UMM Resmi Menutup Acara KKI dan Abdidaya Ormawa 2025

Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup rangkaian kegiatan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 pada Sabtu (7/12/2025) di Dome UMM. Penutupan ini menjadi puncak dari penyelenggaraan dua agenda nasional yang mempertemukan mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama antarkampus memiliki peran penting. Terutama dalam melahirkan inovasi dan program pengabdian masyarakat yang memberi dampak nyata. Ia menjelaskan bahwa penyatuan KKI dan Abdidaya Ormawa tahun ini menunjukkan kuatnya sinergi civitas akademika dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi. Ia berharap momentum ini menjadi dorongan baru bagi seluruh peserta. “Semoga kegiatan ini menjadi sumber energi dan semangat yang besar bagi kita semua untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” ujarnya. Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji yang juga menjabat sebagai Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., mengingatkan peserta agar tidak cepat merasa puas. Ia menekankan pentingnya tetap rendah hati bagi para pemenang, sekaligus terus berusaha memperbaiki diri. “Jangan lekas puas, dan para juara pun tidak boleh bersikap angkuh,” tegasnya. Muhadjir juga mendorong mahasiswa meneladani etos kerja para pemimpin bangsa. Termasuk Presiden RI, yang terus berjuang menghadapi tantangan nasional. Representasi Mahasiswa Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, menyampaikan bahwa penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ia menjelaskan bahwa peserta kegiatan ini merupakan bagian kecil dari mahasiswa Indonesia. Yang memiliki kapasitas di bidang kemaritiman dan pemberdayaan masyarakat. “Kalian adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia. Hari ini kalian menjadi pemenang, tetapi kemenangan ini tidak boleh membuat kalian berhenti berkembang,” pesannya. Fauzan menambahkan bahwa kompetensi yang dimiliki para peserta menempatkan mereka dalam kelompok mahasiswa elit. Di mana hanya satu persen yang memiliki kemampuan serupa. Ia berharap kemampuan ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya sekaligus mendorong kemajuan bangsa. “Semoga kiprah kalian hari ini menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan hidup, sebagai awal dari transformasi menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 Ditutup Meriah di UMM: Inovasi Mengakhiri Laga, Solidaritas Menguatkan Bangsa

MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup giat Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 dalam sebuah acara akbar yang digelar meriah di Hall Dome UMM pada Sabtu, 6 Desember 2025. Gelaran yang untuk pertama kalinya disatukan dalam satu panggung ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya kompetisi inovasi maritim dan pengabdian masyarakat, tetapi juga momen refleksi dan solidaritas kebangsaan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memuji kompetensi yang dimiliki para peserta KKI dan Abdidaya Ormawa, menyebut mereka sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli,” katanya. Fauzan juga menegaskan bahwa penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik perjalanan kehidupan selanjutnya. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” tambahnya. Acara penutupan ini juga diwarnai dengan momen kemanusiaan, di mana seluruh hadirin diajak menggalang dana dan berdoa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM, menyampaikan motivasi yang membangkitkan semangat para mahasiswa agar terus berjuang dan tidak cepat merasa puas. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” tegasnya. Sementara Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si, menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci lahirnya karya akademik dan pengabdian masyarakat yang mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Maju 2045. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya. (**).

UMM Resmi Tutup Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa 2025, Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi

HALLO MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup rangkaian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 melalui sebuah acara puncak yang digelar meriah di Hall Dome UMM, Sabtu (6/12/2025). Untuk pertama kalinya, kedua agenda nasional itu dipadukan dalam satu panggung, menjadi penanda berakhirnya kompetisi inovasi maritim dan program pengabdian masyarakat sekaligus momentum refleksi kebangsaan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengapresiasi kualitas para peserta yang dinilainya mewakili potensi besar mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli,” ujarnya. Fauzan menegaskan bahwa acara penutupan ini bukan akhir perjalanan, melainkan pemantik bagi mahasiswa untuk melangkah lebih jauh. Ia mengingatkan para pemenang agar tidak cepat puas, sementara peserta lain tetap menjaga semangat. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” katanya. Acara tersebut juga diwarnai momen doa bersama dan penggalangan dana bagi korban banjir di Pulau Sumatera. Fauzan mengajak seluruh hadirin mengheningkan cipta sebagai bentuk solidaritas. Ia menekankan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., turut memberikan motivasi kepada para peserta. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” tegasnya. Ia menekankan pentingnya keteguhan dan semangat pantang menyerah, mencontohkan kegigihan Presiden RI dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyoroti pentingnya kolaborasi dalam melahirkan karya akademik dan pengabdian masyarakat yang berdampak besar. Ia berharap penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya Ormawa dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam memperkuat kerja sama. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya.

Materi Kuliah dan Persaingan Antar Mahasiswa Bisa Bikin Stres

MALANG POST – Sejumlah faktor bisa menjadi penyebab stres pada mahasiswa. Bahkan diantaranya sampai berujung pada bunuh diri. Diantara faktor yang menyebabkan tekanan psikologis pada mahasiswa, termasuk kesulitan memahami materi kuliah dan persaingan antar teman. Hal itu disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang, Maulana Nazil Al Haq, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Sabtu (6/12/2025) kemarin. Nazil menyampaikan, pihak kampus memang sudah menyediakan layanan konseling. Tapi sayangnya belum menjangkau seluruh mahasiswa. “Selain itu juga ada stigma dan ketakutan mahasiswa, untuk menggunakan layanan konseling secara formal,” katanya. Sementara Wakil Rektor Kemahasiswaan, Alumni, dan Keagamaan Universitas Islam Malang, Dr. Muhammad Yunus menambahkan, kampus melakukan pendekatan lewat tiga cara. Kurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler. Yunus juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat, untuk ikut memperhatikan kesehatan mental mahasiswa, melalui interaksi sosial yang lebih baik. Sedangkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Bimbingan Konseling (UPT BK) Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Cahyaning Suryaningrum menyebut, ada kurang lebih 50 sampai 80 kasus per bulan, yang masuk ke layanan bimbingan konseling untuk mahasiswa. “Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa, untuk mencari pertolongan ketika menghadapi masalah,” sebutnya. Cahyaning menyampaikan, sangat penting untuk mengubah branding kalau Bimbingan Konseling bukan tempat orang bermasalah. Tapi juga tempat untuk mengembangkan diri yang lebih positif. Menurut Cahyaning, pendekatan proaktif dan preventif harus dilakukan lewat berbagai cara termasuk edukasi lewat media sosial. (Anisa Afisunani/Ra Indrata)

Bencana Sumatera, Universitas Brawijaya dan UMM Kirim Tim ke Agam

koranjakarta, MALANG – Sebagai respon awal tanggap bencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, Universitas Brawijaya Malang mengirimkan tim pendahulu menuju Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim ini berangkat dari Malang pada Sabtu (6/12) pagi dan diperkirakan mendarat di Bandara International Minangkabau, Sumatera Barat di hari yang sama. . “Tim ini akan melakukan uji cepat sekaligus berkoordinasi dengan stakeholder setemlat sebelum kedatangan logistik dan tim yang lebih lengkap”, jelas Aurick selaku ketua tim tanggap bencana Sumbar UB-UMM. Kolaborasi tim emergensi UB dan UMM ini akan menuju Kabupaten Agam. “Ini setelah hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pemberxayaan Perempuan dan Anak, sehingga diputuskan fokus bantuan akan dikerahkan di Kecamatan Palembayan dan Malalak, Kabupaten Agam”, imbuhnya. Tim ini terdiri atas 15 orang dosen, 9 orang tenaga kependidikan, dan 27 orang mahasiswa dari kedua kampus. Informasi yang didapat oleh Tim, Kecamatan Palembayan dan Malalak merupakan wilayah terdampak paling parah akibat banjir bandang. Di Palembayan sendiri, pemukiman warga rata dengan tanah akibat Lumpur dan miminnya akses air bersih. Hasil asesemen ini, jelasnya, akan menjadi panduan tim selanjutnya yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, dan bertugas hingga tanggal 17 December mendatang.

