Peran Strategis Pemerintah Desa: Mengubah Potensi Lokal Menjadi Ekonomi Baru

Shan Adena Evanthe, Mahasiswi : Fakultas Ilmu Pemerintahan | Universitas Muhammadiyah Malang | Kader GMNI Komisariat UMM. Jakarta, Gesuri.id – ​Pemerintah desa memegang kunci utama dalam pengembangan potensi wisata lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Sebagai unit pemerintahan yang paling dekat dengan akar rumput, desa memiliki kewenangan penuh untuk mengelola kekayaan alam, budaya, serta keunikan lokal lainnya untuk dijadikan daya tarik wisata yang menjanjikan. ​Peran Sebagai Penggerak dan Fasilitator ​Dalam era otonomi daerah saat ini, pemerintah desa dituntut untuk menjadi penggerak utama dalam menciptakan desa wisata yang berkelanjutan. Baik itu potensi berupa wisata alam, budaya, religi, edukasi, maupun wisata buatan, semuanya membutuhkan sentuhan perencanaan yang matang. ​Pemerintah desa harus mampu memposisikan diri sebagai fasilitator yang menjembatani berbagai kepentingan, mulai dari masyarakat lokal, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah dan investor. Langkah konkret yang perlu diambil meliputi: – ​Kebijakan dan Perencanaan: Memasukkan sektor pariwisata ke dalam skala prioritas melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). – ​Infrastruktur dan Pendanaan: Memanfaatkan Dana Desa untuk membangun fasilitas pendukung seperti akses jalan, sarana umum, hingga area parkir. – Pemberdayaan Masyarakat: Mendorong terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelatihan UMKM, serta melibatkan pemuda desa agar tercipta rasa memiliki terhadap destinasi wisata. ​Inovasi di Era Digital ​Di tengah persaingan global, aspek promosi tidak boleh lagi dilakukan secara konvensional semata. Pemerintah desa wajib melek teknologi dengan memanfaatkan media sosial dan website desa untuk membangun branding yang kuat. Promosi yang efektif secara langsung akan berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pendapatan desa. ​Menjawab Tantangan dan Keberlanjutan ​Meski memiliki potensi besar, tantangan seperti keterbatasan anggaran, kurangnya SDM kompeten, serta minimnya dukungan infrastruktur seringkali menjadi penghambat. Oleh karena itu, sinergi antara akademisi, sektor swasta, dan pemerintah daerah mutlak diperlukan. ​Penting untuk diingat bahwa pengembangan wisata tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan dan nilai budaya lokal. Wisata yang berkelanjutan harus mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi sarana pelestarian warisan lokal bagi generasi mendatang. ​Kesimpulan ​Keberhasilan sebuah desa wisata sangat bergantung pada kemampuan pemerintah desa dalam berkolaborasi dan mengelola potensi secara inovatif. Dengan perencanaan yang sistematis dan pemberdayaan masyarakat yang aktif, sektor pariwisata dapat bertransformasi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga desa.

Muhammadiyah Punya 23 Fakultas Kedokteran, Terbanyak di Dunia

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Foto: Umsura pwmu.co –Organisasi Islam Muhammadiyah kembali menegaskan kiprahnya di bidang pendidikan dan kesehatan dengan mencatatkan diri sebagai ormas yang memiliki Fakultas Kedokteran terbanyak di dunia. Hingga 2026, Muhammadiyah tercatat memiliki 23 Fakultas Kedokteran yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, memperkuat perannya dalam mencetak tenaga medis sekaligus menghadirkan layanan kesehatan berbasis nilai tauhid yang fungsional. Nilai tauhid yang fungsional itu memberi inspirasi bagi ormas Islam ini untuk terus menebar rahmat bagi seluruh alam. Khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah menjadi ormas Islam yang berdiri paling depan. Pasalnya, Persyarikatan Muhammadiyah memiliki 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) dan 129 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA). Semua PTMA dan RSMA ini berada dalam satu badan hukum Persyarikatan Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy menyebut, adanya PTMA ini menjadikan Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang memiliki Fakultas Kedokteran terbanyak, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia, yakni dengan 23 Fakultas Kedokteran. “Saya kira di dunia ini tidak ada organisasi keagamaan yang punya Fakultas Kedokteran sebanyak Muhammadiyah ini,” kata Muhadjir di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim di Surabaya, Selasa (17/4/2026) . Dari data terbaru tahun 2026, Muhammadiyah memiliki 23 Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran milik Muhammadiyah ini terdiri dari 7 Fakultas Kedokteran Gigi, dan 16 Program Kedokteran Spesialis. Untuk akreditasinya, 2 Fakultas Kedokteran Gigi dan 9 Fakultas Kedokteran yang terakreditasi unggul. Fakultas Kedokteran ini tersebar dari barat sampai timur Indonesia, tidak hanya di Pulau Jawa saja, dengan rincian sebagai berikut: 1.Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2. Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta 3. Universitas Muhammadiyah (UM) Gorontalo 4. Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) 5. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) 6. Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar 7. Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) 8. Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) 9. Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) 10. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) 11. Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) 12. Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) 13. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 14. Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) 15. Universitas Muhammadiyah (UM) Metro 16. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) 17. Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang 18. Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) 19. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 20. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 21. Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari 22. Universitas Muhammadiyah (UM) Palu 23. Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Di beberapa PTMA, termasuk Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Papua Barat Daya sebentar lagi juga akan segera menyusul pendirian Fakultas Kedokteran dan menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama di Tanah Papua yang memiliki Fakultas Kedokteran. (*) *) Penulis : Alfain jalaluddin ramadlan | Editor : Agus Wahyudi

UMM Antarkan Mahasiswa Berkursi Roda Lulus dengan Deretan Prestasi, Bukti Nyata Kampus Inklusif

Ahmad Ali Akbar, wisudawan Psikologi yang mendapatkan akses pendidikan inklusif di Universitas Muhammadiyah Malang./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang membuktikan sebagai perguruan tinggi inklusif usai mengantarkan mahasiswa berkursi roda lulus dengan deretan prestasi. Ini mengimplementasikan bahwa pendidikan tinggi yang bermutu adalah hak semua orang, tak terkecuali bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Komitmen untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang setara dan inklusif ini dibuktikan secara nyata oleh UMM. Melalui penyediaan infrastruktur ramah disabilitas dan budaya akademik yang suportif, Kampus Putih sukses mengantarkan Akhmad Ali Akbar, mahasiswa pengguna kursi roda dari Program Studi Psikologi, menyelesaikan masa studinya dengan deretan prestasi gemilang. Pria yang akrab disapa Akbar ini merasakan betul komitmen UMM dalam menyediakan lingkungan kampus yang ramah disabilitas. Dukungan tersebut ia rasakan sejak hari pertama berstatus sebagai mahasiswa. Keberadaan infrastruktur yang memadai, seperti akses khusus jalur kursi roda di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 hingga kemudahan mobilitas di berbagai fasilitas praktikum, membuatnya leluasa bergerak. Baginya, kenyamanan aksesibilitas fisik adalah kunci utama yang melancarkan rutinitas perkuliahannya selama empat tahun terakhir. “Sedari awal hingga kelulusan, UMM benar-benar membantu dan mendukung sehingga saya tidak merasa berat menjalani setiap proses perkuliahan meski dengan keterbatasan fisik,” ungkap Akbar dalam rilis UMM, Sabtu (25/4). Ia menegaskan, kemudahan tersebut murni sebatas pada aspek fasilitas penunjang mobilitas. Dalam urusan akademik, Akbar tidak mendapatkan perlakuan khusus atau keistimewaan. Ia harus melewati standar evaluasi, beban tugas, dan ujian yang sama ketatnya dengan rekan sebaya. Prinsip kesetaraan inilah yang memacu semangatnya untuk bersaing secara sehat dan membuktikan kualitas diri secara objektif di dalam ruang kelas. Selain di bidang akademik, kapasitas kepemimpinan Akbar juga terasah tajam. Kampus memberikannya panggung yang sama untuk berkontribusi secara nyata. Akbar tercatat pernah mengemban amanah sebagai eksekutif muda di Kementerian Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas periode 2023-2024. Puncaknya, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Pelaksana Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Fakultas Psikologi 2024. Di bawah arahannya bersama tim, rangkaian acara tersebut sukses menyabet juara tiga sebagai Pesmaba terbaik tingkat universitas. “UMM sudah siap menjadi kampus inklusif dan pastinya akan selalu mendukung teman-teman disabilitas untuk menempuh perkuliahan dengan lancar, bagaimanapun caranya,” imbuhnya. Kiprah Akbar tidak berhenti di lingkungan kampus saja. Ia juga mendedikasikan dirinya pada kegiatan sosial kemasyarakatan dengan bergabung di komunitas Turun Tangan Malang. Ia mengawali langkahnya sebagai staf Hubungan Masyarakat (Humas) pada periode 2022-2023, kinerjanya yang cemerlang mengantarkannya pada posisi Ketua Umum di periode berikutnya. Perjalanan memimpin organisasi diakuinya penuh dinamika dan lika-liku. Namun, pasang surut tersebut justru meneguhkan tekadnya untuk terus mencari pengalaman berharga. Pada akhir masa studinya, Akbar memberikan pesan bagi seluruh pejuang mimpi, baik yang memiliki keterbatasan fisik maupun tidak. Ia percaya bahwa setiap doa dan kerja keras akan membuahkan hasil manis pada waktunya. “Jangan pernah berhenti berharap, berdoa, dan bermimpi karena sejatinya mimpi-mimpi itu akan terwujud di masa yang akan datang,” tegasnya. *** Editor: YAN

Pakar UMM Bongkar Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Waspada Predator Berkedok Pembersih Admin JSN Admin JSN

Pakar Universitas Muhammadiyah Malang, Rindya Fery Indrawan menanggapi keberadaan ikan sapu-sapu di Indonesia./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Pakar UMM turut menanggapi viralnya ikan sapu-sapu yang menjadi pembahasan warganet di media sosial akhir-akhir ini. Ikan sapu-sapu menjadi perhatian masyarakat Indonesia saat ini karena di balik tenangnya aliran sungai, tersimpan ancaman ekologis serius yang diam-diam melumpuhkan kelestarian perairan darat kita. Keberadaan ikan sapu-sapu dengan jenis Pterygoplichthys pardalis sempat dianggap sepele, namun kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Pakar sekaligus Dosen Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP., memberikan peringatan keras bahwa ledakan populasi spesies invasif ini berpotensi memicu kolapsnya struktur rantai makanan sekaligus menyapu bersih eksistensi ikan-ikan endemik lokal. Fery sapaan akrabnya menjelaskan, proses perusakan ekosistem ini terjadi melalui tiga mekanisme utama yang saling berkaitan. “Pertama, terjadi kompetisi pakan yang tidak seimbang. Ikan sapu-sapu merebut sumber nutrisi utama seperti alga dan mikroorganisme dasar yang seharusnya menjadi pakan ikan lokal kita,” ungkap Fery 23 April lalu pada Tim Humas UMM. Mekanisme kedua menurutnya adalah dominasi biomassa. Spesies invasif ini berkembang biak dengan sangat masif hingga mengambil alih ruang hidup ekosistem, seperti krisis yang kini melanda sungai-sungai di ibu kota Jakarta. Ketiga, kebiasaan ikan ini menggali lubang di tepian sungai menyebabkan erosi parah dan menghancurkan secara fisik tempat pemijahan alami ikan lokal. Paling memprihatinkan, ikan sapu-sapu memiliki sifat omnivora oportunistik. Saat pakan utama menipis, mereka tak segan memangsa telur dan larva ikan endemik. Aktivitas mereka yang terus menyapu dasar perairan juga membuat telur-telur ikan lokal tertimbun sedimen hingga gagal menetas. Spesies perairan bawah seperti nilem, tawes, wader, dan betok pun kini berada di ambang kepunahan lokal. Sulitnya menekan laju populasi spesies ini tidak lepas dari kemampuannya sebagai super survivor. Tubuh ikan sapu-sapu dilindungi oleh pelat keras dan sirip berduri tajam, menjadikannya mangsa yang dihindari oleh predator alami lokal seperti biawak. Tingkat adaptasinya pun ekstrem yaitu mereka mampu bertahan hidup di perairan dengan kadar oksigen yang sangat minim. Merespons kondisi kritis ini, Laboratorium Perikanan UMM mengambil langkah taktis. Fery memaparkan, pihaknya kini tengah gencar melakukan upaya riset, pemijahan, dan pengembangan ikan lokal, khususnya jenis wader. “Tujuan utama kami adalah melakukan restocking. Hasil pemijahan ini nantinya akan kita lepas liarkan secara berkala di Kali Brantas untuk merehabilitasi populasi ikan endemik,” sambungnya. Namun, upaya akademisi saja tidak cukup. Fery mendesak adanya mitigasi komprehensif, mulai dari penangkapan massal untuk menekan biomassa, hingga pemanfaatannya secara ekonomi. Menurutnya, daripada dibuang, ikan ini dapat diolah menjadi bahan baku tepung ikan atau pakan ternak berprotein tinggi, dengan catatan tidak untuk konsumsi manusia jika berasal dari perairan tercemar logam berat. Edukasi publik juga menjadi kunci mutlak. Fery melarang keras kebiasaan masyarakat yang sering melepaskan ikan predator peliharaan dari akuarium ke alam liar. “Ini bukan sekadar menyelamatkan satu spesies, tapi menjaga keseimbangan alamiah. Jika tidak ada sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, kita berisiko besar kehilangan ikan lokal yang menjadi identitas serta penopang ketahanan pangan bangsa,” tandasnya. *** Editor: YAN

Inkai Siapkan Puluhan Atlet, Tampil dalam Kejuaraan Piala Rektor UMM

PENUH SEMANGAT: Atlet Inkai melakukan TC di GOR Indoor Sampang, Minggu (5/4). SAMPANG, RadarMadura.id – Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) Sampang memastikan untuk turut meramaikan kejuaraan Open Turnamen Piala Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2025. Event tersebut akan dilaksanakan Sabtu (2/5). Ketua Inkai Sampang Herman Setiawan mengaku sudah menentukan atlet binaannya yang akan diboyong dalam kejuaraan tersebut. Totalnya mencapai 22 atlet. Puluhan atlet tersebut akan tampil didua kategori. ”Yakni kategori open dan festival,” ujarnya. Herman tidak memasang target muluk-muluk dalam kejuaraan tersebut. Meski begitu, pihaknya berharap atlet binaannya bisa tampil secara maksimal, dan tidak memandang remeh lawan yang akan dihadapi. ”Kami menekankan atlet untuk bisa tampil dengan performa terbaiknya di lapangan,” imbuhnya. Pihaknya sudah melakukan training center (TC) untuk menghadapi kejuaraan tersebut.  ”Mudah-mudahan atlet bisa bersaing dengan peforma yang bagus. Perihal meraih medali itu bonus bagi perjuangan atlet,” tandasnya. (bai/jup) Editor : Amin Basiri

Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan, Mahasiswa UMM Sabet Gelar Best Delegate di Kancah Internasional

Siapa sangka, sebuah permainan papan (board game) bisa membawa harum nama bangsa sekaligus menanamkan kepedulian ekologis bagi generasi muda. Berkat inovasi board game edukasi lingkungan bertajuk “Pahlawan PRIMA”, mahasiswa Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Izza Amalia, sukses menyabet penghargaan Best Delegate dalam ajang International Youth Connection Batch 4 di Singapura dan Malaysia, pada 20–23 April 2026. Capaian membanggakan tersebut berawal dari keresahan Izza melihat metode edukasi lingkungan yang kerap kali terasa kaku. Melalui inisiasi pribadinya, ia merancang Pahlawan PRIMA sebagai terobosan metode pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan berdampak nyata. “Board game Pahlawan PRIMA ini saya inisiasi sebagai media edukasi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendorong pemain untuk benar-benar memahami dan melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan,” ujar Izza. Permainan ini membawa pemain masuk ke dalam narasi Pulau PRIMA, sebuah kawasan yang awalnya asri, seimbang, dan penuh kehidupan dengan air jernih serta pepohonan subur. Namun, kondisi itu perlahan rusak akibat tumpukan sampah, krisis air, dan bencana alam yang dipicu oleh minimnya kesadaran manusia. Di sinilah para pemain ditantang untuk mengambil peran sebagai “pahlawan” penyelamat pulau. Setiap keputusan yang diambil dalam permainan akan langsung berdampak pada nasib Pulau PRIMA, sehingga merangsang nalar kritis sekaligus menuntut tindakan yang solutif. Secara mekanis, “Pahlawan PRIMA” dirancang dengan berbagai kartu interaktif yang saling melengkapi. Terdapat kartu aksi untuk memperagakan perilaku positif, kartu tantangan yang mendorong pemain melakukan aksi nyata secara langsung, hingga kartu risiko yang memicu pemain untuk berdiskusi memecahkan masalah dalam kelompok. Kombinasi ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih hidup, kolaboratif, dan aplikatif. Pendekatan ini menjadikan proses belajar tidak sekadar berhenti pada tataran teoritis, melainkan memberikan pengalaman langsung yang membekas. Izza menilai, metode pembelajaran berbasis permainan mampu meningkatkan keterlibatan sekaligus kesadaran peserta secara jauh lebih efektif. “Saya melihat bahwa edukasi lingkungan sering kali terasa membosankan. Karena itu, saya ingin menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian, sehingga pesan yang disampaikan bisa lebih membekas dan mendorong perubahan perilaku,” tambahnya. Menariknya, di akhir kompetisi, inovasi ini tidak hanya mengantarkan Izza meraih penghargaan individu. Tim yang digawanginya juga berhasil dinobatkan sebagai Best Group. Prestasi ganda ini kian menegaskan bahwa inovasi yang diusung mahasiswa UMM memiliki nilai kolaboratif tinggi dan dampak kuat yang diakui di tingkat internasional.(faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Pakar HI UMM Bongkar Dinamika Konflik AS-Iran, Sebut Nyali Diplomasi Indonesia Masih Tertinggal

Ruang gagasan bertajuk ‘Dinamika Geopolitik Global: Implikasi Konflik Amerika–Iran bagi Indonesia’ menyoroti sikap diplomasi Indonesia./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Pakar HI UMM, Gonda Yumitro membongkar dinamika konflik Amerika Serikat dan Iran. Profesor Gonda Yumitro, Ph.D., yang merupakan Guru Besar Hubungan Internasional UMM sekaligus Kepala PSIB UMM ini kemudian menyebut nyali diplomasi Indonesia masih tertinggal. Pembahasan ini terkandung dalam rilis resmi Universitas Muhammadiyah Malang yang mengusung situasi geopolitik global, yakni tentang konflik AS-Iran. Di antara situasi konflik AS-Iran muncul pertanyaan, “Mampukah Indonesia berhenti menjadi sekadar ‘penonton’ global?” Di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran yang terus mengguncang stabilitas ekonomi serta keamanan dunia, posisi strategis Indonesia kembali diuji. Pada situasi ini, akankah Indonesia terus bertahan di zona nyaman dengan sikap normatif yakni ‘cari aman’, atau berani mendobrak batasan untuk tampil sebagai aktor utama dan juru damai dunia? Kegelisahan inilah yang memantik diskusi tajam dalam forum Ruang Gagasan bertajuk ‘Dinamika Geopolitik Global: Implikasi Konflik Amerika–Iran bagi Indonesia’. Acara kolaborasi antara Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) UMM, RBC A. Malik Fadjar Institute, dan Program Studi Hubungan Internasional UMM ini diselenggarakan di RBC A. Malik Fadjar Institute pada Kamis, 23 April 2026. Forum ini tidak sekadar membedah anatomi konflik, tetapi membongkar realitas kapasitas diplomasi Indonesia. Guru Besar Hubungan Internasional UMM sekaligus Kepala PSIB UMM, Prof. Gonda Yumitro, Ph.D., menyoroti kecenderungan Indonesia yang berlindung di balik payung hukum internasional. Keputusan untuk tidak secara eksplisit mengutuk Amerika Serikat dan Israel dinilai sebagai langkah menjaga peluang sebagai mediator. Namun, perang tidak dimenangkan oleh norma, melainkan oleh ketahanan sumber daya. “Kekuatan narasi yang dibangun Indonesia belum sepenuhnya berdampak pada level internasional. Kebijakan kita masih banyak berada pada tataran konseptual,” ungkap Prof. Gonda. Ia juga menggarisbawahi posisi Indonesia yang tertinggal dari negara-negara Eropa dan ASEAN, di mana ketergantungan terhadap kekuatan eksternal masih menjadi kelemahan mendasar. Realitas geopolitik ini juga berdampak langsung pada masyarakat. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Prof. Hikmahanto Juwana, Ph.D., menjelaskan lonjakan harga minyak dunia akibat konflik akan cepat merembet ke seluruh ekosistem ekonomi domestik. “Dominasi negara-negara besar dalam rantai produksi global mempersempit ruang gerak negara berkembang. Sikap hati-hati Indonesia dinilai realistis, tetapi belum cukup menjadikan kita aktor strategis,” ujar Prof. Hikmahanto. Menurutnya, ambisi menjadi penengah berisiko menjadi wacana hampa tanpa diplomasi yang lebih tegas dan terbuka. Kemudian, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., membedah dinamika ini melalui gagasan ‘Islam Berkemajuan’. Ia menekankan pentingnya pendekatan moderat dan adaptif. Isu energi, konflik, dan relasi antarnegara menuntut pemahaman komprehensif, dengan peningkatan kapasitas intelektual generasi muda sebagai kuncinya. “Perubahan lanskap ekonomi global menempatkan Indonesia pada posisi yang belum kuat. Sebagai negara dengan pasar besar, potensi kita belum diimbangi kekuatan produksi yang memadai,” papar Nazaruddin. Ia juga mendesak penguatan industri domestik hingga kemampuan negosiasi internasional agar Indonesia tidak terus bersikap reaktif. Melalui rilis UMM, diketahui bahwa forum ini menegaskan pesan yang jelas bahwa tantangan terbesar Indonesia bukan sekadar memahami konflik global, melainkan menentukan posisi yang tegas. Bersandar pada sikap normatif tanpa kekuatan implementatif berisiko membuat Indonesia terpinggirkan. Tanpa perubahan arah kebijakan yang terukur, Indonesia juga berpotensi hanya menjadi penonton dalam arena geopolitik yang kian kompetitif. *** Editor: YAN

Bukti Nyata Kampus Inklusif, UMM Antarkan Mahasiswa Berkursi Roda Lulus dengan Deretan Prestasi

UMM Antarkan Mahasiswa Berkursi Roda Lulus dengan Deretan Prestasi pwmu.co –Komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif kembali dibuktikan oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Kampus ini berhasil mengantarkan Akhmad Ali Akbar, mahasiswa pengguna kursi roda dari Program Studi Psikologi, menyelesaikan studinya dengan berbagai prestasi membanggakan.Pendidikan bermutu sejatinya merupakan hak setiap individu, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. UMM menunjukkan komitmennya melalui penyediaan infrastruktur ramah disabilitas serta budaya akademik yang suportif. Akhmad Ali Akbar mengaku telah merasakan dukungan kampus sejak awal masa perkuliahan. Fasilitas seperti jalur kursi roda di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 hingga kemudahan mobilitas di berbagai ruang praktikum memberikan kenyamanan selama proses belajar. “Sedari awal hingga kelulusan, UMM benar-benar membantu dan mendukung sehingga saya tidak merasa berat menjalani setiap proses perkuliahan meski dengan keterbatasan fisik,” ucapnya. Menurutnya, aksesibilitas fisik menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas akademik selama empat tahun terakhir. Menariknya, Akbar menegaskan bahwa kemudahan yang diberikan hanya sebatas fasilitas, bukan dalam penilaian akademik. Ia tetap mengikuti standar evaluasi, tugas, dan ujian yang sama dengan mahasiswa lainnya. Prinsip kesetaraan inilah yang memotivasi dirinya untuk terus berkembang dan membuktikan kemampuan secara objektif. Selain unggul di bidang akademik, Akbar juga aktif dalam organisasi kampus. Ia pernah mengemban amanah sebagai eksekutif muda di Kementerian Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas periode 2023–2024. Tak hanya itu, ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Pelaksana Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Fakultas Psikologi 2024. Di bawah kepemimpinannya bersama tim, kegiatan tersebut berhasil meraih juara tiga sebagai Pesmaba terbaik tingkat universitas. “UMM sudah siap menjadi kampus inklusif dan pastinya akan selalu mendukung teman-teman disabilitas untuk menempuh perkuliahan dengan lancar, bagaimanapun caranya,” tegasnya. Kiprah Akbar tidak berhenti di lingkungan kampus. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial melalui komunitas Turun Tangan Malang. Mengawali sebagai staf Humas pada periode 2022–2023, ia kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum pada periode berikutnya. Pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran berharga dalam kepemimpinan dan pengabdian masyarakat. Di akhir masa studinya, Akbar menyampaikan pesan inspiratif bagi generasi muda, khususnya para pejuang mimpi. “Jangan pernah berhenti berharap, berdoa, dan bermimpi karena sejatinya mimpi-mimpi itu akan terwujud di masa yang akan datang,” pungkasnya. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Sikapi Konflik AS-Iran, Pakar HI UMM Dorong Pemerintah Indonesia Lebih Berani Bersuara

Pakar HI UMM Prof Gonda menyampaikan pandangannya terkait posisi Indonesia di tengah konflik AS-Iran. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus mengguncang stabilitas ekonomi serta keamanan global, posisi strategis Indonesia kembali diuji. Pertanyaannya, apakah Indonesia akan terus bertahan dengan sikap normatif “cari aman”, atau mulai berani melangkah sebagai aktor utama dan juru damai dunia? Kegelisahan itu mengemuka dalam forum Ruang Gagasan bertajuk Dinamika Geopolitik Global: Implikasi Konflik Amerika–Iran bagi Indonesia. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) UMM, RBC A. Malik Fadjar Institute, dan Program Studi Hubungan Internasional UMM, yang digelar di RBC A. Malik Fadjar Institute, Kamis (23/4/2026). Forum ini tidak hanya membedah konflik, tetapi juga menyoroti kapasitas diplomasi Indonesia. Guru Besar Hubungan Internasional UMM sekaligus Kepala PSIB UMM, Gonda Yumitro, menilai pemerintah Indonesia masih cenderung berlindung di balik payung hukum internasional. Sikap yang tidak secara eksplisit mengutuk Amerika Serikat dan Israel dinilai sebagai upaya menjaga peluang menjadi mediator. Namun, menurutnya, kekuatan global tidak hanya ditentukan oleh norma, melainkan juga oleh ketahanan sumber daya. “Kekuatan narasi yang dibangun Indonesia belum sepenuhnya berdampak pada level internasional. Kebijakan kita masih banyak berada pada tataran konseptual,” tegasnya. Dia juga menyoroti ketertinggalan Indonesia dibanding sejumlah negara Eropa dan ASEAN, terutama dalam hal kemandirian dari kekuatan eksternal. Dampak konflik juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak dunia akibat konflik akan berimbas pada ekosistem ekonomi domestik. “Dominasi negara-negara besar dalam rantai produksi global mempersempit ruang gerak negara berkembang. Sikap hati-hati Indonesia memang realistis, tetapi belum cukup untuk menjadikan kita aktor strategis,” ujarnya. Sementara itu, Rektor UMM Nazruddin Malik menyoroti dinamika ini melalui perspektif Islam Berkemajuan. Ia menekankan pentingnya pendekatan moderat dan adaptif dalam merespons isu global, termasuk energi, konflik, dan relasi antarnegara. “Perubahan lanskap ekonomi global menempatkan Indonesia pada posisi yang belum kuat. Sebagai negara dengan pasar besar, potensi kita belum diimbangi kekuatan produksi yang memadai,” paparnya. Ia mendorong penguatan industri domestik serta peningkatan kapasitas negosiasi internasional agar Indonesia tidak terus bersikap reaktif. Forum ini menegaskan bahwa tantangan terbesar Indonesia bukan hanya memahami konflik global, tetapi juga menentukan posisi yang tegas. Tanpa keberanian memperkuat implementasi kebijakan, Indonesia berisiko tetap menjadi penonton dalam dinamika geopolitik yang semakin kompetitif. (Faqih/AS)

Kursi Roda Bukan Penghalang, Akbar Tuntaskan Studi Psikologi di UMM

MALANG POST – Melalui penyediaan infrastruktur ramah disabilitas dan budaya akademik yang suportif, Kampus Putih sukses mengantarkan Akhmad Ali Akbar, mahasiswa pengguna kursi roda dari Program Studi Psikologi, menyelesaikan masa studinya dengan deretan prestasi gemilang. ​Pria yang akrab disapa Akbar ini, merasakan betul komitmen UMM dalam menyediakan lingkungan kampus yang ramah disabilitas. Dukungan tersebut ia rasakan sejak hari pertama berstatus sebagai mahasiswa. Keberadaan infrastruktur yang memadai, seperti akses khusus jalur kursi roda di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4, hingga kemudahan mobilitas di berbagai fasilitas praktikum. Itu membuatnya leluasa bergerak. Baginya, kenyamanan aksesibilitas fisik adalah kunci utama yang melancarkan rutinitas perkuliahannya selama empat tahun terakhir. ​“Sedari awal hingga kelulusan, UMM benar-benar membantu dan mendukung. Sehingga saya tidak merasa berat menjalani setiap proses perkuliahan meski dengan keterbatasan fisik,” ucapnya. ​Menariknya, ia menegaskan bahwa kemudahan tersebut murni sebatas pada aspek fasilitas penunjang mobilitas. Dalam urusan akademik, Akbar tidak mendapatkan perlakuan khusus atau keistimewaan. Ia harus melewati standar evaluasi, beban tugas, dan ujian yang sama ketatnya dengan rekan sebaya. Prinsip kesetaraan inilah yang memacu semangatnya untuk bersaing secara sehat dan membuktikan kualitas diri secara objektif di dalam ruang kelas. ​Selain di bidang akademik, kapasitas kepemimpinan Akbar juga terasah tajam. Kampus memberikannya panggung yang sama untuk berkontribusi secara nyata. Akbar tercatat pernah mengemban amanah sebagai eksekutif muda di Kementerian Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas periode 2023-2024. Puncaknya, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Pelaksana Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Fakultas Psikologi 2024. Di bawah arahannya bersama tim, rangkaian acara tersebut sukses menyabet juara tiga sebagai Pesmaba terbaik tingkat universitas. ​“UMM sudah siap menjadi kampus inklusif dan pastinya akan selalu mendukung teman-teman disabilitas untuk menempuh perkuliahan dengan lancar, bagaimanapun caranya,” tegasnya. ​Kiprah Akbar rupanya tidak berhenti di lingkungan kampus saja. Ia juga mendedikasikan dirinya pada kegiatan sosial kemasyarakatan dengan bergabung di komunitas Turun Tangan Malang. Mengawali langkah sebagai staf Hubungan Masyarakat (Humas) pada periode 2022-2023, kinerjanya yang cemerlang mengantarkannya pada posisi Ketua Umum di periode berikutnya. Perjalanan memimpin organisasi diakuinya penuh dinamika dan lika-liku. Namun, pasang surut tersebut justru meneguhkan tekadnya untuk terus mencari pengalaman berharga. ​Di akhir masa studinya, Akbar memberikan pesan bagi seluruh pejuang mimpi, baik yang memiliki keterbatasan fisik maupun tidak. Ia percaya bahwa setiap doa dan kerja keras akan membuahkan hasil manis pada waktunya. ​“Jangan pernah berhenti berharap, berdoa, dan bermimpi karena sejatinya mimpi-mimpi itu akan terwujud di masa yang akan datang,” pungkasnya(*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)