Syarat Beasiswa Prestasi Akademik dan Non-akademik UMM 2026

KOMPAS.com – Pendaftaran program Beasiswa Prestasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2026 akan dibuka kembali. Berdasarkan informasi di situs UMM, pendaftaran periode II akan dibuka tanggal 1 April dan ditutup 25 Juni 2026 mendatang. Beasiswa Prestasi UMM bertujuan untuk mengapresiasi talenta muda yang unggul di bidang akademik maupun non-akademik untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Beasiswa Prestasi dibuka untuk seluruh Program Studi dan Fakultas, kecuali Fakultas Kedokteran dan Farmasi. Siswa yang diterima melalui jalur Prestasi Akademik atau Non-akademik akan mendapatkan beasiswa berupa Potongan BSS semester 1 mulai dari 50 hingga 75 persen sesuai dengan pilihan program studi. Beasiswa jalur akademik dan non-akademik UMM 1. Prestasi Akademik Diperuntukkan bagi siswa yang memiliki nilai rapor yang konsisten. Rata-rata nilai rapor harus minimal 80 dari semester 1 hingga semester 5. Khusus yang mendaftar Prodi Psikologi, nilai rata-rata rapor minimal 85. 2. Prestasi Non-akademik Cocok bagi siswa yang yang aktif di luar kelas pada bidang bakat seperti di bidang olahraga, seni, karya ilmiah, pengurus organisasi, dan keagamaan (termasuk Hafidz 10 Juz). Minimal di tingkat Kota atau Kabupaten yang dibuktikan dengan piagam penghargaan atau sertifikat. Untuk influencer (konten creator) youtuber dengan subscriber minimal 5.000 dan selebgram dengan follower minimal 10.000 dengan kriteria konten yang kreatif, edukatif dan positif. Syarat pendaftaran 1. Mengunggah foto nilai rapor semester 1 – 5 jadi 1 file bentuk PDF untuk Prestasi Akademik 2. Foto copy piagam/sertifikat prestasi minimal Tingkat Kota/Kabupaten (Bagi pendaftar Jalur Non Akademik/ Minat Bakat) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah atau Pengurus Daerah/Club. 3. Surat Keterangan Dokter tidak buta warna (Program Studi Biologi, Matematika dan PGSD) 4. Khusus Prodi D3 Ilmu Keperawatan dan Fisioterapi, tinggi badan minimal laki laki 155 cm dan perempuan 150 cm dan tidak tuna fisik 5. Hasil seleksi Jalur Prestasi Akademik dan Non Akademik dapat dilihat di laman online.umm.ac.id secara berkala setelah proses validasi tim seleksi. 6. Tes Kesehatan di RS UMM atau menunjukkan hasil Tes kesehatan dari RS Pemerintah Daerah Setempat atau RS Muhammadiyah). Demikian informasi mengenai beasiswa di UMM baik jalur prestasi akademik dan non-akademik yang bisa dimanfaatkan calon mahasiswa.

Unik, Mahasiswa Agribisnis UMM Bagikan Sayuran Segar Sebagai Menu Berbuka

metrotvnews, Malang: Suasana di depan kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya saat menjelang waktu berbuka puasa. Tak ada kolak atau minuman manis seperti tradisi takjil pada umumnya. Program Studi Agribisnis UMM justru membagikan bahan pangan segar sebagai menu berbuka dan menghadirkan konsep berbagi unik yang tak biasa di bulan Ramadan. “Kegiatan ini merupakan implementasi nilai agribisnis yang menekankan aspek keberlanjutan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan produk pertanian. Berbagi sayur-mayur di bulan Ramadan menjadi simbol bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa keilmuan agribisnis tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M Zul Mazwan, Jumat 27 Februari 2026. Langkah ini menjadi semacam “reformasi takjil” di lingkungan kampus. Alih-alih makanan instan, masyarakat menerima paket sayur yang sudah dirancang untuk diolah menjadi hidangan sehat. Dalam pelaksanaannya, Agribisnis UMM menggandeng PT Bumiaji Sejahtera sebagai mitra strategis. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari jejaring Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam program Center of Excellent (CoE) yang mendorong kolaborasi kampus dan industri. Ratusan paket sayur segar dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas di depan kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur. Dokumentasi/ istimewa. Kolaborasi ini memastikan kualitas produk pertanian yang dibagikan tetap terjaga. Di sisi lain, mahasiswa mendapat pengalaman langsung memahami rantai agribisnis dari hulu ke hilir. Sekitar 200 paket sayur berhasil disiapkan mahasiswa untuk kegiatan tersebut. Dalam waktu singkat, seluruh paket ludes dibagikan yang menandakan respons positif dari masyarakat. Keunikan lain terletak pada konsep pengemasan yang berbasis satu menu masakan. Setiap paket telah disesuaikan menjadi satu hidangan lengkap, mulai dari sop, sayur asam, sayur bayam, hingga capcai. “Kami sudah paketkan sayur-sayurannya berdasarkan satu menu sayur,” tambah Zul Mawan. Ratusan paket sayur segar dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas di depan kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur. Dokumentasi/ istimewa. Inisiatif ini menegaskan bahwa sektor pertanian tidak sekadar berbicara soal produksi komoditas. Di tangan akademisi dan mahasiswa, pertanian juga bisa menjadi medium edukasi ketahanan pangan sekaligus kampanye gaya hidup sehat. Ke depan, inovasi berbagi berbasis produk pertanian tersebut diharapkan terus berlanjut. Agribisnis UMM ingin menjadikannya sebagai ciri khas kontribusi sosial kampus yang menyatukan ilmu, kemitraan industri, dan nilai kemanusiaan di bulan suci Ramadan.

UMM Resmi Jadi Chair UNESCO, Misi Besarnya Selamatkan Air untuk Masa Depan

Mulai tahun 2026, Universitas Muhammadiyah Malang (Universitas Muhammadiyah Malang) resmi dipercaya menjadi Chair and Host Institution dalam program Sustainable Water Ecosystem setelah melalui perjalanan panjang penguatan riset, inovasi pertanian berkelanjutan, serta pengabdian masyarakat di berbagai daerah. Pengakuan tersebut diberikan melalui kemitraan resmi dengan UNESCO, lembaga internasional yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD., menjelaskan bahwa status UNESCO Chair merupakan bentuk kepercayaan global kepada perguruan tinggi yang dinilai mampu menjadi mitra strategis dalam menjalankan program keberlanjutan dunia. Menurutnya, posisi tersebut tidak mudah diraih karena membutuhkan rekam jejak nyata dalam riset dan dampak sosial. “University Chair itu artinya kampus yang secara resmi dijadikan mitra dalam program-program UNESCO. Di Indonesia, kita hitungannya yang ketiga. Bergabungnya UMM menandai langkah strategis kampus untuk memperluas kontribusi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujarnya 27 Februari lalu pada Tim Humas UMM. Salis menuturkan, upaya masuk dalam jejaring UNESCO berangkat dari visi kampus untuk menghadirkan kontribusi global melalui inovasi berkelanjutan. Berbagai program seperti Green Farming, Smart Farming, hingga pengembangan energi terbarukan mikrohidro menjadi fondasi utama. Meski tidak secara langsung berfokus pada konservasi air, pendekatan tersebut terbukti mampu menjaga ekosistem air secara menyeluruh. “Kita memang tidak secara khusus merawat air, tetapi melalui Smart Farming dan energi terbarukan itu akhirnya kita menyelamatkan air. Dari yang awalnya dibuang-buang, sekarang diperhatikan,” katanya. Momentum penting terjadi ketika tim UMM melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat di Tabanan, Bali, wilayah yang dikenal dengan sistem pertanian Subak sebagai warisan dunia. Saat itu, pertanian terasering menghadapi ancaman akibat penggunaan pestisida dan alih fungsi lahan menjadi kawasan pariwisata. “Kalau sawah berubah jadi vila dan petani tidak bertani lagi, daerah resapan air hilang. Kalau tidak ada resapan air, air itu dari mana?” ungkapnya. Sebagai mitra, UMM memiliki kewajiban mendukung program UNESCO, terutama terkait pelestarian air. Salah satu implementasinya dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menerjunkan puluhan dosen untuk membantu masyarakat menemukan sumber air dan memperkuat ketahanan pangan. “Akar persoalan kemiskinan dan stunting di NTT itu karena tidak ada air. Maka kita membantu mencari titik-titik air di sana,” ujarnya. Di lingkungan kampus, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan air berbasis hierarki penggunaan. Air dipandang memiliki prioritas sesuai fungsi agar tidak terbuang percuma. “Air itu sebenarnya ada kastanya. Air minum, air mandi, sampai air untuk mencuci. Jadi tidak boleh sekali pakai,” katanya. Terakhir, Salis menambahkan bahwa pengakuan UNESCO bukan sekadar prestasi, melainkan amanah untuk terus berada di barisan terdepan dalam isu keberlanjutan. Nilai tersebut selaras dengan visi Muhammadiyah tentang “Berkemajuan”, yakni memikirkan masa depan generasi mendatang. “Kita tidak hanya berpikir hari ini, tetapi 50 tahun, 100 tahun, bahkan 500 tahun ke depan. Anak cucu kita tetap membutuhkan lingkungan yang sustain, termasuk air,” pungkasnya.(faq)   Penulis; Faqih Ahmad Wafir Rahman