Cegah Burnout Mahasiswa, Kuliah Subuh UMM Jadi Sarana Recharge Energi Spiritual

Cegah Burnout Mahasiswa, Kuliah Subuh UMM Jadi Sarana Recharge Energi Spiritual pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Kuliah Sabtu Subuh sebagai upaya membantu mahasiswa menghadapi burnout atau kelelahan mental yang semakin rentan dialami Generasi Z di tengah budaya hustle culture dan tingginya aktivitas akademik. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Pendidikan dan Pengajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) tersebut berlangsung pada Sabtu (6/6) dan menjadi bagian dari praktikum mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) II. Program ini dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk melakukan recharge energi spiritual melalui aktivitas ibadah dan refleksi keislaman. Dalam kegiatan tersebut, UMM menghadirkan Guru Besar Fakultas Agama Islam (FAI) sekaligus Wakil Direktur I Pascasarjana UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., yang menyampaikan materi bertajuk “Energi Positif dari Ibadah, Charger Spiritual di Tengah Kesibukan Mahasiswa”. Sejak pukul 03.00 WIB, ratusan mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan qiyamul lail dan salat Subuh berjamaah. Setelah itu, peserta diajak merefleksikan makna ibadah di tengah dinamika kehidupan akademik yang semakin padat. Dalam pemaparannya, Syamsul mengibaratkan kondisi mahasiswa yang kerap mengalami stres, kelelahan, hingga overthinking seperti baterai gawai yang kehabisan daya. “Kita lebih sering merayakan keluasan daripada kedalaman, reaksi cepat daripada refleksi yang matang. Kita terhubung dengan banyak hal, tetapi pada saat yang sama kita mengalami kelelahan batin,” tegas Syamsul mengutip gagasan dari buku The Power of Full Engagement. Menurutnya, kehidupan modern yang serba digital membuat manusia bergerak cepat dari satu aktivitas ke aktivitas lain tanpa memiliki ruang yang cukup untuk melakukan refleksi diri. Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh modal material, tetapi juga ditopang oleh modal spiritual dan sosial. Dalam perspektif Tarjih Muhammadiyah, ibadah menjadi sarana bertaqarrub kepada Allah sekaligus media relaksasi mental di tengah berbagai tekanan kehidupan. “Ibadah itu adalah satu konsep yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah SWT, baik berupa perbuatan maupun perkataan, yang tampak maupun yang tersembunyi dalam batin,” jelas Syamsul. Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan mindfulness atau kesadaran penuh saat beribadah. Menurutnya, ibadah tidak boleh hanya menjadi rutinitas fisik semata tanpa keterlibatan hati dan pikiran. “Sering kali tubuh kita berada di tempat salat, tetapi pikiran kita berada di mana-mana. Padahal hakikat ibadah adalah menghadirkan seluruh diri kita di hadapan Allah,” paparnya. Syamsul mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak semata diukur dari tingginya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) maupun posisi strategis dalam organisasi. Lebih dari itu, kesuksesan juga ditentukan oleh kemampuan menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari ibadah. Ia menambahkan bahwa setiap aktivitas akademik perlu dijalani dengan landasan ikhlas sebagai niat karena Allah, ihsan dengan menghadirkan kebaikan, serta itqan yang mencerminkan kesungguhan dalam menjalankan amanah. Melalui penguatan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual tersebut, mahasiswa UMM diharapkan mampu berkembang menjadi pribadi yang tangguh, berilmu, serta berakhlak mulia dalam menghadapi tantangan era modern yang semakin kompleks. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Inovasi Visual Flora Fauna bagi Tunarungu Antarkan Mahasiswa UMM Juara Nasional