UB-UMM Kolaborasi Kirimkan Tim tanggap Bencana ke Sumbar

MALANG POST – Respons cepat Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terhadap bencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) telah memasuki tahap pendahuluan. Tim pendahulu yang dinilai siap untuk melakukan penilaian lapangan dan koordinasi awal telah diberangkatkan dari Malang menuju Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu pagi 6 Desember 2025. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif kedua kampus dalam membantu proses respon kemanusiaan yang intensif di wilayah terdampak. Tim pendahulu terdiri dari, dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM., KPEC., Bdn, Mustika Dewi, S.ST., M.Keb dan dr. Ahmadal Mustafa. Tim gabungan ini terdiri dari 15 dosen, 9 tenaga kependidikan dan 27 mahasiswa dari kedua kampus. Ketua tim tanggap bencana Sumbar UB-UMM, dr. Aurick Yudha Nagara, menjelaskan bahwa misi awal tim adalah melakukan uji cepat terhadap kondisi lapangan sekaligus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan setempat. Tujuannya adalah untuk memetakan kebutuhan prioritas sebelum kedatangan logistik dan tim teknis yang lebih besar. Kolaborasi emergensi antara UB dan UMM ini akan menuju Kabupaten Agam untuk melakukan asesmen awal. “Koordinasi kami dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak menghasilkan keputusan bahwa fokus bantuan akan dipusatkan di Kecamatan Palembayan dan Malalak,” jelas Aurick. Hasil asesmen lapangan awal menunjukkan bahwa Palembayan dan Malalak adalah wilayah yang paling terdampak. Di Palembayan, sejumlah permukiman warga teramat rusak berat akibat banjir bandang dan lumpur yang membentuk permukaan tanah. Akses terhadap air bersih juga menjadi tantangan serius bagi warga setempat. Rencana kerja berikutnya adalah merangkum temuan asesmen ini menjadi pedoman bagi tim yang akan berangkat dalam waktu dekat. Tim lanjutan diperkirakan akan bertugas hingga tanggal 17 Desember, dengan fokus pada penanganan kebutuhan mendesak, pemulihan infrastruktur dasar, serta dukungan kesehatan dan perlindungan bagi korban terdampak. Kata seorang dosen pendamping yang terlibat dalam persiapan, “Kehadiran tim ini tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga semangat solidaritas dari komunitas akademik yang peduli pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.” Kehadiran tim pendahulu UB-UMM di Kabupaten Agam menjadi bagian dari respons komprehensif yang mengedepankan kolaborasi lintas institusi, akurasi data di lapangan, serta kepekaan terhadap kebutuhan korban dampak bencana. Pihak kampus berharap hasil asesmen ini mempercepat pelaksanaan bantuan yang tepat sasaran dan berdampak positif bagi pemulihan warga Palembayan dan Malalak. Rektor UB melalui Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Kemendikbudsaintek, serta menyiapkan berbagai aktivitas dan dukungan lapangan. “Tim emergensi dan disaster juga sudah bersiap membantu teman-teman yang ada di lokasi bencana,” katanya. Menurutnya, Kemendikbudsaintek telah mengoordinasikan sembilan perguruan tinggi di Jawa untuk terlibat langsung dalam penanganan bencana di Sumatera dan Aceh. UB menjadi salah satu kampus yang diminta mengirimkan tim dan proposal resmi terkait bentuk partisipasi kampus. “Insyaallah tanggal 6 kita rencanakan tim tanggap bencana dari Universitas Brawijaya akan berangkat dengan mengerahkan perangkat yang kita miliki, termasuk teknologi inovasi yang dapat diterapkan di daerah bencana,” jelas Prof. Widodo. “Tim akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain, termasuk Universitas Muhammadiyah Malang, serta universitas lokal sebagai mitra di lokasi bencana. Mahasiswa dari program dokter spesialis, kesehatan, gizi, hingga bidang terkait lainnya akan dilibatkan dalam misi kemanusiaan ini,” imbuhnya. Selain itu, UB juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang berasal dari wilayah bencana. Kampus akan menyediakan skema advokasi, termasuk bantuan pembayaran UKT serta kebutuhan bulanan yang mungkin terhambat akibat kondisi darurat. “Selama ada mahasiswa yang melapor ke kita, insyaallah akan kita bantu semaksimal mungkin. UKT dan kebutuhan lain akan kita advokasi sesuai kondisi yang dihadapi,” tegasnya. Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, Prof. Unti Ludigdo menambahkan, tim UB akan diterjunkan ke Kabupaten Agam, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah namun masih dapat dijangkau tim darurat. “UB menyiapkan sekitar 45 mahasiswa lintas jenjang S1, S2, hingga profesi untuk bergabung dalam program KKN Kemanusiaan di wilayah terdampak,” ungkapnya. Dalam misi tersebut, UB akan membawa beberapa perangkat teknologi inovatif, di antaranya Teknologi penjernihan air bersih, hingga upaya pendampingan trauma healing. “Sementara kebutuhan jaringan komunikasi dan listrik akan dikoordinasikan dengan Komdigi serta BNPB,” tandasnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Kanit Binmas Polsek Dau Hadiri Malam Penutupan Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa 2025 di UMM

jurnalpolisi.cocid, Malang, 6 Desember 2025 – Kepolisian Sektor (Polsek) Dau menunjukkan komitmennya dalam mendukung inovasi dan kegiatan kemahasiswaan dengan berpartisipasi dalam acara tingkat nasional. Kanit Binmas Polsek Dau, AKP Hari Eko Utomo S.Ap.,M.H., menghadiri Malam Penutupan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kehadiran Kanit Binmas Polsek Dau Mewakili Kapolsek Dau Kompol Suyatno S.Sos dalam acara bergengsi ini adalah sebagai bentuk pemenuhan undangan resmi dari pihak universitas dan merupakan upaya nyata dalam memperkuat sinergi kemitraan antara institusi kepolisian dengan dunia pendidikan tinggi. Acara Malam Penutupan ini menjadi puncak apresiasi bagi para peserta Kontes Kapal Indonesia, yang menampilkan inovasi rancang bangun kapal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, serta apresiasi terhadap program pengabdian masyarakat terbaik melalui Abdidaya Ormawa. Kehadiran unsur kepolisian dalam acara kemahasiswaan dan akademik ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan yang selama ini sudah terjalin baik. Polsek Dau berharap sinergi yang terbangun antara kepolisian dan civitas akademika dapat terus ditingkatkan, terutama dalam menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan kampus dan sekitarnya, serta dalam program-program kemitraan lainnya di masa mendatang. #PolsekDauOfficial #BinmasPolsekDau #HumasPolsekDau #PolresMalang #PolriUntukMasyarakat

Universitas Muhammadiyah Malang Sukses Gelar Kontes Kapal Indonesia 2025, Karya Inovasi Kuatkan Solidaritas Generasi Bangsa

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengapresiasi Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu, (6/12) malam. Gelaran meriah yang dilaksanakan di Hall Dome UMM ini menjadi sebuah acara akbar, sekaligus penanda berakhirnya kompetisi inovasi maritim dan pengabdian masyarakat. Prof. Fauzan menilai kompetensi yang dimiliki para peserta KKI dan Abdidaya Ormawa sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia. Menurutnya, negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual,” ungkap Prof. Fauzan dengan semangat. Ia juga menegaskan bahwa penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik perjalanan kehidupan selanjutnya. “Kami berharap para pemenang tidak cepat puas, dan bagi yang belum meraih kemenangan untuk tetap menjaga determinasi. Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” imbuhnya. Menariknya dari acara penutupan ini juga terdapat momen kemanusiaan. Seluruh hadirin diajak menggalang dana dan berdoa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Prof. Fauzan mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta sejenak dan mendoakan para korban bencana banjir di Pulau Sumatera. “Mari sejenak berdoa bersama, karena kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari pengabdian,” ujarnya. Di sisi lain, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji menyampaikan motivasi yang membangkitkan semangat para mahasiswa agar terus berjuang dan tidak cepat merasa puas. Prof. Muhajir turut mengobarkan semangat pantang menyerah, meyakinkan para peserta bahwa keyakinan dan keteguhan merupakan bekal penting untuk meraih keberhasilan, mencontohkan kegigihan Presiden RI dalam berbagai perjuangan nasional. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” ujar Prof. Muhajir yang merupakan Ketua Badan Pembina Harian UMM. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan bahwa kolaborasi merupakan kunci lahirnya karya akademik dan pengabdian masyarakat yang mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Maju 2045. Ia juga berharap penyelenggaraan terpadu ini dapat menumbuhkan inspirasi bagi sivitas akademika UMM mengenai pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” pungkasnya. (imm/lim).

