UMM–Kangean Energy Perkuat Kompetensi Guru Kepulauan lewat Deep Learning Berbasis AI

Malang (beritajatim.com) – Sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan industri kembali terjalin untuk memeratakan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan. Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat kepercayaan dari industri minyak dan gas nasional untuk meningkatkan kompetensi guru di daerah terluar. Di bawah koordinasi SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI), Tim Dosen PBIO UMM diterjunkan langsung memberikan pendampingan intensif kepada para guru. Kolaborasi yang memasuki tahun kedua ini berfokus pada implementasi Deep Learning berbantuan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), yang digelar selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Januari 2026. Program ini merupakan bagian integral dari Community Development (COMDEV) Kangean Energy Indonesia yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal di wilayah operasional perusahaan, khususnya tenaga pendidik di kawasan kepulauan. Koordinator COMDEV Kangean Energy Indonesia, H. Ahmad Baidowi, menegaskan bahwa investasi pada kapasitas guru merupakan fondasi utama perubahan sosial jangka panjang. “Kami tidak hanya fokus pada aspek ekonomi dan energi, tetapi juga pada pengembangan kualitas masyarakat. Kolaborasi dengan UMM menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di daerah kepulauan,” ujar Ahmad Baidowi. Menurutnya, pelibatan akademisi UMM dinilai tepat karena memiliki rekam jejak kuat dalam pengabdian masyarakat dengan pendekatan yang aplikatif dan kontekstual. Ia menyebut dampak kerja sama tersebut telah dirasakan langsung oleh para guru peserta program. “Ini sudah tahun kedua kami bekerja sama dan dampaknya terasa nyata bagi para guru,” imbuhnya. Tim Dosen PBIO UMM yang terlibat dalam pendampingan ini terdiri dari Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., Dr. Husamah, M.Pd., dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd., yang dikenal memiliki kepakaran dalam inovasi pembelajaran dan pengembangan pendidikan berbasis konteks lokal. Ketua Tim, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang menggunakan metode partisipatif. Para guru tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga diajak mengurai persoalan nyata pendidikan di wilayah kepulauan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga akses teknologi yang belum merata. “Kami hadir tidak sekadar memberi pelatihan, tetapi membangun kesadaran baru tentang pembelajaran bermakna yang relevan dengan konteks kepulauan,” tegas Prof. Abdulkadir. Pada sesi awal, diskusi terbuka dilakukan untuk memetakan tantangan riil yang dihadapi guru di kelas. Pendekatan ini bertujuan agar penerapan Deep Learning dan AI tidak menjadi konsep elitis, melainkan solusi praktis yang dapat diterapkan meskipun dengan fasilitas terbatas. Kepercayaan industri migas terhadap PBIO UMM, lanjut Prof. Abdulkadir, menjadi bukti peran strategis perguruan tinggi dalam menjembatani teori akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia sendiri telah terjalin sebelumnya melalui program pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis potensi rumput laut. Program tersebut tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media edukasi lingkungan bagi masyarakat setempat. Melihat keberhasilan tersebut, kedua pihak sepakat untuk terus memperluas cakupan kerja sama. Ke depan, program tidak hanya menyasar pendidikan formal guru, tetapi juga penguatan literasi lingkungan serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. “Kami optimistis kolaborasi ini akan terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas,” pungkas Prof. Abdulkadir. [dan/beq]

COMDEV Gandeng UMM: Tingkatkan Kompetensi Guru Implementasi Deep Learning AI

MALANG POST – Kepercayaan dunia industri terhadap perguruan tinggi kembali ditunjukkan melalui kolaborasi strategis antara Tim Dosen Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan perusahaan migas nasional di bawah koordinasi SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI). Untuk tahun kedua berturut-turut, Tim Dosen PBIO UMM dipercaya terlibat aktif dalam pembinaan guru di wilayah kerja perusahaan migas, khususnya kawasan kepulauan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru untuk Mendukung Implementasi Deep Learning Berbantuan Kecerdasan Buatan (AI) yang berlangsung selama empat hari, 17–20 Januari 2026. Pelatihan ini menyasar guru-guru di area operasional Kangean Energy Indonesia dan menjadi bagian dari program Community Development (COMDEV) perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, terutama di sektor pendidikan. Koordinator COMDEV Kangean Energy Indonesia, H. Ahmad Baidowi, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan. Menurutnya, penguatan kapasitas guru menjadi kunci dalam mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada aspek ekonomi dan energi, tetapi juga pada pengembangan kualitas masyarakat. Kolaborasi dengan UMM menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di daerah kepulauan,” ujarnya. Ia menambahkan, pelibatan dosen perguruan tinggi dengan pengalaman pengabdian masyarakat yang kuat menjadi faktor penting keberhasilan program. Tim Dosen PBIO UMM dinilai mampu menghadirkan pendekatan akademik yang aplikatif dan relevan dengan konteks lokal. “Ini sudah tahun kedua kami bekerja sama dan dampaknya terasa nyata bagi para guru,” tambahnya. Tim Dosen PBIO UMM yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., Dr. Husamah, M.Pd., dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd. Ketiganya dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Ketua tim, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., menyampaikan bahwa kepercayaan dari industri merupakan pengakuan atas peran strategis perguruan tinggi dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Pelatihan dirancang secara partisipatif dan kontekstual. Pada hari pertama, peserta diajak memahami tantangan khas pendidikan di wilayah kepulauan, mulai dari keterbatasan sarana hingga akses teknologi. Diskusi terbuka menjadi ruang bagi guru untuk berbagi pengalaman sekaligus memetakan persoalan pembelajaran di kelas. “Kami hadir tidak sekadar memberi pelatihan, tetapi membangun kesadaran baru tentang pembelajaran bermakna yang relevan dengan konteks kepulauan,” ungkapnya. Selain fokus pada peningkatan kompetensi guru, kolaborasi antara Tim Dosen PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia juga tidak terlepas dari rekam jejak pengabdian masyarakat berbasis rumput laut yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut menyasar masyarakat pesisir dengan mengembangkan potensi lokal rumput laut sebagai sumber ekonomi sekaligus media edukasi lingkungan. Terakhir, Tim Dosen PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia berencana melanjutkan kerja sama dalam berbagai program pengabdian dan pengembangan masyarakat. Tidak hanya pada aspek pendidikan formal, tetapi juga penguatan literasi lingkungan dan ekonomi berbasis potensi lokal. “Kami optimistis, kolaborasi ini akan terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas,” pungkasnya.(*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

PBIO UMM Kembali Dipercaya Industri Migas Perkuat Kompetensi Guru di Wilayah Kepulauan

pwmu.co –Kepercayaan sektor industri terhadap peran perguruan tinggi kembali ditegaskan melalui kerja sama berkelanjutan antara Tim Dosen Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan perusahaan migas nasional yang berada di bawah koordinasi SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia (KEI).Memasuki tahun kedua, Tim Dosen PBIO UMM kembali dilibatkan dalam program pembinaan guru di wilayah operasional industri migas, khususnya di kawasan kepulauan. Kolaborasi ini diwujudkan dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru untuk Mendukung Implementasi Deep Learning Berbantuan Kecerdasan Buatan (AI) yang dilaksanakan selama empat hari (17–20/1/2026). Program tersebut menyasar para guru di area kerja KEI dan menjadi bagian dari agenda Community Development (Comdev) perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, terutama di bidang pendidikan. Koordinator Comdev KEI, H. Ahmad Baidowi, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru merupakan fondasi utama dalam mendorong perubahan sosial yang berdampak jangka panjang. “Kami memandang pengembangan masyarakat tidak hanya dari sisi ekonomi dan energi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pendidikan. Kerja sama dengan UMM menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di wilayah kepulauan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan dosen perguruan tinggi yang memiliki pengalaman kuat dalam pengabdian masyarakat menjadi faktor penting keberhasilan program. Tim Dosen PBIO UMM dinilai mampu menghadirkan pendekatan akademik yang aplikatif dan selaras dengan kebutuhan lokal. “Kerja sama ini sudah berjalan dua tahun dan manfaatnya dirasakan langsung oleh para guru,” imbuhnya. Adapun Tim Dosen PBIO UMM yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., Dr. Husamah, M.Pd., dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd., yang selama ini aktif dalam pengembangan pendidikan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Ketua tim, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., menyampaikan bahwa kepercayaan dari dunia industri menjadi bukti peran strategis perguruan tinggi dalam menjembatani kebutuhan akademik dengan persoalan nyata di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pelatihan dirancang secara partisipatif dan kontekstual. Pada hari pertama, peserta diajak mengidentifikasi tantangan pendidikan khas wilayah kepulauan, seperti keterbatasan sarana dan akses teknologi, melalui diskusi terbuka dan berbagi pengalaman pembelajaran di kelas. “Kami tidak sekadar memberikan materi pelatihan, tetapi berupaya membangun perspektif baru tentang pembelajaran bermakna yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan,” jelasnya. Selain peningkatan kompetensi guru, kolaborasi antara Tim Dosen PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia juga didukung oleh rekam jejak pengabdian masyarakat berbasis potensi rumput laut yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut menyasar masyarakat pesisir dengan memanfaatkan rumput laut sebagai sumber ekonomi alternatif sekaligus sarana edukasi lingkungan. Ke depan, Tim Dosen PBIO UMM bersama Kangean Energy Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama dalam berbagai program pengabdian dan pengembangan masyarakat. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pada penguatan literasi lingkungan dan ekonomi berbasis potensi lokal. “Kami optimistis sinergi ini akan terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.(*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim