Dukung Peningkatan Keterampilan 500.000 PMI, UMM Luncurkan Migrant Center

Bisnis.com, MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan migrant center yang diproyeksikan menjadi pilot project dan pilar utama program direktif Presiden dalam penyiapan tenaga kerja luar negeri, Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang kompeten dan prosedural. Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menilai migrant center tersebut sebagai pusat pelatihan pekerja migran paling lengkap, besar, dan komprehensif di Indonesia. “Dari 24 migrant center yang ada di Indonesia, infrastruktur milik UMM merupakan yang paling siap dengan kurikulum next level,” katanya, Selasa (7/7/2026). Dia mengapresiasi kelengkapan fasilitas termasuk ketersediaan kelas bahasa Jepang spesifik hingga level N3 dan N4. Fasilitas ini dinilai krusial untuk membantu kementerian mengejar target peningkatan keterampilan bagi 40.000 pekerja migran pada tahun ini, dan 500.000 orang secara bertahap hingga 2029. “Dari berbagai migrant center yang kami datangi, UMM Migrant Center jadi salah satu dari PTS paling lengkap, besar, dan komprehensif. Saya beserta tim sangat merasa terbantu dengan hadirnya UMM Migrant Center ini,” tegasnya. Dia menyoroti keunggulan utama UMM dibandingkan pusat pelatihan lain, yakni keberhasilan menjalin jejaring korespondensi langsung ke Jepang yang sudah terbukti berjalan, bukan sekadar rintisan. Oleh karena itu, sistem komprehensif yang telah terbangun di UMM akan diduplikasi oleh kementerian untuk diterapkan pada pusat-pusat pelatihan lainnya di seluruh daerah. “Kita berharap UMM menjadi penopang utama dari kesuksesan program direktif dari Bapak Presiden. Ini yang sudah existing dan sisa kita upgrade lagi supaya sampai ke visa engineer,” tambahnya. Pengarusutamaan migrasi yang aman dan tersistem ini, dia menegaskan, juga menjadi strategi pemerintah untuk menghapus citra negatif pekerja migran Indonesia, yang selama ini kerap ditimbulkan oleh pekerja ilegal. Dzulfikar meyakinkan bahwa pekerja yang prosedural dan memiliki orientasi pra-pemberangkatan yang matang justru selalu mendapatkan apresiasi tinggi dari negara pengguna. Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, memaparkan pendirian migrant center merupakan respons visioner kampus terhadap dinamika perubahan global. Pusat kajian transdisiplin ini dirancang untuk menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible), yang mensyaratkan perpaduan ketat antara keilmuan akademis dan praktik. “Hal ini memerlukan upaya-upaya pengembangan diri melalui tempaan pengalaman langsung di lapangan, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, manajemen waktu, dan penguatan ketangguhan mental,” jelasnya. Menurutnya, kehadiran migrant center ini menjadi wujud nyata komitmen kampus putih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prestasi sejati bagi institusi pendidikan pada akhirnya bukanlah sekadar deretan trofi, melainkan kemampuan alumninya untuk memenangkan ujian kehidupan. “Melalui fasilitas ini diharapkan mampu memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa, bekerja secara profesional di kancah global, serta mengharumkan nama baik Indonesia,” ucapnya.(K24)

Mahasiswa UMM Tingkatkan Brand Awareness Moto East Java 2026 Lewat Pengalaman Adventure Trail

INDOZONE.ID – Sebagai implementasi mata kuliah Praktikum Brand Activation, kelompok Artheera mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Moto East Java menyelenggarakan main event TRAX 2026 (Trail Adventure X-perience), Minggu (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program yang telah dirancang mahasiswa untuk membantu meningkatkan brand awareness Moto East Java melalui pengalaman adventure trail yang melibatkan peserta secara langsung. Sejak pagi, antusiasme peserta sudah terlihat dengan hadir lebih awal di Basecamp Moto East Java untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan panitia. Aktivitas dimulai pukul 07.30 WIB dengan proses registrasi peserta. Panitia melakukan pendataan, memastikan kelengkapan perlengkapan keselamatan, serta menyiapkan atribut tambahan bagi peserta yang membutuhkan agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta mengikuti briefing yang dipandu oleh guide profesional Moto East Java. Pada sesi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai rute perjalanan, tata tertib berkendara dalam rombongan, prosedur keselamatan, hingga titik-titik pemberhentian yang akan dilalui selama kegiatan berlangsung. Briefing ini menjadi bekal penting agar setiap peserta memahami karakteristik jalur adventure yang akan ditempuh. Setelah briefing selesai, peserta mengikuti sesi warming up untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum memasuki lintasan off-road. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan keberangkatan menggunakan sistem rolling thunder, di mana peserta berkendara secara berkelompok dengan tetap menjaga jarak aman. Guide Moto East Java memimpin perjalanan dari barisan depan, sementara tim pendamping mengawal rombongan dari belakang. Rute yang disiapkan membawa peserta melintasi sejumlah kawasan di Kabupaten Malang, mulai dari Jalur Bandara, Jalur Jabung, Jalur Paralayang ,Alas Pinus, hingga berakhir di Coban Jahe sebagai lokasi kegiatan. Beragam karakter lintasan yang dilalui memberikan pengalaman berkendara yang berbeda bagi peserta. Baca juga:Pemkot Depok Buka 200 Kuota Beasiswa Maung 2026, Biayai Kuliah hingga 8 Semester Mulai dari jalan tanah, jalur berbatu, hingga area perkebunan, seluruh rute dirancang untuk menghadirkan sensasi adventure trail sekaligus memperlihatkan performa armada Moto East Java di berbagai kondisi medan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk merasakan secara langsung kualitas armada, pelayanan, serta pendampingan guide profesional Moto East Java selama menjelajahi jalur off-road. Di sisi lain, TRAX 2026 juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan strategi komunikasi dan pengelolaan event secara nyata melalui kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

Mahasiswa UMM Tingkatkan Brand Awareness Moto East Java 2026 Lewat Pengalaman Adventure Trail

INDOZONE.ID – Sebagai implementasi mata kuliah Praktikum Brand Activation, kelompok Artheera mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Moto East Java menyelenggarakan main event TRAX 2026 (Trail Adventure X-perience), Minggu (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program yang telah dirancang mahasiswa untuk membantu meningkatkan brand awareness Moto East Java melalui pengalaman adventure trail yang melibatkan peserta secara langsung. Sejak pagi, antusiasme peserta sudah terlihat dengan hadir lebih awal di Basecamp Moto East Java untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan panitia. Aktivitas dimulai pukul 07.30 WIB dengan proses registrasi peserta. Panitia melakukan pendataan, memastikan kelengkapan perlengkapan keselamatan, serta menyiapkan atribut tambahan bagi peserta yang membutuhkan agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta mengikuti briefing yang dipandu oleh guide profesional Moto East Java. Pada sesi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai rute perjalanan, tata tertib berkendara dalam rombongan, prosedur keselamatan, hingga titik-titik pemberhentian yang akan dilalui selama kegiatan berlangsung. Briefing ini menjadi bekal penting agar setiap peserta memahami karakteristik jalur adventure yang akan ditempuh. Setelah briefing selesai, peserta mengikuti sesi warming up untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum memasuki lintasan off-road. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan keberangkatan menggunakan sistem rolling thunder, di mana peserta berkendara secara berkelompok dengan tetap menjaga jarak aman. Guide Moto East Java memimpin perjalanan dari barisan depan, sementara tim pendamping mengawal rombongan dari belakang. Rute yang disiapkan membawa peserta melintasi sejumlah kawasan di Kabupaten Malang, mulai dari Jalur Bandara, Jalur Jabung, Jalur Paralayang ,Alas Pinus, hingga berakhir di Coban Jahe sebagai lokasi kegiatan. Beragam karakter lintasan yang dilalui memberikan pengalaman berkendara yang berbeda bagi peserta. Mulai dari jalan tanah, jalur berbatu, hingga area perkebunan, seluruh rute dirancang untuk menghadirkan sensasi adventure trail sekaligus memperlihatkan performa armada Moto East Java di berbagai kondisi medan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk merasakan secara langsung kualitas armada, pelayanan, serta pendampingan guide profesional Moto East Java selama menjelajahi jalur off-road. Di sisi lain, TRAX 2026 juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan strategi komunikasi dan pengelolaan event secara nyata melalui kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

