Wamen P2MI Resmikan UMM Migrant Center, Dinilai sebagai Pusat Pelatihan Pekerja Migran Terlengkap di Indonesia
KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan UMM Migrant Center yang dinilai sebagai pusat pelatihan pekerja migran paling lengkap, besar, dan komprehensif di Indonesia. Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla SPd MIKom, Selasa (7/7/2026). UMM Migrant Center diproyeksikan menjadi pilot project sekaligus pilar utama dalam mendukung program pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, profesional, dan berangkat melalui jalur prosedural. Dalam sambutannya, Dzulfikar mengatakan bahwa dari 24 migrant center yang telah dikembangkan di Indonesia, fasilitas milik UMM merupakan salah satu yang paling siap, baik dari sisi infrastruktur maupun kurikulumnya. “Dari berbagai migrant center yang kami datangi, UMM Migrant Center jadi salah satu dari PTS paling lengkap, besar, dan komprehensif. Saya beserta tim sangat merasa terbantu dengan hadirnya UMM Migrant Center ini,” ujarnya. Dia mengapresiasi kelengkapan fasilitas yang dimiliki UMM, termasuk kelas bahasa Jepang hingga level N3 dan N4. Menurutnya, fasilitas tersebut akan mendukung target kementerian meningkatkan keterampilan 40 ribu pekerja migran pada 2026 dan bertahap mencapai 500 ribu orang hingga 2029. Dzulfikar juga menilai UMM memiliki keunggulan karena telah berhasil membangun jejaring kerja sama langsung dengan mitra di Jepang. Model pelatihan yang telah berjalan di UMM akan dijadikan rujukan untuk dikembangkan di berbagai daerah. “Kita berharap UMM menjadi penopang utama dari kesuksesan program direktif dari Bapak Presiden. Ini yang sudah existing dan tinggal kita tingkatkan lagi supaya sampai ke visa engineer,” katanya. Menurutnya, penguatan sistem pelatihan pekerja migran yang aman dan terstruktur menjadi langkah penting untuk menghapus stigma negatif terhadap pekerja migran Indonesia yang selama ini muncul akibat praktik penempatan secara ilegal. Pekerja migran yang berangkat secara prosedural dengan bekal kompetensi yang baik justru mendapat apresiasi tinggi di negara tujuan. Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi menjelaskan bahwa pendirian UMM Migrant Center merupakan respons kampus terhadap perubahan global yang semakin dinamis. Menurutnya, pusat pelatihan dan kajian tersebut dirancang untuk menjawab tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible), yang menuntut perpaduan antara kompetensi akademik dan pengalaman praktis. “Hal ini memerlukan upaya-upaya pengembangan diri melalui tempaan pengalaman langsung di lapangan, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, manajemen waktu, dan penguatan ketangguhan mental,” jelasnya. Dia menambahkan, kehadiran UMM Migrant Center merupakan bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Menurut Nazaruddin, ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kemampuan alumninya menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja. Melalui UMM Migrant Center, UMM berharap dapat melahirkan pekerja migran Indonesia yang profesional, berdaya saing, serta mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. (Faqih/AS)
Dari Kampus Menuju Dunia: KP2MI danUniversitas Muhammadiyah MalangBangun Ekosistem Talenta Global MelaluiUMM Migrant Center

MALANG, Mantranews.id – Momentum Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)menjadi lebih dari sekadar perayaan akademik. Di hadapan ribuan wisudawan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menegaskan komitmen negara dalam membuka jalan bagi lahirnya generasi Indonesia yang mampu bersaing di pasar kerja global melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas Muhammadiyah Malang. Kerja sama ini mencakup penguatan pendidikan,penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta pembentukan UMM Migrant Center sebagai pusat layanan terpadu penyiapan calon pekerj amigran Indonesia yang kompeten dan berdaya saing. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Direktur Jenderal Pemberdayaan Dr. M. Fachri, M.Si., serta Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak.Penandatanganan kerja sama menjadi bagian dari rangkaian prosesi Wisuda ke-122 UMM yang berlangsung di Dome UMM, sekaligus menandai penguatan sinergi antara pemerintahd dan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul untukmenjawab kebutuhan pasar kerja internasional.Dalam keynote speech bertajuk “Menyiapkan Generasi Berdaya Saing Global”, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla menegaskan bahwa dunia kerja sedang mengalami transformasi yang sangat cepat. Perubahan teknologi,kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta dinamika kebutuhan tenaga kerja global menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi. “Hari ini, tantangannya bukan lagi apakah dunia berubah, tetapi apakah kita mampu berubahlebih cepat. Ijazah adalah pintu masuk, tetapi kompetensi, karakter, kemampuan belajarsepanjang hayat, dan keberanian mengambil peluang global adalah kunci keberhasilan.Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan negara harus memastikan bonus tersebutmenjadi kekuatan, bukan sekadar angka statistik,” tegas Dzulfikar. Ia juga menekankan bahwa peluang kerja luar negeri terus terbuka lebar seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara akibat fenomena aging population. Karena itu,perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu memenuhi standar kompetensi internasional. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya reskilling, upskilling, literasi teknologi, AI,kreativitas, dan ketangguhan sebagai kompetensi utama menghadapi perubahan global. Direktur Jenderal Pemberdayaan, Dr. M. Fachri, M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasidengan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangunekosistem pemberdayaan pekerja migran Indonesia sejak sebelum memasuki dunia kerja. “Pemberdayaan tidak dimulai ketika seseorang sudah menjadi pekerja migran, tetapi sejak masih berada di bangku pendidikan. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi agar lulusan Indonesia memiliki informasi yang benar, kompetensi yang sesuai kebutuhan industri global, serta kesiapan mental dan profesional untuk bekerja secara prosedural, aman, dan bermartabat,” jelasnya. Menurut Fachri, kehadiran UMM Migrant Center diharapkan menjadi simpul layanan yang mengintegrasikan penyebarluasan informasi peluang kerja luar negeri, peningkatan kompetensi, harmonisasi kurikulum, penguatan vokasi, hingga fasilitasi mahasiswa dan lulusan yang berminat berkarier di luar negeri. Langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Ruang lingkup kerja sama mencakup pendirian UMM Migrant Center, penyiapan data dan profil lulusan, peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan, penyebarluasan informasi penempatan dan pelindungan PMI, standardisasi lembaga vokasi, serta koordinasi pelaksanaan program bersama. Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan Susanto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional yang terus berkembang. “Selama ini peluang kerja luar negeri masih sangat besar, namun tantangan utama adalah memastikan kualitas tenaga kerja kita sesuai dengan kebutuhan dunia usaha global. Melalui UMM Migrant Center, kami ingin membangun sistem yang mampu menghubungkan lulusan perguruan tinggi dengan peluang kerja internasional secara lebih terarah, terukur, dan sesuai standar kompetensi,” ujarnya. Nota Kesepahaman antara KP2MI dan Universitas Muhammadiyah Malang sendiri menjadipayung kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatanilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia selama lima tahun ke depan. Kerja samatersebut menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program strategis yang akan dijalankankedua belah pihak. Melalui kolaborasi ini, KP2MI menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusiaIndonesia membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruantinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Sinergi tersebut diharapkanmampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga siap menjadi talenta global yang profesional, adaptif, dan mampu bersaing di pasar kerjainternasional. Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat kualitas sumber dayamanusia sebagai fondasi pembangunan nasional, KP2MI akan terus memperluas kemitraan strategis dengan perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen negara dalam menghadirkan sistem penyiapan pekerja migran Indonesia yang lebih berkualitas, terlindungi,dan berdaya saing global, sehingga setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui jalur migrasi kerja yang aman, legal, dan bermartabat. (Amelia Erisanna – Mantranews.id)
Wamen P2MI: UMM Migrant Center yang terlengkap di Indonesia

Malang (ANTARA) – Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengemukakan migrant center yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan yang terlengkap diantara 24 migrant center yang ada di tanah air. “Dari 24 migrant center yang ada di Indonesia, infrastruktur milik UMM merupakan yang paling siap, komprehensif dan lengkap dengan kurikulum next level,” kata Dzulfikar di sela peresmian UMM Migrant Center di area GKB 5 kampus UMM di Malang, Selasa. Wamen P2MI mengemukakan, dari berbagai migrant center yang ia datangi, UMM Migrant Center menjadi salah satu dari perguruan tinggi swasta (PTS) paling lengkap, besar, dan komprehensif. “Saya beserta tim sangat terbantu dengan hadirnya UMM Migrant Center ini,” ujarnya. Ia mengapresiasi kelengkapan fasilitas, termasuk ketersediaan kelas bahasa Jepang spesifik hingga level N3 dan N4. Fasilitas itu dinilai krusial untuk membantu kementerian mengejar target peningkatan keterampilan, bagi 40.000 pekerja migran tahun ini, dan 500.000 orang secara bertahap hingga 2029. Dzulfikar mengatakan keunggulan utama UMM dibandingkan pusat pelatihan lain, yakni keberhasilan menjalin jejaring korespondensi langsung ke Jepang yang sudah berjalan, bukan sekadar rintisan. Oleh karena itu, sistem komprehensif yang telah terbangun di UMM akan diduplikasi oleh kementerian untuk diterapkan pada pusat-pusat pelatihan lainnya di seluruh daerah. “Kita berharap UMM menjadi penopang utama dari kesuksesan program direktif dari Bapak Presiden. Ini yang sudah existing dan sisanya kita upgrade lagi supaya sampai ke visa engineer,” tambahnya. Pengarusutamaan migrasi yang aman dan tersistem ini juga menjadi strategi pemerintah untuk menghapus citra negatif pekerja migran Indonesia, yang selama ini kerap ditimbulkan oleh pekerja ilegal. Dzulfikar meyakini pekerja migran yang prosedural dan memiliki orientasi pra-pemberangkatan yang matang selalu mendapatkan apresiasi tinggi dari negara pengguna. Fasilitas Migrant Center UMM ini diproyeksikan menjadi proyek percontohan dan pilar utama program direktif Presiden dalam penyiapan tenaga kerja luar negeri yang kompeten dan prosedural. Sementara itu, Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik memaparkan pendirian migrant center merupakan respons visioner kampus terhadap dinamika perubahan global. Pusat kajian transdisiplin ini dirancang untuk menghadapi era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) dan Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible (BANI), yang mensyaratkan perpaduan ketat antara keilmuan akademis dan praktik. “Hal ini memerlukan upaya-upaya pengembangan diri melalui tempaan pengalaman langsung di lapangan, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, manajemen waktu, dan penguatan ketangguhan mental,” ujarnya. Ia mengatakan kehadiran migrant center ini menjadi wujud nyata komitmen kampus putih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prestasi sejati bagi institusi pendidikan pada akhirnya bukanlah sekadar deretan trofi, melainkan kemampuan alumninya untuk memenangkan ujian kehidupan. “Melalui fasilitas ini diharapkan mampu memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa, bekerja secara profesional di kancah global, serta mengharumkan nama baik Indonesia,” kata Nazaruddin.
Gandeng 28 Mitra Strategis, FPP UMM Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Perubahan dinamika dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjawab tantangan nyata industri. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng 28 mitra strategis untuk menyelaraskan kurikulum melalui Workshop Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Rayz Hotel UMM pada 4 Juli lalu. Agenda ini bertajuk “Membangun Ekosistem Talenta Unggul melalui Kemitraan Strategis Perguruan Tinggi dan Industri”. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Ia menekankan bahwa implementasi kebijakan link and match tidak boleh berhenti pada kerja sama administratif, melainkan wujud nyata dalam penyelarasan kurikulum, penguatan pengalaman industri, serta pelibatan praktisi. “Perguruan tinggi tidak lagi dapat berjalan sendiri. Dunia usaha dan dunia industri merupakan mitra strategis dalam memastikan bahwa proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pasar kerja, dan tantangan global,” tegasnya. Disisi lain, Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menambahkan bahwa workshop ini adalah agenda konsisten untuk mengevaluasi mutu pendidikan di enam program studi FPP, yakni Agroteknologi, Agribisnis, Teknologi Pangan, Peternakan, Kehutanan, dan Akuakultur. “Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri. Karena itu, masukan dari para mitra menjadi referensi yang sangat penting dalam memastikan setiap program studi mampu menghasilkan lulusan unggul dan profesional,” paparnya. Selama diskusi intensif, 28 mitra dari perusahaan nasional, multinasional, dan lembaga pemerintah memberikan rekomendasi konkret terkait kompetensi masa depan. Beberapa aspek yang disoroti industri meliputi penguatan soft skills, komunikasi profesional, literasi digital, hingga kemampuan analisis data. Mitra yang hadir antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT BISI International Tbk, BBPOM Surabaya, hingga mitra internasional seperti Nosuta Co., Jepang. Selain merumuskan kompetensi berbasis Outcome-Based Education (OBE), forum ini juga membuka berbagai peluang tindak lanjut, mulai dari program magang industri, penelitian kolaboratif, hingga pengembangan kelas profesional unggulan melalui inisiasi Center of Excellence (CoE) di fakultas. Di akhir acara, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh mitra atas gagasan dan peluang kolaborasi yang diberikan untuk memajukan pendidikan. “Kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan lulusan berkualitas. Kami berharap hasil Workshop DUDI ini dapat segera diimplementasikan dalam penyempurnaan kurikulum dan penguatan pembelajaran berbasis industri,” tutupnya. Sinergi strategis melalui Workshop DUDI ini menjadi langkah taktis FPP UMM dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif. Melalui kurikulum yang selaras dengan perkembangan industri terkini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga siap menjadi talenta penggerak kemajuan bangsa dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045.(*faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Wamen P2MI Resmikan UMM Migrant Center: Terlengkap di Indonesia, Target 500 Ribu Pekerja

MALANG (SurabayaPost.id) – Sebuah tonggak sejarah ditorehkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selasa (7/7/2026), Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom resmi meresmikan UMM Migrant Center di Kampus Putih. Fasilitas ini langsung dinobatkan sebagai pusat pelatihan pekerja migran paling lengkap, besar, dan komprehensif di seluruh Indonesia. Lebih dari seremoni, UMM Migrant Center diproyeksikan jadi pilot project program direktif Presiden untuk menyiapkan 500 ribu pekerja migran kompeten hingga 2029. Dalam kunjungan peresmian, Wamen P2MI menegaskan UMM berada di level berbeda. Dari 24 migrant center yang dipantau kementerian, infrastruktur Kampus Putih dinilai paling siap dan kurikulumnya sudah “next level”. “Kami sangat mengapresiasi kelengkapan fasilitas, termasuk ketersediaan kelas bahasa Jepang spesifik hingga level N3 dan N4. Ini krusial untuk membantu kementerian mengejar target 40.000 pekerja migran terampil tahun ini,” tegas Dzulfikar. Target besar itu bagian dari roadmap nasional: 500.000 pekerja migran prosedural dan kompeten secara bertahap hingga 2029. Dan UMM ditunjuk sebagai penopang utamanya. Surat kabar “Dari berbagai migrant center yang kami datangi, UMM Migrant Center jadi salah satu dari PTS paling lengkap, besar, dan komprehensif. Saya beserta tim sangat merasa terbantu,” pujinya. Keunggulan UMM yang membuat Wamen terkesan: jejaring korespondensi langsung ke Jepang yang sudah terbukti berjalan. Bukan sekadar MoU, tapi jalur penempatan nyata. “Kita berharap UMM menjadi penopang utama dari kesuksesan program direktif Bapak Presiden. Ini yang sudah existing dan sisa kita upgrade lagi supaya sampai ke visa engineer,” tambahnya. Sistem komprehensif UMM akan diduplikasi kementerian untuk diterapkan di pusat pelatihan daerah lain. Artinya, model Malang akan jadi cetak biru nasional. Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan pendirian Migrant Center adalah respons visioner terhadap perubahan global. Demografi Pusat kajian transdisiplin ini dirancang menghadapi era VUCA: Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Juga era BANI: Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible. “Hal ini memerlukan tempaan pengalaman langsung di lapangan, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, manajemen waktu, dan penguatan ketangguhan mental,” jelas Prof. Nazaruddin. Jadi lulusan UMM Migrant Center tidak cuma jago skill teknis. Mereka dibekali mental baja untuk bertahan dan menang di negeri orang. Migrasi aman dan prosedural jadi strategi pemerintah memutus citra negatif pekerja ilegal. Wamen meyakinkan: PMI yang berangkat lewat jalur resmi dengan persiapan matang justru paling dihargai negara pengguna. Bagi UMM, ini bukan soal prestasi kampus. “Prestasi sejati bagi institusi pendidikan bukanlah deretan trofi, melainkan kemampuan alumninya memenangkan ujian kehidupan,” tegas Rektor. Dengan UMM Migrant Center terlengkap di Indonesia, Kampus Putih berkomitmen mencetak SDM yang siap kerja, siap bersaing, dan siap mengharumkan nama Indonesia di dunia. (lil).
10 Kampus Yang Kuliah Sambil Kerja Di Malang

newskksains – 10 Kampus Yang Kuliah Sambil Kerja Di Malang: Untuk karyawan yang sibuk bekerja namun ingin kuliah sambil kerja di malang tanpa harus meninggalkan pekerjaan, program kelas karyawan menjadi solusi yang tepat. Di Kota Malang, terdapat banyak perguruan tinggi yang menawarkan jadwal kuliah yang bisa sambil kerja dengan jadwal kuliah yang fleksibel, mulai dari kelas malam, kelas akhir pekan, hingga sistem hybrid dan online. Program ini dirancang khusus agar karyawan tetap dapat bekerja sambil kuliah perguruan tinggi. 1. Universitas Islam Malang UNISMA memiliki berbagai program kelas karyawan yang dirancang untuk membantu pekerja memperoleh gelar sarjana tanpa mengganggu aktivitas kerja sehari-hari. Program Studi Unggulan Manajemen Akuntansi Hukum Teknik Sipil Agribisnis 2. STIMIK PPKIA PRADYA PARAMITHA Webiste: https://stimata.ac.id Chat WA: +6285286513610 STMIK PPKIA PRADYA PARAMITHA merupakan salah satu penyelenggara kelas karyawan yang cukup dikenal di Malang. Kampus ini menawarkan jadwal kuliah malam dan akhir pekan dengan sistem pembelajaran yang dirancang khusus bagi mahasiswa yang bekerja dengan biaya cukup terjangkau. Program Studi Unggulan Sistem Informasi Teknologi Informasi Teknik Informatika Manajemen Informatika PILIHAN JADWAL KULIAH Mahasiswa Kelas Karyawan dapat memilih jadwal kuliah, yaitu: Kelas Sabtu Pagi: Jam 07.00 – 14.30 WIB Kelas Sabtu Siang: Jam 14.30 – 22.00 WIB Kelas Malam: Senin – Jumat: Jam 19.00 – 21.30 WIB Kelas Shift: Jadwal Kuliah Fleksibel 3. Universitas Muhammadiyah Malang Webiste: www.umm.ac.id UMM merupakan salah satu kampus swasta terbaik di Indonesia yang menawarkan program kelas karyawan dengan sistem pembelajaran yang fleksibel bagi para profesional dan pekerja. Program Studi Unggulan Manajemen Akuntansi Teknik Informatika Ilmu Hukum Psikologi Baca Juga: 10 Kampus Kelas Karyawan Terbaik di Yogyakarta 4. Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang Institut Asia dikenal sebagai kampus yang fokus pada bidang bisnis dan teknologi. Program kelas karyawan tersedia dengan jadwal yang disesuaikan bagi pekerja aktif. Program Studi Unggulan Manajemen Akuntansi Sistem Informasi Teknik Informatika Bisnis Digital 5. STT STIKMA Internasional STIKMA menawarkan program kelas karyawan khusus bidang teknologi informasi dengan jadwal kuliah di luar jam kerja aktif. Program Studi Unggulan Teknik Informatika 6. Universitas Widya Karya Malang Universitas Widya Karya menyediakan kelas karyawan dengan sistem blended learning yang memadukan pembelajaran online dan tatap muka. Program Studi Unggulan Ilmu Hukum Manajemen Akuntansi Teknik Informatika 7. Institut Teknologi Kesehatan Malang Widya Cipta Husada Kampus kesehatan ini menawarkan program perkuliahan fleksibel bagi tenaga kesehatan yang ingin melanjutkan pendidikan sambil bekerja. Program Studi Unggulan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Farmasi Kebidanan 8. Politeknik Unisma Malang Polisma menyediakan program vokasi yang cocok bagi pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi profesional di berbagai bidang terapan. Program Studi Unggulan Manajemen Informatika Teknik Komputer Akuntansi Administrasi Bisnis 9. Universitas Brawijaya Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, beberapa program pendidikan lanjutan dan profesi di Universitas Brawijaya dapat menjadi pilihan bagi pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik. Program Studi Favorit Manajemen Akuntansi Ilmu Hukum Teknik Industri Teknologi Informasi 10. Universitas Merdeka Malang Universitas Merdeka Malang telah lama menjadi pilihan mahasiswa pekerja karena memiliki jadwal kuliah yang relatif fleksibel dan beragam program studi. Program Studi Unggulan Manajemen Akuntansi Ilmu Hukum Teknik Sipil Administrasi Publik
Di Wisuda Ke-122 UMM, Wamen P2MI Tekankan Pentingnya Adaptasi Global dan Skill Bahasa

MAKLUMAT – Disrupsi teknologi, penetrasi Artificial Intelligence (AI), dan perubahan pasar kerja global memaksa perguruan tinggi untuk tidak sekadar mencetak sarjana dengan kompetensi akademik standar. Lulusan masa kini dituntut lebih adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing di tingkat internasional. Tuntutan era kini tersebut menjadi sorotan utama dalam perhelatan Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana di Hall Dome UMM, Selasa (7/7). Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom., dalam orasi ilmiahnya menyebutkan bahwa kecepatan perubahan dunia telah merombak pola komunikasi, cara kerja, dan tuntutan kompetensi industri di berbagai sektor. Menghadapi dinamika yang bergerak sangat cepat tersebut, lulusan perguruan tinggi wajib meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan agar tidak tergilas zaman. ”Masa depan pekerjaan berubah total dengan adanya artificial intelligence. Cara bekerja tidak lagi sama, kompetensi yang dibutuhkan juga berbeda,” katanya. Karena itu, kata dia, patut disyukuri berada di kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan. ”Tetapi juga membangun resiliensi, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan menghadapi perubahan,” imbuh dia. Lebih lanjut, Dzulfikar menyoroti semakin terbukanya peluang kerja di kancah global yang membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil. Ia mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia hanya bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi nyata jika lulusan mau melengkapi diri dengan kompetensi tambahan, khususnya penguasaan bahasa asing dan keterampilan spesifik standar internasional. ”Jika tenaga kesehatan atau profesi lainnya menambah kompetensi bahasa dan keterampilan, kemudian masuk ke pasar Eropa atau Timur Tengah, pendapatan tahun pertama bisa mencapai sekitar Rp 25 juta per bulan. Karena itu, jangan berhenti belajar setelah lulus,” pesannya. Merespons tantangan tersebut, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyatakan komitmen kampus dalam menyesuaikan sistem pendidikan global melalui penguatan akademik dan kolaborasi industri. Nazar, sapaan akrabnya, mengedepankan program Center of Excellence (CoE) dan Excellent Solution Center (ESC) sebagai strategi konkret UMM. Program itu dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran dan inkubasi inovasi agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja. Baginya, tolok ukur keberhasilan perguruan tinggi terletak pada sejauh mana alumninya hadir menjadi pemberi solusi di kehidupan nyata. ”Prestasi yang sesungguhnya adalah kemampuan alumni untuk terus memberikan manfaat di tengah masyarakat. Pendidikan harus tumbuh bersama masyarakat, bukan berjalan terpisah dari persoalan yang mereka hadapi,” ungkapnya. Momentum Wisuda ke-122 menjadi pesan pengingat yang kuat bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukanlah satu-satunya jaminan kesuksesan. Keluwesan beradaptasi, semangat belajar sepanjang hayat, dan keberanian menghadapi persaingan global adalah modal fundamental yang harus terus dibawa oleh setiap lulusan UMM untuk memenangkan persaingan di era transformasi yang serba cepat ini. (*)
Swiss-Belinn Malang Gelar Health Expo, Soroti Pentingnya Kesehatan Mental

JATIMTIMES – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental terus meningkat. Hal itu terlihat dari antusiasme ratusan peserta yang mengikuti Health Expo hasil kolaborasi Swiss-Belinn Malang, RSU BRI Medika, dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya mengajak masyarakat memahami bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Selain edukasi, peserta juga mendapatkan berbagai layanan kesehatan yang dapat diakses secara gratis. Dalam Health Expo tersebut, pengunjung dapat mengikuti medical check up, konsultasi dokter, analisis kondisi kulit (skin analysis), hingga sesi edukasi kesehatan mental yang menjadi agenda utama. Materi kesehatan mental disampaikan oleh dr. Yunatan Iko, Sp.KJ. Dalam paparannya, ia mengajak masyarakat lebih peka mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental sekaligus menghilangkan stigma terhadap orang yang mengalami masalah psikologis. Tak hanya penyampaian materi, sesi tanya jawab juga berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari cara mengelola stres, menjaga keseimbangan emosi, hingga kapan seseorang sebaiknya mencari bantuan profesional. Ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan tersebut. Tingginya antusiasme menunjukkan isu kesehatan mental kini semakin mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara sektor perhotelan, layanan kesehatan, dan dunia pendidikan dalam menghadirkan program yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. General Manager Swiss-Belinn Malang, Gunawan Tri Darma Putra, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan ruang edukasi sekaligus pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. “Kesehatan merupakan investasi yang sangat berharga. Melalui Health Expo ini, kami ingin menghadirkan ruang edukasi sekaligus pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental secara seimbang serta memperkuat sinergi dengan berbagai institusi untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat,” jelasnya. Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Swiss-Belinn Malang untuk tidak hanya memberikan layanan kepada tamu hotel, tetapi juga berkontribusi melalui berbagai program sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. Ke depan, Swiss-Belinn Malang berencana terus menghadirkan kegiatan edukatif dan kolaboratif bersama berbagai mitra sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat yang ingin mengetahui informasi mengenai program, promo, maupun aktivitas terbaru Swiss-Belinn Malang dapat mengakses akun Instagram dan Facebook @swissbelinnmalang atau mengunjungi situs resmi Swiss-Belhotel International.
Balik Dolanan, Wavvy Creative UMM dan Komunitas Bermain Malang Ajak Warga Nostalgia Permainan Tradisional

INDOZONE.ID – Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Komunitas Bermain Malang (KBM) menggelar kegiatan bermain bersama bertajuk “Balik Dolanan” di Taman Bunga Merjosari, Kota Malang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 22.00 WIB ini diikuti puluhan hingga ratusan warga lintas usia dan menjadi bagian dari rangkaian pasca-event brand activation Taman Dolan Batu. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memainkan sejumlah permainan tradisional secara berkelompok, di antaranya lompat tali, bentengan, ular naga, Siapa Aku, dan egrang. Selain bermain bersama, panitia turut mengadakan kuis interaktif berhadiah barang-barang bernilai budaya seperti ketapel, wayang, terjung payung, dan seruling bambu. Mengangkat Kembali Permainan yang Mulai Ditinggalkan Mengusung big idea “Balik Dolanan”, kegiatan ini digagas sebagai respons atas meningkatnya penggunaan gawai sebagai sarana hiburan yang perlahan menggeser interaksi sosial langsung antarwarga, terutama di kalangan anak muda. Permainan tradisional dipilih sebagai medium untuk membangun kembali kebersamaan yang mulai memudar tersebut. Setiap permainan yang dihadirkan pada malam itu membawa sejarah dan nilai edukatif tersendiri. Lompat tali, yang dahulu populer dimainkan anak-anak di halaman rumah maupun lingkungan kampung, dikenal melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketahanan fisik. Permainan ini digemari lintas generasi karena dapat dimainkan bersama tanpa memerlukan peralatan mahal. Bentengan, permainan strategi yang telah dimainkan lintas generasi, mengajarkan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim karena menuntut setiap kelompok menyusun taktik untuk mempertahankan wilayah sekaligus merebut benteng lawan. Sementara itu, ular naga permainan yang dimainkan dengan cara saling bergandengan tangan membentuk barisan panjang menjadi simbol kebersamaan sekaligus mengajarkan pentingnya saling percaya antarpemain. Adapun permainan Siapa Aku dikemas sebagai permainan interaktif yang melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan keberanian menyampaikan pendapat melalui petunjuk yang diberikan kepada peserta. Permainan yang paling menyita perhatian malam itu adalah egrang, permainan berbahan bambu yang dikenal luas di berbagai daerah Indonesia dan menuntut keseimbangan tubuh, keberanian, konsentrasi, serta rasa percaya diri. Pemilihan hadiah kuis berupa ketapel dan seruling bambu juga bukan tanpa alasan. Ketapel dahulu dikenal melatih ketelitian, fokus, dan keterampilan motorik anak-anak, sedangkan seruling bambu menjadi simbol kesederhanaan masyarakat pedesaan yang mampu menciptakan hiburan dari alam sekitar sekaligus mengenalkan musik tradisional kepada generasi muda. Ruang Pertemuan Lintas Generasi Koordinator kegiatan dari Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative UMM menjelaskan bahwa “Balik Dolanan” merupakan bagian dari strategi komunikasi pasca-event brand activation Taman Dolan Batu, yang bertujuan memperluas jangkauan kampanye pelestarian budaya melalui kolaborasi bersama komunitas lokal. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas dipilih agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, melainkan ikut merasakan langsung pengalaman bermain yang menjadi identitas Taman Dolan Batu. Antusiasme itu turut dirasakan para peserta. Hekmatyar (22) mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut dan berharap acara serupa kembali digelar di kemudian hari. “Semoga acara seperti ini bisa diadakan lagi,” ujarnya. Sementara itu, Zen (23), yang berhasil memenangkan hadiah permainan tradisional dalam kuis malam itu, menyampaikan terima kasih kepada Wavvy Creative selaku penyelenggara. “Terima kasih sudah dikasih kesempatan menang hadiah ketapelnya,” katanya. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat tanpa sekat usia. Sejumlah mahasiswa mengaku baru pertama kali mencoba beberapa permainan yang dihadirkan, sementara peserta yang lebih dewasa mengaku kembali mengingat masa kecil mereka ketika permainan-permainan tersebut masih menjadi bagian dari keseharian. Melalui “Balik Dolanan”, Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative UMM, Taman Dolan Batu, dan Komunitas Bermain Malang berupaya menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga media membangun karakter, mempererat hubungan sosial, dan menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.
UMM Tinggalkan Nama FKIP, Bidik Minat Gen Alpha Lewat Fakultas Baru

MALANG, iNewsMalang.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merombak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mulai penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, fakultas itu resmi berganti nama menjadi Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH). Langkah tersebut ditempuh sebagai respons atas berubahnya minat calon mahasiswa yang tak lagi terpusat pada bidang keguruan. Perubahan itu diumumkan bersamaan dengan peluncuran identitas baru fakultas, Senin (6/7/2026). Tidak hanya berganti nama, UMM juga menyiapkan sejumlah program studi (prodi) baru yang kini masih berproses di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Dekan FPSH UMM Prof Moh. Mahfud Effendy mengatakan, perubahan tersebut merupakan bagian dari strategi kampus agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, fakultas harus memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan keilmuan di luar rumpun pendidikan. “Kita kan merespon perkembangan zaman, kita tidak bisa bertahan di zamannya sekarang, DNA kita mencoba memperluas, karena kebermanfaatan dari misi matematik itu kan banyak,” ujarnya. Mahfud tak menampik, merosotnya minat lulusan SMA memilih jurusan keguruan menjadi salah satu pertimbangan utama. Di sisi lain, karakter Gen Alpha dinilai lebih tertarik pada bidang yang menawarkan fleksibilitas dan peluang karier lebih luas. “Generasi alpha kan mintanya macam-macam, itu kita harus sediakan. Di situ calon mahasiswa baru itu tidak begitu tertarik terhadap keguruan, apalagi kan sekarang kan juga gajinya itu (rendah), dan gen alpha itu kan tidak mau yang terkungkung dan seterusnya. Dia inginnya akan berpikir bebas, itu kita sediakan,” katanya. Sejalan dengan perubahan nama fakultas, UMM mengusulkan tiga prodi baru. Yakni Sains Aktuaria dan Data Sains di rumpun Matematika serta Bioinformatika pada bidang Biologi. Seluruhnya ditargetkan bisa dibuka setelah memperoleh izin dari Kemendikti Saintek. “Ada beberapa prodi baru yang masih di proses ini. Kalau di matematik itu saya mintanya kan ada dua. Yang pertama di proses ini ada sains aktuarial, yang kedua adalah data sains. Kalau di biologi itu ada bioinformatika,” tuturnya. Mahfud menjelaskan, perubahan nama fakultas cukup ditetapkan di tingkat universitas. Berbeda dengan pembukaan prodi baru yang harus mendapat persetujuan pemerintah. “Kalau Prodi baru ke kementerian, kalau fakultas cukup ke universitas, tapi harus tetap ada nomenklaturnya,” imbuhnya. Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik menambahkan, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama. Menurut dia, pembaruan itu sekaligus mengubah tata kelola fakultas agar lebih leluasa mengembangkan bidang ilmu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Ini adalah bentuk perubahan tata kelola agar kita memiliki keleluasaan lebih dalam mengembangkan bidang-bidang di dalamnya. Jika kita hanya terbatas pada sekat-sekat nomenklatur, terutama nomenklatur program studi, maka institusi tidak akan berkembang,” ujarnya. Dia berharap transformasi tersebut melahirkan lebih banyak inovasi yang tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui riset dan penerapan teknologi. “Itu adalah poin yang paling penting. Saya sudah memberikan contoh nyata pada riset tadi. Riset tersebut pada dasarnya merupakan sebuah model pembelajaran jika diimplementasikan. Namun, penerapannya harus berjalan beriringan dengan pemodelan literasi digital dan didukung oleh infrastruktur IT yang kuat,” jelasnya. Nazaruddin juga membuka peluang bertambahnya prodi baru pada masa mendatang. Menurutnya, ruang kolaborasi yang lebih luas akan memudahkan kampus menghadirkan program studi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. “Bisa jadi Prodi akan bertambah ke depannya. Karena dengan adanya kolaborasi ini, peluang untuk membuka program studi baru yang relevan pasti terbuka lebar,” tandasnya.