Bekal Rifqi, Alumnus Manajemen UMM yang Berkarier di BUMN Tak Cuma IPK

Tak Cuma IPK, Ini Bekal Nyata Alumnus Manajemen UMM yang Berkarier di BUMN MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Latar belakang pendidikan Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi fondasi penting bagi perjalanan karier Muhammad Rifqi Fakhar, S.M., alumnus yang kini berkiprah di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menilai, proses pembelajaran di Program Studi Manajemen UMM tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga membentuk pola pikir manajerial yang sistematis dan relevan dengan dunia kerja yang sarat regulasi, tanggung jawab, serta pengambilan keputusan strategis. Menurut Alumnus angkatan 2018 itu, kekuatan utama yang ia rasakan selama menempuh studi bukan terletak pada satu mata kuliah tertentu, melainkan pada cara berpikir yang dibangun secara berkelanjutan. Mata kuliah seperti Manajemen Sumber Daya Manusia, Perilaku Organisasi, Manajemen Strategik, hingga Studi Kelayakan Bisnis (SKB) membiasakan mahasiswa melihat persoalan secara menyeluruh, mulai dari perumusan tujuan, proses pelaksanaan, analisis risiko, hingga evaluasi hasil. “Kalau flashback waktu masih kuliah dulu, yang paling berpengaruh justru bukan satu mata kuliah tertentu, tapi cara berpikir manajerial yang dibangun. Pola pikir ini sangat membantu ketika harus menghadapi persoalan kompleks di lingkungan kerja profesional,” ujarnya. Dalam praktik kerja, Rifqi sapaan akrabnya merasakan bahwa kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja tim menjadi kompetensi yang paling cepat terpakai sejak awal memasuki dunia kerja. Namun, ia juga menyadari ada sejumlah aspek yang baru benar-benar terasa krusial setelah terjun langsung, terutama di organisasi besar seperti BUMN yang menuntut ketelitian tinggi dan kepatuhan terhadap prosedur. Disiplin administrasi, manajemen waktu, serta ketelitian yang di lingkungan kampus kerap dianggap sepele justru menjadi faktor penentu kredibilitas di dunia profesional. Selain aspek akademik, keterlibatan dalam kegiatan nonakademik seperti organisasi kemahasiswaan dan kompetisi juga dinilainya berperan besar dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kompetensi tersebut, menurutnya, kerap diuji dalam dunia kerja yang dinamis dan penuh tekanan. “Adaptasi terbesar di awal karier adalah ritme kerja yang cepat dan besarnya tanggung jawab. Pekerjaan di BUMN bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi memastikan setiap proses dan keputusan selaras dengan standar operasional prosedur (SOP), regulasi, serta berdampak luas bagi banyak pihak. Di kantor, pekerjaan bukan cuma soal deadline, tapi juga akuntabilitas dan kepatuhan,” katanya. Ia menambahkan, koordinasi lintas unit, penyusunan laporan, analisis data, hingga proses pengambilan keputusan menuntut ketelitian dan kesiapan mental sejak hari pertama bekerja. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tantangan dunia kerja sering kali baru benar-benar terasa setelah lulusan terjun langsung. Karena itu, Rifqi menekankan pentingnya penguasaan hard skill dasar sejak masih berstatus mahasiswa, seperti kemampuan mengolah data menggunakan spreadsheet, menyusun laporan dan presentasi profesional, serta memahami alur proses bisnis. Meski terlihat sederhana, keterampilan tersebut justru paling sering digunakan dan menjadi penilaian utama pada fase awal karier. “Selain hard skill, sikap kerja adalah faktor penentu keberlanjutan karier. Kemauan belajar, kreativitas, serta kemampuan bekerja dengan berbagai karakter orang menjadi soft skill utama untuk bertahan dan berkembang. Organisasi, magang, dan aktivitas luar kelas sangat berperan dalam membentuk mental kerja nyata, mulai dari menghadapi target, konflik, tanggung jawab, hingga menjaga etika profesional,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa IPK hanyalah tiket masuk, bukan penentu akhir. Bagi perekrut, pengalaman nyata, pemahaman terhadap kontribusi diri, serta sikap rendah hati namun tetap percaya diri menjadi nilai utama. Menurut Rifqi, Manajemen UMM telah membangun kebiasaan profesional sejak dini, karena karier sejatinya dibentuk dari konsistensi menjaga sikap-sikap kecil dalam keseharian.(ANS)

Pelatihan Menulis Biografi di SMAN 1 Kota Malang Hasilkan Buku Keteladanan Kepala Sekolah

KLIKTIMES.COM | KOTA MALANG- SMA Negeri 1 Kota Malang menggelar pelatihan menulis teks biografi secara logis dan kreatif bagi murid kelas X, XI, dan XII pada Selasa (16/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Mitreka Baca SMA Negeri 1 Kota Malang ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM). Pelatihan tersebut dikoordinatori oleh Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si., dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, dengan Dr. Erna Yayuk, M.Pd., dosen Pendidikan Profesi Guru FKIP UMM, sebagai anggota tim pelaksana. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi murid, khususnya dalam menulis teks biografi yang tidak hanya akurat secara faktual, tetapi juga memiliki daya narasi yang kuat dan bernilai reflektif. Kepala SMA Negeri 1 Kota Malang, Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd., hadir dan secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan menulis biografi memiliki makna strategis bagi penguatan budaya literasi di sekolah, sekaligus menjadi sarana pembelajaran karakter melalui penulisan kisah hidup tokoh yang inspiratif. “Menulis biografi bukan hanya tentang merangkai peristiwa kehidupan seseorang, tetapi juga tentang menangkap nilai-nilai keteladanan, kepemimpinan, dan kemanusiaan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Basuki Agus Putra Priyana dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan perguruan tinggi dalam mendampingi murid secara langsung. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan universitas merupakan langkah konkret dalam memperkaya pengalaman belajar siswa, terutama dalam bidang literasi dan kepenulisan. Peserta pelatihan dari SMA Negeri 1 Kota Malang tampak aktif mencoba menulis premis teks biografi secara langsung dalam sesi praktik, dengan pendampingan narasumber pada kegiatan Pelatihan Pengembangan Literasi Menulis Teks Biografi secara Logis dan Kreatif di Aula Mitreka Baca, Selasa (16/9/2025). (HO/KLIKTIMES.COM) “Saya berharap melalui pelatihan ini, murid tidak hanya mampu menulis dengan baik, tetapi juga belajar berpikir kritis, jujur terhadap data, dan peka terhadap nilai-nilai yang ada di sekitar mereka,” tambahnya. Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Moh. Syaiful Hafid, S.Pd., M.H., G.r., Kepala Perpustakaan Mitreka Baca SMA Negeri 1 Kota Malang. Kehadiran pihak perpustakaan menegaskan peran strategis literasi sekolah sebagai pusat pengembangan minat baca dan tulis siswa, sekaligus sebagai ruang pendukung kegiatan akademik dan nonakademik. Dalam sesi pelatihan, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. bertindak sebagai pemateri utama yang menyampaikan materi penulisan biografi dari aspek kebahasaan dan tata tulis. Materi yang diberikan mencakup pemahaman struktur teks biografi, prinsip logika penulisan, ketepatan penggunaan bahasa, serta teknik menyusun alur cerita berdasarkan fakta dan kronologi kehidupan tokoh. Menurut Daroe, menulis biografi menuntut keseimbangan antara ketepatan data dan kekuatan narasi. Oleh karena itu, murid perlu dibekali kemampuan untuk mengolah fakta menjadi cerita yang utuh tanpa kehilangan akurasi. “Biografi bukan sekadar laporan kehidupan, tetapi juga narasi yang hidup. Murid perlu belajar bagaimana memilih peristiwa penting, menghubungkannya secara logis, dan menyajikannya dengan bahasa yang efektif serta bermakna,” jelas Daroe saat menyampaikan materi. Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan melatih sensitivitas murid dalam membaca realitas sosial dan kemanusiaan melalui tokoh yang ditulis. Kegiatan menulis ini tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi juga sarana refleksi diri. “Harapan kami, adik-adik peserta pelatihan dapat memahami bahwa menulis biografi adalah proses belajar tentang nilai, keteladanan, dan perjalanan hidup manusia. Ini penting untuk membangun karakter dan empati,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Erna Yayuk, M.Pd. menyampaikan materi lanjutan yang berfokus pada proses penggalian ide dan strategi menuangkan gagasan ke dalam tulisan biografi. Ia menekankan pentingnya tahapan pramenulis, seperti pengumpulan data, wawancara, dan pengamatan, sebelum murid mulai menyusun teks secara utuh. Menurut Erna, banyak tulisan biografi yang lemah bukan karena kurangnya data, melainkan karena kurang terlatihnya penulis dalam mengolah ide dan menyusun narasi secara sistematis. “Murid perlu memahami bahwa menulis biografi adalah proses. Ada tahap merencanakan, menulis, merevisi, dan menyunting. Semua tahapan itu sama pentingnya,” jelasnya saat memaparkan materi. Pelatihan ini dirancang secara interaktif dengan mengombinasikan pemaparan materi, diskusi, dan latihan menulis. Murid dilibatkan secara aktif untuk bertanya, berdiskusi, serta mencoba menyusun bagian-bagian awal teks biografi berdasarkan panduan yang diberikan oleh pemateri. Kegiatan pelatihan menulis biografi ini merupakan bagian dari program besar penulisan buku kumpulan biografi yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan murid SMA Negeri 1 Kota Malang. Buku tersebut disiapkan sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan bagi Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd., yang akan memasuki masa purna bakti pada Maret 2026 mendatang. Melalui buku ini, murid menuliskan pandangan, pengalaman, dan refleksi mereka terhadap sosok kepala sekolah yang dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Malang. Buku tersebut diharapkan menjadi dokumentasi sejarah sekaligus sumber inspirasi bagi generasi selanjutnya. Saat ini, proses penulisan buku telah dinyatakan selesai dan memasuki tahap penyuntingan di penerbit. Buku tersebut diberi judul “Di Antara Pagi dan Keteladanan: Jejak Kepemimpinan Basuki Agus Priyana Putra dalam Pandangan Warga SMA Negeri 1 Kota Malang”. Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. menyampaikan bahwa keterlibatan warga SMA Negeri 1 Kota Malang dalam proyek penulisan buku ini merupakan bentuk pembelajaran autentik yang penting untuk dikembangkan di sekolah. “Ketika murid menulis untuk tujuan nyata dan menghasilkan karya yang dibukukan, mereka belajar bertanggung jawab terhadap tulisannya. Ini pengalaman literasi yang sangat berharga,” ungkapnya dalam penutup pelatihan menulis teks biografi. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Universitas Muhammadiyah Malang dan SMA Negeri 1 Kota Malang menegaskan komitmen bersama dalam mengembangkan budaya literasi berbasis kolaborasi. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menulis murid, memperkaya khazanah literasi sekolah, serta melahirkan karya tulis yang memiliki nilai edukatif, historis, dan inspiratif bagi masyarakat luas. 

Kisah Melani Rahma Putri, Mahasiswi UMM yang Menyalakan Apotek 24 Jam

MAKLUMAT — Melani Rahma Putri suatu pagi, baru saja menyelesaikan praktikum. Jas laboratorium masih tergantung rapi ketika ponselnya bergetar. Ada pesan dari apotek. Stok obat perlu dicek, seorang pelanggan meminta konsultasi. Bagi Melani, situasi semacam itu sudah jadi keseharian. Mahasiswa semester tujuh Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2022 itu menjalani dua dunia sekaligus. Siang hari ia duduk di bangku kuliah, malam hingga dini hari memastikan apotek miliknya tetap beroperasi 24 jam. Sejak September 2025, usaha itu resmi berjalan. Langkah Melani terbilang tak lazim. Di usia ketika banyak mahasiswa masih fokus menuntaskan skripsi, ia sudah mengelola bisnis layanan kesehatan. Tantangannya jelas: membagi waktu, tenaga, dan pikiran. Namun Melani memilih jalan itu dengan sadar. “Dari awal memang ingin punya apotek,” ujar Melani dikutip dari laman UMM, Jumat (30/1/2026). Keinginan itu bukan muncul mendadak. Melani merupakan lulusan SMK Farmasi. Selepas itu, ia melanjutkan pendidikan S1 Farmasi. Jalur pendidikan yang lurus membuatnya akrab dengan dunia obat sejak usia belia. Pengalaman tersebut menjadi bekal saat ia memutuskan membuka apotek sendiri. Apotek yang dirintis Melani tak sekadar tempat jual beli obat. Konsepnya pelayanan komprehensif dan humanis. Setiap pasien didorong untuk berkonsultasi lebih dulu sebelum menerima obat. Riwayat penyakit ditanyakan, penggunaan obat dijelaskan, hingga cara penyimpanan diterangkan dengan detail. “Supaya tidak terjadi medication error,” katanya. Dalam struktur usaha, Melani berperan sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA). Untuk layanan kefarmasian, ia menggandeng dua apoteker resmi. Pembagian tugas itu dilakukan agar operasional tetap sesuai aturan dan standar profesi. Kesibukan di apotek tak membuat Melani menjauh dari masyarakat. Bersama tim, ia rutin ikut kegiatan warga—mulai tingkat RT hingga desa. Di sana, apoteknya membuka layanan cek kesehatan gratis. Gula darah, asam urat, kolesterol, hingga tekanan darah bisa diperiksa tanpa biaya. “Itu bagian dari edukasi. Banyak orang baru sadar pentingnya kesehatan setelah dicek langsung,” ujarnya. Sebagai generasi Z, Melani juga akrab dengan dunia digital. Media sosial seperti TikTok dan Instagram dimanfaatkan untuk edukasi kesehatan sekaligus promosi. Pemesanan obat dilayani secara daring lewat WhatsApp. Untuk pelanggan dalam radius dua kilometer, tersedia layanan antar gratis. Pegawai dari Gen Z Pengelolaan SDM pun ia sesuaikan dengan zamannya. Pegawai direkrut dari kalangan Gen Z berlatar belakang farmasi. Mereka tak hanya melayani pelanggan, tapi juga aktif membuat konten edukasi kesehatan untuk media sosial apotek. Di tengah padatnya aktivitas, Melani tetap berstatus mahasiswa aktif. Baginya, kuliah dan usaha bukan dua hal yang saling meniadakan. Justru sebaliknya, keduanya saling menguatkan. “Ilmu dari kampus bisa langsung dipraktikkan. Dan pengalaman di lapangan bikin saya lebih paham saat belajar,” katanya. Melani tak mengklaim dirinya istimewa. Ia hanya memulai lebih awal. Namun dari apotek yang lampunya tak pernah padam itu, tersimpan pesan sederhana: ilmu tak harus menunggu wisuda untuk memberi manfaat.***

Kesempatan Kuliah Gratis! Ini 8 Beasiswa UMM 2026 yang Bisa Daftar

BANYUMASEKSPRES.ID, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka kesempatan beasiswa bagi calon mahasiswa tahun 2026. Program ini bertujuan meringankan biaya pendidikan tinggi bagi pelajar dari berbagai latar belakang. Beasiswa ini ditujukan bagi pelajar berprestasi, yang membutuhkan dukungan finansial, serta yang aktif di organisasi. UMM ingin memastikan setiap anak muda memiliki akses pendidikan tanpa terbebani biaya. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menyampaikan bahwa kampus berkomitmen untuk tidak membiarkan masalah biaya menghalangi pendidikan. Program ini juga menegaskan peran UMM dalam mendukung perkembangan generasi muda Indonesia. Beragam skema beasiswa yang ditawarkan menunjukkan bagaimana kampus menggabungkan misi sosial, pendidikan, dan kepemimpinan. Pelajar memiliki kesempatan untuk berkembang secara akademik maupun non-akademik. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang aktif mengikuti kegiatan kampus dan belajar bersama Beasiswa UMM 2026 terdiri dari delapan jenis utama. Setiap skema memiliki fokus, syarat, dan manfaat yang berbeda sesuai target peserta. Pertama, Beasiswa Jalur Prestasi diberikan kepada mahasiswa yang memiliki catatan akademik atau non-akademik menonjol. Potongan Biaya Sumbangan Studi (BSS) bisa mencapai 50 hingga 75 persen pada semester pertama. Kedua, Beasiswa Indonesia Emas menawarkan potongan 50 persen BSS untuk program studi tertentu. Skema ini membuka peluang bagi pelajar dari seluruh Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi berkualitas. Ketiga, Beasiswa Saudara Kandung dan Anak Alumni diberikan kepada keluarga besar UMM. Baik saudara maupun anak alumni berhak mendapatkan keringanan biaya pendidikan. Keempat, Beasiswa Alumni Sekolah Muhammadiyah diperuntukkan bagi lulusan sekolah Muhammadiyah. Peserta bisa mendapatkan potongan BSS 100 persen pada semester pertama. Kelima, Beasiswa Yatim dan Yatim Piatu mendukung pelajar dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini memastikan mereka tetap bisa melanjutkan studi tinggi tanpa hambatan finansial. Keenam, Beasiswa KATAMM diperuntukkan bagi mubaligh dan mubalighat Muhammadiyah atau ‘Aisyiyah. Tujuannya adalah mendorong kader persyarikatan untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keagamaan. Ketujuh, Beasiswa Golden Ticket menyasar aktivis organisasi kesiswaan dan kepemudaan. Beasiswa ini diberikan bagi pelajar yang memiliki rekam jejak kepemimpinan dan kontribusi sosial yang nyata. Kedelapan, Beasiswa Pengurus Persyarikatan Muhammadiyah diberikan kepada pengurus aktif dan anak pengurus persyarikatan. Skema ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam organisasi dan masyarakat. Setiap skema mencerminkan perhatian UMM terhadap prestasi, sosial, dan kontribusi mahasiswa. Program ini memastikan biaya pendidikan tidak menjadi hambatan bagi calon mahasiswa berpotensi. Beasiswa ini tidak hanya memberikan keringanan finansial. Peserta juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan soft skill, mengikuti kegiatan kampus, dan membangun jejaring. Pendaftaran beasiswa biasanya dilakukan bersamaan dengan penerimaan mahasiswa baru. Calon mahasiswa disarankan menyiapkan dokumen dan memahami prosedur pendaftaran agar peluang diterima lebih besar. Persyaratan masing-masing skema berbeda. Dokumen yang dibutuhkan biasanya berupa nilai rapor, surat rekomendasi, dan dokumen identitas yang valid. Beberapa beasiswa menekankan prestasi akademik maupun non-akademik. Sementara beasiswa sosial memberi prioritas bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial. Selain biaya kuliah, beasiswa ini membuka akses pengalaman belajar dan pengembangan diri. Mahasiswa penerima beasiswa bisa mengikuti pelatihan kepemimpinan dan berbagai kegiatan sosial. Program ini juga mendorong semangat kontribusi dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa diharapkan aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampus maupun masyarakat. UMM menekankan bahwa pendidikan tinggi harus adil dan inklusif. Delapan skema beasiswa ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut. Beasiswa tidak hanya mengutamakan akademik, tetapi juga nilai sosial dan keagamaan. Skema ini mencakup aktivis sosial, keluarga persyarikatan, dan calon ulama. Calon mahasiswa dianjurkan mempersiapkan dokumen dan memenuhi syarat sejak awal. Hal ini penting agar proses seleksi beasiswa berjalan lancar dan peluang diterima lebih tinggi. Dengan persiapan matang, banyak pelajar Indonesia bisa mewujudkan kuliah gratis di UMM. Program beasiswa 2026 menjadi pintu emas untuk meraih pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya. Delapan skema ini menegaskan komitmen UMM dalam memperluas akses pendidikan secara adil. Generasi muda memiliki peluang besar untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan berkembang secara optimal. (mdr)

Mahasiswa Rantau Rentan Bunuh Diri? Pakar UMM Beberkan Akar Masalah dan Langkah Pencegahan

pwmu.co –Rentetan kasus percobaan bunuh diri di kalangan mahasiswa kembali mengusik ruang publik. Beberapa di antaranya bahkan terjadi di lokasi yang sama, memunculkan kegelisahan sekaligus keprihatinan mendalam terhadap kondisi psikologis mahasiswa saat ini. Peristiwa tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai kejadian individual, melainkan sebagai gambaran persoalan kesehatan mental yang lebih kompleks, khususnya yang dialami mahasiswa rantau. Kepala Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Cahyaning Suryaningrum, M.Si., Psikolog, yang akrab disapa Naning, menjelaskan bahwa mahasiswa rantau secara alamiah memiliki kerentanan terkait masalah adaptasi. Perpindahan dari lingkungan rumah ke tanah perantauan menuntut kemampuan adaptasi yang tidak ringan. Jika tidak dibarengi dengan dukungan sosial yang kuat, kerentanan ini dapat memicu berbagai masalah psikologis. “Mahasiswa rantau itu rentan karena mereka tidak tinggal bersama orang tua atau di lingkungan yang biasa mereka tempati. Mereka berisiko mengalami problem psikologis ketika dukungan sosial atau kemampuan adaptasinya rendah,” jelas Naning kepada Tim Humas UMM, 27 Januari lalu. Menariknya, meski tekanan akademik kerap dituding sebagai biang keladi, Naning mengungkapkan fakta lain dari ruang konseling. Banyak kasus yang ditangani justru berakar dari rapuhnya ketahanan keluarga. Masalah pendidikan atau skripsi sering kali hanya menjadi “pemicu” dari tumpukan beban emosional yang telah dibawa mahasiswa dari rumah. Menurutnya, bekal utama seorang mahasiswa bukan hanya kecerdasan intelektual, melainkan mental yang terlatih untuk berjuang dan menghadapi ketidakenakan hidup. Tanpa “senjata” berupa ketahanan mental (resiliensi), mahasiswa cenderung terjebak dalam cara berpikir yang sempit ketika menghadapi persoalan. “Pada dasarnya, tekanan akademik merupakan hal yang wajar dan tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Tekanan dalam taraf wajar justru penting agar mahasiswa belajar menjadi lebih fokus. Namun, yang menjadi landasan utama adalah sejauh mana seseorang telah dibekali ketahanan mental, memahami makna berjuang, serta terbiasa menghadapi proses jatuh bangun dalam kehidupan,” tambahnya. Fenomena pemilihan lokasi yang sama dalam percobaan bunuh diri juga menjadi perhatian. Menurut Naning, hal tersebut berkaitan dengan kondisi psikologis individu yang sudah berada dalam situasi terdesak dan berpikir sempit. Paparan cerita atau pemberitaan sebelumnya dapat membentuk gambaran tertentu di benak mahasiswa yang rapuh, sehingga lokasi tersebut dianggap sebagai pilihan. Pada titik ini, peran lingkungan menjadi sangat krusial. BK UMM menekankan pendekatan konseling yang berorientasi pada pemberdayaan. Mahasiswa tidak sekadar dibantu memahami masalahnya, tetapi juga diajak mengenali kekuatan diri serta sumber persoalan yang dihadapi. “Kami berharap mahasiswa dapat menyadari bahwa mereka memiliki kapasitas dan potensi untuk menghadapi serta keluar dari permasalahannya. Dengan demikian, pendampingan konselor berfungsi sebagai penguat, bukan sebagai satu-satunya tumpuan,” tegas Naning. Naning juga menekankan pentingnya coping mechanism yang sehat, yakni cara individu melepaskan emosi negatif sebelum menumpuk dan meledak (blow up). Hal-hal sederhana seperti berolahraga, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas yang disukai, misalnya sekadar menikmati makanan favorit dapat menjadi saluran emosi yang efektif jika dilakukan dengan penuh penghayatan. Selain peran profesional, lingkungan terdekat seperti teman kos dan teman sebaya menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan. Mendengarkan tanpa menghakimi, menjaga kerahasiaan, serta menghindari sikap menyepelekan atau menertawakan masalah teman merupakan langkah sederhana, tetapi berdampak besar. Kesalahan kecil seperti membocorkan cerita pribadi justru dapat memperparah kondisi psikologis seseorang. Melalui pendekatan preventif dan promotif, BK UMM berharap mahasiswa mampu mengenali kondisi psikologisnya sejak dini. Sebab, pada akhirnya, setiap masalah selalu memiliki jalan keluar meskipun tidak selalu ideal selama pikiran tidak dibiarkan tertutup oleh kabut keputusasaan.(*)

Mahasiswa Rantau Rentan Krisis Mental, Pakar UMM Ungkap Faktor Keluarga hingga Minim Dukungan Sosial

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Fenomena meningkatnya kasus percobaan bunuh diri di kalangan mahasiswa kembali memantik perhatian publik. Beberapa peristiwa bahkan terjadi di lokasi yang sama, memunculkan kekhawatiran serius terkait kondisi kesehatan mental generasi muda, khususnya mahasiswa rantau. Kepala Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Cahyaning Suryaningrum, M.Si., Psikolog, menilai persoalan ini tidak bisa dilihat sebagai masalah individu semata. Menurutnya, ada persoalan struktural dan psikologis yang saling berkaitan, terutama pada mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari keluarga. “Mahasiswa rantau secara alami menghadapi tantangan adaptasi yang berat. Mereka tidak lagi berada di lingkungan yang familiar dan kehilangan dukungan sosial utama dari keluarga,” ujar Cahyaning yang akrab disapa Naning, Selasa (27/1/2026). Ia menjelaskan, kerentanan tersebut akan semakin besar ketika mahasiswa tidak memiliki kemampuan adaptasi yang memadai atau lingkungan sosial yang suportif. Kondisi ini dapat memicu tekanan psikologis yang berujung pada gangguan kesehatan mental serius. Menariknya, Naning menepis anggapan bahwa tekanan akademik menjadi penyebab utama. Berdasarkan pengalaman konseling di BK UMM, banyak kasus justru berakar dari persoalan keluarga yang belum selesai sejak mahasiswa masih di rumah. “Masalah akademik seperti skripsi atau nilai sering kali hanya menjadi pemicu terakhir. Akar masalahnya adalah ketahanan keluarga yang rapuh dan beban emosional yang sudah lama dipendam,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Mahasiswa perlu dibekali ketahanan mental atau resiliensi agar mampu menghadapi tekanan hidup yang tak terhindarkan. “Tekanan akademik itu wajar dan bahkan dibutuhkan. Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang tidak memiliki bekal mental untuk menghadapi proses jatuh bangun kehidupan,” jelasnya. Terkait fenomena pemilihan lokasi yang sama dalam percobaan bunuh diri, Naning menilai hal tersebut berkaitan dengan pola pikir sempit pada individu yang sedang berada dalam kondisi terdesak. Paparan informasi atau pemberitaan sebelumnya dapat membentuk sugesti berbahaya bagi mahasiswa dengan kondisi psikologis rentan. Dalam praktiknya, BK UMM mengedepankan pendekatan konseling berbasis pemberdayaan. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami masalah, tetapi juga mengenali potensi dan kekuatan diri. “Konselor bukan satu-satunya penopang. Kami ingin mahasiswa sadar bahwa mereka punya kapasional untuk bangkit dan mencari jalan keluar,” tegasnya. Selain pendampingan profesional, Naning menyoroti pentingnya mekanisme koping yang sehat, seperti berolahraga, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas sederhana yang menyenangkan sebagai sarana menyalurkan emosi negatif. Peran teman sebaya juga dinilai sangat krusial. Sikap mau mendengar tanpa menghakimi, menjaga rahasia, dan tidak meremehkan masalah teman dapat menjadi benteng awal pencegahan. “Kesalahan kecil seperti menyebarkan cerita pribadi justru bisa memperparah kondisi psikologis seseorang,” pungkasnya. Melalui pendekatan preventif dan edukatif, BK UMM berharap mahasiswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini. Sebab, setiap persoalan selalu memiliki jalan keluar selama pikiran tidak terjebak dalam keputusasaan. (raf) Sumber: Rilis berita UMM

Prodi Sosiologi FISIP UMM Jalin Kerja Sama Strategis dengan Detikcom

Surabaya, (afederasi.com) – Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) memperkuat jejaring strategisnya dengan dunia media. Pada Rabu (29/01/2026), Prodi Sosiologi FISIP UMM secara resmi menjalin kerja sama dengan detikcom Biro Jawa Timur melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Agreement/MoA). Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Prodi Sosiologi FISIP UMM dalam mengimplementasikan program Kampus Berdampak, memperkuat program akademik, serta membuka akses lebih luas bagi mahasiswa untuk pengalaman langsung di industri media nasional. Kolaborasi antara Prodi Sosiologi FISIP UMM dan detikcom Biro Jawa Timur mencakup empat pilar utama yang saling menguntungkan: Pengembangan Kurikulum dan Kapasitas: Detikcom akan terlibat sebagai mitra dalam pengembangan kurikulum berbasis praktik. Keterlibatan ini diwujudkan melalui kehadiran praktisi media detikcom sebagai narasumber kuliah praktisi, kolaborasi workshop di kelas, serta penguatan pembelajaran di kelas Centre of Excellence (CoE) Prodi Sosiologi UMM. Magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL): Detikcom Biro Jawa Timur resmi menjadi mitra tempat magang bagi mahasiswa dalam skema CoE Prodi Sosiologi FISIP UMM. Selain itu, kerja sama ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Sosiologi UMM untuk melaksanakan PKL, memberikan pengalaman riil di bidang jurnalistik, media digital, dan komunikasi publik. Dukungan Publikasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB): Sebagai bagian dari sinergi, detikcom Biro Jawa Timur akan menyediakan ruang publikasi di platform medianya. Ruang ini akan digunakan untuk mensosialisasikan profil dan keunggulan Prodi Sosiologi FISIP UMM, informasi jadwal PMB, jalur pendaftaran, peluang beasiswa, serta berbagai kegiatan unggulan prodi kepada masyarakat luas. Keberlanjutan Program CoE: Kerja sama ini dinilai krusial untuk mendukung keberlanjutan dan efektivitas program Centre of Excellence (CoE) di Prodi Sosiologi, sekaligus meningkatkan kualitas proses pendidikan dan relevansi lulusan dengan dunia kerja. Penandatanganan MoA dilakukan langsung oleh Budi Hartadi, Kepala Biro Redaksi Detikcom Jawa Timur. Sementara itu, Prodi Sosiologi FISIP UMM diwakili oleh dua dosennya, Ahmad Arrozy dan Rajih Arraki. Rombongan akademisi UMM disambut hangat oleh Mira Rachmalia, Asisten Redaktur Detikcom Biro Jawa Timur. “Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif. Kami mendiskusikan peran strategis media dalam penguatan pendidikan tinggi, respons terhadap isu-isu sosial kontemporer, serta kontribusi Muhammadiyah dalam pengembangan masyarakat,” ujar perwakilan Prodi Sosiologi FISIP UMM. Dengan penandatanganan MoA ini, Prodi Sosiologi FISIP UMM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi strategis dengan mitra eksternal berkualitas. Sinergi dengan media nasional seperti detikcom diharapkan tidak hanya meningkatkan visibilitas institusi, tetapi juga mendorong peningkatan jumlah calon mahasiswa baru pada PMB 2026 serta menghasilkan lulusan sosiologi yang adaptif dan kompetitif.(san)

Perkuat Kampus Berdampak, Sosiologi FISIP UMM Resmi Gandeng Detikcom Jatim

Tagar.co — Matahari Surabaya menyengat seperti biasa saat rombongan Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) tiba di Kantor Detikcom Biro Jawa Timur, Kamis, 29 Januari 2026. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan membawa misi besar untuk menjahit sinergi antara akademisi dan praktisi media. Dua dosen Sosiologi UMM, Ahmad Arrozy dan Rajih Arraki, melangkah masuk membawa draf Memorandum of Agreement (MoA). Mereka percaya, sosiologi tidak boleh hanya mendekam di balik meja perpustakaan, tetapi harus selaras dengan dinamika informasi yang bergerak secepat ketukan jari di layar ponsel. Asisten Redaktur Detikcom Biro Jawa Timur, Mira Rachmalia, menyambut hangat rombongan ini dalam suasana yang cair namun tetap profesional. Kerja sama ini menjadi pijakan krusial bagi Prodi Sosiologi untuk mengimplementasikan program “Kampus Berdampak”. Fokus utamanya adalah menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri. Baca Juga:  Refleksi Awal Tahun PSIB UMM: Menakar Jalan Indonesia Emas 2045 Melalui kesepakatan ini, praktisi media dari Detikcom akan turun gunung menjadi narasumber kuliah praktisi dan mengisi berbagai lokakarya di kelas. Mahasiswa tidak lagi hanya mengunyah teori konflik atau struktur sosial, tetapi juga belajar bagaimana realitas sosial tersebut terbingkai dalam narasi berita yang akurat. Membuka Gerbang Karier Melalui CoE Poin yang paling menarik perhatian adalah penguatan Centre of Excellence (CoE) Prodi Sosiologi. Detikcom Biro Jawa Timur kini resmi menjadi mitra tempat magang bagi mahasiswa dalam skema CoE tersebut. Artinya, mahasiswa memiliki kesempatan emas untuk mencicipi atmosfer kerja di ruang redaksi media nasional. Kepala Biro Redaksi Detikcom Jawa Timur, Budi Hartadi, menandatangani dokumen kerja sama tersebut dengan penuh keyakinan. Ia memandang kolaborasi ini sebagai jembatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja, khususnya di bidang komunikasi publik. Selain magang CoE, lokasi ini juga terbuka menjadi tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa reguler. “Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan kualitas proses pendidikan di Sosiologi UMM tetap relevan. Mahasiswa harus menjadi lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman,” ujar pihak delegasi UMM saat sesi dialog. Baca Juga:   Kanwil Kemenag Berbagi Tip Membina Keluarga Muda Penuh Bahagia Tak hanya soal magang, MoA ini juga mencakup dukungan promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Detikcom akan menyediakan ruang publikasi untuk mensosialisasikan profil prodi, jadwal pendaftaran, hingga peluang beasiswa bagi calon mahasiswa di tahun 2026. Menjaga Komitmen Tridharma Perguruan Tinggi Diskusi di kantor redaksi itu berkembang menjadi dialog konstruktif. Mereka tidak hanya bicara soal kertas perjanjian, tetapi juga mengupas tuntas peran media dalam memperkuat pendidikan tinggi. Isu-isu sosial terkini hingga kontribusi nyata Muhammadiyah dalam ranah pengembangan masyarakat menjadi bumbu obrolan yang hangat. Bagi Prodi Sosiologi FISIP UMM, kolaborasi dengan media nasional sekelas Detikcom adalah upaya meningkatkan visibilitas institusi di mata publik. Dengan akses informasi yang lebih luas, mereka optimistis dapat menarik minat calon mahasiswa baru yang ingin mendalami ilmu sosial dengan sentuhan praktis media digital. Penandatanganan MoA ini menegaskan kembali komitmen UMM dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Dengan memperluas jejaring kemitraan eksternal, Sosiologi UMM tidak hanya mencetak sarjana yang paham teori, tetapi juga praktisi yang tangkas membaca gerak perubahan sosial di masyarakat.  (#)

Mahasiswa UMM Kembangkan Steam Press Ecoprint, Solusi Produksi Lebih Efisien untuk UMKM

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Inovasi teknologi tepat guna kembali lahir dari lingkungan kampus. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menghadirkan alat produksi ecoprint yang dinilai lebih efisien dan mampu meningkatkan kualitas hasil, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inovasi tersebut berupa Steam Press Ecoprint, alat yang dirancang oleh mahasiswa Teknik Industri UMM, Iqbal Rafif Yuliono (angkatan 2023), bersama timnya. Teknologi ini dikembangkan melalui mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk (P3) sebagai respons atas berbagai kendala yang masih dihadapi pelaku ecoprint di lapangan. Iqbal menjelaskan, proses ecoprint yang selama ini digunakan UMKM umumnya masih bersifat manual atau mengandalkan sistem otomatis sederhana. Metode tersebut dinilai belum mampu menghasilkan warna dan detail motif yang konsisten, terutama saat produksi dalam jumlah banyak. “Dari pengamatan kami, metode ecoprint yang ada sering kali menghasilkan warna yang kurang kuat dan motif tidak merata. Dari situ muncul ide untuk menggabungkan sistem manual dan otomatis dengan mesin press berbasis uap,” ujarnya, Selasa (27/1/2026). Berbeda dengan metode kukus konvensional, Steam Press Ecoprint memanfaatkan kombinasi panas, uap, dan tekanan melalui pelat logam pada mesin press. Sistem ini memungkinkan proses transfer warna dan motif ke kain berlangsung lebih optimal. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penggunaan uap bertekanan mampu menghasilkan warna yang lebih tajam dan motif yang lebih detail. Selain itu, konsistensi hasil juga lebih terjaga, terutama untuk produksi skala UMKM. “Ketika dibandingkan dengan metode kukus biasa, warna ecoprint yang dihasilkan mesin ini jauh lebih keluar dan detail motifnya lebih jelas,” tambah Iqbal. Alat tersebut telah diuji coba secara terbatas pada pelaku UMKM, salah satunya Kenikir Natural Ecoprint di Bululawang, Kabupaten Malang. Dari pengujian tersebut, Steam Press Ecoprint dinilai mampu meningkatkan kualitas visual kain sekaligus menjaga keseragaman hasil produksi. Meski mengusung konsep efisiensi, alat ini tidak semata-mata mengejar kecepatan. Steam Press Ecoprint dirancang agar proses produksi dapat disesuaikan dengan tingkat kerumitan motif, sehingga pelaku usaha tetap dapat menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Selain itu, desain alat dibuat ramah bagi UMKM skala kecil dan fleksibel untuk berbagai jenis kain. Bahkan, beberapa material tertentu menunjukkan hasil motif yang lebih maksimal saat diproses menggunakan kombinasi uap dan tekanan. Iqbal mengakui, peran dosen pembimbing sangat penting dalam proses pengembangan alat tersebut, terutama dalam menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat. Ke depan, ia berharap Steam Press Ecoprint dapat dikembangkan dengan kapasitas lebih besar, struktur yang lebih kokoh, serta sistem pengoperasian yang semakin praktis. “Yang terpenting jangan takut mencoba. Dari proses itulah kita belajar memahami masalah dan menemukan solusi yang benar-benar dibutuhkan,” katanya. Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Industri UMM, Dr. Dana Marsetiya Utama, M.T., mengapresiasi inovasi mahasiswa tersebut. Ia menilai karya ini menjadi bukti keberhasilan pembelajaran berbasis praktik yang mendorong mahasiswa berpikir kritis dan solutif. Menurutnya, Prodi Teknik Industri UMM terus mendorong agar karya mahasiswa tidak berhenti sebagai tugas akademik, melainkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya sektor UMKM. “Kami ingin mahasiswa peka terhadap persoalan di sekitarnya dan berani menghadirkan solusi yang relevan melalui inovasi,” pungkasnya. (raf) Sumber: Rilis Berita UMM

Ecoprint Lebih Efisien dan Berkualitas, Mahasiswa UMM Hadirkan Teknologi Tepat Guna untuk UMKM

MALANG, SURYAKABAR.com – Inovasi teknologi tidak selalu lahir dari laboratorium canggih atau proyek berskala besar. Di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), solusi bagi pelaku UMKM justru dirancang dari ruang kelas. Melalui mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk (P3), mahasiswa Teknik Industri UMM menghadirkan Steam Press Ecoprint, sebuah alat produksi yang menawarkan efisiensi sekaligus peningkatan kualitas pada proses ecoprint. Inovasi tersebut dikembangkan Iqbal Rafif Yuliono, mahasiswa Program Studi Teknik Industri UMM angkatan 2023, bersama timnya. Gagasan ini berangkat dari pengamatan langsung terhadap praktik ecoprint di lapangan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama pada konsistensi hasil dan durasi produksi. Iqbal menuturkan, proses ecoprint yang umum digunakan pelaku usaha masih mengandalkan metode manual atau sistem otomatis sederhana. Baca Juga:  Agribisnis UMM Cetak Eksportir Muda Handal hingga Tembus Pasar Mancanegara Keduanya dinilai belum mampu menghasilkan kualitas warna dan detail motif yang optimal. Dari persoalan itulah, ide untuk menggabungkan sistem manual dan otomatis mulai dirumuskan. “Kami melihat ecoprint itu biasanya dilakukan secara manual atau otomatis. Dari situ muncul ide untuk menggabungkan keduanya dengan memanfaatkan mesin press yang dipadukan dengan sistem uap,” ujar Iqbal. Steam Press Ecoprint bekerja dengan mengintegrasikan panas, uap, dan tekanan melalui pelat logam pada mesin press. Pendekatan ini berbeda dari metode kukus konvensional yang menggunakan air secara langsung dan kerap menghasilkan warna yang kurang tajam serta motif yang tidak merata. Berdasarkan hasil uji coba, penggunaan uap bertekanan terbukti mampu memunculkan warna kain yang lebih kuat dan detail motif yang lebih jelas. Metode ini juga membantu menjaga konsistensi hasil, terutama pada produksi dalam jumlah lebih banyak. Baca Juga:  Universitas Brawijaya Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Pulau Sumatera “Ketika kami bandingkan, hasil ecoprint menggunakan uap melalui mesin press warnanya jauh lebih keluar dan motifnya lebih tegas dibandingkan metode kukus biasa,” tambahnya. Alat ini telah diuji coba secara terbatas pada pelaku UMKM, salah satunya Kenikir Natural Ecoprint yang berlokasi di Bululawang, Kabupaten Malang. Hasil pengujian menunjukkan, Steam Press Ecoprint mampu menghasilkan warna yang lebih konsisten, sekaligus meningkatkan kualitas visual kain ecoprint. Dari sisi efisiensi, Steam Press Ecoprint tidak semata-mata mengejar kecepatan produksi. Alat ini justru dirancang untuk menyesuaikan proses dengan tingkat detail motif yang diinginkan. Dengan demikian, pelaku usaha tetap dapat menghasilkan kain ecoprint yang presisi dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Steam Press Ecoprint juga dirancang agar ramah bagi UMKM skala kecil. Alat ini fleksibel digunakan pada berbagai jenis kain, bahkan beberapa material dengan tekstur tertentu menunjukkan hasil motif yang lebih maksimal ketika diproses menggunakan sistem uap dan tekanan. Dalam proses perancangannya, Iqbal mengakui peran dosen pembimbing sangat krusial, terutama dalam mendorong mahasiswa agar peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif. Ke depan, ia berharap Steam Press Ecoprint dapat dikembangkan dengan kapasitas yang lebih besar, struktur yang lebih kuat, serta sistem pengoperasian yang semakin sederhana. “Jangan takut mencoba. Mulai saja dulu, karena dari proses itulah kita belajar memahami masalah dan menemukan solusi yang benar-benar dibutuhkan,” pesannya. Baca Juga:  ITS Panen Raya di Kebun Smart Agrivoltaic, Bukti Keberhasilan Riset di Kampus Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Industri UMM, Dr. Dana Marsetiya Utama, M.T., mengapresiasi karya mahasiswa tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan pembelajaran berbasis praktik. Menurutnya, inovasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, mengolah ide, dan menerapkan konsep perkuliahan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Ia berharap karya tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. Prodi Teknik Industri UMM, lanjutnya, berkomitmen mendorong pengembangan karya mahasiswa agar tidak berhenti sebagai tugas akademik semata, melainkan mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Kami ingin mahasiswa berani mencoba, peka terhadap masalah di sekitarnya, dan mampu menghadirkan solusi yang relevan melalui karya-karya inovatif,” tutupnya. (abs)