Era AI Ubah Kompetensi Kerja, Wamen P2MI Minta Lulusan Tingkatkan Keterampilan

Bisnis.com, MALANG—Disrupsi teknologi, penetrasi Artificial Intelligence (AI), dan perubahan pasar kerja global memaksa perguruan tinggi untuk tidak sekadar mencetak sarjana dengan kompetensi akademik standar, namun juga dituntut lebih adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing di tingkat internasional. Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, pada Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana di Hall Dome UMM, Selasa (7/7/2026) Menurutnya, kecepatan perubahan dunia telah merombak pola komunikasi, cara kerja, dan tuntutan kompetensi industri di berbagai sektor. Menghadapi dinamika yang bergerak sangat cepat tersebut, lulusan perguruan tinggi wajib meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan agar tidak tergilas zaman. “Masa depan pekerjaan berubah total dengan adanya artificial intelligence. Cara bekerja tidak lagi sama, kompetensi yang dibutuhkan juga berbeda. Karena itu, bersyukurlah berada di kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun resiliensi, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan menghadapi perubahan,” tegasnya. Dia juga menyoroti semakin terbukanya peluang kerja di kancah global yang membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil. Dia mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia hanya bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi nyata jika lulusan mau melengkapi diri dengan kompetensi tambahan, khususnya penguasaan bahasa asing dan keterampilan spesifik standar internasional. “Jika tenaga kesehatan atau profesi lainnya menambah kompetensi bahasa dan keterampilan, kemudian masuk ke pasar Eropa atau Timur Tengah, pendapatan tahun pertama bisa mencapai sekitar Rp25 juta per bulan. Karena itu, jangan berhenti belajar setelah lulus,” pesannya. Merespons tantangan tersebut, Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, menyatakan komitmen kampus dalam menyesuaikan sistem pendidikan global melalui penguatan akademik dan kolaborasi industri. Nazar sapaan akrab Nazaruddin Malik mengedepankan program Center of Excellence (CoE) dan Excellent Solution Center (ESC) sebagai strategi konkret UMM. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran dan inkubasi inovasi agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja. Baginya, tolak ukur keberhasilan perguruan tinggi terletak pada sejauh mana alumninya hadir menjadi pemberi solusi di kehidupan nyata. “Prestasi yang sesungguhnya adalah kemampuan alumni untuk terus memberikan manfaat di tengah masyarakat. Pendidikan harus tumbuh bersama masyarakat, bukan berjalan terpisah dari persoalan yang mereka hadapi,” ungkapnya. Dia berharap, momentum Wisuda ke-122 ini menjadi pesan pengingat yang kuat bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukanlah satu-satunya jaminan kesuksesan. Keluwesan beradaptasi, semangat belajar sepanjang hayat, dan keberanian menghadapi persaingan global, menurutnya, merupakan modal fundamental yang harus terus dibawa oleh setiap lulusan UMM untuk memenangkan persaingan di era transformasi yang serba cepat ini.

Diresmikan Wamen P2MI, UMM Migrant Center Dinobatkan Jadi Pusat Pelatihan Pekerja Migran Terlengkap di Indonesia

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan sumber daya manusia di kancah nasional. Pada Selasa (7/7/2026), Kampus Putih resmi meluncurkan UMM Migrant Center yang dinobatkan sebagai pusat pelatihan pekerja migran paling lengkap, besar, dan komprehensif di Indonesia. Fasilitas mutakhir ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom. Kehadiran UMM Migrant Center diproyeksikan bakal menjadi pilot project sekaligus pilar utama dalam menyukseskan program direktif Presiden untuk menyiapkan tenaga kerja luar negeri yang kompeten dan prosedural. Dalam kunjungannya, Dzulfikar menegaskan bahwa dari total 24 migrant center yang tersebar di Indonesia, infrastruktur milik UMM merupakan yang paling siap dengan kurikulum kelas atas (next level). Pihaknya sangat mengapresiasi kelengkapan fasilitas di sana, termasuk ketersediaan kelas bahasa Jepang spesifik hingga level N3 dan N4. AsiaTenggara & Kepulauan Pasifik “Dari berbagai migrant center yang kami datangi, UMM Migrant Center jadi salah satu dari PTS paling lengkap, besar, dan komprehensif. Saya beserta tim sangat merasa terbantu dengan hadirnya UMM Migrant Center ini,” tegas Dzulfikar Ahmad Tawalla. Lebih lanjut, Wamen P2MI menyoroti keunggulan utama UMM dibandingkan pusat pelatihan lain, yakni keberhasilan dalam menjalin jejaring korespondensi langsung ke Jepang yang sudah terbukti berjalan nyata, bukan sekadar rintisan baru. Oleh karena itu, sistem komprehensif yang telah terbangun kokoh di UMM ini nantinya akan diduplikasi oleh kementerian untuk diterapkan pada pusat-pusat pelatihan lainnya di seluruh daerah. Fasilitas ini dinilai sangat krusial untuk membantu kementerian mengejar target besar peningkatan keterampilan bagi 40.000 pekerja migran pada tahun ini, serta mencapai target setengah juta orang secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang. “Kita berharap UMM menjadi penopang utama dari kesuksesan program direktif dari Bapak Presiden. Ini yang sudah existing dan sisa kita upgrade lagi supaya sampai ke visa engineer,” tambah Dzulfikar. Pengarusutamaan migrasi yang aman dan tersistem ini juga sekaligus menjadi strategi jitu pemerintah untuk menghapus citra negatif pekerja migran Indonesia yang selama ini kerap dipicu oleh maraknya pekerja ilegal. Dzulfikar meyakinkan bahwa pekerja yang prosedural dan dibekali orientasi pra-pemberangkatan yang matang justru selalu mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari negara-negara pengguna. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., memaparkan bahwa pendirian Migrant Center ini merupakan respons visioner pihak kampus terhadap dinamika perubahan global yang sangat cepat. Pusat kajian transdisiplin ini sengaja dirancang untuk menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible) yang menuntut perpaduan ketat antara keilmuan akademis dan praktik di lapangan. “Hal ini memerlukan upaya-upaya pengembangan diri melalui tempaan pengalaman langsung di lapangan, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, manajemen waktu, dan penguatan ketangguhan mental,” jelas Prof. Nazaruddin Malik. Kehadiran UMM Migrant Center menjadi wujud nyata komitmen penuh Kampus Putih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Bagi UMM, prestasi sejati institusi pendidikan bukanlah sekadar deretan trofi pajangan, melainkan kemampuan para alumninya untuk memenangkan ujian kehidupan yang nyata. Melalui fasilitas baru ini, UMM berharap dapat memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa agar tenaga kerja Indonesia mampu bekerja profesional di kancah global sekaligus mengharumkan nama baik tanah air.

