UMM Apresiasi Bakat dan Prestasi Anak Muda, Siapkan Beragam Beasiswa untuk Berbagai Talenta

Universitas Muhammadiyah Malang menyediakan beragam beasiswa untuk berbagai prestasi dan talenta anak muda./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memastikan ketersediaan puluhan ragam beasiswa inklusif untuk menyambut lebih dari 6.000-an mahasiswa baru. Langkah strategis ini menjadi komitmen nyata UMM dalam mematahkan stigma mahalnya biaya kuliah, sekaligus menjamin agar generasi muda berprestasi di seluruh negeri tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi berkualitas. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menjelaskan bahwa kebijakan penyediaan ragam beasiswa ini merupakan wujud tata kelola keuangan universitas yang inklusif dan berkeadilan. “Kami mengelola pendanaan secara strategis agar program beasiswa ini terus berkelanjutan. Ini adalah bentuk nyata filantropi pendidikan Muhammadiyah melalui kampus putih,” ungkap Juanda pada rilis UMM, Selasa (19/5). Rancangan beasiswa khusus ini diterapkan UMM untuk menjaring talenta terbaik dari seluruh penjuru negeri, tanpa terkecuali. “Melalui program ini, Kampus Putih menunjukkan komitmennya dalam membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi yang bermutu dan berdaya saing global,” imbuhnya. Pilihan beasiswa yang ditawarkan sangat adaptif terhadap tren masa kini. Bagi lulusan pendidikan menengah, Beasiswa Pendidikan Indonesia Emas menawarkan potongan sebesar 50% pada Biaya Studi Semester I (BSS-I). Terdapat pula Beasiswa Jalur Prestasi Akademik dan Non Akademik yang memfasilitasi calon mahasiswa masuk UMM tanpa tes. Menariknya, jalur ini turut merangkul influencer (konten kreator) Youtuber dengan subscriber minimal 5k dan selebgram dengan follower minimal 10k, dengan kriteria konten yang kreatif, edukatif, dan positif. Nilai-nilai sosial dan pengabdian juga diutamakan. Kampus ini menyediakan Beasiswa Yatim Piatu yang diberikan kepada siswa/siswi berstatus Yatim/Yatim Piatu yang tidak mampu. Manfaatnya berupa pembebasan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) selama 8 semester. Pada tingkat pascasarjana, terdapat Beasiswa 5.000 Doktor untuk Kepala dan Wakil Kepala Sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ekosistem pendanaan pendidikan di UMM semakin komprehensif dengan hadirnya sinergi bersama pemerintah dan dunia usaha. Kampus putih turut mengakomodasi Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk memastikan pemerataan akses bagi mahasiswa berekonomi lemah. Lebih istimewa lagi, Kampus Putih menghadirkan Beasiswa Mitra Industri serta Beasiswa Unit Bisnis UMM yang didukung langsung oleh berbagai badan usaha strategis milik kampus, seperti PT. Taman Sengkaling, PT. Manajemen Hotel, PT Hilirisasi Teknologi, hingga PT BPR Syariah Artha Sinar Sejahtera. Jalur ini tidak sekadar meringankan biaya, melainkan juga menjadi jembatan awal bagi mahasiswa untuk menyerap pengalaman magang dan karir profesional. Ini adalah momentum emas bagi masyarakat luas, dan UMM menegaskan bahwa mereka tidak membiarkan potensi dan mimpi anak muda terhenti oleh keraguan finansial. Kampus Putih pun mengimbau calon-calon mahasiswa untuk mempersiapkan berkas terbaiknya dan berani mewujudkan cita-cita bersama UMM, karena pendidikan bermutu adalah hak semua orang. *** Editor: YAN

Alumnus UMM Sempat Mengais Limbah di Eropa, Kini Jadi Bos Spa Beromzet Ratusan Juta

Galang, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang berhasil membuka usaha di Polandia./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Alumnus Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2011, Galang harus merintis karirnya di Eropa dari titik terendah, yakni dengan memeras keringat sebagai petugas kebersihan gudang dan mengurus sisa limbah demi bertahan hidup. Setelah perjuangan tersebut, kini Galang membangun bisnis spa beromzet ratusan juta rupiah per bulan di Polandia. Keberangkatannya ke Eropa pada Mei 2021 bukanlah perjalanan yang mulus. Setelah berkali-kali gagal menembus visa kerja ke Australia, Selandia Baru, dan Kanada sejak 2017, ia membidik Polandia yang saat itu minim lirikan pekerja Indonesia. Setibanya di sana, kenyataan keras langsung menyapanya. Galang mengungkapkan bahwa pengalaman awalnya di Eropa sangatlah berat karena ia harus bekerja kasar tanpa modal bahasa asing yang mumpuni. “Sesampainya di Polandia, saya bekerja sebagai petugas kebersihan gudang tanpa membutuhkan kemampuan bahasa khusus. Mulai dari membersihkan area produksi, mengangkut kardus, hingga membersihkan sisa limbah kerja setiap hari. Pengalaman itu memang berat, tetapi justru menjadi fase penting untuk belajar bertahan, memahami budaya kerja Eropa, dan membentuk mental sebagai perantau,” ungkap Galang dalam rilis UMM, Selasa (19/5). Galang enggan selamanya menjadi pekerja kasar, maka ia beralih profesi menjadi pegawai di sebuah restoran kebab selama hampir tiga setengah tahun. Di sanalah ia mulai menyerap bahasa Polandia, sistem pajak, legalitas usaha, dan celah bisnis di Eropa. Ia menyadari bahwa kesuksesan di luar negeri membutuhkan kejelian melihat peluang, bukan sekadar bekerja dan menerima gaji. “Banyak orang datang ke luar negeri hanya bekerja biasa, tapi ada juga yang mencoba membangun sesuatu yang lebih besar,” ujarnya. Peluang emas itu ia temukan pada bisnis relaksasi bertema Asia yang masih langka di Polandia. Galang kemudian menggandeng terapis asal Bali untuk merintis usaha spa, meski harus membagi waktu dengan pekerjaannya di restoran kebab. Ia menjelaskan bahwa membuka usaha di Eropa menuntut pemahaman regulasi yang sangat ketat dan perhitungan finansial yang matang. “Membangun usaha di Eropa tidak sesederhana membuka bisnis di Indonesia. Saya harus memahami regulasi yang sangat detail, mulai dari pajak perusahaan, keamanan pelanggan, administrasi usaha, hingga kewajiban menggunakan jasa lawyer dan akuntan,” jelasnya. Kini, berkat insting bisnis yang telah terasah sejak menjadi sales di Indonesia, usaha Tera Thai Salon Day Spa miliknya melesat. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, bisnis tersebut meraup omzet Rp500 hingga Rp600 juta per bulan dan bersiap membuka cabang baru di Kota Gdansk. Kisah inspiratif Galang ini memberikan pesan kuat bagi generasi muda bahwa kesuksesan di negeri orang bukanlah undian berhadiah, melainkan hasil dari ketahanan mental, kemauan beradaptasi, dan keberanian mengambil risiko. “Kadang kita tidak pernah tahu rezeki ada di mana kalau tidak berani mencoba dan terus belajar,” tegas Galang. *** Editor: YAN