Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi Webometrics 2026

medanaktual – Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan pendidikan tinggi yang sangat pesat di Indonesia. Banyak perguruan tinggi di wilayah ini memiliki reputasi akademik yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kota-kota seperti Surabaya, Malang, dan Jember menjadi pusat pendidikan yang menarik minat calon mahasiswa dari berbagai daerah. Oleh karena itu, memilih kampus terbaik menjadi langkah penting bagi siswa yang ingin melanjutkan studi. Salah satu acuan yang sering digunakan dalam menentukan kualitas perguruan tinggi adalah pemeringkatan Webometrics. Lembaga ini menilai kampus berdasarkan kehadiran digital, kualitas publikasi ilmiah, dampak penelitian, serta visibilitas akademik di dunia maya. Pemeringkatan ini mencerminkan bagaimana sebuah universitas berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan secara global. Berikut daftar kampus terbaik di Jawa Timur versi Webometrics 2026 yang dapat dijadikan referensi. 20 Kampus Terbaik Versi Webometrics Mengetahui kampus terbaik bagi calon mahasiswa baru merupakan suatu keberuntungan, karena dapat memilih universitas dengan standart nasional maupun internasional. Dilansir dari laman UMM berikut 20 kampus terbaik versi webometrics yang wajib diketahui calon mahasiswa : Universitas Airlangga World Rank: 590 Impact Rank: 694 Opennes Rank: 27720 Excellence Rank: 1056 Universitas Brawijaya World Rank: 747 Impact Rank: 572 Opennes Rank: 822 Excellence Rank: 1905 Institut Teknologi Sepuluh Nopember World Rank: 888 Impact Rank: 932 Opennes Rank: 1119 Excellence Rank: 1892 Universitas Negeri Malang World Rank: 951 Impact Rank: 1005 Opennes Rank: 948 Excellence Rank: 2438 Universitas Islam Malang World Rank: 1913 Impact Rank: 1409 Opennes Rank: 1960 Universitas Jember World Rank: 1423 Impact Rank: 1070 Opennes Rank: 1276 Excellence Rank: 3654 Universitas Negeri Surabaya World Rank: 1340 Impact Rank: 1523 Opennes Rank: 1153 Excellence Rank: 3981 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya World Rank: 1985 Impact Rank: 2481 Opennes Rank: 2906 Excellence Rank: 5115 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya World Rank: 1921 Impact Rank: 3793 Opennes Rank: 2629 Excellence Rank: 4728 Universitas Muhammadiyah Malang World Rank: 1291 Impact Rank: 904 Opennes Rank: 1526 Excellence Rank: 3634 Universitas Surabaya World Rank: 2063 Impact Rank: 5313 Opennes Rank: 2262 Excellence Rank: 4191 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya World Rank: 2112 Impact Rank: 3526 Opennes Rank: 2756 Excellence Rank: 4730 Universitas Muhammadiyah Surabaya World Rank: 2290 Impact Rank: 2371 Opennes Rank: 2674 Excellence Rank: 5984 Petra Christian University World Rank: 1974 Impact Rank: 2977 Opennes Rank: 28811 Excellence Rank: 4575 Universitas Katolik Widya Karya Malang World Rank: 2415 Impact Rank: 3349 Opennes Rank: 30112 Excellence Rank: 4871 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya World Rank: 2611 Impact Rank: 5561 Opennes Rank: 29862 Excellence Rank: 5971 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur World Rank: 1738 Impact Rank: 1844 Opennes Rank: 2087 Excellence Rank: 4421 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang World Rank: 1300 Impact Rank: 957 Opennes Rank: 29323 Excellence Rank: 4053 Universitas Trunojoyo Madura World Rank: 1689 Impact Rank: 1751 Opennes Rank: 3487 Excellence Rank: 4512 Universitas Dr Soetomo World Rank: 2746 Impact Rank: 4012 Opennes Rank: 32210 Excellence Rank: 5231. Keutamaan Mengetahui Kampus Unggul bagi Calon Mahasiswa Mengetahui kampus terbaik sebelum memilih perguruan tinggi sangat penting, karena calon mahasiswa dapat memilih kampus berdasarkan standart nasional dan interasional, tergantung dari pemeringkatan yang didapatkan dari kampus. Berikut beberapa keuntungan yang didapatkan calon mahasiswa jika mengetahui kampus unggulan : Informasi ini membantu calon mahasiswa menentukan pilihan sesuai minat, bakat, dan tujuan karier. Kampus unggul biasanya memiliki fasilitas lengkap, tenaga pengajar berkualitas, serta lingkungan akademik yang mendukung. Kampus dengan reputasi baik sering memiliki jaringan kerja sama dengan industri dan lembaga internasional. Hal ini membuka peluang magang, penelitian, serta pertukaran pelajar. Lulusan dari kampus unggulan umumnya lebih mudah bersaing di dunia kerja. Perusahaan cenderung mempercayai kualitas pendidikan dari universitas yang memiliki akreditasi dan reputasi tinggi. Selain itu, pemeringkatan seperti Webometrics juga mencerminkan kemampuan kampus dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi. Kampus yang aktif dalam publikasi dan inovasi biasanya lebih siap menghadapi tantangan global. Kesimpulan Jawa Timur memiliki banyak perguruan tinggi berkualitas yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi calon mahasiswa. Universitas Airlangga, ITS, dan Universitas Brawijaya termasuk kampus unggulan yang memiliki reputasi nasional dan internasional. Selain itu, berbagai kampus swasta seperti Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Surabaya, hingga UK Petra juga menawarkan pendidikan berkualitas. Dengan memahami pemeringkatan Webometrics, calon mahasiswa dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam menentukan tempat kuliah. Pemilihan kampus yang sesuai akan membantu mengembangkan potensi, memperluas jaringan, serta membuka peluang karier di masa depan.
