Pakar Ungkap Cara Ikan Sapu-sapu Merusak Ekosistem

omeMTVN Corner Pterygoplichthys disjunctivus. (Dok. U.S. Geological Survey) Muhamad Marup • 26 April 2026 22:07 MetroTVNews – Jakarta: Ikan sapu-sapu menjadi sorotan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan penangkapan massal ikan tersebut. Ikan sapu-sapu menjadi ancaman ekologis serius yang diam-diam melumpuhkan kelestarian perairan. Dosen Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rindya Fery Indrawan, memberikan peringatan keras bahwa ledakan populasi spesies invasif ini berpotensi memicu kolapsnya struktur rantai makanan sekaligus menyapu bersih eksistensi ikan-ikan endemik lokal. “Proses perusakan ekosistem ini terjadi melalui tiga mekanisme utama yang saling berkaitan,” ujar Fery, dalam keterangan resminya, Minggu, 26 April 2026. Tiga Mekanisme 1. Merebut sumber makanan Ikan sapu-sapu merebut sumber nutrisi utama seperti alga dan mikroorganisme dasar yang seharusnya menjadi pakan ikan lokal kita. 2. Berkembang biak masif Spesies ikan invasif ini berkembang biak dengan sangat masif hingga mengambil alih ruang hidup ekosistem 3. Merusak sungai Kebiasaanmenggali lubang di tepian sungai menyebabkan erosi parah dan menghancurkan secara fisik tempat pemijahan alami ikan lokal. Karakteristik Ikan Sapu-sapu Fery mengungkapkan, ikan sapu-sapu memiliki sifat omnivora oportunistik. Saat pakan utama menipis, mereka tak segan memangsa telur dan larva ikan endemik. “Aktivitas mereka yang terus menyapu dasar perairan juga membuat telur-telur ikan lokal tertimbun sedimen hingga gagal menetas. Spesies perairan bawah seperti nilem, tawes, wader, dan betok pun kini berada di ambang kepunahan lokal,” terangnya. Ia menambahkan, sulitnya menekan laju populasi spesies ini tidak lepas dari kemampuannya sebagai super survivor. Tubuh ikan sapu-sapu dilindungi oleh pelat keras dan sirip berduri tajam, menjadikannya mangsa yang dihindari oleh predator alami lokal seperti biawak. “Tingkat adaptasinya pun ekstrem; mereka mampu bertahan hidup di perairan dengan kadar oksigen yang sangat minim,” tuturnya. Penanganan Komprehensif Penanganan ikan sapu-sapu di Jakarta. Antara. Fery mendesak adanya mitigasi komprehensif, mulai dari penangkapan massal untuk menekan biomassa, hingga pemanfaatannya secara ekonomi. Daripada dibuang, ikan ini dapat diolah menjadi bahan baku tepung ikan atau pakan ternak berprotein tinggi. “Dengan catatan tidak untuk konsumsi manusia jika berasal dari perairan tercemar logam berat,” terangnya. Edukasi publik juga menjadi kunci mutlak. Fery melarang keras kebiasaan masyarakat yang sering melepaskan ikan predator peliharaan dari akuarium ke alam liar. “Ini bukan sekadar menyelamatkan satu spesies, tapi menjaga keseimbangan alamiah. Jika tidak ada sinergi lintas sektor, kita berisiko besar kehilangan ikan lokal yang menjadi identitas serta penopang ketahanan pangan bangsa,” ucapnya.
Biaya Kuliah Jurusan Kedokteran di UWKS Ubaya, Universitas Petra dan UMM

Lihat Foto Ilustrasi dokter (Freepik/katemangostar). KOMPAS.com – Calon mahasiswa yang berada di Provinsi Jawa Timur dan mengincar Jurusan Kedokteran perlu mengetahui juga besaran biaya kuliah di kampus swasta. Di Jawa Timur, terdapat beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) ternama yang memiliki Jurusan Kedokteran. Biaya kuliah Jurusan Kedokteran di kampus swasta ini dapat menjadi rencana cadangan jika kamu belum berhasil lolos di Jurusan Kedokteran di kampus negeri. Jurusan Kedokteran sejak dahulu hingga sekarang masih menjadi salah satu jurusan favorit. Meskipun biaya kuliahnya mahal dan waktu studinya panjang, jurusan ini tetap menjadi incaran para calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Berikut Kompas.com rangkum biaya kuliah Jurusan Kedokteran di UWKS (Universitas Wijaya Kusuma Surabaya), Ubaya (Universitas Surabaya), Universitas Kristen Petra, dan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang). Biaya kuliah Jurusan Kedokteran UWKS Dikutip dari akun Instagram resmi, Minggu (26/4/2026), untuk masuk Jurusan Kedokteran di UWKS terdapat dua jalur yang bisa dipilih, yaitu jalur rapor (bebas tes) dan jalur reguler (dengan tes). Calon mahasiswa yang ingin mendaftar Jurusan Kedokteran UWKS perlu membayar biaya formulir pendaftaran sebesar Rp1 juta. Biaya ini dibayarkan setelah membuat akun dan memilih FK (Fakultas Kedokteran) agar dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Baca juga: Biaya Kuliah Jurusan Kedokteran 4 PTS di Yogyakarta, Termurah Kampus Mana? Uang Sumbangan Pendidikan (USP) dibayarkan satu kali di awal kuliah: Gelombang 1: Rp250 juta (setelah potongan menjadi Rp200 juta) Gelombang 2: Rp300 juta Gelombang 3: Rp350 juta Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama kuliah dibayar setiap 3 bulan sebesar Rp15 juta. Total biaya awal masuk Jurusan Kedokteran UWKS setelah dinyatakan diterima dan mendapatkan pemberitahuan melalui email adalah sebagai berikut: USP: Rp200 juta Biaya her registrasi: Rp21.150.000 UKT 3 bulan: Rp15 juta Total: Rp236.150.000 Lihat Foto Ilustrasi biaya kuliah di Universitas Sanata Dharma (tangkapan layar laman Universitas Sanata Dharma). Biaya kuliah Jurusan Kedokteran Ubaya Biaya kuliah di Ubaya terdiri dari Uang Sumbangan Pendidikan (USP) dan Uang Penyelenggaraan Pendidikan (UPP). Berdasarkan biaya kuliah Ubaya 2025–2026, berikut rinciannya: Biaya USP jalur khusus Kedokteran: Tunai: Rp325 juta Angsuran ke-1: Rp75 juta Angsuran ke-2: Rp66.562.500 Angsuran ke-3: Rp66.562.500 Angsuran ke-4: Rp66.562.500 Angsuran ke-5: Rp66.562.500 Biaya UPP per semester: Total: Rp38.850.000 Angsuran 5 kali: Rp7.770.000 Tunai: Rp37 juta Persyaratan: lulusan SMA IPA (3 tahun terakhir) dan tidak buta warna. Biaya Kedokteran Universitas Kristen Petra Surabaya Biaya kuliah Jurusan Kedokteran di Universitas Kristen Petra untuk tahun akademik 2026–2027 adalah sebagai berikut: Uang Sumbangan Masuk (USM): Rp250 juta USM Sukarela: sesuai kemampuan calon mahasiswa Tuition fee per semester: Rp32,5 juta Biaya kuliah Jurusan Kedokteran UMM Berikut biaya kuliah Jurusan Kedokteran di UMM untuk tahun ajaran 2026/2027: Biaya Studi Semester (BSS) reguler I: Rp103.350.000 BSS reguler II: Rp123.350.000 BSS semester II–III: Rp101.700.000 BSS semester IV–VII: Rp27.300.000 Demikian informasi mengenai biaya kuliah Jurusan Kedokteran di UWKS, Ubaya, Universitas Kristen Petra, dan UMM. KOMPAS.com berkomitmen memberikan informasi yang jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme berkualitas dan nikmati kenyamanan membaca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang.
Marak Diburu, Ini Alasan Ikan Sapu-Sapu Jadi Ancaman Menurut Pakar

Dosen Perikanan UMM, Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP dan ilustrasi Ikan Sapu-Sapu (ist) JATIMTIMES – Ancaman terhadap ekosistem perairan darat tidak selalu terlihat di permukaan, namun dampaknya bisa sangat merusak. Di balik aliran sungai yang tampak tenang, keberadaan ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) justru menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan keseimbangan hayati. Spesies invasif ini kini tidak hanya dianggap mengganggu, tetapi juga berbahaya, hingga memicu gelombang perburuan di berbagai daerah yang ramai diberitakan dan viral di media sosial. Pakar dan Dosen Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP., menjelaskan bahwa bahaya ikan sapu-sapu berakar dari kemampuannya merusak ekosistem secara sistematis. Ia menyebut, salah satu dampak utama adalah perebutan sumber pakan yang tidak seimbang. “Pertama, terjadi kompetisi pakan yang tidak seimbang. Ikan sapu-sapu merebut sumber nutrisi utama seperti alga dan mikroorganisme dasar yang seharusnya menjadi pakan ikan lokal kita,” ungkapnya. Tak berhenti di situ, ikan ini berkembang biak dengan sangat cepat hingga mendominasi biomassa perairan. Dalam kondisi tertentu, populasinya mampu menguasai ruang hidup ikan lain, seperti yang terjadi di sejumlah sungai besar, termasuk di wilayah Jakarta. Dominasi ini membuat ikan lokal semakin tersingkir dan kesulitan bertahan. Kerusakan juga terjadi secara fisik pada lingkungan. Kebiasaan ikan sapu-sapu menggali lubang di tepian sungai mempercepat erosi dan merusak habitat pemijahan alami. Akibatnya, proses reproduksi ikan lokal terganggu, bahkan gagal berlangsung. Situasi ini semakin diperparah oleh sifat ikan sapu-sapu yang omnivora oportunistik. Ketika pakan utama berkurang, ikan ini tidak segan memangsa telur dan larva ikan lain. Aktivitasnya yang terus menyapu dasar perairan juga menyebabkan telur-telur ikan tertimbun sedimen dan gagal menetas. Dampaknya, ikan endemik seperti nilem, tawes, wader, dan betok kini berada dalam tekanan serius dan terancam punah secara lokal. Kemampuan bertahan hidup ikan sapu-sapu menjadi alasan lain mengapa spesies ini sulit dikendalikan. Tubuhnya dilapisi pelat keras dan dilengkapi sirip berduri tajam, sehingga jarang dimangsa predator alami seperti biawak. Selain itu, ikan ini mampu hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah, menjadikannya sangat adaptif bahkan di lingkungan yang sudah tercemar. Kondisi inilah yang mendorong banyak daerah melakukan perburuan massal terhadap ikan sapu-sapu. Aksi penangkapan tersebut kini marak dilakukan dan banyak beredar di media sosial maupun pemberitaan, sebagai upaya menekan populasi yang terus meningkat. Perburuan tidak lagi sekadar aktivitas sporadis, tetapi mulai dipandang sebagai langkah darurat untuk menyelamatkan ekosistem perairan. Merespons situasi tersebut, Laboratorium Perikanan UMM juga mengambil langkah strategis melalui riset dan pemijahan ikan lokal, khususnya wader, untuk kemudian dilepasliarkan kembali. “Tujuan utama kami adalah melakukan restocking. Hasil pemijahan ini nantinya akan kita lepas liarkan secara berkala di Kali Brantas untuk merehabilitasi populasi ikan endemik,” tegas Fery. Meski perburuan mulai masif dilakukan, Fery mengingatkan bahwa upaya ini harus diiringi strategi jangka panjang. Ia mendorong pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku tepung ikan atau pakan ternak berprotein tinggi, dengan catatan tidak dikonsumsi manusia jika berasal dari perairan tercemar logam berat. Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat. Kebiasaan melepas ikan peliharaan ke alam liar dinilai menjadi salah satu penyebab utama penyebaran spesies invasif ini. “Ini bukan sekadar menyelamatkan satu spesies, tapi menjaga keseimbangan alamiah. Jika tidak ada sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, kita berisiko besar kehilangan ikan lokal yang menjadi identitas serta penopang ketahanan pangan bangsa,” pungkasnya.
Bahasa yang Ditinggalkan: Ketika Sastra Tak Lagi Menjadi Rumah Berpikir di Sekolah

Dokumen Pribadi Ramlah Umar, S.Pd Mahasiswa Prodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Oleh: Ramlah Umar, S.Pd Mahasiswa Prodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Manado.tribunnews – DI tengah gegap gempita transformasi pendidikan yang semakin menekankan teknologi, efisiensi, dan capaian numerik, ada satu hal yang diam-diam ditinggalkan: sastra sebagai ruang berpikir. Sekolah hari ini tampak begitu sibuk mengejar kompetensi terukur, tetapi lupa bahwa manusia tidak hanya hidup dari kemampuan menjawab soal, melainkan juga dari kemampuan memahami makna. Sastra, yang dulu menjadi jantung pembelajaran bahasa, kini sering direduksi menjadi sekadar pelengkap. Ia hadir hanya sebagai teks bacaan yang harus dianalisis secara mekanis – mencari tema, tokoh, dan amanat – tanpa pernah benar-benar dihidupkan. Akibatnya, siswa mengenal sastra sebagai objek ujian, bukan sebagai pengalaman batin. Padahal, sastra memiliki kekuatan yang tidak dimiliki disiplin ilmu lain: ia melatih kepekaan. Ketika seorang siswa membaca cerita tentang kehilangan, ia tidak hanya memahami alur cerita, tetapi juga belajar merasakan luka orang lain. Ketika ia membaca puisi tentang alam, ia tidak sekadar mengidentifikasi majas, tetapi juga belajar menghargai kehidupan. Di sinilah sastra bekerja sebagai pendidikan kemanusiaan. Masalahnya, sistem pendidikan kita belum sepenuhnya memberi ruang bagi fungsi ini. Kurikulum cenderung menuntut kecepatan dan ketepatan, bukan kedalaman. Guru pun sering terjebak dalam tuntutan administratif, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk mengajak siswa “berdialog” dengan teks sastra. Diskusi yang seharusnya hidup berubah menjadi kegiatan satu arah yang kering. Lebih jauh lagi, generasi digital saat ini hidup dalam arus informasi yang serba cepat dan dangkal. Mereka terbiasa membaca potongan teks singkat, bukan narasi panjang yang menuntut kesabaran dan refleksi. Jika sastra tidak dihadirkan secara bermakna di sekolah, maka kita sedang membiarkan generasi tumbuh tanpa kemampuan memahami kompleksitas kehidupan. Yang dibutuhkan bukan sekadar menambah porsi sastra dalam kurikulum, tetapi mengubah cara mengajarkannya. Sastra harus dikembalikan sebagai pengalaman, bukan sekadar materi. Guru perlu diberi kebebasan untuk mengeksplorasi metode yang lebih dialogis – membaca bersama, berdiskusi terbuka, bahkan mengaitkan teks dengan realitas kehidupan siswa. Selain itu, penting untuk menghadirkan sastra yang dekat dengan konteks siswa. Karya-karya lokal, cerita rakyat, hingga sastra kontemporer dapat menjadi jembatan agar siswa merasa bahwa sastra bukan sesuatu yang jauh dan asing. Ketika siswa merasa terhubung, mereka tidak hanya membaca, tetapi juga memahami. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang mencetak individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga manusia yang utuh. Sastra memiliki peran penting dalam proses ini karena ia mengajarkan empati, refleksi, dan kebijaksanaan – nilai-nilai yang tidak bisa diukur dengan angka. Jika sekolah terus mengabaikan sastra sebagai ruang berpikir, maka kita mungkin akan menghasilkan generasi yang cakap secara teknis, tetapi miskin makna. Dan ketika itu terjadi, pendidikan kehilangan salah satu tujuan utamanya: memanusiakan manusia. (*)
Gelar Kejuaraan Karate Nasional, UMM Siapkan Hadiah Puluhan Juta dan Golden Ticket Mahasiswa Baru

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat eksistensinya di bidang olahraga dengan menggelar ajang bergengsi bertajuk UMM Open Karate Championship 2026. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2026 mendatang itu merupakan kejuaraan karate terbuka perdana yang diselenggarakan oleh Kampus Putih sebagai tuan rumah. Ketua Pelaksana Kejuaraan, Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menyatakan bahwa persiapan telah dilakukan secara maksimal guna menyambut ribuan karateka dari berbagai penjuru tanah air. Meski secara administratif merupakan kejuaraan tingkat regional, kualitas peserta yang berkomitmen hadir telah mencapai level nasional. Tercatat, atlet dari lima provinsi besar telah mengonfirmasi kehadiran mereka, yakni dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Bali, hingga Papua. “Kami menyiapkan yang terbaik untuk kegiatan ini. Ini adalah event open perdana di UMM, tidak hanya untuk cabang olahraga karate, tetapi juga menjadi pionir bagi cabang olahraga lainnya. Target kami jelas, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi bagi kontingen UMM sendiri, serta sukses penjaringan bibit atlet berprestasi,” ujarnya 27 April pada Tim Humas UMM. Kejuaraan ini akan diikuti oleh sekitar 1.200 atlet yang akan berlaga di dua kategori utama, yaitu kategori Festival dan kategori Open. Tingginya minat peserta menunjukkan bahwa UMM Open Karate Championship telah menjadi magnet baru bagi pegiat olahraga bela diri di Indonesia. Selain memperebutkan podium juara, panitia telah menyiapkan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp24 juta. Namun, daya tarik yang paling dinantikan oleh para atlet pelajar adalah ketersediaan Golden Ticket untuk masuk menjadi mahasiswa UMM. Program ini secara khusus dirancang untuk menjaring atlet berbakat agar dapat menempuh pendidikan di Kampus Putih, terutama pada Program Studi Kepelatihan Olahraga maupun program studi lainnya melalui jalur prestasi. Ary menjelaskan bahwa sebelumnya kegiatan karate di UMM hanya terbatas pada lingkup internal, seperti Rektor Cup. Kejuaraan terbuka ini diharapkan menjadi pemantik bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya di lingkungan UMM untuk berani menyelenggarakan acara serupa dengan skala yang lebih luas. “Harapannya, turnamen ini memberikan awalan yang baik bagi kawan-kawan UKM untuk membuat event sekaliber ini. Setelah karate, kami sudah menyiapkan rangkaian kegiatan susulan untuk cabang bela diri lain seperti Tapak Suci dan Taekwondo,” pungkasnya. Melalui ajang ini, UMM membuktikan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat generasi muda sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang kompetitif dan profesional di lingkungan universitas.(faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman
30 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, Ada Kampus Tujuanmu?

Jakarta – Universitas Indonesia (UI) kembali meraih predikat kampus terbaik di Indonesia versi lembaga pemeringkatan Webometrics 2026. Data pemeringkatan per Januari 2026 ini didasarkan pada visibilitas global, keunggulan penelitian, keterbukaan, dan kinerja akademik. Pemeringkatan Webometrics terbit dua kali selama setahun, yakni Januari dan Juli. Hal ini bertujuan untuk memberikan pembaruan data yang konsisten dan akurat mengenai kinerja universitas. Terdapat 3.695 kampus di Indonesia yang masuk dalam data per Januari 2026. Kampus-kampus ini terdiri dari universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, UI menduduki peringkat pertama kampus terbaik di Indonesia dengan peringkat 543 dunia. Membuntuti UI, ada Universitas Gadjah Mada (UGM) pada peringkat kedua dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dirangking ketiga. Dikutip dari laman resmi Webometrics, cek yuk daftar 30 kampus terbaik di Indonesia selengkapnya. Cek di sini! ADVERTISEMENT Baca juga: 20 Universitas Terbaik di Asia 2026 Versi Times Higher Education, China Dominasi 30 Kampus Indonesia Terbaik Versi Webometrics 2026 1. Universitas Indonesia (UI) Peringkat dunia: 543 2. Universitas Gadjah Mada (UGM) Peringkat dunia: 694 3. Institut Teknologi Bandung (ITB) Peringkat dunia: 841 4. IPB University Peringkat dunia: 994 5. Universitas Brawijaya (UB) Peringkat dunia: 1024 6. Universitas Diponegoro (Undip) Peringkat dunia: 1027 7. Universitas Sebelas Maret (UNS) Peringkat dunia: 1065 8. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Peringkat dunia: 1093 9. Universitas Hasanuddin (Unhas) Peringkat dunia: 1163 10. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Peringkat dunia: 1261 11. Universitas Bina Nusantara (Binus) Peringkat dunia: 1268 12. Universitas Negeri Malang (UM) Peringkat dunia: 1304 13. Telkom University Peringkat dunia: 1310 14. Universitas Sumatera Utara (USU) Peringkat dunia: 1430 15. Universitas Andalas (Unand) Peringkat dunia: 1559 16. Universitas Airlangga (Unair) Peringkat dunia: 1616 17. Universitas Sriwijaya (Unsri) Peringkat dunia: 1630 18. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Peringkat dunia: 1760 19. Universitas Lampung (Unila) Peringkat dunia: 1839 20. Universitas Padjadjaran (Unpad) Peringkat dunia: 1836 21. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Peringkat dunia: 1896 22. Universitas Jember (Unej) Peringkat dunia: 1903 23. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Peringkat dunia: 2061 24. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Peringkat dunia: 2186 25. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Peringkat dunia: 2248 26. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Peringkat dunia: 2267 27. Universitas Medan Area Peringkat dunia: 2393 28. Universitas Mataram Peringkat dunia: 2410 29. UIN Sunan Gunung Djati Bandung Peringkat dunia: 2444 30. Universitas Halu Oleo Kendari Peringkat dunia: 2481.
Melebihi Kapasitas, Ratusan Kader Muhammadiyah Lowokwaru Padati Masjid Asy-Syura dalam Suasana Hangat Silaturahmi

Kader dan simpatisan Muhammadiyah di Kecamatan Lowokwaru antusias mengikuti halal bihalal di Asy-Syura Jatimulyo. Malang Posco Media, Malang – Semangat silaturahmi kader Muhammadiyah di Kecamatan Lowokwaru tak terbendung. Meski panitia telah membatasi undangan karena keterbatasan kapasitas Masjid Asy-Syura Jatimulyo, antusiasme kader, simpatisan muhammadiyah dan juga warga untuk hadir dalam acara Halal Bi Halal, Minggu (26/4), tetap luar biasa tinggi. Ketua Pelaksana Acara, Dr. Dody Setyawan, S.Sos., M.AP., mengungkapkan awalnya animo kader mencapai lebih dari 500 orang. “Kapasitas tempat memang menjadi tantangan tersendiri, namun hal ini membuktikan betapa kuatnya ikatan ukhuwah di PCM Lowokwaru,” ujarnya. Kehadiran tokoh nasional seperti Prof. Muhadjir Effendy yang membaur dengan para guru besar dan warga Muhammadiyah setempat menciptakan suasana yang cair namun sarat makna. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Muhadjir mengingatkan bahwa tradisi Halal Bi Halal adalah warisan ulama yang perlu dilestarikan karena mampu merekatkan kembali hubungan antarmanusia. “Halal bihalal adalah sarana memperkuat silaturahmi dan mempererat ukhuwah. Ini yang perlu terus kita jaga dan lestarikan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan keimanan sebagai fondasi utama gerakan dakwah. Menurutnya, keimanan berada pada level yang lebih tinggi setelah keislaman, dan akan semakin kokoh melalui pemahaman yang mendalam terhadap ajaran Islam. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Nazaruddin Malik, serta sejumlah guru besar lainnya seperti Prof. Triyo Supriyatno, Prof. Jabal Tariq Ibrahim, Prof. Unti Ludigdo, dan Prof. Gonda Sumitro. Acara ini menjadi momentum bagi PCM dan PCA Lowokwaru untuk menyelaraskan langkah, memastikan bahwa dakwah “Berkemajuan” bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata bagi masyarakat sekitar melalui amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan. (sam/nda)
Universitas Indonesia Puncaki Daftar Kampus Terbaik Webometrics 2026

Daftar 30 kampus terbaik di Indonesia versi Webometrics 2026, cek! Foto: detikcom InfoNasional – Universitas Indonesia (UI) kembali mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan di tanah air. Berdasarkan data terbaru dari lembaga pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2026, UI sukses meraih predikat kampus terbaik di Indonesia. Dilansir dari Detikcom, pemeringkatan ini mengevaluasi ribuan institusi berdasarkan indikator visibilitas global, keunggulan dalam riset, keterbukaan informasi, serta capaian performa akademik secara menyeluruh. Sistem penilaian Webometrics dilakukan secara rutin dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari dan Juli. Pola ini diterapkan guna menjamin ketersediaan pembaruan data yang konsisten serta akurat terkait kinerja setiap universitas di dunia. Secara keseluruhan, terdapat 3.695 institusi pendidikan di Indonesia yang masuk dalam basis data Webometrics per Januari 2026. Daftar ini mencakup beragam jenjang mulai dari universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, hingga akademi. UI menempati posisi puncak di tingkat nasional sekaligus menduduki peringkat 543 di kancah dunia. Posisi berikutnya ditempati oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) di urutan kedua, yang kemudian disusul oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) pada peringkat ketiga. Berikut adalah daftar lengkap 25 kampus terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Webometrics periode Januari 2026: Daftar Peringkat Kampus Terbaik di Indonesia Versi Webometrics Januari 2026 Peringkat Nasional Nama Perguruan Tinggi Peringkat Dunia Universitas Indonesia (UI) 543 Universitas Gadjah Mada (UGM) 694 Institut Teknologi Bandung (ITB) 841 IPB University 994 Universitas Brawijaya (UB) 1024 Universitas Diponegoro (Undip) 1027 Universitas Sebelas Maret (UNS) 1065 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 1093 Universitas Hasanuddin (Unhas) 1163 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 1261 Universitas Bina Nusantara (Binus) 1268 Universitas Negeri Malang (UM) 1304 Telkom University 1310 Universitas Sumatera Utara (USU) 1430 Universitas Andalas (Unand) 1559 Daftar Lanjutan Kampus Unggulan Selain deretan sepuluh besar, sejumlah universitas negeri dan swasta lainnya juga menunjukkan performa signifikan dalam pemeringkatan global ini. Berikut adalah daftar peringkat 16 hingga 25: 16. Universitas Airlangga (Unair) – Peringkat dunia: 1616 17. Universitas Sriwijaya (Unsri) – Peringkat dunia: 1630 18. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) – Peringkat dunia: 1760 19. Universitas Lampung (Unila) – Peringkat dunia: 1839 20. Universitas Padjadjaran (Unpad) – Peringkat dunia: 1836 21. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) – Peringkat dunia: 1896 22. Universitas Jember (Unej) – Peringkat dunia: 1903 23. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) – Peringkat dunia: 2061 24. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) – Peringkat dunia: 2186 25. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) – Peringkat dunia: 2248 Data tersebut mencerminkan persaingan ketat antar institusi dalam meningkatkan visibilitas akademik dan kualitas riset di level internasional pada awal tahun 2026.
Dihadiri Deretan Guru Besar, Halalbihalal PCM Lowokwaru Jadi Ajang Silaturahmi Intelektual

Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik (baju putih paling kanan) dan Prof Muhadjir Effendy (Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji) bersama jajaran PCM Lowokwaru pwmu.co –Halalbihalal dan Pengajian Umum yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Lowokwaru berlangsung tidak sekadar sebagai ajang silaturahmi pasca-Idulfitri. Bertempat di Masjid Asy Syura Jatimulyo, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan intelektual yang mempertemukan tokoh nasional, akademisi, dan kader Muhammadiyah dalam satu forum ukhuwah. Mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah, Menggerakkan Dakwah Berkemajuan,” kegiatan ini menghadirkan Muhadjir Effendy sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Haji, yang juga bertindak sebagai shohibul bait sekaligus narasumber utama pengajian. Ketua PCM Lowokwaru, Mulyani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh dan akademisi dalam kegiatan tersebut. “Kami sampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada para guru besar dan akademisi yang telah berkenan hadir dalam kegiatan Halalbihalal dan Pengajian Umum ini. Secara khusus juga kepada Prof. Dr. Muhadjir Effendy yang ditengah kesibukannya masih berkenan hadir dan memberikan tausiyah dan motivasi kepada kita semua”, ungkap Mulyani dalam sambutannya. Dalam tausiyahnya, Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa Halalbihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang lahir dari ijtihad ulama. Meski tidak secara eksplisit terdapat dalam Al-Qur’an maupun hadis, praktik ini dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan sosial. “Halalbihalal ini adalah media untuk memperkuat ukhuwah. Ini penting dalam menjaga soliditas umat dan keberlanjutan gerakan dakwah,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas keimanan di kalangan kader Muhammadiyah sebagai tahapan lanjutan setelah keislaman. Dalam kegiatan ini, peserta diajak merefleksikan kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain Muhadjir Effendy, kegiatan ini turut dihadiri Nazaruddin Malik selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang. Hadir pula sejumlah akademisi dan guru besar seperti Prof. Triyo Supriyatno, Prof. Jabal Tariq Ibrahim, Prof. Unti Ludigdo, dan Prof. Gonda Sumitro. Kehadiran para tokoh tersebut semakin memperkaya nuansa intelektual dalam forum silaturahmi ini. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Halalbihalal PCM Lowokwaru tahun ini menegaskan perannya sebagai ruang konsolidasi intelektual dan spiritual. Forum ini diharapkan mampu menjadi penggerak dakwah Muhammadiyah yang adaptif dan relevan di tengah dinamika zaman. *) Penulis : Ahmad Afwan Yazid Editor : Satria
Satu Panggung, Dua Gelar Doktor: Harmoni Ilmu dalam Ikatan Suami-Istri

pwmu.co –Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang menghadirkan banyak kisah keberhasilan. Namun, di antara deretan toga dan senyum bahagia itu, terselip satu cerita yang sarat makna tentang kebersamaan, kesabaran, dan harmoni dalam menapaki jalan ilmu. Suasana khidmat menyelimuti Dome Universitas Muhammadiyah Malang. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas, prosesi wisuda berlangsung dengan penuh kebanggaan. Di antara para wisudawan, dua nama dipanggil dalam momen yang berdekatan: Dr. M. Wahid Nur Tualeka, S.Th.I., M.Pd.I, dosen di Fakultas Studi Islam dan Peradaban, serta Dr. Imtihanatul Ma’isyatuts Tsalitsah, S.Ud., M.Pd, dosen di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya. Keduanya bukan sekadar lulusan doktor, melainkan pasangan suami-istri yang menapaki perjalanan akademik dalam satu irama hingga akhirnya berdiri bersama di panggung kehormatan. Meraih gelar doktor bukanlah perjalanan yang sederhana. Ia menuntut ketekunan, kesabaran, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan akademik. Namun bagi pasangan ini, proses tersebut menjadi lebih bermakna karena dijalani bersama. “Kami tidak pernah benar-benar merasa berjalan sendiri. Setiap proses, setiap lelah, selalu ada ruang untuk saling menguatkan,” Ungkap Dr. Wahid Nur Tualeka. Kebersamaan itu menjadi kekuatan utama, tidak hanya dalam menyelesaikan penelitian, tetapi juga dalam menjaga niat bahwa ilmu adalah amanah. “Kami saling mengingatkan bahwa ini bukan sekadar tentang gelar, tetapi tentang tanggung jawab ilmu yang harus dijaga dan dimanfaatkan. Dan tepat dihari Kartini ini kami juga ingin menunjukkan bahwa wanita juga berhak utk terus tumbuh berkembang, berkarya, bukan dibelakang suami melainkan sejajar disampingnya.” tutur Dr. Imtihana. Dalam capaian akademiknya, Dr. M. Wahid Nur Tualeka mengangkat disertasi berjudul “Moderasi Beragama Perspektif Dakwah Elit Muhammadiyah di Kota Surabaya.” Penelitian ini menyoroti peran strategis dakwah dalam membangun kehidupan beragama yang moderat dan berkemajuan. Karya tersebut juga melahirkan buku “Membangun Moderasi Beragama: Peran Dakwah Elit di Surabaya.” Sementara itu, Dr. Imtihana mengusung disertasi berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Integratif Multidisipliner pada Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan Ilmu Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya.” Penelitian ini berupaya menjembatani integrasi antara nilai-nilai keislaman dan ilmu psikologi, yang kemudian dituangkan dalam buku “Integrasi Islam dan Psikologi.” Dua bidang kajian tersebut dipersatukan oleh satu semangat yang sama, yaitu integrasi antara ilmu dan nilai—cerminan karakter pendidikan Muhammadiyah yang menyeimbangkan intelektualitas dan spiritualitas. Momentum wisuda bukan sekadar simbol keberhasilan akademik, tetapi juga refleksi perjalanan panjang yang penuh makna. “Ini bukan tentang siapa yang lebih dulu, tetapi tentang bagaimana kami sampai di titik ini bersama. Itu yang paling kami syukuri,” ungkap Dr. Imtihana. Kisah ini menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari perjuangan individu, melainkan juga dari kebersamaan yang saling menguatkan. Sebagai penutup, keduanya menyampaikan pesan bagi generasi muda: “Jangan takut pada proses panjang. Ilmu membutuhkan kesabaran, dan keberhasilan membutuhkan ketekunan. Tidak perlu mengejar kesuksesan tapi nikmati saja prosesnya, nanti pasti kesuksesan yang akan mengejar,” pesan Dr. Wahid. “Ketika ilmu dijalani bersama nilai dan keikhlasan, maka di situlah keberkahan akan hadir,” tambah Dr. Imtihana. Kisah ini tidak hanya menghadirkan inspirasi, tetapi juga menegaskan bahwa harmoni antara ilmu dan kehidupan adalah sesuatu yang nyata. Di satu panggung, dua gelar doktor disematkan. Namun lebih dari itu, terpatri harmoni tentang ilmu, iman, dan kebersamaan yang saling menguatkan. *) Penulis : Vita Agustiawati Putri S.S