Bekas Pabrik Keramik Dinoyo Malang Jadi Ruang Kreatif Mahasiswa UMM

Kota Malang, Tagarjatim.id – Mahasiswa program pendidikan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghidupkan kawasan industri keramik Dinoyo, Kota Malang, Jawa Timur, sebagai ruang kreatif karya mahasiswa. Melalui gelaran VIBE (Visual Impact for Better Earth) para mahasiswa ini memanfaatkan bekas Pabrik keramik Dinoyo untuk acara pemutaran film pendek dan kampanye lingkungan. Koordinator acara VIBE, Muhammad Ridho Fakhruddin, mengatakan pemutaran film di bekas pabrik keramik pertama kali di Dinoyo Kota Malang ini menjadi bentuk place making atau upaya menghidupkan kembali ruang lama menjadi tempat yang memiliki nilai sosial, kreatif, dan edukatif bagi masyarakat. Dia menjelaskan dengan mengusung konsep ruang kreatif terbuka dan gratis untuk umum untuk menghadirkan suasana baru bagi mahasiswa dan masyarakat. “Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai ruang industri lama, kini kembali digunakan sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, serta menikmati karya audio visual yang memiliki pesan sosial,” kata Ridho, Selasa (2/6/2026). Menurutnya, film pendek ini mengangkat isu lingkungan sekaligus menjadi media kampanye sosial bagi generasi muda. Film tersebut mengangkat isu lingkungan dengan pendekatan simbolik melalui pembangunan karakter menggunakan semiotika babi sebagai representasi kritik sosial perilaku manusia terhadap lingkungan. Ridho menjelaskan bahwa film tersebut memiliki tujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, acara VIBE juga diharapkan mampu mendorong aksi nyata audiens dalam mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. “Film The Presentation memiliki tujuan membangun awareness kepada audiens dalam menjaga lingkungan. Pada event VIBE yang telah diadakan oleh tim Mindcraft membantu mendorong aksi secara langsung dalam menjaga lingkungan,” katanya. Tak hanya menghadirkan pemutaran film, VIBE juga menyelenggarakan sesi diskusi dan sharing session bersama sutradara sekaligus penulis film dan bersama aktivis lingkungan HotBott Taufiq Saguantoles yang membahas isu lingkungan, proses kreatif produksi audio visual, hingga bagaimana media film dapat menjadi sarana kampanye sosial yang relevan bagi generasi muda saat ini. Sebagai bagian dari praktik pembelajaran mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, VIBE menjadi bentuk kolaborasi kreatif antara komunitas dan mahasiswa dalam menghadirkan karya audio visual yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan sosial. Acara ini sekaligus menunjukkan bahwa ruang-ruang lama di perkotaan dapat kembali dimanfaatkan sebagai ruang kreatif alternatif yang hidup dan dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap masyarakat, khususnya anak muda, dapat lebih peduli terhadap penggunaan plastik dan menjaga lingkungan sekitar. “Harapan kami pada audiens yang datang, jadi lebih aware dalam menggunakan plastik dan tentunya dalam menjaga lingkungan sekitar,” ujarnya. Dia menambahkan kehadiran VIBE di bekas Pabrik Keramik Dinoyo menjadi bukti bahwa ruang terbengkalai tidak selalu harus ditinggalkan. “Dengan pendekatan kreatif dan kolaboratif, ruang lama dapat kembali memiliki makna baru sebagai tempat tumbuhnya kreativitas, diskusi sosial, dan gerakan kepedulian lingkungan bagi masyarakat Kota Malang,” pungkasnya. (*)

Dari Hutan yang Pulih, Mata Air Kembali Mengalir: Kiprah UMM Menjaga Kedaulatan Air di Pujon Hill

Malangpariwara.com – Di saat berbagai wilayah dunia menghadapi ancaman krisis air bersih akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, sebuah kabar baik datang dari kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Di lereng perbukitan yang dulu mengalami penurunan kualitas ekosistem, kini mata air kembali bermunculan dan mengalirkan kehidupan bagi warga sekitar. Perubahan itu bukan terjadi secara instan. Di balik derasnya aliran air yang kini dinikmati masyarakat, terdapat upaya konservasi jangka panjang yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program rehabilitasi dan reboisasi kawasan hutan Pujon Hill sejak 2019. Program yang digagas Kampus Putih tersebut berfokus pada pemulihan fungsi ekologis hutan sebagai daerah tangkapan dan penyimpan air. Hasilnya mulai terlihat nyata. Sejumlah mata air yang sebelumnya mati perlahan kembali hidup, sementara debit air di kawasan tersebut mengalami peningkatan signifikan. Staf Ahli Pujon Hill, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut berawal dari proses inventarisasi sumber daya alam yang dilakukan secara menyeluruh. Setelah potensi kawasan dipetakan, UMM melakukan rehabilitasi hutan secara bertahap dengan pendekatan berbasis konservasi. “Ketika hutannya diperbaiki dan fungsi ekologisnya kembali berjalan, debit air meningkat. Bahkan beberapa mata air baru muncul, sementara mata air yang dulu sempat mati kini mulai hidup kembali,” ujarnya. Menurut Tatag, pemulihan hutan menjadi kunci utama dalam menjaga siklus hidrologi. Vegetasi yang tumbuh sehat mampu meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan sehingga cadangan air bawah tanah terus terjaga, bahkan bertambah. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penanaman bambu dan berbagai tanaman keras di kawasan buffer zone atau zona penyangga. Apa yang dilakukan UMM menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga agen perubahan bagi lingkungan.(Ist) Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan berbagai pihak dan difokuskan pada area seluas 15 hektare dari total 80 hektare kawasan hutan yang dikelola. Lereng perbukitan dan sempadan sungai menjadi prioritas penanaman karena memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas tanah sekaligus memperkuat daya resap air. Pemilihan bambu bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki sistem perakaran yang kuat dan kemampuan tinggi dalam menyimpan cadangan air di dalam tanah. “Dengan bambu, kami optimistis potensi menghadirkan sumber air baru sangat besar. Bambu memiliki kemampuan alami menyimpan dan menjaga ketersediaan air,” jelasnya. Manfaat dari upaya konservasi tersebut kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Air bersih yang bersumber dari kawasan Pujon Hill mengalir ke empat dusun yang berada di dua desa berbeda, yakni Dusun Ngepreh dan Dusun Tretes di Desa Bendosari, serta Dusun Talesan dan Dusun Kedungrejo di Desa Sukomulyo. Bagi warga di kawasan tersebut, keberadaan sumber air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan penopang utama kehidupan. Saat musim kemarau tiba dan sumber air lain mulai berkurang, pasokan dari Pujon Hill menjadi penyelamat bagi ribuan warga. “Kalau mereka tidak mendapatkan pasokan air dari sini, tentu akan sangat kesulitan mencari sumber air lain,” kata Tatag. Ke depan, UMM berencana melakukan penghitungan teknis untuk mengetahui secara pasti besaran debit air yang berhasil dipulihkan melalui program konservasi tersebut. Data itu nantinya akan menjadi dasar evaluasi sekaligus pengembangan program pelestarian lingkungan yang lebih luas. Kisah Pujon Hill menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan investasi jangka panjang yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Bakti alam UMM untuk Pujon Hill(ist) Ketika hutan dipulihkan, air kembali mengalir. Ketika alam dijaga, kehidupan pun ikut terpelihara. Apa yang dilakukan UMM menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan. Dari kawasan perbukitan di Pujon, lahir sebuah pelajaran penting bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan, sekaligus memastikan ketersediaan air bersih bagi generasi yang akan datang. (Djoko W)

Dosen Teknik Industri UMM Dinobatkan Sebagai Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Kota Malang, Tagarjatim.id – Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinobatkan sebagai ilmuwan paling berpengaruh di dunia dan masuk dalam jajaran World Top 5% Scientist 2025 versi SciRank Global Registry. Pencapaian ini diperoleh setelah melalui proses pemeringkatan yang melibatkan lebih dari 10 juta peneliti aktif dari berbagai negara dan disiplin ilmu. Menurut Ilyas, penilaian dilakukan menggunakan basis data OpenAlex dengan indikator utama Normalized Composite Score, yang mengukur keseimbangan antara produktivitas publikasi dan dampak sitasi ilmiah. Menurutnya, pemeringkatan dilakukan secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan sehingga menjadi pengakuan penting bagi para peneliti. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari 10 juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” katanya, Selasa (2/6/2026). Sebagai akademisi yang menekuni bidang logistik, manajemen rantai pasok, dan optimisasi, Prof. Ilyas memiliki rekam jejak riset yang kuat. Hingga saat ini, ia telah menghasilkan 126 publikasi terindeks Scopus dengan H-index 24 dan lebih dari 1.500 sitasi. Secara keseluruhan, ia mengoleksi 195 artikel ilmiah dengan total sitasi Google Scholar mencapai 3.540 kali serta menghasilkan dua paten. Dia mengaku fokus riset yang dijalankannya selama ini diarahkan pada isu-isu strategis dan mutakhir, terutama pengembangan rantai pasok energi terbarukan yang dinilai memiliki dampak luas bagi masyarakat. “Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir dengan memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian memiliki dampak yang luas dan masif,” katanya. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan ekosistem riset yang dibangun UMM, termasuk melalui skema pendanaan penelitian berkelanjutan dan keberadaan Supply Chain Research and Innovation Center. Dalam kesempatan ini, ia juga mendorong para peneliti untuk lebih peka terhadap perkembangan zaman dan berbagai persoalan aktual yang muncul di masyarakat. Isu-isu terkini pun, kata dia, dapat menjadi sumber lahirnya inovasi dan penelitian yang relevan. “Kita harus mampu membaca tanda-tanda zaman dan isu terbaru karena dari situlah peluang untuk menghadirkan riset yang berkontribusi langsung bagi masyarakat,” tuturnya. UMM berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan memperluas kolaborasi internasional. Prestasi Prof. Ilyas, sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghasilkan riset berkualitas dan berdampak bagi kemajuan masyarakat global.(*)

Prof. Ilyas, Akademisi UMM yang Masuk Jajaran Ilmuwan Berpengaruh Dunia Versi SciRank 2025

pwmu.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D., berhasil masuk dalam jajaran World Top 5% Scientist versi SciRank Global Registry 2025.Pengakuan internasional tersebut menempatkan Prof. Ilyas di antara ilmuwan paling berpengaruh di dunia setelah melalui proses seleksi yang melibatkan lebih dari 10 juta peneliti aktif dari berbagai negara dan disiplin ilmu. Pemeringkatan SciRank Global Registry menggunakan basis data OpenAlex dan menilai para ilmuwan berdasarkan Normalized Composite Score, yakni indikator yang mengukur keseimbangan antara produktivitas publikasi ilmiah dan dampak sitasi yang dihasilkan. Prof. Ilyas mengaku tidak menyangka namanya masuk dalam daftar bergengsi tersebut. Ia bahkan pertama kali mengetahui informasi itu dari rekan sejawatnya. “Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari sepuluh juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” ujarnya. Selama ini, Prof. Ilyas dikenal memiliki fokus penelitian pada bidang logistik, rantai pasok, dan optimisasi. Berbagai karya ilmiah yang dihasilkannya telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait pengelolaan rantai pasok modern. Rekam jejak akademiknya menunjukkan capaian yang impresif. Hingga saat ini, ia tercatat memiliki 126 dokumen yang terindeks Scopus dengan H-index 24 serta lebih dari 1.500 sitasi. Secara keseluruhan, Prof. Ilyas telah menghasilkan 195 artikel ilmiah dengan total sitasi di Google Scholar mencapai lebih dari 3.500 kali. Selain publikasi ilmiah, ia juga berhasil menghasilkan dua paten yang menjadi bagian dari kontribusi inovasinya di bidang keilmuan. Menurutnya, salah satu kunci penting dalam menghasilkan riset yang berdampak adalah kemampuan membaca perkembangan zaman dan fokus pada isu-isu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir, yaitu memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian kita punya dampak yang luas dan masif di tengah masyarakat,” jelasnya. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan lingkungan akademik di UMM yang menyediakan berbagai program penguatan riset, termasuk pendanaan penelitian berkelanjutan dan pengembangan pusat inovasi penelitian. Saat ini, Prof. Ilyas juga mengoordinasikan Supply Chain Research and Innovation Center yang menjadi salah satu wadah pengembangan riset di bidang rantai pasok dan logistik. Ia berpesan kepada para peneliti muda agar terus meningkatkan kepekaan terhadap berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, peluang menghasilkan penelitian yang bermanfaat akan semakin besar ketika peneliti mampu memahami kebutuhan zaman. “Kita harus bisa membaca tanda zaman dan isu terbaru, karena dari situlah sebenarnya peluang kita untuk memunculkan ide riset yang bisa berkontribusi langsung pada masyarakat,” katanya. Pencapaian Prof. Ilyas diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UMM maupun kalangan peneliti Indonesia untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendapatkan pengakuan di tingkat global. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mendorong lahirnya riset inovatif dan kolaborasi internasional guna menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Beri Ruang Berekspresi Mahasiswa, Rektor Cup UMM Siapakan Total Hadiah Ratusan Juta

Bukan sekadar euforia kompetisi biasa, Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir menjadi panggung pembuktian bagi kreativitas dan energi mahasiswa masa kini. Di tengah dinamisnya gaya hidup Gen Z, Kampus Putih menjadikan ajang ini sebagai ruang bebas berekspresi sekaligus inkubator untuk mencetak bibit-bibit atlet dan seniman berprestasi. Ketua Panitia Rektor Cup UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa rangkaian kompetisi yang akan bergulir secara intensif sejak Mei hingga awal bulan Juli mendatang ini mempertandingkan 25 cabang olahraga (cabor) dan seni. Pihak kampus juga telah menyiapkan total hadiah yang fantastis sebagai bentuk dukungan finansial nyata bagi pengembangan prestasi para peserta. “Kami sediakan apresiasi berupa dana pembinaan. Total nominal keseluruhan hadiah yang kami siapkan mencapai ratusan juta rupiah demi mengapresiasi kerja keras dan keringat para mahasiswa,” terangnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upacara pembukaan tahun ini dikemas dengan konsep yang jauh lebih inovatif dan spektakuler dibandingkan edisi sebelumnya. Kemegahan seremoni tersebut sengaja dirancang untuk membangkitkan semangat sportivitas sejak hari pertama pelaksanaan. “Konsep pembukaan kali ini sangat berbeda dan jauh lebih meriah. Kami melibatkan sekitar 6.000 mahasiswa baru UMM, beserta jajaran dosen, karyawan, hingga alumni untuk ikut serta memeriahkan pada 7 Juni mendatang”ujarnya. Terkait kualifikasi peserta, ia menegaskan bahwa ajang bergengsi ini terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa berstatus aktif. Ajang ini difungsikan secara khusus sebagai wadah penjaringan bakat untuk mewakili kampus di berbagai kejuaraan eksternal bergengsi pada kalender kompetisi mendatang. “Event ini terbuka untuk seluruh mahasiswa, tujuan utamanya adalah penjaringan bakat, di mana sebagian pemenang dari Rektor Cup ini nantinya akan kami kirim ke ajang luar kampus tahun depan, seperti Peksimida, kompetisi seni daerah, olahraga, hingga Pomprov,” imbuhnya. Antusiasme yang membara turut dirasakan oleh para mahasiswa yang siap berlaga, salah satunya adalah Anissa Fitriani Harsari. Mahasiswi yang berpartisipasi sebagai peserta di cabang olahraga bulu tangkis ini memberikan apresiasi penuh terhadap fasilitas dan wadah kompetisi luar biasa yang disediakan oleh pihak universitas. “Acara Rektor Cup tahun ini benar-benar disajikan dengan sangat menarik dan terkonsep dengan matang. Sebagai mahasiswa, saya merasa bangga dan sangat diapresiasi karena kampus tidak hanya menuntut kami fokus pada akademik, tapi juga mendukung penuh pengembangan minat bakat kami. Saya sendiri sudah berlatih keras untuk bisa merebut gelar juara dan membawa nama baik fakultas,” ungkap Cece sapaan akrabnya. Rektor Cup UMM bukan sekadar ajang perebutan medali dan euforia semata, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi para mahasiswa untuk mengasah sportivitas, kreativitas, dan daya juang. Melalui iklim kompetisi yang sehat ini, Kampus Putih berharap dapat terus melahirkan generasi juara yang tak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu mengharumkan nama almamater di kancah yang lebih luas.(*faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman