Mahasiswa KKN Kelompok 14 Bersama Puskesmas Polowijen dan Posyandu Melati RW 02 Gelar Pendataan Kesehatan Balita dan Lansia

KLIKTIMES.COM | MALANG- Pada Minggu, 9 Februari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 14 melaksanakan kegiatan pendataan dan pemeriksaan kesehatan bagi balita dan lansia di wilayah Kampung Budaya Polowijen. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Polowijen serta Posyandu Melati RW 02 Polowijen (Kampung Budaya Polowijen) sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan warga. Sebagai bagian dari rangkaian Program kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 14 juga menyelenggarakan sosialisasi mengenai diabetes pada anak yang ditujukan kepada para orang tua balita. Dalam sosialisasi ini, disampaikan materi mengenai pengertian diabetes pada anak, faktor risiko, tanda dan gejala awal, serta pentingnya penerapan pola makan sehat dan gaya hidup aktif sejak usia dini. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua agar lebih waspada serta mampu melakukan langkah pencegahan sejak dini melalui kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga. Sementara itu, pendataan kesehatan pada kelompok lansia difokuskan pada pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar asam urat, kolesterol, serta gula darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu lansia memantau kondisi kesehatannya secara rutin, sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit tidak menular yang kerap dialami pada usia lanjut. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Polowijen turut berperan dalam proses pemeriksaan dan memberikan arahan terkait hasil pemeriksaan serta imbauan untuk menjaga pola hidup sehat. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, Puskesmas Polowijen, dan Posyandu Melati RW 02 Polowijen (Kampung Budaya) menjadi wujud nyata sinergi dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. Peran aktif kader posyandu juga sangat membantu dalam proses pendataan, pengondisian peserta, serta pendampingan warga selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme para orang tua balita dan lansia terlihat dari partisipasi aktif dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan serta sesi sosialisasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini. Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 14 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, khususnya pada balita dan lansia. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara mahasiswa, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan Kampung Budaya Polowijen yang lebih sehat dan berdaya.

Krisis Kesadaran Konstitusi Mengancam Demokrasi, Pakar UMM Lahirkan Model Literasi Nasional Pertama Berbasis Karakter Indonesia

Kesadaran berkonstitusi menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan demokrasi yang sehat. Di tengah arus informasi yang kian deras, kemampuan memahami konstitusi tidak lagi cukup sebatas menghafal pasal-pasal, tetapi harus tumbuh menjadi kesadaran dalam sikap dan perilaku warga negara. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya sebagai kampus inovasi dan mandiri melalui penelitian dosen Bidang Keahlian Pendidikan Konstitusi, Dr. Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd. Sebagai kampus inovasi dan mandiri, UMM konsisten mendorong lahirnya riset-riset strategis yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan bangsa. Kemandirian tersebut tercermin dalam keberanian mengembangkan model keilmuan yang kontekstual, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dalam penelitiannya, Wahyu mengembangkan Model Literasi Konstitusi yang dirancang khusus untuk konteks Indonesia. Riset ini lahir dari realitas bahwa tingkat literasi konstitusi masyarakat masih tergolong rendah, padahal konstitusi merupakan rujukan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Wahyu, pemahaman konstitusi tidak boleh berhenti pada aspek kognitif semata, tetapi harus tercermin dalam kesadaran bertindak sebagai warga negara yang demokratis. “Konstitusi adalah dasar hidup bersama, sehingga setiap warga negara wajib memahami dan menjadikannya pedoman dalam bersikap,” ujarnya kepada Tim Humas UMM pada 11 Februari lalu. Melalui kajian komparatif internasional, Wahyu menemukan bahwa sejumlah negara telah memiliki klasifikasi dan tingkatan literasi konstitusi yang terukur. Sementara itu, Indonesia dinilai belum memiliki model yang sesuai dengan karakter sosial, budaya, dan historisnya. Celah inilah yang kemudian dijawab melalui penelitian berbasis Research and Development (R&D) dengan pendekatan mixed method yang memadukan riset kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian tersebut melahirkan Model Literasi Konstitusi versi Indonesia yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran di jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Model ini dirancang untuk membentuk peserta didik yang kritis, reflektif, dan solutif. Mereka tidak hanya dilatih memahami konstitusi, tetapi juga mampu menilai kebijakan publik secara rasional serta memberikan masukan yang konstruktif. “Literasi konstitusi harus menumbuhkan keberanian berpikir kritis, bukan sekadar patuh tanpa pemahaman,” tegasnya. Keunggulan riset ini tidak berhenti pada ranah akademik. Temuan disertasi Wahyu telah ditindaklanjuti dalam bentuk policy brief yang memuat rekomendasi kebijakan pendidikan. Langkah ini menunjukkan komitmen UMM dalam mendorong riset yang berdampak langsung pada perumusan kebijakan dan praktik pendidikan nasional. Hal tersebut sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai kampus mandiri yang tidak bergantung pada arus wacana global, melainkan mampu melahirkan gagasan autentik berbasis kebutuhan Indonesia. Wahyu menilai, pendidikan konstitusi memiliki peran strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Melalui model literasi yang dikembangkan, generasi muda diharapkan tidak tumbuh menjadi warga negara yang pasif, melainkan mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara cerdas dan bertanggung jawab. Kesadaran berkonstitusi diposisikan sebagai modal utama untuk menjaga keadilan, keberlanjutan, dan keseimbangan dalam kehidupan bernegara. “Riset akademik tidak boleh berhenti di rak perpustakaan, tetapi harus hadir untuk menjawab persoalan masyarakat,” ungkapnya. Melalui penelitian ini, UMM kembali menunjukkan jati dirinya sebagai kampus yang mengintegrasikan keilmuan, nilai, dan pengabdian. Sebagai kampus inovasi dan mandiri, UMM terus menghadirkan pembaruan yang tidak hanya menjawab tantangan zaman, tetapi juga memberikan harapan baru bagi penguatan demokrasi Indonesia. Model Literasi Konstitusi yang dihasilkan menjadi bukti bahwa riset dosen UMM tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat fondasi demokrasi nasional.(*ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Beras Granul Inovasi Undana-UB-UMM, Penumpas Stunting di NTT

