Ungkap Akar Konflik AS–Israel dengan Iran, Pakar UMM Soroti Ancaman Inflasi dan Krisis Energi bagi Indonesia

Jnews.KotaMalang – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran dampak global, termasuk terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Di tengah meningkatnya spekulasi publik soal kemungkinan perang berskala besar, pengamat menilai konflik tersebut bukan sekadar persoalan militer sesaat, melainkan akumulasi rivalitas panjang yang berakar pada persoalan keamanan eksistensial antarnegara. Pakar hubungan internasional Dion Maulana P., M.Hub.Int, Ph.D (cand.)., Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menjelaskan bahwa hubungan antara Israel dan Iran sejak lama berada dalam situasi saling mengancam secara fundamental. Menurutnya, dalam konsep keamanan ontologis (ontological security), kedua negara sulit mencapai rasa aman selama pihak lawan masih dianggap ancaman utama terhadap eksistensi negara. “Iran itu ancaman bagi Israel, Israel juga ancaman bagi Iran. Selama kamu ada, aku tidak akan merasa aman. Jadi konflik seperti ini akan terus ada karena persoalan keamanannya sudah pada level eksistensial,” ujarnya 02 Maret pada Tim Humas UMM. Dion menilai eskalasi terbaru dipicu kebuntuan negosiasi nuklir antara Iran dan Washington yang berlangsung sejak tahun sebelumnya. Dialog yang sempat berjalan kembali menemui jalan buntu hingga akhirnya terjadi serangan terhadap fasilitas pengembangan nuklir Iran di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung. Ia menyebut keputusan Presiden Donald Trump tidak hanya dipengaruhi isu pengayaan nuklir, tetapi juga tekanan keamanan kawasan. “Alasannya dua. Pertama soal pengayaan nuklir yang dikhawatirkan menjadi senjata. Kedua, Iran dianggap mengancam sekutu Amerika di Timur Tengah, terutama Israel dan basis militer Amerika di kawasan,” katanya. Meski demikian, Dion meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan konflik ini akan berujung pada perang dunia ketiga. Ia menilai proses menuju konflik global membutuhkan dinamika panjang, berbeda dengan eskalasi konflik regional. Menurutnya, berbagai klaim yang menyebut keterlibatan negara besar seperti China, Rusia, maupun Korea Utara harus diverifikasi terlebih dahulu. “Banyak informasi yang beredar itu harus dicek dan ricek lagi. Tidak bisa langsung disimpulkan akan menjadi Perang Dunia Ketiga, karena proses menuju ke sana itu sangat kompleks,” ujarnya. Ia juga mengingatkan eskalasi konflik saat ini telah memasuki fase yang lebih berbahaya setelah jalur energi strategis dunia di Selat Hormuz dilaporkan telah ditutup. Penutupan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia tersebut berpotensi memicu guncangan ekonomi global yang dampaknya dapat dirasakan hingga ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut Dion, terganggunya arus distribusi energi internasional tidak hanya akan memicu lonjakan harga minyak dunia, tetapi juga berpotensi mendorong perubahan sikap politik luar negeri negara-negara besar yang terdampak tekanan ekonomi. “Kalau Selat Hormuz ditutup, ekonomi dunia pasti terguncang. Kalau ekonomi negara besar terganggu, biasanya kebijakan luar negeri mereka menjadi lebih agresif,” kata Dion. Dampaknya Indonesia juga akan merasakan tekanan langsung, terutama dari sektor energi dan pangan. Gangguan distribusi minyak berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak yang kemudian diikuti lonjakan harga kebutuhan pokok hingga inflasi. “Harga BBM pasti akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Kalau BBM naik, harga bahan pokok ikut naik. Kalau itu terjadi, inflasi tidak bisa dihindari,” ujarnya. Terkait langkah pemerintah Indonesia, Dion juga mengkritisi tawaran mediasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai secara teori resolusi konflik, mediasi sulit dilakukan selama pertempuran masih berlangsung. “Mediator itu hadir setelah kekerasan berhenti. Kalau pertempuran masih berjalan, secara teori resolusi konflik tidak rasional menawarkan mediasi,” katanya. Selain itu, Dion menilai Indonesia perlu mengevaluasi posisi diplomatiknya dalam forum internasional Board of Peace (BOP) pasca serangan terhadap Iran. Menurutnya, tindakan militer yang terjadi di tengah proses negosiasi