Resmikan UMM Migrant Center, Wamen P2MI : Ini yang Terlengkap di Indonesia

pdmkotamalang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan Migrant Center  pada Selasa (7/7) yang dinobatkan sebagai pusat pelatihan pekerja migran paling lengkap, besar, dan komprehensif di Indonesia oleh Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom. fasilitas Kampus Putih ini diproyeksikan menjadi pilot project dan pilar utama program direktif Presiden dalam penyiapan tenaga kerja luar negeri yang kompeten dan prosedural. Dalam kunjungannya, Dzulfikar menegaskan bahwa dari 24 migrant center yang ada di Indonesia, infrastruktur milik UMM merupakan yang paling siap dengan kurikulum next level. Pihaknya sangat mengapresiasi kelengkapan fasilitas, termasuk ketersediaan kelas bahasa Jepang spesifik hingga level N3 dan N4. Fasilitas ini dinilai krusial untuk membantu kementerian mengejar target peningkatan keterampilan bagi 40.000 pekerja migran pada tahun ini, dan 500.000 orang secara bertahap hingga 2029. “Dari berbagai migrant center yang kami datangi, UMM Migrant Center jadi salah satu dari PTS paling lengkap, besar, dan komprehensif. Saya beserta tim sangat merasa terbantu dengan hadirnya UMM Migrant Center ini,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menyoroti keunggulan utama UMM dibandingkan pusat pelatihan lain, yakni keberhasilan menjalin jejaring korespondensi langsung ke Jepang yang sudah terbukti berjalan, bukan sekadar rintisan. Oleh karena itu, sistem komprehensif yang telah terbangun di UMM akan diduplikasi oleh kementerian untuk diterapkan pada pusat-pusat pelatihan lainnya di seluruh daerah. “Kita berharap UMM menjadi penopang utama dari kesuksesan program direktif dari Bapak Presiden. Ini yang sudah existing dan sisa kita upgrade lagi supaya sampai ke visa engineer,” tambahnya. Pengarusutamaan migrasi yang aman dan tersistem ini juga menjadi strategi pemerintah untuk menghapus citra negatif pekerja migran Indonesia, yang selama ini kerap ditimbulkan oleh pekerja ilegal. Dzulfikar meyakinkan bahwa pekerja yang prosedural dan memiliki orientasi pra-pemberangkatan yang matang justru selalu mendapatkan apresiasi tinggi dari negara pengguna. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., memaparkan bahwa pendirian Migrant Center merupakan respons visioner kampus terhadap dinamika perubahan global. Pusat kajian transdisiplin ini dirancang untuk menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible), yang mensyaratkan perpaduan ketat antara keilmuan akademis dan praktik. “Hal ini memerlukan upaya-upaya pengembangan diri melalui tempaan pengalaman langsung di lapangan, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, manajemen waktu, dan penguatan ketangguhan mental,” jelasnya. Kehadiran Migrant Center ini menjadi wujud nyata komitmen kampus putih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prestasi sejati bagi institusi pendidikan pada akhirnya bukanlah sekadar deretan trofi, melainkan kemampuan alumninya untuk memenangkan ujian kehidupan. Melalui fasilitas ini diharapkan mampu memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa, bekerja secara profesional di kancah global, serta mengharumkan nama baik Indonesia. (asa-umm)

Wamen P2MI: UMM Migrant Center yang terlengkap di Indonesia

Malang (ANTARA) – Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengemukakan migrant center yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan yang terlengkap diantara 24 migrant center yang ada di tanah air. “Dari 24 migrant center yang ada di Indonesia, infrastruktur milik UMM merupakan yang paling siap, komprehensif dan lengkap dengan kurikulum next level,” kata Dzulfikar di sela peresmian UMM Migrant Center di area GKB 5 kampus UMM di Malang, Selasa. Wamen P2MI mengemukakan, dari berbagai migrant center yang ia datangi, UMM Migrant Center menjadi salah satu dari perguruan tinggi swasta (PTS) paling lengkap, besar, dan komprehensif. “Saya beserta tim sangat terbantu dengan hadirnya UMM Migrant Center ini,” ujarnya. Ia mengapresiasi kelengkapan fasilitas, termasuk ketersediaan kelas bahasa Jepang spesifik hingga level N3 dan N4. Fasilitas itu dinilai krusial untuk membantu kementerian mengejar target peningkatan keterampilan, bagi 40.000 pekerja migran tahun ini, dan 500.000 orang secara bertahap hingga 2029. Dzulfikar mengatakan keunggulan utama UMM dibandingkan pusat pelatihan lain, yakni keberhasilan menjalin jejaring korespondensi langsung ke Jepang yang sudah berjalan, bukan sekadar rintisan. Oleh karena itu, sistem komprehensif yang telah terbangun di UMM akan diduplikasi oleh kementerian untuk diterapkan pada pusat-pusat pelatihan lainnya di seluruh daerah. “Kita berharap UMM menjadi penopang utama dari kesuksesan program direktif dari Bapak Presiden. Ini yang sudah existing dan sisanya kita upgrade lagi supaya sampai ke visa engineer,” tambahnya. Pengarusutamaan migrasi yang aman dan tersistem ini juga menjadi strategi pemerintah untuk menghapus citra negatif pekerja migran Indonesia, yang selama ini kerap ditimbulkan oleh pekerja ilegal. Dzulfikar meyakini pekerja migran yang prosedural dan memiliki orientasi pra-pemberangkatan yang matang selalu mendapatkan apresiasi tinggi dari negara pengguna. Fasilitas Migrant Center UMM ini diproyeksikan menjadi proyek percontohan dan pilar utama program direktif Presiden dalam penyiapan tenaga kerja luar negeri yang kompeten dan prosedural. Sementara itu, Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik memaparkan pendirian migrant center merupakan respons visioner kampus terhadap dinamika perubahan global. Pusat kajian transdisiplin ini dirancang untuk menghadapi era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) dan Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible (BANI), yang mensyaratkan perpaduan ketat antara keilmuan akademis dan praktik. “Hal ini memerlukan upaya-upaya pengembangan diri melalui tempaan pengalaman langsung di lapangan, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, manajemen waktu, dan penguatan ketangguhan mental,” ujarnya. Ia mengatakan kehadiran migrant center ini menjadi wujud nyata komitmen kampus putih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prestasi sejati bagi institusi pendidikan pada akhirnya bukanlah sekadar deretan trofi, melainkan kemampuan alumninya untuk memenangkan ujian kehidupan. “Melalui fasilitas ini diharapkan mampu memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa, bekerja secara profesional di kancah global, serta mengharumkan nama baik Indonesia,” kata Nazaruddin.

UMM Resmi Ubah FKIP Menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora

Haimalang – Kampus UMM resmi ubah FKIP,  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengubah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH). Transformasi ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperkuat kolaborasi antara pendidikan, sains, dan humaniora untuk menjawab tantangan dunia yang terus berkembang. Peresmian FPSH dilakukan langsung oleh Rektor UMM di Jembatan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 pada Senin (6/7), setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) perubahan nama fakultas pada 30 Mei 2026. Dekan Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M., menjelaskan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar pergantian identitas, tetapi menjadi penanda arah baru pengembangan fakultas yang lebih terbuka dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, pendidikan, sains, dan humaniora merupakan tiga pilar yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi teknologi harus berjalan berdampingan dengan nilai-nilai kemanusiaan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Perubahan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora ini merupakan pernyataan tentang arah, tekad, dan cita-cita. Pendidikan membentuk manusia, sains melahirkan inovasi, sedangkan humaniora menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ketiganya harus berjalan bersama,” ujarnya. Momentum peresmian FPSH juga dirangkai dengan kolokium bagi 15 doktor baru dari berbagai program studi di lingkungan fakultas tersebut. Kehadiran para doktor baru dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset, sekaligus memperluas kontribusi pengabdian kepada masyarakat. Mahfud berharap para doktor baru terus mengembangkan kompetensi akademiknya hingga mampu meraih jabatan fungsional guru besar. “Saya percaya masa depan tidak dibangun oleh mereka yang paling kuat, tetapi oleh mereka yang paling siap menghadapi perubahan. Jagalah kualitas akademik, bangun kolaborasi, dan pastikan setiap ilmu yang dikembangkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menegaskan bahwa transformasi kelembagaan harus diikuti perubahan nyata dalam cara berpikir dan budaya kerja. Menurutnya, keberhasilan FPSH tidak hanya diukur dari nama baru, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat. “Jangan sekadar mengubah papan nama, tetapi harus terjadi perubahan yang substantif. Agile mindset menjadi kunci agar organisasi mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, kolaborasi, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat. UMM harus menjadi pelopor praktik terbaik dan excellent solution center untuk terus tumbuh dan berkembang,” katanya. Melalui transformasi ini, UMM berharap Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora mampu menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin yang melahirkan pendidik, peneliti, dan pemimpin masa depan yang berintegritas. Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Kampus Putih dalam menghadirkan inovasi pendidikan tinggi yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Sasar Target Prabowo, Wamen Migran RI Resmikan Migran Center di UMM Malang

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja meresmikan Migran Center pertama dan terbesar yang diproyeksikan menjadi penopang utama program strategis nasional. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Migran RI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom., bersama jajaran Direktur Jenderal dari Kementerian Migran RI pada Selasa (7/7/2026). Setelah prosesi seremonial di Dome, rombongan langsung melakukan peninjauan ke lokasi Migran Center yang bertempat strategis di belakang Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM, kawasan yang berdekatan dengan Rumah Sakit UMM. Wakil Menteri Migran RI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menjelaskan bahwa dari puluhan pusat pelatihan migran yang tersebar di Indonesia, fasilitas milik UMM ini merupakan yang paling siap. ​”Seperti apa? Ya tentu kita sangat senang, bahagia, menyambut dengan antusias. Ini dari berbagai migran center yang kami datangi bersama Pak Dirjen Dwi, ya. Ini salah satu migran center, bahkan mungkin yang pertama yang paling lengkap dan paling besar. Paling komprehensif,” ujar Dzulfikar, Selasa (7/7/2026). ​Dzulfikar menceritakan pengalamannya saat berinteraksi langsung dengan para peserta didik di dalam kelas. Ia melihat langsung bagaimana kurikulum bahasa asing diimplementasikan secara matang. ​”Kita tadi sudah berinteraksi juga dengan peserta didik dan kelas-kelasnya. Tadi ada yang program N4, ada yang N3 untuk skill bahasanya, dan saya kira itu sudah next level betul. Saya beserta tim dari KP2MI dalam hal menjalankan program direktif Bapak Presiden tentu sangat merasa terbantu dengan hadirnya Migran Center UMM Malang ini,” tambahnya. ​Kehadiran infrastruktur di UMM ini dinilai sangat krusial mengingat besarnya target pencetakan tenaga kerja terampil yang diamanahkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto ke Kementerian Migran. ​Dzulfikar memaparkan bahwa pada tahun 2026 ini, kementerian ditargetkan untuk melatih puluhan ribu pekerja migran agar memiliki kualifikasi tinggi, dengan target jangka panjang yang masif hingga akhir dekade nanti. ​”Tahun ini Bapak Presiden itu mengamanahkan kita untuk melatih 40 ribu tenaga kerja yang upskill, dan bertahap sampai tahun 2029 itu totalnya kurang lebih sekitar 500 ribu orang. Infrastruktur yang dimiliki oleh UMM Malang ini, melalui Migran Center-nya, saya kira adalah yang paling siap dari seluruh Migran Center yang ada. Mudah-mudahan kita bisa duplikasi sistemnya ke depan,” urai Wamen Migran. ​Saat ini, tercatat ada sekitar 24 migran center rintisan di Indonesia. Kementerian berharap pusat-pusat pelatihan lain dapat meniru ekosistem komprehensif yang telah berjalan di UMM Malang. Dzulfikar menjelaskan bahwa kapasitas kelas untuk penyiapan pekerja ke luar negeri memang didesain sangat spesifik, yaitu maksimal 20 orang per kelas untuk menjaga kualitas serapan ilmu. Ke depan, kuota akan digenjot melalui penambahan jumlah gelombang (batch) kelas. ​Salah satu keunggulan mutlak dari Migran Center UMM yang menuai pujian dari kementerian adalah jaringan internasionalnya yang sudah matang dan berjalan, terutama interaksi langsung dengan pihak pengguna di Jepang. ​”Saya kira yang utama itu adalah bagaimana korespondensi langsung ke Jepang. Selama ini inisiatif positif di daerah lain sudah ada, rata-rata baru merintis korespondensi. Tapi yang sudah existing seperti yang ada di Malang ini, kita baru lihat yang ini yang lain rata-rata baru rintisan,” tegas Dzulfikar. ​Langkah UMM ini juga dinilai menjadi jawaban konkret dalam mengikis citra negatif pekerja migran akibat jalur ilegal atau nonprosedural. Dzulfikar menekankan bahwa pekerja yang berangkat secara legal dan dibekali orientasi prapemberangkatan (OPP) yang matang selalu mendapatkan apresiasi tertinggi di mancanegara. ​”Rata-rata yang membawa citra negatif di luar itu yang ilegal, yang amprosedural. Tapi yang prosedural, yang kompetensinya bagus dan memiliki orientasi pra pemberangkatan, itu semua dapat apresiasi yang jempolan, top! Ini yang harus kita siarkan dan sebarkan ke masyarakat, hal-hal positif seperti ini,” terangnya. Kementerian Migran RI menggarisbawahi adanya peluang kerja internasional yang terbuka lebar akibat krisis demografi di negara-negara maju, salah satunya Jepang. Dzulfikar memaparkan fenomena unik bertajuk Akiya, yakni banyaknya rumah-rumah kosong di pedesaan Jepang akibat penurunan drastis jumlah penduduk. ​”Di Jepang ada fenomena yang disebut dengan Akiya, rumah-rumah kosong di pedesaan. Kenapa? Karena penduduknya tidak percaya dengan lembaga yang disebut lembaga pernikahan. Akhirnya penduduknya berangsur-angsur menua, rasionya kini 2 penduduk usia tua berbanding 1 penduduk usia produktif (aging population),” papar Dzulfikar. ​Kondisi aging population di berbagai belahan dunia memicu lonjakan kebutuhan tenaga kerja produktif usia muda yang sangat tinggi. Indonesia, dengan berkah bonus demografi yang melimpah, berada pada posisi strategis untuk menjadi pemain utama dalam sektor ketenagakerjaan global tersebut. ​Meskipun peluang terbuka lebar, tantangan terbesar Indonesia saat ini terletak pada pemenuhan kualifikasi keahlian dan penguasaan bahasa. Berdasarkan data evaluasi tahun 2025, kementerian mencatat ketimpangan yang sangat lebar antara permintaan pasar internasional (job order) dengan jumlah tenaga kerja yang mampu diserap. ​”Kita bisa lihat data tahun 2025, total pekerja kita yang bekerja di luar negeri itu 296.000 orang. Jumlah ini sangat besar, tetapi jika kita bandingkan dengan total job order yang kami terima melalui perjalanan Pak Dirjen Dwi ke berbagai negara, itu ada kurang lebih 1.200.000 job order. Kita hanya bisa memenuhi 296.000 saja,” ungkapnya. ​Kendala utamanya, menurut Dzulfikar, adalah kesiapan kompetensi dasar dan bahasa sejak dini. Banyak lulusan muda kehilangan waktu emas (golden time) untuk belajar. Ketika mereka sudah lulus dan diminta mengambil kursus bahasa tambahan, mereka kerap menolak karena ingin langsung bekerja secara instan. ​Dampaknya, banyak tenaga kontrak kesehatan seperti perawat, bidan, hingga apoteker di berbagai daerah yang rela bertahan dengan pendapatan sekitar Rp1 juta per bulan. ​”Sementara kalau mereka mau menambah sedikit saja kompetensi bahasanya, seumpamanya masuk ke pasar Eropa atau Timur Tengah dengan mengambil ujian prometric, gajinya untuk tahun pertama bisa mencapai kurang lebih Rp25 juta. Saya kira itu gaji yang lebih tinggi, bahkan bisa lebih tinggi dari gaji Rektor UMM Malang,” kelakarnya. ​Saat ini, kementerian telah memetakan negara destinasi favorit dalam lima tahun terakhir, yang meliputi Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, Turki, Italia, Brunei Darussalam, Polandia, hingga Bulgaria. Dalam kunjungan kerja ke Warsawa (Polandia) maupun Bratislava (Slovakia). Para pemilik pabrik global mengakui ada dua keunggulan utama pekerja Indonesia: ketulusan hati dan solidaritas yang tinggi saat bekerja. ​Kontribusi finansial dari para pekerja migran ini pun terbukti menjadi pilar kokoh perekonomian nasional. Pada tahun 2025, nilai remitansi atau uang yang dikirimkan kembali ke tanah air menembus angka fantastis. ​”Bantuan pekerja migran terhadap pertumbuhan ekonomi kita tidak bisa dipandang sebelah mata. Nilai remitansi tahun 2025 mencapai Rp270 triliun, dan uang ini semua

Wamen P2MI Resmikan UMM Migrant Center, Disebut Pusat Pelatihan Pekerja Migran Terlengkap di Indonesia

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat perannya dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui peluncuran UMM Migrant Center.Fasilitas yang diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, pada Selasa (7/7/2026), itu disebut sebagai pusat pelatihan pekerja migran paling lengkap, terbesar, dan paling komprehensif di Indonesia. Kehadirannya diproyeksikan menjadi model nasional dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia yang kompeten, profesional, dan berangkat secara prosedural. Dalam sambutannya, Dzulfikar mengungkapkan bahwa dari 24 Migrant Center yang telah berdiri di berbagai daerah, fasilitas milik UMM merupakan salah satu yang paling siap, baik dari sisi infrastruktur maupun kurikulum pelatihan. Menurutnya, UMM telah menghadirkan konsep pembelajaran yang lebih maju dengan dukungan fasilitas lengkap, termasuk kelas bahasa Jepang hingga level N3 dan N4 yang menjadi kebutuhan utama calon pekerja migran. “Kami telah mengunjungi berbagai Migrant Center di Indonesia. UMM menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang memiliki Migrant Center paling lengkap, besar, dan komprehensif. Saya dan tim sangat terbantu dengan kehadiran fasilitas ini,” ujarnya. Keberadaan UMM Migrant Center dinilai akan memperkuat upaya pemerintah mencapai target peningkatan kompetensi bagi 40.000 pekerja migran Indonesia pada tahun ini, serta secara bertahap menyiapkan hingga 500.000 tenaga kerja berkualitas pada 2029. Lebih jauh, Dzulfikar menilai keunggulan UMM tidak hanya terletak pada kelengkapan fasilitas, tetapi juga jejaring internasional yang telah terbangun dengan berbagai mitra di Jepang. Kerja sama tersebut dinilai telah berjalan efektif dan menghasilkan peluang kerja nyata bagi lulusan, sehingga dapat menjadi contoh bagi pengembangan Migrant Center di berbagai daerah. “Kami berharap UMM menjadi salah satu penopang utama keberhasilan program prioritas Presiden. Sistem yang sudah berjalan di sini tinggal kami tingkatkan lagi, termasuk hingga mendukung penyiapan tenaga kerja dengan kualifikasi visa engineer,” katanya. Dia juga menegaskan bahwa penguatan Migrant Center merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun tata kelola migrasi yang aman dan terstruktur. Dengan pembekalan kompetensi serta orientasi pra-keberangkatan yang baik, pekerja migran Indonesia diharapkan mampu menghapus stigma negatif yang selama ini muncul akibat praktik penempatan tenaga kerja secara ilegal. Sementara itu, Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik menjelaskan, pendirian UMM Migrant Center merupakan respons strategis kampus terhadap perubahan global yang semakin dinamis. Kata dia, tantangan dunia kerja saat ini berada pada era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible), sehingga menuntut lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, karakter kuat, serta daya tahan mental. “Karena itu, pengembangan sumber daya manusia harus dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, kemampuan mengelola waktu, dan penguatan mental agar siap bersaing di tingkat global,” jelasnya. Menurut Nazaruddin, kehadiran UMM Migrant Center menjadi bentuk nyata komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun penghargaan yang diraih, melainkan dari kemampuan alumninya menghadapi tantangan kehidupan dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Melalui Migrant Center ini, UMM berharap dapat melahirkan pekerja migran Indonesia yang profesional, berdaya saing internasional, serta mampu menjadi duta bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di berbagai negara. (*) *) Penulis : Faqih Editor : Agus Wahyudi