14 Atlet Tapak Suci UMM Bermental Juara, Panen Medali di Kejuaraan Nasional

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya fokus meraih prestasi di bidang akademis, mereka pun ada yang berjuang membangun keterampilan di bidang nonakademis hingga membuahkan prestasi. Salah satunya dari bidang olahraga beladiri pencak silat. Sebanyak 14 atlet cabang Tapak Suci meraih medali di kejuaraan nasional. Prestasi ini diraih ketika UMM pesta medali dan memborong gelar juara di ajang bergengsi tingkat nasional, The 1st Muhammadiyah Games 2026. Kejuaraan ini berlangsung pada 14-17 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci UMM tampil mendominasi dengan mengamankan total delapan medali dari berbagai kelas cabang olahraga pencak silat. Raihan gemilang tersebut didapatkan setelah Kampus Putih memberangkatkan 14 atlet terbaiknya untuk berlaga di kategori individu, beregu, hingga seni tunggal dan ganda. Ketua UKM Tapak Suci UMM, Rio Esa Prayoga, menjelaskan bahwa timnya berhasil meraup satu medali emas pada kategori Tanding Bebas Beregu, dua perak, dan lima perunggu dari berbagai kelas. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas perjuangan seluruh anggota tim. Mengingat ini adalah kompetisi perdana Muhammadiyah tingkat nasional, kami bertekad memberikan yang terbaik dan hampir seluruh atlet yang berangkat sukses membawa pulang medali,” ungkap mahasiswa program studi Manajemen tersebut dalam rilis UMM Jumat (29/5). Keberhasilan memborong medali ini tentu bukan tanpa halangan, mengingat persiapan yang dilakukan sangat intensif dan menuntut kekuatan fisik maupun mental. Rio memaparkan bahwa demi membentuk skuad yang solid, timnya bahkan memanggil kembali para atlet senior yang sebelumnya sudah vakum karena tengah fokus menyusun skripsi. “Kami menjalani program latihan khusus dari kepala pelatih sebanyak dua kali sehari selama sepekan penuh. Tantangan terberatnya adalah melawan ego dan rasa lelah, namun sorakan dukungan dari teman-teman saat bertanding mampu mengubah rasa pesimis menjadi mental juara layaknya sebuah keluarga,” beber Rio. Mulusnya langkah Tapak Suci UMM dalam menaklukkan arena pertandingan juga tidak lepas dari intervensi fasilitas kampus yang sangat memadai. Rio menegaskan bahwa pihak universitas menopang penuh mulai dari penyediaan sarana latihan, pendanaan keberangkatan, hingga pendampingan moral secara langsung di lokasi pertandingan oleh pihak kemahasiswaan. “Dukungan luar biasa dari kampus ini membuat kami tidak ingin cepat merasa puas. Ke depan, kami membidik target yang lebih tinggi di kancah kompetisi bergengsi tingkat internasional seperti ASEAN University Games (AUG) hingga SEA Games,” jelasnya. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., turut memberikan apresiasi tinggi sekaligus pesan bermakna bagi seluruh mahasiswa agar tidak ragu keluar dari zona nyaman. Ary meyakini bahwa fasilitas sebaik apa pun tidak akan berdampak maksimal jika mahasiswa tidak memiliki tekad untuk menaklukkan keraguan dari dalam dirinya sendiri. “Kami di Biro Kemahasiswaan akan terus memfasilitasi dan mengawal potensi mahasiswa hingga mencapai puncak prestasi,” ujar Ary. “Keberanian terbesar sejatinya adalah kemampuan mengalahkan rasa malas diri sendiri. Apabila musuh internal tersebut berhasil ditaklukkan, maka segala tantangan kompetisi insyaallah dapat dilewati dengan hasil gemilang seperti yang ditorehkan oleh Tapak Suci UMM,” tegasnya.
Jadi Satu-satunya Kampus Swasta di Malang Raya, UMM Borong Pendanaan PPK Ormawa Nasional

PWMU.CO –Komitmen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak agen perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat kembali terbukti.Empat tim Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Kampus Putih secara resmi dinyatakan lolos pendanaan nasional dan diapresiasi dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa 2026. Program ini terselenggara oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). UMM juga menjadi satu-satunya kampus swasta di Malang Raya yang lolos program pendanaan tersebut, Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa UMM tidak hanya unggul di ruang kelas. Tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif dan aplikatif untuk menjawab tantangan riil di akar rumput. Proses Seleksi dan Pendampingan Panjang Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir Ary Bakhtiar SP MSi IPM ASEAN Eng, menjelaskan bahwa raihan membanggakan ini merupakan buah dari proses seleksi dan pendampingan panjang. Proses tersebut dimulai sejak akhir tahun lalu guna menyaring ratusan pendaftar hingga terpilih proposal terbaik. Ia memaparkan lebih lanjut bahwa pihak kampus melakukan seleksi ketat secara bertahap dan mengadakan pemusatan latihan bagi sepuluh tim unggulan, sebelum akhirnya empat proposal sukses menembus seleksi nasional. “Kami memastikan mahasiswa tidak dilepas begitu saja. Pendampingan komprehensif kami berikan sejak tahap awal penyusunan proposal, di mana tim ahli kampus turun langsung membantu mematangkan ide dan rasionalisasi program” ujar Ary. “Puncaknya, tim-tim unggulan ini kami tarik masuk ke tahap camp atau karantina khusus. Di masa karantina inilah seluruh gagasan mereka digembleng dan dimantapkan secara intensif. Sehingga inovasi yang dibawa tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar aplikatif dan siap dieksekusi di desa” tegasnya. Adapun gagasan yang berhasil lolos didanai membawa fokus pada pemberdayaan potensi lokal berbasis teknologi. Beberapa inovasi tersebut di antaranya diusung oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Agribisnis (HIMAGRI) melalui program CRAFT-HUB. Yakni inovasi dan strategi digital marketing berbasis business incubation tanaman mendong untuk mewujudkan sentra wirausaha produk kreatif di Desa Blayu. Smart Multifunctional Fermentor Selain itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (BEM FPP) UMM turut lolos dengan merancang Smart Multifunctional Fermentor berbekal sistem karbonasi terkontrol guna meningkatkan mutu dan nilai tambah kopi petani di Desa Klampok. Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (HIMATEKPA) berfokus mewujudkan Desa Sukolelo menjadi kawasan eduwisata terintegrasi sumber segaran dan kampung herbal melalui capacity building dan optimalisasi budidaya menggunakan Internet of Things (IoT). Terkait ragam inovasi tersebut, Ary menegaskan bahwa pendampingan mahasiswa harus berfokus pada penciptaan nilai tambah ekonomi dan keberlanjutan usaha masyarakat. “Secara garis besar, inovasi yang diterapkan adalah kita tidak hanya membantu mem-branding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan dari program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut” tegasnya. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr Nur Subeki ST MT berpesan agar keberhasilan meraih pendanaan ini dimaknai sebagai langkah awal. Baginya, esensi utama dari pencapaian ini adalah memastikan keberlanjutan program demi kesejahteraan masyarakat desa yang didampingi. “Jadi pendampingan yang berkesinambungan menjadikan program ini tidak hanya sekadar lolos seleksi dan didanai. Lebih dari itu, bagaimana nanti program ini sangat berdampak pada masyarakat, utamanya bagi keberlanjutan usaha yang ada di lingkungan yang di-support oleh Belmawa dan juga UMM” pungkasnya. (*) *) Penulis : Humas UMM | Editor : Danar Trivasya Fikri
Pakar Teknologi Pangan UMM Bagikan Cara Cerdas Nikmati Daging Kurban

MALANG POST – Momentum perayaan Idul Adha senantiasa identik dengan melimpahnya stok daging dan tradisi menyantap olahan kurban bersama keluarga. Namun, euforia ini kerap diikuti oleh kekhawatiran masyarakat akan ancaman lonjakan kolesterol dan penyakit asam urat. Merespons fenomena tersebut, Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ayu Diawi Ismayawati, S.TP., M.Sc., Ph.D., menegaskan. Daging & Makanan Laut Bahwa sumber penyakit sejatinya bukan berasal dari daging kurban. Melainkan kebiasaan keliru masyarakat dalam mengolah, memporsikan dan menyimpannya. Ayu memaparkan bahwa daging sapi maupun kambing sejatinya mengandung protein hewani, lemak dan purin yang bermanfaat bagi tubuh jika porsinya wajar. Masalah baru timbul saat konsumsi dilakukan secara berlebihan. Apalagi jika hidangan didominasi oleh jeroan bersantan kental, yang mampu memicu lonjakan Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan nyeri persendian akibat kristal asam urat. “Daging kurban sebenarnya tidak perlu ditakuti, tetapi harus diolah dan dikonsumsi dengan bijak. Yang sering jadi masalah itu bukan dagingnya, melainkan pola konsumsi masyarakat yang berlebihan dan cara memasaknya yang terlalu banyak lemak.” “Bagian yang paling perlu dibatasi adalah jeroan seperti hati, paru, limpa, usus, hingga otak. Karena kandungan purinnya jauh lebih tinggi,” terangnya 27 Mei 2026 kepada Humas UMM. Referensi Geografis Guna menekan tingginya risiko kesehatan, masyarakat disarankan menerapkan teknik trimming atau membuang lemak putih pada daging segar sebelum dimasak. Pakar teknologi pangan ini juga merekomendasikan metode perebusan awal, di mana kuah rebusan pertama sebaiknya dibuang. Agar kadar purin menurun secara signifikan. Menjadikan opsi masakan seperti sup bening jauh lebih aman untuk lambung. “Kalau membuat gulai atau tongseng, santannya jangan terlalu pekat. Lemak yang mengambang di permukaan juga bisa diambil dengan sendok atau menggunakan es batu setelah masakan agak dingin. Teknik tumis air juga bisa jadi alternatif sehat dibandingkan menumis dengan banyak minyak,” lanjut Ayu Terkait manajemen penyimpanan, kesalahan fatal yang sering terjadi di tingkat rumah tangga adalah mencairkan daging beku, memotong sebagian, lalu mengembalikannya ke mesin pendingin. Makanan Daging seharusnya langsung dibagi dalam kantong-kantong kecil untuk takaran sekali masak sebelum masuk ke freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius. Proses pencairannya pun harus diletakkan di chiller, bukan dibiarkan mencair pada suhu ruang. “Siklus pencairan dan pembekuan ulang sangat tidak disarankan karena mempercepat penurunan mutu dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba. Setiap kemasan sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan agar kualitasnya lebih mudah dipantau,” tegasnya. Sebagai pesan penutup sekaligus langkah pencegahan gizi, orang dewasa sehat dianjurkan cukup membatasi konsumsi daging matang di kisaran 50 hingga 100 gram per hari. Keseimbangan metabolisme wajib dijaga melalui pendampingan porsi sayuran tinggi serat, buah-buahan segar, serta asupan air putih untuk menahan laju penyerapan lemak jenuh di saluran cerna. “Prinsip amannya adalah makan secukupnya, pilih daging tanpa lemak, batasi jeroan, kurangi santan dan minyak berlebih, simpan daging dengan benar, serta imbangi dengan sayur, buah, dan air putih yang cukup,” pungkasnya.(*/M. Abd. Rachman.
Kisah Ayca, Kreator Konten yang Sukses Maksimalkan Jalur Influencer UMM

Di era digital saat ini, profesi content creator tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Kemampuan membangun engagement di media sosial kini diakui sebagai kompetensi berharga yang setara dengan prestasi akademik. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan komitmennya dalam merespons tren creator economy ini melalui Jalur Influencer. Dinda Nur Aisyah, atau yang akrab disapa Ayca, adalah salah satu bukti nyata kesuksesan adaptasi tersebut. Alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi UMM ini tak hanya berhasil meraih kursi perguruan tinggi berkat konsistensi membuat konten, tetapi juga sukses mengasah keahliannya hingga langsung terserap di dunia kerja sesaat setelah wisuda. Pada awalnya, Ayca yang kerap membagikan konten daily life dan ulasan produk kecantikan tidak menyangka kebiasaannya tersebut bisa menjadi jalan masuk ke perguruan tinggi. Ia sempat merasa ragu untuk mendaftar karena konten yang dibuatnya di media sosial tidak murni bernuansa edukasi, namun pihak kampus ternyata memiliki pandangan komprehensif dalam menilai kemampuan komunikasi digital calon mahasiswa. “Awalnya aku pesimis karena kontenku bukan konten edukasi. Tapi ternyata UMM tetap melihat potensi dari cara kita membangun audiens dan komunikasi di media sosial. Kampus juga melihat kemampuan kreator dalam membangun audiens dan komunikasi digital,” ungkapnya. Berbekal lebih dari 100 ribu pengikut, jauh melampaui syarat minimal 10 ribu pengikut. Ayca berhasil diterima dan mendapatkan potongan Biaya sebesar 50 persen. Selama berkuliah, ia dituntut untuk mengembangkan manajemen waktu yang baik antara dunia akademik dan aktivitas digitalnya, di mana berbagai praktikum di Ilmu Komunikasi serta keterlibatannya di digital team UMM menjadi wadah utama untuk melatih kedisiplinan dan memahami strategi konten. “Praktikum di komunikasi benar-benar ngelatih disiplin dan tanggung jawab. Itu yang paling kepakai sampai sekarang waktu kerja. Selain perkuliahan, keterlibatanku di digital team UMM menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan karier. Lingkungannya membuatku lebih memahami strategi konten, algoritma media sosial, hingga cara membangun audiens yang lebih luas,” jelas Ayca. Berkat tempaan relasi, kedisiplinan, dan ekosistem kampus yang suportif, Ayca langsung direkrut sebagai content creator di sebuah klinik kecantikan hanya berselang satu minggu setelah kelulusannya. Kisah Ayca menjadi pesan penting bagi generasi muda bahwa media sosial, jika dikelola dengan konsisten dan bertanggung jawab, bukan hanya sekadar tempat berekspresi, melainkan jembatan menuju masa depan profesional yang menjanjikan. Perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar menjejali mahasiswa dengan teori di dalam kelas, namun telah bertransformasi menjadi ruang inkubasi yang mematangkan bakat digital agar siap bersaing di industri kreatif yang serba cepat.(vin/faq) Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Berbekal Mental Juara, Atlet Tapak Suci UMM Borong 8 Medali di Muhammadiyah Games 2026

PWMU.CO –Semangat sportivitas dan kompetisi yang semakin ketat di kalangan mahasiswa tidak menyurutkan langkah kontingen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus mencetak prestasi. Pada ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 14–17 Mei 2026, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci UMM tampil gemilang dengan meraih delapan medali dari berbagai nomor pertandingan cabang olahraga pencak silat. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi Kampus Putih dalam membina mahasiswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut, UMM memberangkatkan 14 atlet terbaik yang berlaga pada kategori individu, beregu, seni tunggal, hingga seni ganda. Ketua UKM Tapak Suci UMM, Rio Esa Prayoga, menjelaskan bahwa timnya berhasil membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan lima medali perunggu. Medali emas diraih pada kategori Tanding Bebas Beregu, sementara medali lainnya diperoleh dari berbagai kelas pertandingan yang diikuti atlet UMM. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas perjuangan seluruh anggota tim. Mengingat ini adalah kompetisi perdana Muhammadiyah tingkat nasional, kami bertekad memberikan yang terbaik dan hampir seluruh atlet yang berangkat sukses membawa pulang medali,” ujar mahasiswa Program Studi Manajemen tersebut. Menurut Rio, keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Tim Tapak Suci UMM harus menjalani program latihan intensif yang menguras tenaga dan mental demi menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut. Bahkan, untuk memperkuat skuad, tim memanggil kembali sejumlah atlet senior yang sebelumnya vakum karena fokus menyelesaikan tugas akhir dan skripsi. “Kami menjalani program latihan khusus dari kepala pelatih sebanyak dua kali sehari selama sepekan penuh. Tantangan terberatnya adalah melawan ego dan rasa lelah, namun sorakan dukungan dari teman-teman saat bertanding mampu mengubah rasa pesimis menjadi mental juara layaknya sebuah keluarga,” tegasnya. Semangat kebersamaan dan kekompakan tim menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan para atlet meraih hasil maksimal. Keberhasilan Tapak Suci UMM juga tidak terlepas dari dukungan penuh pihak universitas. Menurut Rio, kampus memberikan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari sarana latihan, pendanaan keberangkatan, hingga pendampingan langsung selama kompetisi berlangsung. “Dukungan luar biasa dari kampus ini membuat kami tidak ingin cepat merasa puas. Ke depan, kami membidik target yang lebih tinggi di kancah kompetisi bergengsi tingkat internasional seperti ASEAN University Games (AUG) hingga SEA Games,” ungkapnya. Target tersebut menunjukkan optimisme para atlet untuk terus berkembang dan membawa nama baik UMM di level yang lebih tinggi. Menanggapi capaian tersebut, Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, S.P., M.Si., IPM., ASEAN Eng., memberikan apresiasi kepada seluruh atlet Tapak Suci yang telah mengharumkan nama kampus. Ia juga mengajak mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman dan terus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, fasilitas yang baik tidak akan menghasilkan prestasi maksimal tanpa kemauan kuat dari mahasiswa itu sendiri. “Kami di Biro Kemahasiswaan akan terus memfasilitasi dan mengawal potensi mahasiswa hingga mencapai puncak prestasi. Keberanian terbesar sejatinya adalah kemampuan mengalahkan rasa malas diri sendiri. Apabila musuh internal tersebut berhasil ditaklukkan, maka segala tantangan kompetisi insyaallah dapat dilewati dengan hasil gemilang seperti yang ditorehkan oleh Tapak Suci UMM,” pungkasnya. Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik kampus dalam berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.