Perbedaan Rakaat Tarawih saat Ramadan, Pakar UMM Ungkap Sejarah Ijtihad di Baliknya

KLIKMU.CO – Perbedaan jumlah rakaat salat tarawih kerap menjadi perbincangan hangat setiap Ramadan. Tak jarang, perbedaan angka seolah menjadi tolok ukur sah atau tidaknya ibadah. Padahal, di balik variasi tersebut tersimpan khazanah ijtihad yang panjang, argumentatif, dan kaya dalam tradisi fikih Islam. Dosen Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang R Tanzil Fawaiq Sayyaf MH menjelaskan bahwa perbedaan itu bukan bentuk pertentangan, melainkan konsekuensi logis dari perbedaan metodologi dalam memahami sumber hukum Islam. “Perbedaan jumlah rakaat tarawih terjadi karena adanya perbedaan interpretasi dan kontekstualisasi terhadap dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, dan qiyas. Al-Qur’an memang memerintahkan salat melalui ayat-ayat seperti aqimus shalah, tetapi tidak menyebutkan secara eksplisit jumlah rakaat tarawih,” ujarnya. ”Karena itu, hadis berfungsi sebagai bayan tafsir atau penjelas terhadap ayat-ayat yang bersifat global. Selama argumentasinya kuat dan sanad hadisnya valid, maka perbedaan tersebut tidak menjadi persoalan,” imbuhnya, Selasa (24/2/2026). Tanzil menjelaskan, secara historis umat Islam merujuk pada imam-imam mazhab yang memiliki metode istinbat hukum berbeda, sehingga melahirkan variasi praktik yang sama-sama memiliki landasan. Mazhab Hanafi menetapkan 20 rakaat berdasarkan ijma sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Mazhab Maliki menetapkan 36 rakaat dengan merujuk pada praktik penduduk Madinah. Sementara itu, Mazhab Syafi’i dan Hanbali cenderung menetapkan 20 rakaat dengan dasar hadis mauquf dan amalan sahabat pascawafat Nabi. Adapun Majelis Tarjih Muhammadiyah menetapkan 11 rakaat dengan merujuk pada hadis Aisyah tentang praktik salat malam Rasulullah. “Dalam hadis riwayat Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari sebelas rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan. Riwayat muttafaq ‘alaih itu menjelaskan bahwa Nabi salat empat rakaat dengan panjang dan kekhusyukan yang luar biasa, lalu empat rakaat berikutnya dengan kualitas serupa, kemudian ditutup tiga rakaat witir. Dari sinilah dipahami formasi 4-4-3 yang menjadi dasar praktik 11 rakaat di kalangan Muhammadiyah,” jelasnya. Dia menambahkan, konsep qiyamul Ramadan pada dasarnya identik dengan qiyamul lail. Karena itu, tarawih tidak terlepas dari witir sebagai penutup salat malam. Variasi seperti 2-2-2-2-1 atau 4-4-3 merupakan bentuk teknis pelaksanaan yang tetap berada dalam koridor dalil sahih. Dalam beberapa riwayat, Nabi juga pernah melaksanakan witir sembilan rakaat atau dengan formasi lainnya. Dalam perspektif qiyas, karena salat malam tidak dibatasi jumlahnya, komposisi rakaat tarawih dipahami secara fleksibel selama tidak menyelisihi prinsip-prinsip dasar syariat. “Yang menjadi persoalan justru ketika suatu amalan tidak memiliki dalil, atau dalilnya lemah bahkan maudhu. Itu yang harus dihindari. Karena itu, umat Islam seharusnya tidak menjadikan perbedaan jumlah rakaat sebagai sumber perpecahan. Keragaman tersebut menunjukkan keluasan ijtihad dan dinamika intelektual dalam Islam. Perbedaan antara empat mazhab dan Muhammadiyah bukan perpecahan, melainkan kekayaan dalam memahami dalil,” tegasnya. Pada akhirnya, Tanzil menekankan bahwa esensi tarawih bukan terletak pada angka, melainkan pada kekhusyukan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menghidupkan malam Ramadan. Ia juga mengingatkan bahwa semangat qiyamul lail tidak seharusnya berhenti setelah Ramadan usai, sebab salat malam merupakan sunnah yang dicontohkan Nabi sepanjang tahun. Dengan demikian, perbedaan jumlah rakaat hendaknya dipahami sebagai ruang toleransi ilmiah, bukan alasan untuk saling menyalahkan dalam menjalankan ibadah. (Faqih/AS)
10 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Malang Versi UniRank

medanaktual – Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan akademik maupun vokasi. Di Indonesia, perguruan tinggi secara umum terbagi menjadi dua jenis, yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kota Malang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Jawa Timur. Selain memiliki kampus negeri ternama, Malang juga dihuni banyak perguruan tinggi swasta berkualitas yang diminati calon mahasiswa dari berbagai daerah. Lingkungan akademik yang kondusif, biaya hidup relatif terjangkau, serta pilihan program studi yang beragam menjadi daya tarik utama kota ini. Lalu, perguruan tinggi swasta apa saja yang masuk kategori terbaik di Malang? Mengacu pada data pemeringkatan yang dilansir dari laman uniRank, berikut daftar 10 perguruan tinggi swasta terbaik di Malang yang bisa dijadikan referensi. 1. Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati posisi teratas sebagai PTS terbaik di Malang. Kampus ini juga masuk jajaran universitas terbaik nasional versi uniRank. Berdasarkan data BAN-PT, UMM telah meraih status akreditasi Unggul, mencerminkan mutu akademik dan tata kelola institusi yang sangat baik. 2. Universitas Islam Malang Universitas Islam Malang berlokasi di Jalan Mayjen Haryono, Malang. Kampus ini menempati peringkat tinggi di tingkat nasional dan telah mengantongi akreditasi Unggul dari BAN-PT, menjadikannya salah satu PTS favorit di Malang. 3. Universitas Merdeka Malang Didirikan pada 29 Januari 1964, Universitas Merdeka Malang memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan tinggi. Kampus ini masuk dalam 100 besar universitas terbaik Indonesia versi uniRank dan memperoleh akreditasi B dari BAN-PT. 4. Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Universitas PGRI Kanjuruhan Malang merupakan hasil pengembangan dari IKIP PGRI Malang dan STIBA Kanjuruhan. Bernaung di bawah yayasan PGRI, kampus ini telah mendapatkan akreditasi B berdasarkan penilaian BAN-PT. 5. Universitas Tribhuwana Tunggadewi Universitas Tribhuwana Tunggadewi berlokasi di kawasan Tlogomas, Malang. Kampus swasta ini memiliki beragam program studi dan telah meraih akreditasi B dari BAN-PT. 6. Institut Teknologi Nasional Malang Institut Teknologi Nasional Malang berada di bawah pengelolaan P2PUTN Malang. Kampus ini dikenal fokus pada bidang teknik dan teknologi, serta telah memperoleh akreditasi B dari BAN-PT. 7. Universitas Ma Chung Universitas Ma Chung berlokasi di Karangwidoro, Dau, Kabupaten Malang. Perguruan tinggi swasta ini memiliki ciri khas pada pendidikan berbasis nilai multikultural dan telah mendapatkan akreditasi B. 8. Universitas Widyagama Didirikan pada tahun 1971 oleh Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia, Universitas Widyagama menjadi salah satu PTS yang cukup lama berdiri di Malang. Kampus ini telah memperoleh akreditasi B dari BAN-PT. 9. Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Islam Raden Rahmat berlokasi di Kepanjen, Kabupaten Malang. Berdasarkan data BAN-PT, perguruan tinggi ini mendapatkan status akreditasi Baik. 10. Universitas Wisnuwardhana Universitas Wisnuwardhana beralamat di kawasan Danau Sentani, Kota Malang. Kampus ini termasuk dalam jajaran PTS terbaik di Malang dan telah meraih akreditasi B dari BAN-PT. Penutup Banyaknya perguruan tinggi swasta berkualitas menjadikan Malang sebagai destinasi favorit untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan beragam pilihan kampus, calon mahasiswa dapat menyesuaikan pilihan berdasarkan akreditasi, program studi, hingga lingkungan akademik yang diinginkan.
KKN Tematik UMM Bangun Wisata Edukatif dan Ekonomi Kreatif di Jodipan

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menegaskan komitmennya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian. Spirit tersebut tercermin dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai ruang implementasi gagasan kreatif, teknologi adaptif, dan pemberdayaan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, UMM mendorong mahasiswanya menjadi agen perubahan yang mampu membaca potensi lokal sekaligus menguatkannya secara strategis. Kampus putih yang konsisten mengusung semangat inovasi dan kemandirian, mahasiswa KKN UMM kembali menghadirkan gagasan strategis untuk menghidupkan potensi wisata lokal. Melalui program di Kampung Warna-Warni Jodipan, tim KKN tidak hanya memperkuat aspek estetika kawasan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas warga sebagai pelaku utama pariwisata. Ketua Kelompok 13, Muhammad Syahva Putra Disa Rizki yang akrab disapa Syahva memimpin perumusan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kampung wisata membutuhkan sentuhan ide kreatif agar tetap hidup, relevan, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.Program kerja yang dijalankan meliputi Speaking Color, Sparkling Jodipan, dan Jodipan Clay. Speaking Color difokuskan pada pembelajaran bahasa sederhana bagi anak-anak agar lebih percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan. Program ini dinilai penting karena kemampuan komunikasi menjadi kunci utama dalam sektor pariwisata. “Program ini kami rancang untuk membantu memberdayakan warga, terutama agar mereka lebih siap dan percaya diri dalam menyambut serta berinteraksi dengan wisatawan,” ujar Syahva. Sementara itu, Sparkling Jodipan dan Jodipan Clay diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi kreatif. Mahasiswa mendorong warga mengemas produk sederhana seperti minuman dan suvenir agar memiliki nilai tambah serta daya tarik baru bagi pengunjung. Upaya tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sirkulasi ekonomi lokal berbasis kreativitas warga. Program unggulan yang paling mencuri perhatian adalah Warna Digital Jodipan. Inovasi ini menghadirkan kode QR pada mural-mural kampung. Setiap kode terhubung dengan cerita di balik lukisan, mulai dari tradisi lama masyarakat hingga simbol identitas lokal Malang.“Karena setiap lukisan memiliki QR tersendiri, pengunjung dapat langsung mengakses penjelasan, sehingga mereka tidak hanya menikmati visualnya, tetapi juga memahami arti di balik karya tersebut,” jelasnya. Digitalisasi narasi mural tersebut menghadirkan pengalaman wisata yang lebih edukatif. Pengunjung tidak sekadar berfoto, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Inovasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa UMM dalam memadukan kreativitas, teknologi, dan kearifan lokal secara adaptif. Sebuah cerminan karakter kampus yang mendorong integrasi ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan sosial menjadi fondasi utama pelaksanaan program. Mahasiswa membangun kedekatan dengan warga melalui dialog santai, membeli produk lokal, hingga mendampingi anak-anak belajar pada malam hari. Cara ini memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program berjalan partisipatif.Menurut Syahva, perubahan paling nyata terlihat dari meningkatnya kesiapan warga dalam menyambut wisatawan secara lebih profesional. Ia mengamati adanya perkembangan dalam cara warga berkomunikasi, memberikan informasi, serta membangun kesan pertama yang positif bagi pengunjung. Hal tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat daya tarik Jodipan sebagai destinasi yang ramah dan edukatif. “Kini warga lebih percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan, karena bahasa dan cara menyambut tamu adalah kunci utama bagi kampung wisata seperti Jodipan,” terangnya. Dosen pembimbing, Jamroji, S.Sos., M.Comms., menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan aktivasi kawasan wisata. Ia menyebut mahasiswa didorong untuk berpikir kreatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi nyata yang berkelanjutan, selaras dengan visi UMM sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang terukur. Program-program yang telah dirintis selanjutnya diserahkan kepada warga untuk dikelola secara mandiri. Tim KKN juga membuka ruang komunikasi lanjutan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan akademik. Melalui KKN tematik ini, UMM kembali menegaskan perannya sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak. Mahasiswa hadir bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan membawa gagasan, membangun kolaborasi, serta meninggalkan fondasi pemberdayaan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.(*)
KH Ahmad Dahlan “Hadir” di Taman Merjosari, NgabubuRead UMM Ubah Ngabuburit Jadi Ajang Literasi dan Aksi Sosial

MALANG, PENAJATIM – Suasana Taman Merjosari, Rabu sore 25 Februari 2026, mendadak berbeda. Di tengah keramaian warga yang menanti waktu berbuka, sosok KH Ahmad Dahlan dan istrinya, Siti Walidah, tampak menyapa pengunjung. Meski hadir dalam bentuk cosplay, figur pendiri Muhammadiyah itu sukses menarik perhatian ratusan warga dan menghidupkan kembali semangat literasi, pendidikan, serta kepedulian sosial dalam balutan kegiatan NgabubuRead yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang atau UMM. Menunggu azan magrib kali ini tidak sekadar diisi dengan berburu takjil. UMM menghadirkan konsep ngabuburit produktif yang memadukan hiburan edukatif, aktivitas membaca, hingga aksi berbagi. Taman kota yang biasanya menjadi ruang santai berubah menjadi ruang belajar terbuka yang hangat dan penuh keceriaan. Kehadiran cosplay KH Ahmad Dahlan dan Siti Walidah bukan sekadar pemanis acara. Sosok tersebut menjadi simbol penguatan nilai literasi dan kepedulian sosial yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri. Spirit pembaruan pendidikan dan keberpihakan pada masyarakat kecil terasa relevan di tengah momentum Ramadan. Sejak sore hari, antusiasme masyarakat sudah terlihat. Puluhan anak memadati booth UMM untuk mengikuti beragam permainan edukatif, mulai dari mini game golf hingga aktivitas membaca bersama. Musikalisasi puisi turut meramaikan suasana, menciptakan atmosfer ngabuburit yang tidak hanya seru tetapi juga sarat makna. Keseruan bertambah ketika Mobil Kamis Membaca, perpustakaan keliling milik UMM, hadir membawa ratusan koleksi bacaan yang bisa diakses gratis. Buku-buku cerita bergambar hingga bacaan pengetahuan umum menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang ingin mengisi waktu dengan kegiatan positif. Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom, menjelaskan bahwa NgabubuRead dirancang sebagai ruang produktif bagi masyarakat untuk memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa. Ramadan, menurutnya, menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus membangun ruang diskusi yang sehat. “NgabubuRead bukan sekadar aktivitas menunggu waktu berbuka, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menguatkan spirit literasi sebagai fondasi kemajuan bangsa,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkaya diri, baik secara spiritual maupun intelektual. Kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas di taman. Setelah rangkaian acara utama selesai, peserta dan panitia melanjutkan dengan membagikan makanan kepada masyarakat di jalan. Aksi ini menjadi wujud konkret kepedulian sosial yang diusung dalam kegiatan tersebut. Menurut Maharina, langkah berbagi itu merefleksikan spirit Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan, yakni nilai keberagamaan yang diwujudkan dalam tindakan nyata membantu sesama. Literasi, katanya, tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga harus melahirkan empati dan aksi sosial. “Melalui NgabubuRead, kami ingin menanamkan pesan bahwa membaca dan berbagi adalah satu kesatuan gerakan,” tuturnya. Di antara anak-anak yang larut dalam kegiatan, Naufal mengaku sangat menikmati suasana ngabuburit yang berbeda tersebut. Ia datang bersama teman-temannya dan langsung tertarik melihat mobil perpustakaan keliling yang dipenuhi buku cerita. Baginya, membaca di taman sambil menunggu berbuka menjadi pengalaman baru yang menyenangkan. Ia juga mengaku senang bisa melihat tokoh sejarah dalam bentuk cosplay karena sebelumnya hanya mengenalnya dari cerita di sekolah. “Rasanya seperti belajar tapi sambil bermain,” katanya dengan wajah antusias. Naufal berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada Ramadan berikutnya. Selain mendapatkan teman baru, ia merasa waktu menunggu berbuka terasa lebih cepat dan bermanfaat. “Kalau ada lagi, saya mau ikut lagi. Soalnya seru dan bisa baca banyak buku,” ujarnya. Melalui NgabubuRead, UMM tidak hanya menghadirkan kegiatan ngabuburit yang kreatif, tetapi juga menegaskan komitmen kampus dalam membangun budaya literasi dan kepedulian sosial di ruang publik. Taman Merjosari pun menjadi saksi bagaimana Ramadan dapat diisi dengan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerdaskan dan menggerakkan empati.
Pengajian Persyarikatan di UMM Soroti Krisis Moral, Ibadah Harus Berdampak Sosial

Orang pintar tanpa bertakwa kepada Allah SWT bisa menjadi bencana bagi dunia. Hal itu ditegaskan langsung oleh Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., dalam Pengajian Persyarikatan dan Peningkatan SDM bertema Menguatkan Spiritualitas, Intelektualitas, dan Kepedulian Sosial di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat, 27 Februari 2026. Pria yang juga Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menekankan bahwa puasa tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan, melainkan harus menjadi energi moral yang berdampak pada gerakan sosial dan peradaban. Baginya, Ramadhan adalah momentum konsolidasi vertikal kepada Allah sekaligus penguatan horizontal untuk menjangkau dan memuliakan sesama. “Puasa itu diperintahkan agar kita bertakwa. Pertanyaannya, apakah takwa itu berdampak?” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa takwa tidak boleh berhenti pada kesalehan individual, tetapi harus terinternalisasi menjadi karakter sosial. Salat, puasa, dan ibadah lainnya akan kehilangan makna apabila tidak melahirkan kejujuran, empati, serta keberanian membela yang lemah. Ciri orang bertakwa, lanjutnya, adalah dermawan, mampu menahan amarah, dan mudah memaafkan. Di situlah agama benar-benar hidup dalam realitas, bukan sekadar simbol. “Problem besar umat hari ini bukan pada minimnya ritual, melainkan pada lemahnya dampak sosial dari keberagamaan. Paradoks meningkatnya aktivitas ibadah yang tidak selalu berbanding lurus dengan menurunnya korupsi, ketidakadilan, dan krisis kemanusiaan. Dalam konteks itu, sekularisasi dipahaminya bukan sekadar pemisahan agama dan dunia, melainkan kegagalan menghadirkan nilai ilahiah di ruang publik. Karena itu, Islam berkemajuan yang diusung Muhammadiyah harus tampil sebagai etos perubahan yang menyentuh struktur sosial, bukan hanya wacana normatif,” tegasnya. Dadang sapaan akrabnya mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak pernah mengajarkan kebencian, apalagi merendahkan dan mencaci orang lain. Dari sinilah pentingnya integritas intelektual ditegaskan. Ilmu tanpa iman, menurutnya dapat melahirkan kesombongan bahkan kehancuran. Ia mencontohkan bagaimana kemajuan teknologi, termasuk senjata pemusnah massal, lahir dari kecerdasan yang tidak dibimbing nilai takwa. Kalau intelektualitas tidak disertai integritas, ia bisa menjadi alat manipulasi. Menautkan langsung dimensi spiritualitas dan intelektualitas dalam tema pengajian tersebut. “Dalam konteks peningkatan SDM, dapat ditekankan bahwa tradisi membaca dan belajar merupakan fondasi kebangkitan. Rendahnya literasi menjadi salah satu sebab lemahnya daya saing bangsa. Padahal, wahyu pertama telah memerintahkan membaca sebagai jalan peradaban. Karena itu, penguatan spiritualitas harus berjalan seiring dengan pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang berorientasi pada kemaslahatan. SDM Muhammadiyah, harus unggul secara akademik sekaligus kokoh secara moral,” pungkasnya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa etos kerja dan kepedulian sosial adalah napas Muhammadiyah yang harus terus dirawat. Ia menyebut Ramadhan sebagai ruang refleksi untuk memperkuat empati dan kerja sama lintas elemen kampus. Spiritualitas, intelektualitas, dan aksi sosial, menurutnya, harus berjalan beriringan agar kampus tidak tercerabut dari realitas masyarakat. “Melalui momentum Ramadhan, semoga kita diberi kekuatan hati untuk berbahu-bahu memberikan yang terbaik bagi umat dan bangsa. Pengajian ini pun tidak sekadar menjadi forum tausiyah, tetapi ruang konsolidasi nilai tempat spiritualitas diasah, intelektualitas diarahkan, dan kepedulian sosial diteguhkan sebagai wajah persyarikatan yang mencerahkan,” pungkasnya.(*vin/faq) Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
KKN Berdampak UMM: Ribuan Mahasiswa Hadirkan Inovasi untuk Desa

MALANG, PENAJATIM.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengabdian mahasiswa yang berdampak nyata. Melalui program KKN Berdampak 2026, 450 mahasiswa UMM berhasil menghadirkan berbagai inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga pemberdayaan sosial lintas negara. Pameran produk dan inovasi mahasiswa KKN pada 25 Februari lalu menjadi rangkaian akhir program pengabdian tahun ini. Sebanyak 17 kelompok mempresentasikan hasil program yang lahir dari proses pendampingan langsung bersama masyarakat, termasuk satu kelompok yang menjalankan pengabdian internasional di Malaysia. Wakil Rektor IV UMM, Prof. Dr. Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa konsep KKN Berdampak menjadi arah utama pengabdian mahasiswa. “Program KKN harus memberi kontribusi yang tidak mungkin ada kalau mahasiswa itu tidak hadir. Jadi bukan sekadar kegiatan rutin seperti mengajar atau menjadi panitia kegiatan masyarakat, tetapi harus menghadirkan sesuatu yang baru,” ujar Prof Salis, Rabu (26/2/2026). Mahasiswa UMM berhasil menghadirkan berbagai inovasi, seperti optimalisasi sistem irigasi, penguatan eksistensi Kampung Warna-Warni Jodipan, dan pendampingan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Penang, Malaysia. Apresiasi datang dari pemerintah daerah, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Ricky Meinardi, S.T., M.T., menyebut program KKN UMM sebagai model pengabdian yang mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan. “Mahasiswa tidak hanya menjalankan program saja, tetapi memberikan berbagai inovasi yang positif dan solusi terhadap permasalahan di desa. Kami berharap kontribusi ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya. UMM juga menyusun data dasar sebagai baseline pengembangan desa agar program mahasiswa tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai. “Minimal tiga sampai lima tahun ke depan kita ingin melihat perubahan nyata di lokasi KKN. Mahasiswa berikutnya tidak lagi memulai dari nol, tetapi melanjutkan solusi yang sudah dirintis sebelumnya,” tambah Prof. Salis. (Zai).
KKN UMM Dorong Transformasi Wisata Jodipan Lewat Inovasi dan Pemberdayaan Warga dan Penguatan Wisata

MALANG, PENAJATIM – Denyut Kampung Warna-Warni Jodipan tak lagi sekadar soal cat cerah di dinding rumah. Di balik lorong-lorong penuh mural itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendorong perubahan yang lebih mendasar: memperkuat kapasitas warga agar mampu menjadi pelaku utama dalam ekosistem wisata. Program KKN tematik yang dijalankan kali ini berfokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi kreatif. Bukan hanya mempercantik sudut kampung, mahasiswa berupaya menghadirkan strategi yang membuat Jodipan tetap relevan sebagai destinasi wisata edukatif dan berdaya saing. Ketua Kelompok 13, Muhammad Syahva Putra Disa Rizki, menjelaskan bahwa kampung wisata memerlukan pembaruan gagasan agar tidak stagnan. Menurutnya, daya tarik visual perlu diimbangi dengan pengalaman yang bermakna bagi pengunjung. “Fokus kami bukan hanya tampilan, tetapi bagaimana warga semakin siap dan percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan,” ujarnya. Salah satu program yang dijalankan adalah Speaking Color, pelatihan komunikasi dasar bagi anak-anak. Program ini dirancang untuk membangun keberanian dan keterampilan berbahasa sederhana, sehingga generasi muda Jodipan lebih siap menyambut wisatawan, termasuk dari luar daerah maupun mancanegara. Di sektor ekonomi kreatif, mahasiswa menginisiasi Sparkling Jodipan dan Jodipan Clay. Warga didampingi untuk mengemas produk minuman dan suvenir dengan sentuhan kreatif agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Upaya ini diharapkan memperkuat perputaran ekonomi lokal sekaligus memperluas ragam oleh-oleh khas kampung. Inovasi yang paling menyita perhatian hadir melalui program Warna Digital Jodipan. Mahasiswa memasang kode QR pada sejumlah mural. Setiap kode terhubung dengan narasi mengenai makna lukisan, sejarah kampung, hingga simbol budaya lokal Malang. “Dengan QR ini, pengunjung tidak hanya berfoto, tetapi juga memahami cerita di balik mural yang mereka lihat,” jelas Syahva. Digitalisasi tersebut memberi lapisan baru pada pengalaman wisata. Jodipan tidak lagi sekadar latar swafoto, melainkan ruang belajar terbuka tentang identitas dan perjalanan sosial masyarakatnya. Pendekatan yang digunakan mahasiswa bertumpu pada interaksi sosial. Mereka membangun kedekatan melalui diskusi santai, mendampingi anak-anak belajar, hingga membeli produk warga sebagai bentuk dukungan langsung. Cara ini dinilai efektif menumbuhkan rasa memiliki sekaligus memastikan program berjalan partisipatif. Perubahan mulai terlihat pada sikap warga dalam menyambut tamu. Kemampuan komunikasi yang semakin baik serta kesadaran membangun kesan positif menjadi modal penting bagi keberlanjutan kampung wisata tersebut. Dosen pembimbing Jamroji, S.Sos., M.Comms., menilai program ini selaras dengan kebutuhan penguatan kawasan wisata berbasis masyarakat. Mahasiswa didorong menghadirkan solusi yang aplikatif dan dapat dilanjutkan secara mandiri oleh warga. Seluruh program yang telah dirintis kemudian diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola berkelanjutan. Mahasiswa tetap membuka ruang komunikasi sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan sosial. Melalui KKN ini, UMM menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan gagasan di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat. Di Jodipan, warna-warni dinding kini sejalan dengan tumbuhnya kepercayaan diri dan daya saing warganya.
