Wujudkan Masjid Yang Ramah Anak, RBC Institute AMF Beri Sentuhan Edukatif

Di tengah derasnya arus gawai yang kian menjauhkan anak-anak dari ruang ibadah, Rumah Baca Cerdas Institute Abdul Malik Fadjar (RBC Institute AMF) bersama Masjid Baiturrahmah Sawojajar, Kota Malang dan santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI-AMF) justru menghadirkan wajah berbeda. Masjid tak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga ruang belajar yang ramah anak melalui kegiatan literasi dan pembinaan akhlak yang digelar pada 18 Januari 2026. Fokus utama kegiatan tersebut diarahkan pada pembentukan akhlak dan adab anak sebagai fondasi pendidikan sejak dini. Seluruh rangkaian aktivitas dikemas secara sederhana dan menyenangkan agar mudah diterima anak-anak, dengan metode yang meliputi kegiatan berkisah, bermain, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas kreatif yang disesuaikan dengan usia dan karakter peserta. Pemilihan lokasi Masjid sebagai pusat peradaban dan ruang pendidikan yang ramah anak, mengingat fenomena anak-anak yang rajin datang ke masjid saat kecil namun cenderung menjauh ketika beranjak dewasa. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk menjaga kedekatan anak dengan masjid sejak usia dini. Koordinator Program RBC Institute Abdul Malik Fadjar, Manda Danastri, menegaskan bahwa kehadiran literasi di masjid menjadi ikhtiar penting untuk menyeimbangkan perkembangan anak di tengah arus digital. “Anak-anak hari ini sangat dekat dengan gawai. Karena itu, masjid perlu dihadirkan sebagai ruang alternatif yang menyenangkan, aman, dan mendidik. Melalui literasi dan pembinaan akhlak, kami ingin anak-anak merasa bahwa masjid adalah rumah belajar yang ramah bagi mereka,” ujarnya. Ia menambahkan, kolaborasi antara ibu-ibu masjid dan pelajar IPM menjadi kekuatan utama dalam program ini. “Gerakan literasi akan lebih berdampak jika dilakukan bersama. Ketika masjid, komunitas, dan pelajar bergerak bersama, pembinaan akhlak dan budaya baca anak dapat tumbuh secara berkelanjutan,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) PPI-AMF, Azhar Izzudin, mengatakan keterlibatan IPM merupakan bentuk kontribusi pelajar dalam kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat. “Kami datang ke sini sebagai relawan untuk membantu kegiatan rutin di masjid. Kami bekerja sama dengan RBC melalui mobil baca, mendampingi adik-adik membaca buku, mengenalkan gambar, dan bermain bersama,” ujar Azhar Izzudin. Ia menambahkan, momen yang paling berkesan bagi relawan adalah saat mendampingi anak-anak membaca buku. “Ada adik-adik yang meminta dibacakan buku dan bertanya tentang gambarnya. Dari situ kami belajar mengenali karakter anak-anak,” katanya. Melalui kolaborasi ibu-ibu Masjid Baiturrahmah, RBC Institute Abdul Malik Fadjar, dan IPM PPI-AMF tingkat ranting, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan positif, minat literasi, serta kedekatan anak-anak dengan masjid secara berkelanjutan. (faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

UMM dan Malang Posco Media Rayakan Terbitnya BacaWarta+ Lewat Penganugerahan Jurnalistik

Infomalang.com – Dunia literasi dan media massa di Malang Raya baru saja mencatatkan sejarah baru melalui kolaborasi strategis antara akademisi dan praktisi pers. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), khususnya melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), secara resmi merayakan peluncuran majalah jurnalistik bertajuk BacaWarta+. Perayaan ini dikemas secara apik dalam sebuah acara penganugerahan jurnalistik yang bekerja sama dengan Malang Posco Media (MPM). Momentum ini bukan sekadar seremoni peluncuran produk cetak, melainkan sebuah manifestasi dari semangat menjaga marwah jurnalisme berkualitas di tengah gempuran disrupsi informasi digital yang semakin masif. Sinergi Akademisi dan Industri Media di Era Disrupsi Lahirnya BacaWarta+ merupakan buah dari kerja keras kolektif yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan bimbingan profesional dari jajaran redaksi Malang Posco Media. Dalam sambutannya, pihak UMM menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata dari kurikulum berbasis industri yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer kerja media yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya diajarkan teori menulis di ruang kelas, tetapi diterjunkan langsung ke lapangan untuk mencari berita, melakukan wawancara mendalam, hingga mengemas konten sesuai dengan standar kelayakan cetak yang ketat. Sinergi ini menjadi sangat penting mengingat tantangan media saat ini bukan lagi sekadar kecepatan, melainkan akurasi dan kedalaman konten. Malang Posco Media, sebagai salah satu media lokal terkemuka, memberikan pengawalan teknis agar produk jurnalistik yang dihasilkan mahasiswa memiliki nilai jual dan kebermanfaatan bagi publik. Terbitnya BacaWarta+ membuktikan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di dunia pers asalkan diberikan wadah dan bimbingan yang tepat oleh para mentor yang ahli di bidangnya. Mengenal BacaWarta+: Majalah Berbasis Kedalaman Informasi BacaWarta+ hadir dengan konsep yang lebih segar dan mendalam. Nama “+” pada majalah ini melambangkan nilai tambah yang diberikan kepada pembaca, yakni analisis yang lebih tajam dibandingkan berita harian biasa. Konten di dalamnya mencakup berbagai isu hangat di Malang Raya, mulai dari dinamika pendidikan, perkembangan seni budaya, hingga ulasan gaya hidup kaum urban. Melalui majalah ini, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UMM ingin menunjukkan bahwa jurnalisme cetak masih memiliki taji jika dikelola dengan kemasan visual yang menarik dan narasi yang kuat. Setiap artikel yang masuk ke dalam ruang redaksi BacaWarta+ telah melalui proses kurasi dan penyuntingan yang sangat ketat. Proses ini melibatkan bimbingan langsung dari jurnalis senior Malang Posco Media untuk memastikan setiap tulisan memenuhi kode etik jurnalistik. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya menjadi penulis, tetapi juga menjadi pemikir kritis yang mampu melihat masalah dari berbagai perspektif. Majalah ini diharapkan menjadi referensi literasi bagi masyarakat luas sekaligus portofolio profesional bagi mahasiswa sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja. Penganugerahan Jurnalistik: Bentuk Apresiasi Karya Terbaik Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mahasiswa, acara peluncuran ini juga dibarengi dengan ajang Penganugerahan Jurnalistik. Sejumlah kategori penghargaan diberikan, mulai dari berita fitur (feature) terbaik, foto jurnalistik terbaik, hingga kategori tulisan opini paling tajam. Dewan juri yang terdiri dari praktisi media kawakan dan akademisi menilai bahwa karya-karya mahasiswa UMM tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apresiasi ini bertujuan untuk memacu semangat kompetisi positif di kalangan mahasiswa. Menulis bukan sekadar menyusun kata, tetapi juga sebuah seni menggerakkan opini publik ke arah yang lebih positif. Dengan adanya penganugerahan ini, diharapkan lahir bibit-bibit jurnalis muda yang memiliki integritas tinggi dan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran. Pemenang penghargaan ini tidak hanya mendapatkan piala dan piagam, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi lebih luas di platform Malang Posco Media. Baca juga: Resmi Berakhir, Masa Sanggah SNBP 2026 dan Tahapan Penting Berikutnya Menjawab Tantangan Literasi di Tengah Masyarakat Digital Di tengah tren konsumsi informasi melalui media sosial yang seringkali dangkal dan penuh dengan hoaks, kehadiran BacaWarta+ adalah upaya untuk menarik kembali minat baca masyarakat terhadap konten yang berkualitas. Pihak UMM menyadari bahwa meningkatkan literasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab institusi pendidikan. Melalui karya jurnalistik yang menarik, mahasiswa berusaha mengedukasi masyarakat agar lebih selektif dalam menyaring informasi yang beredar. Malang Posco Media dalam hal ini berperan sebagai mitra distribusi dan publikasi yang memastikan jangkauan BacaWarta+ tidak hanya berhenti di lingkungan kampus. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa media massa memiliki peran edukatif yang sangat besar. Dengan memberikan ruang bagi karya mahasiswa, media juga ikut andil dalam mencetak generasi jurnalis yang kompeten dan memahami tata bahasa yang baik dan benar—sebuah kompetensi inti dari mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia. Melangkah Maju Bersama Literasi Berkualitas Terbitnya BacaWarta+ dan terselenggaranya Penganugerahan Jurnalistik hasil kerja sama UMM dan Malang Posco Media adalah bukti bahwa kolaborasi adalah kunci menghadapi masa depan media. Pendidikan dan industri media harus terus berjalan beriringan untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan mencerdaskan. Bagi UMM, ini adalah prestasi akademik; bagi Malang Posco Media, ini adalah bentuk tanggung jawab sosial media; dan bagi mahasiswa, ini adalah gerbang awal menuju karier profesional di dunia komunikasi. Semangat yang terpancar dari peluncuran ini diharapkan tidak hanya berhenti di satu edisi saja. Keberlanjutan adalah tantangan berikutnya. Namun, melihat antusiasme mahasiswa dan dukungan penuh dari para jurnalis senior, ada optimisme besar bahwa BacaWarta+ akan terus tumbuh menjadi media alternatif yang diperhitungkan. Mari kita rayakan pencapaian ini sebagai kemenangan bagi dunia literasi di Malang, di mana ide-ide segar terus diproduksi dan disebarluaskan demi kemajuan bangsa.

