Kisah Azhar, Mahasiswa PAI UMM yang Tempa Kompetensi di CoE Manajemen Sekolah Islam

Program Center of Excellence (CoE) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa lintas fakultas. Salah satunya dirasakan oleh M. Azhar Iman Sofyan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam, angkatan 2022, yang mengikuti CoE Manajemen Sekolah Islam Unggul. Program CoE ini berlangsung sejak Agustus hingga 11 Desember 2025, dengan penempatan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 26 Bojonegoro. Selama magang, Azhar sapaan akrabnya difokuskan pada pengembangan program dan penguatan manajemen sekolah. Setelah kegiatan di sekolah selesai hingga siang hari, peserta melanjutkan dengan penyusunan laporan dan pembahasan program di penginapan. Ia menjelaskan bahwa program magang CoE yang dijalani memiliki aktivitas yang cukup padat dan berfokus pada penguatan manajemen lembaga pendidikan. “Kegiatan magang dilakukan mulai Senin sampai Kamis, bahkan kadang hingga Sabtu. Kami datang langsung ke sekolah untuk berdiskusi dengan guru dan pihak yang terkait, mencari tahu permasalahan yang ada, karena fokusnya bukan pada pengajaran langsung, tetapi pada manajemen sekolah,” jelasnya. Setelah mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi sekolah, peserta CoE bersama pihak sekolah merumuskan solusi secara kolaboratif. Menurut Azhar, solusi tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi sekolah agar semakin diminati masyarakat. “Dari solusi itu kami susun program yang bisa menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sana. Itu menjadi tujuan utama kegiatan kami,” tambahnya. Mengikuti CoE menjadi pengalaman yang berkesan bagi Azhar. Ia mengaku tertarik bergabung karena program ini dirancang untuk membantu mahasiswa lulus dalam waktu 3,5 tahun. “Salah satu alasan utama saya ikut CoE adalah target kelulusan yang jelas. Kami benar-benar dibimbing mulai dari penyusunan tugas akhir, seminar proposal, sampai seminar hasil, semuanya sudah terjadwal,” ungkapnya. Selain percepatan kelulusan, pengalaman dunia kerja menjadi nilai tambah yang signifikan. “Di CoE ini saya mendapatkan pengalaman yang sebelumnya belum pernah saya rasakan, mulai dari relasi, pengetahuan, sampai gambaran nyata dunia kerja,” katanya. Ke depan, Azhar berharap dapat segera menyelesaikan tugas akhirnya dan lulus tepat waktu. Ia juga ingin pengalaman magangnya memberikan manfaat nyata bagi sekolah tempat ia ditempatkan. “Saya merasa passion saya memang di dunia pendidikan. Ke depannya ingin tetap bermanfaat sebagai guru atau di bidang manajemen pendidikan,” ujarnya. Menurut Azhar, pengalaman mengikuti CoE menjadi bekal penting sebelum lulus. “Di sini saya benar-benar merasakan output yang nyata. Apa yang dipelajari relevan dengan dunia kerja nanti, baik sebagai guru maupun di bidang manajemen sumber daya manusia pendidikan,” tutupnya. (Abim/Faq)   Penulis: Bima Chusnul Triwibowo | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

UMM Salurkan Hygiene Kit untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Kabupaten Agam

Di tengah lumpur dan sisa genangan banjir yang belum sepenuhnya surut, bantuan terus mengalir bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan hygiene kit guna membantu para penyintas menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Bantuan hygiene kit tersebut disalurkan pada 19 Desember lalu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan diterima langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M. Penyaluran ini merupakan bagian dari program respon bencana UMM terhadap musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam. Sebelumnya, UMM juga telah menyalurkan ratusan hygiene kit ke beberapa wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Agam sejak 8 Desember lalu. Terbaru, tim kampus putih juga menyalurkan bantuan tersebut langsung kepada para warga daerah maninjau pada 21 Desember. Hygiene kit tersebut berisi perlengkapan dasar kebersihan, seperti sabun, handuk, serta alat-alat kebersihan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga di pengungsian. Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada UMM atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan bahwa hygiene kit tersebut nantinya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang terdampak paling parah. Menurutnya, bantuan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam kondisi darurat pascabencana. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UMM atas kepeduliannya. Bantuan ini akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya. Dalam program respon bencana ini, UMM berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk membantu penanganan bencana di Sumatera Barat. Sepanjang bulan ini, UMM mengirimkan puluhan relawan untuk terjun langsung ke lapangan, mulai dari dokter umum, perawat, apoteker Rumah Sakit UMM, dokter muda Fakultas Kedokteran UMM, hingga Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UMM. Ketua Pos Koordinasi Relawan UMM, Indra Ferry, menjelaskan bahwa penyaluran hygiene kit tersebut bertujuan untuk memberikan fasilitas dasar kebersihan bagi warga terdampak agar tetap dapat menjaga kebersihan diri secara layak di tengah keterbatasan pascabencana. Menurutnya, banjir dan longsor tidak hanya merusak rumah serta infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang harus tinggal di pengungsian dengan akses air bersih yang terbatas. Ia menegaskan bahwa lingkungan yang lembap, kotor, dan bercampur lumpur sangat rentan memicu berbagai penyakit, khususnya penyakit kulit seperti gatal-gatal, infeksi, dan iritasi. Oleh karena itu, ketersediaan hygiene kit menjadi kebutuhan mendesak bagi para penyintas agar mereka dapat membersihkan diri secara rutin dan menjaga kesehatan tubuh. Terakhir, Dosen Akuakultur UMM itu berharap agar bantuan yang disalurkan UMM ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak. Ia juga berharap kehadiran relawan dan bantuan kemanusiaan ini dapat memberikan dukungan moral bagi para penyintas yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabencana. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu menjaga kesehatan dan meringankan beban para penyintas banjir dan longsor,” tuturnya.(faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

AIESEC in UMM Gandeng Nestlé untuk Tingkatkan Keterampilan Interview Generasi Muda

 GOOD NEWS FROM INDONESIA – AIESEC in UMM kembali melanjutkan komitmennya dalam mencetak pemimpin muda berkualitas melalui rangkaian kegiatan AIESEC Future Leaders, salah satunya adalah Capacity Building 3 yang diselenggarakan pada Selasa, 18 November 2025 secara online melalui Zoom. Pada sesi ini, AIESEC in UMM menghadirkan pembicara dari perusahaan multinasional ternama, Mecca Bobby, Talent Acquisition Manager at Nestlé Indonesia, yang membawakan materi berjudul “Show Your Best Self in Interview!” kepada sebanyak 70 peserta. Sebagai bagian penting dari kurikulum AIESEC Future Leaders, Capacity Building 3 berfokus pada penguatan hard skills, khususnya keterampilan menghadapi wawancara kerja yang menjadi tantangan utama bagi para pemuda yang siap memasuki dunia profesional. Dengan tema besar “Bloom with Confidence: Tactics for Success When Interviewing at Your Dream Company”, sesi ini dirancang untuk membantu peserta memahami strategi interview secara komprehensif. Mulai dari persiapan, cara membangun struktur jawaban yang baik, hingga penggunaan STAR Method (Situation, Task, Action, Result) yang menjadi teknik standar dalam proses seleksi kandidat. Pemilihan Nestlé sebagai speaker kegiatan didasarkan pada reputasinya sebagai perusahaan global yang memiliki proses rekrutmen kompetitif, sistematis, dan terukur. Keahlian Mecca Bobby, yang telah menempuh perjalanan karier panjang hingga menjabat sebagai Talent Acquisition Manager di Nestlé Indonesia, memberikan perspektif berharga mengenai ekspektasi recruiter, kualitas yang dicari perusahaan, serta cara menampilkan versi terbaik diri dalam interview. Beliau juga membagikan pengalaman aktual dari proses seleksi Nestlé, sehingga peserta dapat memahami gambaran nyata dinamika rekrutmen di industri profesional. Kegiatan ini diikuti oleh 70 partisipan dari berbagai latar belakang pendidikan dan minat karier. Rangkaian acara dimulai dengan penyampaian materi utama selama satu jam, yang membahas secara mendalam perjalanan rekrutmen, cara menonjolkan prestasi dibandingkan tugas, hingga pentingnya keaslian diri (authenticity) ketika berinteraksi dengan recruiter. Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan Q&A, fun time, dan info session. Sejak awal materi dimulai, atmosfer diskusi berjalan sangat interaktif. Banyak peserta yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai tantangan menghadapi interview, teknik menjawab pertanyaan sulit, serta strategi menghadapi interviewer dalam situasi profesional yang menuntut ketenangan dan kejelasan berpikir. Faiz Ulil Albab, salah satu partisipan, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. Ia mengatakan, “Kegiatannya seru karena dapat ilmu-ilmu yang sangat berharga, jadi kita tahu bagaimana proses rekrutmen di sebuah perusahaan dan apa saja yang perlu kita persiapkan. Pematerinya juga bagus banget dalam menyampaikan materi, apalagi menjawab pertanyaan dengan sangat jelas.” Selain itu, Adelia Ramadhani, salah satu Team Member Program, membagikan kesannya atas keberhasilan acara ini. Ia menyebutkan, “Awalnya tidak berekspektasi bisa mendapatkan speaker dari Nestlé, apalagi sempat ada wacana ingin mengadakan sesi secara offline. Ketika akhirnya kami berhasil mengundang speaker dari salah satu big company, kami merasa sangat senang. Ini juga yang bikin delegates semakin tertarik dan excited untuk ikut. Overall, bangga dan puas dengan hasil acara ini.”Antusiasme peserta seperti Faiz menunjukkan bahwa sesi ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik dan wawasan nyata yang dapat langsung diterapkan. Dengan terselenggaranya Capacity Building 3 ini, AIESEC in UMM berharap dapat terus mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia melalui program-program berkualitas yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi bersama Nestlé menjadi langkah nyata dalam membuka akses pembelajaran profesional yang bermakna dan berdampak.

UMM Kaji Peran Trans Jatim Dorong Ekonomi dan Wisata Malang Raya

pwmu.co –Kehadiran Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya menjadi angin segar bagi penataan transportasi publik sekaligus penguatan sektor ekonomi dan pariwisata. Untuk membedah potensi tersebut, Tribun Network menggelar talk show bertajuk “Tribun Talks: Trans Jatim untuk Dongkrak Ekonomi dan Wisata Malang Raya” pada Rabu (17/12/2025) di Rayz Hotel UMM. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pemerintah daerah, hingga perwakilan paguyuban sopir angkutan kota. Forum ini menjadi ruang diskusi bersama untuk merumuskan masa depan konektivitas wilayah Malang Raya yang dikenal dengan sebutan Malang Senyawa. Sejak diresmikan, animo masyarakat terhadap layanan Trans Jatim terbilang tinggi. Data menunjukkan rata-rata jumlah penumpang mencapai 4.000 orang per hari di wilayah Malang. Komposisi penumpang didominasi mahasiswa dan pelajar dengan tarif Rp2.500, serta penumpang umum dengan tarif Rp5.000. Tingginya tingkat keterisian tersebut menjadi bukti bahwa transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan sangat dirindukan warga Malang Raya setelah bertahun-tahun dihadapkan pada persoalan kemacetan. Asisten Khusus Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan SDM UMM, Dr. Ratih Juliati, M.Si., menilai Trans Jatim sebagai tulang punggung aksesibilitas pariwisata berkelanjutan sesuai dengan Teori Konektivitas. Menurutnya, kesuksesan destinasi wisata sangat bergantung pada integrasi transportasi yang menjangkau pusat pendidikan dan area publik. “Aksesibilitas ini menjadi pemantik untuk menggairahkan kembali Malang Raya. Trans Jatim menciptakan nilai pelayanan publik yang luar biasa, khususnya bagi mahasiswa dan pendatang,” tutur Ratih. Ia menambahkan, optimalisasi aksesibilitas tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan mobilitas, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan UMKM di sekitar shelter. Setiap titik pemberhentian bus memiliki potensi besar menjadi pusat keramaian baru yang menggerakkan sektor perdagangan kecil. “Efek domino terlihat dari munculnya pusat-pusat ekonomi baru di setiap shelter. Dengan transportasi publik yang lancar, ekonomi masyarakat bawah ikut bergerak,” jelasnya. Lebih lanjut, Ratih menekankan bahwa keberhasilan inovasi transportasi ini harus menjadi momentum kolektif untuk membangun budaya bermobilitas yang lebih modern dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama agar layanan Trans Jatim tetap relevan dalam jangka panjang. “Trans Jatim bukan sekadar bus yang melintas, tetapi simbol sinergi Malang Senyawa yang menyatukan konektivitas, kenyamanan, dan keberlanjutan ekonomi dari hulu hingga hilir,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Drs. R. Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa kehadiran Trans Jatim bukan untuk mematikan transportasi lokal. Sebaliknya, layanan ini menjadi mesin transformasi bagi angkutan kota melalui skema integrasi sebagai feeder. “Angkutan kota kini berfungsi sebagai pengumpan dari permukiman ke shelter utama. Penataan ini membuat angkot kembali optimal dan secara nyata menghidupkan pendapatan para pengemudinya,” ujarnya. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Hendry Suseno, SP., MM. Ia mencatat adanya kebangkitan ekonomi di sekitar titik-titik pemberhentian Trans Jatim. Bahkan, sembilan jalur angkutan di Kota Batu yang sebelumnya mati suri kini mulai menggeliat kembali. “Wisatawan memiliki pilihan mobilitas yang lebih efisien menuju Alun-Alun Kota Batu dan berbagai destinasi wisata tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi,” jelasnya. (*)

Mahasiswa PAI UMM Gelar Pelatihan Kepemimpinan IPM SMK Muhammadiyah 01 Malang

pwmu.co –Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Leadership Training bagi pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 01 Kota Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (29/11/2025) di Aula SMK Muhammadiyah 01 Kota Malang. Pelatihan ini merupakan bagian dari praktikum Mata Kuliah Desain Pelatihan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa PAI UMM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mempraktikkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan kepemimpinan secara langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan diawali dengan sambutan dari pengurus IPM SMK Muhammadiyah 01 Kota Malang. Pihak sekolah memberikan dukungan dengan menyediakan tempat dan fasilitas pelatihan. Peserta kegiatan merupakan pengurus IPM yang aktif di SMK Muhammadiyah 01 Kota Malang. Sebanyak enam mahasiswa PAI UMM terlibat sebagai fasilitator dan mentor dalam kegiatan ini, yaitu Cahaya Afiliani, Andini Dwi Pratiwi, Suci Maulidiyah, Mujahiddin, Zakiyyatun Hasanah, dan Siti Aisyah. Seluruh fasilitator telah menyiapkan materi pelatihan sejak awal semester sebagai bagian dari penilaian praktikum mata kuliah. Leadership Training IPM SMK Muhammadiyah 01 Kota Malang oleh Mahasiswa PAI UMM (Suci Maulidiyah/PWMU.CO) Materi pelatihan disusun dengan pendekatan semi game, yang mengombinasikan penyampaian teori, permainan edukatif, simulasi, dan diskusi kelompok. Adapun materi yang diberikan meliputi dasar-dasar kepemimpinan, komunikasi efektif, problem solving, dan kerja sama tim. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta dapat mengikuti setiap sesi secara aktif. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membantunya dalam menyampaikan pendapat dengan lebih baik. “Saya jadi lebih berani menyampaikan pendapat tanpa menyinggung perasaan orang lain,” ungkapnya. Sementara itu, Mujahiddin, salah satu mahasiswa PAI UMM yang terlibat sebagai fasilitator, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Ia berharap praktikum yang dijalani tidak hanya berhenti pada penilaian akademik, tetapi juga memberikan pengalaman lapangan. Menurutnya, keterlibatan langsung di sekolah mitra membantu mahasiswa memahami dinamika pelatihan secara nyata. Pihak SMK Muhammadiyah 01 Kota Malang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sekolah menilai bahwa pelatihan kepemimpinan diperlukan bagi siswa, khususnya pengurus organisasi pelajar, untuk mendukung pengembangan keterampilan nonakademik. Materi dan metode yang disampaikan mahasiswa UMM dinilai dapat diterima dengan baik oleh peserta. Kegiatan Leadership Training ini menjadi bagian dari kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dalam bidang pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik lapangan, sementara siswa IPM mendapatkan pembinaan kepemimpinan yang relevan dengan aktivitas organisasi di sekolah. (*)

UMM Kampus Paling Berkelanjutan di Malang Raya dan PTMA

KLIKMU.CO – Isu air dan energi kerap dibahas sebagai persoalan global di ruang-ruang konferensi. Namun, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), keduanya justru diterapkan secara nyata dalam aktivitas kampus sehari-hari. Mulai dari danau konservasi hingga pemanfaatan transportasi listrik, keberlanjutan tidak berhenti sebagai jargon, tetapi dijalankan sebagai sistem yang terukur. Pendekatan tersebut kembali mengantarkan UMM menguatkan posisinya dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2025. Pada pemeringkatan tahun ini, UMM berada di peringkat 19 nasional, naik satu tingkat dibanding tahun 2024, serta menempati peringkat 102 dunia. Capaian tersebut menegaskan konsistensi UMM dalam membangun kampus berkelanjutan melalui proses panjang dan berkelanjutan sejak pertama kali mengikuti UI GreenMetric. Di tingkat regional, UMM menjadi kampus paling berkelanjutan di Malang Raya. Sementara secara nasional, UMM juga mengokohkan diri sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA). Wakil Rektor IV UMM M Salis Yuniardi MPsi PhD menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi tambahan semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menjadikan UMM sebagai kampus yang tidak hanya hijau dan asri, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian bumi. “Harapannya, capaian ini bisa menambah kepedulian bersama untuk menjaga keberlangsungan bumi, mulai dari hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, hingga menumbuhkan semangat menanam pohon dan kegiatan ramah lingkungan lainnya,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025). Sementara itu, Ketua Tim GreenMetric UMM Sandi Wahyudiono ST MT menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja instan atau sekadar mengejar peringkat. UI GreenMetric menilai enam indikator utama, mulai dari Setting and Infrastructure hingga Education and Research, yang semuanya dibangun UMM secara terintegrasi dan berkelanjutan. UI GreenMetric mengukur keberlanjutan melalui enam aspek, yakni Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, serta Education and Research. Dalam konteks ini, kekuatan UMM terletak pada pengelolaan lingkungan yang saling terhubung, terutama pada sektor energi, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah dan air, serta pendidikan dan riset yang diarahkan pada isu keberlanjutan. “Seluruh indikator UI GreenMetric dapat dipenuhi UMM. Nilai kami cukup menonjol pada aspek Water, salah satunya berkat keberadaan danau kampus sebagai bagian dari konservasi air, serta pada Education and Research yang terus diperkuat secara sistemik,” jelasnya. Keunggulan UMM tidak hanya terletak pada infrastruktur fisik. Integrasi nilai akademik, praktik langsung, dan budaya keberlanjutan menjadi fondasi utama. Kampanye Go Green dan Go Healthy, mata kuliah wajib Wawasan Berkelanjutan, hingga penggunaan transportasi kampus ramah lingkungan dijalankan secara rutin dan konsisten. Seluruh sivitas akademika—mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan—dilibatkan aktif dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi program keberlanjutan melalui riset, kegiatan ekstrakurikuler, serta kampanye sadar lingkungan. UMM juga mengembangkan berbagai program unggulan, seperti mobil listrik kampus, sistem transportasi internal ramah lingkungan, pengelolaan limbah terpadu menuju zero waste, pemanfaatan energi terbarukan melalui PLTS dan PLTMH, serta integrasi isu keberlanjutan ke dalam kurikulum. Program-program tersebut berdampak langsung pada penilaian UI GreenMetric. Capaian ini sejalan dengan visi UMM sebagai kampus unggul dan berwawasan lingkungan. Lebih jauh, peringkat UI GreenMetric memperkuat posisi UMM di tingkat global, meningkatkan daya saing, peluang kolaborasi internasional, serta daya tarik bagi mahasiswa dan mitra global. Ke depan, UMM menargetkan masuk 15 besar nasional dengan memperkuat inovasi, kualitas data, dan dampak nyata program keberlanjutan. “Keberlanjutan harus dijaga sebagai budaya kampus, bukan sekadar tuntutan penilaian. Di situlah kekuatan UMM yang sesungguhnya,” pungkas Sandi. (Faqih/AS)

