Rayz UMM Hotel Malang Hadirkan Signature Menu Khas, Perpaduan Cita Rasa Lokal dalam Sajian Istimewa

foto TribunJatimTimur.com/Dok Rays UMM Hotel Malang CiITA RASA LOKAL – Rayz UMM Hotel Malang memperkenalkan rangkaian signature menu yang terinspirasi dari cita rasa lokal. TRIBUNJATIMTIMUR.COM, MALANG – Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pengalaman kuliner yang berkesan, Rayz UMM Hotel Malang memperkenalkan rangkaian signature menu yang terinspirasi dari cita rasa lokal. Tiga menu unggulan ini terdiri dari Nasi Goreng Rawon, Ayam Goreng Sambal Apel, dan Mochi Apel, masing-masing menghadirkan karakter rasa yang berbeda dan menjadi pilihan menarik untuk dinikmati oleh tamu maupun masyarakat umum. Nasi Goreng Rawon menjadi salah satu menu signature yang mengangkat kekayaan kuliner khas Jawa Timur. Perpaduan nasi goreng dengan bumbu rempah rawon menghadirkan rasa autentik yang gurih dan kaya akan cita rasa tradisional. Menu ini cocok bagi pecinta hidangan lokal yang ingin menikmati sentuhan berbeda dalam sajian sehari-hari. Sementara itu, dua menu lainnya mengangkat apel sebagai salah satu identitas kuliner khas Malang. Ayam Goreng Sambal Apel hadir dengan kombinasi ayam goreng gurih yang disajikan bersama sambal apel segar, menciptakan perpaduan rasa pedas, segar, dan sedikit manis yang unik. Sedangkan Mochi Apel menjadi pilihan camilan manis dengan isian apel yang lembut, sekaligus dapat dijadikan oleh-oleh khas Malang. Hotel Manager Rayz UMM Hotel Malang Yanuar Arifien menambahkan, “Melalui signature menu ini, kami ingin menghadirkan ragam sajian yang dekat dengan kekayaan rasa lokal. Tidak semua menu menggunakan apel, namun kami tetap mengangkat elemen khas daerah, baik melalui kuliner tradisional seperti rawon maupun inovasi olahan apel khas Malang yang sudah dikenal luas.” Ketiga menu ini dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau. Nasi Goreng Rawon tersedia seharga Rp 45.000 nett, Ayam Goreng Sambal Apel Rp 55.000 nett, dan Mochi Apel Rp30.000 nett. Seluruh menu tersedia di Legacy Coffee & Eatery yang menawarkan suasana santai untuk bersantai bersama teman atau keluarga. Selain itu, tamu juga dapat menikmatinya di The SKY Rooftop sambil menikmati panorama kota dari ketinggian. Melalui inovasi signature menu ini, Rayz UMM Hotel Malang terus menghadirkan pengalaman kuliner yang memadukan cita rasa tradisional dengan kreasi modern. Setiap sajian dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda, sekaligus menjadi cara menikmati kekayaan kuliner lokal dalam suasana yang nyaman dan istimewa. Nice People, Nice Place, Rayz the Moments Mengenai Rayz UMM Hotel Hotel bintang 4 di Malang, memiliki 152 kamar dan 5 villa dengan kolam renang pribadi. Berkonsep city resort, Rayz UMM Hotel memiliki fasilitas yang lengkap seperti ballroom, meeting room, restoran, tempat fitness, sky lounge, dan kolam renang. Hotel yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang ini mempunyai khas dengan dominan warna hitam dan emas dengan 5 tipe kamar yaitu deluxe, super deluxe, executive, family, dan suite. Villa yang berada satu lokasi dengan hotel memiliki 2 tipe yaitu Villa Eureka atau Credo dengan 2 kamar dan Villa Ambasador dengan 3 kamar. (*)
Dolar Melonjak, Rupiah Tertekan: Pakar UMM Bagikan Strategi Finansial
Pakar UMM Bagikan Strategi Finansial Saat Dolar Melonjak

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah, M.Sc pwmu.co –Gejolak geopolitik global dan tingginya suku bunga di Amerika Serikat belakangan ini terus menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut dinilai bukan sekadar persoalan angka di pasar keuangan, tetapi juga ancaman nyata yang berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat. Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah, M.Sc., membagikan pandangan sekaligus strategi praktis agar masyarakat tetap tangguh secara finansial di tengah gejolak ekonomi global. Yunan menjelaskan bahwa kenaikan dolar memicu efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi, terutama karena Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor. “Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, hingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” ungkapnya kepada Tim Humas UMM pada 17 Mei lalu. Menurutnya, masyarakat tetap akan terdampak meskipun tidak membeli barang impor secara langsung. Pasalnya, biaya produksi industri lokal ikut meningkat akibat mahalnya bahan baku dan energi. “Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Menghadapi situasi ekonomi yang fluktuatif, Yunan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mulai memperkuat pengelolaan keuangan pribadi. Ia menyarankan masyarakat memastikan dana darurat tetap aman serta menunda pembelian barang yang tidak mendesak, terutama produk yang sensitif terhadap kurs dolar. “Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap dolar seperti gadget baru. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelasnya. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan layanan kredit instan atau paylater. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menciptakan ilusi finansial dan memicu masalah ekonomi baru. “Kebiasaan masyarakat kita seperti hobi paylater ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambahnya. Di tengah melemahnya rupiah, Yunan juga melihat adanya peluang besar bagi generasi muda untuk memperoleh penghasilan dari pasar global. Ia mendorong anak muda mulai mempelajari keterampilan digital dan membangun side hustle sesuai minat mereka. “Sekarang anak muda bisa mempelajari skill digital dan membangun side hustle sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau copywriter. Skill yang bisa menghasilkan pendapatan dolar saat ini justru menjadi peluang saat Rupiah melemah,” urainya. Sebagai langkah penyelamatan keuangan, masyarakat juga diminta mengevaluasi arus kas pribadi, menghentikan langganan layanan yang tidak penting, serta mengurangi gaya hidup konsumtif. Menurutnya, stabilitas ekonomi seseorang tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara sehat dan rasional. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Sunday’s Chef Signature Rayz UMM Hotel Hadirkan Heritage Local Breakfast

TribunJatimTimur.com/Dok Rays UMM Hotel Malang FOOD CORNER – Program Sunday’s Chef Signature dengan tema Heritage Local Breakfast yang berlangsung di Sunshine Restaurant Rays UMM Hotel Malang. TRIBUNJATIMTIMUR.COM, MALANG – Rayz UMM Hotel Malang kembali menghadirkan pengalaman sarapan spesial melalui program Sunday’s Chef Signature dengan tema Heritage Local Breakfastyang berlangsung di Sunshine Restaurant. Program ini menjadi bagian dari rangkaian inovasi breakfast hotel dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih berkesan bagi para tamu. Melalui konsep ini, tamu tidak hanya menikmati sajian breakfast regular, namun juga dapat menikmati berbagai stall makanan khas lokal yang disiapkan khusus untuk melengkapi suasana akhir pekan bersama keluarga maupun kerabat. Kehadiran menu-menu tradisional dengan cita rasa autentik menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu yang menginap maupun pengunjung yang datang untuk sarapan. Hotel Manager Yanuar Arifien menambahkan, “Melalui Sunday’s Chef Signature, kami ingin menghadirkan pengalaman sarapan yang tidak hanya lezat, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada para tamu. Kami berharap setiap sajian dapat memberikan kesan hangat, autentik, dan menjadi bagian dari pengalaman menginap yang berkesan di Rayz UMM Hotel.” Pada pelaksanaan hari Minggu, 10 Mei 2026, Rayz UMM Hotel menghadirkan berbagai tambahan menu breakfast lokal seperti Bakso Bakar khas Malang, aneka jajanan pasar tradisional, Rujak Cingur, hingga berbagai pilihan kuliner khas Nusantara lainnya. Mulai pukul 08.00 WIB, para tamu sudah dapat menikmati berbagai sajian spesial tersebut di area restaurant. Tidak hanya berlangsung pada Minggu ini, program Sunday’s Chef Signature juga akan kembali hadir pada 24 Mei 2026 dengan tema Morning Pastry Paradise yang menghadirkan berbagai varian pastry spesial sebagai sajian utama breakfast. Selain menghadirkan pengalaman sarapan yang berbeda, Rayz UMM Hotel Malang juga menghadirkan pengalaman bersantap malam setiap Sabtu malam melalui dinner spesial dengan live music di The SKY Rooftop. Program ini terbuka bagi tamu menginap maupun tamu umum yang ingin menikmati suasana malam Kota Malang dari rooftop hotel. Dengan berbagai inovasi kuliner yang terus dihadirkan, Rayz UMM Hotel berharap dapat menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan maupun masyarakat lokal untuk menikmati pengalaman menginap, bersantap, dan berkumpul bersama keluarga dalam suasana yang hangat dan berkesan. Nice People, Nice Place, Rayz the Moments Mengenai Rayz UMM Hotel Hotel bintang 4 di Malang, memiliki 152 kamar dan 5 villa dengan kolam renang pribadi. Berkonsep city resort, Rayz UMM Hotel memiliki fasilitas yang lengkap seperti ballroom, meeting room, restoran, tempat fitness, sky lounge, dan kolam renang. Hotel yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang ini mempunyai khas dengan dominan warna hitam dan emas dengan 5 tipe kamar yaitu deluxe, super deluxe, executive, family, dan suite. Villa yang berada satu lokasi dengan hotel memiliki 2 tipe yaitu Villa Eureka atau Credo dengan 2 kamar dan Villa Ambasador dengan 3 kamar. (*)
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dosen UMM: Ancaman Nyata bagi Dapur dan Dompet Masyarakat

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan UMM, Yunan Syaifullah. Foto: Dok UMM MAKLUMAT — Nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh rekor terburuk di Rp17.658 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi (18/5/2026). Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah menyebut hal ini sebagai ancaman nyata. “Gejolak geopolitik global dan tingginya suku bunga di AS belakangan ini telah menekan nilai tukar rupiah secara signifikan. Ini ancaman nyata yang diam-diam menyusup ke dapur dan dompet masyarakat luas,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Maklumat.id pada Senin (18/5/2026). Yunan menjelaskan bahwa kenaikan dolar memicu efek berantai yang langsung membebani pengeluaran rumah tangga, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan impor. “Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi juga naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, hingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” jelasnya. Ia juga mencermati banyaknya narasi yang beredar bahwa masyarakat akan aman karena tidak membeli barang impor secara langsung. Padahal biaya hidup masyarakat akan tetap membengkak seiring naiknya biaya produksi industri lokal yang diakibatkan lemahnya nilai tukar rupiah. Baca Juga UMM Raih Mandat UNESCO Chair, Retno Marsudi: Gigih Dorong Pengembangan Ekosistem Perairan “Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Strategi Finansial Saat Dolar Melonjak Menghadapi situasi lemahnya nilai tukar rupiah yang fluktuatif ini, Yunan menyarankan masyarakat untuk tidak panik. Ia mengajak masyarakat agar memastikan dana darurat aman dan menunda konsumsi yang tidak mendesak. “Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap dolar seperti gadget baru. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelasnya. Di tengah ancaman inflasi ini, Yunan juga menyoroti bahaya kebiasaan menggunakan layanan kredit instan yang menciptakan ilusi finansial dan berpotensi menguras tabungan. Salah satunya seperti kebiasaan menggunakan paylater. “Kebiasaan masyarakat kita seperti hobi paylater ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambahnya. Sebagai langkah penyelamatan, masyarakat diimbau untuk segera mengevaluasi kembali arus kas (cash flow) pribadinya masing-masing. Berhenti berlangganan layanan yang tidak krusial dan memangkas gaya hidup konsumtif, dinilai sebagai langkah darurat yang wajib diambil. Baca Juga Keren! Mahasiswa UMM Kembangkan Metaverse VR Pendidikan Dalam kondisi kurs yang tengah bergejolak, Yunan menjelaskan bahwa stabilitas ekonomi seseorang tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar penghasilan, melainkan seberapa sehat dan rasional individu mengelola keuangannya. Kendati demikian, Yunan juga mendorong generasi muda untuk melihat fenomena penguatan dolar ini sebagai momentum emas mencari peluang penghasilan mandiri dari pasar global. “Sekarang anak muda bisa mempelajari skill digital dan membangun side hustle sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau copywriter. Skill yang bisa menghasilkan pendapatan dolar saat ini dapat menjadi peluang saat rupiah melemah,” jelasnya. *) Penulis: M Habib Muzaki
Mengenang Sosok Malik Fadjar: Sang Visioner UMM di Balik Lahirnya Hari Buku Nasional

Malang (beritajatim.com) – Buku Nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei mengingatkan salah satu sosok berpengaruh dibaliknya, Prof. Dr. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. Tokoh besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga mantan Menteri Pendidikan Nasional tersebut merupakan visioner di balik lahirnya peringatan Hari Buku Nasional. Direktur Rumah Baca Cerdas (RBC) A. Malik Fadjar Institute UMM, Dr. Faizin, M.Pd., menjelaskan bahwa pencetusan Hari Buku Nasional oleh mendiang Malik Fadjar merupakan sebuah langkah konkret untuk menyelamatkan nalar bangsa. Menurutnya, Malik Fadjar selalu memandang akar masalah utama Indonesia bukan sekadar rendahnya angka minat baca, melainkan melemahnya tradisi berpikir di mana buku sering kali direduksi hanya sebagai pelengkap administratif di bangku sekolah. ”Bagi Pak Malik, bangsa yang tidak akrab dengan buku akan mudah kehilangan arah, gampang diprovokasi, dan lemah daya nalarnya. Karena itu, Hari Buku Nasional yang beliau gagas bukan sekadar hari peringatan, tetapi alarm kebudayaan agar bangsa kembali membangun tradisi membaca sebagai fondasi kemajuan,” ungkap Faizin saat diwawancarai Senin (18/5/2026). ”Bagi Pak Malik, bangsa yang tidak akrab dengan buku akan mudah kehilangan arah, gampang diprovokasi, dan lemah daya nalarnya. Karena itu, Hari Buku Nasional yang beliau gagas bukan sekadar hari peringatan, tetapi alarm kebudayaan agar bangsa kembali membangun tradisi membaca sebagai fondasi kemajuan,” ungkap Faizin saat diwawancarai Senin (18/5/2026). Kesadaran akan bahaya krisis nalar ini pula yang memicu kegelisahan mendalam Malik Fadjar semasa hidupnya hingga berjuang mendirikan Rumah Baca Cerdas (RBC) di pusat Kota Malang. Demi memastikan ekosistem literasi tidak mati di kota pelajar tersebut, ia bahkan rela menghibahkan ribuan buku dari koleksi pribadinya agar dapat diakses secara luas oleh masyarakat umum. ”Agar budaya baca tidak hilang tertelan hiruk-pikuk zaman, Prof. Malik rela memindahkan koleksi pribadinya untuk memenuhi rak-rak perpustakaan RBC. Beliau ingin ekosistem literasi ini terus terjaga dan menjadi nyala semangat yang tak boleh ditinggalkan oleh generasi muda,” kenang Faizin. Faizin menegaskan bahwa Prof. Malik senantiasa melihat buku sebagai alat pembebasan berpikir. Dalam pemikiran tokoh Muhammadiyah tersebut, masyarakat yang rajin membaca akan tumbuh menjadi insan yang kritis, toleran, dan rasional, sehingga literasi benar-benar menjelma menjadi fondasi kokoh bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. “Saat ini, tanggung jawab besar untuk merawat nyala literasi tersebut diteruskan oleh RBC A. Malik Fadjar Institute. Lembaga ini telah bertransformasi menjadi laboratorium pemikiran dan pusat pembentukan nalar publik melalui empat program unggulan, yaitu Ruang Gagasan, Riset Pengembangan Mutu Pendidikan, Pendampingan Pengembangan Lembaga,” kata Faizin menutup. [dan/aje]
Akademisi UMM Malang Soroti Bahaya Paylater saat Rupiah Melemah dan Harga Kebutuhan Naik

TribunMadura.com/Dwi Prastika ILUSTRASI UANG – Uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, Kamis (12/3/2026). Pengajar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah meyakini bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada kebutuhan rumah tangga masyarakat, khususnya di Kota Malang, Jawa Timur. Ringkasan Berita: Pelemahan rupiah dinilai memicu kenaikan harga pangan, BBM, dan biaya hidup masyarakat Malang. Akademisi UMM mengingatkan bahaya paylater saat rupiah melemah dan kebutuhan rumah tangga meningkat. Pemkot Malang memastikan kebutuhan pokok masyarakat masih aman meski rupiah terus melemah terhadap dolar. Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo TRIBUNMADURA.COM, MALANG – Kebutuhan rumah tangga masyarakat, khususnya di Kota Malang, Jawa Timur, terdampak pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hal itu seperti yang dikatakan pengajar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah. Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Humas Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan menjelaskan, pelemahan rupiah memicu efek berantai yang langsung membebani pengeluaran rumah tangga, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan impor. “Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, sehingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” ungkapnya, Senin (18/5/2026). Banyak masyarakat merasa aman karena tidak membeli barang impor secara langsung, padahal menurut Yunan, biaya hidup mereka akan tetap membengkak seiring naiknya biaya produksi industri lokal. “Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor akan tetap terkena efek berantai, mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Pelemahan rupiah ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Menghadapi situasi fluktuatif ini, ia menyarankan masyarakat untuk tidak panik, melainkan memastikan dana darurat aman dan menunda konsumsi yang tidak mendesak. “Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap dolar seperti gawai. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelas Yunan. Di tengah ancaman pelemahan rupiah ini, ia juga menyoroti bahaya kebiasaan menggunakan layanan kredit instan yang menciptakan ilusi finansial dan berpotensi menguras tabungan. “Kebiasaan masyarakat hobi paylater ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambahnya. Yunan mendorong masyarakat untuk melihat fenomena pelemahan rupiah ini sebagai momentum emas mencari peluang penghasilan mandiri dari pasar global. “Sekarang anak muda bisa mempelajari keahlian digital dan membangun pekerjaan sampingan sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau penulis. Keahlian yang bisa menghasilkan pendapatan dolar saat ini justru menjadi peluang saat rupiah melemah,” urainya. Tanggapan Pemkot Malang Sementara itu, Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai belum berdampak signifikan terhadap kebutuhan pokok masyarakat di Kota Malang. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.
Bantu Petani Cengkih, Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Semiotomatis

Inovasi Clove Separator Mahasiswa UMM, Tingkatkan Produtivitas Petani Cengkeh (Foto: Humas UMM/PWMU.CO) pwmu.co – Inovasi teknologi tepat guna menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kelangsungan usaha tani di tengah tuntutan efisiensi biaya produksi. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan mesin pemisah cengkih semiotomatis yang diberi nama pada Senin (18/5/2026). Inovasi ini dirancang sebagai solusi untuk membantu petani cengkih di Dusun Karanggongso, Trenggalek, yang selama ini menghadapi kendala tingginya biaya tenaga kerja dan lamanya proses panen manual. Mesin ini merupakan karya dari Risqi Andy Sulbi Sasmita bersama timnya dari Program Studi Teknik Industri UMM angkatan 2022. Pada proses tradisional, pemisahan bunga dan tangkai cengkih memakan waktu yang cukup lama, dengan kapasitas pengerjaan manual manusia maksimal dua kilogram per jam. Risqi menjelaskan bahwa mesin ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas produksi petani dengan biaya pengadaan alat yang terjangkau. “Tujuan utama kami memang untuk meningkatkan kapasitas produksi petani hingga berkali-kali lipat dibandingkan cara manual. Apalagi, alat ini kami proyeksikan memiliki harga jual yang jauh lebih kompetitif, yaitu sekitar enam hingga tujuh juta rupiah, dibandingkan mesin serupa di pasaran yang bisa mencapai belasan juta,” ujar Risqi. Melalui Clove Separator EVO, kapasitas pengolahan dapat mencapai 50 kilogram per jam dengan menggunakan satu hingga dua operator. Sistem kerja mesin ini dimulai saat bunga cengkih dimasukkan ke dalam corong, melewati rotor penggilingan, kemudian disaring menggunakan sistem ayakan bergetar untuk memisahkan bagian bunga dan tangkai secara utuh. Tim mahasiswa UMM memastikan rancangan alat ini telah memperhatikan aspek kenyamanan serta keselamatan pengguna di bawah arahan dosen pembimbing. Clove Separator EVO yang diciptakan Mahasiswa UMM (Foto: Humas UMM/PWMU.CO) Alat yang dikembangkan melalui proyek mata kuliah Perancangan Sistem Terpadu (PST) ini juga didesain agar mudah dalam perawatan harian. Sesuai rencana, purwarupa Clove Separator EVO akan dikirim ke Desa Tasikmadu pada bulan Juni mendatang untuk menjalani uji coba lapangan langsung saat masa panen raya. Risqi berharap karya dari mahasiswa Kampus Putih UMM ini dapat mendorong semangat sivitas akademika lainnya dalam membantu memecahkan persoalan riil di masyarakat. “Kami berharap mahasiswa lain tidak perlu mencari ide terlalu jauh, cukup peka dengan kebutuhan di sekitar kita. Sebab, sekecil apa pun inovasi yang kita buat sangat berarti bagi masyarakat,” pungkasnya. Kehadiran Clove Separator EVO menjadi salah satu bentuk hilirisasi riset di lingkungan perguruan tinggi yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara kepekaan sosial mahasiswa dan dukungan fasilitas kampus diharapkan mampu menghadirkan teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi kerakyatan. Inovasi ini diharapkan bisa mendapatkan dukungan lebih lanjut untuk diproduksi secara massal guna menjangkau petani cengkih di berbagai wilayah lainnya. (*) *) Penulis : Humas UMM Editor : Tanwirul Huda