Ada di Malang! Ini 27 Kampus dengan Jurusan S1 Psikologi Terbaik di Indonesia Tahun 2026

MALANG, Tugumalang.id – Artikel ini akan menyajikan daftar 27 kampus yang memiliki Jurusan Psikologi terbaik di Indonesia pada jenjang Strata 1 (S1) di tahun 2026. Informasi ini dapat menjadi referensi bagi calon mahasiswa jelang dibukanya seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Pemeringkatan kampus yang memiliki Jurusan Psikologi terbaik di Indonesia berdasarkan pada predikat akreditasi Unggul BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Seperti diketahui predikat Unggul yang diberikan kepada perguruan tinggi atau program studi adalah strata tertinggi dalam akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia. Akreditasi ini diberikan oleh BAN-PT sebagai jaminan mutu dari kualitas pengelolaan pendidikan di institusi pendidikan tinggi. Dari 27 daftar kampus dengan Jurusan Psikologi terbaik, ada tiga di antaranya yang berada di Malang yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melansir dari laman resmi BAN-PT, Tugumalang.id telah merangkum daftar Jurusan Psikologi terbaik di Indonesia terakreditasi unggul 2026, sebagai referensi bagi calon mahasiswa untuk memilih program studi: Jurusan S1 Psikologi Terbaik di Indonesia 1. Universitas Indonesia 2. Universitas Diponegoro 3. Universitas Islam Indonesia 4. Universitas Sanata Dharma 5. Universitas Padjadjaran 6. Universitas Airlangga 7. UIN Sunan Gunung Djati 8. UIN Maulana Malik Ibrahim 9. Universitas Sebelas Maret 10. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka 11. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya 12. Universitas Tarumanegara 13. Universitas Semarang 14. Universitas Negeri Surabaya 15. Universitas Persada Indonesia Yai 16. Universitas Lambung Mangkurat 17. Universitas Pancasila 18. Universitas Islam Bandung 19. Universitas Surabaya 20. UIN Syarif Hidayatullah 21. Universitas Kristen Krida Wacana 22. Universitas Kristen Satya Wacana 23. Universitas Muhammadiyah Malang 24. Universitas Ahmad Dahlan 25. Universitas Brawijaya 26. Universitas Bina Nusantara 27. Universitas Muhammadiyah Surakarta Inilah daftar 27 kampus di Indonesia yang memiliki Jurusan Psikologi terbaik pada jenjang S1 di tahun 2026 ini, berdasarkan akreditasi Unggul BAN-PT. Sebelum menentukan program studi atau jurusan yang akan dipilih, sebaiknya calon mahasiswa perlu melihat akreditasi kampus atau program studi sebagai bahan pertimbangan. Sebab, akreditasi menjadi indikator kualitas pendidikan yang ada di institusi perguruan tinggi tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat!.

Strategi Universitas Muhammadiyah Malang Tembus Global, Cetak Lulusan Berkarakter dan Berdaya Saing Dunia

