuji menyusun rancangan kapal mulai dari konsep hingga desain detail. Penilaian meliputi aspek struktur kapal seperti lunas, pelat alas, penumpu, serta sistem konstruksi memanjang, melintang, atau campuran. Kompetisi ini menuntut ketelitian dan pemahaman teknis mendalam agar kapal aman dan sesuai standar konstruksi. Peserta dari luar UMM memberi respons positif terhadap penyelenggaraan acara. Mereka memuji fasilitas kampus, seperti lokasi perlombaan di Danau Kampus UMM dan area Sengkaling, serta kebersihan dan kenyamanan sarana pendukung seperti kamar mandi. Evaluasi ini menunjukkan bahwa UMM berhasil menyediakan lingkungan yang mendukung untuk kompetisi tingkat nasional. Ajang KKI 2025 di UMM jadi ajang pertukaran ide dan kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai daerah. Kompetisi ini tidak hanya menguji keterampilan teknis tetapi juga membuka ruang untuk relasi baru dan inovasi maritim masa depan. Lewat gelaran ini, UMM menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan teknologi dan inovasi maritim di Indonesia.

Wamendiktisaintek Imbau Kampus Fasilitasi Biaya Hidup Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

MALANG, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengimbau perguruan tinggi yang mempunyai mahasiswa asal daerah terdampak banjir di Sumatera, supaya tidak hanya meringankan atau menuda Uang Kuliah Tunggal (UKT). Namun, diharapkan juga memberikan memberikan fasilitas biaya hidup. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Dr Fauzan. Menurut dia, kebijakan itu patut diambil perguruan tinggi sebagai bentuk empati kepada korban bencana alam di Sumatera. “Meski tentu saja ini sangat bergantung kepada kebijakan perguruan tingginya. Tapi, kemendiktisaintek memberikan imbauan kepada perguruan tinggi untuk berempati,” kata Fauzan saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/12/2025) malam. “Tidak hanya sekadar kebijakan pemberian penundaan UKT misalnya, tetapi kami juga memfasilitasi biaya hidup,” ujarnya lagi. Lebih lanjut, Fauzan menyebut bahwa banyak perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kemendiktisaintek telah melakukan pengabdian di lokasi bencana Sumatera. “Banyak program yang dilaksanakan di lokasi bencana. Tidak hanya membantu secara fisik tetapi pemulihan juga banyak dilakukan oleh kawan-kawan perguruan tinggi,” katanya. Salah satu program yang dilakukan, menurut Fauzan, adalah mengkonversi pengabdian mahasiswa di lokasi bencana menjadi Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Jelas, sekarang sudah berjalan (KKN di lokasi bencana),” ujarnya. Diketahui, sejumlah perguruan tinggi memberikan keringanan kepada mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak banjir di Sumatera. Salah satunya adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang memberikan bantuan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa yang berasal dari tiga provinsi terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Nur Syahroni mengungkapkan, pihaknya akan memberikan keringanan dan pembebasan UKT bagi para mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak bencana Sumatera. “Bencana di Sumatera menjadi keprihatinan Rektor ITS. Kebijakan beliau akan memberikan keringanan bahkan pembebasan UKT bagi mahasiswa ITS dari ketiga provinsi di Sumatera yang keluarganya terdampak bencana,” ungkap Syahroni saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/12/2025).

Wamen Dikti Apresiasi Kontes Kapal Mahasiswa

Kota Malang, Bhirawa Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kompetensi para peserta Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2025. Apresiasi ini disampaikan dalam acara penutupan akbar yang digelar di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu, 6/12 kemarin. Dalam sambutannya, Fauzan menyebut para peserta sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri. Jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli,”ujar Wamen Dikti. Ia juga menegaskan bahwa penutupan kegiatan yang untuk pertama kalinya disatukan ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik perjalanan kehidupan selanjutnya. Fauzan berpesan agar para pemenang tidak cepat puas, dan bagi yang belum meraih kemenangan untuk tetap menjaga determinasi. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,”imbuhnya. Acara penutupan juga diselingi momen kemanusiaan, di mana seluruh hadirin diajak menggalang dana dan berdoa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Wamen Dikti menekankan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari pengabdian mahasiswa. Di tempat yang sama, Penasihat Khusus Presiden RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., turut memotivasi mahasiswa untuk tidak cepat merasa puas dan pantang menyerah. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci lahirnya karya akademik yang mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Maju 2045. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutup Rektor UMM. [mut.wwn]

UMM Tutup KKI dan Abdidaya Ormawa 2025, Kolaborasi Kampus untuk Indonesia Maju

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup rangkaian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Yang diadakan dalam sebuah acara akbar di Hall Dome UMM, Sabtu (6/12/2025). Untuk pertama kalinya, dua agenda besar nasional ini digelar dalam satu panggung. Memadukan inovasi teknologi maritim, semangat pengabdian masyarakat, serta momen refleksi kebangsaan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengapresiasi kompetensi para peserta. Ia menyebutnya sebagai representasi terbaik mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli” ujarnya. Fauzan menegaskan, penutupan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal tantangan baru. Ia mengingatkan para pemenang agar tidak cepat puas dan mendorong peserta lain tetap menjaga semangat. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” pesan mantan Rektor UMM itu. Rangkaian acara juga diwarnai momen kemanusiaan. Seluruh hadirin diajak berdoa bersama serta menggalang dana untuk korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Fauzan menyebut empati sosial sebagai bagian penting dari proses pendidikan dan pengabdian mahasiswa. Motivasi Peserta Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., turut hadir dan memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengingatkan pentingnya keteguhan dan sikap rendah hati. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” tegasnya. Muhadjir juga mendorong para mahasiswa untuk meneladani kegigihan para pemimpin bangsa, termasuk Presiden RI, dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Sebagai tuan rumah, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. sendiri menekankan kolaborasi merupakan kunci lahirnya karya akademik dan program pengabdian masyarakat yang berdampak luas. Penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya Ormawa, menurutnya, menjadi contoh nyata kekuatan sinergi antarkampus. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya. (Djoko W)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dan UiTM Malaysia Kolaborasi Bawa Permainan Tradisional Jawa ke Kancah Global

portalbontang.com, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuktikan komitmennya dalam internasionalisasi budaya lokal. Melalui Program Studi Ilmu Komunikasi, Kampus Putih ini menggandeng Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia untuk mengangkat kekayaan Permainan Tradisional Jawa ke ranah global. Kolaborasi strategis ini terwujud dalam agenda bertajuk “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games Collaboration Program” yang berlangsung selama sepekan, mulai 23 November 2025 lalu. Melansir rilis resmi Humas UMM, puluhan mahasiswa dari kedua negara berkolaborasi intensif. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga melakukan riset, wawancara, dan dokumentasi kreatif di sejumlah lokasi bersejarah di Malang dan Batu, seperti Museum Panji, Desa Wisata Ngawonggo, dan Taman Dolan. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., menyambut hangat sinergi ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa UiTM bukan sekadar kunjungan akademik, melainkan investasi jejaring masa depan. “UMM sangat senang dan bangga menerima mahasiswa dari luar negeri. Saya berharap adik-adik memperkuat kolaborasi dan komunikasi karena itu adalah social capital,” ujar Fauzik saat pembukaan acara. Ia menekankan bahwa program ini dirancang untuk mengasah kompetensi mahasiswa dalam menjaga perilaku dan norma budaya, sekaligus menghasilkan karya yang bisa dinikmati publik luas. Kesan Mahasiswa Malaysia Salah satu peserta dari UiTM Malaysia, Tengku Syamimi Afiqah, mengaku terkesan dengan pengalaman belajarnya di Malang. Program ini memberinya perspektif baru tentang kekayaan budaya nusantara. “Lingkungan di UMM sangat ramah dan menginspirasi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini memungkinkan mereka mendapatkan wawasan mendalam tentang permainan tradisional yang didokumentasikan. Hasil akhir dari program pertukaran ini bukan sekadar laporan tertulis, melainkan produk multimedia yang estetik. Para mahasiswa memproduksi Coffee Table Book eksklusif dan video dokumenter yang menjelaskan cara memainkan berbagai permainan tradisional Jawa. Langkah konkret UMM ini diharapkan mampu mempromosikan kearifan lokal Indonesia kepada audiens internasional melalui pendekatan multimedia yang modern dan relevan dengan generasi muda. ***

Akhiri KKI & Abdidaya Ormawa, UMM Gaungkan Kepedulian untuk Korban Banjir Sumatra

Kota Malang, blok-a.com – Penutupan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 berlangsung meriah di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/12/2025). Untuk pertama kalinya dua agenda nasional itu disatukan dalam satu panggung, menjadi penanda rampungnya kompetisi inovasi maritim sekaligus program pengabdian masyarakat yang diinisiasi mahasiswa. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memberikan apresiasi atas kualitas karya yang ditampilkan peserta. Ia menyebut mereka sebagai kelompok terpilih yang merepresentasikan jutaan mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri. Jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli,” ujarnya. Fauzan menegaskan bahwa penutupan agenda ini bukan akhir perjuangan, melainkan pintu awal memasuki fase baru. Ia meminta pemenang untuk tidak berhenti berkarya, sementara peserta lain diminta menjaga semangat dan determinasi. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” tuturnya. Penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa turut diwarnai aksi kemanusiaan. Seluruh peserta dan undangan diajak menggalang donasi serta mengheningkan cipta bagi korban banjir yang melanda wilayah Sumatra. Fauzan menilai empati sosial tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan dan pengabdian. Dari panggung yang sama, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Ketua Badan Pembina Harian UMM sekaligus Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji, memberi pesan agar mahasiswa tidak cepat berpuas diri. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa,” tegasnya. Ia menekankan keteguhan, kerja keras, dan keyakinan sebagai modal penting untuk meraih keberhasilan. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyoroti pentingnya kolaborasi dalam lahirnya karya dan pengabdian berkualitas. Menurutnya, penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya Ormawa menjadi contoh konkret sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun ekosistem akademik yang relevan. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya.