Mahasiswa UMM Tembus Riset Semikonduktor Taiwan, Kembangkan Teknologi Prediksi Cacat Produksi

INDOZONE.ID – Adrian Mutu Hidayat, mahasiswa Teknik Industri dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil menembus ketatnya persaingan industri teknologi dunia. Melalui program magang internasional bertajuk Formosa Talent Internship Program di National Formosa University (NFU) Taiwan, Adrian mengambil peran penting dalam pengembangan teknologi masa depan. Sejak mulai menetap di Taiwan pada Februari 2026, ia bergabung dengan Lean Management Laboratory, sebuah laboratorium yang berfokus pada efisiensi industri berbasis data. Prioritas utama risetnya adalah merancang algoritma pembelajaran mesin (machine learning) yang mampu memprediksi kerusakan atau cacat pada proses produksi semikonduktor. Hal ini sangat berpengaruh, karena dalam industri semikonduktor, kesalahan sekecil apa pun tidak diperbolehkan dan dapat menyebabkan kerugian besar. Dengan memprediksi cacat produksi lebih awal, penggunaan bahan baku yang bernilai tinggi dapat dioptimalkan, sehingga meningkatkan efisiensi perusahaan secara signifikan. Adrian mengungkapkan bahwa belajar di Taiwan memberikan perspektif baru yang sangat luas baginya. Ia tidak hanya belajar mengenai teknik manufaktur, tetapi juga bagaimana riset industri sangat dipengaruhi oleh isu-isu global, seperti kebijakan ekonomi internasional dan kondisi politik dunia. Lingkungan akademis di NFU sangat menekankan penggunaan data yang akurat dalam setiap pengambilan keputusan industri. “Integrasi internasional di sini sangat terasa. Semua topik diarahkan ke tingkat global, dan itu yang menurut saya masih jarang saya temui sebelumnya,” ungkapnya. Tentu saja, perjalanannya tidak selalu mulus. Adrian harus beradaptasi dengan budaya penelitian yang sangat disiplin dan standar akademik yang jauh lebih tinggi. Ia dituntut untuk memiliki pola pikir ilmiah yang kuat serta ketelitian ekstra dalam setiap langkah risetnya. Namun, tantangan tersebut berhasil ia lalui berkat dukungan penuh dari kampus asalnya, UMM. Pihak universitas juga memberikan kemudahan administrasi, terutama dalam hal penyetaraan nilai atau konversi SKS, sehingga ia bisa fokus sepenuhnya pada program di Taiwan tanpa kendala akademik di tanah air. Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, Adrian kini mendapatkan peluang emas untuk melanjutkan pendidikan magister melalui jalur cepat (fast track) di NFU Taiwan. Program ini memungkinkannya untuk meraih gelar master dalam waktu singkat, sekaligus menjadi modal kuat untuk bersaing di pasar kerja internasional. “Kalau ingin merasakan dunia kerja global, program seperti ini sangat layak untuk dicoba. Pengalamannya benar-benar berbeda dan membuka banyak peluang,” ujarnya. Keberhasilan Adrian menjadi bukti bahwa UMM mampu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap terjun ke dalam ekosistem industri canggih di tingkat dunia.
Dicintai Allah Ta’ala: Jalan Sederhana Meraihnya

Oleh : Dr. Ajang KusmanaDosen AIK Universitas Muhammadiyah Malang pwmu – Di antara sifat fi’liyyah (sifat yang berkaitan dengan perbuatan) Allah Azza wa Jalla adalah mencintai. Sifat ini telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Karena itu, kita wajib mengimani sifat ini tanpa mentakwilkan atau mengubah maknanya, sebab hal tersebut termasuk penyimpangan. Salah satu sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Al-Mahabbah (cinta), yaitu Allah mencintai hamba-Nya yang beriman, bertakwa, dan beramal saleh. Dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang menjelaskan siapa saja yang dicintai oleh Allah. Banyak orang ingin dicintai Allah dan juga dicintai manusia. Namun, tahukah kita bahwa ada amalan sederhana yang dapat mengantarkan pada keduanya? Dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu berkata: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ: دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِيَ النَّاسُ؟ فَقَالَ: «اِزْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ “Ada seseorang datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang apabila aku lakukan, Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.’ Beliau menjawab, ‘Zuhudlah di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Begitu pula, zuhudlah dari apa yang ada di tangan manusia, maka manusia akan mencintaimu’.” (HR Ibnu Majah: 4102) Hadis ini menunjukkan bahwa kunci dicintai Allah dan manusia adalah zuhud. Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, tetapi tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Orang yang zuhud akan lebih yakin dengan balasan di sisi Allah daripada apa yang ada di dunia. Ia tidak takut miskin ketika bersedekah, dan tidak berputus asa saat tertimpa musibah. Sebaliknya, ia berharap pahala dan ridha Allah sebagai tujuan utama hidupnya. Penetapan sifat cinta Allah juga dijelaskan dalam berbagai hadis, di antaranya: عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ خَيْبَرَ :لَأُعْطِيَنَّ هَذِهِ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلًا يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَى يَدَيْهِ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada perang Khaibar: “Aku akan memberikan bendera ini kepada seorang laki-laki yang Allah memberikan kemenangan melalui tangannya. Ia mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah serta Rasul-Nya mencintainya.” (HR. Bukhari no. 2942; Muslim no. 6376) Hadis ini menunjukkan bahwa kecintaan kepada Allah dan Rasul menjadi sebab mendapatkan cinta dari Allah. Dalam hadis lain disebutkan: عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ، الْغَنِيَّ، الْخَفِيَّ Dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, merasa cukup (kaya hati), dan tersembunyi (tidak mencari popularitas).” (HR. Muslim no. 2965) Hadis ini menegaskan bahwa hamba yang dicintai Allah adalah mereka yang bertakwa, tidak bergantung pada dunia, dan tidak mencari pujian manusia. Jika ingin dicintai Allah dan manusia, maka latihlah hati untuk tidak bergantung pada dunia. Jadikan akhirat sebagai tujuan utama. Karena sejatinya, ketenangan dan kemuliaan hidup hanya dapat diraih ketika seseorang lebih dekat kepada Allah.
Dosen UMM Ciptakan Aplikasi Medis Berbasis AI, Deteksi Anemia Kini Cukup Pakai Kamera HP

KLIKMU.CO – Di era serbadigital, urusan cek kesehatan pun makin praktis dan berada di ujung jari. Menepis ketakutan banyak orang terhadap jarum suntik, dosen vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Ir Lailis Syafa’ah MT sukses menciptakan aplikasi deteksi anemia mandiri. Hanya bermodal kamera smartphone dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membaca citra mata, tes hemoglobin kini bisa dilakukan kapan saja dari rumah. Terobosan teknologi medis ini tidak digarap secara individual. Lailis menggandeng tim dosen dan mahasiswa Vokasi UMM lintas disiplin, termasuk La Febry Andira Rose Cynthia ST MT dan Zulfatman PhD. Lewat kolaborasi ini, mereka berupaya menghadirkan layanan deteksi dini kesehatan yang inklusif, praktis, dan mendobrak ketergantungan pada fasilitas klinis konvensional. “Selama ini banyak orang menunda pemeriksaan karena malas harus datang ke fasilitas kesehatan dan menjalani prosedur ambil darah yang tidak nyaman. Padahal, deteksi dini itu krusial untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Saya ingin membuat solusi praktis agar masyarakat bisa lebih sadar dan rutin mengecek kesehatannya secara mandiri,” kata Lailis, Selasa (14/4/2026). Perempuan yang juga menjabat dekan vokasi tersebut menjelaskan bahwa secara teknis aplikasi ini bekerja dengan memanfaatkan citra konjungtiva (selaput lendir) mata sebagai indikator visual. Foto mata yang diambil melalui kamera ponsel akan langsung diproses oleh AI yang telah dilatih dengan basis data khusus. Sistem membaca pola kecerahan dan karakteristik warna mata yang berkorelasi dengan kadar hemoglobin (Hb), lalu mengklasifikasikannya menjadi estimasi nilai. Mekanisme ini menggeser praktik uji laboratorium menjadi cukup melalui sentuhan jari di layar perangkat pribadi. “Yang kami kembangkan bukan sekadar aplikasi, tetapi sebuah sistem canggih yang mampu menerjemahkan data visual menjadi informasi kesehatan medis. Proses ini membutuhkan pemodelan yang sangat presisi agar hasilnya tetap akurat ketika digunakan oleh berbagai pengguna dengan kondisi berbeda,” jelasnya. Gagasan ini bukan proyek instan. Risetnya bermula dari studi doktoral Lailis di bidang kedokteran yang berfokus pada pemodelan kesehatan melalui variabel citra. Dalam pengembangannya, sistem ini terus “belajar” menghubungkan kondisi mata dengan kadar hemoglobin. Hingga kini, tingkat akurasi aplikasi telah menyentuh kisaran 80 persen, sebuah indikator menjanjikan untuk riset yang masih dalam tahap pengembangan lanjutan. “Karena riset ini bertumpu pada machine learning, maka semakin banyak dan beragam datanya, hasil analisisnya akan semakin tajam. Saat ini sistemnya terus kami sempurnakan agar klasifikasinya makin presisi untuk penggunaan massal,” ungkapnya. Ke depan, Lailis memproyeksikan aplikasi ini menjadi alat deteksi mandiri harian bagi masyarakat luas. Secara spesifik, pengembangannya juga difokuskan untuk membantu kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan hemoglobin rutin tanpa rasa sakit, seperti ibu hamil. “Harapannya, teknologi seperti ini bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan layanan kesehatan. Deteksi dini tidak harus selalu menunggu antrean di rumah sakit, tetapi bisa dimulai dari kesadaran individu dari rumah masing-masing untuk memantau kondisi tubuhnya,” tuturnya optimistis. (Faqih/AS)
Tapak Suci UMM Borong Medali di Paku Bumi Open

Teriakan lantang penuh semangat dalam setiap sesi latihan menjadi energi utama bagi tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kedisiplinan, kekompakan, dan mental juang yang terus diasah terbukti sukses mengantarkan seluruh delegasi atletnya memborong medali pada kejuaraan nasional Paku Bumi Open Championship yang digelar pada 4–5 April di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Di kategori Seni Tunggal IPSI, gelar Juara 1 sukses diamankan oleh Nurmalita Aulia di sektor putri dan M. Abdul Rozzaq Naufal di sektor putra. Dominasi tersebut berlanjut pada nomor ganda, di mana pasangan M. Azwin Kurniawan dan M. Allam Imaduddin menyabet Juara 1 Ganda Putra, disusul oleh Balqies Al-Mulkiyah dan Rosyidatul Hasanah yang meraih Juara 1 Ganda Putri. Selain itu, Kelvin Putra Mahendra turut menorehkan prestasi sebagai Juara 2 Tanding Kelas G Putra. Melengkapi pencapaian luar biasa tim ini, medali perunggu masing-masing berhasil dibawa pulang oleh Nurdin Doni Tupen, Jesica Indira Fauzi, Jeryfer Rinda Salsabila, dan Dzakiyah Talita Saki. Ketua UKM Tapak Suci UMM, Rio Esa Prayoga, menjelaskan bahwa prestasi ini lahir dari persiapan panjang dan terencana. “Latihan dilakukan secara rutin lima kali dalam seminggu. Ritme latihan yang terjaga serta suasana kompetitif di internal tim menjadi faktor penting dalam meningkatkan performa,” ungkapnya. Keberhasilan ini juga didukung penuh oleh fasilitas menyeluruh dari pihak kampus—mulai dari pendanaan operasional, transportasi, hingga penyediaan sarana latihan memadai agar atlet bisa fokus mencetak prestasi. Meskipun seluruh atlet membawa pulang medali, Rio mengingatkan bahwa hasil ini tetap menjadi bahan evaluasi menuju target yang lebih optimal. “Tantangan utama dunia olahraga sering kali datang dari dalam diri atlet itu sendiri. Kuncinya adalah membiasakan diri disiplin, menjaga konsistensi, serta memperkuat doa dan ibadah,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., mengungkapkan rasa bangganya atas capaian gemilang tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa universitas akan selalu hadir mendukung pengembangan potensi mahasiswa. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras, kedisiplinan, dan mental juara yang ditunjukkan oleh tim Tapak Suci. Prestasi di ajang nasional ini membuktikan bahwa mahasiswa UMM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh di bidang non-akademik. Jadikan hasil ini sebagai pemacu semangat untuk mendulang lebih banyak emas di The 1st Muhammadiyah Games 2026 mendatang,” tegasnya. UMM terus berkomitmen menyediakan ekosistem dan fasilitas terbaik guna mencetak generasi berprestasi yang berdaya saing. Melalui sinergi antara semangat pantang menyerah para atlet dan dukungan penuh kampus, tradisi juara ini diharapkan terus berlanjut dan mampu mengharumkan nama almamater di kancah nasional hingga internasional.(*vin/faq) Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Hebat! Kampus UMM Raih Kemitraan UNESCO demi Jaga Kelestarian Air Dunia lewat Inovasi Cerdas

Portalbontang.com, Malang – Komitmen nyata dalam menjaga ekosistem lingkungan hidup kembali membawa institusi pendidikan tanah air ke panggung dunia. Prestasi membanggakan ini diraih melalui dedikasi panjang dalam melakukan riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas. Kampus UMM secara resmi ditetapkan sebagai mitra global untuk menjalankan program ekosistem air yang berkelanjutan. Pencapaian ini mengukuhkan posisi institusi sebagai pemegang status Kemitraan UNESCO yang hanya dimiliki tiga kampus di Indonesia. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari inovasi yang terus dikembangkan. Salah satu fokus utama dalam misi Kelestarian Air Dunia ini adalah penyelamatan sistem irigasi tradisional di kawasan Bali. “Kita memang tidak secara khusus merawat airnya secara langsung saat itu. Namun, melalui pengembangan smart farming dan energi terbarukan, kita secara otomatis menyelamatkan daerah resapan air. Dari sanalah, pada tahun 2024 lalu, UMM mendapat penghargaan bergengsi UNESCO atas upaya konservasi di Subak,” jelas Salis. Inovasi pertanian cerdas tersebut terbukti mampu mengembalikan kesehatan tanah yang sebelumnya rusak akibat penggunaan pestisida kimia. Langkah ini secara otomatis mencegah alih fungsi lahan sawah menjadi kawasan vila yang mengancam ketersediaan air bersih. Selain di Bali, pengerahan puluhan akademisi ke wilayah NTT juga dilakukan untuk memetakan titik sumber air baru bagi warga. Penerapan teknologi desalinasi bertenaga surya menjadi proyek lanjutan guna menjamin pasokan air bersih di wilayah timur tersebut. Di sektor energi, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro menjadi bukti nyata kapasitas kampus sebagai eksekutor solusi. Aliran Sungai Brantas berhasil diolah menjadi sumber listrik ramah lingkungan melalui fasilitas PLTMH yang dibangun secara mandiri. Pengakuan internasional ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus konsisten menjaga lingkungan. ***
UMM Buka Jalur Kuliah Tanpa Tes untuk Influencer dan Konten Kreator, Syaratnya Cuma Satu?

fin.co.id – Kabar menarik datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru tanpa tes khusus bagi influencer dan konten kreator. Program ini menjadi salah satu inovasi kampus dalam merespons perkembangan era digital yang semakin pesat. Pendaftaran jalur khusus ini telah dibuka sejak 1 April 2026 dan akan berlangsung hingga 25 Juni 2026. Dengan adanya jalur ini, para kreator digital memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus mengikuti seleksi tes akademik konvensional. Syarat Utama Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menjelaskan bahwa syarat pendaftaran jalur ini sangat relevan dengan keseharian generasi muda saat ini. Calon mahasiswa cukup menunjukkan eksistensi mereka di media sosial dengan jumlah pengikut tertentu. Adapun syarat minimalnya adalah: 5.000 subscriber di YouTube atau 10.000 followers di Instagram atau 10.000 followers di TikTok Namun demikian, jumlah pengikut yang tinggi bukan satu-satunya faktor penilaian. Menurut Ahmad Juanda, pihak kampus tetap menerapkan filter ketat terhadap kualitas konten yang diproduksi calon mahasiswa. UMM menegaskan bahwa jalur ini tidak sekadar mencari popularitas di media sosial. Kampus tetap menilai substansi dan kualitas konten yang dihasilkan oleh calon mahasiswa. Konten yang diproduksi harus: kreatif edukatif memberikan energi positif bagi masyarakat Hal ini menjadi bagian dari komitmen kampus untuk tetap menjaga nilai akademik dan etika digital. “UMM tetap memasang filter ketat. Konten yang diproduksi wajib kreatif, edukatif, dan menularkan energi positif,” ujar Ahmad Juanda Menurut Ahmad Juanda, program ini merupakan bentuk adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi literasi digital generasi Z. Ia menilai institusi pendidikan tidak boleh menutup mata terhadap munculnya profesi-profesi baru yang lahir dari perkembangan teknologi dan media sosial. “Dunia sudah berubah, dan cara kita menilai kecerdasan anak bangsa juga harus berekspansi,” jelasnya. Ia juga menilai para konten kreator memiliki peran penting dalam memengaruhi generasi mereka. Dalam pandangannya, influencer dan kreator digital dapat menjadi public relations bagi generasi mereka sendiri. Mereka memiliki panggung, algoritma, serta pengaruh besar di media sosial yang mampu menjangkau jutaan orang. Melalui jalur khusus ini, UMM ingin mengarahkan potensi tersebut agar tidak hanya berhenti pada popularitas semata. “Para konten kreator ini punya panggung dan pengaruh besar. Melalui jalur ini, UMM ingin mewadahi bakat tersebut agar anak muda kita tak sekadar asal viral,” katanya. Selain membuka peluang bagi para influencer, program ini juga menjadi strategi UMM untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kreatif secara digital tetapi juga memiliki integritas akademik. Menurut Ahmad Juanda, kampus ingin membekali para kreator digital dengan dasar pendidikan yang kuat agar mereka mampu memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat. “Jika mereka sudah mahir berkomunikasi secara visual di media sosial, UMM siap memolesnya menjadi talenta profesional,” ujarnya. Dengan begitu, para kreator digital dapat berkembang menjadi figur yang tidak hanya populer, tetapi juga berkontribusi positif bagi publik. Hadirnya jalur influencer ini diharapkan dapat menarik lebih banyak talenta muda dari dunia digital untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga memperkuat posisi UMM sebagai kampus yang mampu membaca perubahan zaman. Menurut Ahmad Juanda, kampus harus proaktif menghadapi perkembangan teknologi dan pola karier generasi muda. Dengan pendekatan ini, karya kreatif di dunia maya tidak lagi sekadar menjadi hiburan atau tren sesaat. “Kini saatnya mengubah karya kreatif di dunia maya menjadi tiket menuju masa depan yang cerah,” pungkasnya. (*)
UMM Sasar Kreator Digital, Buka Jalur Masuk Tanpa Tes Tulis

www.majelistabligh.id – Universitas Muhammadiyah Malang membuka jalur penerimaan mahasiswa baru khusus influencer dan konten kreator mulai 1 April hingga 25 Juni 2026. Lewat jalur ini, calon mahasiswa bisa mendaftar tanpa ujian tulis, cukup dengan modal jumlah pengikut dan portofolio digital. Syaratnya, pendaftar harus memiliki minimal 5.000 subscriber di YouTube atau 10.000 followers di Instagram maupun TikTok. Namun, UMM tetap menekankan kualitas konten—harus kreatif, edukatif, dan berdampak positif—sebagai syarat utama, bukan sekadar popularitas. Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk adaptasi kampus terhadap perkembangan literasi digital generasi Z. “Dunia sudah berubah, dan cara kita menilai kecerdasan anak bangsa juga harus berekspansi. Para konten kreator ini adalah public relations bagi generasinya. Mereka punya panggung, algoritma, dan pengaruh besar. Melalui jalur ini, UMM ingin mewadahi bakat tersebut agar anak muda kita tak sekadar asal viral, tetapi juga dibekali dengan fondasi akademik yang matang dan berintegritas,” tegasnya. Ia menambahkan, program ini menjadi langkah strategis untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga beretika. “Kami mencari mereka yang bisa menginspirasi publik. Jika mereka sudah mahir berkomunikasi secara visual di media sosial, UMM siap memolesnya menjadi talenta profesional yang dampaknya jauh lebih luas bagi masyarakat,” imbuhnya. Melalui jalur ini, UMM berharap dapat menjaring talenta digital potensial sekaligus memperkuat posisinya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (*/tim)
Dipercaya UNESCO, UMM Kawal Misi Kelestarian Air Dunia

Sketsamalang.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Pada tahun 2026, Kampus Putih secara resmi ditetapkan sebagai mitra UNESCO (UNESCO Chair and Host Institution) untuk program Sustainable Water Ecosystem. Pencapaian prestisius ini menempatkan UMM sebagai satu dari tiga kampus di Indonesia yang berhasil meraih status kemitraan global tersebut. Pencapaian luar biasa ini bukanlah proses instan, melainkan buah dedikasi panjang dalam riset dan pengabdian masyarakat. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa visi UMM untuk memberikan kontribusi di level internasional telah mendorong kampus ini terus berinovasi hingga sukses menembus kemitraan UNESCO. Sebagai mitra resmi UNESCO, UMM kini mengemban amanah besar memotori program keberlanjutan ekosistem air. Komitmen “Kampus Berdampak” ini direalisasikan melalui tiga program strategis. Pertama, merespons krisis air dan alih fungsi lahan yang mengancam sistem irigasi tradisional warisan dunia di kawasan Subak, Tabanan, Bali. PLTMH UMM di Sumber Maroon Kala itu, penggunaan pestisida kimia berlebihan memicu degradasi kualitas lahan, membuat tanah keras, dan menurunkan tingkat kesuburan secara drastis. Kondisi krisis ini mendesak petani mengambil jalan pintas dengan mengalihfungsikan sawah menjadi kawasan vila, yang berdampak fatal pada hilangnya daerah resapan air. UMM pun hadir memberikan solusi nyata melalui penerapan inovasi green farming dan smart farming guna mengembalikan kesehatan tanah sekaligus meningkatkan efisiensi panen. “Kita memang tidak secara khusus merawat airnya secara langsung saat itu. Namun, melalui pengembangan smart farming dan energi terbarukan, kita secara otomatis menyelamatkan daerah resapan air. Dari sanalah, pada tahun 2024 lalu, UMM mendapat penghargaan bergengsi UNESCO atas upaya konservasi di Subak,” jelas Salis. Langkah strategis kedua, komitmen UMM turut menyasar pengembangan wilayah Indonesia Timur dengan menerjunkan 52 Akademisi kampus putih ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Misi utama pengerahan ahli ini berfokus pada pemetaan titik sumber air baru, membangun sistem ketahanan pangan, dan menekan angka stunting. Sebagai proyek lanjutan, UMM saat ini tengah menyiapkan implementasi teknologi desalinasi bertenaga surya untuk menjamin pasokan air bersih bagi masyarakat setempat. Ketiga, di sektor energi terbarukan, UMM membuktikan kapasitasnya sebagai eksekutor melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Lewat fasilitas PLTMH 1 dan 2 di kompleks kampus dan Taman Rekreasi Sengkaling, aliran Sungai Brantas berhasil disulap menjadi sumber listrik ramah lingkungan. UMM juga berekspansi membantu pengembangan PLTMH di berbagai wilayah, termasuk menghidupkan sektor ekowisata di Sumber Maron dan Boonpring Turen. Pengakuan level dunia dari UNESCO tidak membuat UMM berpuas diri. Salis menegaskan, status ini merupakan amanah dan penyemangat agar kampus konsisten berada di garda terdepan dalam isu keberlanjutan. Visi pelestarian ini lekat dengan napas Islam Berkemajuan milik persyarikatan Muhammadiyah. “Kita tidak hanya berpikir tentang hari ini, tapi berpikir 50, 100, hingga 500 tahun ke depan untuk anak cucu kita. Mereka membutuhkan lingkungan yang tetap sustain, termasuk ketersediaan airnya,” pungkasnya.(*)
Mendunia! UMM Jadi Mitra Resmi UNESCO Urus Kelestarian Air, Garap Subak Bali hingga NTT

MALANG, SurabayaPost.id – Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendunia. Kampus Putih resmi ditunjuk UNESCO sebagai UNESCO Chair and Host Institution untuk program Sustainable Water Ecosystem tahun 2026. Dengan status ini, UMM masuk jajaran elit: satu dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya UNESCO mengawal isu kelestarian air global. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., menyebut capaian ini bukan kebetulan. “Ini buah dedikasi panjang riset dan pengabdian. Visi UMM untuk berdampak di level internasional membuat kami terus berinovasi sampai akhirnya diakui UNESCO,” tegasnya, Minggu (13/4/2026). Status mitra resmi UNESCO membawa tiga mandat besar bagi UMM. Garap Subak Bali, Selamatkan Resapan Air Kegiatan Pengembangan dan Pemeliharaan Subak Bali oleh UMM Misi pertama adalah menyelamatkan sistem irigasi Subak di Tabanan, Bali yang sempat krisis. Penggunaan pestisida kimia berlebihan membuat tanah mengeras dan kesuburan merosot drastis. Banyak petani akhirnya alih fungsi sawah jadi vila. Akibatnya, daerah resapan air hilang. UMM turun tangan dengan green farming dan smart farming. Hasilnya, kesehatan tanah pulih dan efisiensi panen naik. Petani pun kembali bertahan di sawah. “Kita tidak merawat airnya langsung, tapi lewat smart farming dan energi terbarukan, kita otomatis menyelamatkan daerah resapan. Dari sanalah, 2024 lalu UMM dapat penghargaan UNESCO atas konservasi Subak,” terang Salis. 52 Akademisi Diterjunkan ke NTT Misi kedua menyasar Indonesia Timur. UMM mengerahkan 52 akademisi ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Tugasnya tiga: memetakan titik sumber air baru, membangun ketahanan pangan, dan menekan stunting. Sebagai kelanjutan, UMM kini menyiapkan teknologi desalinasi bertenaga surya. Harapannya, warga NTT bisa dapat pasokan air bersih tanpa tergantung musim. Sulap Brantas Jadi Listrik, Hidupkan Ekowisata Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro milik UMM Misi ketiga adalah pembuktian di sektor energi terbarukan. Lewat PLTMH 1 dan 2 di kampus dan Taman Rekreasi Sengkaling, UMM menyulap aliran Sungai Brantas jadi listrik ramah lingkungan. UMM juga ekspansi membantu PLTMH di daerah lain, termasuk menghidupkan ekowisata Sumber Maron dan Boonpring Turen, Kabupaten Malang. Salis menegaskan, status UNESCO Chair adalah amanah, bukan piala untuk dipajang. “Visi ini sejalan dengan Islam Berkemajuan Muhammadiyah. Kita berpikir 50, 100, hingga 500 tahun ke depan. Anak cucu kita butuh lingkungan yang sustain, termasuk airnya,” pungkasnya. Dengan status baru ini, UMM berkomitmen jadi motor kolaborasi riset dan aksi lapangan. Dari Malang, untuk kelestarian air dunia. (lil).
Dari Malang untuk Indonesia: FEB UMM Tawarkan Solusi Atasi Ketimpangan Ekonomi

Melalui kolokium doktoral, enam akademisi FEB UMM menghadirkan rekomendasi strategis berbasis potensi lokal, integrasi nilai spiritual, serta penguatan sumber daya manusia guna mendorong pemerataan pembangunan ekonomi berkelanjutan nasional. Tagar.co – Di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, kebutuhan akan strategi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar Colloquium Post Doctoral bertajuk “Risalah Ekonomi dan Bisnis Berkemajuan: Integrasi Business Sustainability dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.” Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, di Aula GKB 4 UMM ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan serta mendiseminasikan hasil riset para dosen yang baru menyelesaikan studi doktoral. Kolokium ini sekaligus memetakan kepakaran akademik dan memperkuat kontribusi keilmuan FEB UMM dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi yang inklusif. Sebanyak enam dosen mempresentasikan disertasi mereka, yakni M. Sri Wahyudi S., M.E., Ph.D.; Dr. Ida Nuraini, M.Si.; Yeyen Pratika, MBA., Ph.D.; Dr. Sri Wahjuni L., M.M., Ak., CA.; Fika Fitriasari, M.M., Ph.D.; dan Novita Ratna Satiti, M.M., Ph.D. Forum ini juga bertujuan memastikan bahwa temuan disertasi tidak berhenti pada ranah akademik, tetapi dapat diaplikasikan secara luas oleh pemangku kebijakan dan masyarakat. Baca Juga: Prof. Chun-Yen Chang: AI Bisa Gerus Daya Pikir Kritis, Guru Tetap Kunci Pendidikan Pendekatan Spiritual dalam Mengukur Kesejahteraan Dalam presentasinya, M. Sri Wahyudi S., M.E., Ph.D. menyoroti persoalan kemiskinan dan ketimpangan global. Ia menilai bahwa indikator kesejahteraan yang digunakan lembaga internasional seperti World Bank dan UNDP masih terlalu materialistik serta belum mengakomodasi dimensi moral dan spiritual. Melalui perspektif ekonomi Islam, ia menawarkan pendekatan holistik dengan mengukur kesejahteraan berdasarkan penjagaan terhadap lima dimensi utama (maqashid syariah), yakni agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. “Selama ini kesejahteraan sering diukur dari angka ekonomi semata. Kita memerlukan indikator yang lebih utuh. Integrasi nilai spiritual menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga martabat manusia,” tegasnya. Mengatasi Ketimpangan Wilayah Berbasis Potensi Lokal Sementara itu, Dr. Ida Nuraini, M.Si. mengangkat isu ketimpangan ekonomi antarwilayah, khususnya kesenjangan antara kawasan barat dan timur Indonesia. Ia mengkritik kebijakan pembangunan daerah yang cenderung seragam atau copy-paste, tanpa mempertimbangkan potensi dan karakteristik lokal. “Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda dan tidak bisa disamaratakan. Perencanaan pembangunan harus berbasis data serta kebutuhan nyata masyarakat lokal,” ungkapnya. Baca Juga: UMM Salurkan THR Rp314,6 Juta untuk 525 Guru dan Karyawan AUA di Malang Sebagai solusi, Ida mengusulkan pendekatan berbasis ekologi wilayah yang dipadukan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia guna mendorong pemerataan pembangunan. Dorongan Akselerasi Kepakaran dan Kolaborasi Global Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menegaskan bahwa kolokium ini merupakan agenda strategis untuk pengembangan institusi sekaligus identifikasi kepakaran dosen. Ia juga mendorong para doktor baru untuk segera mengakselerasi kenaikan jabatan akademik menuju guru besar. “FEB memiliki potensi besar untuk melahirkan banyak guru besar. Momentum ini perlu diiringi dengan inovasi seperti program mikrokredensial dan kolaborasi internasional guna meningkatkan daya saing institusi,” ujarnya. Refleksi Arah Pembangunan Ekonomi Indonesia Secara keseluruhan, Colloquium Post Doctoral FEB UMM menjadi refleksi kritis terhadap arah pembangunan ekonomi Indonesia. Integrasi aspek ekonomi, sosial, dan spiritual yang diusung para akademisi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ekosistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, FEB UMM menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis yang berkemajuan serta relevan dengan tantangan global. (#)