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas komitmennya dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui kolaborasi riset strategis bersama Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), konsorsium ini berhasil mengembangkan inovasi pangan fungsional bernama Beras Granul – sebuah meal replacement berbasis komoditas lokal yang padat nutrisi. Inovasi ini dirancang khusus untuk kelompok berisiko tinggi, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga remaja putri. Kunjungan tim peneliti konsorsium RIKUB Kemendiktisaintek pada Kamis (5/2/2026) di Ruang Kerja Rektor Undana, menjadi momentum penguatan langkah implementasi riset tahun kedua. Rombongan diterima secara langsung oleh, Prof.Dr.Ir. Jefri S Bale, ST.,M.Eng, didampingi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I R Detha, M.Si dan PIC Konsorsium Undana, Prof. Dr. Injte Picauly, S.Pi., M.Si. Beras Granul bukan sekadar alternatif nasi, melainkan paket lengkap gizi dalam satu butiran. Inovasi ini mengintegrasikan bahan-bahan lokal NTT yang sebelumnya telah diriset oleh Prof. Intje Picauly, seperti tepung kelor (moringa), jagung, ikan teri, dan gula lontar, yang kini diperkaya dengan sorgum. Produk ini memiliki profil nutrisi yang luar biasa: Protein Tinggi: Sinergi tepung ikan teri dan sorgum menyediakan asam amino esensial untuk perbaikan jaringan tubuh. Kaya Mikronutrisi: Kandungan Vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan omega-3 yang tinggi sangat krusial dalam periode emas pertumbuhan anak (1.000 HPK). Indeks Glikemik Rendah: Penggunaan karbohidrat kompleks dari jagung dan sorgum memberikan energi berkelanjutan serta aman bagi kesehatan metabolisme. Bebas Gluten: Menjadikannya pilihan sehat bagi individu dengan intoleransi gluten. Dalam konsorsium ini, Undana memegang peran strategis sebagai mitra pelaksana lapangan, penyedia data primer, serta co-designer program berbasis pangan lokal. Sementara itu, UB membawa keunggulan teknologi formulasi pangan fungsional (teknik granulasi) dan UMM mendukung dalam aspek hilirisasi dan edukasi gizi. “Kolaborasi ini adalah langkah taktis. UB membawa teknologi pangan mutakhir, sementara Undana memiliki pemahaman mendalam mengenai determinan sosial-budaya dan kekayaan pangan lokal NTT,” ungkap Prof. Intje sebagai perwakilan tim peneliti. Untuk memastikan produk ini diterima oleh masyarakat NTT, tim peneliti menerapkan pendekatan etnografi dan uji organoleptik lokal.

KKN UMM Bangun Sistem Irigasi Kolaboratif untuk Desa Jambangan, Atasi Krisis Air dan Cegah Konflik Agraria

MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7. Mahasiswa KKN UMM merespons ketimpangan distribusi air sawah di Desa Jambangan, Kabupaten Malang dengan membangun pintu irigasi baru sebagai instrumen pengatur distribusi air agar lebih adil dan terkontrol. Koordinator program KKN, Rifdah Nuur Fauziyyah, menegaskan bahwa persoalan irigasi tidak bisa dipandang semata-mata sebagai isu teknis. “Distribusi air yang tidak terkontrol dapat memicu ketegangan antarpetani. Karena itu, solusi yang kami tawarkan bukan hanya membangun fisik pintu air, tetapi juga membangun kesepahaman bersama,” ujar Rifdah, Kamis (12/2/2026). Pembangunan pintu irigasi ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan warga dan perangkat desa. Hasilnya, distribusi air sawah menjadi lebih adil dan terkontrol, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan memperkuat harmoni sosial di desa. Salah satu petani setempat mengungkapkan bahwa keberadaan pintu irigasi baru memberi harapan agar pembagian air lebih adil dan transparan. “Sekarang alirannya bisa diatur. Kami jadi lebih tenang karena ada kesepakatan bersama. Harapannya ke depan tidak ada lagi perdebatan soal air,” ujarnya. Langkah mahasiswa KKN UMM di Desa Jambangan membuktikan bahwa intervensi sederhana berbasis kebutuhan lokal dapat menjadi strategi mitigasi konflik agraria yang efektif. (lil).

Ingin Kuliah Swasta tapi Takut Mahal? Ini Deretan Beasiswa di UMM Malang

RADAR MALANG – Banyaknya yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi akibat terkendala ekonomi, seringkali siswa memilih untuk langsung bekerja akibat biaya yang terbilang mahal, bukan hanya untuk biaya pendidikan tetapi juga biaya sehari-hari. Siswa lebih memilih langsung bekerja dibandingkan melanjutkan ke perguruan tinggi, bekerja yang dianggap menghasilkan uang dan melanjutkan ke perguruan tinggi yang harus mengeluarkan uang. Biaya yang mahal sering kali membuat calon mahasiswa ragu dan dengan adanya beban tanggungan yang mengakibatkan banyaknya siswa yang tidak memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Perkembangan yang terus ada terciptalah adanya beasiswa yang dapat mendukung siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tanpa memikirkan biaya. Dengan memperoleh prestasi akademik maupun nonakademik dapat membantu siswa untuk memperoleh beasiswa. Salah satunya pada Universitas Muhammadiyah Malang yang juga menyediakan program beasiswa untuk calon mahasiswa yang terkendala biaya dan memiliki prestasi. Berikut 16 program beasiswa untuk mahasiswa baru yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang yang dilansir dari website resmi UMM melalui laman  umm.ac.id. 1. Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP)Beasiswa Kartu Indonesia Pintar diperuntukkan kepada calon mahasiswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). 2. Beasiswa Pendidikan Indonesia EmasBeasiswa ini dirancang untuk talenta terbaik di seluruh penjuru negeri, tanpa adanya pengecualian. 3. Beasiswa Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT)Program beasiswa Universitas Muhammadiyah Malang untuk mencetak kader ulama tarjih yang memiliki integritas dan kompeten. 4. Beasiswa Jalur PrestasiBeasiswa jalur prestasi terdiri dari dua jalur prestasi, jalur prestasi tersebut meliputi prestasi akademik dan prestasi nonakademik. 5. Beasiswa Yatim Piatu Ganjil 2025/2026Program bantuan pendidikan khusus bagi siswa atau mahasiswa yatim atau piatu untuk tahun ajaran baru. 6. Beasiswa Kelas Takhassus Muballigh Muhammadiyah (KATAMM)Beasiswa ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang untuk mencetak kader ulama/mubaligh persyarikatan. 7. Beasiswa Alumni Sekolah MuhammadiyahProgram bantuan dari Universitas Muhammadiyah Malang kepada lulusan SMA/SMK/MA Muhammadiyah. 8. Beasiswa Anak Kandung Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)Program ini diperuntukkan kepada putra-putri alumni dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai bentuk penghargaan dan komitmen universitas dalam mendukung keberlanjutan pendidikan. 9. Beasiswa Saudara KandungProgram beasiswa yang diperuntukkan kepada calon mahasiswa baru yang memiliki kakak atau adik kandung yang masih aktif berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang. 10. Beasiswa Persyarikatan Muhammadiyah dan AisyiyahProgram ini diperuntukkan kepada seseorang yang saat ini sedang mengabdi sebagai guru, mubaligh, dan para pengurus baik di sekolah maupun organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai jenjang. 11. Beasiswa 5000 Doktor Kepala dan Wakil Kepala SekolahProgram beasiswa diperuntukkan kepada jenjang Doktor (S3) bagi kepala ataupun wakil kepala sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah. 12. Beasiswa 5000 Doktor Diktilitbang PP MuhammadiyahProgram beasiswa yang diperuntukkan kepada jenjang Doktor (S3) bagi dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. 13. Beasiswa Mahasiswa AsingProgram beasiswa mahasiswa asing yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang dirancang untuk menjaring talenta global.

Sambut Ramadan Berkemajuan ala UMM, Sinergikan Spiritualitas dan Keilmuan di Tengah Tantangan Zaman

Di tengah derasnya arus digital, banjir informasi, dan gaya hidup serba cepat yang kerap membuat manusia kehilangan arah, Ramadan hadir sebagai ruang jeda untuk kembali menata makna. Menjawab tantangan zaman tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggaungkan semangat Ramadan Berkemajuan melalui kajian Tarhib Ramadan yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, di Masjid AR. Fachruddin. Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Rofiq Mudzakkir, Lc., MA., Ph.D., sebagai narasumber utama, sekaligus mengajak sivitas akademika menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berilmu. Mengusung tema “Ramadan Berkemajuan: Menyiapkan Diri Menjadi yang Bertaqwa dan Berilmu.”, Rofiq menyoroti realitas manusia modern yang kerap terjebak dalam distraksi dan pengalihan fokus. Kesibukan duniawi serta derasnya arus teknologi, menurutnya, sering kali menjauhkan manusia dari tujuan hakiki penciptaannya. Ramadan, kata dia, hadir sebagai momentum emas untuk melakukan reorientasi diri. “Momen Ramadan sebenarnya adalah momen untuk kembali kepada siapa diri kita yang sebenarnya, yaitu hamba Allah yang tugasnya mencari rida-Nya,” tegasnya. Ia juga mengajak jamaah lebih peka membaca tanda-tanda kebesaran Allah melalui fenomena alam. Ibadah puasa, jelasnya, bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, melainkan melatih manusia memahami ritme waktu dari terbit fajar hingga terbenam matahari sebagai bagian dari keteraturan kosmis ciptaan Allah. Kesadaran terhadap ritme ini akan melahirkan kedisiplinan sekaligus memperdalam ketundukan spiritual. Salah satu poin menarik yang disampaikan Rofiq adalah keindahan diksi Al-Qur’an dalam menempatkan urgensi aktivitas manusia. Ia menjelaskan, ketika berbicara tentang mencari rezeki, Al-Qur’an menggunakan kata famsyu (berjalanlah). Namun, saat menyeru manusia menuju ampunan dan perlindungan Allah, diksi yang digunakan meningkat menjadi fafirru (berlarilah). “Al-Qur’an membedakan urgensi dengan sangat indah. Untuk urusan dunia cukup berjalan biasa, namun saat menuju Allah gunakanlah fafirru atau berlarilah kencang, karena ini adalah kondisi darurat untuk menyelamatkan jiwa kita,” ungkapnya. Lebih jauh, Rofiq mengingatkan agar interaksi dengan Al-Qur’an selama Ramadan tidak dilakukan secara parsial. Ia mengkritisi kecenderungan sebagian orang yang hanya mengejar target kuantitas bacaan (tilawah) tanpa memahami maknanya (tadabbur), atau sebaliknya terlalu fokus pada kajian tanpa membiasakan diri membaca secara rutin. Menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan agar ibadah mencapai kualitas yang optimal. “Jangan dipilih salah satu. Dua-duanya harus dilakukan seimbang. Baca Al-Qur’an setiap hari minimal satu juz dan upayakan setiap hari ada ayat yang kita tadaburi maknanya agar meresap ke dalam hati,” pesannya. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah melakukan refleksi menyeluruh sebelum memasuki Ramadan. Dengan pendekatan manajerial “4M” (Memahami, Merencanakan, Melaksanakan, dan Mengevaluasi), ia menekankan bahwa ibadah perlu dirancang secara sadar dan terukur agar menghasilkan perubahan nyata. “Mari kita mengevaluasi apa yang kita lakukan dalam satu tahun terakhir, kemudian mengimplementasikan perbaikannya di bulan suci ini agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” tuturnya. Melalui kegiatan Tarhib Ramadan ini, UMM kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berinovasi secara akademik, tetapi juga konsisten menghadirkan ruang-ruang penguatan spiritual. Sinergi antara keilmuan dan nilai-nilai keislaman menjadi fondasi penting dalam membentuk insan yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.(ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman