Retno Marsudi Soroti Krisis Air Dunia di Wisuda UMM, Apresiasi Inovasi Kampus Putih Berlevel Global

Retno Marsudi dan Rektor UMM Nazaruddin Malang MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang kembali mencatat sejarah penting di kancah internasional. Kampus yang dikenal sebagai Kampus Putih ini resmi mengemban mandat bergengsi UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026, sebuah pengakuan global atas kontribusi nyata dalam pengelolaan ekosistem air berkelanjutan. Penghargaan prestisius ini mendapat apresiasi langsung dari Retno Lestari Priansari Marsudi yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus PBB untuk Isu Air. Kehadirannya menjadi momen istimewa dalam prosesi Wisuda ke-121 UMM yang digelar pada Selasa (28/4/2026), sekaligus menegaskan posisi UMM sebagai garda terdepan Indonesia dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air dunia. Dalam orasi ilmiahnya, Retno Marsudi menyoroti urgensi krisis air global yang semakin mengkhawatirkan akibat perubahan iklim. Ia mengungkapkan bahwa dunia telah kehilangan sekitar 600 gigaton gletser hanya pada tahun 2023, yang menjadi indikator nyata memburuknya kondisi lingkungan. “UMM selalu gigih mendorong pengembangan ekosistem perairan, tidak hanya terfokus pada pelestarian tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat. Langkah kecil yang dilakukan kampus ini menjadi bagian penting dari langkah besar dunia,” ujar Retno di hadapan ribuan wisudawan dan orang tua. Lebih lanjut, ia memaparkan tiga ancaman besar yang kini dihadapi dunia terkait air. Pertama, meningkatnya bencana banjir yang menyumbang 80–90 persen dari total bencana alam dalam satu dekade terakhir. Pada 2024 saja, banjir berdampak pada 400 juta jiwa dan menyebabkan kerugian hingga 550 miliar dolar AS. Kedua, ancaman kekeringan yang diprediksi memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030 dan berdampak pada mayoritas populasi dunia pada 2050. Ketiga, krisis akses air bersih yang masih dialami oleh 2,2 miliar penduduk dunia, memicu berbagai penyakit akibat sanitasi buruk. Retno juga menekankan bahwa krisis air berpotensi mengganggu ketahanan pangan global, mengingat sekitar 70 persen penggunaan air tawar dialokasikan untuk sektor pertanian. Oleh karena itu, ia berharap UMM terus memperkuat inovasi dalam efisiensi penggunaan air, teknologi daur ulang, desalinasi, hingga pengembangan sistem pendingin hemat air. Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi harus melampaui fungsi akademik semata. Melalui program Center of Excellence, UMM mengintegrasikan pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat, termasuk dalam pengelolaan sumber daya air. “Pengelolaan air yang kami kembangkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi menjadi solusi berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam menghadirkan akses air yang lebih layak,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa mandat dari UNESCO bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, para lulusan UMM diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Dengan pencapaian ini, UMM tidak hanya menegaskan eksistensinya di tingkat global, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dalam menjawab tantangan krisis air dunia melalui inovasi, kolaborasi, dan aksi nyata yang berdampak luas bagi kehidupan manusia.
UMM Gelar Kejuaraan Karate Nasional, Siapkan Hadiah Puluhan Juta dan Golden Ticket Mahasiswa Baru

MALANG, SURYAKABAR.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat eksistensinya di bidang olahraga dengan menggelar ajang bergengsi bertajuk UMM Open Karate Championship 2026. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2026 mendatang itu merupakan kejuaraan karate terbuka perdana yang diselenggarakan Kampus Putih sebagai tuan rumah. Ketua Pelaksana Kejuaraan, Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menyatakan, persiapan telah dilakukan secara maksimal guna menyambut ribuan karateka dari berbagai penjuru tanah air. Meski secara administratif merupakan kejuaraan tingkat regional, kualitas peserta yang berkomitmen hadir telah mencapai level nasional. Baca Juga: Tiga Atlet Mahasiswa Undika Stikom Surabaya Raih Medali Emas di Kejuaraan Karate Internasional Tercatat, atlet dari lima provinsi besar telah mengonfirmasi kehadiran mereka, yakni dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Bali, hingga Papua. “Kami menyiapkan yang terbaik untuk kegiatan ini. Ini adalah event open perdana di UMM, tidak hanya untuk cabang olahraga karate, tetapi juga menjadi pionir bagi cabang olahraga lainnya. Target kami jelas, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi bagi kontingen UMM sendiri, serta sukses penjaringan bibit atlet berprestasi,” ujar Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., Senin (27/4/2026). Kejuaraan ini akan diikuti sekitar 1.200 atlet yang akan berlaga di dua kategori utama, yaitu kategori Festival dan kategori Open. Baca Juga: Mahasiswa UMM Gandeng Warga Kenalkan Budidaya Bioflok Solusi Lahan Terbatas Tingginya minat peserta menunjukkan, UMM Open Karate Championship telah menjadi magnet baru bagi pegiat olahraga bela diri di Indonesia. Selain memperebutkan podium juara, panitia telah menyiapkan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp24 juta. Namun, daya tarik yang paling dinantikan oleh para atlet pelajar adalah ketersediaan Golden Ticket untuk masuk menjadi mahasiswa UMM. Baca Juga: SAIM CUP 2026 Tandingkan Futsal dan Bulu Tangkis, Wali Murid Kelas 1 Juara Futsal, Wali Murid Kelas 3 Juara Bulu Tangkis Program ini secara khusus dirancang untuk menjaring atlet berbakat agar dapat menempuh pendidikan di Kampus Putih, terutama pada Program Studi Kepelatihan Olahraga maupun program studi lainnya melalui jalur prestasi. Ary menjelaskan, sebelumnya kegiatan karate di UMM hanya terbatas pada lingkup internal, seperti Rektor Cup. Kejuaraan terbuka ini diharapkan menjadi pemantik bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya di lingkungan UMM untuk berani menyelenggarakan acara serupa dengan skala yang lebih luas. “Harapannya, turnamen ini memberikan awalan yang baik bagi kawan-kawan UKM untuk membuat event sekaliber ini. Setelah karate, kami sudah menyiapkan rangkaian kegiatan susulan untuk cabang bela diri lain seperti Tapak Suci dan Taekwondo,” pungkasnya. Melalui ajang ini, UMM membuktikan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat generasi muda sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang kompetitif dan profesional di lingkungan universitas. (abs)
Retno Marsudi di Wisuda UMM: Inovasi Air Kampus Putih Jadi Harapan Dunia

Retno Marsudi di Wisuda UMM: Inovasi Air Kampus Putih Jadi Harapan Dunia, Selasa 28 April 2026. (Sumber Humas UMM). MALANG (SurabayaPost.id) – Sejarah baru tercipta di Universitas Muhammadiyah Malang. Di tengah bayang-bayang krisis air global, Kampus Putih resmi dikukuhkan sebagai pemegang mandat bergengsi UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026. Pengakuan level dunia ini diapresiasi langsung oleh Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M. Momen bersejarah itu jadi sorotan utama Wisuda ke-121 UMM, Selasa (28/4/2026). Hadir memberikan orasi ilmiah, Retno Marsudi yang juga Menteri Luar Negeri RI 2014-2024 memberi apresiasi tinggi atas rekam jejak riset dan pengabdian UMM di bidang air. “UMM selalu gigih mendorong pengembangan ekosistem perairan, tidak hanya terfokus pada aspek pelestarian namun juga penguatan ekonomi masyarakat. Universitas ini mengambil langkah-langkah kecil yang kemudian menjadi bagian penting dari langkah besar dunia,” puji Retno disambut gemuruh tepuk tangan ribuan wisudawan dan orang tua. Dalam orasinya, Retno membongkar realitas mengerikan kondisi air global yang makin terancam perubahan iklim. Ia menyebut 600 gigaton gletser dunia lenyap sepanjang 2023. Saat ini dunia dihadapkan pada tiga krisis air ekstrem. Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M. (Sumber Humas UMM). Pertama, banjir. Tercatat 80-90% bencana alam dalam sepuluh tahun terakhir adalah banjir. Pada 2024 saja, banjir mengganggu 400 juta nyawa dan merugikan ekonomi hingga 550 miliar Dolar AS. Kedua, kekeringan. Ancaman ini diproyeksikan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030, dan berdampak pada tiga perempat populasi bumi di 2050. Ketiga, kelangkaan air bersih. Tercatat 2,2 miliar penduduk dunia belum memiliki akses air minum aman, memicu rentetan penyakit akibat sanitasi buruk. Krisis ini, kata Retno, berpotensi melumpuhkan ketahanan pangan dunia mengingat 70% serapan air tawar digunakan untuk sektor pertanian. Karena itu, ia menaruh harapan besar pada UMM lewat mandat UNESCO Chair untuk terus menggerakkan inovasi: riset teknologi efisiensi air, daur ulang, desalinasi, hingga cooling system hemat air. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan arah pengembangan kampus tak lagi semata berorientasi capaian akademik. Lewat program Center of Excellence, UMM mengintegrasikan kurikulum dengan pengalaman belajar berbasis ekosistem dan kebutuhan riil masyarakat. “Pengelolaan air yang kami kembangkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi menjadi bagian dari solusi berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam menghadirkan akses air yang lebih layak, terutama bagi wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan,” ujar Prof Nazaruddin dikutip dari rilis Bagian Humas UMM. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si memberikan cinderamata kepada Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M. (Sumber Humas UMM). Menurut Nazaruddin, pengelolaan air jadi salah satu fokus utama yang dikembangkan sebagai solusi strategis, termasuk pemanfaatan energi mikrohidro dan penguatan ketahanan wilayah. Capaian UNESCO Chair menegaskan perguruan tinggi tak hanya mencetak lulusan, tapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat. Di akhir sambutan, Rektor menitipkan pesan kepada ribuan wisudawan agar terus membawa semangat pelestarian lingkungan ke tengah masyarakat. Mandat UNESCO yang diterima Kampus Putih bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar. Ia mendorong lulusan UMM membuktikan diri sebagai agen perubahan yang tidak hanya tangguh secara intelektual, tetapi juga peduli pada kelestarian bumi dan masa depan peradaban. “Jadilah sumber kebaikan di mana pun berkarya demi menjaga titipan kehidupan bersama untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya. (lil).
UMM Raih Mandat UNESCO Chair 2026, Retno Marsudi Soroti Krisis Air Dunia di Wisuda ke-121

Retno Lestari Priansari Marsudi hadiri Wisuda ke-121 UMM. (Istimewa) MALANGVOICE — Di tengah ancaman krisis air global yang kian nyata, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatatkan sejarah penting di level internasional. Kampus Putih resmi ditunjuk sebagai pemegang mandat UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026, sebuah pengakuan bergengsi yang menempatkan UMM di garis depan upaya pelestarian ekosistem perairan dunia. Pengukuhan ini mendapat apresiasi langsung dari Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, Retno Lestari Priansari Marsudi. Kehadiran mantan Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024 itu menjadi sorotan dalam Wisuda ke-121 UMM yang digelar Selasa (28/4/2026). Dalam orasi ilmiahnya, Retno menyampaikan penghargaan tinggi terhadap kontribusi UMM, khususnya dalam riset dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengelolaan air berkelanjutan. “UMM konsisten mendorong pengembangan ekosistem perairan, tidak hanya dari sisi pelestarian, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah-langkah kecil yang dilakukan kampus ini menjadi bagian penting dari solusi global,” ujarnya, disambut tepuk tangan ribuan wisudawan dan keluarga. Retno juga mengingatkan kondisi darurat yang tengah dihadapi dunia terkait krisis air. Ia mengungkapkan bahwa pada 2023, dunia kehilangan sekitar 600 gigaton gletser akibat perubahan iklim. Selain itu, dalam satu dekade terakhir, 80–90 persen bencana alam didominasi banjir. Pada 2024 saja, banjir berdampak pada 400 juta orang dan menyebabkan kerugian ekonomi hingga 550 miliar dolar AS. Sementara itu, ancaman kekeringan diproyeksikan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030 dan berpotensi memengaruhi tiga perempat populasi dunia pada 2050. Tak kalah mengkhawatirkan, sebanyak 2,2 miliar penduduk dunia masih belum memiliki akses terhadap air minum yang aman, yang berdampak pada meningkatnya risiko penyakit akibat sanitasi buruk. “Krisis air ini juga mengancam ketahanan pangan global, mengingat 70 persen air tawar digunakan untuk sektor pertanian,” tegas Retno. Melalui mandat UNESCO Chair tersebut, ia berharap UMM dapat terus mengembangkan inovasi di bidang teknologi air, mulai dari efisiensi penggunaan, daur ulang, desalinasi, hingga sistem pendingin hemat air. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa arah pengembangan kampus kini tidak hanya berfokus pada capaian akademik. UMM mengintegrasikan pembelajaran berbasis ekosistem melalui program Center of Excellence, dengan pengelolaan air sebagai salah satu prioritas utama. “Pengelolaan air yang kami kembangkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi menjadi solusi berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci untuk menghadirkan akses air yang lebih layak,” jelasnya. Menurut Nazaruddin, capaian ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis, tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat. Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada para wisudawan untuk membawa semangat pelestarian lingkungan ke tengah masyarakat. Mandat UNESCO yang diterima UMM, lanjutnya, bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar. “Lulusan UMM harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan bumi dan masa depan peradaban,” pungkasnya.(der)
Kampus Putih Mendunia! UMM Raih UNESCO Chair untuk Ekosistem Air

pwmu.co –Di tengah ancaman krisis air global, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menorehkan capaian monumental dengan dikukuhkan sebagai pemegang mandat bergengsi UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026. Pengakuan internasional ini mendapat apresiasi langsung dari Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, yang menegaskan posisi UMM sebagai salah satu garda terdepan Indonesia dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dunia. Momentum ini menjadi sorotan dalam prosesi Wisuda ke-121 UMM yang digelar Selasa (28/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Retno Marsudi yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024 hadir memberikan orasi ilmiah sekaligus apresiasi atas kontribusi UMM dalam riset dan pengabdian masyarakat. “UMM selalu gigih mendorong pengembangan ekosistem perairan, tidak hanya terfokus pada aspek pelestarian namun juga penguatan ekonomi masyarakat. Universitas ini mengambil langkah-langkah kecil yang kemudian menjadi bagian penting dari langkah besar dunia,” ujarnya. Dalam orasinya, Retno mengungkap fakta serius terkait kondisi air global yang semakin terancam akibat perubahan iklim. Salah satunya adalah hilangnya sekitar 600 gigaton gletser dunia pada tahun 2023. Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi tiga krisis air utama: Banjir mendominasi 80–90% bencana alam dalam satu dekade terakhir Pada 2024, banjir berdampak pada 400 juta jiwa dan kerugian mencapai 550 miliar dolar AS Kekeringan diproyeksikan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030 Sebanyak 2,2 miliar penduduk dunia belum memiliki akses air minum yang aman Menurutnya, krisis ini juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan global, mengingat sekitar 70% penggunaan air tawar digunakan untuk sektor pertanian. Melalui mandat UNESCO Chair tersebut, ia berharap UMM terus menjadi motor inovasi dalam teknologi pengelolaan air, seperti efisiensi penggunaan air, daur ulang, desalinasi, hingga sistem pendingin hemat air. Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa arah pengembangan kampus tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program Center of Excellence, UMM mengintegrasikan kurikulum dengan kebutuhan riil masyarakat, termasuk dalam pengelolaan sumber daya air sebagai solusi strategis berbasis keberlanjutan. “Pengelolaan air yang kami kembangkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi menjadi bagian dari solusi berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam menghadirkan akses air yang lebih layak, terutama bagi wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan. Menurutnya, capaian ini menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya. Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada para wisudawan untuk terus membawa semangat pelestarian lingkungan dalam kehidupan bermasyarakat. Mandat UNESCO yang diterima UMM, menurutnya, bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah besar. Para lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masa depan peradaban. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
UMM Raih Penghargaan Kehumasan Inovatif, Bukti Kampus Digital

pwmu.co –Kinerja unggul dan adaptasi teknologi di bidang kehumasan kembali mengantarkan Universitas Muhammadiyah Malang meraih prestasi membanggakan. Kampus Putih sukses menyabet penghargaan Innovative Public Relation and Information yang diserahkan pada Sabtu (25/4) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi pemacu semangat untuk terus menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berdampak. “Penghargaan ini memiliki makna yang sangat besar bagi UMM. Ini bukan sekadar trofi, melainkan pengakuan atas komitmen kami yang selalu berupaya relevan dengan perkembangan zaman. Ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh tim dalam membangun jembatan komunikasi yang efektif antara kampus dan masyarakat,” tegasnya. Menurut Maharina, inovasi utama yang menjadi kunci keberhasilan UMM terletak pada keberanian melakukan konvergensi media. UMM tidak lagi hanya mengandalkan rilis berita konvensional, tetapi juga mengintegrasikan berbagai platform digital. Mulai dari pemanfaatan media sosial yang interaktif, produksi konten audio visual secara masif, hingga optimalisasi sistem informasi yang ramah pengguna, seluruhnya dirancang untuk menjangkau publik secara lebih luas dan efektif. “Dampak dari strategi komunikasi yang kami bangun sangat terasa. Bagi civitas akademika, mereka kini lebih cepat mendapatkan akses informasi. Sementara bagi publik luas, mereka bisa melihat secara transparan berbagai capaian prestasi, riset, dan kontribusi nyata UMM bagi bangsa. Keterbukaan inilah yang membuat trust masyarakat kepada UMM terus meningkat,” tambahnya. Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi di bidang kehumasan agar mampu menjawab tantangan disrupsi digital. “Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem informasi dengan mengadopsi teknologi terbaru, termasuk kecerdasan buatan, untuk menganalisis tren publik. Kami ingin menciptakan inovasi informasi yang jauh lebih interaktif. Harapannya, UMM akan terus menjadi trendsetter dalam praktik public relations perguruan tinggi di tingkat nasional,” pungkasnya. Penghargaan yang dianugerahkan oleh PWMU.co ini semakin mengukuhkan posisi UMM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dalam komunikasi publik. Melalui semangat inovasi yang berkelanjutan, UMM berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi yang profesional, relevan, dan tepercaya, sekaligus memberikan inspirasi serta manfaat luas bagi masyarakat. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Retno Marsudi “Guncang” Wisuda UMM: Dunia Krisis Air, Kampus Putih Diminta Pimpin Solusi Global

Wisuda UMM, Retno Marsudi, Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, datang membawa kabar genting: dunia tengah menuju krisis air yang kian tak terkendali.(Ist) Malangpariwara.com – Panggung Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (28/4/2026), berubah menjadi forum peringatan keras tentang masa depan bumi. Retno Marsudi, Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, datang membawa kabar genting: dunia tengah menuju krisis air yang kian tak terkendali.(Ist) Retno Marsudi, Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, datang membawa kabar genting: dunia tengah menuju krisis air yang kian tak terkendali. Di tengah situasi global yang mengkhawatirkan itu, UMM justru mencuri perhatian. Kampus berjuluk “Kampus Putih” tersebut resmi menyandang mandat prestisius UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026—sebuah pengakuan kelas dunia yang menempatkan UMM di garis depan inovasi pengelolaan air berkelanjutan. Dalam orasi ilmiahnya, Retno tak hanya memberi selamat, tetapi juga “menantang” UMM untuk mengambil peran lebih besar. Ia menegaskan, langkah-langkah kecil yang dilakukan kampus dalam riset dan pengabdian masyarakat kini telah beresonansi secara global. “UMM menunjukkan bahwa solusi besar dunia bisa lahir dari aksi nyata di tingkat lokal,” tegasnya di hadapan ribuan wisudawan dan keluarga yang memadati arena. Namun di balik apresiasi itu, Retno membeberkan fakta mencemaskan. Dunia kehilangan sekitar 600 gigaton gletser pada 2023. Dalam satu dekade terakhir, 80–90 persen bencana alam didominasi banjir. Sepanjang 2024 saja, banjir berdampak pada 400 juta orang dengan kerugian ekonomi mencapai 550 miliar dolar AS. Tak berhenti di situ, ancaman kekeringan diproyeksikan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030. Bahkan, hingga kini sekitar 2,2 miliar penduduk dunia masih belum memiliki akses air minum yang aman. “Krisis air bukan sekadar isu lingkungan, tapi ancaman nyata bagi pangan, kesehatan, dan stabilitas global,” ujarnya. Retno menekankan, sektor pertanian yang menyerap 70 persen air tawar dunia menjadi titik krusial. Tanpa inovasi, ketahanan pangan global bisa runtuh. Karena itu, ia mendorong UMM untuk mengakselerasi riset teknologi air—mulai dari efisiensi penggunaan, daur ulang, hingga desalinasi dan sistem pendingin hemat air. Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa capaian UNESCO Chair bukan sekadar prestasi simbolik. Menurutnya, ini adalah mandat besar yang harus diwujudkan dalam aksi nyata. “Kami tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi. Pengelolaan air menjadi fokus strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Melalui program Center of Excellence, UMM mengintegrasikan riset, pembelajaran, dan pengabdian untuk memperkuat ketahanan air, termasuk lewat pemanfaatan energi mikrohidro dan kolaborasi lintas sektor. Di akhir prosesi, pesan kuat disampaikan kepada para wisudawan: gelar akademik bukan garis akhir, melainkan awal tanggung jawab. Mereka diminta menjadi agen perubahan yang tak hanya cerdas, tetapi juga peduli pada krisis lingkungan yang kian nyata. Momentum wisuda kali ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Dari Malang, pesan global digaungkan: krisis air adalah ancaman nyata dan solusi harus dimulai sekarang.(Djoko W)
Pendaftaran Beasiswa Pemimpin Muda UMM 2026 Dibuka! Khusus Pengurus OSIS, Bisa Kuliah Tanpa Tes

Ilustrasi – Pendaftaran beasiswa jalur pemimpin muda UMM tahun akademik 2026 dibuka. (umm.ac.id) BICARANETWORK.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan peluang eksklusif bagi para aktivis sekolah melalui Beasiswa Jalur Pemimpin Muda tahun akademik 2026. Program ini dirancang khusus untuk mengapresiasi siswa-siswi yang memiliki pengalaman organisasi sebagai pengurus OSIS untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa melalui jalur tes reguler. Langkah tersebut merupakan komitmen Kampus Putih UMM dalam mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Keuntungan Jalur Pemimpin Muda UMM Para penerima beasiswa ini akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik, di antaranya: Bebas tes masuk: Seleksi didasarkan pada rekam jejak organisasi dan prestasi. Potongan biaya pendidikan: Potongan atau pembebasan biaya SPP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jalur khusus: Proses administrasi yang lebih cepat dan terarah. Pengembangan soft skill: Kesempatan bergabung dalam komunitas mahasiswa berprestasi untuk mengasah kemampuan kepemimpinan lebih lanjut. Syarat Pendaftaran Bagi Anda yang menjabat atau pernah menjadi pengurus OSIS, berikut adalah persyaratan utama yang harus dipenuhi: Jabatan organisasi: Pernah atau sedang menjabat sebagai pengurus OSIS (Ketua, Wakil, Sekretaris, atau Bendahara) di tingkat SMA/SMK/MA sederajat. Nilai akademik: Memiliki nilai rata-rata rapor yang baik (biasanya minimal semester 1-5). Tahun lulus: Terbuka bagi lulusan tahun berjalan (2026) maupun lulusan satu tahun sebelumnya. Rekomendasi: Melampirkan Surat Keterangan atau Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah yang menyatakan status kepengurusan OSIS. Kesehatan: Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari narkoba. Dokumen yang Diperlukan Siapkan berkas-berkas berikut dalam bentuk digital (PDF/JPG): Scan rapor semester 1 sampai 5. Bukti sah kepengurusan OSIS (SK Pengurus atau Surat Keterangan Kepala Sekolah). Scan KTP/Kartu Pelajar dan Kartu Keluarga (KK). Pas foto berwarna terbaru. Sertifikat prestasi pendukung lainnya (jika ada). Cara Daftar Beasiswa UMM Proses pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui portal penerimaan mahasiswa baru (PMB) UMM, berikut langkah-langkahnya: Akses laman resmi: online.umm.ac.id. Pilih jalur pendaftaran Beasiswa Jalur Pemimpin Muda. Buat akun pendaftaran dan lengkapi data diri sesuai identitas asli. Unggah berkas dokumen yang diminta. Pantau hasil seleksi administrasi melalui akun pendaftaran masing-masing. Inilah saatnya mengubah pengalaman organisasi Anda menjadi tiket menuju masa depan cerah di salah satu kampus terbaik di Jawa Timur. Jangan lewatkan kesempatan untuk kuliah di UMM tanpa tes dan nikmati berbagai kemudahan pendidikannya. Segera siapkan surat rekomendasi dari sekolah Anda dan daftarkan diri sebelum kuota jalur khusus ini terpenuhi!***
Tembus Ketatnya Industri Otomotif Jepang, 10 Mahasiswa UMM Magang di Daihatsu Kyushu

Menembus ketatnya industri otomotif Jepang yang terkenal dengan kedisiplinan dan standar tinggi bukanlah perkara mudah. Namun, tantangan tersebut berhasil dijawab oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui program magang bergengsi di Daihatsu Kyushu, Jepang, kampus putih kembali mengukuhkan kualitas mahasiswanya di level internasional. Nicholas Saputra, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2022, menjadi salah satu dari 10 mahasiswa tangguh yang berhasil lolos seleksi untuk menjalani program ini selama satu tahun penuh, terhitung sejak 6 Agustus 2025. Kesempatan emas ini diperoleh melalui jalur resmi kampus yang diinformasikan langsung oleh program studi. Untuk mencapai titik tersebut, Nicholas dan kesembilan rekannya harus melewati proses seleksi yang panjang dan tidak sederhana. Rangkaian ujiannya meliputi tes fisik yang menuntut kebugaran prima, psikotes, evaluasi kemampuan akademik, hingga pelatihan bahasa Jepang dasar guna memastikan kesiapan mereka. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga mencerminkan kesiapan mahasiswa UMM dalam menghadapi persaingan global yang sesungguhnya. Pasalnya, dunia industri Jepang sangat lekat dengan budaya kerja yang disiplin, ritme cepat, dan menuntut profesionalisme tinggi. Dalam program tersebut, kesepuluh mahasiswa ditempatkan di berbagai divisi krusial. Mereka terlibat langsung di divisi welding (pengelasan) yang membutuhkan ketelitian menyambung rangka presisi, divisi painting (pengecatan) untuk pelapisan anti-karat dan pewarnaan bodi, hingga divisi assembly (perakitan) yang bertugas merangkai ribuan komponen menjadi mobil utuh. Pengalaman ini memberikan pembelajaran praktis berharga di luar ruang kelas, sekaligus memperkuat kompetensi teknis mereka. “Kalau kerjanya ya disiplin, tepat waktu, terus gak boleh sembarangan, benar-benar harus profesional,” ungkapnya. Ia mengaku sempat mengalami culture shock dengan ritme kerja yang padat. Jam kerja yang panjang serta kewajiban lembur yang hampir ada setiap hari sempat membuatnya kaget. Namun di sisi lain, sistem tersebut memberikan kompensasi yang adil dan jelas. Upah lembur yang diterima lebih tinggi dibanding jam kerja normal, sehingga memberikan semangat ekstra bagi para mahasiswa. Di balik capaian tersebut, kendala bahasa dan adaptasi budaya tetap menjadi hambatan utama dalam komunikasi di pabrik. Namun, hal itu justru diubah menjadi proses pembelajaran yang membentuk ketangguhan mental. “Kerja di luar negeri itu menarik, buat nyari skill baru, pengalaman baru, biar tahu rasanya kerja sama orang Jepang,” tuturnya. Capaian ini memperkuat citra UMM yang senantiasa sukses menjembatani kualitas akademik dengan realitas industri global. Kisah Nicholas membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah mampu menembus panggung internasional berbekal kesiapan, keberanian, dan dukungan ekosistem kampus yang kuat.(alg/faq) Penulis: Mustafa Ahmad Al Ghifary | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Disaksikan Retno Marsudi, UMM Dikukuhkan Sebagai Garda Terdepan Air Dunia oleh UNESCO

Disaksikan Retno Marsudi, UMM Dikukuhkan Sebagai Garda Terdepan Air Dunia oleh UNESCO, Selasa 28 April 2026. (ist). MALANG, PENAJATIM.COM – Universitas Muhammadiyah Malang mencatat sejarah baru di kancah global. Disaksikan langsung oleh Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M., Kampus Putih resmi dikukuhkan sebagai pemegang mandat _UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026. Pengukuhan prestisius itu digelar di tengah prosesi Wisuda ke-121 UMM, Selasa (28/4/2026(. Retno Marsudi yang juga Menteri Luar Negeri RI 2014-2024 hadir memberikan orasi ilmiah sekaligus apresiasi tinggi atas konsistensi UMM mendorong riset dan pengabdian di sektor air. “UMM selalu gigih mendorong pengembangan ekosistem perairan, tidak hanya terfokus pada aspek pelestarian namun juga penguatan ekonomi masyarakat. Universitas ini mengambil langkah-langkah kecil yang kemudian menjadi bagian penting dari langkah besar dunia,” tegas Retno di hadapan ribuan wisudawan. Dalam orasinya, diplomat senior itu memaparkan kondisi darurat air dunia. Sepanjang 2023, sebanyak 600 gigaton gletser lenyap akibat perubahan iklim. Dunia kini menghadapi tiga krisis air ekstrem secara bersamaan. Pertama, banjir mendominasi 80-90% bencana alam dalam sepuluh tahun terakhir. Tahun 2024 saja, banjir berdampak pada 400 juta jiwa dan merugikan ekonomi global hingga 550 miliar Dolar AS. Kedua, kekeringan diproyeksikan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030 dan akan menimpa tiga perempat populasi bumi di 2050. Ketiga, 2,2 miliar penduduk dunia masih hidup tanpa akses air minum aman, memicu penyakit akibat sanitasi buruk. Retno mengingatkan, 70% air tawar dunia terserap sektor pertanian. Jika krisis air tak ditangani, ketahanan pangan global ikut runtuh. Karena itu, ia menaruh harapan besar pada UMM untuk menggerakkan inovasi teknologi efisiensi air, daur ulang, desalinasi, hingga sistem pendingin hemat air. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si memberikan cinderamata kepada Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M. (Sumber Humas UMM). Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan mandat UNESCO Chair membuktikan arah baru perguruan tinggi. Lewat _Center of Excellence_, UMM mengintegrasikan kurikulum dengan pengalaman belajar berbasis ekosistem dan kebutuhan riil masyarakat. “Pengelolaan air yang kami kembangkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi menjadi bagian dari solusi berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam menghadirkan akses air yang lebih layak, terutama bagi wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan,” jelasnya. Fokus riset air UMM mencakup pemanfaatan energi mikrohidro hingga penguatan ketahanan wilayah. Bagi Nazaruddin, capaian ini menegaskan kampus punya tanggung jawab menghadirkan dampak nyata, bukan sekadar mencetak lulusan. Menutup sambutan, Rektor menitipkan pesan khusus kepada ribuan wisudawan. Mandat UNESCO bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar untuk Indonesia dan dunia. Ia mendorong lulusan UMM jadi agen perubahan yang tangguh secara intelektual dan peduli pada bumi. “Jadilah sumber kebaikan di mana pun berkarya demi menjaga titipan kehidupan bersama untuk Indonesia dan dunia,” pesannya. Dengan pengukuhan ini, UMM resmi jadi garda terdepan dari Indonesia dalam menjaga nadi kehidupan ekosistem perairan global. (Zai).