Jurusan di UMM Malang 2026, Pilihan Program Studi dari Kedokteran hingga Informatika

by Redaksi Hai Malang June 20, 2026 0 comments Share Haimalang – Memilih jurusan kuliah menjadi salah satu keputusan penting bagi calon mahasiswa sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain mempertimbangkan minat dan bakat, banyak siswa juga mencari kampus yang memiliki pilihan program studi lengkap agar dapat menyesuaikan dengan rencana karier di masa depan. Salah satu kampus yang sering menjadi pilihan calon mahasiswa di Kota Malang adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Putih ini memiliki beragam program studi dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan, teknik, pendidikan, ekonomi, hingga ilmu sosial dan politik. Bagi yang sedang mencari informasi mengenai jurusan di UMM, berikut daftar program studi yang tersedia beserta beberapa jurusan yang banyak diminati calon mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Malang merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Jawa Timur. Kampus ini memiliki ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. UMM menawarkan program pendidikan mulai dari vokasi, sarjana, profesi, magister, hingga doktor. Dengan banyaknya pilihan program studi yang tersedia, calon mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk memilih jurusan sesuai minat dan tujuan karier. Selain dikenal memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap, UMM juga menjadi salah satu kampus yang aktif dalam pengembangan riset, kewirausahaan, serta kerja sama internasional. Daftar Jurusan di UMM Malang Berikut daftar jurusan di UMM Malang 2026 atau program studi yang tersedia. Fakultas Agama Islam Pendidikan Agama Islam Hukum Keluarga Islam Ekonomi Syariah Pendidikan Bahasa Arab Jurusan-jurusan di Fakultas Agama Islam tidak hanya mempelajari ilmu keislaman, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan profesional sesuai bidang masing-masing. Fakultas Psikologi Psikologi Program Studi Psikologi menjadi salah satu jurusan yang cukup diminati karena memiliki peluang karier yang luas, mulai dari bidang pendidikan, industri, sumber daya manusia, hingga konseling. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen Akuntansi Ekonomi Pembangunan Fakultas ini menjadi pilihan banyak calon mahasiswa yang ingin berkarier di dunia bisnis, keuangan, perbankan, maupun sektor pemerintahan. Fakultas Hukum Hukum Mahasiswa di jurusan ini mempelajari berbagai aspek hukum, mulai dari hukum pidana, perdata, tata negara, hingga hukum bisnis. Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Keperawatan Farmasi Fisioterapi Bidang kesehatan menjadi salah satu sektor yang terus berkembang. Oleh karena itu, program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan memiliki prospek karier yang cukup menjanjikan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ilmu Komunikasi Hubungan Internasional Ilmu Pemerintahan Sosiologi Kesejahteraan Sosial Jurusan-jurusan ini banyak diminati oleh siswa yang tertarik pada dunia komunikasi, kebijakan publik, diplomasi, hingga isu-isu sosial masyarakat. Fakultas Kedokteran Pendidikan Dokter Program studi ini menjadi salah satu jurusan paling kompetitif karena banyak diminati calon mahasiswa yang bercita-cita menjadi dokter. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Biologi Pendidikan Matematika Fakultas ini menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Fakultas Pertanian dan Peternakan Agribisnis Agroteknologi Kehutanan Teknologi Pangan Akuakultur Peternakan Program studi di fakultas ini berfokus pada pengembangan sektor pertanian modern, pangan, perikanan, dan peternakan yang masih menjadi sektor penting di Indonesia. Fakultas Teknik Informatika Teknik Sipil Teknik Industri Teknik Mesin Teknik Elektro Jurusan teknik selalu menjadi pilihan favorit karena kebutuhan tenaga profesional di bidang teknologi dan industri terus meningkat setiap tahun. Fakultas Vokasi Perbankan dan Keuangan Keperawatan Teknologi Elektronika Agribisnis Unggas Bisnis Properti Program vokasi dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dengan porsi praktik yang lebih besar dibandingkan teori. Jurusan Favorit di UMM yang Banyak Diminati Dari berbagai pilihan program studi yang tersedia, terdapat beberapa jurusan yang cukup populer di kalangan calon mahasiswa. Informatika Jurusan Informatika menjadi salah satu pilihan favorit karena perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Lulusan jurusan ini memiliki peluang kerja di bidang pengembangan perangkat lunak, data analyst, keamanan siber, hingga kecerdasan buatan. Ilmu Komunikasi Program studi Ilmu Komunikasi banyak diminati oleh siswa yang tertarik pada dunia media, public relations, jurnalistik, penyiaran, hingga pemasaran digital. Psikologi Jurusan Psikologi terus menjadi favorit karena dapat membuka peluang karier di berbagai bidang, termasuk pendidikan, industri, sumber daya manusia, dan konseling. Manajemen Manajemen merupakan salah satu jurusan dengan peminat tinggi karena memiliki cakupan ilmu yang luas dan relevan dengan berbagai sektor pekerjaan. Hubungan Internasional Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada isu global, diplomasi, dan kerja sama antarnegara, Hubungan Internasional menjadi pilihan yang menarik. Farmasi Farmasi menjadi salah satu program studi kesehatan yang memiliki prospek karier cukup luas, baik di rumah sakit, industri obat-obatan, laboratorium, maupun instansi pemerintah. Pendidikan Dokter Jurusan Kedokteran selalu menjadi salah satu program studi yang paling diminati karena profesi dokter masih menjadi profesi yang banyak dibutuhkan masyarakat. Tips Memilih Jurusan Kuliah Sebelum menentukan pilihan jurusan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan: 1. Kenali minat dan bakat yang dimiliki. 2. Pelajari mata kuliah yang akan dipelajari di program studi tersebut. 3. Cari informasi mengenai prospek kerja setelah lulus. 4. Sesuaikan pilihan jurusan dengan rencana karier jangka panjang. 5. Jangan hanya mengikuti tren atau pilihan teman. Dengan banyaknya pilihan jurusan di UMM Malang, calon mahasiswa memiliki kesempatan untuk memilih program studi yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan cita-cita mereka. Memahami karakteristik setiap jurusan sejak awal dapat membantu menentukan keputusan yang lebih tepat sebelum memasuki dunia perkuliahan.
Suntik Keberanian Hadapi Masa Depan, UMM Dampingi Smadiga hingga Makin Diminati

Suntik Keberanian Hadapi Masa Depan, UMM Dampingi SMADIGA hingga Makin Diminati pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya memberikan pendampingan akademik kepada sekolah binaannya, tetapi juga turut hadir memeriahkan pelepasan siswa SMA Muhammadiyah 3 (SMADIGA) Bungah Gresik dalam acara wisuda yang digelar Sabtu (20/6/2026). Pada kesempatan tersebut, UMM menghadirkan berbagai program edukatif, mulai dari orasi ilmiah, layanan Mobil Pintar, hingga pembagian puluhan doorprize bagi para wisudawan. Dalam orasi ilmiahnya, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) Modern UMM sekaligus anggota tim pendamping sekolah, menegaskan pentingnya memiliki karakter yang responsif dalam melihat peluang dan tantangan masa depan. Menurut Dr. M. Isnaini, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Keberanian mengambil peluang dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam membangun masa depan. “Kalau kalian kurang pintar, maka kejarlah keberuntungan. Keberuntungan itu datang kepada mereka yang berani mengambil peluang dan kesempatan lebih dulu,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa dunia kerja dan pendidikan tinggi membutuhkan pribadi yang disiplin, percaya diri, serta mampu membangun hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Selain itu, ia menekankan bahwa adab memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan. “Adab lebih tinggi daripada intelektual. Saya yakin lulusan SMADIGA hari ini adalah orang-orang yang beruntung dan memiliki adab yang baik untuk menjadi pemimpin di masa depan,” tambahnya. Kehadiran Mobil Pintar UMM menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan wisuda tersebut. Fasilitas perpustakaan keliling ini disambut antusias oleh siswa maupun tamu undangan. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen UMM dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Suasana semakin meriah ketika perwakilan UMM membagikan berbagai doorprize kepada para wisudawan. Momen tersebut menghadirkan keceriaan sekaligus menjadi kenangan manis sebelum para siswa melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Gresik, Mufrikha, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa sekolahnya mengalami perkembangan signifikan sejak menjadi sekolah binaan UMM pada awal tahun 2024. Menurutnya, pendampingan yang diberikan UMM berlangsung secara komprehensif, mulai dari peningkatan mutu akademik, tata kelola sekolah, hingga strategi pemasaran pendidikan. “Semua sistem dibantu oleh UMM. Kami jadi tahu apa saja yang harus dikerjakan. Bahkan sampai marketing pun diajari oleh UMM,” ungkapnya. Dampak dari pendampingan tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peserta didik baru yang mencapai sekitar 200 persen dibandingkan sebelumnya. Momentum wisuda ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama antara UMM dan SMA Muhammadiyah 3 Bungah Gresik. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, wawasan literasi yang luas, serta akhlak yang mulia. Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah-sekolah binaan agar mampu berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, adaptif, dan semakin dipercaya oleh masyarakat. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Belasan Mahasiswa UMM Dipercaya Mengajar di Vietnam dan Thailand

Sebanyak 15 mahasiswa CoE BIPA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan menjadi tutor bahasa Indonesia di Open University Vietnam dan Srinakharinwirot University Thailand. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas kiprah internasional melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Kali ini, Kampus Putih memberangkatkan 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk menjadi tutor bahasa Indonesia di dua perguruan tinggi terkemuka di kawasan ASEAN, yakni Open University Vietnam dan Srinakharinwirot University Thailand. Para mahasiswa tersebut akan menjalankan tugas sebagai tutor bahasa Indonesia selama dua bulan. Program ini menjadi bagian dari upaya UMM mencetak lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM Dr M Isnaini MPd menjelaskan bahwa pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua gelombang. “Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, UMM memberikan fasilitasi berupa tempat tinggal dan berbagai kebutuhan penunjang kegiatan selama mahasiswa berada di negara tujuan. “Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, sama beberapa item persiapan kegiatannya itu. Nominalnya tidak dipukul rata karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” tambahnya. Isnaini berharap program ini dapat memperkuat keterampilan mengajar mahasiswa sekaligus membentuk mereka menjadi duta bahasa Indonesia di tingkat internasional. “Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama dari Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi mengapresiasi keberanian dan antusiasme mahasiswa yang dipercaya menjalankan peran strategis di level ASEAN. Ia berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik almamater serta menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang santun selama berinteraksi di lingkungan internasional. Menurutnya, pengalaman mengajar di perguruan tinggi luar negeri tidak hanya mengasah kompetensi pedagogik mahasiswa, tetapi juga memperkaya pengalaman lintas budaya dan memperkuat reputasi UMM sebagai kampus berkelas internasional.
Mahasiswa FH UMM Magang di Mahkamah Agung, Belajar Praktik Hukum Nasional

Mahasiswa FH UMM Magang di Mahkamah Agung, Belajar Praktik Hukum Nasional Media Kampung – Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) berhasil mendapatkan kesempatan magang di Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI). Mereka adalah Hendrico Noval Ramadhani, Satria Ananta Agung Nugraha, dan Arjuna Galih Taruna. Program magang berlangsung selama kurang lebih lima bulan, dimulai sejak 23 Februari 2026, dan merupakan bagian dari kegiatan Laboratorium Fakultas Hukum UMM yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktik hukum secara langsung. Penempatan di Biro Hukum dan Humas Ketiga mahasiswa ditempatkan di Biro Hukum dan Humas, Bagian Peraturan Perundang-Undangan (PUU). Selama magang, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan terkait pembentukan regulasi dan pengelolaan informasi hukum di lingkungan Mahkamah Agung. Salah satu agenda penting yang diikuti adalah pembahasan rancangan kebijakan MA. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa dapat mengamati langsung mekanisme penyusunan kebijakan yang melibatkan hakim dan pejabat MA. Pemahaman tentang Pembentukan Regulasi Dalam pembahasan kebijakan, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai bagaimana suatu kebijakan dirumuskan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebutuhan praktik peradilan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa pembentukan regulasi tidak hanya berfokus pada perumusan norma, tetapi juga pada penerapan norma secara efektif dalam penyelenggaraan peradilan. Selain itu, mereka juga mendapatkan wawasan tentang proses penafsiran hukum yang dilakukan dalam pembahasan regulasi, di mana berbagai isu praktik peradilan menjadi bahan pertimbangan. Validasi Produk Hukum melalui JDIH Tidak hanya terlibat dalam pembahasan kebijakan, mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan validasi produk hukum Mahkamah Agung melalui sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) MA. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesesuaian data sebelum dipublikasikan, seperti pengecekan nomor, identitas, nama pengadilan negeri, serta kelengkapan dokumen dalam sistem. Keterlibatan dalam validasi memberikan pemahaman tentang pentingnya akurasi data dalam mendukung keterbukaan informasi di lingkungan peradilan. Melalui JDIH, MA menyediakan akses terhadap berbagai produk hukum dan putusan pengadilan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, akademisi, maupun praktisi hukum. Testimoni Mahasiswa Hendrico Noval Ramadhani mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan. “Selama melaksanakan kegiatan magang yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, saya sangat bersyukur karena banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Kegiatan magang selama kurang lebih lima bulan ini memberikan kesan yang sangat baik dan banyak ilmu yang dapat saya ambil. Saya berterima kasih kepada Fakultas Hukum dan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang telah memberikan ilmu yang semoga berguna di masa yang akan datang,” ujarnya. Senada dengan Hendrico, Satria Ananta Agung Nugraha juga menyampaikan rasa syukur. “Selama melaksanakan kegiatan magang yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, saya merasa sangat beruntung dan bersyukur karena banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Kegiatan magang selama kurang lebih lima bulan ini memberikan kesan yang baik dan banyak ilmu yang dapat saya ambil. Saya berterima kasih kepada Fakultas Hukum dan Mahkamah Agung Republik Indonesia atas ilmu yang diberikan dan semoga dapat berguna di masa yang akan datang,” tuturnya. Sementara itu, Arjuna Galih Taruna menilai program magang ini sebagai pengalaman luar biasa. “Bagi saya, kesempatan ini sangat luar biasa. Kami berkesempatan magang di Mahkamah Agung Republik Indonesia guna menimba ilmu secara praktik. Semoga program magang yang dirancang oleh Laboratorium Fakultas Hukum UMM ini dapat terus berlanjut dan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjadi calon-calon sarjana hukum yang kompeten,” ungkapnya. Manfaat Program Magang Program magang di Mahkamah Agung RI merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik yang dikembangkan oleh FH UMM. Melalui pengalaman langsung di lembaga peradilan tertinggi di Indonesia, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat pemahaman terhadap sistem hukum nasional serta memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai praktik hukum di tingkat nasional.
Balik Dolanan Viral di Malang, Ribuan Warga Diajak Tinggalkan Gawai dan Kembali Main Tradisional

Mahasiswa UMM melalui kampanye Balik Dolanan menghidupkan kembali permainan tradisional di Malang Raya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi pembuka Festival Dolanan 2026 yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Foto iNewsSurabaya.id/ist MALANG, iNewsSurabaya.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil perlahan mulai ditinggalkan. Anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibanding berinteraksi dan bermain bersama teman sebaya di lingkungan sekitar. Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Wavvy Creative menggagas kampanye bertajuk “Balik Dolanan”. Gerakan ini hadir untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan menikmati permainan tradisional sekaligus memperkuat ikatan sosial antar generasi. Sebagai rangkaian awal menuju Festival Dolanan 2026 yang akan digelar pada 27 Juni 2026 di Taman Dolan Batu, tim Wavvy Creative mengadakan kegiatan roadshow bertajuk “Dolanan Mubeng”. Mahasiswa UMMmelalui kampanye Balik Dolanan menghidupkan kembali permainan tradisional diMalang Raya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi pembuka Festival Dolanan 2026 yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Foto iNewsSurabaya.id/ist Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi strategis, yakni kawasan Car Free Day (CFD) Singosari pada 14 Juni 2026 dan Alun-Alun Kota Batu pada 15 Juni 2026. Melalui roadshow ini, masyarakat diajak berhenti sejenak dari rutinitas harian untuk merasakan kembali keseruan permainan tradisional yang pernah populer di berbagai daerah. Beragam permainan tradisional disediakan secara gratis bagi pengunjung dari berbagai usia. Mulai dari egrang, congklak, engklek, bola bekel, bakiak, gasing hingga hula hoop dapat dimainkan bersama dalam suasana penuh keakraban. Selain mencoba berbagai permainan tradisional, peserta juga dapat mengikuti tantangan Spin Wheel “7 Misi Dolanan”. Pengunjung yang berhasil menyelesaikan misi dan membagikan pengalaman mereka melalui media sosial berkesempatan memperoleh hadiah berupa Wayang Lukis. Hadiah tersebut dipilih sebagai simbol pelestarian budaya lokal sekaligus menjadi kenang-kenangan bagi peserta yang ikut memeriahkan kegiatan. Kampanye ini mengusung konsep besar “Balik Dolanan”. Dalam bahasa Jawa, “balik” berarti kembali, sedangkan “dolanan” berarti bermain. Makna yang ingin disampaikan tidak hanya mengajak masyarakat datang ke Taman Dolan, tetapi juga menghidupkan kembali pengalaman bermain yang sarat dengan kebersamaan, tawa, komunikasi, dan interaksi sosial yang mulai jarang ditemui di era digital. Ketua pelaksana Wavvy Creative menjelaskan bahwa kampanye tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin sempitnya ruang bermain tradisional bagi anak-anak. “Kami ingin mengingatkan bahwa permainan tradisional bukan hanya sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kerja sama, komunikasi, kreativitas, sportivitas, hingga kebersamaan keluarga. Melalui kampanye Balik Dolanan, kami berupaya menghadirkan kembali pengalaman tersebut dengan cara yang menyenangkan dan mudah diikuti semua kalangan,” ujarnya. Kegiatan Dolanan Mubeng mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak berlangsung, area permainan dipadati keluarga, mahasiswa, hingga wisatawan yang tertarik mencoba berbagai permainan tradisional. Momen menarik terlihat ketika banyak orang tua mengenalkan permainan masa kecil mereka kepada anak-anak secara langsung. Interaksi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana permainan tradisional mampu menjembatani hubungan antar generasi. Salah satu peserta, Anisa, mengaku senang dapat kembali memainkan permainan yang pernah menjadi bagian dari masa kecilnya. “Rasanya seperti kembali ke masa kecil. Sekarang anak-anak lebih sering bermain gadget, padahal dulu kami bermain engklek, bekel, congklak, dan permainan lainnya bersama teman-teman. Permainan seperti ini justru melatih anak menjadi lebih aktif, berpikir, dan bekerja sama. Menurut saya kegiatan seperti ini sangat bagus dan perlu terus diadakan,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar generasi muda tetap mengenal budaya Indonesia melalui cara yang menyenangkan. “Semoga anak-anak sekarang tetap dikenalkan dengan permainan tradisional supaya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, aktif, dan tidak melupakan budayanya sendiri,” tambahnya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Festival Dolanan 2026 yang akan menghadirkan pengalaman bermain, belajar, sekaligus menikmati suasana pedesaan khas Taman Dolan Batu. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 tersebut akan menyuguhkan sedikitnya 12 jenis permainan tradisional, pertunjukan seni budaya, drama teatrikal, live percussion, hingga penampilan spesial Lentera Dalu. Atraksi pelepasan lentera harapan itu akan menjadi penutup rangkaian acara, sekaligus simbol harapan agar permainan tradisional tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Editor : Arif Ardliyanto
PSIB UMM Petakan Implementasi Islam Berkemajuan, Mahasiswa dan Dosen Ikut Dilibatkan

Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan implementasi Risalah Islam Berkemajuan melibatkan mahasiswa, dosen, pimpinan fakultas, hingga tenaga kependidikan sebagai upaya memperkuat pemahaman dan penerapan nilai Islam Berkemajuan secara lebih terukur dan berkelanjutan. (Abdus Salam/Klikmu.co) KLIKMU.CO — Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Model Implementasi Risalah Islam Berkemajuan Berbasis Kampus: Studi Kasus Universitas Muhammadiyah Malang.” Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, dosen, pimpinan fakultas, hingga tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya memetakan pemahaman serta menyusun model implementasi dan peta jalan (roadmap) Risalah Islam Berkemajuan (RIB) di lingkungan kampus. Kepala PSIB UMM Prof Gonda Yumitro PhD menegaskan bahwa penguatan Islam Berkemajuan tidak cukup hanya bersifat normatif, tetapi harus dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh sivitas akademika. “FGD ini menjadi langkah strategis untuk memetakan sejauh mana pemahaman sivitas akademika terhadap Risalah Islam Berkemajuan. Temuan yang muncul akan menjadi dasar penyusunan model implementasi yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika kampus,” ujarnya. Dia menambahkan, sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Indonesia, UMM memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan nilai Islam Berkemajuan tidak hanya dalam konsep, tetapi juga dalam budaya akademik, tata kelola, dan perilaku keseharian. Peneliti PSIB UMM Diki Wahyudi SSos MIP menilai pengukuran pemahaman internal terhadap RIB penting sebagai dasar penguatan dakwah Muhammadiyah di masyarakat. “Pemahaman yang kuat terhadap Risalah Islam Berkemajuan bukan hanya penting di kampus, tetapi juga menjadi modal dalam menjalankan pengabdian dan dakwah yang mencerahkan,” katanya. Dalam diskusi, sejumlah peserta menyoroti tantangan implementasi RIB di lingkungan kampus. Dr Fathoni menyebut banyak nilai Islam Berkemajuan sebenarnya telah dipraktikkan, namun belum disadari sebagai bagian dari RIB. Ia menilai kondisi tersebut dapat menjadi kerentanan jika tidak ditopang pemahaman konseptual yang kuat, sehingga diperlukan panduan perilaku Islam Berkemajuan dengan indikator yang jelas bagi seluruh civitas akademika. “Perlu sosialisasi yang lebih masif dengan bahasa sederhana. Media seperti buku saku, e-book, hingga podcast bisa menjadi sarana efektif,” ujarnya. Sementara itu, Hairi MAg menekankan pentingnya panduan implementasi sebagai rujukan bersama agar nilai-nilai Islam Berkemajuan dapat diamalkan secara konsisten. Masukan lain datang dari Munawir yang menilai program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di UMM sudah berjalan baik, namun masih menghadapi tantangan pada aspek kesadaran dan partisipasi. Ia menyoroti masih adanya mahasiswa yang menganggap kegiatan AIK sebatas formalitas, serta sebagian tenaga kependidikan yang belum memahami struktur Muhammadiyah secara menyeluruh. “Karena itu, akses informasi perlu diperluas dan sosialisasi harus menjangkau semua level. Keteladanan juga sangat penting karena implementasi nilai tidak akan berhasil tanpa contoh nyata,” tegasnya. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM M Sri Wahyudi PhD menekankan pentingnya penguatan nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan sosial mahasiswa agar selaras dengan dinamika pergaulan kampus. Sementara itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, Sofian, menilai sebagian program penguatan nilai keislaman masih dianggap formalitas. Ia mendorong pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda melalui media sosial serta kolaborasi organisasi kemahasiswaan dengan ortom Muhammadiyah. “Penguatan nilai Islam Berkemajuan harus dikemas lebih dekat dengan mahasiswa. Penguatan akhlak juga menjadi tanggung jawab bersama dosen, karyawan, dan mahasiswa,” ujarnya. Melalui FGD ini, PSIB UMM menargetkan lahirnya model implementasi Risalah Islam Berkemajuan yang tidak hanya normatif, tetapi juga operasional dan terukur. Hasil diskusi ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan strategi penguatan budaya kampus berbasis nilai Islam Berkemajuan. Langkah ini diharapkan semakin memperkokoh posisi UMM sebagai kampus unggul yang mampu mengintegrasikan kualitas akademik, inovasi, serta pengamalan nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan perguruan tinggi. (Abdus Salam/AS)
Akademisi UMM Ungkap Alasan di Balik Aksi Pendukung MBG di Malang

Assoc. Prof. Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Akademisi sekaligus pakar kebijakan publik dan social governance Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Foto: Prof Rachmad for Ketik.com) Politik & Pemerintahan KETIK, MALANG – Munculnya aksi kelompok pro dan kontra terhadap sejumlah kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto di Kota Malang dalam sepekan terakhir mendapat perhatian dari akademisi. Tercatat terdapat beberapa aksi yang digelar oleh kelompok yang menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah pada 15 dan 17 Juni 2026. Sementara itu, aksi berbeda muncul dari kelompok pendukung program pemerintah, khususnya kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berlangsung di kawasan Balai Kota Malang, Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam aksi dukungan tersebut, massa membawa sejumlah atribut, termasuk banner bertuliskan “Usir Mahasewa yang mengaku Mahasiswa dari Bumi Arema #GerakandukungPrabowo”. Aksi tersebut muncul sebagai respons atas adanya gerakan mahasiswa yang sebelumnya menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Akademisi sekaligus pakar kebijakan publik dan social governance Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Assoc. Prof. Rachmad Kristiono Dwi Susilo, menilai fenomena tersebut merupakan hal yang lumrah dalam negara demokrasi, meskipun ia melihat sebagian gerakan yang muncul tidak lagi sepenuhnya didorong oleh idealisme, melainkan kepentingan pragmatis. Menurut Prof. Rachmad, keberadaan kelompok yang mendukung maupun menolak kebijakan pemerintah merupakan hal lumrah dalam negara demokrasi. Kedua kelompok, tambahnya, sama-sama memiliki alasan dan kepentingan yang melatarbelakangi sikap politik mereka. “Dalam sistem demokrasi, keberadaan kelompok pro dan kontra terhadap kebijakan pemerintah merupakan sesuatu yang biasa. Ada yang mendukung kebijakan Presiden Prabowo, ada pula yang mengkritisinya. Itu bagian dari dinamika demokrasi,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026. Namun demikian, ia menilai tidak semua gerakan yang muncul semata-mata didorong oleh idealisme untuk memperbaiki kondisi bangsa. Dalam praktiknya, terdapat kelompok-kelompok yang bergerak berdasarkan kepentingan ekonomi dan keberlangsungan hidup sehari-hari. Baca Juga: Khawatir Diadu Domba Spanduk Provokatif, Ketua BEM UMM Minta Massa Pro-Kontra MBG Jernih Ambil Tindakan “Kalau kita lihat lebih jauh, sebagian kelompok bergerak bukan semata-mata karena idealisme agar bangsa ini lebih maju atau terhindar dari kemerosotan. Ada juga yang berpikir secara pragmatis, yaitu bagaimana kebutuhan hidup mereka tetap terjamin,” papar Ketua Program Studi Magister Sosiologi ini. Ia menjelaskan bahwa sebagian masyarakat yang terlibat dalam program-program pemerintah memiliki ketergantungan ekonomi terhadap keberlangsungan kebijakan tersebut. Karena itu, muncul kekhawatiran apabila program yang sedang berjalan mengalami gangguan atau bahkan dihentikan akibat tekanan politik maupun aksi penolakan. “Mereka berpikir dalam jangka pendek karena yang menjadi perhatian utama adalah persoalan kehidupan sehari-hari. Urusan bangsa dan negara dianggap sebagai ranah para pengambil kebijakan, sementara mereka fokus pada bagaimana kebutuhan ekonomi keluarga tetap terpenuhi,” jelasnya. Prof. Rachmad mencontohkan program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih yang menurutnya merupakan desain kebijakan negara untuk menciptakan jejaring ekonomi baru di masyarakat. “Negara telah membangun berbagai program seperti MBG, Sekolah Rakyat, maupun Koperasi Desa Merah Putih. Ketika ada masyarakat yang memperoleh pekerjaan atau penghasilan dari program-program tersebut, tentu mereka memiliki kepentingan agar kebijakan itu tetap berjalan,” ujarnya. Menurutnya, kelompok masyarakat yang telah menjadi bagian dari ekosistem program pemerintah, termasuk pelaku usaha dan investor yang telah mengeluarkan modal besar, cenderung akan memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut. “Misalnya ada pihak yang sudah berinvestasi miliaran rupiah untuk menyiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG. Mereka tentu khawatir jika muncul gerakan yang berpotensi memengaruhi kelanjutan program tersebut. Jika kebijakan dihentikan, ada konsekuensi ekonomi dan kerugian material yang harus mereka tanggung,” pungkasnya. (*)