MELINTAS.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memantapkan langkahnya di kancah pendidikan tinggi dunia. Bukan sekedar mengejar gengsi akademik, langkah ekspansi internasional yang dilakukan oleh “Kampus Putih” ini membawa misi yang jauh lebih substantif menyerap keilmuan global untuk kemudian diimplementasikan demi kemajuan bangsa. ​Bukan Sekadar Pertukaran Ilmu, Tapi Membangun Sinergi ​Wakil Rektor I UMM menekankan bahwa keterlibatan aktif civitas akademika di level internasional memiliki dimensi yang sangat luas. Menurutnya, agenda global yang dijalankan kampus tidak hanya terbatas pada rutinitas belajar dan mengajar di ruang kelas lintas negara. Lebih dari itu, momentum ini harus dimanfaatkan sebagai jembatan untuk membangun jejaring strategis dengan berbagai institusi terkemuka di dunia. ​Harapannya, melalui interaksi global tersebut, dosen maupun mahasiswa dapat membawa pulang beragam praktik terbaik (best practices) yang telah teruji secara internasional. Inovasi-inovasi yang didapat dari luar negeri inilah yang nantinya akan diadaptasi dan dikembangkan secara kreatif di lingkungan UMM untuk memperkaya ekosistem pendidikan di dalam negeri. ​Mencetak Lulusan yang Berdaya Saing dan Berkarakter ​Komitmen UMM dalam memperluas kemitraan mancanegara juga berfokus pada kualitas lulusan yang dihasilkan. Kampus Putih menyadari bahwa tantangan di masa depan menuntut individu yang memiliki wawasan luas serta daya saing yang kompetitif di pasar kerja global. ​Oleh karena itu, penguatan kerjasama internasional dipandang sebagai langkah krusial untuk membuka akses bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan jati dirinya. ​Menjaga Marwah Nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan ​Meski terus mendorong akselerasi di tingkat internasional, Wakil Rektor I UMM menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan pemikiran global tetap harus berpijak pada nilai-nilai spiritual. Seluruh upaya internasionalisasi ini dilakukan dalam bingkai nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan yang telah menjadi pondasi utama kampus. ​Kombinasi antara kompetensi global dan kekuatan karakter religius ini diharapkan menjadi pembeda utama bagi lulusan UMM. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi tenaga profesional yang cakap di bidangnya, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa misi kemanusiaan dan nilai-nilai moderasi Islam ke seluruh penjuru dunia. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa UMM konsisten dalam mengawal visi besarnya yakni menjadi universitas yang unggul secara akademik, namun tetap memiliki integritas moral dan agama. Hal ini dikarenakan UMM memegang teguh prinsip bahwa intelektualitas yang tinggi tanpa landasan spiritualitas yang kuat akan kehilangan arah dan maknanya bagi masyarakat. Oleh sebab itu, sinergi antara adopsi sains modern dan pemeliharaan identitas keislaman akan selalu menjadi ruh dalam setiap kebijakan internasional yang diambil. Langkah ini diambil demi memastikan lahirnya generasi emas Indonesia yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki adab dan bermartabat di mata dunia.***

Agribisnis UMM Perkuat Kaderisasi Eksportir Muda, Siap Menembus Pasar Global

pwmu.co –Menjawab tantangan kebutuhan pasar internasional yang masih kekurangan sumber daya manusia berkompeten, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi eksportir muda. Menyongsong tahun 2026, UMM mematangkan pelaksanaan Kelas Center of Excellence (CoE) Profesional Ekspor Agribisnis dengan menghadirkan kurikulum aplikatif yang melibatkan langsung para praktisi ekspor berpengalaman. Langkah ini diambil sebagai respons atas besarnya potensi agribisnis nasional di pasar global. Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok utama komoditas unggulan Asia Tenggara, seperti kopi, rempah-rempah, minyak nabati, serta produk pangan olahan. Namun, peluang tersebut kerap belum dimanfaatkan secara optimal akibat kendala teknis, mulai dari penguasaan dokumen ekspor, standar mutu internasional, sistem logistik, hingga pemetaan pasar. Keterbatasan SDM yang memahami ekosistem ekspor agribisnis secara menyeluruh menjadi tantangan utama. Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, M.Sc., menyampaikan bahwa penyelenggaraan CoE Ekspor Agribisnis 2026 merupakan wujud konsistensi UMM dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil industri. “Mahasiswa tidak hanya dibekali teori produksi dan pemasaran, tetapi juga diarahkan untuk memahami langsung rantai nilai global. Mereka belajar dari praktisi yang setiap hari berinteraksi dengan pembeli internasional,” jelasnya. Kelas CoE Ekspor 2026 dirancang dengan kurikulum terpadu yang mengombinasikan pembelajaran analitis, pelatihan teknis berbasis praktik, serta kajian strategi penetrasi pasar luar negeri. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dipersiapkan untuk menguasai seluruh tahapan ekspor, mulai dari identifikasi potensi komoditas, pemenuhan standar dan legalitas, hingga mekanisme distribusi dan pengiriman internasional. Untuk menjaga mutu pembelajaran, Agribisnis UMM menggandeng mitra dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang telah berpengalaman menembus pasar Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Praktisi dari berbagai subsektor, seperti pangan olahan, kopi, hortikultura, dan produk turunan agro lainnya, akan terlibat sebagai dosen tamu sepanjang semester. Zul juga menekankan bahwa tantangan agribisnis global menuntut kompetensi yang semakin kompleks. “Eksportir muda harus dibekali kemampuan riset pasar, negosiasi, sertifikasi, dan manajemen risiko internasional. Mereka juga perlu memahami isu keberlanjutan, ketertelusuran produk, emisi karbon, serta karakter dan preferensi konsumen global,” ujarnya. Saat ini, Kelas CoE Agribisnis UMM menjadi salah satu program unggulan yang diminati mahasiswa karena menawarkan arah karier yang jelas. Program ini diharapkan mampu melahirkan tenaga profesional yang mendukung ekspansi perusahaan agro ke pasar internasional, sekaligus mendorong lahirnya eksportir mandiri melalui skema inkubasi bisnis kampus. Dengan persiapan yang terus dimatangkan, tahun 2026 diproyeksikan menjadi fase strategis bagi angkatan keempat CoE dalam memperkuat kontribusi terhadap transformasi ekspor agribisnis Indonesia. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim

Erasmus+ Perkuat Internasionalisasi UMM, Mahasiswa dan Dosen Siap Tampil di Panggung Global

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui International Relations Office (IRO) menyelenggarakan kegiatan Pre-Departure Orientation bagi mahasiswa dan dosen penerima program Erasmus+ pada Kamis (15/1/2026) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Lantai 1. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan keberangkatan peserta mobilitas internasional UMM menuju sejumlah perguruan tinggi mitra di kawasan Eropa. Sebanyak lima mahasiswa UMM yang lolos skema student mobility serta empat dosen penerima teaching mobility mengikuti kegiatan ini sebagai bekal awal sebelum menjalani aktivitas akademik di luar negeri. Program Erasmus+ sendiri merupakan inisiatif mobilitas internasional yang didanai penuh oleh Uni Eropa, dengan fokus pada pengembangan pendidikan, pelatihan, kepemudaan, dan olahraga. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu memperluas perspektif akademik, memperkuat jejaring internasional, serta meningkatkan kapasitas personal dan profesional dalam konteks global. Kepala IRO UMM, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, M.P., menjelaskan bahwa proses seleksi peserta Erasmus+ dilakukan secara berlapis dan selektif. Tahapan tersebut meliputi penjajakan kerja sama dengan universitas mitra, pembukaan pendaftaran terbuka, seleksi administrasi dan wawancara, hingga penetapan akhir oleh institusi tujuan. Selain itu, setiap calon peserta diwajibkan mengantongi rekomendasi resmi dari program studi masing-masing sebagai bentuk penjaminan kesiapan akademik. “Kami memastikan bahwa mahasiswa dan dosen yang berangkat telah memiliki kesiapan akademik, mental, dan budaya, sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan internasional sekaligus membawa citra positif UMM di kampus mitra,” ungkap Dr. Listiari. Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Lilis ini menyampaikan bahwa hingga saat ini UMM telah menjalin kerja sama dengan 14 mitra aktif dalam program Erasmus+, baik untuk skema outbound maupun inbound. Seluruh pembiayaan program berada di bawah tanggung jawab Uni Eropa. Seiring berjalannya waktu, jaringan Erasmus UMM terus diperluas melalui penambahan mitra baru serta penegasan persyaratan peserta mahasiswa, yakni berada pada rentang semester tiga hingga lima. Kebijakan tersebut ditetapkan agar mahasiswa tetap memiliki kesempatan optimal untuk melakukan konversi mata kuliah setelah menyelesaikan program mobilitas. Dari sisi institusi, UMM memberikan berbagai bentuk dukungan kepada mahasiswa outbound, di antaranya pembebasan biaya SPP selama satu semester, fasilitasi konversi nilai, serta pengajuan apresiasi tambahan melalui unit kemahasiswaan. Dukungan ini menjadi komitmen kampus dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi mahasiswa agar dapat fokus mengikuti kegiatan akademik internasional tanpa hambatan administratif dan finansial. Selain mendorong mobilitas keluar negeri, UMM juga terus mengembangkan agenda internasionalisasi melalui penguatan kelas internasional, pengembangan micro-credential, serta pembelajaran daring lintas negara. Strategi ini diarahkan untuk memperluas akses mahasiswa asing belajar di Indonesia sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang terbuka, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan pendidikan global. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menegaskan bahwa program mobilitas internasional merupakan bagian integral dari strategi besar UMM dalam meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing global. Menurutnya, mahasiswa dan dosen penerima Erasmus+ adalah duta akademik UMM yang diharapkan mampu menunjukkan integritas, etika, serta prestasi di level internasional. “Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring global serta membawa pulang praktik-praktik terbaik yang dapat diimplementasikan di UMM,” tuturnya. Menutup kegiatan tersebut, Wakil Rektor I UMM itu menegaskan komitmen kampus putih untuk terus memperluas kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan berwawasan global, kompetitif, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.(*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim

PBIO UMM Kembali Dipercaya Industri Migas Tingkatkan Kompetensi Guru di Wilayah Kepulauan

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperoleh kepercayaan dari dunia industri migas nasional. Untuk tahun kedua berturut-turut, Tim Dosen PBIO UMM terlibat dalam program peningkatan kompetensi guru yang berada di wilayah kerja perusahaan migas, khususnya kawasan kepulauan. Kolaborasi ini melibatkan perusahaan migas di bawah koordinasi SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI), dan diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru untuk Mendukung Implementasi Deep Learning Berbantuan Kecerdasan Buatan (AI). Pelatihan berlangsung selama empat hari, pada 17–20 Januari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Community Development (COMDEV) Kangean Energy Indonesia yang berfokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia lokal, terutama di bidang pendidikan. Program ini menyasar guru-guru yang berada di area operasional perusahaan. Koordinator COMDEV Kangean Energy Indonesia, H. Ahmad Baidowi, menyampaikan bahwa pengembangan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan. “Peningkatan kapasitas guru menjadi kunci dalam membangun kualitas pendidikan jangka panjang. Karena itu, kami menggandeng perguruan tinggi yang memiliki pengalaman kuat dalam pengabdian masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, Tim Dosen PBIO UMM dinilai mampu menghadirkan pendekatan akademik yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Ia menambahkan, kerja sama yang telah memasuki tahun kedua ini menunjukkan hasil yang positif bagi para pendidik di wilayah sasaran. Tim Dosen PBIO UMM yang terlibat dalam pelatihan tersebut terdiri dari Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., Dr. Husamah, M.Pd., dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd. Ketiganya aktif dalam bidang pengembangan pendidikan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Ketua tim, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program industri merupakan bentuk kontribusi nyata akademisi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menyebut pelatihan dirancang secara partisipatif dengan memperhatikan kondisi dan tantangan pendidikan di wilayah kepulauan. Pada hari pertama pelatihan, peserta diajak mengidentifikasi berbagai kendala pembelajaran, mulai dari keterbatasan sarana, akses teknologi, hingga strategi pembelajaran yang relevan dengan kondisi geografis setempat. Diskusi dan berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam proses pelatihan. “Kami mendorong guru untuk mengembangkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual, sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan,” jelasnya. Selain pelatihan guru, kerja sama antara PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia juga dilandasi oleh rekam jejak pengabdian masyarakat yang telah terbangun sebelumnya. Salah satunya melalui program pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis potensi rumput laut yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan edukasi lingkungan. Ke depan, PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia berkomitmen melanjutkan kolaborasi dalam berbagai program pengembangan masyarakat. Kerja sama tersebut tidak hanya difokuskan pada pendidikan formal, tetapi juga penguatan literasi lingkungan dan ekonomi berbasis potensi lokal. (raf) Sumber: Berita Rilis UMM

FH UMM Soroti Dinamika Konstitusi, Kekuasaan, dan Teknologi Digital

pwmu.co – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Seminar Nasional Call for Paper 2026 bertajuk “Konstitusi di Era Digital: Peluang dan Tantangan” di Aula BAU UMM, Jumat (17/1/2026).Forum akademik ini menjadi ruang reflektif untuk mengkaji keterkaitan antara konstitusi, praktik kekuasaan, serta perkembangan teknologi digital yang semakin cepat dan kompleks. Dalam pemaparannya, Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Jawa Timur, Dr. Himawan Estu Bagijo, S.H., M.H., menegaskan bahwa ancaman terbesar bagi konstitusi justru berasal dari kekuasaan itu sendiri. Menurutnya, kecenderungan kekuasaan untuk melampaui batas selalu muncul apabila tidak dikendalikan oleh kesadaran konstitusional yang kuat. Himawan menjelaskan bahwa konsep negara hukum tidak dapat dipersempit hanya pada kepatuhan terhadap peraturan tertulis. Asas kepatutan, rasionalitas, dan prinsip pemerintahan yang baik harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan publik. Ia menilai, di tengah laju digitalisasi, absennya kesadaran konstitusional justru dapat membuka ruang dominasi kekuasaan yang semakin luas. Ia juga menyoroti karakter UUD 1945 yang bersifat konservatif dan memberikan keleluasaan besar bagi pembentuk undang-undang. Ruang tersebut, lanjutnya, kerap dimanfaatkan oleh kekuasaan politik untuk mengisi celah konstitusi tanpa pengawasan publik yang memadai, terlebih dalam iklim digital yang serba cepat. “Sebuah undang-undang bisa saja dinyatakan sah secara prosedural, namun tetap bertentangan dengan konstitusi jika prosesnya tidak rasional dan mengabaikan partisipasi publik,” ungkapnya. Pandangan tersebut menegaskan bahwa proses legislasi yang tidak berbasis rasionalitas dan minim keterlibatan masyarakat berpotensi menghasilkan produk hukum yang cacat secara konstitusional. Dalam konteks ini, konstitusi seharusnya berfungsi sebagai alat pembatas kekuasaan, bukan sekadar legitimasi formal bagi kebijakan negara. Senada dengan hal itu, Dosen FH UMM Dr. Catur Wido Haruni, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa teknologi digital saat ini telah melampaui fungsi administratif semata. Menurutnya, teknologi telah berkembang menjadi kekuatan yang mampu memengaruhi arah demokrasi dan pola penggunaan kekuasaan. Ia menilai kecepatan inovasi digital sering kali tidak diimbangi dengan kesiapan regulasi negara. “Konstitusi harus memimpin arah digitalisasi, bukan tertinggal di belakang perkembangan teknologi. Pengaturan ruang digital perlu menjamin kebebasan berekspresi sekaligus perlindungan data pribadi. Tanpa keseimbangan konstitusional yang jelas, kebijakan digital berpotensi berubah menjadi instrumen pengawasan berlebihan,” jelasnya. Sementara itu, Dekan FH UMM Prof. Dr. Tongat, M.Hum., menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam membangun tradisi akademik yang kritis dan relevan dengan perkembangan zaman. Ia menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam merespons dinamika hukum dan ketatanegaraan yang terus berubah. Melalui forum ilmiah seperti ini, FH UMM berupaya menghadirkan ruang dialog yang reflektif dan berbasis kajian akademik yang mendalam. “Melalui seminar nasional dan call for paper ini, kami berharap lahir gagasan-gagasan akademik yang tidak hanya berhenti pada tataran konseptual, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan demokrasi dan negara hukum,” tutur Tongat. Seminar nasional tersebut menegaskan bahwa tantangan konstitusi di era digital tidak semata-mata terletak pada perkembangan teknologi. Lebih jauh, persoalan utamanya berkaitan dengan bagaimana kekuasaan dijalankan, dibatasi, dan diawasi secara konstitusional. Pendekatan akademik yang kritis menjadi kunci untuk memastikan konstitusi tetap berfungsi sebagai pelindung hak-hak warga negara di tengah derasnya arus digitalisasi. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim

FH UMM Gelar Seminar Nasional Bahas Tantangan Konstitusi di Era Digital

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) menggelar Seminar Nasional Call for Paper 2026 bertajuk “Konstitusi di Era Digital: Peluang dan Tantangan” di Aula BAU UMM, Jumat (17/1/2026). Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk membahas hubungan antara konstitusi, kekuasaan negara, dan perkembangan teknologi digital. Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Jawa Timur, Dr. Himawan Estu Bagijo, S.H., M.H., menjadi salah satu pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa konstitusi memiliki fungsi utama sebagai pembatas kekuasaan negara. Menurutnya, dalam praktik ketatanegaraan, kekuasaan cenderung berupaya melampaui batas konstitusional yang telah ditetapkan. Karena itu, konstitusi tidak cukup dipahami hanya sebagai kumpulan norma tertulis, tetapi harus dijalankan dengan prinsip kepatutan, rasionalitas, serta tata kelola pemerintahan yang baik. Ia juga menyoroti karakter UUD 1945 yang dinilai memberikan ruang luas bagi pembentuk undang-undang. Ruang tersebut, kata Himawan, berpotensi dimanfaatkan oleh kekuasaan politik untuk mengisi kekosongan konstitusi, terlebih di tengah percepatan digitalisasi yang sering kali tidak diimbangi dengan pengawasan publik yang memadai. “Produk undang-undang dapat saja sah secara prosedural, tetapi tetap berpotensi bertentangan dengan konstitusi apabila proses pembentukannya mengabaikan rasionalitas dan partisipasi masyarakat,” ujarnya. Pandangan tersebut menegaskan pentingnya konstitusi sebagai instrumen pengendali kekuasaan, agar tidak sekadar menjadi legitimasi formal atas kebijakan negara di era digital. Sementara itu, Dr. Catur Wido Haruni, S.H., M.Hum., Dosen FH UMM, menyampaikan bahwa teknologi digital saat ini telah berkembang melampaui fungsi administratif. Menurutnya, teknologi memiliki pengaruh langsung terhadap praktik demokrasi dan penggunaan kekuasaan negara. Ia menilai perkembangan teknologi yang sangat cepat sering kali tidak diiringi kesiapan regulasi. Oleh karena itu, konstitusi perlu berperan aktif dalam mengarahkan kebijakan digital agar tetap menjamin kebebasan berekspresi dan perlindungan data pribadi warga negara. “Tanpa kerangka konstitusional yang seimbang, kebijakan digital berisiko bergeser menjadi instrumen pengawasan yang berlebihan,” katanya. Dekan FH UMM, Prof. Dr. Tongat, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat tradisi akademik yang kritis dan relevan dengan perkembangan zaman. Ia menekankan peran perguruan tinggi dalam merespons dinamika hukum dan ketatanegaraan melalui kajian ilmiah. Menurutnya, forum akademik seperti seminar dan call for paper menjadi ruang penting bagi pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi hukum. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi penguatan demokrasi dan negara hukum. “Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir pemikiran akademik yang dapat memperkaya diskursus konstitusi serta menjawab tantangan hukum di era digital,” ujarnya. Seminar nasional ini menegaskan bahwa isu konstitusi di era digital tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menyangkut bagaimana kekuasaan dijalankan, dibatasi, dan diawasi dalam kerangka negara hukum. (raf)

Agribisnis UMM Cetak Eksportir Muda Andal yang Siap Menembus Pasar Global

KLIKMU.CO – Merespons tingginya permintaan pasar global yang sering terkendala minimnya SDM andal, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat “pabrik” pencetak eksportir mudanya. Tahun ini, UMM memastikan Kelas Center of Excellence (CoE) Profesional Ekspor Agribisnis akan menghadirkan kurikulum yang langsung dibimbing para praktisi ekspor dunia. Inisiatif ini hadir sebagai respons strategis atas besarnya potensi agribisnis Indonesia. Saat ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu eksportir utama di Asia Tenggara untuk komoditas unggulan seperti kopi, rempah, minyak nabati, hingga pangan olahan. Sayangnya, besarnya peluang ini sering terkendala teknis. Banyak pelaku usaha kesulitan dalam dokumentasi perdagangan, pemenuhan standar mutu, logistik, hingga segmentasi pasar. Di sisi lain, ketersediaan tenaga kerja terampil yang benar-benar memahami ekosistem ekspor agrokompleks masih sangat minim. Ketua Prodi Agribisnis UMM M. Zul Mazwan MSc menegaskan bahwa pembukaan CoE 2026 adalah bukti konsistensi kampus dalam menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan industri ekspor. “Kami tidak hanya mengajarkan teori pengembangan komoditas atau pemasaran, tetapi menempatkan mahasiswa langsung pada konteks rantai nilai global. Di sini, mereka belajar langsung dari grantor industri yang sehari-hari berhadapan dengan buyer luar negeri,” ujar Zul. CoE Ekspor 2026 menawarkan kurikulum komprehensif yang memadukan tiga elemen vital: pembelajaran akademik berbasis analisis, pelatihan praktis oleh pelaku ekspor, dan analisis penetrasi pasar internasional. Mahasiswa ditargetkan menguasai seluruh alur ekspor, mulai dari pemetaan potensi komoditas, standardisasi produk, aspek legalitas, hingga teknis pengiriman. Untuk menjamin kualitas lulusan, Agribisnis UMM menggandeng mitra dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan jam terbang tinggi di pasar Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Praktisi dari sektor pangan olahan, kopi, hortikultura, dan turunan komoditas agro lainnya dijadwalkan hadir sebagai pengajar tamu sepanjang semester. Zul menambahkan, era agribisnis modern menuntut SDM yang peka terhadap isu global. “Generasi eksportir muda tidak boleh hanya mengandalkan intuisi bisnis. Mereka harus menguasai riset pasar, strategi negosiasi, sertifikasi, hingga manajemen risiko global. Selain itu, penting memahami tren ketertelusuran produk (traceability), keberlanjutan (sustainability), isu karbon, serta preferensi konsumen di tiap kawasan,” tambahnya. Kini, CoE Agribisnis UMM menjadi salah satu program primadona karena menawarkan output karier yang jelas. Program ini diproyeksikan membantu perusahaan agro berekspansi ke pasar internasional melalui tenaga kerja andal atau mendorong mahasiswa menjadi eksportir mandiri lewat inkubasi bisnis kampus. Dengan persiapan matang, tahun 2026 diprediksi menjadi momentum penting bagi angkatan keempat CoE untuk berperan aktif dalam transformasi ekspor agribisnis Indonesia. (Faqih/AS)