MALANG, SURYAKABAR.com – Akses pendidikan inklusif yang merata di era digitalisasi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan inovasi media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) khusus anak tunarungu. Gagasan bertajuk “Inovasi Media Pembelajaran IPA Berbasis AR dan VR untuk Pengenalan Flora dan Fauna” ini sukses mengantarkan mereka meraih Gold Medal sekaligus Juara 3 Nasional kategori Pendidikan dalam ajang Mandalika Essay Competition 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. ​Tim yang terdiri dari Reynald Dimas Saputra (Prodi Hukum) dan Devi Putri Susilo (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia) ini sukses menyingkirkan ratusan pesaingnya. Baca Juga:  Kalahkan Jutaan Peneliti, Profesor Teknik Industri UMM Tembus Top 5 Persen Ilmuwan Berpengaruh Dunia Dalam kompetisi yang diselenggarakan Universitas Mataram bersama Lembaga Nusantara Muda pada 16–18 Mei 2026 lalu, inovasi mereka masuk 100 besar dari 400 peserta se-Indonesia, hingga akhirnya menyabet gelar karya terbaik di subtema pendidikan dan menjuarai babak final. ​Inovasi ini lahir dari kepedulian mereka terhadap kesenjangan fasilitas belajar bagi anak berkebutuhan khusus yang dinilai masih minim mengakomodasi potensi visual. Reynald menjelaskan, anak tunarungu memiliki ketajaman visual yang sangat baik, sehingga teknologi AR dan VR adalah jawaban yang tepat untuk menggantikan metode konvensional. ​“Kami melihat masih banyak media pembelajaran yang belum cukup mengakomodasi kebutuhan anak tunarungu. Padahal mereka memiliki kemampuan visual yang sangat baik. Dari situ, kami mencoba menghadirkan solusi dengan memanfaatkan teknologi AR dan VR sebagai media pembelajaran,” ungkap Reynald. Baca Juga:  Bangun Sistem dan Peradaban, UMI Siapkan Kampus Digital Berbasis AI ​Gagasan tersebut dirancang secara spesifik untuk membedah mata pelajaran IPA dalam wujud tiga dimensi agar mudah dipahami. Guna memastikan ide ini tidak berhenti di atas kertas, ia menjelaskan, timnya telah menggandeng mahasiswa Teknik Informatika UMM guna merancang prototipe awal aplikasi agar siap diimplementasikan. ​“Harapan kami tentu inovasi ini bisa diwujudkan menjadi aplikasi nyata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak tunarungu di Indonesia,” ujarnya. ​Keberhasilan ini tak lepas dari peran Kepala Bagian Penalaran Kemahasiswaan UMM, Ali Multazam, S.Ft., Physio., M.Sc. Ia menilai capaian gemilang anak didiknya adalah buah dari proses riset, diskusi panjang, serta konsistensi mereka sejak awal penyusunan esai hingga tahap final. Baca Juga:  Unesa Bagikan 35.000 Porsi Sarapan Gratis untuk Mahasiswa selama UAS ​“Prestasi ini bukan sesuatu yang didapatkan secara instan. Mereka telah mempersiapkan semuanya sejak awal, mulai dari pengembangan ide, diskusi, hingga penyempurnaan gagasan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang telah mereka tunjukkan selama mengikuti kompetisi ini,“ tegasnya. ​Pada akhirnya, raihan prestasi di tingkat nasional ini menjadi bukti nyata, kepedulian sosial yang dipadukan dengan kemajuan teknologi mampu melahirkan solusi aplikatif. Semoga inovasi dari mahasiswa UMM ini dapat menjadi pionir dalam mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif yang lebih setara, serta memacu mahasiswa lain untuk terus berkarya meretas batas-batas keterbatasan. (abs)

Papua dan Ujian Reputasi Global Indonesia

Najamuddin Khairur Rijal, dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. (Dok. Pri) Oleh: Najamuddin Khairur Rijal* *) Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang. Suara Papua – Di sebuah kampung di Papua Selatan, hutan bukan sekadar deretan pohon. Tapi ia adalah dapur, apotek, sekolah, pasar, tempat bermain, ruang ingatan, sekaligus arsip hidup keluarga. Dari hutan, warga mengambil sagu, kayu, obat, cerita, lauk, dan martabat. Karena itu, ketika sebuah peta proyek datang dengan garis-garis tegas, yang berubah bukan hanya tata guna lahan melainkan juga adalah cara hidup manusia. Dari titik seperti inilah sebenarnya reputasi global Indonesia sedang diuji. Papua sesungguhnya bukan hanya ujian bagi kebijakan dalam negeri Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Papua juga menjadi ujian bagi reputasi global Indonesia, apakah Indonesia mampu tampil sebagai negara demokratis, pemimpin Global-South, pembela keadilan internasional, sekaligus negara yang sanggup mendengar suara warganya sendiri di wilayah paling timur negeri ini. Indonesia tentu memiliki dasar kuat untuk menegaskan Papua sebagai bagian sah dari Republik Indonesia. Dalam diplomasi internasional, prinsip kedaulatan dan integritas teritorial adalah hal yang substansial. Tidak ada negara yang akan dengan mudah membiarkan isu domestiknya dibawa ke forum global. Apalagi, isu Papua sering kali beririsan dengan politik separatisme, solidaritas Melanesia, advokasi HAM, serta kepentingan aktor internasional yang tidak selalu netral. Namun, dalam politik global abad ke-21, kedaulatan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi berjalan bersama legitimasi. Karena itu, setiap kali isu Papua muncul dalam forum internasional, pertanyaan yang perlu diajukan bukan semata-mata mengapa dunia ikut bicara  atas isu Papua, melainkan juga apa yang membuat isu Papua terus mendapat perhatian dunia. ads Harus diakui, perhatian internasional terhadap Papua datang dari banyak pintu. Bisa melalui isu hak asasi manusia, melalui hak masyarakat adat, melalui isu lingkungan dan perubahan iklim, melalui solidaritas kawasan Pasifik, dan pintu-pintu lainnya. Semua itu membuat Papua menjadi lebih dari sekadar isu lokal di dalam negeri, tapi menjadi simpul dari berbagai norma global yang hari ini makin menentukan reputasi suatu negara. Pada November 2025, misalnya, para ahli HAM PBB mendesak Indonesia mengakui masyarakat adat sebagai mitra pembangunan, perdamaian, dan keamanan. Mereka mengingatkan bahwa Indonesia memang mendukung Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat, tetapi pengakuan formal terhadap kelompok yang mengidentifikasi diri sebagai masyarakat adat masih menjadi persoalan. Suarapapua.com adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media kami hadir untuk menjadi bagian dari rakyat, juga media yang hadir untuk mengubah sedikit rumitnya persoalan di Tanah Papua. Dukung kami melalui donasi Anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik. Sorotan itu menjadi semakin sensitif ketika dikaitkan dengan proyek pangan dan energi di Papua Selatan. Pembukaan hutan dalam skala besar untuk produksi bioetanol, beras, dan komoditas pangan lain di Papua membawa kekhawatiran terhadap masa depan masyarakat adat dan keanekaragaman hayati hutan Papua. Dalam konteks ini, reputasi Indonesia diuji bukan hanya dalam isu HAM, tetapi juga dalam isu lingkungan. Baca Juga:  Pesta Babi: Argumentasi Hukum Sebagai Dasar Pembuktian Berdasarkan Fakta Lapangan Indonesia selama ini ingin tampil sebagai negara penting dalam agenda iklim, transisi energi, dan pembangunan berkelanjutan. Namun, ketika hutan Papua dibicarakan sebagai kawasan yang terancam oleh ekspansi proyek pangan dan energi, dunia melihat adanya ketegangan antara narasi “hijau” Indonesia di panggung global dan praktik pembangunan di lapangan. Di sinilah pertaruhan reputasi itu, karena adanya jarak antara klaim dan kenyataan. Selama ini, Indonesia ingin dikenal sebagai demokrasi besar, negara plural, pembela multilateralisme, dan suara penting dari Global-South. Tetapi, reputasi semacam itu menuntut konsistensi dan tidak mungkin Indonesia berbicara lantang tentang keadilan global, sementara isu keadilan internal terus menjadi pertanyaan. Ujian itu menjadi lebih besar karena pada 2026 ini, Indonesia memegang posisi penting sebagai Presiden Dewan HAM PBB. Posisi ini merupakan capaian diplomatik penting bagi Indonesia, tetapi sekaligus membawa konsekuensi reputasional. Indonesia akan semakin dilihat sebagai negara yang bukan hanya memimpin pembicaraan HAM global, tetapi juga dituntut menunjukkan kredibilitas HAM di dalam negeri. Dalam konteks itu, Papua adalah cermin. Ketika Indonesia bicara tentang Palestina, dunia Islam, perdamaian, demokrasi, dan keadilan global, posisi moral Indonesia cukup kuat. Tetapi ketika isu Papua muncul, apakah komitmen semacam itu juga berlaku untuk warga sendiri yang merasa belum cukup didengar? Tentu bukan bermaksud membandingkan Papua dengan Palestina, karena keduanya berbeda secara hukum, sejarah, dan politik. Namun, dalam politik reputasi, masyarakat global akan membaca konsistensi moral suatu negara dari caranya menyikapi penderitaan, ketidakadilan, dan suara kelompok rentan, baik di luar maupun di dalam negeri. Dimensi Pasifik juga tidak bisa diabaikan. Bagi banyak masyarakat Pasifik, Papua juga dibaca melalui bahasa identitas Melanesia, kedekatan rasial-kultural, dan solidaritas kawasan. Dalam kacamata konstruktivisme Hubungan Internasional, identitas dan norma sering kali sama pentingnya dengan kepentingan material. Artinya, Indonesia tidak cukup hanya menjelaskan status hukum Papua. Indonesia juga perlu membangun kepercayaan emosional, kultural, dan politik dengan masyarakat Pasifik. Karena itu, pendekatan Indonesia terhadap Papua perlu menunjukkan bahwa berbagai persoalan di Papua dikelola dengan keterbukaan, penghormatan terhadap masyarakat adat, perlindungan lingkungan, dan ruang dialog yang sehat. Papua sama sekali bukan beban diplomasi Indonesia. Justru Papua bisa menjadi ruang pembuktian bahwa Indonesia mampu membangun model kedaulatan yang tegas, tetapi mendengar; kuat, tetapi tidak alergi kritik; nasionalis, tetapi menghormati martabat lokal. Reputasi global Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering Indonesia berbicara di panggung dunia, tapi juga seberapa sungguh-sungguh Indonesia mendengar suara dari dalam rumahnya sendiri. Dan dalam soal itu, Papua adalah ujian yang tidak bisa terus dijawab hanya dengan pernyataan diplomatik, melainkan harus dijawab dengan komitmen moral dan keberanian untuk mendengar suara masyarakat Papua.

