Aisyiyah Jawa Timur Gaungkan Ramadan Berkemajuan di UMM

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah kegiatan Silaturahmi Aisyiyah Jawa Timur yang mengangkat tema Ramadan Berkemajuan: Menumbuhkan Kesalehan Personal dan Integritas Berdasarkan Aqidah dan Akhlak, Rabu (4/3/2026). Agenda ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur Dra Siti Dalilah Candrawati MAg sebagai pembicara utama. Ia menyoroti pentingnya pemahaman Islam yang berlandaskan nilai keagamaan sekaligus responsif terhadap perkembangan zaman. Dalam pemaparannya, Dalilah menjelaskan bahwa konsep Islam Berkemajuan menekankan pentingnya pemahaman agama yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun tetap terbuka terhadap dinamika sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi landasan bagi umat Islam untuk membangun kehidupan yang tidak hanya religius secara personal, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. “Islam Berkemajuan menekankan bahwa pemahaman agama harus bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, tetapi tetap mampu merespons perubahan zaman. Dari situlah lahir masyarakat yang berilmu, moderat, serta memiliki integritas dalam kehidupan sosial,” ujar Dalilah dalam forum yang dihadiri ratusan peserta itu. Dia menambahkan, nilai-nilai Islam Berkemajuan juga mendorong umat untuk memadukan ajaran agama dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Integrasi antara nilai spiritual dan perkembangan intelektual dinilai penting agar umat mampu menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. “Nilai-nilai keislaman tidak boleh berjalan sendiri tanpa didukung kemajuan ilmu pengetahuan. Ketika keduanya berjalan beriringan, umat Islam dapat membangun masyarakat yang terbuka, berintegritas, dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” jelasnya. Lebih lanjut, mantan ketua PWA Jawa Timur itu menyebut bahwa semangat Islam Berkemajuan mengajak umat Islam untuk membangun sikap moderat serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan kepedulian sosial. Dalam konteks kehidupan berbangsa, sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga harmoni masyarakat sekaligus mendorong kemajuan bersama. “Islam Berkemajuan mengajarkan kita untuk tetap berpegang pada aqidah dan akhlak, tetapi juga aktif berperan dalam menjawab persoalan-persoalan sosial. Umat didorong untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan, memperkuat integritas, dan memanfaatkan teknologi secara positif,” katanya. Dia juga menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain meningkatkan kualitas ibadah personal, Ramadan juga menjadi waktu refleksi untuk memperbaiki sikap, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan integritas dalam berbagai aspek kehidupan. “Ramadan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat karakter dan tanggung jawab sosial. Dari situ kita belajar bagaimana nilai-nilai agama dapat diwujudkan dalam tindakan nyata,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Rektor V UMM Prof Dr Tri Sulistiyaningsih MSi menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan refleksi spiritual dengan penguatan nilai-nilai intelektual di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam menghadirkan ruang dialog yang mendorong lahirnya pemikiran keislaman yang moderat dan relevan dengan perkembangan masyarakat. “Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai integritas, moralitas, dan kepedulian sosial. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat karakter sekaligus memperluas wawasan keislaman yang berkemajuan,” ujarnya. Dia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih berintegritas dan berorientasi pada kemajuan bersama. “Melalui forum seperti ini, diharapkan lahir pemahaman yang lebih komprehensif mengenai nilai-nilai Islam yang mampu mendorong transformasi personal sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa,” pungkasnya. (Faqih/AS)
Puluhan Tahun Bersama Pers, Rektor Kampus Putih Tegaskan Kampus Tak Bisa Berdampak Tanpa Media.

Agroredaksi com-Hubungan panjang antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan insan pers kembali terjalin hangat melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Aula BAU Kampus 3 UMM, Kamis (5/3/2025). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara pimpinan universitas, tim Humas UMM, serta wartawan dari berbagai media. Selain mempererat hubungan, forum ini juga menjadi ruang refleksi mengenai peran media dan perguruan tinggi dalam membaca dinamika masyarakat. Suasana berlangsung akrab sekaligus penuh diskusi tentang perjalanan panjang kolaborasi antara kampus dan media. Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan tradisi buka puasa bersama dengan media telah berlangsung sejak masa kepemimpinan Rektor sebelumnya, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. Tradisi tersebut bahkan telah berjalan lebih dari 25 tahun dan menjadi bagian dari hubungan historis antara UMM dan insan pers. “Buka puasa bersama dengan media ini sudah dimulai sejak zaman Pak Muhadjir. Artinya tradisi ini sudah berlangsung lebih dari 25 tahun yang lalu dan terus dijaga hingga sekarang. Dalam setiap etape perjalanan itu selalu lahir hal-hal baru yang memperkaya hubungan antara kampus dan media. Ini menunjukkan bahwa UMM berkembang bersama insan pers,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa perjalanan media di Indonesia mengalami perubahan yang sangat besar dari waktu ke waktu. Pada masa lalu, media cetak menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat. Wartawan memiliki posisi penting dalam menyampaikan berita dan sering kali memiliki akses luas di berbagai ruang publik. Namun perkembangan teknologi kemudian mengubah lanskap media secara drastis. “Dulu media yang kita amati adalah media mainstream, terutama media cetak. Bahkan kalau ke mana-mana membawa kartu pers itu sering kali bisa membuka akses ke banyak tempat. Sekarang situasinya berbeda karena media berkembang menjadi non-mainstream dan semakin tidak terinstitusionalisasi. Pola reproduksi informasi juga menjadi semakin beragam,” jelasnya. Meski terjadi perubahan besar dalam dunia media, Nazaruddin menilai peran pers tetap sangat penting dalam kehidupan sosial. Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk pemikiran publik. Dalam berbagai momentum sejarah bangsa, perkembangan gagasan masyarakat juga banyak dipengaruhi oleh media. Karena itu, hubungan antara kampus dan media menjadi sangat strategis. Menurut Nazaruddin, universitas memiliki tanggung jawab untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat. Kampus harus mampu menyerap aspirasi sosial dan menerjemahkannya menjadi gagasan serta solusi. Dari proses tersebut lahir berbagai pemikiran yang dapat mendorong perubahan sosial. Universitas juga menjadi ruang penting untuk merawat cita-cita bangsa menuju masyarakat yang lebih sejahtera. Ia menambahkan bahwa hubungan UMM dan media dapat diibaratkan sebagai simbiosis kultural yang saling menguatkan. Perkembangan media yang terus berubah juga memengaruhi cara kampus berkomunikasi dengan masyarakat. Meski begitu, komitmen UMM untuk menjalin kolaborasi dengan insan pers tetap sama. Menurutnya, keberadaan media turut membawa UMM berkembang menjadi universitas yang berdampak. “UMM sekarang tidak ada tanpa media. Perubahan media yang semakin beragam juga memengaruhi bagaimana kampus berkomunikasi dengan masyarakat. Pola reproduksi informasi kini sangat beragam. Semua itu membawa UMM terus bergerak menjadi universitas yang berdampak,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa menjadi universitas berdampak tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut harus dilandasi niat tulus untuk berbuat baik tanpa kepentingan pribadi maupun kelompok. Selain itu, kerja keras juga menjadi nilai penting yang sering kali diabaikan dalam proses pembangunan. “Berbuat baik itu ketika kita jauh dari kepentingan pribadi atau golongan. Kebaikan harus dirasakan oleh semua orang. Karena itu kita harus bekerja keras dengan sepenuh hati untuk menghasilkan manfaat bagi banyak pihak. Nilai kerja keras ini yang sering kali diabaikan,” pungkasnya(sfl/hms)
Dari Kelas ke Global: Kisah Sukses Alumnus UMM yang Menembus Pasar Dunia

MALANG, PENAJATIM.COM – Abdullah Dzikri, alumnus Agribisnis UMM tahun 2017, membuktikan bahwa ilmu yang ditempa di bangku kuliah mampu menembus pasar global. Ia sukses mengembangkan usaha keripik buah dan sayur berbasis teknologi vacuum frying, dengan produk olahannya telah menembus pasar Singapura. Dzikri memulai usahanya dengan menjual lumpia di kelas, kemudian memperluas penjualannya hingga ke fakultas lain. Pengalaman tersebut membentuk keberanian serta daya juangnya dalam berbisnis. “Saya menjalankan usaha produksi keripik sayur dan buah dengan memanfaatkan teknologi vacuum frying, yaitu metode penggorengan dalam kondisi kedap udara dengan suhu rendah,” kata Dzikri dikutip dari rilis Bagian Humas UMM, Sabtu (7/3/2026). Teknologi ini memungkinkan Dzikri menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan daya simpan yang lebih lama. Ia juga melibatkan pemberdayaan ibu-ibu di sekitar tempat usaha, menciptakan nilai ekonomi dan dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Pada Oktober 2025, Dzikri melakukan ekspor perdana sebanyak 12.000 produk keripik ke Singapura. Saat ini, ia tengah menyiapkan berbagai sertifikasi tambahan untuk memperluas pasar hingga ke Australia dan kawasan Timur Tengah. “Pesan saya, mulailah sejak sekarang dan jangan menunggu usaha menjadi sempurna. Justru melalui proses memulai itulah kita belajar memahami dinamika usaha,” tegas Dzikri. (Zai).
Kampung Budaya Polowijen Jadi Inspirasi Kajian Multidisipliner UMM

MALANG, PENAJATIM.COM – Kampung Budaya Polowijen (KBP) kembali menjadi pusat perhatian akademisi melalui seri webinar Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kebudayaan (PSK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini mengangkat KBP sebagai objek kajian multidisipliner yang melibatkan berbagai bidang ilmu. Selama empat hari, webinar ini menghadirkan 12 pembicara dari berbagai disiplin keilmuan dan diikuti oleh sekitar 320 peserta dari berbagai kalangan. “Kampung Budaya Polowijen dipilih karena dinilai berhasil mengembangkan praktik pelestarian budaya berbasis komunitas,” kata Kepala PSK UMM, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si, Sabtu (7/3/2026). Menurutnya, kajian yang dilakukan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berbasis pada pengalaman lapangan. Para pembicara melakukan observasi langsung ke KBP dan berdialog dengan pengelola kampung budaya. Hasil kajian akan diterbitkan sebagai artikel ilmiah dan dihimpun menjadi buku yang akan diserahkan kepada pengelola KBP. Pendekatan multidisipliner ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia akademik dan komunitas budaya. (Zai).
Mulai Patrol, Mobil KaCa, Hingga Menu Sahur Premium, Begini Keseruan UMM Sahur Dengan Gerpakkk

Tradisi patrol untuk membangunkan warga bersahur di bulan Ramadan selalu memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Membawa semangat tradisi tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng Gerakan Pemuda Kampung Kebalen Kota Lama (Gerpakkk) menggelar acara patrol sahur yang unik di kawasan Kebalen Wetan Gang 8, pada 8 Maret lalu. Kegiatan ini sukses menyedot perhatian lebih dari 300 warga yang turut serta berkeliling kampung. Menariknya, warga setempat memiliki lagu patrol khusus yang dihafal oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, membuat suasana dini hari itu terasa semakin semarak dan kompak. Kemeriahan tak berhenti pada keliling kampung saja. UMM turut menghadirkan pengalaman sahur premium di tengah permukiman warga melalui pertunjukan live cooking masakan standar hotel bintang empat. Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kontribusi kampus dalam meramaikan budaya lokal di bulan suci. “Selain ikut patrol, kami juga menyediakan live cooking dan makanan dari hotel yang kampus putih miliki, yakni Rayz Hotel UMM. Semoga agenda ini bisa menjadi penyemangat warga, terutama umat muslim, untuk menjaga semangat berpuasa dan beribadah di bulan Ramadan,” tegas Maharina. Tercatat, ada lebih dari 300 porsi hidangan yang dinikmati oleh warga pada pagi itu. Sembari menunggu waktu imsak tiba, warga juga difasilitasi dengan kehadiran perpustakaan keliling, Mobil Kamis Membaca (KaCa) milik UMM. Koordinator Mobil KaCa, Hassanalwildan, memaparkan bahwa fasilitas ini membawa ratusan buku bacaan yang menjadi hiburan edukatif bagi anak-anak. Tak ketinggalan, para ibu juga diajak berpartisipasi dalam ragam games interaktif yang membagikan banyak doorprize. “Sebelumnya, Mobil KaCa ini juga sudah aktif keliling menyediakan bacaan di berbagai kegiatan seperti Ngabuburead di Gresik dan Merjosari, hingga Sahur on The Road bersama komunitas motor beberapa waktu lalu,” tambah wildan sapaan akrabnya. Inovasi sahur bersama ini menuai respons positif dari masyarakat setempat. Naufal Adnan, salah satu peserta patrol, mengaku sangat senang dengan kehadiran UMM yang membawa banyak fasilitas menarik. Ia berharap UMM dapat terus memperluas kolaborasi semacam ini dengan berbagai komunitas lain untuk menyelenggarakan agenda yang lebih unik, tidak hanya terbatas pada momen Ramadan saja. (*faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Ketika Kabar Perang Dunia Sampai ke Tangki Kendaraan

Medan, MISTAR.ID Isu mengenai kemungkinan terjadinya Perang Dunia III belakangan ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Meskipun isu tersebut masih berada pada ranah spekulasi global, dampaknya ternyata dapat dirasakan hingga pada level masyarakat lokal. Di Kabupaten Asahan, misalnya, mulai muncul kekhawatiran di tengah masyarakat terkait kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kekhawatiran ini terlihat dari meningkatnya aktivitas masyarakat yang mengisi bahan bakar dalam jumlah lebih sering dari biasanya. Fenomena tersebut dalam kajian ekonomi dikenal sebagai panic buying, yaitu perilaku membeli atau mengonsumsi suatu barang secara berlebihan karena rasa takut akan kelangkaan di masa depan. Dalam perspektif ekonomi perilaku (behavioral economics), tindakan ini sering muncul ketika masyarakat menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian. Ketika muncul informasi mengenai potensi konflik global atau gangguan distribusi energi dunia, sebagian masyarakat cenderung mengambil langkah antisipatif dengan memastikan kendaraan mereka selalu terisi penuh. Akibatnya, permintaan terhadap BBM meningkat dalam waktu yang relatif singkat. Di Kabupaten Asahan sendiri, percakapan mengenai potensi kenaikan harga BBM sering muncul di berbagai tempat, mulai dari warung kopi hingga media sosial. Sebagian masyarakat mulai membicarakan kemungkinan dampak konflik internasional terhadap harga energi dunia. Walaupun kondisi distribusi BBM di daerah sebenarnya masih berjalan normal, kekhawatiran tersebut cukup mempengaruhi perilaku masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini juga tidak terlepas dari peran media sosial yang saat ini menjadi sumber informasi utama bagi banyak orang. Informasi mengenai konflik internasional, potensi krisis energi, hingga prediksi kenaikan harga sering beredar secara cepat melalui berbagai platform digital. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut disertai dengan penjelasan yang lengkap dan akurat. Narasi yang bersifat dramatis seringkali memicu kekhawatiran yang berlebihan di tengah masyarakat. Menariknya, sebagian konten di media sosial juga menampilkan pengalaman masyarakat yang langsung menuju SPBU untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Konten semacam ini terkadang memunculkan efek psikologis bagi penonton. Ketika seseorang melihat orang lain mengisi bahan bakar secara berulang atau dalam jumlah besar, muncul dorongan untuk melakukan hal yang sama karena khawatir akan terjadi kelangkaan. Dalam teori ekonomi klasik, perilaku ini dapat dijelaskan melalui hukum permintaan (law of demand). Ketika masyarakat memperkirakan harga suatu barang akan naik atau ketersediaannya akan terbatas, permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat secara signifikan. Peningkatan permintaan yang terjadi secara tiba-tiba inilah yang sering menimbulkan antrean atau kepadatan di beberapa SPBU, meskipun sebenarnya pasokan masih tersedia. Selain dari perspektif ekonomi, fenomena ini juga dapat dilihat dari sudut pandang pendidikan. Tingkat literasi informasi masyarakat sangat menentukan bagaimana mereka merespons isu global yang berkembang. Masyarakat yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi media yang baik biasanya lebih mampu menyaring informasi sebelum mengambil keputusan. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Pemahaman dasar mengenai ekonomi, distribusi energi, serta literasi media dapat membantu masyarakat melihat suatu isu secara lebih rasional. Sekolah, lembaga pendidikan, maupun tokoh masyarakat dapat berperan dalam memberikan edukasi bahwa tidak semua isu global harus direspons dengan kepanikan. Fenomena meningkatnya aktivitas pengisian BBM di kalangan masyarakat Asahan pada akhirnya menunjukkan bahwa perilaku ekonomi masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan arus informasi digital. Isu global yang jauh dari kehidupan sehari-hari dapat dengan mudah memicu kecemasan kolektif ketika diperkuat oleh informasi yang tidak terverifikasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang, bijak dalam menerima informasi, dan tidak terjebak dalam kepanikan yang berlebihan. (*)
15 Universitas Terbaik di Malang dan Jawa Timur

medanaktual, Malang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Jawa Timur yang memiliki banyak perguruan tinggi berkualitas. Tidak hanya mahasiswa dari daerah sekitar, kota ini juga menjadi tujuan favorit bagi pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di Malang dan beberapa wilayah lain di Jawa Timur terdapat sejumlah universitas yang memiliki reputasi baik, baik dari segi kualitas pendidikan, fasilitas kampus, maupun prestasi akademik. Berikut ini 15 universitas terbaik di Malang dan Jawa Timur yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi. Daftar Universitas Terbaik di Malang dan Jawa Timur Berdasarkan data terbaru dari AppliedHE 2025, QS World University Rankings 2026, dan EduRank, terdapat sejumlah perguruan tinggi terbaik di wilayah Malang dan Jawa Timur yang menjadi referensi utama bagi calon mahasiswa. Penilaian ini didasarkan pada beberapa indikator penting seperti reputasi akademik, kualitas fasilitas pendidikan, serta tingkat kepercayaan dunia kerja (employer reputation) terhadap lulusan dari masing-masing universitas. Berikut daftar universitas terbaik di Malang dan Jawa Timur, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta: Peringkat Nama Universitas Lokasi Kategori Keunggulan Utama 1 Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Negeri Kedokteran & Hukum 2 Universitas Brawijaya (UB) Malang Negeri Pertanian & Teknik 3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Negeri Teknologi & Sains 4 BINUS University @Malang Malang Swasta Digital Technopreneur & Global Path 5 Universitas Negeri Malang (UM) Malang Negeri Pendidikan & Psikologi 6 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Malang Swasta Ilmu Sosial & Kedokteran 7 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Malang Negeri Sains & Agama 8 Universitas Surabaya (UBAYA) Surabaya Swasta Farmasi & Bisnis 9 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Surabaya Negeri Olahraga & Kependidikan 10 Universitas Islam Malang (Unisma) Malang Swasta Manajemen & Pertanian 11 Universitas Jember (UNEJ) Jember Negeri Sains Terapan 12 Universitas Kristen Petra Surabaya Swasta Arsitektur & Desain 13 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Malang Swasta Teknik Terapan 14 Universitas Ma Chung Malang Swasta Bisnis Digital 15 Universitas Merdeka (Unmer) Malang Malang Swasta Ekonomi & Kewirausahaan Mengapa Malang Menjadi Kota Favorit untuk Kuliah? Malang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan terbaik di Jawa Timur yang setiap tahun menarik ribuan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kota ini memiliki berbagai kampus ternama dengan kualitas pendidikan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, Malang juga sering masuk dalam daftar kota paling layak huni di Indonesia. Hal ini didukung oleh beberapa faktor seperti iklim yang sejuk dengan suhu rata-rata 18°C hingga 26°C, lingkungan yang nyaman untuk belajar, serta biaya hidup yang relatif lebih terjangkau dibandingkan kota besar lain seperti Jakarta dan Surabaya. Kesimpulan Malang dan wilayah Jawa Timur memiliki banyak pilihan perguruan tinggi berkualitas, baik universitas negeri maupun swasta. Dengan reputasi akademik yang baik, fasilitas pendidikan yang memadai, serta lingkungan kota yang nyaman bagi mahasiswa, tidak heran jika Malang menjadi salah satu destinasi kuliah favorit di Indonesia.
Dokter UMM Soroti Menu Program MBG yang Dinilai Belum Seimbang

timesindonesia – MALANG Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah terus mendapat sorotan dari kalangan tenaga kesehatan. Sejumlah temuan di lapangan menunjukkan menu yang disajikan dinilai belum sepenuhnya memenuhi prinsip gizi seimbang. Dokter sekaligus akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. dr. Febri Endra Budi S., M.Kes., FISPH., FISCM, menyampaikan bahwa makanan bergizi seimbang harus mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam porsi yang cukup. “Kalau dulu kita mengenal istilah 4 sehat 5 sempurna, yakni terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur mayur, buah, dan susu,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (7/3/2026). Ia menjelaskan, kebutuhan gizi dasar idealnya terdiri dari sekitar 40 persen karbohidrat, 40 persen protein, dan sisanya lemak. Dalam konteks program MBG, menurutnya, yang perlu diperhatikan secara serius adalah jumlah kalori dalam setiap menu yang disajikan kepada siswa. Dokter Febri menambahkan bahwa kebutuhan kalori harian anak rata-rata sekitar 1.500 kalori. Karena itu, perhitungan nilai kalori dalam menu MBG harus dilakukan secara tepat. Selain komposisi gizi, pemilihan bahan baku makanan juga dinilai penting. Hal ini mengingat sasaran program adalah siswa sekolah yang menjalani aktivitas belajar hingga sore hari. Pemilihan bahan pangan yang kurang tepat berpotensi menimbulkan rasa kantuk setelah makan. “Kadang anak-anak setelah makan MBG justru mengantuk. Bahan pangan yang bisa memicu rasa kantuk sebaiknya dikurangi,” imbuhnya. Ia juga menyoroti menu MBG selama Ramadan yang banyak beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menunjukkan menu yang diterima siswa didominasi roti, abon, keripik, hingga makanan ringan. Menurutnya, hal tersebut tidak menjadi masalah selama kandungan gizi dan kalorinya dihitung secara presisi oleh pihak dapur penyedia makanan. Namun ia mengingatkan bahwa beberapa produk seperti abon kerap memiliki kandungan daging yang sangat sedikit karena lebih banyak menggunakan bahan pengisi. Dokter Febri juga mengingatkan agar penggunaan ultra processed food (UPF) atau makanan olahan berlebih tidak terlalu sering dimasukkan dalam menu MBG. “Contohnya roti, harus diperhatikan jenis pengembang yang digunakan serta tanggal kedaluwarsanya. Jangan sampai ada roti berjamur yang disuguhkan,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran ahli gizi dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, setiap menu yang akan disajikan perlu melalui proses monitoring dan evaluasi untuk memastikan keamanan pangan hingga sampai ke tangan siswa. Ia juga menyarankan pemerintah menempatkan ahli gizi di setiap satuan penyedia makanan sebagai pengawas kualitas yang independen. Monitoring dan evaluasi, kata dia, harus dilakukan secara ketat dan transparan agar tujuan meningkatkan kualitas generasi muda dapat tercapai. “Monitoring dan evaluasi harus dilaksanakan secara ketat supaya anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia dan cita-cita mencetak generasi unggul bangsa dapat tercapai,” ucapnya. (*)