Menengok Pelatihan Career & Goal Planning Mahasiswa PAI UMM di SMAN 2 Batu

pwmu.co –Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan pelatihan bertajuk “Career & Goal Planning” di SMA Negeri 2 Batu.Kegiatan ini bertujuan membantu siswa merencanakan masa depan dan karir mereka dengan lebih terarah. Pelatihan yang berlangsung di aula SMAN 2 Batu ini teramaikan oleh 47 siswa kelas XII yang antusias untuk mendapatkan wawasan tentang perencanaan karir dan penetapan tujuan hidup. Mengaplikasikan Ilmu Bangku Perkuliahan Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran desain pelatihan mahasiswa PAI UMM dalam mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari Ahmad Bachrul Ulum, Rahmi Julianti, Fatimatuzzahrah, Cindy Amalia, Indah Nurlestari dan Rachmatul Awaliyah yang merupakan mahasiswa Program Studi PAI UMM. Kegiatan ini terlaksana di bawah bimbingan Zulfikar Yusuf MPdI selaku dosen pengampu mata kuliah Desain Pelatihan. Dalam sesi pelatihan, mahasiswa PAI UMM menyampaikan materi tentang pentingnya memiliki visi dan misi pribadi, cara mengidentifikasi minat dan bakat. Serta, strategi menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Para peserta juga berkesempatan untuk memahami berbagai pilihan karir yang sesuai dengan potensi mereka. Termasuk jalur pendidikan lanjutan dan dunia kerja. “Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Desain Pelatihan yang kami pelajari. Kami berharap melalui pelatihan ini, siswa-siswi SMAN 2 Batu dapat lebih memahami potensi diri mereka dan memiliki gambaran yang jelas tentang masa depan yang ingin mereka capai” ujar salah satu koordinator kegiatan dari mahasiswa PAI UMM. Sambutan Kepala SMAN 2 Batu Kepala SMAN 2 Batu, menyambut baik inisiatif mahasiswa UMM dalam memberikan bekal keterampilan perencanaan karir kepada para siswa. Hal senada juga tersampaikan oleh Agus selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa kami, terutama dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan setelah lulus dari SMA” ungkap Pak Agus. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif dan diskusi kelompok, di mana siswa dapat berbagi aspirasi dan mendapatkan masukan langsung dari para mahasiswa. Para peserta tampak antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi yang tersampaikan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa SMAN 2 Batu untuk lebih serius dalam merencanakan masa depan mereka. Serta menjadi wadah kolaborasi positif antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam memajukan pendidikan di Kota Batu. *) Penulis : Rahmi Julianti *) Editor : Danar Trivasya Fikri

DAMNas IMM Malang Raya, Siapkan Kader Berkemajuan

MALANG, Suara Muhammadiyah – Darul Arqam Madya Nasional (DAMNas) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Malang (PC IMM) Malang Raya resmi dibuka pada Sabtu (20/12/2025) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Arjosari, Kota Malang. Kegiatan perkaderan utama yang mengusung tema `Dialektika Manusia dan Teknologi di Era Society 5.0` ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia. Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri oleh beberapa tokoh, diantaranya adalah Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Dr. Ramliyanto, SP., MP., Komisioner KPU Jawa Timur Choirul Umam, S.Pd., Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, S.T., M.T., Wakil Ketua PDM Kota Malang Ibnu Mujahidin, Ketua DPD IMM Jawa Timur drh. Devi Kurniawan, M.M., Ketua Umum PC IMM Malang Raya Kelvin Argo Beni, dan beberapa tamu undangan lainnya. Dalam sambutan pembukaan, Ketua Umum PC IMM Malang Raya, Kelvin Argo Beni mengungkapkan bahwa DAMNas Malang Raya didesain sebagai wahana untuk mengupgrade kapasitas diri, update skill, sehingga dapat menjadi kader madya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. “Hari ini arus informasi yang mengalir ke kader-kader IMM begitu cepat. Dulu kita masih bisa meng-crosscheck setiap informasi. Tapi kini dengan adanya AI, kita sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu,” ujarnya. Dengan begitu, ia berharap DAMNas kali ini dapat menyiapkan kader-kader yang melek teknologi dan melek literasi digital guna menghadapi tantangan yang ada hari ini. Komisioner KPU Jawa Timur Choirul Umam, S.Pd. mengungkapkan bahwa dalam dunia sekarang ini kita harus menggunakan pengetahuan untuk menyaring segala informasi yang diberikan kepada kita. Sehingga dapat diketahui makna diluar dan didalam fenomena tersebut. Ia mencontohkan bagaimana filsafat ilmu melahirkan tiga pilar utama dalam critical thinking, yakni ontologi, epistemologi,dan aksiologi. Oleh sebab itu, baginya generasi muda harus memanfaatkan pengetahuan yang semakin berkembang. “Tidak ada yang diragukan dari diri kawan-kawan untuk menggunakan prompt sebagai pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kita,” ujarnya. Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Nur Subeki, S.T., M.T. turut memaparkan realitas penggunaan AI yang kini telah merambah hingga ke hal-hal paling sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Meski AI menawarkan kemudahan, ia mengingatkan adanya risiko manipulasi yang semakin canggih. “AI mulai aktif digunakan untuk berbagai hal, bahkan mempertanyakan hal sepele pun kini bertanya menggunakan AI. Namun, kita harus waspada karena AI dapat digunakan untuk memanipulasi, mulai dari gambar hingga kata-kata,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa dengan memahami pola bisnis digital, seseorang dapat lebih dini mendeteksi potensi penipuan atau manipulasi tersebut. Diakhir, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Dr. Ramliyanto, SP., MP. menyampaikan materi dengan tema “Dare to Dream, Rise to Become”. Ia menyoroti tantangan nyata Generasi Z di dunia kerja yang terus berevolusi. Ia juga mengingatkan agar para kader tidak memiliki penyesalan dalam hidup dengan terus memperkaya diri melalui literasi dan belajar tanpa henti “Menjadi muda itu advantage atau keunggulan. Carilah ilmu sebanyak-banyaknya. Tidak bisa anda gunakan hanya untuk scroll TikTok atau Instagram. Nanti penyesalannya waktu sudah tua. Harusnya anda sekarang banyak membaca buku,” ujarnya, Ia juga memberikan pesan kepada kader-kader IMM untuk percaya pada potensi diri sendiri. “Selalu ingat bahwa kamu lebih berani dari yang kamu percaya, lebih kuat dari yang terlihat, dan lebih pintar dari yang kamu kira,” pesannya Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: DAMNas IMM Malang Raya, Siapkan Kader Berkemajuan, https://suaramuhammadiyah.id/read/damnas-imm-malang-raya-siapkan-kader-berkemajuan

UMM Kaji Peran Trans Jatim: Gerakkan Ekonomi dan Wisata Malang Raya

MALANG POST – Untuk membedah potensi tersebut, Tribun Network menggelar talk show bertajuk “Tribun Talks: Trans Jatim untuk Dongkrak Ekonomi dan Wisata Malang Raya” yang melibatkan Universitas Muhammadiyah Malang, Pemerintah Kota serta Pemerintah Wilayah Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 17 Desember lalu bertempat di Rayz Hotel UMM. Acara tersebut mempertemukan regulator, akademisi, hingga paguyuban sopir angkot untuk bersama-sama merumuskan masa depan konektivitas wilayah yang dikenal dengan sebutan Malang Senyawa. Sejak diresmikan, animo masyarakat terhadap Trans Jatim tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 4.000 penumpang per hari di wilayah Malang. Data mencatat komposisi penumpang terdiri dari mahasiswa dan pelajar yang dikenakan tarif sebesar Rp 2.500. Serta penumpang umum yang dikenakan sebesar Rp5.000. Tingginya keterisian ini membuktikan bahwa transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan sangat dirindukan oleh warga Malang Raya yang selama berpuluh tahun menghadapi tantangan kemacetan. Asisten Khusus Rektor Bidang Kerja sama dan Pengembangan SDM UMM, Dr. Ratih Juliati, M.Si., mengatakan bahwa Trans Jatim adalah tulang punggung aksesibilitas pariwisata berkelanjutan sesuai Teori Konektivitas. Menurutnya, kesuksesan destinasi wisata sangat bergantung pada integrasi transportasi yang melintasi pusat pendidikan dan area publik. “Aksesibilitas ini merupakan pancingan untuk menggairahkan kembali wilayah Malang Raya, di mana Trans Jatim menciptakan nilai pelayanan publik yang luar biasa dan bermanfaat bagi mahasiswa serta pendatang,” tutur Ratih. Optimalisasi aksesibilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga mampu menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan UMKM di sekitar shelter. Hal ini dikarenakan setiap titik pemberhentian bus memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keramaian baru yang menghidupkan sektor perdagangan kecil. “Efek domino ini terlihat dari munculnya pusat ekonomi baru di setiap titik pemberhentian bus, sehingga ekonomi masyarakat bawah ikut bergerak seiring dengan lancarnya arus transportasi publik,” ungkap Ratih. Lebih jauh, Ratih menekankan bahwa keberhasilan inovasi transportasi ini harus menjadi momentum kolektif bagi seluruh elemen masyarakat. Sehingga menciptakan budaya baru dalam bermobilitas yang lebih modern. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci agar layanan ini tetap relevan dan berkelanjutan. “Trans Jatim bukan sekadar bus yang melintas, melainkan simbol sinergi Malang Senyawa yang menyatukan konektivitas, kenyamanan, dan keberlanjutan ekonomi dari hulu hingga ke hilir,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Drs. R. Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa kehadiran Trans Jatim bukan untuk mematikan transportasi lokal, melainkan sebagai mesin transformasi bagi angkutan kota. Melalui integrasi ini, angkot kini diposisikan sebagai feeder atau pengumpan yang menyambungkan penumpang dari pemukiman ke shelter utama. “Angkutan kota yang sebelumnya kurang optimal kini kembali berfungsi secara maksimal. Melalui kehadiran Trans Jatim, angkutan tersebut ditata ulang menjadi angkutan feeder yang secara nyata, menghidupkan kembali pendapatan para pengemudinya,” ujar Widjaja. Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Hendry Suseno, SP., MM., melihat adanya kebangkitan ekonomi di sekitar titik-titik pemberhentian bus. Ia mencatat sembilan jalur angkutan di Batu yang sebelumnya mati suri kini mulai menggeliat kembali. Wisatawan kini memiliki opsi mobilitas yang lebih efisien menuju Alun-Alun Batu maupun destinasi wisata Kota Batu tanpa harus terjebak kemacetan kendaraan pribadi.(*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)