justru bertolak belakang dengan semangat perdamaian yang seharusnya dijunjung oleh lembaga tersebut. Ia menilai kredibilitas sebuah forum internasional harus diukur dari tindakan nyata para anggotanya, bukan sekadar retorika diplomatik. “Indonesia harus mempertimbangkan untuk keluar dari Board of Peace. Bagaimana mungkin lembaga yang mengklaim membawa perdamaian justru dipimpin negara yang menyerang pihak lain di tengah negosiasi? Itu tidak mencerminkan perdamaian. Kita melihat negara atau lembaga itu dari kredibilitasnya. Kalau tindakan dan ucapannya berbeda, maka sulit dipercaya. Indonesia tidak boleh hanya ikut arus,” katanya. Sebagai langkah strategis, ia menyarankan Indonesia mengambil sikap diplomatik yang lebih tegas terhadap pelanggaran hukum internasional. “Indonesia harus berani bersikap tegas dan tidak boleh takut terintimidasi. Kalau hukum internasional terus diinjak-injak, tinggal menunggu waktu negara lain juga bisa menjadi korban,” pungkasnya.(faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Bangun Networking Sejak Mahasiswa, Alumnus UMM Ini Kini Berkarier di Eropa

Berkarier di kancah internasional menjadi impian banyak anak muda. Namun, bagi Syariful Rizqi, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), hal tersebut bukan sekadar mimpi, melainkan realitas yang kini ia jalani. Pria yang akrab disapa Eki ini berhasil menembus pasar kerja Eropa sebagai Field Technical Engineer di sebuah perusahaan asal Inggris (UK), dengan penugasan klien onsite di Ukraina, Polandia, hingga kawasan Europe, Middle East, and Africa (EMEA). Eki merupakan alumnus Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik UMM angkatan 2015. Dalam kesehariannya, ia memegang tanggung jawab krusial untuk memastikan operasional bisnis klien berjalan tanpa gangguan. Tugas utamanya meliputi penanganan masalah perangkat lunak dan perangkat keras, desktop support, hingga network troubleshooting di sejumlah kantor klien, khususnya di wilayah Polandia. “Tanggung jawab saya memastikan seluruh sistem pendukung kerja berjalan optimal. Prinsip kerja di sini menuntut ketepatan, kecepatan, dan efektivitas. Ada istilah zero mistake tolerance yang membuat saya harus benar-benar fokus dan teliti dalam setiap tugas,” ungkap Eki kepada tim humas pada 24 Februari. Kesuksesan Eki menembus karier global tidak lepas dari pengalaman yang ia bangun selama menempuh pendidikan di UMM. Semasa mahasiswa, ia aktif dalam berbagai kegiatan internasionalisasi melalui International Relations Office UMM (IRO). Ia kerap memfasilitasi profesor dari luar negeri serta terlibat dalam proyek sosial kolaborasi mahasiswa lintas negara.   “Pengalaman di UMM, terutama saat berinteraksi dengan mahasiswa dan pakar dari berbagai negara, sangat mengubah cara pandang saya. Jaringan internasional yang saya bangun saat itu masih memberikan dampak positif hingga perjalanan karier saya sekarang,” jelasnya. Berbicara mengenai budaya kerja, Eki menyoroti perbedaan signifikan antara lingkungan kerja di Indonesia dan Eropa. Menurutnya, aspek work-life balance sangat dijunjung tinggi. Rekan kerjanya menghargai waktu istirahat dan tidak bekerja pada hari libur. Selain itu, hierarki organisasi serta deskripsi pekerjaan ditetapkan secara jelas, sehingga karyawan berhak menolak tugas di luar kewenangannya. Meski bekerja di lingkungan internasional yang kompetitif, Eki mengaku tidak culture shock yang berarti. Ia justru menilai lingkungan kerjanya suportif dengan sistem meritokrasi yang profesional. Kepada mahasiswa UMM, Eki berpesan bahwa kemampuan teknis memang penting, tetapi sikap rendah hati serta kemampuan komunikasi menjadi kunci utama. Menurutnya, komunikasi yang baik membuka peluang membangun jaringan internasional sekaligus memperoleh kepercayaan rekan kerja. “Konsistensi dalam sikap dan etika kerja inilah yang akhirnya membuat saya bisa bertahan dan terus berkembang bekerja di luar negeri,” pungkasnya.(faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Bukan Kolak atau Es Buah, Agribisnis UMM Bagi Sayur Segar untuk Takjil Ramadan

MALANG, PENAJATIM – Sore itu, menjelang azan magrib, bukan aroma kolak atau manisnya es buah yang memenuhi halaman kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebaliknya, ratusan paket sayur segar tersusun rapi, siap berpindah tangan kepada para pengguna jalan yang melintas. Program Studi Agribisnis UMM memilih cara berbeda untuk memaknai Ramadan. Pada 24 Februari lalu, mahasiswa bersama dosen turun langsung membagikan sekitar 200 paket sayuran kepada masyarakat. Takjil kali ini bukan makanan siap santap, melainkan bahan pangan segar yang bisa diolah menjadi hidangan berbuka yang sehat. Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar aksi berbagi, tetapi juga bagian dari penerapan nilai keilmuan agribisnis yang menyentuh aspek sosial. Pertanian, menurutnya, tak berhenti pada produksi, melainkan juga menyangkut keberlanjutan dan ketahanan pangan masyarakat. Yang menarik, setiap paket telah dirancang berdasarkan satu menu masakan utuh. Ada paket khusus untuk sop, sayur asam, bayam, hingga capcay. Konsep ini memudahkan penerima karena seluruh bahan sudah disiapkan dalam satu rangkaian hidangan. “Kami kemas sesuai satu menu agar langsung bisa dimasak,” jelasnya. Dalam pelaksanaannya, Agribisnis UMM menggandeng PT Bumiaji Sejahtera sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui skema kerja sama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam program Center of Excellent (CoE). Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam kegiatan sosial, tetapi juga belajar langsung mengenai rantai pasok dan kualitas produk pertanian. Respons masyarakat pun terbilang tinggi. Dalam waktu singkat, seluruh paket ludes dibagikan. Inovasi berbagi dalam bentuk bahan pangan segar ternyata mendapat sambutan positif, sekaligus menghadirkan perspektif baru tentang makna takjil. Melalui langkah sederhana ini, Agribisnis UMM menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki dimensi sosial yang kuat. Ramadan menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa berbagi tidak selalu harus instan, ia bisa hadir dalam bentuk bahan mentah yang lebih berkelanjutan dan menyehatkan

Dari Mimbar Pengajian UMM: Ibadah Tanpa Dampak Sosial Disebut Kehilangan Makna

MALANG, PENAJATIM – Ritual yang ramai belum tentu berbanding lurus dengan perubahan sosial. Pesan itulah yang mengemuka dalam Pengajian Persyarikatan dan Peningkatan SDM di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (27/2/2026). Di hadapan sivitas akademika, Dadang Kahmad menyoroti ironi keberagamaan masa kini. Ia menyebut, persoalan umat bukan terletak pada kurangnya aktivitas ibadah, melainkan pada minimnya dampak sosial dari ibadah itu sendiri. “Puasa diperintahkan agar kita bertakwa. Pertanyaannya, apakah takwa itu berdampak?” ujarnya. Menurutnya, takwa tak boleh berhenti sebagai kesalehan personal. Ia harus menjelma menjadi karakter sosial—terlihat dalam kejujuran, kepedulian, kemampuan menahan amarah, hingga keberanian membela yang lemah. Tanpa itu, agama berisiko tinggal simbol. Dadang juga mengingatkan bahaya intelektualitas yang tak dibimbing nilai spiritual. Ilmu pengetahuan, jika tercerabut dari iman, bisa melahirkan kesombongan bahkan kehancuran. Kemajuan teknologi, termasuk senjata pemusnah massal, disebutnya sebagai contoh kecerdasan tanpa kendali moral. Ia menilai, sekularisasi dalam konteks kekinian bukan sekadar pemisahan agama dan negara, melainkan kegagalan menghadirkan nilai ilahiah di ruang publik. Karena itu, Islam berkemajuan yang menjadi gagasan Muhammadiyah harus tampil sebagai gerakan perubahan nyata, bukan hanya wacana normatif. Selain dimensi spiritualitas, ia menekankan pentingnya literasi dan tradisi membaca sebagai fondasi kebangkitan. Wahyu pertama, menurutnya, sudah menegaskan perintah membaca sebagai jalan peradaban. Penguatan SDM, karenanya, mesti berjalan seiring antara kedalaman iman dan keluasan ilmu. Sementara itu, Rektor UMM Nazaruddin Malik menambahkan bahwa Ramadan seharusnya menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi nilai. Spiritualitas, intelektualitas, dan kepedulian sosial, ujarnya, harus bergerak bersama agar kampus tidak terpisah dari realitas masyarakat. Pengajian tersebut bukan sekadar forum tausiyah rutin. Di tengah dinamika sosial yang kompleks, ia menjadi pengingat bahwa ibadah idealnya melahirkan etos kerja, empati, serta komitmen membangun peradaban yang lebih adil dan berkeadaban.

Petasan, Tradisi Kemeriahan dan Aturan yang Membatasi

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Rumah yang rusak setelah bahan petasan meledak di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin, 20 Februari 2023. Ledakan terjadi pada Minggu, 19 Februari 2023, sekitar pukul 22.30. Ledakan menyebabkan 4 orang tewas, 8 orang luka-luka, serta 25 bangunan rumah warga dan tempat ibadah rusak. Kerasnya ledakan membuat rumah yang menjadi sumber ledakan rata dengan tanah. Pemilik rumah yang menjadi korban tewas merupakan pembuat petasan. Ledakan bahan petasan terjadi di beberapa daerah dalam dua-tiga pekan terakhir. Peristiwa yang muncul secara periodik itu tak hanya menimbulkan kerusakan, tetapi juga menimbulkan korban, baik luka maupun tewas. Polres Malang mengamankan BP (32), warga Dusun Ngadireso, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. BP diringkus di rumahnya, Rabu (25/2/2026), atas dugaan membuat bubuk petasan. Dari tangannya disita 3 kilogram bubuk mercon siap edar. Kepala Seksi Humas Polres Malang Ajun Komisaris Bambang Subinajar mengatakan, pengungkapan kepemilikan bahan petasan ini berawal dari informasi masyarakat. Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka membuat bubuk mercon untuk diperjualbelikan. ”Aktivitas tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi menimbulkan ledakan dan mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Bambang, Jumat (27/2/2026). Selain bubuk petasan, polisi juga menyita enam ikat sumbu mercon dan satu unit ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi. Setiap kali memasuki bulan puasa, pembuatan petasan kembali marak. Biasanya, petasan-petasan itu dipakai untuk menambah kemeriahan hari raya Idul Fitri. Di beberapa daerah, aktivitas itu pun membawa dampak tidak diinginkan. KOMPAS/DEFRI WERDIONO Petugas kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara kasus ledakan yang diduga berasal dari petasan di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin, 20 Februari 2023. Rumah yang menjadi sumber ledakan rata dengan tanah. Di Kabupaten Situbondo, misalnya, dua orang tewas dan lima orang lainnya menderita luka bakar akibat ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, yang terjadi Rabu (18/2/2026). Tak hanya menimbulkan korban jika dan luka, ledakan petasan itu juga menghancurkan rumah peracik dan beberapa rumah warga lain di sekelilingnya. Salah satu korban adalah tetangga yang tertimpa dinding rumah si pemilik petasan dan seorang lainnya meninggal setelah sepekan dirawat di rumah sakit akibat luka bakar. Dua hari sebelumnya, ledakan bahan petasan juga terjadi di Dusun Tambirojo, Kecamatan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah. Tiga orang terluka dalam peristiwa itu dan beberapa rumah rusak. Peristiwa itu pun sempat viral di media sosial. Baca JugaIroni Petasan, Tradisi Turun-temurun yang Mendatangkan Petaka Dikutip dari Kompas.com, ledakan yang sama ternyata tak hanya terjadi di Grobogan, tetapi juga di Kendal dan Wonosobo pada hari berbeda. Dampaknya, beberapa orang terluka dan sejumlah bangunan rusak akibat peristiwa tersebut. Merespons rentetan peristiwa itu, Polda Jateng kemudian menyita 67,4 kg bahan kimia yang diduga akan digunakan untuk pembuatan petasan. Bahan itu diperoleh dari wilayah Batang, Magelang, Sragen, Temanggung, Cilacap, hingga Pekalongan. Kepala Bidang Humas Polda Jateng Komisaris Besar Artanto mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya dalam menjalankan ibadah Ramadhan 2026. KOMPAS/DEFRI WERDIONO Sebuah rumah rusak dan dua lainnya terdampak akibat ledakan diduga dari bahan petasan di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, 12 Maret 2023. ”Kepolisian menindak penyalahgunaan bahan kimia yang diracik menjadi bahan peledak secara ilegal karena risikonya sangat besar terhadap keselamatan,” katanya. Meski sering disebut-sebut berdaya ledak rendah, ledakan bahan petasan bukan isapan jempol. Apalagi jika ukuran mercon itu jumbo. Berdasarkan catatan Kompas, pada Februari 2023, ledakan petasan merusak sejumlah rumah di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Bahkan, rumah pemilik bahan petasan rata dengan tanah. Total ada 25 bangunan yang terdiri dari rumah dan tempat ibadah rusak. Peristiwa ini pun merenggut 4 korban jiwa dan 8 luka-luka. Petasan telah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia. Di beberapa daerah di Jatim, dentuman petasan masih sering menggema saat Idul Fitri tiba. Mercon berukuran cukup besar itu dibunyikan pada malam hari sehingga cacahan kertas pembungkusnya memutih, menghiasi aspal jalanan. Mengutip website Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta, sejarah petasan berawal dari China. Sekitar abad ke-9, seorang juru masak tidak sengaja mencampurkan tiga bahan bubuk hitam, yakni garam peter atau kalium nitrat, belerang, dan arang kayu. Ternyata campuran ketiga bahan itu mudah terbakar. Jika ketiga bahan itu dimasukkan ke sepotong bambu dilengkapi sumbu dan dibakar, bambu itu akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan yang dipercaya bisa mengusir roh jahat. Dalam perkembangannya, petasan kemudian dipakai untuk kemeriahan acara pernikahan, selebrasi kemenangan perang, hingga acara keagamaan. KOMPAS/REGINA RUKMORINI Ratusan mercon siap edar dibuat, diracik oleh tersangka GDW. Semula mercon ini direncanakan dijual di lingkungan sekitar rumah pelaku di Kelurahan Pitrobangsan, Kota Magelang. Foto diambil pada Maret 2023. Pada zaman Dinasti Song, berdiri sebuah pabrik petasan yang kemudian menjadi dasar pembuatan kembang api. Tradisi petasan pun kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Di Indonesia, tradisi petasan dibawa oleh orang-orang China. Terkait petasan yang selalu muncul setiap tahun saat bulan puasa, sosiolog Universitas Muhammadiyah Malang, Wahyudi Winarjo, menilai, petasan atau mercon merupakan salah satu tradisi ekspresi atau selebrasi kegembiraan, kesyukuran yang telah mengental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Semua hal yang sudah mentradisi, menurut Wahyudi, akan selalu diperjuangkan perwujudannya secara berpola dan berulang. Tradisi itu menjadi hukum ”positif” bagi setiap anggotanya. Oleh karena itu, pelarangan tradisi petasan akan sulit membuahkan hasil yang optimal. ”Jika ada yang meninggal atau kecelakaan lain dalam menjalankan tradisi merconan, lebih disebabkan oleh ketidakhati-hatian. Dalam budaya Jawa tidak melaksanakan prinsip toto, titi, tatag, tutug (rapi, teliti, berani/percaya diri, tuntas). Dalam birokrasi modern mereka tidak menjalankan SOP (prosedur operasi standar),” katanya, Minggu (1/3/2026). Untuk itu, menurut Wahyudi, perlu edukasi terus-menerus terkait aktivitas melibatkan petasan yang aman. Begitu pula terkait upaya perdagangan. Jika dilakukan secara ilegal, tentu bisa ditegakkan sesuai hukum yang berlaku. Sebaliknya, jika perdagangan legal, maka tidak menjadi masalah. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa Berbagai jenis campuran bahan peledak untuk pembuatan petasan sebagai barang bukti di kantor Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 5 April 2023. Polda Jateng menangkap 90 pelaku sebagai produsen, distributor, dan penjual bahan baku petasan dari seluruh wilayah Jateng. Diancam 15 tahun Aktivitas soal petasan atau mercon diatur dalam Pasal 306-308 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang baru. Aturan ini melarang penggunaan bahan peledak berbahaya tanpa

Mau Kuliah Ekonomi Syariah? Ini 9 Kampus Terbaik yang Wajib Kamu Pertimbangkan!

Jurusan Ekonomi Syariah kini semakin diminati, terutama oleh mereka yang ingin menggabungkan prinsip ekonomi dengan nilai-nilai Islam. Tidak hanya membahas teori ekonomi konvensional, jurusan ini juga mengedepankan aspek keuangan yang sesuai dengan syariat Islam. Kampus-kampus di Indonesia pun mulai merespons tren ini dengan membuka program studi yang komprehensif dan relevan dengan dunia kerja. Pemilihan kampus menjadi langkah penting bagi calon mahasiswa. Apalagi, tidak semua perguruan tinggi memiliki kualitas pendidikan dan kurikulum yang sama. Ada beberapa universitas yang sudah dikenal memiliki reputasi baik dalam pengembangan ilmu Ekonomi Syariah, baik dari segi akademik, fasilitas, hingga jejaring alumni. Table of Contents Kampus Terbaik dengan Jurusan Ekonomi Syariah Berikut ini adalah sembilan perguruan tinggi yang memiliki jurusan Ekonomi Syariah unggulan. Mereka dipilih berdasarkan reputasi akademik, kualitas dosen, fasilitas, dan kontribusi alumni di dunia kerja. READ  Rumah Sakit di Pekanbaru yang Terima BPJS, Simak Lokasi dan Fasilitasnya! 1. Universitas Gadjah Mada (UGM) UGM menjadi salah satu kampus favorit dengan program studi Ekonomi Syariah yang tergabung dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program ini menawarkan pendekatan multidisipliner yang menggabungkan ekonomi, hukum, dan prinsip syariah. 2. Universitas Indonesia (UI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI juga memiliki program studi Ekonomi Syariah yang terkenal dengan kurikulumnya yang komprehensif. Mahasiswa dibekali dengan pemahaman ekonomi makro, mikro, serta aplikasi syariah dalam sistem keuangan modern. 3. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta Sebagai kampus khusus ilmu agama, IAIN Jakarta menawarkan pendekatan yang lebih dalam terhadap aspek syariah dalam ekonomi. Program studi Ekonomi Syariah di sini sangat kental dengan nuansa keislaman. 4. Universitas Airlangga (Unair) Unair melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyediakan program Ekonomi Syariah yang berfokus pada penerapan praktis di dunia industri. Kampus ini juga memiliki jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan syariah. 5. Institut Teknologi Bandung (ITB) Meskipun lebih dikenal dengan bidang teknik dan sains, ITB juga memiliki program studi Ekonomi Syariah yang menawarkan pendekatan analitis dan teknologi dalam pengembangan sistem keuangan syariah. 6. Universitas Diponegoro (Undip) Undip melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis menawarkan kurikulum yang seimbang antara teori ekonomi dan aplikasi syariah. Kampus ini juga dikenal aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang ekonomi Islam. 7. Universitas Hasanuddin (Unhas) Unhas menyediakan program Ekonomi Syariah yang terintegrasi dengan nilai-nilai lokal dan keislaman. Program ini juga memiliki fokus pada pengembangan ekonomi berbasis syariah di kawasan timur Indonesia. 8. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) UMM menawarkan pendekatan kewirausahaan dalam program Ekonomi Syariah. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga diajak untuk mempraktikkannya melalui berbagai program inkubasi bisnis. READ  Universitas Negeri Unggulan di Aceh dan Program Studi Favorit Tahun 2026 yang Wajib Kamu Ketahui! 9. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga UIN Sunan Kalijaga dikenal dengan pendekatan holistik dalam pendidikan. Program Ekonomi Syariah di sini menggabungkan aspek akademik, spiritual, dan profesional. Faktor Pendukung Pemilihan Kampus Memilih kampus bukan hanya soal nama besar. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan agar keputusan lebih tepat sasaran. 1. Kualitas Dosen dan Kurikulum Kampus terbaik biasanya memiliki dosen yang kompeten dan berpengalaman. Kurikulum yang dirancang dengan baik juga menjadi penentu kualitas pendidikan. 2. Fasilitas dan Lingkungan Belajar Fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium, hingga ruang kuliah yang nyaman sangat mendukung proses belajar. Lingkungan yang kondusif juga memengaruhi produktivitas mahasiswa. 3. Jejaring Alumni dan Dunia Kerja Kampus dengan alumni yang tersebar di berbagai sektor memberikan peluang lebih besar bagi mahasiswa dalam membangun karier. Banyak dari mereka juga aktif membantu sesama alumni. 4. Biaya Pendidikan Biaya kuliah bisa menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Beasiswa dan program bantuan lainnya juga perlu diperhatikan. Perbandingan Kualitas Program Ekonomi Syariah Berikut tabel perbandingan singkat antara sembilan kampus di atas berdasarkan beberapa kriteria utama: No Kampus Akreditasi Fokus Utama Jenis Kampus 1 Universitas Gadjah Mada A Multidisipliner Negeri 2 Universitas Indonesia A Kurikulum Komprehensif Negeri 3 IAIN Jakarta A Keislaman Mendalam Negeri 4 Universitas Airlangga A Praktis & Industri Negeri 5 Institut Teknologi Bandung A Teknologi & Analisis Negeri 6 Universitas Diponegoro A Seimbang Teori & Aplikasi Negeri 7 Universitas Hasanuddin A Ekonomi Berbasis Syariah Negeri 8 UMM B+ Kewirausahaan Swasta 9 UIN Sunan Kalijaga A Holistik & Spiritual Negeri Tips Memilih Kampus untuk Jurusan Ekonomi Syariah Tidak semua kampus cocok untuk semua orang. Ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan saat memilih. READ  Universitas Terbaik di Bali untuk Kamu yang Ingin Kuliah di Pulau Dewata! 1. Kenali Minat dan Karier Impian Apakah tertarik dengan dunia akademik, industri keuangan syariah, atau kewirausahaan? Jawaban ini bisa jadi panduan dalam memilih kampus yang sesuai. 2. Cek Lokasi dan Biaya Hidup Kota besar seperti Jakarta atau Yogyakarta mungkin menawarkan banyak peluang, tapi biaya hidupnya juga lebih tinggi. Pertimbangkan keseimbangan antara kualitas pendidikan dan biaya yang dikeluarkan. 3. Lihat Reputasi dan Akreditasi Kampus dengan akreditasi tinggi biasanya menjamin kualitas pendidikan yang lebih baik. Ini juga memengaruhi nilai di mata dunia kerja. 4. Cari Tahu Program Beasiswa Banyak kampus menawarkan beasiswa berdasarkan prestasi atau ekonomi. Ini bisa menjadi pertimbangan penting bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya. Perkembangan Dunia Kerja untuk Lulusan Ekonomi Syariah Lulusan Ekonomi Syariah memiliki prospek karier yang cerah. Dengan berkembangnya lembaga keuangan syariah di Indonesia, kebutuhan akan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat. 1. Bank Syariah Bank konvensional yang memiliki unit usaha syariah membutuhkan tenaga ahli yang memahami prinsip syariah. Lulusan Ekonomi Syariah sangat cocok untuk posisi ini. 2. Perusahaan Investasi Syariah Industri investasi berbasis syariah juga mulai tumbuh. Lulusan bisa berkarier sebagai analis investasi, manajer portofolio, atau konsultan keuangan. 3. Dunia Akademik dan Penelitian Bagi yang tertarik mengajar atau meneliti, dunia akademik juga terbuka lebar. Banyak kampus mencari dosen yang ahli di bidang ekonomi syariah. 4. Kewirausahaan Program kewirausahaan yang diajarkan di beberapa kampus membuka peluang bagi lulusan untuk memulai bisnis sendiri, terutama di bidang ekonomi berbasis syariah. Penutup Memilih kampus untuk jurusan Ekonomi Syariah bukan perkara yang bisa dianggap remeh. Ada banyak pertimbangan, mulai dari kualitas akademik hingga prospek karier. Dengan melihat daftar sembilan kampus terbaik di atas, calon mahasiswa bisa memiliki gambaran yang lebih jelas dalam menentukan pilihan. Namun, perlu diingat bahwa informasi ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebaiknya calon mahasiswa melakukan riset lebih lanjut ke masing-masing kampus untuk mendapatkan informasi

9 Pilihan Kampus dengan Jurusan Ekonomi Syariah Terbaik

9 Pilihan Kampus dengan Jurusan Ekonomi Syariah Terbaik Id. Medananktual– Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya industri perbankan syariah, keuangan halal, serta bisnis berbasis prinsip Islam. Kondisi tersebut membuka peluang karier yang luas bagi lulusan jurusan Ekonomi Syariah, baik di sektor keuangan, lembaga zakat, fintech syariah, hingga kewirausahaan halal. Memilih kampus dengan program studi Ekonomi Syariah yang berkualitas menjadi langkah penting agar mahasiswa memperoleh kompetensi akademik, praktik, serta pemahaman syariat yang kuat. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah dikenal unggul dalam bidang ini, baik dari sisi kurikulum, dosen, maupun kerja sama dengan industri. Kampus dengan Jurusan Ekonomi Syariah Terbaik Dilansir dari laman Indonesia Collage berikut sembilan pilihan kampus terbaik yang bisa menjadi referensi bagi calon mahasiswa: IPB University IPB University dikenal sebagai kampus unggulan di bidang ekonomi dan agribisnis. Program Ekonomi Syariah di IPB menggabungkan ilmu ekonomi modern dengan prinsip Islam. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga praktik pengembangan ekonomi syariah, terutama di sektor pertanian dan UMKM halal. Kampus ini memiliki lingkungan akademik yang kondusif dan peluang riset yang luas. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk berinovasi dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah yang berkelanjutan. Universitas Airlangga Universitas Airlangga merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang memiliki program Ekonomi Islam unggulan. Kurikulumnya dirancang sesuai kebutuhan industri keuangan syariah, termasuk perbankan, asuransi, dan investasi halal. Dosen yang kompeten serta fasilitas riset yang lengkap menjadi nilai tambah bagi mahasiswa. Kampus ini juga aktif menjalin kerja sama internasional sehingga membuka peluang pertukaran pelajar dan pengalaman global. Universitas Brawijaya Program Ekonomi Syariah di Universitas Brawijaya berkembang pesat dan diminati banyak mahasiswa. Kampus ini mengintegrasikan ilmu ekonomi, manajemen, serta hukum Islam dalam pembelajaran. Mahasiswa dibekali dengan keterampilan analisis ekonomi, kewirausahaan, serta pengelolaan bisnis halal. Banyak kegiatan praktikum dan seminar yang melibatkan praktisi industri sehingga mahasiswa siap terjun ke dunia kerja. UIN Sunan Kalijaga UIN Sunan Kalijaga menjadi salah satu pelopor pendidikan ekonomi syariah di Indonesia. Program studinya menekankan keseimbangan antara teori ekonomi dan pemahaman fikih muamalah. Kampus ini juga memiliki pusat kajian ekonomi Islam yang aktif dalam penelitian dan pengembangan. Lulusan UIN Sunan Kalijaga banyak berkarier di lembaga keuangan syariah dan institusi keagamaan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menawarkan jurusan Ekonomi Syariah dengan standar internasional. Kurikulumnya mencakup keuangan syariah global, manajemen bisnis halal, serta kewirausahaan berbasis nilai Islam. UMY juga memiliki jaringan kerja sama dengan berbagai lembaga luar negeri. Hal ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan pengalaman internasional. Universitas Indonesia Universitas Indonesia dikenal sebagai kampus bergengsi dengan kualitas akademik tinggi. Program Ekonomi Islam di UI memiliki pendekatan multidisipliner yang menggabungkan ekonomi, keuangan, dan hukum. Mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti riset, seminar internasional, dan magang di lembaga keuangan ternama. Hal ini menjadikan lulusan UI memiliki daya saing tinggi di pasar kerja. Universitas Terbuka Universitas Terbuka menjadi pilihan tepat bagi mahasiswa yang membutuhkan fleksibilitas. Program Ekonomi Syariah di kampus ini menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh yang memungkinkan mahasiswa belajar sambil bekerja. Meskipun berbasis online, kualitas materi dan kurikulum tetap terjaga. Kampus ini cocok bagi masyarakat luas yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki reputasi baik dalam pendidikan ekonomi Islam. Program studinya fokus pada pengembangan bisnis halal dan kewirausahaan syariah. Mahasiswa didorong untuk aktif dalam kegiatan organisasi, penelitian, dan praktik bisnis. Lingkungan kampus yang religius dan inovatif menjadi daya tarik tersendiri. Universitas Mulawarman Universitas Mulawarman menjadi salah satu kampus di wilayah Kalimantan yang mengembangkan program Ekonomi Syariah. Kurikulumnya menyesuaikan kebutuhan ekonomi daerah serta industri halal yang berkembang. Kampus ini berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang ekonomi Islam, khususnya di wilayah Indonesia timur. Kesimpulan Jurusan Ekonomi Syariah memiliki prospek yang cerah seiring dengan pertumbuhan industri halal di Indonesia dan dunia. Oleh karena itu, memilih kampus dengan kualitas akademik dan jaringan yang baik sangat penting. Kesembilan kampus di atas menawarkan keunggulan masing-masing, baik dari sisi kurikulum, riset, kerja sama internasional, maupun peluang praktik. Calon mahasiswa disarankan mempertimbangkan minat, lokasi, serta tujuan karier sebelum menentukan pilihan. Dengan pendidikan yang tepat, lulusan Ekonomi Syariah diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan sesuai prinsip Islam.

Resmi Jadi Chair UNESCO, UMM Punya Misi Besar Selamatkan Air untuk Masa Depan Bangsa

Rektor UMM Nazaruddin Malik meresmikan Program Air Bersih Berbasis Masyarakat di Desa Tliu, NTT. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Mulai tahun 2026, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dipercaya menjadi Chair and Host Institution dalam program Sustainable Water Ecosystem setelah melalui perjalanan panjang penguatan riset, inovasi pertanian berkelanjutan, serta pengabdian masyarakat di berbagai daerah. Pengakuan tersebut diberikan melalui kemitraan resmi dengan UNESCO, lembaga internasional yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD menjelaskan bahwa status UNESCO Chair merupakan bentuk kepercayaan global kepada perguruan tinggi yang dinilai mampu menjadi mitra strategis dalam menjalankan program keberlanjutan dunia. Menurutnya, posisi tersebut tidak mudah diraih karena membutuhkan rekam jejak nyata dalam riset dan dampak sosial. “University Chair itu artinya kampus yang secara resmi dijadikan mitra dalam program-program UNESCO. Di Indonesia, kita hitungannya yang ketiga. Bergabungnya UMM menandai langkah strategis kampus untuk memperluas kontribusi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujarnya, Jumat (27/2/2026). Salis menuturkan, upaya masuk dalam jejaring UNESCO berangkat dari visi kampus untuk menghadirkan kontribusi global melalui inovasi berkelanjutan. Berbagai program seperti Green Farming, Smart Farming, hingga pengembangan energi terbarukan mikrohidro menjadi fondasi utama. Meski tidak secara langsung berfokus pada konservasi air, pendekatan tersebut terbukti mampu menjaga ekosistem air secara menyeluruh. “Kita memang tidak secara khusus merawat air, tetapi melalui Smart Farming dan energi terbarukan itu akhirnya kita menyelamatkan air. Dari yang awalnya dibuang-buang, sekarang diperhatikan,” katanya. Momentum penting terjadi ketika tim UMM melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat di Tabanan, Bali, wilayah yang dikenal dengan sistem pertanian Subak sebagai warisan dunia. Saat itu, pertanian terasering menghadapi ancaman akibat penggunaan pestisida dan alih fungsi lahan menjadi kawasan pariwisata. “Kalau sawah berubah jadi vila dan petani tidak bertani lagi, daerah resapan air hilang. Kalau tidak ada resapan air, air itu dari mana?” ungkapnya. Sebagai mitra, UMM memiliki kewajiban mendukung program UNESCO, terutama terkait pelestarian air. Salah satu implementasinya dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menerjunkan puluhan dosen untuk membantu masyarakat menemukan sumber air dan memperkuat ketahanan pangan. “Akar persoalan kemiskinan dan stunting di NTT itu karena tidak ada air. Maka kita membantu mencari titik-titik air di sana,” ujarnya. Di lingkungan kampus, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan air berbasis hierarki penggunaan. Air dipandang memiliki prioritas sesuai fungsi agar tidak terbuang percuma. “Air itu sebenarnya ada kastanya. Air minum, air mandi, sampai air untuk mencuci. Jadi tidak boleh sekali pakai,” katanya. Terakhir, Salis menambahkan bahwa pengakuan UNESCO bukan sekadar prestasi, melainkan amanah untuk terus berada di barisan terdepan dalam isu keberlanjutan. Nilai tersebut selaras dengan visi Muhammadiyah tentang “Berkemajuan”, yakni memikirkan masa depan generasi mendatang. “Kita tidak hanya berpikir hari ini, tetapi 50 tahun, 100 tahun, bahkan 500 tahun ke depan. Anak cucu kita tetap membutuhkan lingkungan yang sustain, termasuk air,” pungkasnya. (Faqih/AS)