Informatika UMM Malang Sabet Akreditasi Internasional IABEE
UMM Siapkan Beasiswa Khusus Aktivis
Perjuangan Noegroho, Alumnus UMM yang Mengenalkan Budaya Indonesia di Ekuador

DIPLOMAT: Noegroho Darmo Samudro (kanan) bersama perwakilan pemerintah Ekuador setelah pementasan budaya beberapa hari lalu. RADAR MALANG – Di ketinggian hampir tiga ribu meter di atas permukaan laut, napas terasa lebih berat. Bukan dingin yang paling menantang, tapi tipis di Quito, Ekuador memaksa tubuh beradaptasi. Di sana lah Noegroho Darmo Samudro merawat Indonesia. Bukan dengan kata-kata, melainkan lewat bunyi gamelan yang menggema hingga Amerika Latin. ANDIKA SATRIA PERDANA SEKILAS, Kota Quito di Ekuador mengingatkan pada Kota Malang atau Kota Batu. Sama-sama berada di wilayah pegunungan. Namun, Quito berdiri jauh lebih tinggi, yakni sekitar 2.850 meter di atas permukaan laut. Lokasinya dikelilingi Pegunungan Andes yang megah. Udara dingin menjadi keseharian Hoho, sapaan akrab Noegroho Darmo Samudro. Suhu rata-rata hanya sekitar 13 derajat Celsius, bahkan bisa turun hingga 6 derajat. Tapi bagi dia, dingin bukan persoalan utama. Ada tantangan lain yang lebih sunyi namun terasa di setiap tarikan napas, yaitu oksigen yang menipis. “Kalau dingin, saya sudah terbiasa di Malang. Hanya saja di Quito oksigen tipis, kalau olahraga susah bernapas,” ujarnya pelan. Hoho yang tercatat sebagai alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu bertugas sebagai Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Quito. Ekuador menjadi “rumah kedua”-nya sejak Juni tahun lalu, setelah sebelumnya menjalani penugasan di Chile. Quito juga menjadi negara kedua, tempatnya bertugas di Amerika lain. Bagi sebagian orang Malang, Chile bukan nama asing. Negeri itu pernah menjadi asal pemain sepak bola yang dikenal Aremania, Juan Rubio. Namun bagi Hoho, Chile adalah ruang belajar. Tempat ia pertama kali merawat diplomasi budaya Indonesia di benua yang jauh dari tanah kelahirannya. Perjalanan itu bermula secara tak terduga. Pada 2020 lalu, Hoho sebenarnya tengah menempuh studi magister di Universitas Brawijaya (UB). Namun pandemi memaksa perkuliahan berlangsung daring (online). Bimbingan tesis pun tak berjalan mulus. Di tengah ketidakpastian itu, sebuah peluang datang. Lowongan tenaga kerja berbahasa Spanyol di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Ia mencoba mengikuti seleksi dan berhasil lolos. Sejak Juli 2021 hingga Juli 2024 lalu, Hoho ditempatkan di Santiago. Dari sana, ia menapaki peran sebagai penghubung budaya, mengenalkan Indonesia lewat bahasa, musik, dan gerak tari. Hari-harinya diisi dengan aktivitas yang sederhana, namun sarat makna. Yaitu mengajar Bahasa Indonesia, melatih gamelan, hingga mengiringi langkah warga lokal belajar menari. Di kantor KBRI, budaya Indonesia hidup. Bukan sekadar dipamerkan, tetapi dipraktikkan. Tak jarang, warga lokal yang telah belajar tampil di panggung-panggung pertunjukan. Mereka memainkan gamelan, menari, bahkan mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Indonesia dengan logat khas Amerika Latin. Di sana lah Indonesia menemukan wajah barunya. Puncaknya terjadi pada 2023. Saat itu Hoho bersama tim KBRI Chile mendapat kesempatan yang tak pernah mereka bayangkan. Gamelan dilibatkan dalam produksi film fiksi berjudul Anomalia Paradoxia. Film yang dirilis pada Desember 2024 itu berkisah tentang dunia pasca-kiamat. Suasananya sunyi, hancur, menyisakan puing-puing logam. Dari logam itulah, tokoh utama menciptakan bunyi. Gamelan dipilih. “Karena sutradara ingin bunyi alat musik dari metal,” terang Hoho. Bonang, kenong, gong, dan saron pun berbicara dalam bahasa yang berbeda, yaitu bahasa bunyi yang melintasi batas negara. Seluruh proses rekaman film dilakukan di kantor KBRI Chile, melibatkan enam orang. Terdiri atas dua WNI, tiga warga Chile yang pernah belajar gamelan di Indonesia, serta sang music director, Sebastian Rawicz. Bagi Hoho, momen itu bukan sekadar pencapaian. Ia adalah bukti bahwa budaya Indonesia bisa menemukan jalannya sendiri, bahkan melalui medium yang tak terduga. “Tidak hanya jadi soundtrack. Gamelan juga dipakai untuk sound effect. Biasanya digabungkan dua alat untuk menciptakan efek tertentu,” katanya. Kini, langkah Hoho berlanjut di Quito. Ia tengah fokus membangun Cultural Center Indonesia, sebuah ruang baru yang akan menjadi rumah budaya Indonesia di Ekuador. Gedungnya telah siap. Tinggal menunggu waktu untuk berdenyut. Mulai 13 April depan, pusat budaya itu akan membuka kelas-kelas. Kelas Bahasa Indonesia setiap Senin dan Rabu, kemudian gamelan setiap Selasa, serta tari setiap Jumat. Meskipun peserta masih terbatas, semangatnya tak suruh. Untuk kelas bahasa Indonesia ada 13 peserta Bahasa Indonesia dan masing-masing empat orang untuk kelas tari dan gamelan. “Kendala utamanya jadwal, karena mayoritas mereka pekerja,” ujarnya. Namun bagi Hoho, angka bukan segalanya. Setiap orang yang datang adalah jembatan. Setiap nada gamelan yang dipukul adalah pesan. Bahwa Indonesia, sejauh apa pun jaraknya, selalu bisa ditemukan, bahkan di udara tipis Quito.(*/dan) Editor : Mahmudan
Kampus Putih Incaran Mahasiswa Malang! Mengintip 5 Jurusan Favorit di UMM dengan Berbagai Keunggulannya
KAMPUS PUTIH: UMM memiliki akreditasi unggul dan menawarkan beragam program studi, mulai dari teknik, kedokteran, hingga ekonomi, dengan komunitas akademik yang dinamis. (umm.ac.id) MALANG KOTA, RADAR MALANG – Di tengah euforia kelulusan, banyak calon mahasiswa baru (maba) yang masih merasa bimbang dalam menentukan langkah, mencari institusi yang tidak hanya sekadar memberikan gelar, tetapi juga jaminan kualitas dan kesiapan kerja. Salah satu kampus swasta terbaik di Kota Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menghadirkan beberapa jurusan terbaik yang didukung oleh kurikulum berbasis Center of Excellence (CoE). Ilmu Kedokteran Merupakan jurusan favorit yang paling bergengsi, mahasiswa akan mempelajari seputar anatomi tubuh manusia, biologi sel, farmakologi (obat-obatan), patologi, hingga etika kedokteran. Prodi ini menawarkan keunggulan utamanya adalah kepemilikan Rumah Sakit Pendidikan Utama (RS UMM). Didukung Laboratorium Anatomi dan Simulasi Medis yang memungkinkan mahasiswa berlatih prosedur bedah dasar sebelum terjun ke lapangan. Ilmu Komunikasi Di jurusan ini mahasiswa akan mempelajari tentang produksi konten kreatif (audio-visual), manajemen media sosial, jurnalistik multimedia, public relations (PR), hingga strategi periklanan digital. Keunggulan dari prodi ini adalah Laboratorium Komunikasi Terpadu yang meliputi Studio Radio, Lab Fotografi, dan Lab Audio Visual standar industri. Keunggulan CoE Komunikasi Digital memberikan akses mahasiswa untuk terlibat dalam proyek kreatif beberapa bersama mitra agensi. Manajemen Mempelajari tentang berbagai hal manajerial, seperti manajemen pemasaran, keuangan perusahaan, perilaku organisasi, kewirausahaan digital, hingga analisis risiko bisnis dan pasar modal. Keunggulannya adalah terdapat CoE Kelas Profesional yang bekerja sama dengan perusahaan multinasional. Fasilitas Investment Gallery (Pojok Bursa Efek) memungkinkan maba belajar investasi saham dan analisis keuangan secara riil di bawah bimbingan dosen ataupun praktisi. Informatika (Teknik Informatika) Mempelajari tentang logika algoritma, pemrograman (Python, Java, C++), keamanan siber, kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan aplikasi mobile dan cloud computing. Jurusan ini dikenal dengan prestasi internasionalnya dalam bidang robotika dan Fasilitas Lab Robotika, Lab Metaverse, dan CoE Cyber Security. Jurusan ini dikenal dengan prestasi internasionalnya dalam bidang robotika dan Fasilitas Lab Robotika, Lab Metaverse, dan CoE Cyber Security. Psikologi Mahasiswa akan mempelajari tentang psikologi perkembangan, kepribadian, teknik asesmen dan wawancara, psikologi industri organisasi, hingga metodologi penelitian sosial. Keunggulannya adalah memiliki Pusat Layanan Psikologi (PLP) sebagai laboratorium praktik klinis.
UMM Siapkan Beasiswa Khusus Aktivis

MOTIVASI: Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, M.T menyampaikan motivasi di hadapan mahasiswa dan para aktivis kampus MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Anggapan bahwa menjadi aktivis kampus hanya membuang waktu dan menunda kelulusan perlahan mulai dikikis oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam sebuah langkah progresif, Kampus Putih mengumumkan rencana kebijakan yang akan memberikan karpet merah bagi para penggerak organisasi melalui skema beasiswa khusus dan pengakuan sebagai mahasiswa berprestasi. Rencana besar ini mencuat dalam forum Dialektika Kampus Putih yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM di Convention Hall Sengkaling Kuliner, Sabtu (4/4). Forum yang awalnya dirancang sebagai ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri ini berubah menjadi panggung kabar gembira bagi ratusan fungsionaris organisasi mahasiswa (Ormawa). Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, M.T., menegaskan bahwa kampus ingin mengubah paradigma mengenai aktivis. Menurutnya, kontribusi mahasiswa yang aktif di BEM, Senat, Himpunan Mahasiswa (HMJ), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah aset yang sangat berharga bagi reputasi universitas. ”Kami sedang mematangkan mekanisme beasiswa khusus bagi mahasiswa aktivis. Kami ingin mereka tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga merasa didukung secara finansial dan akademis oleh kampus. Ke depannya, keaktifan mereka akan dikategorikan sebagai prestasi. Karena memimpin organisasi adalah bentuk pencapaian yang luar biasa,” ujar Dr. Nur Subeki di hadapan para pengurus Ormawa. Ia menambahkan bahwa dukungan ini tidak hanya berhenti pada materi, tetapi juga fasilitas pendampingan. UMM berkomitmen mengawal setiap inisiatif mahasiswa, seperti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Presiden Mahasiswa UMM Wahyuddin Fahrurrijal menyambut baik komitmen universitas. Baginya, kebijakan ini adalah jawaban atas keresahan mahasiswa yang seringkali harus membagi fokus antara biaya kuliah, tuntutan akademik, dan tanggung jawab organisasi. ”Ini adalah langkah strategis. Selama satu periode ini, kami di BEM berusaha menjalankan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan mahasiswa. Dengan adanya beasiswa dan pengakuan sebagai mahasiswa berprestasi, saya yakin minat mahasiswa untuk berorganisasi akan meningkat tajam. Ini adalah modal soft skill yang tidak didapatkan di dalam kelas,” kata Wahyuddin. Senada dengan itu, salah satu perwakilan UKM yang hadir, Siti Aminah, mengaku lega dengan adanya lampu hijau dari rektorat. “Selama ini kami sering merasa ‘pejuang di balik layar’ yang kurang terlihat. Dengan adanya kategori mahasiswa berprestasi bagi aktivis, kami merasa dihargai. Ini membuktikan UMM melihat prestasi secara luas, tidak hanya soal angka di KHS (Kartu Hasil Studi),” ungkapnya. Melalui Dialektika Kampus Putih, UMM kembali menegaskan visinya untuk mencetak lulusan yang berdampak. Dengan dukungan beasiswa dan pengakuan resmi, diharapkan aktivis UMM tidak hanya lulus sebagai sarjana, tetapi sebagai pemimpin masa depan yang memiliki kemandirian dan integritas tinggi.(imm/lim)
UMM Siapkan Beasiswa Aktivis, Organisasi Mahasiswa Kini Diakui sebagai Prestasi

MALANG POST – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan Dialektika Kampus Putih di Convention Hall Sengkaling Kuliner, Sabtu (4/4/2026). Forum yang berlangsung hangat ini menjadi ruang silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus wadah dialog terbuka antara pimpinan universitas dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa). Tak hanya membangun komunikasi, kegiatan ini juga menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat dukungan terhadap aktivitas mahasiswa. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T., menegaskan bahwa UMM terus berupaya mendorong pengembangan mahasiswa melalui berbagai program pendampingan dan fasilitasi kegiatan. “UMM berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kemahasiswaan. Seperti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mahasiswa kami fasilitasi mulai dari pendampingan hingga pelaksanaan. Kalau mahasiswa mengikuti lomba akademik maupun non-akademik, pasti kami dukung,” ujarnya. Komitmen tersebut juga diperkuat dengan rencana kebijakan baru yang tengah disiapkan kampus. Ke depan, kampus putih akan menyiapkan mekanisme beasiswa khusus bagi mahasiswa aktivis, baik yang tergabung dalam BEM, Senat, Himpunan Mahasiswa, maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Selain itu, mahasiswa aktivis juga akan dikategorikan sebagai mahasiswa berprestasi, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam pengembangan organisasi dan kepemimpinan. Sementara itu, Presiden Mahasiswa UMM Wahyuddin Fahrurrijal menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi formal, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara mahasiswa dan pimpinan kampus. “Tujuan acara ini sebenarnya ajang halal bihalal sehabis lebaran, sekaligus silaturahmi dengan pimpinan dan organisasi kemahasiswaan. Di sini juga diagendakan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi maupun keluhan dari teman-teman Ormawa,” jelasnya. Ia menambahkan, selama satu periode kepengurusan, BEM UMM telah merancang dan melaksanakan berbagai program kerja yang berfokus pada kebutuhan mahasiswa. “Berbagai program kerja sudah kami rancang dan alhamdulillah banyak yang terlaksana. Ini menuju penghujung periode, dan program-program tersebut kami jalankan untuk mahasiswa berdasarkan kebutuhan mereka,” tambahnya. Wahyuddin juga mengajak mahasiswa untuk lebih aktif terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, partisipasi di Ormawa tidak hanya memperkaya pengalaman, tetapi juga menjadi bekal penting untuk masa depan. “Harapannya teman-teman lebih aware bahwa kegiatan Ormawa memberikan manfaat untuk perkuliahan maupun pekerjaan. Pengalaman soft skill yang didapatkan akan menjadi bekal ke jenjang selanjutnya,” ungkapnya. Melalui Dialektika Kampus Putih, UMM menegaskan bahwa ruang dialog antara mahasiswa dan pimpinan kampus akan terus diperkuat. Selain menjadi sarana aspirasi, forum ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan aktivitas kemahasiswaan berkembang sejalan dengan visi kampus yang mendorong mahasiswa aktif, berprestasi, dan berdampak.(*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)
Prof. Chun-Yen Chang: AI Bisa Gerus Daya Pikir Kritis, Guru Tetap Kunci Pendidikan

Pakar pendidikan dari National Taiwan Normal University, Chun-Yen Chang, menyampaikan materi dalam kuliah tamu internasional di Universitas Muhammadiyah Malang, Ahad (5/4/2026). Kegiatan ini membahas ketahanan guru di era digital serta tantangan penggunaan AI dalam pendidikan. Prof. Chun-Yen Chang dalam kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Malang mengingatkan bahwa penggunaan AI tanpa kontrol dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis, sekaligus menegaskan peran guru yang tetap tak tergantikan dalam menjaga kualitas pembelajaran. Tagar.co – Kehadiran kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan dinilai tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga berpotensi melemahkan kemampuan berpikir kritis jika tidak digunakan secara bijak. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kuliah tamu internasional yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang, Ahad (5/4/2026). Melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG), UMM menghadirkan pakar pendidikan dari National Taiwan Normal University, Chun-Yen Chang, dalam forum bertajuk Teacher Resiliency in the Digital Age yang berlangsung di Rayz Hotel UMM. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta secara luring dan daring, dengan fokus pada kemampuan adaptasi guru menghadapi transformasi teknologi pembelajaran serta persaingan global. Dalam pemaparannya, Prof. Chang mengingatkan bahwa penggunaan AI seperti ChatGPT harus disertai kesadaran kritis. Ia menilai ketergantungan berlebih pada teknologi dapat mengikis kapasitas berpikir mendalam. Baca Juga: Kenangan bersama Mas Mirdasy, Kematian Hadiah bagi Orang Beriman “Ketika seseorang mulai menyerahkan proses berpikirnya kepada AI, maka secara perlahan kemampuan berpikir kritisnya akan menurun. Dalam jangka panjang, ini bisa merusak kedalaman cara berpikir,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan interaksi emosional dalam proses belajar. Menurutnya, pembelajaran tatap muka tetap memiliki nilai penting karena menghadirkan sentuhan manusia yang autentik di dalam kelas. “Saya tetap percaya pada kekuatan pembelajaran langsung. Bahkan alat sederhana seperti papan tulis dapat menjadi sangat efektif jika digunakan oleh guru yang mampu merancang pembelajaran dengan baik,” ujarnya. Selain itu, Prof. Chang memberikan apresiasi terhadap ekosistem akademik UMM yang dinilai memiliki potensi kuat untuk kolaborasi riset internasional. Ia mengungkapkan rencana kerja sama untuk membandingkan perspektif mahasiswa calon guru di Taiwan dan Indonesia. Suasana kuliah tamu internasional bertajuk Teacher Resiliency in the Digital Age yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang di Rayz Hotel UMM, Ahad (5/4/2026). Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menambahkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, guru tetap memegang peran sebagai penjaga nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Ia mengibaratkan guru seperti dokter yang tidak hanya dinilai dari kompetensi akademik, tetapi juga dari kemampuan membangun kedekatan emosional. Baca Juga: UMM Salurkan THR Rp314,6 Juta untuk 525 Guru dan Karyawan AUA di Malang “Dalam dunia pendidikan, siswa akan lebih mudah menyerap pelajaran dari guru yang membuat mereka merasa nyaman. Relasi emosional itu sangat menentukan,” jelasnya. Menghadapi era yang penuh ketidakpastian, Salis mendorong penguatan karakter melalui pendekatan going inside deeper. Ia menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap pengalaman baru (openness to experience) serta pola pikir berkembang (growth mindset). Menurutnya, keteladanan guru menjadi kunci dalam membentuk generasi yang tangguh di tengah disrupsi teknologi. “Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Cara terbaik mendidik siswa adalah dengan memberi contoh. Guru harus lebih dulu menunjukkan sikap terbuka dan percaya diri agar siswa dapat meneladani hal yang sama,” ujarnya. Sinergi gagasan dari akademisi internasional dan nasional dalam forum ini menegaskan bahwa di tengah kemajuan teknologi, daya kritis, empati, dan keteladanan guru tetap menjadi fondasi utama dalam dunia pendidikan. (#) Penyunting Mohammad Nurfatoni
Bingung Pilih Kampus? Berikut 5 Kampus Swasta Terbaik di Malang, Cek Jurusan Terfavorit

Ilustrasi kampus di Malang. (Foto: Dibuat dengan AI) Malang (beritajatim.com) – Memasuki periode pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, persaingan memperebutkan kursi di perguruan tinggi mulai memanas. Malang, yang dikenal sebagai barometer pendidikan nasional, menjadi tujuan utama berkat kehadiran deretan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul yang memiliki kualitas setara kampus negeri. Bagi calon mahasiswa baru (maba) yang tengah menimbang pilihan, pemilihan kampus tidak hanya soal lokasi, tetapi juga prestasi dan relevansi lulusan dengan dunia kerja. Berdasarkan data prestasi terbaru, berikut adalah lima PTS terbaik di Malang yang layak menjadi prioritas pilihan Anda. 1. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM): Kampus Unggul Berstandar Global Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) atau yang akrab disapa “Kampus Putih” tetap kokoh di posisi puncak PTS terbaik di Malang. Dengan akreditasi Unggul, UMM membuktikan kualitasnya melalui capaian tim robotika yang sukses menembus kompetisi di Amerika Serikat. Tak hanya itu, eksistensi mahasiswanya di kancah internasional diperkuat dengan banyaknya peserta yang lolos program beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Hingga saat ini, prodi Kedokteran, Ilmu Komunikasi, dan Manajemen masih menjadi primadona. Tingkat keketatan yang tinggi di jurusan ini menunjukkan kepercayaan publik yang besar terhadap kualitas pendidikan di UMM. 2. BINUS University Malang: Mencetak Digital Technopreneur Masa Depan Bagi maba yang membidik karier di sektor teknologi dan inovasi modern, BINUS University Malang adalah pilihan paling relevan. Kampus ini mengusung visi sebagai pusat Digital Technopreneur, yang terbukti melalui berbagai prestasi mahasiswa dalam ajang pameran teknologi dan pengembangan startup di tingkat nasional. Keunggulan kurikulum BINUS terletak pada keselarasan dengan kebutuhan industri digital. Jurusan seperti Computer Science, Digital Design, dan Entrepreneurship menjadi yang paling banyak diburu karena menjanjikan prospek karier yang sangat cerah di era transformasi digital saat ini. 3. Universitas Islam Malang (UNISMA): Kualitas Akademik Berbasis Religius Jika mencari perpaduan antara kecerdasan intelektual dan nilai spiritual, Universitas Islam Malang (UNISMA) adalah jawabannya. UNISMA kini telah menembus jajaran World Class University, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa standar pendidikan mereka telah diakui secara global. Kualitas ini terlihat dari performa prodi unggulan seperti Pendidikan Dokter, Peternakan, dan Agribisnis. UNISMA konsisten melahirkan lulusan berintegritas tinggi yang dibekali dengan pemahaman nilai-nilai keagamaan yang kuat, menjadikannya pilihan favorit bagi maba dari seluruh Indonesia. 4. Universitas Merdeka (UNMER) Malang: Gudang Prestasi dan Jaringan Alumni Universitas Merdeka (UNMER) Malang tetap menjadi rekomendasi utama berkat reputasinya dalam mencetak lulusan yang siap kerja. Tidak hanya di bidang akademik, UNMER sangat menonjol dalam prestasi non-akademik. Salah satunya adalah keberhasilan rutin mengirimkan delegasi ke ajang POMNAS dan meraih medali emas. Kekuatan utama UNMER terletak pada jaringan alumni dan akses karier yang luas. Program studi seperti Ilmu Hukum, Arsitektur, dan Psikologi menjadi favorit bagi calon mahasiswa yang ingin memastikan kemudahan akses ke dunia profesional setelah lulus nanti. 5. Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang: Kiblat Rekayasa Teknologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi destinasi terbaik bagi mereka yang ingin mendalami bidang teknik secara spesifik. Reputasi ITN sebagai kampus teknik jempolan dibuktikan melalui prestasi nasional, termasuk predikat sebagai “Tim Semangat Terbaik” dalam Kontes Mobil Hemat Energi. Keunggulan dalam riset teknis dan rekayasa ini menjadikan ITN sebagai rujukan utama untuk studi teknik. Program studi Teknik Sipil, Teknik Elektro, serta Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) tetap menjadi jurusan favorit yang memiliki standar kompetensi teknis tinggi bagi mahasiswanya. (dan/ian)
Terobosan UMM Siapkan Beasiswa Aktivis, Organisasi Mahasiswa Diakui sebagai Prestasi

Sebuah terobosan dilakukan UMM dengan menyiapkan Beasiswa Aktivis untuk mengakui Organisasi Mahasiswa sebagai prestasi./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Sebuah terobosan dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang akan menyiapkan Beasiswa Aktivis untuk mengakui Organisasi Mahasiswa juga dapat menjadi jalan prestasi. Terobosan ini terungkap lewat agenda yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM bertajuk ‘Dialektika Kampus Putih’ di Convention Hall Sengkaling Kuliner, Sabtu (4/4). Forum ini berlangsung hangat dan menjadi ruang silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus wadah dialog terbuka antara pimpinan universitas dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa). Selain membangun komunikasi, kegiatan ini juga menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat dukungan terhadap aktivitas mahasiswa. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T., menegaskan bahwa UMM terus berupaya mendorong pengembangan mahasiswa melalui berbagai program pendampingan dan fasilitasi kegiatan. “UMM berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kemahasiswaan. Seperti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mahasiswa kami fasilitasi mulai dari pendampingan hingga pelaksanaan. Kalau mahasiswa mengikuti lomba akademik maupun non-akademik, pasti kami dukung,” ungkap Nur Subeki. Komitmen tersebut juga diperkuat dengan rencana kebijakan baru yang tengah disiapkan kampus. Menurutnya, kampus putih akan menyiapkan mekanisme beasiswa khusus bagi mahasiswa aktivis, baik yang tergabung dalam BEM, Senat, Himpunan Mahasiswa, maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Mahasiswa aktivis juga akan dikategorikan sebagai mahasiswa berprestasi, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam pengembangan organisasi dan kepemimpinan. Pada momen ini, Presiden Mahasiswa UMM Wahyuddin Fahrurrijal menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi formal, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara mahasiswa dan pimpinan kampus. “Tujuan acara ini sebenarnya ajang halal bihalal sehabis lebaran, sekaligus silaturahmi dengan pimpinan dan organisasi kemahasiswaan. Di sini juga diagendakan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi maupun keluhan dari teman-teman Ormawa,” ucap Wahyuddin. Selama satu periode kepengurusannya, ia menyebut BEM UMM telah merancang dan melaksanakan berbagai program kerja yang berfokus pada kebutuhan mahasiswa. “Berbagai program kerja sudah kami rancang dan alhamdulillah banyak yang terlaksana. Ini menuju penghujung periode, dan program-program tersebut kami jalankan untuk mahasiswa berdasarkan kebutuhan mereka,” bebernya. Wahyuddin juga mengajak mahasiswa untuk lebih aktif terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, partisipasi di Ormawa tidak hanya memperkaya pengalaman, tetapi juga menjadi bekal penting untuk masa depan. “Harapannya teman-teman lebih aware bahwa kegiatan Ormawa memberikan manfaat untuk perkuliahan maupun pekerjaan. Pengalaman soft skill yang didapatkan akan menjadi bekal ke jenjang selanjutnya,” tegasnya. Melalui Dialektika Kampus Putih, UMM menegaskan bahwa ruang dialog antara mahasiswa dan pimpinan kampus akan terus diperkuat. Selain menjadi sarana aspirasi, forum ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan aktivitas kemahasiswaan berkembang sejalan dengan visi kampus yang mendorong mahasiswa aktif, berprestasi, dan berdampak. *** Editor: YAN
Informatika UMM Tembus Akreditasi Internasional IABEE, Siap Cetak Penakluk Teknologi Global

Informatika UMM menembus Akreditasi Internasional IABEE, prodi ini pun siap mencetak generasi penakluk teknologi global./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM –Program Studi (Prodi) Sarjana Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat langkah progresif dalam memperkuat kualitas akademiknya. Tahun ini, Prodi Informatika UMM resmi meraih capaian membanggakan berupa status Accredited dari lembaga akreditasi internasional The Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) untuk disiplin Computer Science, Informatics, and similarly named programs. Sertifikat bergengsi ini ditetapkan di Jakarta pada 31 Maret 2026 dan menjadi penegasan bahwa penyelenggaraan pendidikan di UMM terus diarahkan pada standar mutu dunia yang terukur, relevan, dan berkelanjutan. Ketua Program Studi Informatika UMM, Dr. Ir. Agus Eko Minarno, S.Kom., M.Kom., IPM., menyampaikan bahwa dalam dunia pendidikan tinggi yang kian kompetitif, akreditasi IABEE memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar penilaian formal atau pengesahan administratif. “Pengakuan ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun sistem pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan, penguatan kurikulum, proses akademik yang konsisten, serta budaya evaluasi yang berkesinambungan,” ungkap Agus. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini terwujud berkat kerja kolektif yang solid antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan dukungan penuh dari pimpinan universitas. Melalui capaian ini, mahasiswa dan calon mahasiswa diberikan keyakinan bahwa proses pendidikan yang mereka jalani berada dalam ekosistem yang sangat serius terhadap mutu. Pencapaian strategis ini juga sejalan dengan visi besar universitas untuk terus melebarkan sayap di kancah internasional seperti yang diusung Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Warek Salis menegaskan, raihan akreditasi ini merupakan wujud nyata dari kapasitas kampus putih. “Penghargaan di mana Teknik Informatika UMM mendapatkan akreditasi internasional IABEE ini, sekali lagi menjadi komitmen sekaligus bukti bahwa UMM siap bersaing di tingkat global,” ujar Salis. Salis juga mengingatkan bahwa esensi dari akreditasi bukanlah semata tentang gelar yang berhasil diraih, melainkan komitmen panjang untuk menjaga standar tersebut. “Ke depannya, kita harus jauh lebih semangat lagi untuk membangun kemitraan-kemitraan strategis dengan berbagai negara luar. Kita harus berpikir keras, berinovasi, dan mengembangkan beragam program positif agar lulusan UMM memiliki daya saing di tingkat global, bukan sekadar di tingkat nasional apalagi lokal. Akreditasi ini mendorong kita untuk berkontribusi bukan hanya untuk Indonesia, namun juga untuk dunia,” imbuhnya. Momentum penetapan akreditasi IABEE ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan pijakan awal sekaligus energi baru bagi Prodi Sarjana Informatika UMM. Peningkatan atmosfer akademik, pengembangan inovasi teknologi, serta perluasan kolaborasi akan terus diupayakan oleh kampus ini. Bagi alumni dan mitra industri, capaian ini juga memperkuat kepercayaan bahwa Informatika UMM terus berbenah secara sistematis untuk melahirkan lulusan yang berintegritas, menguasai keilmuan dengan matang, dan siap menjawab tantangan nyata di tengah pusaran dinamika era digital yang bergerak cepat. *** Editor: YAN