Fun Tahes Rector Cup 2026 Jadi Tradisi Unik UMM, Ribuan Sivitas Ramaikan Helipad Kampus

Foto: Pembukaan Rektor Cup oleh Rektor UMM MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Ribuan sivitas akademika memadati Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/6/2026), dalam gelaran Fun Tahes Rector Cup 2026. Tak sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kembali tradisi tahunan UMM melalui Rector Cup sekaligus penutupan Student Day yang telah berlangsung selama satu semester penuh. Sejak pagi, suasana Helipad UMM tampak semarak. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga masyarakat umum hadir mengenakan kaos putih, mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan senam sehat bersama dipandu instruktur. Pengibaran bendera start oleh Rektor UMM Antusiasme peserta semakin terasa ketika Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., secara simbolis membuka kegiatan melalui pengibaran bendera start. Cuaca cerah turut mendukung kemeriahan acara yang dipenuhi semangat kebersamaan tersebut. Dalam wawancara usai kegiatan, Nazaruddin menyebut momentum ini tidak hanya menandai pembukaan Rector Cup 2026, melainkan juga menjadi akhir dari tradisi akademik lain di UMM, yakni Student Day. Nazaruddin Malik menjelaskan bahwa Student Day telah dijalankan selama satu semester sejak mahasiswa baru memasuki bangku perkuliahan. Program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman sosial dan kemasyarakatan agar lebih mudah beradaptasi di tengah masyarakat. “Kegiatan hari ini menandai dimulainya Rector Cup 2026 sebagai salah satu tradisi di UMM untuk memberi ruang bagi minat dan bakat mahasiswa, baik di bidang seni, olahraga, maupun kreativitas lainnya,” ujarnya. Wawancara bersama Rektor UMM Menurutnya, sekitar 5.000 hingga hampir 6.250 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mayoritas berasal dari mahasiswa angkatan 2025, disertai sivitas akademika lainnya, mulai dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni dari berbagai fakultas. Tak hanya menjadi ruang kompetisi mahasiswa, kegiatan ini juga menghadirkan pelaku usaha kecil dari lingkungan kampus. Sejumlah UMKM mahasiswa serta unit bisnis milik UMM tampak berpartisipasi memeriahkan acara. Sementara itu, Harina selaku Humas UMM menyebut Rector Cup telah menjadi tradisi khas kampus yang mempertemukan mahasiswa dalam berbagai kompetisi antarfakultas. Tradisi ini sekaligus menjadi ruang pengembangan potensi non-akademik mahasiswa. Bagi Nazaruddin, penyelenggaraan Fun Tahes Rector Cup tahun ini memiliki makna khusus karena menggabungkan semangat kebugaran, interaksi sosial, serta penguatan karakter mahasiswa dalam satu momentum besar. Ia menegaskan, Rector Cup dan Student Day merupakan tradisi akademik penting di UMM yang bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membangun relasi sosial, baik dengan sesama mahasiswa maupun sivitas akademika lain. Menariknya, Nazaruddin menyebut tradisi seperti ini tidak umum ditemukan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya. Menurutnya, Rector Cup dan Student Day telah berlangsung sejak masa kepemimpinan rektor terdahulu dan terus dipertahankan sebagai identitas khas UMM. “Ini tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman Pak Muhadjir sebagai rektor. Jadi bukan hal baru, tetapi terus dijaga sebagai bagian penting dari pembentukan mahasiswa UMM,” tutupnya. (raf)

Piala Dunia 2026 Tak Seramai Edisi Sebelumnya, Dosen Sosiologi UMM Ungkap Sebabnya

Link copied! lihat foto Istimewa Tribun News – PIALA DUNIA 2026 – Liga Piala Dunia 2026. Piala Dunia 2026 tampak tak seramai edisi sebelumnya, dosen Sosiologi UMM memberi alasan penyebabnya. Menurutnya, minimnya pencapaian Indonesia di level dunia membuat sebagian masyarakat merasa tidak memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap Piala Dunia. Seperti langkah Timnas Indonesia yang harus terhenti di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Padahal, saat itu, publik sangat berharap Jay Idzes dan kawan-kawan bisa menembus Piala Dunia 2026. “Mungkin ada semacam rasa kecewa karena tim nasional kita belum pernah sampai ke level itu. Akhirnya masyarakat merasa cukup mengikuti kompetisi yang lebih dekat dengan mereka, seperti liga lokal atau sepak bola Asia Tenggara,” ungkapnya. Luluk juga menyoroti kondisi ekonomi yang turut memengaruhi antusiasme masyarakat. Melemahnya daya beli akibat tekanan ekonomi membuat perhatian masyarakat lebih banyak tertuju pada kebutuhan sehari-hari dibandingkan mengikuti ajang olahraga internasional. “Kenaikan dolar dan tuntutan ekonomi juga berpengaruh. Orang sekarang lebih fokus pada kebutuhan hidup dibandingkan mengikuti euforia olahraga internasional,” katanya. Tak hanya itu, faktor geopolitik dinilai ikut memengaruhi minat publik. Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, yang kerap menjadi sorotan dalam isu politik global, disebut dapat memunculkan sikap apatis dari sebagian kelompok masyarakat. “Ada sebagian masyarakat yang melihat konteks geopolitik dan isu kemanusiaan. Itu juga bisa memengaruhi minat mereka untuk mengikuti Piala Dunia,” ujarnya. Untuk mengembalikan euforia sepak bola di tengah masyarakat, Luluk menilai diperlukan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga. Salah satunya dengan memberikan penghargaan yang layak kepada atlet berprestasi sehingga masyarakat melihat bahwa prestasi olahraga benar-benar dihargai. Selain itu, promosi sepak bola perlu menyesuaikan perkembangan zaman dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital yang dekat dengan generasi muda. “Karena sekarang eranya digital, promosi dan sosialisasi juga harus dilakukan melalui media yang digunakan masyarakat saat ini,” “Tetapi yang paling penting adalah menghadirkan prestasi yang nyata sehingga publik memiliki kebanggaan dan alasan untuk kembali antusias,” tandasnya.

Fun Tahes 5K Rector Cup 2026 UMM Bertabur Hadiah Spektakuler

Para peserta yang memulai start di Fun Tahes 5K UMM Rector Cup 2026 (Tri Sukma) Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan kemeriahan dalam rangkaian Rector Cup 2026 melalui acara Fun Tahes pada Minggu, (7/6/2026). Mengambil titik START dan FINISH di Helipad Kampus III UMM, kegiatan ini dimulai sejak pukul 05.30 WIB. Ribuan peserta yang terdiri dari dosen, karyawan, pengelola unit usaha, hingga mahasiswa berbaur dalam atmosfer yang penuh semangat dan kebersamaan. Dengan rute sepanjang 5 kilometer (5K), para peserta tidak hanya diajak berolahraga untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menikmati suasana asri Kampus Putih dan kawasan sekitarnya. Rute lari dimulai dari Helipad UMM, melewati Stadion UMM, Gerbang 1, lalu menyusuri Jalan Karyawiguna dan Jembatan Sengkaling. Menariknya, rute ini juga membawa peserta melintasi area wisata legendaris Malang, mulai dari Masjid At-Taqwa, Loket Taman Rekreasi Sengkaling, Area Kolam, Area Satwa, hingga keluar melalui Pintu Belakang Sengkaling sebelum akhirnya menuju UMM Dome dan FINISH kembali di Helipad. Selain berlari, semarak acara pagi ini juga dilengkapi dengan sesi senam bersama yang diikuti antusias oleh seluruh sivitas akademika. Tradisi Unik Kampus Putih yang Terus Dirawat Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si.. menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga biasa, melainkan bagian dari momentum penting transisi agenda kemahasiswaan di UMM. Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. (Tri Sukma) “Yang paling spesial adalah kita menyelenggarakan penutupan Student Day dan mengawali rekab dengan dua kegiatan yang besar. Terutama berkaitan dengan upaya agar warga kampus menjaga kesehatan dan kebugaran,” ujarnya setelah melepas peserta. Lebih lanjut, Prof. Nazaruddin juga menambahkan bahwa dua forum besar yaitu Rector Cup dan Student Day—merupakan ruang esensial bagi mahasiswa untuk bertumbuh. Baca Juga: Dosen UMM Edukasi Remaja Toyomarto Cegah Kecanduan Game Online “Bagi adik-adik mahasiswa, mereka harus memahami bahwa dua forum yang merupakan tradisi akademik penting di UMM yaitu Rector Cup dan Student Day adalah tempat mereka. Saya ingin bersama mahasiswa walaupun berdasarkan idea yang lain, sehingga begini mempersiapkan mereka di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya. Menariknya, rektor UMM juga menggarisbawahi bahwa konsistensi ruang kreativitas dan olahraga seperti ini merupakan kekhasan yang jarang ditemui di kampus lain. “Tradisi ini hanya di UMM, tidak ada tradisi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah pada umumnya. Ini tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman Pak Muhajir sebagai Rektor ya,” pungkasnya. Diikuti Ribuan Peserta Antusias Nantikan Doorprize Spektakuler dan Hiburan Kemeriahan Fun Tahes Rector Cup 2026 semakin pecah dengan penampilan spesial dari grup musik ‘Semalam Suntuk’. Alunan musik yang atraktif sukses mengguncang panggung utama di area Helipad UMM dan menghibur para peserta yang melepas lelah setelah berlari. Tidak kalah dinantikan, panitia juga membagikan beragam doorprize spektakuler bernilai jutaan rupiah. Beberapa hadiah utama yang sukses dibawa pulang oleh peserta yang beruntung di antaranya motor listrik, smart TV, kulkas, sepeda, microwave, dan ratusan hadiah menarik lainnya. Melalui kegiatan Fun Tahes ini, UMM menunjukkan komitmen menciptakan lingkungan kampus yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat, harmonis, dan adaptif dalam mempersiapkan mahasiswanya sebelum terjun ke masyarakat.

UMM Kampanye Hidup Sehat: Fun Tahes Rector Cup 2026 Meriah

MALANGPOST– Lebih dari 6.000 sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Fun Tahes Rector Cup 2026 pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan lari sejauh lima kilometer yang dimulai dari Helipad Kampus III ini digelar untuk mengampanyekan gaya hidup sehat. Antusiasme peserta tidak hanya datang dari kegiatan lari, tetapi juga dari beragam doorprize seperti tablet, ponsel pintar, hingga hadiah utama berupa sepeda motor listrik. Acara juga dimeriahkan senam sehat dan penampilan Band SemalamSuntuk. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi suntikan energi positif bagi seluruh elemen kampus. Ia berpesan agar mahasiswa tetap menjaga keseimbangan antara fisik yang bugar dan semangat menimba ilmu. “Mudah-mudahan kebahagiaan yang kita rasakan pagi ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan kalian selama di UMM. Tetap jaga kesehatan, terus semangat belajar, dan jangan pernah berhenti mengejar cita-cita,” ujarnya. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penutupan Student Day bagi mahasiswa baru angkatan 2025, yang telah berlangsung selama satu semester untuk membekali mereka dengan pengalaman sosial dan kemasyarakatan. “Melalui garis start ini, kompetisi tingkat universitas resmi dimulai, sekaligus menutup Student Day Angkatan 2025. Selamat berlari dan junjung tinggi sportivitas,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Panitia Rector Cup sekaligus Kepala Bagian Minat Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa UMM berkomitmen mewadahi potensi mahasiswa. Ajang Rector Cup dirancang sebagai langkah strategis untuk menjaring bibit unggul guna bersaing di kompetisi nasional hingga internasional. “UMM juga menyiapkan dana pembinaan hingga ratusan juta rupiah bagi para pemenang. Kami ingin memastikan setiap minat dan bakat mahasiswa tidak hanya difasilitasi, tetapi juga diapresiasi dan dibina secara berkelanjutan,” tegasnya. Kemeriahan acara juga diakui oleh peserta, Nayla Auvara Izzetiyya. Ia mengungkapkan antusiasmenya bisa berbaur dengan ribuan sivitas akademika dan merasa kegiatan ini efektif menghilangkan penat setelah rutinitas perkuliahan. “Acaranya benar-benar seru. Selain olahraga bareng teman dari berbagai jurusan, ada hiburan musik dan doorprize yang menggiurkan. Harapannya UMM bisa terus rutin mengadakan event sebesar ini,” pungkasnya. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)

Semarak Gebyar Fun Tahes Tandai Dibukanya Rektor Cup UMM 2026

SEMARAK: Gebyar Fun Tahes menandai dibukanya Rektor Cup UMM 2026. MALANG, RADAR MALANG – Lebih dari 6.000 sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti giat Fun Tahes Rektor Cup 2026, Minggu (7/6). Mengambil garis start di Helipad Kampus III, kegiatan lari sejauh lima kilometer ini digelar untuk mengampanyekan gaya hidup sehat. Antusiasme ribuan peserta ini tidak hanya dari giat Fun Tahes saja, tetapi juga deretan doorprize mulai dari tablet, smartphone, hingga hadiah utama berupa sepeda motor listrik siap dibawa pulang oleh peserta yang beruntung. Tak hanya itu, berbagai hiburan menarik mulai dari senam sehat hingga musik yang menghadirkan Band SemalamSuntuk. Hadir menyapa para peserta, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi suntikan energi positif bagi seluruh elemen kampus. Ia berpesan agar para mahasiswa tetap konsisten menjaga keseimbangan antara fisik yang bugar dan semangat menimba ilmu. “Mudah-mudahan kebahagiaan yang kita rasakan pagi ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan kalian selama di UMM. Tetap jaga kesehatan, terus semangat belajar, dan jangan pernah berhenti mengejar cita-cita yang ingin diwujudkan,” jelasnya. Lebih lanjut, kemeriahan giat ini juga dirangkai dengan penutupan Student Day bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan Student Day telah dilaksanakan selama satu semester untuk membekali mahasiswa baru dengan berbagai pengalaman sosial dan kemasyarakatan. “Melalui garis start ini, kompetisi bergengsi tingkat universitas resmi dimulai, sekaligus menutup kegiatan Student Day angkatan 2025. Selamat berlari dan junjung tinggi sportivitas,” ungkapnya. Disisi lain, Ketua Panitia Rektor Cup sekaligus Kepala Bagian Minat Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Kampus Putih selalu siap dan berkomitmen penuh dalam mewadahi berbagai potensi mahasiswanya. SEMANGAT: Peserta mengikuti Fun Tahes yang seru dan menguji fisik.   Ary menjelaskan bahwa ajang Rektor Cup ini dirancang secara khusus sebagai langkah strategis universitas dalam melakukan penjaringan bibit-bibit unggul, guna mempersiapkan delegasi mahasiswa untuk bersaing di kompetisi bergengsi tingkat nasional hingga internasional. “Sebagai bentuk keseriusan dan dukungan nyata, UMM juga telah menyiapkan dana pembinaan dengan total mencapai ratusan juta rupiah bagi para pemenang Rektor Cup,” ujar Ary.

Rekor 6.250 Peserta: Fun Run UMM Tutup Student Day, Buka Rektor Cup 2026

Rekor 6.250 Peserta: Fun Run UMM Tutup Student Day, Buka Rektor Cup 2026, Minggu (7/6/2026). MALANG (SurabayaPost.id) – Suasana halaman depan Kampus Universitas Muhammadiyah Malang pecah, Minggu (7/6/2026). Sebanyak 6.250 mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni tumpah ruah mengikuti Fun Run akbar. Kegiatan ini sekaligus menandai penutupan Student Day dan pembukaan Rektor Cup UMM 2026. Massa peserta memulai lari pagi dengan rute mengelilingi kawasan kampus. Mayoritas peserta berasal dari mahasiswa angkatan 2025. Sisanya merupakan dosen, tendik, dan alumni dari berbagai fakultas. Antusiasme ribuan peserta menegaskan kuatnya budaya kebersamaan di UMM. Rektor UMM, Nazaruddin Malik, mengatakan Fun Run bukan sekadar ajang olahraga. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana membangun karakter, kesehatan, serta kemampuan sosial mahasiswa. “Melalui Student Day, mahasiswa ditempa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan sosial yang sesungguhnya. Mereka belajar berinteraksi, bekerja sama, dan memahami dinamika masyarakat sejak awal masa studinya,” ujar Nazaruddin di sela kegiatan. Rektor UMM, Nazaruddin Malik, memberikan keterangan kepada wartawan. Nazaruddin menyebut penyelenggaraan tahun ini istimewa. Untuk pertama kalinya, penutupan Student Day dan pembukaan Rektor Cup dikemas dalam satu kegiatan yang melibatkan ribuan orang. “Rektor Cup dan Student Day merupakan forum penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial, baik dengan sesama mahasiswa maupun dengan sivitas akademika lainnya. Dari proses itu tumbuh kedewasaan yang akan menjadi bekal ketika mereka hidup dan berkarya di tengah masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, Student Day adalah tradisi akademik khas UMM yang berlangsung satu semester penuh sejak mahasiswa baru masuk kuliah. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman sosial dan kemasyarakatan agar lebih siap beradaptasi. Sebanyak 6.250 mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni tumpah ruah mengikuti Fun Run akbar. Menurutnya, Tradisi Student Day dan Rektor Cup bukan agenda baru. Keduanya sudah berlangsung sejak era kepemimpinan mantan Rektor UMM, Muhadjir Effendy, dan terus dipertahankan sebagai budaya akademik kampus. ​”Ini tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman Pak Muhadjir sebagai rektor, baik Rektor Cup maupun Student Day. Jadi ini bukan hal yang baru,” jelasnya. Tak hanya olahraga, Fun Run juga diramaikan puluhan stan UMKM. Sebagian besar pelaku usaha adalah mahasiswa UMM yang mengembangkan bisnis mandiri, didukung partisipasi warga sekitar kampus. Kehadiran UMKM memberi ruang bagi mahasiswa mengasah jiwa kewirausahaan. Produk-produk kreatif mereka langsung dikenalkan ke ribuan peserta dan pengunjung yang hadir. Melalui penyelenggaraan Fun Run dan Rektor Cup 2026, UMM menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul secara akademik sekaligus membentuk mahasiswa yang sehat, adaptif, berjiwa sosial, dan siap menghadapi tantangan zaman. (lil).

Fun Tahes Tandai Dibukanya Rector Cup UMM 2026 di Malang

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sekitar 6.000 sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Fun Tahes Rector Cup 2026 di lingkungan kampus sebagai pembuka kompetisi tingkat universitas, Minggu 7 Juni 2026. Kegiatan diawali dari Helipad Kampus III dengan menempuh rute lari sejauh lima kilometer sambil mengampanyekan gaya hidup sehat. Sejumlah doorprize mulai dari tablet, smartphone, hingga hadiah utama berupa sepeda motor listrik disiapkan bagi peserta yang beruntung. Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh elemen kampus.