Hadirkan Kaprodi PAI UMM, Siswa SMK Mutu Gondanglegi Minadzulumati Ilannur-Wujudkan Qolbun Salim

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Strong inside, shining outside merupakan topik pondok Ramadhan 1447 H di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK Mutu) hari ke-empat (26/2) 2026 di lantai 7 Titanium Building. Melalui Waka Humas SMK Mutu Ahmad Muhtadi, S.Pd, pondok ramadhan kemarin menghadirkan akademisi sekaligus trainer serta menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (Kaprodi PAI UMM) yakni ustadz Zulfikar, S. PdI, M.Pd. Kata Ahmad Muhtdi, topik yang disampaikan ustadz Zulfikar, terkait issue yang sering relate dengan gen Z agar tidak mudah overthinking dalam hidup, menjadi pribadi yang kuat secara mental dan bisa bersinar dengan prestasi dan kesuksesan. Seperti apa materi dimaksud? Ustadz Zulfikar dengan gaya khasnya lebih fokus membahas materi untuk peserta dengan berbagai brainstorming dan uji fokus yang membuat peserta antusias. Dalam penyampaiannya menekankan pentingnya menjadi pribadi yang kuat secara mental, percaya diri, positif vibes dan senantiasa mengedepankan prasangka yang baik dalam kehidupan sehari-hari, karena itulah yang akan menjadikan seseorang itu lebih mudah diterima di lingkungan sosial maupun karir. Oleh karena itu, ustadz Zulfikar menekankan pentingnya memiliki hati dan jiwa yang bersih, dan kita perlu berusaha dan mengupayakan agar hati dan jiwa ini senantiasa terjaga dan bersih, sehingga aura positif akan terpancar dari dalam diri kita. Ketika seseorang ini memiliki hati yang berantakan, aura dirinya pun negatif. Mendengar motivasi dari ustadz Zulfikar, peserta tampak antusias pada saat sesi tanya jawab dengan pertanyaan-pertanyaan yang seringkali relate dengan keseharian mereka. Sekedar diketahui, selain materi kajian, siswa SMK Mutu di bulan Ramadhan ini, juga berlatih untuk menguatkan jiwa mereka dengan berusaha membersihkan hati dengan ibadah, istighfar dan mendekatkan diri kepada Allah, tujuannya adalah bagaimana mereka menjadi pribadi yang tangguh dan kuat, lebih-lebih di era derasnya teknologi informasi hari ini. (norkus/panitia pondok Ramadhan/*)
KKN Berdampak UMM Malang, Atasi Persoalan Desa

timesindonesia, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkomitmen menghadirkan pengabdian mahasiswa yang berdampak nyata. Sebagai kampus inovasi yang mandiri dan berdampak, yang menempatkan kolaborasi ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, serta solusi berkelanjutan sebagai bagian dari identitas pengembangan tridarma perguruan tinggi. Lewat KNN Berdampak mahasiswa UMM memberikan pengamdian yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata dalam jangka panjang melalui inovasi mahasiswa. Tidak lagi sekadar menjalankan aktivitas rutin di desa, mahasiswa didorong menghasilkan karya inovatif serta solusi konkret atas berbagai persoalan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, pendidikan hingga pemberdayaan sosial lintas negara. Hal tersebut terlihat dalam pameran produk dan inovasi mahasiswa KKN pada 25 Februari lalu yang menjadi rangkaian akhir program pengabdian tahun ini. 450 mahasiswa yang terbagi dalam 17 kelompok mempresentasikan berbagai hasil program yang lahir dari proses pendampingan langsung bersama masyarakat, termasuk satu kelompok yang menjalankan pengabdian internasional di Malaysia. Berbagai inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat hadir melalui program KKN UMM, mulai dari optimalisasi sistem irigasi untuk membantu petani meningkatkan efisiensi distribusi air sekaligus menjaga produktivitas lahan melalui edukasi pengelolaan sumber daya air berbasis partisipasi warga. Di sektor pariwisata, mahasiswa turut menguatkan kembali eksistensi Kampung Warna-Warni Jodipan melalui pelatihan komunikasi bahasa asing dan pelayanan wisata bagi warga agar lebih siap menerima wisatawan mancanegara serta membuka peluang ekonomi baru. Pengabdian juga menjangkau tingkat internasional melalui pendampingan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Penang, Malaysia. Dengan membantu akses belajar, penguatan literasi dasar, motivasi pendidikan, hingga pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai wujud solidaritas dan pengabdian lintas negara. Wakil Rektor IV UMM, Prof. Dr. Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa konsep KKN Berdampak menjadi arah utama pengabdian mahasiswa setelah kampus kembali menghidupkan model KKN berbasis tinggal bersama masyarakat pascapandemi. “Program KKN harus memberi kontribusi yang tidak mungkin ada kalau mahasiswa itu tidak hadir. Jadi bukan sekadar kegiatan rutin seperti mengajar atau menjadi panitia kegiatan masyarakat, tetapi harus menghadirkan sesuatu yang baru,” ujarnya. Menurutnya, mahasiswa didorong menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, baik melalui teknologi tepat guna, pengembangan metode pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal. Dampak program juga harus terukur sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selain berdampak, keberlanjutan menjadi prinsip utama pelaksanaan KKN UMM. Kampus mulai menyusun data dasar sebagai baseline pengembangan desa agar program mahasiswa tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai. “Minimal tiga sampai lima tahun ke depan kita ingin melihat perubahan nyata di lokasi KKN. Mahasiswa berikutnya tidak lagi memulai dari nol, tetapi melanjutkan solusi yang sudah dirintis sebelumnya,” tambahnya. Apresiasi juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Ricky Meinardi, S.T., M.T., menyebut program KKN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai model pengabdian yang mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan. “Mahasiswa tidak hanya menjalankan program saja, tetapi memberikan berbagai inovasi yang positif dan solusi terhadap permasalahan di desa. Kami berharap kontribusi ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya. Ia juga berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah semakin diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas. “Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi seperti UMM ini sangat penting. Harapannya kerja sama ini terus terjalin sehingga inovasi mahasiswa benar-benar mampu memberikan sumbangsih nyata, tidak hanya bagi masyarakat desa, tetapi juga bagi pembangunan Kabupaten Malang secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)