Kuliah Praktisi EKOS UMM Bahas SIAPIK sebagai Kunci Akses Pembiayaan UMKM

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM — Program Studi Ekonomi Syariah (EKOS) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar kuliah praktisi yang membahas peran SIAPIK dalam pengambilan keputusan bisnis dan akses pembiayaan UMKM. Kegiatan ini berlangsung pada 9 Desember 2025 di Aula GKB 4 Lantai 4 Kampus 3 UMM dengan menghadirkan konsultan UMKM dari Bank Indonesia Malang, Elviera Dewiyanti Surya Putri. Kuliah praktisi tersebut diikuti mahasiswa EKOS UMM sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Materi difokuskan pada pengelolaan keuangan UMKM yang akuntabel dan berkelanjutan, khususnya dalam perspektif ekonomi syariah. Elviera menjelaskan bahwa SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) merupakan aplikasi yang dikembangkan Bank Indonesia untuk membantu pelaku UMKM melakukan pencatatan keuangan secara sederhana dan terstruktur. Melalui SIAPIK, pelaku usaha dapat menyusun arus kas, laporan laba rugi, hingga posisi keuangan secara periodik sebagai dasar evaluasi usaha. “Tanpa pencatatan yang baik, UMKM akan kesulitan berkembang dan mengambil keputusan bisnis yang tepat,” ujarnya. Menurutnya, laporan keuangan yang tersusun rapi juga menjadi syarat penting bagi UMKM untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan, termasuk perbankan syariah dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). SIAPIK dinilai mampu meningkatkan kredibilitas usaha karena menyajikan data keuangan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kuliah ini mendapat respons aktif dari mahasiswa melalui sesi diskusi yang membahas tantangan literasi keuangan, mekanisme pembiayaan UMKM, serta penerapan prinsip syariah dalam pengelolaan usaha. Melalui kegiatan tersebut, Prodi EKOS UMM menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan lembaga strategis sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi praktis. Diharapkan, lulusan ekonomi syariah tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berperan langsung dalam pendampingan dan pemberdayaan UMKM sebagai penopang perekonomian nasional. (raf)

PCM Sidayu Jalin Silaturahmi dan Tingkatkan Wawasan Organisasi di UMM

pwmu.co –Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidayu menggelar pertemuan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Biro Administrasi Umum (BAU) UMM ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus meningkatkan wawasan keorganisasian. Kegiatan tersebut diikuti oleh PCM Sidayu, 17 Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Aisyiyah, 17 Pimpinan Ranting Aisyiyah, Lazismu, takmir masjid, serta unsur Angkatan Muda Muhammadiyah, di antaranya Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Total peserta yang hadir berjumlah 140 orang. Ketua PCM Sidayu, H. Ach. Muladzidz, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi silaturahmi yang telah dilakukan setiap kali PCM dan PCA Sidayu menggelar Musyawarah Pimpinan di UMM. Menurutnya, pertemuan ini juga menjadi sarana motivasi bagi pimpinan dan anggota persyarikatan agar terus bergerak aktif dalam organisasi dengan meneladani pengelolaan kelembagaan yang dilakukan UMM. Rombongan PCM dan PCA Sidayu disambut oleh Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., dan Wakil Rektor V UMM Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan. Ia juga memperkenalkan program baru UMM berupa beasiswa bagi putra-putri alumni UMM dari berbagai angkatan. Selain itu, ia memberikan pengantar materi tentang keorganisasian. “Apasih inti organisasi itu?” tanya Tri Sulistyaningsih sebagai pemantik diskusi. Pertanyaan tersebut mendapat beragam tanggapan dari peserta. Zainal Abidin, S.Pd., menyampaikan bahwa inti organisasi adalah tertib. Sementara itu, Fitryah Ahmad menambahkan bahwa kerja sama merupakan inti dalam berorganisasi. Menanggapi hal tersebut, Tri Sulistyaningsih menjelaskan bahwa keorganisasian dapat diibaratkan seperti pelaksanaan salat, yang menuntut ketertiban dan kepatuhan terhadap tugas dan aturan. Ia mencontohkan mekanisme musyawarah dalam Muhammadiyah yang berjenjang, mulai dari muktamar hingga musyawarah ranting, dalam proses pemilihan pimpinan. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menambahkan bahwa Muhammadiyah memiliki keunggulan dalam sistem pengorganisasian. Ia mengibaratkannya seperti salat berjamaah, ketika imam memulai takbir dan jamaah mengikuti dengan tertib. Saf harus diluruskan dan dirapatkan sebagai bentuk kesempurnaan. “Hati-hati dalam kebaikan, sesuatu kebenaran, misi tentang kebaikan tetapi kalau tidak diorganisir dengan baik akan kalah dengan kebathilan atau tujuan yang jahat tetapi diorganisir dengan baik,” ujar Ahmad Juanda mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib. *) Penulis : Lufiyah Diah Radintari | Editor : Tanwirul Huda

Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Bahas Pemanfaatan AI, Raih Juara LKTI Nasional

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih Juara II dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Biometrik. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret, beberapa waktu lalu. Tim UMM mengangkat isu pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Tim ini bernama BRIGITA. Terdiri dari tiga mahasiswa, Holista Ana Maria, Gina dan Febri. Prestasi mereka menegaskan peran aktif UMM dalam mendorong generasi muda untuk menjadi solusi berbasis teknologi. Holista menjelaskan latar belakang keikutsertaan mereka didorong oleh kesadaran akan urgensi isu teknologi dan digitalisasi di Indonesia. “Fokus utama tulisan kami adalah bagaimana generasi muda Indonesia memanfaatkan teknologi AI sebagai wujud inovasi dan kreativitas di era tren #KaburAjaDulu,” katanya. Tim BRIGITA meyakini bahwa topik AI ini sangat relevan dibahas karena AI tidak hanya menunjukkan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan global. Tetapi juga mencerminkan kebutuhan akan kecepatan dan efisiensi di zaman modern. “Pembahasan pemanfaatan AI menjadi keunggulan utama kami. Karena hampir setiap orang mulai mengandalkan AI untuk menyelesaikan berbagai masalah, dan kami hadir untuk memaksimalkan potensi itu secara lebih efektif dan inovatif,” jelasnya. Dalam karya ilmiahnya, tim BRIGITA tidak hanya mengritik, tetapi menawarkan solusi nyata. Mereka mengusulkan tiga langkah strategis. Bagi konten kreator, AI harus dioptimalkan untuk mengembangkan ide kreatif. Untuk generasi muda, AI menjadi sarana konstruktif untuk menyalurkan ide dan aspirasi. Terakhir bagi pemerintah, perlu adanya dukungan berupa pelatihan dan kebijakan untuk ekosistem AI. “Konsep inilah yang menjadikan gagasan kami unggul dalam kompetisi,” kata dia. Melalui karya ini, UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya berwawasan hukum, tetapi juga inovatif dan tanggap terhadap perkembangan teknologi global. Holista berharap, pengalaman ini dapat memotivasi mahasiswa UMM lainnya untuk tidak takut mencoba kompetisi ilmiah. “Mengikuti suatu lomba bukan hanya karena menang dan kalah saja, tetapi dapat menambahkan pengalaman baru, apalagi saat kita sudah masuk di era perkuliahan,” pesannya. (imm/lim)