UMM Program Studi Farmasi dan Apoteker Mengadakan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Singosari

Malang, Mediajurnalindonesia.id – Menutup akhir tahun UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) Program Studi Farmasi dan Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan mengadakan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja kepada siswa SMA di aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Singosari Malang. Kegiatan yang diikuti oleh 66 Siswa SMA ini dilakukan pada hari Sabtu (6/12/25) dengan tim pengabdi apt. Nailis Syifa’, M.Sc., Ph.D. , Dr. apt. Engrid Juni Astuti, M.Farm, apt. Artabah Muchlisin, M.Farm dengan dibantu adik-adik mahasiswa Almas Syamma, ⁠Camelia Churil Aini, Iin Hiqmathul Risqi, Nala Tazkia Azizid, S.Farm, Muhammad Rosyiq Daffa Haq, S.Farm, Talitha Rofi’ah Rosanda Menurut apt. Nailis Syifa’, M.Sc., Ph.D., ketua tim penyuluhan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan penyuluhan narkoba dan kenakalan remaja pada beberapa Sekolah yang ada di Wilayah Singosari Malang. Masa remaja adalah saat mencari identitas diri, apabila tidak hati-hati mudah terkena pengaruh negative dari teman ataupun lingkungan. Dengan memberikan gambaran terkait bahaya narkoba dan kenakalan remaja pada siswa sekolah, kami berharap kegiatan ini menjadi benteng pencegahan bagi remaja supaya bisa tegas mengatakan “Tidak” pada narkoba dan kenakalan remaja, sehingga anak-anak dapat mewujudkan cita-cita dan masa depan yang cemerlang dengan prestasi. Hal ini tentunya akan sejalan dengan target Pemerintah mencapai generasi emas 2045. Ketua Program Studi Profesi Apoteker Dr. Engrid Juni Astuti, M.Farm., yang juga menjadi tim pengabdi mengatakan: “Narkoba dan kenakalan remaja saling terikat untuk itulah kami mengadakan penyuluhan efek dari bahaya narkoba dan kenakalan remaja pada beberapa Sekolah di Singosari, dan saat ini kami melakukan kegiatan ini di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 di Singosari”. Kegiatan penyuluhan ini berjalan lancar dengan mendapatkan antusiasme dari siswa Sekolah Rakyat. Mereka mendapatkan materi bahaya narkoba dan kenakalan remaja dengan menyenangkan karena kegiatan dikemas dengan memadukan game-game interaktif sehingga siswa mudah menangkap materi yang disampaikan. Pada akhir kegiatan, para siswa menuliskan sikap dan harapannya terhadap Tindakan yang harus mereka lakukan untuk mencegah narkoba dan kenakalan remaja. Dari hasil kegiatan ini dapat terlihat bahwa siswa SMA di Sekolah Rakyat tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi dapat berpotensi menjadi kader atau duta anti narkoba dalam pergaulan sehari-hari. Kepala sekolah dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 47, Bapak Warsito, S.Pd. mengatakan, kami berterima kasih sekali kepada UMM khususnya Program Studi Farmasi dan Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan yang telah memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadikan mereka generasi tangguh tanpa narkoba di masa depan.(msa)