Daftar Kampus Terbaik Jawa Timur 2026 Versi Webometrics, UMM Masuk Jajaran 10 Besar!

KLIK PENDIDIKAN – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatat prestasi membanggakan setelah berhasil menembus 10 besar kampus terbaik di Provinsi Jawa Timur dalam pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2026. Pencapaian ini menegaskan posisi UMM sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan yang konsisten menunjukkan performa akademik kompetitif. Capaian ini sekaligus dapat menjadi rujukukan bagi calon mahasiswa dan orang tua yang tengah mencari kampus dengan reputasi kuat dan kualitas pendidikan yang terus berkembang. Pemeringkatan Webometrics merupakan salah satu pemeringkatan internasional yang digunakan untuk mengukur kualitas perguruan tinggi, mulai dari visibilitas akademik, keterbukaan akses ilmiah, hingga kualitas riset. Dilansir dari umm.ac.id diketahui pemeringkatan ini memberikan gambaran posisi dan performa kampus dalam persaingan pendidikan tinggi dunia. Dalam rilis Webometrics Januari 2026, Universitas Muhammadiyah Malang menempati peringkat dunia ke-1.291, dengan Impact Rank 904, Openness Rank 1.526, serta Excellence Rank 3.634. Hasil tersebut menempatkan UMM sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi unggulan lainnya di Jawa Timur. Masuknya UMM dalam jajaran 10 kampus terbaik di Jawa Timur menegaskan kontribusi perguruan tinggi swasta dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di daerah. Adapun berikut daftar TOP 10 kampus terbaik di Provinsi Jawa Timur versi Webometrics 2026: 1. Universitas Airlangga World Rank: 590 Impact Rank: 694 Opennes Rank: 27720 Excellence Rank: 1056 2. Universitas Brawijaya World Rank: 747 Impact Rank: 572 Opennes Rank: 822 Excellence Rank: 1905 3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember World Rank: 888 Impact Rank: 932 Opennes Rank: 1119 Excellence Rank: 1892

UMM Hadirkan Pengabdian Global Melalui Program KKN Internasional di Malaysia

pwmu.co –pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan pengabdian masyarakat hingga ke tingkat internasional melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Program ini menjadi bagian dari strategi UMM dalam memperkuat kontribusi akademik dan sosial di kancah global. Pelepasan mahasiswa KKN Internasional tujuan Penang, Malaysia, dilaksanakan pada Selasa (20/01/2026) di Ruang Inovasi Bidang 4 UMM. Sebanyak empat mahasiswa terpilih secara resmi dilepas dan dijadwalkan bertolak ke Malaysia pada Rabu (21/01/2026). Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menyampaikan bahwa KKN Internasional tidak sekadar menjadi program pengabdian lintas negara, tetapi merupakan bagian dari agenda internasionalisasi UMM yang berlandaskan nilai kebermanfaatan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti program tersebut mengemban peran strategis sebagai duta institusi di ruang global. Menurutnya, KKN Internasional menjadi langkah awal bagi UMM dalam menghadirkan praktik pengabdian masyarakat yang berdampak luas dan relevan secara internasional. Mahasiswa diharapkan mampu menampilkan kompetensi akademik, kepekaan sosial, serta mengimplementasikan nilai-nilai kemuhammadiyahan dalam dinamika lintas budaya. Lebih lanjut, Salis menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Internasional ini melibatkan kerja sama dengan Persatuan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai Malaysia). Kolaborasi tersebut dipilih karena karakter komunitas Permai yang dinilai unik. Meskipun telah berasimilasi sebagai warga Malaysia, komunitas ini tetap memiliki keterikatan kultural dan emosional yang kuat dengan Indonesia, sehingga menjadi ruang yang tepat bagi mahasiswa UMM untuk menjalankan pengabdian berbasis interaksi lintas budaya. Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM, Prof. Dr. Ir. Sutawi, MP., yang menyebut bahwa KKN Internasional ini merupakan program perdana yang diinisiasi oleh LPPM sebagai upaya pengembangan skema pengabdian berskala internasional. Program tersebut difasilitasi oleh Bidang Kerja Sama di bawah koordinasi Wakil Rektor IV. Pada periode 2025–2026, UMM akan memprioritaskan penguatan jejaring pengabdian di kawasan ASEAN, meliputi Malaysia, Thailand, dan Singapura. Ia menjelaskan bahwa pemilihan kawasan ASEAN sebagai fokus awal bertujuan agar model pengabdian yang dikembangkan dapat berjalan secara matang dan terukur. Apabila program awal ini berhasil dan memberikan dampak signifikan, UMM berencana memperluas jejaring pengabdian hingga ke kawasan di luar ASEAN. Sementara itu, Kepala Divisi Pengabdian LPPM UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd., menuturkan bahwa peserta KKN Internasional tidak hanya melaksanakan aktivitas sosial, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran akademik yang berkelanjutan. Luaran tersebut meliputi penyusunan buku sejarah diplomasi Malaysia berbasis komunitas, pengajuan Hak Kekayaan Intelektual dari hasil kajian fenomena sosial, serta publikasi ilmiah. Melalui pendekatan integratif antara pengabdian, riset, dan publikasi, mahasiswa diharapkan mampu mengonversi pengalaman lintas budaya menjadi kontribusi akademik yang konkret bagi universitas maupun masyarakat. Ke depan, UMM menargetkan peningkatan jumlah peserta KKN Internasional seiring dengan bertambahnya mitra luar negeri. Program ini diharapkan menjadi salah satu unggulan pengabdian internasional UMM yang berkelanjutan dan berorientasi pada solusi nyata.(*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim

Siswa Eco Muhammadiyah Boarding School Malang Belajar Bareng Guru Tamu dari Mesir dan India

radarmalang, MALANG KOTA – Eco Muhammadiyah Boarding School (MBS) Malang terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berwawasan global. Salah satunya, melalui kegiatan guru tamu internasional. Pihak sekolah menghadirkan Rabia Rasheed dari Kashmir, India, dan Basma dari Mesir. Keduanya merupakan mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kehadiran guru tamu internasional itu jadi momentum berharga bagi para santriwati Eco MBS. Mereka belajar, berinteraksi, memperluas wawasan tentang keberagaman budaya lintas bangsa. Rabia Rasheed senang dapat berbagi pengalaman bersama santriwati. Dia mengajak santriwati mengenal budaya India melalui lagu khas negaranya yang dikemas secara ringan dan edukatif. Kegiatan tersebut mendorong santriwati untuk lebih berani berekspresi serta meningkatkan rasa percaya diri. Rabia juga mengungkapkan ketertarikannya mempelajari beberapa kosakata sederhana dalam Bahasa Indonesia seperti apa kabar dan semangat. Menurutnya, ungkapan itu mencerminkan keramahan dan semangat masyarakat Indonesia. Harapannya, hubungan baik yang terjalin dapat terus berlanjut. Sementara itu, Basma dari Mesir punya kesan positif terhadap lingkungan Eco MBS Malang yang dinilainya sejuk, nyaman, dan kondusif untuk belajar. Dia mengapresiasi sikap santriwati yang ramah, terbuka, dan rendah hati. Kepala Madrasah Eco MBS Malang Truli Maulida menyampaikan, kegiatan guru tamu internasional merupakan bagian dari upaya madrasah menanamkan semangat belajar lintas budaya dan lintas bangsa. ”Melalui interaksi langsung dengan tamu dari berbagai negara, santriwati dilatih untuk berkomunikasi aktif, bersikap terbuka, serta menumbuhkan toleransi dan saling menghargai,” katanya. (gp)

Perkuat Literasi Digital, Vokasi UMM Gelar Pelatihan Artificial Intelligence di SMKN 3 Blitar

malangzone, News – Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Pelatihan Artificial Intelligence di SMKN 3 Blitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Vokasi UMM dalam mendorong peningkatan literasi digital dan kesiapan teknologi siswa SMK. Pelatihan berlangsung di aula SMKN 3 Blitar pada Selasa, 21 Januari 2026. Peserta terdiri dari siswa dan guru dari berbagai program keahlian. Kegiatan dibuka oleh Kepala SMKN 3 Blitar, Drs. Supriyono, M.Pd, dan didampingi guru BK Fuad Fahruddin, S.Pd. Drs. Supriyono, M.Pd menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Vokasi UMM memberi nilai strategis bagi penguatan kompetensi siswa. Dunia kerja vokasi membutuhkan lulusan yang paham teknologi dan mampu beradaptasi dengan perubahan industri. Pelatihan menghadirkan pemateri dari Vokasi UMM, Inda Rusdia Sofiani, ST, M.Sc. Materi disampaikan secara aplikatif dan relevan dengan kebutuhan siswa SMK. Inda menjelaskan konsep dasar Artificial Intelligence, perkembangan AI saat ini, serta penerapannya di dunia pendidikan dan industri. Contoh penggunaan AI disesuaikan dengan konteks vokasi, seperti pembuatan konten digital, pengolahan ide, dan efisiensi pekerjaan berbasis teknologi. “Artificial Intelligence sudah hadir dalam aktivitas harian. Siswa perlu memahami cara memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab,” ujarnya. Peserta juga mengikuti sesi praktik langsung menggunakan beberapa platform berbasis AI. Siswa mencoba memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran dan mengembangkan kreativitas sesuai bidang keahlian masing-masing.Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan bertanya dan mencoba fitur-fitur AI yang diperkenalkan. Guru juga mendapatkan gambaran pemanfaatan AI sebagai alat bantu pembelajaran yang kontekstual. Vokasi UMM berharap kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan dengan sekolah vokasi. Tujuannya membangun budaya literasi digital yang kuat dan menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tuntutan industri berbasis teknologi.

Smart Farming Dorong Agrowisata Melon Golden Kinanti di Pasuruan

Deretan tanaman melon Golden Kinanti di greenhouse agrowisata Taman ADN Firdaus, Desa Sumbergedang, Pandaan, Pasuruan, Rabu (21/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id) PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mengembangkan agrowisata petik melon berbasis teknologi di Taman ADN Firdaus. Program ini memadukan budidaya melon jenis Golden Kinanti dengan konsep smart farming sekaligus wisata edukatif, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi desa. Agrowisata tersebut memanfaatkan greenhouse berukuran 50 x 11 meter yang menampung sekitar 1.260 tanaman melon Golden Kinanti. Ribuan tanaman itu dibudidayakan secara presisi dengan sistem hidroponik dan pengelolaan berbasis komputerisasi. Kepala Desa Sumbergedang, Niam Sovie, menjelaskan bahwa teknologi smart farming memungkinkan seluruh proses budidaya—mulai dari pengairan hingga pemupukan—dikendalikan melalui ponsel. Sistem ini bertujuan menekan risiko kesalahan perawatan dan memastikan panen dilakukan pada waktu yang tepat. “Seluruh kebutuhan nutrisi dan air tanaman dikontrol secara presisi. Dengan teknologi ini, kualitas panen lebih terjaga dan hasilnya optimal,” ujar Niam, Rabu (21/1/2026). Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah desa membekali pengelola dengan berbagai pelatihan, mulai dari teknik budidaya melon hidroponik hingga peningkatan kapasitas layanan wisata yang humanis. Seluruh tanaman ditanam di lahan kas desa seluas enam hektare yang dinilai strategis untuk pengembangan pertanian bernilai tambah. Pengembangan agrowisata ini juga melibatkan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sejumlah mahasiswa turut mendampingi proses budidaya hingga pemasaran. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam transfer pengetahuan dan inovasi pertanian ke tingkat desa. Dari sisi ekonomi, melon Golden Kinanti memiliki nilai jual relatif tinggi. Niam menyebut, harga di pasaran berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Selain rasanya yang manis dan segar, teksturnya yang renyah membuat komoditas ini lebih diminati konsumen. Sementara itu, Camat Pandaan Timbul Wijoyo berharap Desa Sumbergedang dapat berkembang menjadi pusat agrowisata produktif. “Harapan kami, desa ini menjadi desa mandiri dan sejahtera, serta memberi manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat luas,” ujarnya. Ke depan, agrowisata petik melon ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan potensi desa berbasis teknologi dan kolaborasi, sekaligus destinasi wisata alternatif di Kabupaten Pasuruan.