Pendaftaran Ekshibisi AI 2026 Resmi Dibuka untuk Siswa SMA

WARTASEKOLAH.id-Pendaftaran ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Kecerdasan Artifisial (AI) yang bertajuk Ekshibisi AI 2026 resmi dibuka hingga 15 Juli mendatang. Kompetisi berskala nasional ini dapat diikuti oleh seluruh siswa tingkat SMA atau sederajat di Indonesia. Dilansir dari Detikcom, berdasarkan buku Panduan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Bidang Sains Tahun 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, agenda ini merupakan wadah bagi pelajar bertalenta. Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 diproyeksikan untuk menjaring calon peserta International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) pada tahun berikutnya. Pergelaran kompetisi ini bakal melewati tiga fase penyaringan. Tahapan awal berupa pra-seleksi yang bertujuan menyaring 100 peserta terbaik dari seluruh pendaftar. Memasuki fase berikutnya, para peserta akan diseleksi kembali hingga menyisakan 30 finalis terbaik. Babak final nasional dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan pergelaran OSN Nasional 2026 pada 14 sampai 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang. Materi yang bakal diujikan pada kompetisi tahun ini mengacu langsung pada bagian silabus lengkap milik IOAI. Kisi-kisi kompetisi terbagi ke dalam beberapa poin keahlian utama. Poin pertama mencakup Pengetahuan dan Keterampilan Dasar. Materi ini meliputi konsep serta teori matematika, statistika, teori peluang, optimasi, hingga kemampuan pemrograman menggunakan bahasa Python. Bagian kedua membahas mengenai Teori dan Praktik Machine Learning Klasik. Bidang ini menguji kemampuan analisis dan pengolahan data mendasar, feature engineering, supervised learning, unsupervised learning, serta evaluasi beserta validasi model machine learning. Materi ketiga berkaitan dengan Artificial Neural Network. Fokus bahasan meliputi arsitektur JST, multilayer perceptron, algoritme pelatihan dan optimasi JST, fungsi aktivasi, hingga metode regularisasi. Sektor keempat adalah Computer Vision (CV). Para peserta akan diuji mengenai dasar-dasar CV, konvolusi, teknik pooling, klasifikasi citra, deteksi obyek, segmentasi citra, serta transfer learning. Komponen terakhir yang diujikan adalah Natural Language Processing (NLP). Materi ini mendalami aspek pengambilan fitur seperti TF-IDF, teknik embedding, dasar-dasar transformer atau attention, hingga proses klasifikasi teks.
Ekshibisi AI 2026 Resmi Dibuka untuk Siswa SMA Sederajat

Infinasional.com-Pendaftaran ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang kecerdasan artifisial yang bertajuk Ekshibisi AI 2026 telah resmi dibuka. Kompetisi berskala nasional ini dapat diikuti oleh seluruh siswa tingkat SMA atau sederajat di Indonesia hingga tanggal 15 Juli mendatang. Dikutip dari Detikcom, berdasarkan buku Panduan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Bidang Sains Tahun 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, ajang Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 diselenggarakan untuk menjaring para siswa bertalenta di bidang kecerdasan buatan. Para peserta terpilih nantinya dipersiapkan menjadi perwakilan Indonesia dalam International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) pada tahun berikutnya. Perhelatan OSN Bidang AI ini bakal melewati tiga tingkatan seleksi yang ketat. Tahap awal berupa pra-seleksi yang bertujuan menyaring 100 peserta terbaik dari seluruh pendaftar. Setelah babak pra-seleksi, kompetisi berlanjut ke tahap seleksi berikutnya demi mendapatkan 30 finalis terbaik. Babak final nasional kemudian dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian kegiatan OSN Nasional 2026 yang dijadwalkan pada tanggal 14 hingga 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang. Seluruh materi yang diujikan dalam Ekshibisi Kecerdasan Artifisial tahun ini mengacu pada bagian dari silabus lengkap IOAI. Komponen kompetisi terbagi ke dalam beberapa poin keahlian utama. Materi pertama mencakup pengetahuan dan keterampilan dasar. Bagian ini menguji pemahaman konsep serta teori matematika, statistika, teori peluang, optimasi, dan kemampuan pemrograman menggunakan bahasa Python. Materi kedua berfokus pada teori dan praktik machine learning klasik. Peserta dituntut menguasai analisis dan pengolahan data mendasar, feature engineering, supervised learning, unsupervised learning, hingga proses evaluasi dan validasi model machine learning. Materi ketiga berkaitan dengan artificial neural network. Bagian ujian ini mendalami arsitektur JST, multilayer perceptron, algoritme pelatihan dan optimasi JST, fungsi aktivasi, serta metode regularisasi. Materi keempat mencakup Computer Vision (CV). Bidang ini menguji kompetensi dasar CV, proses konvolusi, teknik pooling, klasifikasi citra, deteksi obyek, segmentasi citra, dan konsep transfer learning. Materi terakhir yang diujikan adalah Natural Language Processing (NLP). Kompetensi pada bidang ini berpusat pada pemahaman pengambilan fitur seperti TF-IDF, teknik embedding, dasar-dasar transformer (attention), serta klasifikasi teks.
Pendaftaran Ekshibisi AI 2026 Resmi Dibuka untuk Siswa SMA

Koranmanado-Pendaftaran untuk ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang kecerdasan artifisial bertajuk Ekshibisi AI 2026 resmi dibuka hingga tanggal 15 Juli mendatang. Kompetisi berskala nasional ini dapat diikuti oleh seluruh siswa tingkat SMA atau sederajat di Indonesia. Dilansir dari Detikcom, berdasarkan buku Panduan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Bidang Sains Tahun 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, agenda ini menjadi wadah penyaringan talenta. Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 dipersiapkan untuk menjaring calon delegasi Indonesia pada International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) di tahun berikutnya. Proses seleksi kompetisi ini bakal diselenggarakan melalui tiga tahapan utama. Fase pertama berupa pra-seleksi yang bertujuan untuk menyaring 100 peserta terbaik dari seluruh pendaftar. Selanjutnya, tahapan seleksi kedua akan memperkecil jumlah kontestan hingga menyisakan 30 finalis terbaik. Babak final tingkat nasional kemudian bakal digelar bersamaan dengan rangkaian OSN Nasional 2026 pada tanggal 14 sampai 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang. Materi ujian dalam Ekshibisi Kecerdasan Artifisial tahun ini mengacu pada standar silabus kompetisi internasional IOAI. Komponen penilaian terbagi ke dalam beberapa bidang keahlian spesifik. Bagian pertama mencakup pengetahuan dan keterampilan dasar. Materi ini menguji pemahaman konsep serta teori matematika, statistika, teori peluang, optimasi, hingga kemampuan pemrograman dasar menggunakan bahasa Python. Bagian kedua berfokus pada teori dan praktik machine learning klasik. Cakupan materinya meliputi analisis data, pengolahan data mendasar, feature engineering, supervised learning, unsupervised learning, serta metode evaluasi dan validasi model. Bagian ketiga menguji pemahaman mengenai artificial neural network. Peserta wajib menguasai arsitektur JST, multilayer perceptron, algoritme pelatihan, optimasi JST, fungsi aktivasi, dan teknik regularisasi. Bagian keempat berkaitan dengan bidang Computer Vision (CV). Soal ujian akan mendalami dasar-dasar CV, proses konvolusi, teknik pooling, klasifikasi citra, deteksi obyek, segmentasi citra, hingga penerapan transfer learning. Bagian terakhir adalah materi Natural Language Processing (NLP). Kompetisi ini menguji kemampuan pengambilan fitur seperti TF-IDF, pemahaman embedding, konsep dasar transformer atau attention, serta metode klasifikasi teks.
Kolaborasi UMM dan Martha Tilaar, Dorong Mahasiswa Jadi Inovator Dunia Kosmetik

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalin kolaborasi strategis dengan Martha Tilaar Group guna mendorong mahasiswa menjadi inovator tangguh di industri kosmetik berbasis kearifan lokal. Komitmen ini diwujudkan melalui Kuliah Tamu Kewirausahaan bertajuk “Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead” di Aula GKB IV Lantai 9, Selasa (23/6). Kegiatan ini berlangsung antusias dan diikuti ratusan mahasiswa UMM yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, seperti Fakultas Teknik (FT), Fakultas Psikologi (Fapsi), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Farmasi, hingga Fisioterapi. Sinergi ini dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan industri kecantikan sekaligus merangsang generasi Z agar bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pengusaha (beautypreneurs). Co-Founder Smith, Tri Putra Salim, membagikan pengalaman inspiratifnya saat merintis bisnis perawatan kulit organik asli Nusantara dari sebuah eksperimen di dapur kos-kosan. Ia menyadari banyak produk lokal masih bergantung pada bahan kimia, sehingga peluang untuk mengembangkan produk berbahan organik sangat terbuka lebar. Ia menekankan kepada para mahasiswa bahwa untuk membangun merek yang adaptif, pengusaha muda harus berani memperbaiki desain kemasan agar lebih eksklusif dan gencar memanfaatkan media sosial sebagai medium edukasi konsumen. “Jika kalian ingin membangun bisnis yang kuat, jangan hanya menjual barang yang sama dengan pesaing, karena kecepatan membaca tren dan keberanian untuk terus berinovasi adalah kunci agar produk lokal bisa mendunia,” tegasnya. Disisi lain, CEO Martha Tilaar Group, Dr. Kilala Tilaar, memaparkan bahwa industri kecantikan Tanah Air terbukti solid dan mampu bertahan di tengah berbagai krisis ekonomi. Ia menceritakan rekam jejak perusahaannya yang bermula dari salon kecil berukuran empat kali enam meter hingga sukses menjadi raksasa kosmetik nasional berkat kegesitan membaca tren pasar di era digital. Di hadapan ratusan mahasiswa tersebut, Kilala mengingatkan bahwa tantangan terberat industri lokal saat ini adalah tingginya ketergantungan impor bahan baku kosmetik yang mencapai 85 persen, padahal Indonesia sangat kaya akan bahan alam nusantara. “Bangsa kita mewariskan ribuan resep kecantikan tradisional dan keanekaragaman hayati yang kaya, sehingga jika potensi ini tidak segera kita olah menjadi inovasi, selamanya kita hanya akan menjadi sasaran pasar bagi negara lain,” urainya. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT., menyampaikan bahwa Kampus Putih telah merancang ekosistem pembelajaran aplikatif untuk mencetak lulusan unggul yang siap terjun ke dunia wirausaha. Hal ini direalisasikan melalui program Center of Excellence (CoE) yang berfungsi menjembatani kesenjangan teori akademik dengan praktik riil di industri, sekaligus memberikan akses inkubasi bisnis yang relevan dengan berbagai disiplin ilmu. “Fasilitas Center of Excellence ini secara khusus kami hadirkan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas industri, agar kalian memiliki kemampuan teknis dan praktis yang mumpuni untuk menjadi pengusaha sukses,” pungkas Subeki. Kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan praktisi industri ini membawa angin segar bagi masa depan ekonomi kreatif di Indonesia. Keterlibatan ratusan mahasiswa dari keilmuan teknik, sosial, hingga kesehatan diharapkan mampu melahirkan kolaborasi multidisiplin untuk memodernisasi warisan kecantikan lokal. Ke depannya, langkah strategis ini diproyeksikan tidak hanya menekan angka impor bahan baku, tetapi juga mencetak generasi tangkas yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan membawa merek kosmetik nasional bersaing secara global.(ali/faq) Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Kelompok Eleanor Ilmu Komunikasi UMM Kenalkan Berrventure di SD Surya Buana Malang

JAVASATU.COM– Kelompok Eleanor mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkenalkan wisata edukasi Berrventure kepada siswa SD Surya Buana Malang, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik komunikasi pemasaran langsung untuk mengenalkan wisata edukatif berbasis alam kepada masyarakat sejak usia dini. Berrventure merupakan paket wisata camping keluarga hasil kolaborasi mahasiswa UMM dengan Lumbung Stroberi Kota Batu. Program ini menggabungkan unsur rekreasi, edukasi, dan pengalaman langsung di alam, khususnya melalui pengenalan budidaya stroberi. Dalam kegiatan tersebut, Kelompok Eleanor menggelar interaksi edukatif di lingkungan sekolah dengan membagikan stroberi gratis kepada siswa. Mereka juga memberikan penjelasan ringan mengenai buah stroberi, proses budidayanya, serta aktivitas yang dapat dilakukan dalam paket wisata Berrventure. Perwakilan Kelompok Eleanor Ilmu Komunikasi UMM, Niken Ayu Aniestika, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana praktik komunikasi langsung kepada target audiens anak-anak sekolah dasar. “Kami ingin memperkenalkan Berrventure dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan anak-anak. Melalui pembagian stroberi dan interaksi langsung di sekolah, kami berharap siswa dapat mengenal lebih jauh tentang stroberi sekaligus mengetahui adanya wisata edukasi yang bisa dinikmati bersama keluarga,” ujar Niken, Selasa (23/6/2026). Menurutnya, pendekatan langsung di lingkungan sekolah dinilai efektif untuk membangun pemahaman sejak dini mengenai wisata edukasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai pembelajaran. “Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi proyek kampanye komunikasi mahasiswa UMM dalam mendukung promosi destinasi wisata edukasi lokal,” jelasnya.
RSU Brimedika dan Mahasiswa UMM Gelar Health Expo 2026, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat

MALANG – malangpagi.com RSU Brimedika Malang bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam tim CELAVIE akan menggelar Brimedika Health Expo 2026 bertajuk Healthy Inside, Happy Outside, di Ballroom Swiss-Belinn Malang, pada 5 Juli 2026 mendatang. Brimedika Health Expo 2026 dirancang sebagai ruang edukasi yang informatif, interaktif, dan mudah diakses masyarakat. Melalui kegiatan ini, RSU Brimedika Malang ingin memperkenalkan lebih dekat berbagai layanan kesehatan, fasilitas rumah sakit, serta tenaga medis profesional yang dimiliki kepada masyarakat luas, khususnya kalangan mahasiswa dan generasi muda. Beragam kegiatan menarik telah disiapkan dalam acara tersebut. Mulai dari talkshow kesehatan mental bersama dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater), booth pemeriksaan kesehatan, konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional, hingga berbagai aktivitas interaktif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Salah satu perwakilan tim CELAVIE menjelaskan bahwa konsep “Healthy Inside, Happy Outside” dihadirkan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani dalam kehidupan sehari-hari.
Prialangga Garap MV Hatchu Salma Salsabil, Bukti Lulusan UMM Bersaing di Industri Kreatif

Malang (beritajatim.com) – Sineas asal Kota Malang sekaligus alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prialangga, kembali mencatatkan capaian gemilang di panggung kreatif nasional. Mengemban posisi sebagai sutradara, alumni Program Studi Ilmu Komunikasi ini sukses mengantarkan music video (MV) terbaru dari penyanyi Salma Salsabil yang berjudul Hatchu!! menduduki posisi trending satu di platform YouTube. Hingga saat ini, karya visual tersebut telah disaksikan lebih dari 1,7 juta kali. Capaian ini memperpanjang daftar kesuksesan Prialangga di industri musik tanah air, setelah sebelumnya sempat menuai sukses besar lewat penggarapan MV Bahasa Kalbu yang dibawakan oleh Raisa. Dalam proyek teranyarnya, sutradara yang telah menggarap lebih dari 200 MV ini memilih untuk mengangkat identitas daerah asalnya. Prialangga mengeksplorasi sejumlah sudut ikonik di Kota Malang sebagai latar belakang visual. Tidak hanya menonjolkan estetika kota, ia juga melibatkan puluhan talenta lokal dari berbagai generasi, termasuk musisi Sambadha (Coldiac), Onedink (SATCF), serta kreator konten Rizky Boncell dan Canda Cendol. Prialangga menjelaskan bahwa keputusan melibatkan figur-figur lokal tersebut merupakan bentuk dedikasi personal untuk mengenalkan potensi besar yang dimiliki Malang kepada khalayak yang lebih luas. Melalui konsep visual ini, ia juga ingin menyampaikan pesan mengenai realitas para pekerja keras. ”Lewat MV ini, saya ingin mengenalkan Malang yang kaya akan potensi tempat berkreasi, sekaligus melibatkan orang-orang yang menurut saya sangat berpotensi dikenal lebih luas. Ini juga untuk menggambarkan makna lagu tentang realita kehidupan para pekerja yang mengejar mimpi di tengah tekanan rutinitas pekerjaan,” ujar Prialangga, Selasa (23/6/2026). Rekam jejak Prialangga di industri musik nasional terbilang panjang. Ia tercatat pernah berkolaborasi dengan deretan musisi dan grup papan atas seperti NOAH, Rossa, Slank, hingga JKT48. Memulai langkah awal dari skena musik independen di Malang, ia mengungkapkan bahwa ketatnya kompetisi di industri kreatif menuntut kesiapan mental serta penguasaan teknis yang matang. Menurutnya, kemampuan adaptasi yang ia miliki saat ini tidak lepas dari pola pendidikan aplikatif yang diterimanya selama masa perkuliahan di Kampus Putih UMM. ”Secara ilmu, yang paling berkesan dan terasa manfaatnya sampai sekarang adalah dulu saat kuliah kami benar-benar diajarkan praktik terus, tidak melulu tentang teori. Itu membuat saya lebih siap ketika memasuki industri ini,” kata alumni Ilmu Komunikasi UMM tersebut. Selain aspek teknis dan kemampuan akademis, Prialangga menggarisbawahi pentingnya membangun jaringan atau networking sejak dini. Semasa kuliah, ia aktif memproduksi film pendek dan membuka ruang komunikasi dengan komunitas di luar lingkungan kampus. Ia menilai, reputasi dan kepercayaan di dalam ekosistem kerja merupakan faktor penentu untuk bertahan di industri kreatif ibu kota. Baca Juga: Forbis National Economic Summit & Expo 2026, Buktikan Alumni Gontor Mampu Jadi Pengusaha Sukses “Relasi menjadi faktor krusial. Kualitas karya memang penting, tetapi kepercayaan melalui jejaring sering kali menjadi pintu masuk utama di industri kreatif. Karena itu, jangan menutup diri, cari teman sebanyak-banyaknya, terus belajar, dan bangun relasi dengan siapa pun,” pungkasnya.
PGSD UMM Hadirkan Bocah Petualang di Kampus Putih, Ajak Ratusan Siswa Olah Sampah dan Lestarikan Permainan Tradisional

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar program liburan edukatif bertajuk “Bocah Petualang di Kampus Putih”. Digelar dalam dua gelombang, yakni pada tanggal 23 dan 24 Juni 2026, kegiatan perdana ini membludak dan berhasil menarik antusiasme ratusan siswa tingkat TK dan SD dari berbagai wilayah di Malang Raya. Berbeda dengan program liburan pada umumnya, inisiatif ini mengajak peserta merasakan pengalaman belajar langsung di lingkungan perguruan tinggi. Rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif dan tidak membosankan dari pagi hingga siang hari. Setelah senam ceria, anak-anak mendapatkan sesi literasi seru dan edukasi pengolahan sampah untuk melatih kepedulian lingkungan. Selain itu, peserta juga diajak bermain permainan tradisional yang melatih kekompakan, menjelajah berbagai sudut menarik kampus, hingga menyelesaikan tantangan kreasi budaya secara berkelompok. Ketua Program Studi PGSD UMM sekaligus penanggung jawab acara, Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini lahir dari komitmen prodi untuk menghadirkan ruang belajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. “Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak agar mengenal lingkungan kampus sejak dini melalui aktivitas eksploratif, edukatif, kreatif, dan menyenangkan,” ujarnya. Lebih lanjut, Beti memaparkan bahwa pendekatan experiential learning atau belajar melalui pengalaman langsung ini sangat sejalan dengan karakter pembelajaran di PGSD UMM. Antusiasme masyarakat terhadap metode ini juga terbukti sangat tinggi, menilik dari lonjakan peserta dalam waktu singkat. “Alhamdulillah, program Bocah Petualang di Kampus Putih mendapat sambutan baik dari masyarakat. Hanya dalam dua hari setelah pendaftaran dibuka, sudah ada seratus anak yang mendaftar,” ungkapnya. Respons positif turut datang dari para wali murid yang mendampingi. Indria, salah satu orang tua siswa, sangat mengapresiasi dan merasa terbantu karena program ini mampu menjadi alternatif kegiatan positif yang edukatif untuk mengisi waktu luang di masa libur sekolah. “Anak-anak sangat senang dan bahkan menantikan kegiatan seperti ini lagi. Kami berharap program berikutnya dapat dikembangkan dengan konsep yang lebih variatif sehingga pengalaman belajar anak semakin beragam,” jelas Indria. Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang liburan yang memiliki nilai edukasi yang kuat. Ke depannya, “Bocah Petualang di Kampus Putih” diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang membawa manfaat luas. Pada akhirnya, program ini menjadi jembatan strategis untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak, mengasah kreativitas, serta membangun mimpi mereka agar kelak semangat menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.(rik/faq) Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
EP UMM Kupas Fintech Syariah dan Bahaya Pinjol Ilegal Bersama OJK Malang

pwmu.co –Kemudahan akses teknologi di sektor keuangan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, tanpa diimbangi literasi keuangan yang memadai, perkembangan tersebut juga berpotensi menimbulkan berbagai risiko, termasuk maraknya kasus pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol). Merespons kondisi tersebut, Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menggelar kuliah tamu bertajuk Transformasi Perbankan dan Fintech Syariah di Era Revolusi Industri 4.0. Kegiatan yang berlangsung di Aula BAU UMM pada Senin (22/6/2026) itu bertujuan memberikan pemahaman mengenai perkembangan perbankan syariah sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap risiko kejahatan finansial digital. Pakar Ekonomi UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., menjelaskan bahwa digitalisasi telah membawa perubahan besar dalam industri perbankan syariah. Menurutnya, bank syariah kini tidak lagi berfokus pada perluasan jaringan kantor cabang fisik, melainkan mengembangkan ekosistem layanan digital yang saling terintegrasi. Meski menghadirkan kemudahan, perkembangan teknologi keuangan atau financial technology (fintech) juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait keamanan data, regulasi, dan perlindungan konsumen. “Arsitektur keuangan syariah saat ini telah bergeser drastis dari sekadar membuka cabang fisik menjadi ekosistem data yang saling terhubung luas. Teknologi digital ini sejatinya bisa membawa manfaat besar (maslahah) untuk memperkuat layanan perbankan. Namun, hal ini bisa berbalik membawa kerusakan (mafsadah) jika sistem kelolanya buruk. Oleh karena itu, keamanan data dan perlindungan konsumen mutlak menjadi prioritas utama,” tegasnya. Idah menambahkan bahwa keberhasilan transformasi digital di sektor keuangan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh tata kelola yang baik dan perlindungan terhadap pengguna layanan. Dalam kesempatan yang sama, Asisten Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 1 Kantor OJK Malang, Retno Heruwati, mengingatkan pentingnya literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial. Menurutnya, masyarakat harus mampu membedakan layanan keuangan digital yang legal dan diawasi pemerintah dengan layanan ilegal yang berpotensi merugikan. Retno mengungkapkan bahwa hingga saat ini hanya terdapat sepuluh aplikasi pinjol syariah yang memiliki izin resmi dan berada di bawah pengawasan OJK. “Masyarakat luas, khususnya generasi muda dan kalangan mahasiswa, harus tampil sangat cerdas serta rasional dalam menggunakan fasilitas kemudahan akses keuangan digital. Lewat forum ini saya mengingatkan dengan keras, terus tingkatkan pengetahuan kalian dan selalu waspada. Jangan sampai kalian atau keluarga terjerat tipu daya pinjaman online ilegal, iming-iming investasi bodong, apalagi terjerumus bahaya judi online yang semakin merusak tatanan ekonomi masyarakat,” ujar Retno. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya UMM dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan industri keuangan digital. Selain memahami transformasi perbankan dan fintech syariah, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masyarakat. Melalui peningkatan literasi keuangan, generasi muda dapat lebih bijak memanfaatkan layanan keuangan digital sekaligus terhindar dari berbagai bentuk kejahatan finansial yang semakin berkembang di era teknologi. UMM berharap kegiatan ini mampu mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya memahami teori ekonomi dan keuangan, tetapi juga memiliki kepedulian dalam mengedukasi masyarakat agar lebih aman dan cerdas dalam mengelola keuangan di era digital.
PPG UMM Bekali Calon Guru Jadi Garda Terdepan Lawan Perundungan dan Kekerasan Seksual

pwmu.co –Maraknya kasus perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang aman bagi peserta didik. Dampaknya tidak hanya mengganggu prestasi akademik, tetapi juga mengancam kesehatan mental siswa hingga berpotensi memicu depresi dan tindakan bunuh diri. Menjawab tantangan tersebut, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Seminar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Sikap Anti-Intoleransi di Hotel Rayz UMM, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa PPG calon guru semester I Tahun Akademik 2026 sebagai bagian dari upaya membekali calon pendidik agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman. Seminar menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat, S.T., M.T., Ph.D., sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Alfi menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital dan penggunaan gawai yang memengaruhi pola pikir, interaksi, serta perilaku peserta didik. Menurutnya, penyelesaian masalah perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. “Ketika guru mengajar dengan cinta, kebahagiaan, dan ketulusan, maka anak-anak akan merasa aman dan nyaman di sekolah. Sekolah yang aman itu bukan dicari, tetapi diciptakan bersama,” tegas Alfi. Ia menambahkan, guru sebagai figur teladan memiliki peran strategis dalam membangun budaya sekolah yang sehat dan bebas dari kekerasan. Pandangan tersebut diperkuat Dosen Psikologi UMM, Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si., yang menekankan pentingnya peran guru sebagai active bystander atau pihak yang aktif mencegah dan merespons berbagai bentuk kekerasan di sekolah. Menurutnya, banyak korban perundungan maupun kekerasan seksual memilih diam karena takut, malu, atau merasa tidak akan mendapatkan perlindungan yang memadai. “Kasus yang tercatat sesungguhnya hanyalah puncak gunung es. Banyak korban tidak melapor karena takut, malu, atau merasa tidak akan mendapatkan perlindungan,” jelas Yudi. Ia menegaskan bahwa sepuluh menit pertama saat seorang siswa melaporkan kejadian merupakan momen yang sangat penting. Guru harus mampu mendengarkan dengan empati, memvalidasi perasaan korban, serta menjaga kerahasiaan agar korban merasa aman untuk menyampaikan seluruh informasi yang dialaminya. Sementara itu, Ketua Program Studi PPG UMM sekaligus Koordinator PPG Nasional, Prof. Dr. Trisakti Handayani, F.M., menegaskan bahwa setiap calon guru wajib memiliki pemahaman yang utuh mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, tugas guru saat ini tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memastikan hak peserta didik untuk belajar dalam suasana yang aman dan nyaman dapat terpenuhi. “Jadilah guru yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Ketika nanti terjun ke dunia pendidikan, jadilah garda terdepan dalam menciptakan sekolah yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik,” ujarnya. Melalui seminar ini, PPG UMM ingin menegaskan bahwa calon guru masa depan harus memiliki kepekaan sosial, keberanian bertindak, serta kemampuan melindungi peserta didik dari berbagai bentuk kekerasan. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai ruang belajar yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman.